Home
Login.
Artikelilmiahs
43645
Update
FAYRUZ MARYAM
NIM
Judul Artikel
SUBTITLING STRATEGIES AND THE ACCEPTABILITY OF THE UTTERANCES CONTAINING POLITENESS EXPRESSIONS IN THE BUMI MANUSIA MOVIE
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerjemahan takarir beserta aspek keberterimaannya terhadap ungkapan kesantunan dalam takarir film Bumi Manusia. Peneliti mengkategorikan ungkapan kesantunan menggunakan teori strategi kesantunan yang dikemukakan oleh Brown dan Levinson (1987), teori strategi penerjemahan takarir oleh Cintas dan Remael (2014), dan teori penilaian kualitas terjemahan oleh Nababan, dkk (2012) untuk menentukan tingkat keberterimaan takarir. Penelitian ini menggunakan pendekatan desriptif kualitatif dengan focus group discussion (FGD) dan jawaban kuesioner dari para penilai juga digunakan untuk menganalisis data. Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang mewakili kesantunan Minke dalam film Bumi Manusia dan dikumpulkan dengan menggunakan purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan 43 jenis ungkapan kesantunan yang diucapkan oleh Minke dalam film Bumi Manusia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat kategori ungkapan kesantunan; yaitu penutuiran terus terang (19%), kesantunan positif (30%), kesantunan negatif (42%), dan penuturan semu (9%). Untuk strategi penerjemahan takarir, hasilnya menunjukkan ada 8 strategi yang diterapkan. Yaitu; loan (2%), calque (30%), explicitation (19%), substitution (7%), transposition (14%), compensation (12%), omission (9%), dan addition (7%). Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar takarir dianggap berterima (84%), dan hanya sebagian kecil yang dinilai kurang berterima (16%). Hal ini menunjukkan bahwa terjemahan takarir dalam film Bumi Manusia memiliki tingkat keberterimaan yang tinggi, sehingga menujukkan kualitas yang memuaskan secara keseluruhan. Singkatnya, penggunaan strategi calque berpengaruh positif terhadap kualitas terjemahan, terutama ketika menerjemahkan kesantunan negatif yang secara akurat menggambarkan bentuk dan makna asal takarir, sehingga menghasilkan takarir yang berterima.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to examine the subtitling strategy and the acceptability of the politeness expressions in the Bumi Manusia movie. The research used Brown and Levinson (1987) to categorize the politeness expressions based on the theory of politeness strategies, the subtitling strategies theory by Cintas and Remael (2014), and the translation quality assessment theory proposed by Nababan, et al (2012) to determine the subtitle’s acceptability level. This study used a descriptive qualitative approach with focus group discussions (FGD) and the rater’s questionnaire answers to analyze the data. The data in this research are in the form of utterances representing Minke’s politeness expressions in the Bumi Manusia movie and collected using purposive sampling. The findings show 43 types of politeness expressions fall into four categories, those are; bald on record (19%), positive politeness (30%), negative politeness (42%), and off record (9%). For the subtitling strategies, the results show that 8 strategies were applied. Those are; loan (2%), calque (30%), explicitation (19%), substitution (7%), transposition (14%), compensation (12%), omission (9%), and addition (7%). The study also found that most of the subtitles were considered acceptable (84%), with only a small percentage found to be less acceptable (16%). This indicates that the subtitles in the Bumi Manusia movie have a high level of acceptability. In summary, the use of calque strategy positively affects the quality of translation, especially when translating negative politeness, accurately portraying the form and meaning of the original subtitle, resulting in a highly acceptable subtitle.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save