Artikel Ilmiah : I1C019029 a.n. NAUFAL RAFLI AULIA RAHMAN
| NIM | I1C019029 |
|---|---|
| Namamhs | NAUFAL RAFLI AULIA RAHMAN |
| Judul Artikel | Analisis Potensi Interaksi Obat Kortikosteroid dan Obat Simtomatik Pada Pasien COVID-19 Rawat Inap RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Terapi untuk penatalaksanaan COVID-19 memiliki perkembangan yang dinamis dan melibatkan penggunaan obat-obat yang termasuk dalam kategori off-label. Hal ini dapat meningkatkan risiko interaksi obat pada pasien COVID-19 rawat inap yang mempunyai komorbiditas dan gejala klinis terkait COVID-19. Metodologi: Penelitian dilakukan secara observasional dengan melihat data rekam medis pasien. Data yang digunakan adalah data rekam medis yang lengkap pada pasien COVID-19 yang menggunakan obat kortikosteroid dan obat simtomatik serta pasien yang tidak dalam kondisi hamil. Potensi interaksi obat dianalisis menggunakan website Lexicomp-drug interact. Data juga dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi data dan secara bivariat untuk meliat korelasi faktor. Hasil penelitian: Total terdapat 403 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Mayoritas pasien berusia 46-55 tahun (25,06%), menggunakan rata-rata 9-14 obat (55,33%), memiliki durasi rawat inap lebih dari 6 hari (92,31%), memiliki diagnosis penyerta (61,04%) dan memilki setidaknya 1 potensi interaksi obat (84,62%). Todal ditemukan 1220 kejadian potensi interaksi obat dengan tingkat keparahan minor sebanyak 462 (37,87%), tingkat keparahan moderat sebanyak 709 (58,11%), dan tingkat keparahan mayor sebanyak 49 (4,02%). Korelasi positif ditemukan antara jumlah potensi interaksi obat dengan usia (r=0,198), durasi rawat inap (r=0,167), dan jumlah penggunaan obat (r=0,347). Sementara itu, tidak ditemukan korelasi antara jumlah potensi interaksi obat dengan diagnosis penyerta. Kesimpulan: Terdapat korelasi antara usia, durasi rawat inap, dan jumlah penggunaan obat dengan jumlah potensi interaksi obat pada pasien COVID-19 inap di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purablingga. Interaksi dengan tingkat keparahan moderat menjadi interaksi dengan jumlah kejadian paling banyak. Maka dari itu, penting untuk memantau pemberian obat, memodifikasi terapi, dan memantau efek yang mungkin muncul karena interaksi obat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: COVID-19 therapy is dynamic and involves off-label drug use, which can increase the risk of drug interactions in inpatients with COVID-19 who also have comorbidities and COVID-19 related symptoms. Objective: This research aims to give information about corticosteroid and symptomatic drug-drug interaction in COVID-19 patients. Methodology: The research is conducted observationally by looking at patient medical record data. The data used is complete medical record data of COVID-19 patients who use corticosteroid and symptomatic drugs, as well as patients who are not pregnant. The potential drug interactions are analyzed using the Lexicomp-drug interact website. The data is also analyzed univariately to see the distribution of the data and bivariately to see the correlation of factors. Result: There is a correlation between age, length of stay, and number of drugs used with the number of potential drug interactions in COVID-19 inpatients at RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purablingga. Moderate severity interactions had the highest occurrence rate. Therefore, it is crucial to monitor drug administration, modify therapy, and monitor potential side effects due to drug interactions. |
| Kata kunci | COVID-19, Obat kortikosteroid, Obat simtomatik, Potensi interaksi obat |
| Pembimbing 1 | apt. Heny Ekowati, M.Sc., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dr. apt. Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2023-05-15 21:51:06.143687 |