Home
Login.
Artikelilmiahs
43682
Update
ARDANA KARTIKA SARI
NIM
Judul Artikel
Komunikasi Partisipatif antar Stakeholder pada Program Jo Kawin Bocah dalam Rangka Pencegahan Perkawinan Anak di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Program Jo Kawin Bocah merupakan salah satu program pencegahan perkawinan anak yang diterapkan di Kabupaten Banyumas. Prinsip yang perlu diterapkan dalam program ini adalah partisipatif, mengingat perkawinan anak merupakan fenomena yang kompleks dan saling mempengaruhi. Partisipasi dari stakeholder terkait sangat dibutuhkan dalam program ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran stakeholder serta mendeskripsikan dan menganlisis proses komunikasi partisipatif antarstakeholder yang terjadi dalam program Jo Kawin Bocah dengan dianalisis menggunakan empat indikator komunikasi partisipatif dari Jan Servaes (2005) yaitu heteroglasia, dialog, poliponi, dan karnaval. Selain itu, digunakan pula dua teori untuk melakukan analisis stakeholder. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang pertama menunjukkan bahwa terdapat 14 stakeholder yang terkait dengan Jo Kawin Bocah di Kabupaten Banyumas dengan peran yang berbeda, yaitu: (1) policy creator; (2) koordinator; (3) fasilitator; (4) implementer; (5) akselerator. Hasil kedua menunjukkan bahwa proses komunikasi partisipatif dalam program Jo Kawin Bocah sudah terjadi, diukur dengan indikator heteroglasia, dialog, poliponi, dan karnaval.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Jo Kawin Bocah program is one of the child marriage prevention programs implemented in Banyumas Regency. The principle that needs to be applied in this program is participatory, considering that child marriage is a complex phenomenon and affects each other. Participation from relevant stakeholders is needed in this program. This study aims to identify the role of stakeholders and describe and analyze the participatory communication process between stakeholders that occurs in the Jo Kawin Bocah program by analyzing using four participatory communication indicators from Jan Servaes (2005), namely heteroglacia, dialogue, polypony, and carnival. In addition, two theories are also used to conduct stakeholder analysis. This research uses qualitative methods with a case study model. Data collection was conducted using observation, interviews, and documentation. The results of the first study showed that there were 14 stakeholders who are related to Jo Kawin Bocah in Banyumas Regency with different roles, namely: (1) policy creator; (2) coordinator; (3) facilitators; (4) implementers; (5) accelerators. The second result showed that the participatory communication process in the Jo Kawin Bocah program had already occurred, measured by indicators of heteroglacia, dialogue, polypony, and carnival.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save