Home
Login.
Artikelilmiahs
41056
Update
NUR FITRIANI
NIM
Judul Artikel
Tindak Tutur Ekspresif pada Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMKN 1 Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 63 tahun 2014 yang menjelaskan bahwa ekstrakurikuler pramuka wajib diikuti oleh peserta didik SMP dan SMA, menyebabkan terbaginya tipe-tipe peserta didik diantaranya: peserta didik yang memang menyukai pramuka, peserta didik yang mengikuti pramuka hanya sekadar untuk memenuhi kewajiban, dan peserta didik yang tidak senang mengikuti pramuka. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk meneliti bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber datanya berupa semua orang yang terlibat pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka seperti dewan ambalan, pembina, dan para peserta didik. Data yang diolah berupa konteks dan tuturan ekspresif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Teknik yang digunakan adalah teknik SLBC (simak bebas libat cakap). Data kemudian dianalisis dengan metode padan. Hasil penelitian menunjukkan munculnya beberapa tindak tutur ekspresif pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SMK Negeri 1 Purwokerto, diantaranya: 4 (empat) bentuk berterima kasih, 3 (tiga) bentuk memberi selamat, 5 (lima) bentuk meminta maaf, 1 (satu) bentuk menyesal, 3 (tiga) bentuk menyambut. Selain itu, ditemukan pula 16 (enam belas) fungsi tindak tutur ekspresif, diantaranya: 4 (empat) fungsi meminta maaf, 5 (lima) fungsi memuji, 4 (empat) fungsi berterima kasih), 3 (tiga) fungsi mengucapkan selamat. Tuturan ekspresif yang dihasilkan berdampak pada tingkat antusias keikutsertaan peserta didik pada ekstrakurikuler pramuka. Sebagai contoh, seorang penutur adalah ketua ambalan, ia menciptakan situasi yang nyaman serta hangat dalam suatu organisasi pramuka, maka timbul tindak tutur ekspresif yang positif dari para anggota yang membuat para peserta didik tertarik dan senang untuk mengikuti pramuka.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Regulation of Minister of Education and Culture (Permendikbud) number 63 of 2014 explained that junior and senior high school students are obliged to join scouts extracurriculars. From this explanation, there are differences in expressive speech acts shown by students in Scout activities. It happened because students who participate in scout activities are divided into several types: students who basically like scouts, students who joined just to fulfill their obligations, and students who are unhappy to joined scouts. This research examined the form and function of expressive speech acts in scout extracurricular which used qualitative methods. The data source is everyone involved in scout extracurricular, such as the council, coaches, and students. The data processed is context and expressive speech in scout extracurricular at SMK Negeri 1 Purwokerto. Data collection was carried out by observation method with non-involved conversational observation. Furthermore, the data were analyzed using identity method. The research found that several expressive speech acts appear in scout extracurricular at SMK Negeri 1 Purwokerto, as follows: 4 (four) forms of thanking, 3 (three) forms of congratulating, 5 (five) forms of apologizing, 1 (one) form of regret, 3 (three) forms of welcoming. furthermore, 16 (sixteen) expressive speech act functions also found, including 4 (four) functions of apologizing, 5 (five) functions of praise, 4 (four) functions of thanking), and 3 (three) functions of congratulating. The expressive utterances produced have an impact on the enthusiasm of students participating in scout extracurricular. For example, if the speaker is a Scout leader, and he/she creates a friendly situation, there will be positive expressive speech acts from students who make them interested to join.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save