Artikel Ilmiah : F1D020032 a.n. MUTIARA SARAH HAPSARI

Kembali Update Delete

NIMF1D020032
NamamhsMUTIARA SARAH HAPSARI
Judul ArtikelTagar #MosiTidakPercaya dan #MahkamahKeluarga: Peran Media Sosial Instagram sebagai Wacana Protes Dinasti Politik Presiden Jokowi
Abstrak (Bhs. Indonesia)Artikel ini membahas aktivisme digital peran tagar #MosiTidakPercaya dan #MahkamahKeluarga sebagai wacana protes publik terhadap praktik dinasti politik Presiden Jokowi. Metode penelitian menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Sumber data, yakni data primer berasal dari tagar di postingan media sosial Instagram @fraksirakyat_id. Kemudian, data sekunder diperoleh dari buku serta berbagai jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian kedua tagar terbentuk karena protes dinasti politik tindakan nepotisme. Kekecewaan publik memunculkan #MosiTidakPercaya pada pemerintahan. Konflik kepentingan antara Anwar Usman Ketua MK sekaligus Paman dari Gibran, mengakibatkan tanggapan buruk dari publik mengubah singkatan MK menjadi “Mahkamah Keluarga”.
Abtrak (Bhs. Inggris)This article discusses digital activism, the role of #MosiTidakPercaya hashtags and #MahkamahKeluarga as a discourse of public protest against the practices of President Jokowi's political dynasty. The research method uses Norman Fairclough's critical discourse analysis approach. Literature study data collection techniques. The source of the data, namely primary data comes from hashtags in @fraksirakyat_id Instagram social media posts. Then, secondary data were obtained from books as well as various journals related to research. The results of the study of both hashtags were formed due to dynastic protests, politics, acts of nepotism. Public disillusionment put #MosiTidakPercaya on the government. The conflict of interest between Anwar Usman, Chairman of the Constitutional Court and Gibran's uncle, resulted in a bad response from the public changing the abbreviation MK to "Family Court" or “Mahkamah Keluarga”.
Kata kuncitagar, aktivisme digital, media sosial, analisis wacana kritis, dinasti politik
Pembimbing 1Ahmad Sabiq, M.A.
Pembimbing 2Khairu Roojiqien Sobandi, S.IP., M.Si., M.A., Ph.D.
Pembimbing 3Titis Perdani, S.IP., M.Sos.
Tahun2024
Jumlah Halaman22
Tgl. Entri2024-02-12 21:28:24.711127
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.