Home
Login.
Artikelilmiahs
40080
Update
ELSA ISMI NOVITASARI
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR RISIKO DAN POLA SEBARAN PNEUMONIA PADA BALITA DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Pneumonia merupakan iritasi atau peradangan pada salah satu paru atau keduanya yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun jamur. Penyakit pneumonia sebagian besar menginfeksi anak-anak dan bayi. Di Kabupaten Banyumas, realisasi penemuan penderita pneumonia pada balita pada tahun 2019 sebanyak 77,8%. Analisis faktor risiko dan spasial dapat memberi informasi mengenai penyebab pneumonia, gambaran kondisi lingkungan dan pola sebaran kasus. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain kasus kontrol. Populasi kasus adalah balita yang menderita pneumonia yang tinggal di Kecamatan Sumbang dan populasi kontrol adalah balita yang tidak menderita pneumonia yang tinggal di Kecamatan Sumbang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 110 responden dengan cara Consecutive Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, pengukuran dan pengambilan titik koordinat rumah penderita. Analisis data menggunakan SPSS, ArcGIS, dan SaTscan dengan analisis univariat, analisis bivariat dan analisis spasial. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara ASI eksklusif (p-value=0,000), riwayat imunisasi (p-value=0,049), pencahayaan (p-value=0,000), kelembaban (p-value=0,012), pendidikan orang tua (p-value=0,000) , dan pendapatan orang tua (p-value=0,022) dengan kejadian pneumonia pada balita. Pola sebaran kasus pneumonia pada balita berdistribusi berkelompok yaitu terdapat 1 cluster primer dan 6 cluster sekunder serta jarak rumah responden dengan fasilitas pelayanan kesehatan pada radius 2 km. Kesimpulan: Balita dengan ASI tidak eksklusif, riwayat imunisasi tidak lengkap, pencahayaan rumah tidak memenuhi syarat, kelembaban rumah tidak memenuhi syarat, pendidikan orang tua rendah, dan pendapatan orang tua rendah meningkatkan kejadian pneumonia balita serta sebaran kasus berdistribusi berkelompok.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Pneumonia is irritation or inflammation of one or both lungs caused by bacteria, viruses or fungi. Pneumonia mostly infects children and infant. In Banyumas regency the realization of toddler pneumonia sufferers in 2019 was 77,8%. Risk factor and spatial analysis can provide information about the causes of pneumonia, description of environmental conditions and distribution patterns of cases. Method: Analytic quantitative research with a case-control design. The case population is toddlers who have suffered from pneumonia who live in Sumbang District and the control population is toddlers who do not suffered from pneumonia who live in Sumbang District. The sample in this study was 110 respondents with Consecutive Sampling method. Data collection was carried out by interviewing, measuring and taking coordinates of the patient’s house. Data analysis used SPSS, ArcGIS and SaTscan tools with univariate analysis, bivariate analysis and spatial analysis. Results: The results of the study showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding (p-value=0,000), history of immunization (p-value=0,049), lighting (p-value=0,000), humidity (p-value=0,012), parental education (p-value=0,000) , and parental income (p-value=0,022) with the incidence of pneumonia in toddlers. The distribution patterns of pneumonia cases in toddlers is distributed in groups, there is 1 primary cluster and 6 secondary cluster and the distance of the respondent’s house from health care facilities at a radius of 2 km. Conclusion: Toddlers with non-exclusive breastfeeding, incomplete immunization history, inadequate home lighting, inadequate home humidity, low parental education increase the incidence of pneumonia in toddlers and the distribution of cases is distributed in groups.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save