Artikel Ilmiah : E1A019027 a.n. NABILLA CAHYA HILGA ARIFIN

Kembali Update Delete

NIME1A019027
NamamhsNABILLA CAHYA HILGA ARIFIN
Judul ArtikelUPAYA DIVERSI DALAM PENYELESAIAN PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN DENGAN PELAKU ANAK (Studi Polres Kabupaten Purworejo)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penganiayaan yang dilakukan oleh anak adalah tindak pidana yang saat ini sedang marak terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Purworejo. Salah satu upaya yang ditempuh dalam penanganan tindak pidana anak yaitu dengan upaya diversi. Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari sistem peradilan pidana ke luar sistem peradilan pidana dan wajib diupayakan mulai tingkat penyidikan sampai tingkat pemeriksaan di pengadilan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dengan sepesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Polres Purworejo dan metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Metode penentuan informan menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder sedangkan metode analisis secara kualitatif yakni Content Analysis Methode. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan upaya diversi di Polres Purworejo sudah dilaksanakan dengan cara musyawarah antara pelaku atau korban yang didampingi orang tua atau wali, dihadiri BAPAS, PEKSOS, Tokoh Masyarakat dan Pemuka Agama dan tidak dilakukannya penahanan yang diawali dengan analisis terhadap pemenuhan syarat diversi. Pelaksanaan upaya diversi di Polres Purworejo belum sepenuhnya berhasil dilaksanakan, karena masih ada pihak keluarga korban yang menolak adanya diversi dikarenakan merasa tidak adil dan tidak bisa memaafkan kesalahan pelaku. Adapun hambatan pelaksanaan upaya diversi dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor struktur penegak hukum, sarana prasarana, kebudayaan dan masyarakat Kabupaten Purworejo.
Abtrak (Bhs. Inggris)Maltreatment committed by children is a criminal offense that is currently rampant in Indonesia, especially in the Purworejo Regency area. One of the efforts taken in handling juvenile criminal offenses is through diversion. Diversion is the transfer of the settlement of children's cases from the criminal justice system to outside the criminal justice system and must be pursued from the level of investigation to the level of examination in court. This research uses a juridical sociological approach with descriptive research specifications. The research location is Purworejo Police Station and the data collection method is by interview, non-participant observation and literature study. The method of determining informants using Purposive Sampling and Snowball Sampling techniques. The types and sources of data used are primary data and secondary data while the qualitative analysis method is Content Analysis Method. Based on the results of the study, it shows that the implementation of diversion efforts at Purworejo Police Station has been carried out by deliberation between the perpetrator or victim accompanied by parents or guardians, attended by BAPAS, PEKSOS, Community Leaders and Religious Leaders and no detention which begins with an analysis of the fulfillment of diversion requirements. The implementation of diversion efforts at Purworejo Police Station has not been fully successful, because there are still families of victims who reject diversion because they feel unfair and cannot forgive the mistakes of the perpetrators. The obstacles to the implementation of diversion efforts are influenced by several factors, namely the structure of law enforcement, infrastructure, culture and society of Purworejo Regency.
Kata kunciDiversi, Anak Pelaku, Tindak Pidana Penganiayaan
Pembimbing 1Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H.
Pembimbing 2Rani Hendriana, S.H., M.H.
Pembimbing 3Dr. Dwi Hapsari Retnaningrum, S.H., M.H
Tahun2023
Jumlah Halaman27
Tgl. Entri2023-05-31 21:36:46.828709
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.