Artikel Ilmiah : I1A019088 a.n. DYAH RETNO SAFITRI

Kembali Update Delete

NIMI1A019088
NamamhsDYAH RETNO SAFITRI
Judul ArtikelANALISIS SPASIAL KEJADIAN COVID-19 DI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS PERIODE JANUARI – APRIL
TAHUN 2021
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Kasus COVID-19 menjadi kasus penyakit menular yang mendapat perhatian sejak tahun 2019 karena peningkatan kasus yang tajam dan terjadi hampir di seluruh dunia, salah satunya di Kabupaten Kudus. Kabupaten Kudus menjadi salah satu daerah yang memiliki jumlah kasus COVID-19 terbanyak dan meningkat secara cepat pada Tahun 2021 sehingga diperlukan kegiatan pencegahan dan penanggulangan yang tepat. Analisis spasial dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular seperti COVID-19 yang berhubungan dengan aspek lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dan pengelompokan kejadian COVID-19 berdasarkan analisis spasial di Kecamatan Kota Kabupaten Kudus Periode Januari hingga April Tahun 2021.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian metode observasional dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah individu yang terkonfirmasi COVID-19 pada rentang waktu Januari hingga April Tahun 2021 di Kecamatan Kota Kudus sebanyak 257 orang. Penggunaan data yaitu data primer dengan mengambil titik koordinat rumah sampel penelitian menggunakan GPS dan wawancara serta data sekunder. Analisis yang digunakan yaitu univariat dengan SPSS, analisis overlay dan buffer menggunakan ArcGIS dan analisis clustering menggunakan SaTScan.
Hasil Penelitian: Kejadian COVID-19 di Kecamatan Kota Kudus periode Januari hingga April Tahun 2021 tersebar di seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Kota Kudus. Kelurahan dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi yaitu Mlati Norowito (8,2%). Responden didominasi oleh rentang umur 45-54 (19,1%), berjenis kelamin perempuan (54,9%), tidak bekerja (47,9%), tertular dari teman/tetangga (54,4%), tidak memiliki riwayat penyakit komorbid (59,1%), sudah melakukan vaksin hingga dosis 2 (71,6%). Analisis spasial menunjukkan kecenderungan kasus di wilayah dengan kepadatan penduduk 8001-12.000 jiwa/km2 (51,7%), wilayah dengan jumlah penerima bantuan sosial 801-1200 jiwa (36,6%), tempat tinggal dengan jarak kurang dari 250 meter dari fasyankes dan kurang dari 250 meter dari fasilitas umum, serta terdapat 4 cluster kejadian COVID-19.
Kesimpulan: Dinas Kesehatan perlu melakukan pencegahan dan penanggulangan peningkatan penyakit menular seperti COVID-19 dengan memperhatikan aspek lingkungan seperti sebaran fasyankes, sebaran fasilitas umum yang dapat menjadi tempat penularan yang cepat, kepadatan penduduk, dan jumlah penduduk yang perlu bantuan sosial.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: The COVID-19 case has become an infectious disease case that has received attention since 2019 because of a sharp increase in cases occurring almost all over the world, one of which is in Kudus Regency. Kudus Regency is one of the areas that has the most number of COVID-19 cases and is increase rapidly in 2021, so proper prevention and management activities are needed. Spatial analysis can be utilized in the prevention and control of infectious diseases such as COVID-19 which are related to environmental aspects. This study aims to determine the distribution and grouping of COVID-19 events based on spatial analysis in the City District of Kudus Regency from January to April 2021.
Method: This research is an observational research method with a case study design. The research subjects were individuals who were confirmed to have COVID-19 in the period from January to April 2021 in Kota Kudus District, totaling 257 people. The use of data is primary data by taking the coordinates of the research sample houses using GPS and interviews as well as secondary data. The analysis used is univariate with SPSS, overlay and buffer analysis using ArcGIS and clustering analysis using SaTScan.
Result: The incidence of COVID-19 in Kota Kudus District from January to April 2021 was spread across all sub-districts in Kota Kudus District. The sub-district with the highest number of COVID-19 cases was Mlati Norowito (8.2%). Respondents were dominated by the age range 45-54 (19.1%), female (54.9%), not working (47.9%), infected from friends/neighbors (54.4%), had no history of disease comorbid (59.1%), have done the vaccine up to dose 2 (71.6%). Spatial analysis shows a trend of cases in areas with a population density of 8001-12,000 people/km2 (51.7%), areas with a total number of recipients of social assistance 801-1200 people (36.6%), residences with a distance less than 250 meters from health facilities and less than 250 meters from public facilities, and there are 4 clusters of COVID-19 events.
Conclusion: The Health Office needs to prevent and deal with outbreaks of infectious diseases such as COVID-19 by paying attention to environmental aspects such as the distribution of health facilities, the distribution of public facilities that can become places of rapid transmission, population density, and the number of people who need social assistance.
Kata kunciCOVID-19, Spasial, Kabupaten Kudus, Kecamatan Kota
Pembimbing 1Dwi Sarwani Sri Rejeki
Pembimbing 2Sri Nurlaela
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman23
Tgl. Entri2023-05-15 22:08:09.482103
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.