Artikel Ilmiah : I1J020007 a.n. FARATINA ONISOA ANTHONY

Kembali Update Delete

NIMI1J020007
NamamhsFARATINA ONISOA ANTHONY
Judul ArtikelThe Correlation between Acculturative Stress and Adaptation Ability among International Students at UNSOED
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pendahuluan: Stres akulturasi dapat diartikan sebagai stres yang dialami oleh individu yang mengalami akulturasi budaya yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan mental, fisik, atau psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara stres akulturatif dan kemampuan adaptasi pada mahasiswa internasional.
Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling dengan jumlah 33 mahasiswa asing program sarjana, magister dan Darmasiswa di UNSOED sesuai dengan kriteria inklusi.
Hasil: Mayoritas responden mengalami stres akulturatif tinggi yaitu sebanyak 18 responden (54,5%). Namun tingkat kemampuan adaptasi mahasiswa internasional berada pada kategori adaptasi sedang sebanyak 14 responden (42,4%). Hasil Korelasi Rank Spearman antara stres akulturasi dengan kemampuan adaptasi menunjukkan nilai p̑ sebesar 0,236 dan r sebesar -0.212.
Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa internasional mengalami stres akulturatif tinggi dengan kemampuan adaptasi sedang. Oleh karena itu, terdapat hubungan negatif tapi tidak signifikan antara stres akulturasi dengan kemampuan adaptasi pada mahasiswa internasional di UNSOED.
Abtrak (Bhs. Inggris)Introduction: Acculturative stress can be defined as the stress experienced by individual who experience acculturation that can result in mental, physical or psychological health problem. The aims of this study is to identify the correlation between acculturative stress and adaptation ability among international students.
Methods: The research method used in this research is descriptive quantitative with cross-sectional approach. The sampling technique is total sampling with 33 international students from bachelor, master and Darmasiswa program at UNSOED according to the inclusion criteria
Results: The majority of the respondents experience high acculturative stress with 18 respondents (54.5%). However the level of adaptation ability of international students is in the category of moderately adapted with 14 respondents (42.4%). The results of Spearman’s Rank Correlation between acculturative stress and adaptation ability shows a p̑ value of 0.236 and an r value of -0.212.
Conclusion: Most of the international students experience high acculturative stress with moderate adaptation ability. Therefore, there is a negative but not significant correlation between acculturative stress and adaptation ability among international students in UNSOED

Kata kunciAcculturative stress, Adaptation ability, International Students
Pembimbing 1Dian Ramawati S.Kep., Ners., M.Kep., Ph.D
Pembimbing 2Asep Iskandar S.Kep., M.Kep., Ns., Sp.Kep.Kom
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2024-02-12 21:30:40.738927
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.