Artikel Ilmiah : E1A019190 a.n. ASYA FIRDAUS NURRAHMAN

Kembali Update Delete

NIME1A019190
NamamhsASYA FIRDAUS NURRAHMAN
Judul ArtikelPERKAWINAN WANITA HAMIL DI BAWAH UMUR (Studi Penetapan: Penetapan Pengadilan Agama 24/Pdt.P/2023/PA.Thn)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara pria dan wanita dengan tujuan
membentuk keluarga berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk sah, calon
mempelai harus memenuhi syarat agama dan hukum, termasuk menjauhi larangan
tertentu. Menikahi wanita hamil diperbolehkan, tetapi terdapat perbedaan pendapat
mengenai syaratnya. Kasus terjadi pada anak di bawah umur yang hamil, namun
Kantor Urusan Agama Tabukan Selatan menolak menikahkannya karena kurang
umur, memerlukan dispensasi kawin dari Pengadilan Agama.
Penelitian ini menganalisis dasar pertimbangan hukum hakim pada Penetapan
Pengadilan Agama Tahuna Nomor 24/Pdt.P/2023/PA.Thn dan akibat hukumnya.
Metode penelitian yuridis normatif, menggunakan data sekunder, dengan analisis
kualitatif. Hakim mengabulkan dispensasi berdasar Pasal 7 ayat (2) UU No. 16 Tahun
2019 dengan alasan sangat mendesak dan bukti pendukung. Hakim
mempertimbangkan perlindungan hak wanita hamil dan anaknya serta mencegah
mudharat lain berdasarkan Pasal 53 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 26 ayat
(1) huruf c UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Orang tua tidak
dianggap lalai dalam mencegah anaknya melakukan hubungan terlarang yang
berdampak pada perkawinan anak di Indonesia
Abtrak (Bhs. Inggris)Marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman with the aim of
forming a family based on the Almighty God. To be legitimate, the prospective bride and groom
must meet religious and legal requirements, including avoiding certain prohibitions. Marrying a
pregnant woman is allowed, but there are differing opinions regarding the conditions. This case
involved an underage pregnant girl, but the South Tabukan Religious Affairs Office refused to
marry her due to her age, requiring her to apply for a marriage dispensation from the Religious
Court. This research analyzes the legal considerations of judges in the Decision of the Tahuna
Religious Court Number 24/Pdt.P/2023/PA.Thn and its legal consequences. The research uses a
normative juridical method, utilizing secondary data, with qualitative analysis. The judge granted
the dispensation based on Article 7 paragraph (2) of Law No. 16 of 2019 due to urgent reasons
and sufficient supporting evidence. The judge considered protecting the rights of the pregnant
woman and her child and preventing further harm based on Article 53 paragraph (1) of the
Compilation of Islamic Law and Article 26 paragraph (1) letter c of Law No. 35 of 2014 on Child
Protection. Parents were not deemed negligent in preventing their child from engaging in
forbidden relationships, impacting child marriages in Indonesia.
Kata kunciKeywords: Marriage, Pregnant woman, minor, rights of pregnant woman
Pembimbing 1Haedah Faradz, S.H., M.H.
Pembimbing 2Drs. Noor Asyik, M.Ag.
Pembimbing 3Prof. Tri Listiani Prihatinah, S.H., M.A., Ph.D
Tahun2024
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2024-07-24 20:53:19.475386
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.