Artikel Ilmiah : F1A018074 a.n. NAUFAL DHIYA ULHAQ

Kembali Update Delete

NIMF1A018074
NamamhsNAUFAL DHIYA ULHAQ
Judul ArtikelSolidaritas Sosial dalam Tradisi Unggahan Komunitas Trah Bonokeling Desa Adiraja Kecamatan Adipala
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengkaji tradisi unggahan komunitas trah Bonokeling di Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, terkait pelaksanaan tradisi, nilai-nilai yang terkandung, dan solidaritas sosial yang terbentuk dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang, meliputi tokoh adat, anggota masyarakat, dan pemuda komunitas trah Bonokeling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisi data interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi unggahan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, seperti pembentukan panitia, kegiatan salapanan dan pengumpulan kebutuhan, serta pelaksanaan yang meliputi napak tilas dan ziarah ke makam Kyai Bonokeling. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai keagamaan, budaya, dan sosial. Solidaritas sosial yang terbentuk mencakup solidaritas mekanik, berdasarkan kesamaan keyakinan dan tujuan, serta solidaritas organik, yang terlihat dalam pembagian peran selama pelaksanaan tradisi. Tradisi unggahan berperan penting dalam menjaga keharmonisan komunitas meski menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tradisi lokal sebagai sarana penguatan solidaritas sosial.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study examines the unggahan tradition of the trah Bonokeling community in Adiraja Village, Adipala District, Cilacap Regency, aiming to analyze the implementation of the tradition, the values it embodies, and the social solidarity it fosters. Using a qualitative method and a case study approach. The research informants number 6 informants. These informants include traditional leaders, community members, and youth from the trah Bonokeling community in Adiraja Village, Adipala District, Cilacap Regency. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the model on interactive data analysis, which consists of data collection, data condensation, data presentation, and conclusion-drawing stages. The findings reveal that the unggahan tradition is conducted through preparation stages, such as forming committees, salapanan activities and gathering necessary materials, followed by execution phases that include a pilgrimage walk and visits to the tomb of Kyai Bonokeling. This tradition reflects religious, cultural, and social values that strengthen the bonds among community members. The resulting social solidarity comprises mechanical solidarity, rooted in shared beliefs and goals, and organic solidarity, evident in the structured division of roles during the tradition. The unggahan tradition plays a vital role in maintaining community harmony despite the challenges of globalization. This study contributes to understanding local traditions as a means of reinforcing social solidarity.
Kata kuncisolidaritas sosial, tradisi unggahan, komunitas trah Bonokeling
Pembimbing 1Rili Windiasih
Pembimbing 2Tri Rini Widyastuti
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2025-01-13 09:52:39.265326
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.