Artikel Ilmiah : I1A020082 a.n. RAHMAWATI NUR KHAIRANI
| NIM | I1A020082 |
|---|---|
| Namamhs | RAHMAWATI NUR KHAIRANI |
| Judul Artikel | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang : Kasus Tuberkulosis di Indonesia tahun 2022 melebihi 700.000 kasus. Puskesmas Purwokerto Barat periode Januari sampai Oktober 2023 memiliki kasus Tuberkulosis sebanyak 144 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Tuberkulosis di masyarakat wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat. Metode : Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 62 kasus dan 62 kontrol. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil Penelitian : Variabel yang berhubungan dengan kejadian Tuberkulosis dalam penelitian ini yaitu status gizi (p value 0,000). Sedangkan, variabel yang tidak berhubungan yaitu usia (p value 0,856), jenis kelamin (p value 1,000), tingkat pendidikan (p value 0,774), status pekerjaan (p value 0,699), kebiasaan merokok (p value 0,911), dan pengetahuan (p value 0,193). Simpulan : Status gizi merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan nilai OR = 3,308, artinya masyarakat dengan kategori status gizi kurang dapat memperbesar peluang risiko kejadian Tuberkulosis pada masyarakat 3,308 kali lebih besar jika dibanding responden dengan gizi normal. Disarankan masyarakat khususnya pasien Tuberkulosis dapat meningkatkan status gizi untuk mendukung kesembuhan dengan mengkonsumsi makanan yang berprotein tinggi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background : Tuberculosis cases in Indonesia in 2022 will exceed 700,000 cases. The West Purwokerto Health Center for the period from January to October 2023 had 144 cases of tuberculosis. The aim of the research is to determine the factors that influence the incidence of Tuberculosis in the community in the work area of the West Purwokerto Public Health Center. Methods : This type of research is analytic observation using a case control research design. The sampling technique used 62 cases and 62 controls as total sampling. The structured questionnaire. Data were analyzed by univariate, bivariate, and multivariate. Results : Variables related to the incidence of pulmonary Tuberculosis in this study were nutritional status (p value 0,000). Wherease, variables not related to the incidence of pulmonary Tuberculosis in this study were age (p value 0,856), gender (p value 1,000), level of education (p value 0,774), employment status (p value 0,699), smoking habits (p value 0,911), and knowledge (p value 0,193). Conclusion : Nutritional status is the most influential factor with an OR = 3.308, meaning that people in the category of poor nutritional status can increase the risk of developing tuberculosis in the community 3.308 times greater than respondents with normal nutrition. It’s suggested that the public, especially Tuberculosis patients can improve their nutritional status to support recovery by consuming foods high in protein. |
| Kata kunci | Faktor Tuberkulosis, Masyarakat, Status Gizi |
| Pembimbing 1 | Damairia Hayu Parmasari, S.Kp.G., M.P.H |
| Pembimbing 2 | Suryanto, S.K.M., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | Siti Harwanti, S.Kp., M.Kes. |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2024-02-12 11:27:49.353336 |