Artikel Ilmiah : F1A021048 a.n. FADHILLA LAELA PUTRI RAHMI

Kembali Update Delete

NIMF1A021048
NamamhsFADHILLA LAELA PUTRI RAHMI
Judul ArtikelPERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN REGENERASI PETANI
(Studi Kasus Kelompok Tani Lankapole Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sektor pertanian merupakan penyokong krusial ekonomi nasional, namun saat ini menghadapi tantangan serius berupa fenomena penuaan petani dan rendahnya minat generasi muda. Kondisi serupa terjadi di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, di mana potensi sumber daya alam yang melimpah belum diimbangi dengan keterlibatan pemuda secara maksimal. Hal tersebut disebabkan oleh adanya stigma negatif terhadap profesi petani serta kecenderungan untuk mencari pekerjaan di wilayah perkotaan. Kelompok Tani Lankapole hadir sebagai wadah kelembagaan yang berupaya memfasilitasi dan mendorong semangat pemuda desa untuk kembali mengelola sektor pertanian.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 12 narasumber (terdiri dari informan utama anggota kelompok tani dan informan pendukung), serta studi dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori peran untuk membedah hak, kewajiban, dan ekspektasi anggota kelompok dalam menghadapi krisis regenerasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran kelompok tani dalam proses regenerasi, mengidentifikasi aktor-aktor penggerak yang terlibat, serta memetakan hambatan yang dihadapi di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani memiliki peranan penting dalam meningkatkan regenerasi petani melalui beberapa aspek: yaitu sebagai fasilitator pengetahuan memberikan pelatihan teknis pertanian, penguat jaringan sosial melalui kerja sama antaranggota, penyokong sarana produksi pertanian, serta pembangun citra positif profesi petani melalui pembuktian kesuksesan finansial. Aktor penggerak utama dalam kelompok ini terdiri dari figur-figur petani muda sukses yang berfungsi sebagai inisiator, penggerak, dan pengepul sebagai penghubung pasar. Keberhasilan kelompok ini terlihat dari mulai munculnya pemuda yang mengelola lahan produktif dan mengubah pola pikir masyarakat mengenai potensi ekonomi pertanian. Adapun hambatan utama yang dihadapi meliputi tingginya orientasi pemuda untuk merantau, persepsi rendahnya keuntungan ekonomi di sektor pertanian, serta kurangnya daya tarik pertanian sebagai sektor pekerjaan utama. Penelitian ini merekomendasikan transformasi praktik pertanian tradisional menuju ekosistem agribisnis berbasis teknologi serta optimalisasi media digital untuk memodernisasi citra petani.

Kata Kunci: Peran Kelompok Tani, Regenerasi Petani, Petani Muda.

Abtrak (Bhs. Inggris)The agricultural sector is a crucial pillar of the national economy; however, it currently faces serious challenges in the form of an aging farmer population and low interest from the younger generation. A similar condition occurs in Sambirata Village, Cilongok District, Banyumas Regency, where abundant natural resource potential has not been matched by maximum youth involvement. This is caused by a negative stigma toward the farming profession and a tendency to seek employment in urban areas. The Lankapole Farmers Group emerged as an institutional forum that aims to facilitate and encourage the spirit of village youth to return to managing the agricultural sector.
This research utilizes a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews with 12 informants (consisting of primary informants from the farmers' group and supporting informants), and documentation studies. The data analysis technique employs an interactive model comprising data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The analysis was conducted using role theory to dissect the rights, obligations, and expectations of group members in facing the regeneration crisis. The objective of this study is to understand the role of farmers' groups in the regeneration process, identify the driving actors involved, and map the obstacles faced in the field.
The results indicate that the Farmers Group plays a vital role in enhancing farmer regeneration through several aspects: acting as a knowledge facilitator by providing technical agricultural training, a social network strengthener through member cooperation, a provider of agricultural production facilities, and a builder of a positive image for the farming profession by demonstrating financial success. The main driving actors in this group consist of successful young farmers who function as initiators, mobilizers, and collectors (market intermediaries). The group's success is evident from the emergence of youth managing productive land and shifting the community's mindset regarding the economic potential of agriculture. Meanwhile, the primary obstacles include the high orientation of youth toward urban migration, the perception of low economic profit in the agricultural sector, and a lack of attraction to farming as a primary occupation. This study recommends a transformation from traditional farming practices toward a technology-based agribusiness ecosystem and the optimization of digital media to modernize the image of farmers.

Keywords: Role of Farmers' Groups, Farmer Regeneration, Young Farmers.

Kata kunciPeran Kelompok Tani, Regenerasi Petani, Petani Muda.
Pembimbing 1Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si.
Pembimbing 2Prof. Dr. Imam Santosa, M.Si.
Pembimbing 3Agung Kurniawan, M.Si
Tahun2026
Jumlah Halaman(belum diset)
Tgl. Entri2026-04-29 08:31:48.109908
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.