Artikel Ilmiah : H1B019079 a.n. FARIS AZHAR NUR DARMAWAN

Kembali Update Delete

NIMH1B019079
NamamhsFARIS AZHAR NUR DARMAWAN
Judul ArtikelPENGARUH BANGUNAN TIDAK PERMANEN TERHADAP ALIRAN DEBRIS TSUNAMI DI KAWASAN PANTAI PANGANDARAN, JAWA BARAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata yang populer di Pantai Selatan Jawa. Karena letaknya yang berhadapan dengan Samudra Hindia, dimana merupakan sumber gempa maka Pangandaran rentan terhadap tsunami. Di daerah ini terdapat banyak bangunan tidak permanen yang dibangun di dekat garis pantai yang dapat menjadi sumber debris tsunami. Debris ini dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar terhadap bangunan permanen yang ada di sekitarnya. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat dengan langkah awal menentukan lokasi penelitian dan membagi kedalam lima segmen. Lalu menghitung jumlah total bangunan tidak permanen di setiap segmen yang telah ditentukan. Kemudian setelah mendapatkan jumlah bangunan tidak permanen selanjutnya menghitung jumlah massa bangunan, menghitung kekakuan bangunan, dan mencari kecepatan aliran tsunami yang pernah terjadi di dunia. Kemudian pengolahan data menggunakan perhitungan gaya debris tsunami dan menganalisis dampaknya. Setelah dianalisis gaya tumbukan tsunami jika kecepatan aliran tsunami rata-rata berkisar 11,12 m/s dengan masing-masing massa puing serta kekakuannya, daerah yang paling rawan dari urutan terbesar ke terkecil jika terjadi bencana tsunami yaitu : segmen 3 dengan gaya tumbukan tsunami akan menjadi 323,13 N bekerja pada satu meter tegak lurus terhadap arah run-up tsunami ; segmen 4 dengan gaya tumbukan tsunami akan menjadi 304,48 N bekerja pada satu meter tegak lurus terhadap arah run-up tsunami; segmen 2 dengan gaya tumbukan tsunami akan menjadi 215,44 N bekerja pada satu meter tegak lurus terhadap arah run-up tsunami; segmen 1 dengan gaya tumbukan tsunami akan menjadi 212,94 N bekerja pada satu meter tegak lurus terhadap arah run-up tsunami; dan segmen 5 dengan gaya tumbukan tsunami akan menjadi 133,07 N bekerja pada satu meter tegak lurus terhadap arah run-up tsunami. Dengan melakukan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana, dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman tentang resiko tsunami di daerah ini dan membantu mengembangkan strategi mitigasi bencana yang lebih efektif.
Abtrak (Bhs. Inggris)Pangandaran is a popular tourist destination in the South Coast of Java. Due to its location facing the Indian Ocean, which is a seismic source, Pangandaran is susceptible to tsunamis. In this area, there are numerous non-permanent structures built near the coastline that can serve as sources of tsunami debris. This debris can cause greater damage to the permanent buildings in the vicinity. This research was conducted in the Pangandaran Beach Area, West Java, with the initial steps of determining the research location and dividing it into five segments. Next, we calculated the total number of non-permanent buildings in each of the predetermined segments. Subsequently, after obtaining the count of non-permanent buildings, we calculated the mass of the buildings, assessed their stiffness, and researched historical tsunami flow velocities worldwide. Following this, data processing involved the calculation of tsunami debris forces and analyzing their impact. After analyzing the tsunami impact forces if the average tsunami flow speed is around 11,12 m/s with each debris mass and stiffnes, the most vulnerable areas in descending order in the event of a tsunami disaster are as follows: segment 3, with a tsunami impact force of 323,13 N acting at one meter perpendicular to the tsunami run-up direction; segment 4, with a tsunami impact force of 304,44 N acting at one meter perpendicular to the tsunami run-up direction; segment 2, with a tsunami impact force of 215,44 N acting at one meter perpendicular to the tsunami run-up direction; segment 1, with a tsunami impact force of 212,95 N acting at one meter perpendicular to the tsunami run-up direction; and segment 5, with a tsunami impact force of 133,07 N acting at one meter perpendicular to the tsunami run-up direction. By conducting this research, it is hoped that valuable information can be provided to relevant stakeholders, including the local government, disaster management agencies, and the surrounding community. The research results can be used to enhance understanding of tsunami risks in this area and help develop more effective disaster mitigation strategies.
Kata kunciTsunami, Aliran Debris Tsunami, Bangunan Semi Permanen
Pembimbing 1Ir. Wahyu Widiyanto, S.T., M.T., Ph.D.
Pembimbing 2Ir. Sanidhya Nika Purnomo, S.T., M.T., Ph.D.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2023-09-25 01:47:21.374183
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.