Artikelilmiahs
Menampilkan 36.361-36.380 dari 49.032 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36361 | 39358 | D1A019045 | Perbandingan Ayam Niaga Pedaging di Kandang Dataran Tinggi dan Dataran Rendah Pada Umur 7-30 Hari | Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk membandingkan feed conversion ratio dan deplesi di dua kandang berbeda yaitu Kandang Dataran Tinggi (KDT) yang diwakilkan oleh Kandang Mbah Mo dan Kandang Dataran Rendah (KDR) diwakilkan oleh CV Lestari maju. Kegiatan penelitian di KDT dilaksanakan mulai dari tanggal 13 September 2021 sampai dengan 27 Oktober 2021, yang berwilayah di Desa Lancar, Kec. Wadaslintang, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah. Pelaksanaan di KDR mulai dari tanggal 4 November 2021 sampai dengan 28 Desember 2021, berwilayah di Desa Tlogopragoto, Kec. Mirit, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah peternakan ayam niaga pedaging dengan tipe kandang closed house tetapi memiliki perbedaan tempat yaitu daerah pantai dan daerah pegunungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Variabel yang akan diamati yaitu: feed conversion ratio dan deplesi. Data primer yang didapatkan kemudian dilakukan uji menggunakan independent simple t-test. Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan yaitu, Rata-rata feed conversion ratio yang didapatkan adalah pada KDT feed conversion ratio 1.182 dan kandang KDR 1.184. Rata-rata Deplesi di KDT sebesar 0.878% dan KDR sebesar 0.884%. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan ketinggian tidak berpengaruh terhadap FCR dan deplesi ayam niaga pedaging. | The aim of the research was to compare the feed conversion ratio and depletion in two different stables, namely the Highland Cages (KDT) represented by Mbah Mo Cages and the Lowlands Cages (KDR) represented by CV Lestari Maju. Research activities at the KDT were carried out from 13 September 2021 to 27 October 2021, which is located in Lancar Village, Kec. Wadaslintang, Kab. Wonosobo, Central Java. Implementation in KDR starts from 4 November 2021 to 28 December 2021, located in Tlogopragoto Village, Kec. Mirit, Kab. Kebumen, Central Java. The material used in this study was commercial broiler farms with closed house types but with different locations, namely coastal areas and mountainous areas. The research method used is a case study. The variables to be observed are: feed conversion ratio and depletion. The primary data obtained was then tested using an independent simple t-test. The results of the research that has been done, namely, the average feed conversion ratio obtained is at the KDT feed conversion ratio of 1.182 and the KDR cage is 1.184. The average depletion for KDT was 0.878% and KDR was 0.884%. It can be concluded that the difference in height has no effect on FCR and broiler depletion. | |
| 36362 | 39343 | B2A021010 | SEBARAN LEBAH KLANCENG (Apidae: Meliponinae) DI WILAYAH BANYUMAS DAN SEKITARNYA | Lebah Klanceng memiliki habitat di wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Sebaran Lebah Klanceng dipengaruhi oleh lingkunganya. Sebaran spesies memiliki tiga pola yaitu acak, seragam, atau mengelompok. belum adanya laporan mengenai sebaran lebah Klanceng di Banyumas, sehingga penelitian ini ditujukan untuk mengetahui sebaran koloni lebah Klanceng yang dikaitkan dengan faktor lingkungan pada lokasi sarang di Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Kebumen, dan Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey dengan teknik purposive sampling, dengan mencari koloni lebah Klanceng di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Identifikasi lebah Klanceng melalui morfologi dan morfometri lebah Klanceng yang mengacu pada Sakagami dan Salmah (1990), dan Schwarz, (1937). Analisis sebaran pada penelitian ini menggunakan rumus Indeks Morisita. Faktor lingkungan pada sarang yang diamati seperti ketinggian tempat, suhu, kelembaban, intensitas cahaya, dan vegetasi sekitar sarang. Analisis korelasi faktor lingkungan dilakukan menggunakan metode regresi linear sederhana. Spesies lebah Klanceng ditemukan di wilayah Banyumas dan sekitarnya yaitu Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, Tetragonula valdezi, Tetragonula sarawakensis, Tetragonula iridipennis. Sebaran lebah Klanceng di wilayah Banyumas dan sekitarnya dari 6 lokasi sampling, 4 lokasi memiliki pola sebaran yang mengelompok sedangkan 2 lokasi lainnya memiliki pola sebaran yang seragam. suhu berkisar 26,6 – 31,5 °C, kelembaban berkisar 75 - 99 %, ketinggian dataran berkisar 29 - 438,9 mdpl, ketinggian sarang berkisar 0,3 – 15 m, dan intensitas cahaya berkisar 15 – 14752 lux. Vegetasi dominan yaitu Kapulaga (Elettaria cardamomum), Kelapa (Cocos nucifera), dan Pisang (Musa sp.). Penelitian ini diharapkan membantu informasi tentang keadaan sarang dan upaya konservasi lebah Klanceng di wilayah Banyumas dan sekitarnya. | Stingless bees have habitats in tropical and subtropical regions, including Indonesia. The distribution of Stingless bees is influenced by their environment. The distribution of species has three patterns, namely random, uniform, or clustered. There have been no reports on the distribution of Stingless bees in Banyumas, so this study aimed to determine the distribution of Stingless bee colonies associated with environmental factors at nest locations in Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Kebumen, and Purbalingga Regencies. The method used in this study was a survey method with a purposive sampling technique, by looking for Stingless bee colonies in the Banyumas area and its surroundings. Identification of Stingless bees through the morphology and morphometry of Stingless bees which refers to Sakagami and Salmah (1990), and Schwarz, (1937). Distribution analysis in this study uses the Morisita Index formula. Environmental factors in the nest observed were altitude, temperature, humidity, light intensity, and vegetation around the nest. Environmental factor correlation analysis was performed using a simple linear regression method. The Stingless bee species found in and around Banyumas are Heterotrigona itama, T. laeviceps, T.valdezi, T.sarawakensis, T.iridipennis. The distribution of Stingless bees in the Banyumas area and its surroundings from 6 sampling locations, 4 locations have a clustered distribution pattern while the other 2 locations have a uniform distribution pattern. temperature ranges from 26.6 – 31.5 °C, humidity ranges from 75 - 99%, plains altitude ranges from 29 - 438.9 masl, nest height ranges from 0.3 – 15 m, and light intensity ranges from 15 – 14752 lux. The dominant vegetation is Cardamom (Elettaria cardamomum), Coconut (Cocos nucifera), and Banana (Musa sp.). This research is expected to help provide information about the condition of the hives and Stingless bee conservation efforts in the Banyumas area and its surroundings. | |
| 36363 | 38487 | G1A019017 | PROFIL STRATEGI BELAJAR SRL KOMPONEN KOGNITIF DALAM MEMPERSIAPKAN UJIAN SOCA SELAMA MASA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS | Latar Belakang: SOCA merupakan metode assessment yang menguji kemampuan berpikir kritis, penalaran klinis, dan komunikasi mahasiswa. Strategi belajar SRL (self-regulated learning) komponen kognitif berguna selama pemrosesan dan penyimpanan informasi dalam mempersiapkan ujian SOCA. SRL dipengaruhi faktor presage berupa perubahan lingkungan belajar. Proses pembelajaran mengalami perubahan yang semula daring penuh menjadi PTMT selama pandemi COVID-19. Perubahan lingkungan berperan penting dalam mempersiapkan ujian SOCA, sehingga profil mengenai proses belajar ini penting untuk dijadikan bahan pemantauan dan evaluasi institusi dalam pembuatan kebijakan, serta menjadi bahan evaluasi diri bagi responden. Tujuan: Untuk mengetahui profil strategi belajar SRL komponen komponen kognitif dalam mempersiapkan ujian SOCA pada mahasiswa FK Unsoed Angkatan 2019, 2020, dan 2021 selama masa PTMT. Metode: Penelitian deskriptif observasional kuantitatif ini menggunakan data primer hasil pengisian kuesioner “Strategi Belajar SRL Dalam Masa Pembelajaran Tatap Muka Terbatas” oleh 199 responden mahasiswa Angkatan 2019, 2020, dan 2021”. Hasil analisis univariat disajikan dalam tabel dan diagram distribusi frekuensi berdasarkan sub komponen strategi belajar dan frekuensi penerapannya.. Hasil: Sebagian besar (70,35%) responden ialah wanita dengan rerata usia ialah 19,6 tahun. Ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa pada tiap angkatan dan keseluruhan responden selalu menerapkan strategi belajar rehearsal, serta cukup sering menerapkan strategi belajar elaboration, organizing, dan critical thinking dalam mempersiapkan ujian SOCA selama masa PTMT. Responden juga menambahkan strategi pembelajaran lain selain yang tercantum dalam kuesioner. Kesimpulan: Profil strategi belajar SRL komponen komponen kognitif dalam mempersiapkan ujian SOCA pada mahasiswa FK Unsoed telah didapatkan dan dapat dimanfaatkan sebagai hasil evaluasi kurikulum selama masa PTMT. | Background: SOCA assess students' critical thinking, clinical reasoning, and communication skills. SRL (self-regulated learning) cognitive component is useful in processing and storing information on preparing SOCA. SRL determines presage factors in learning environment change which has changed from online learning to PTMT since COVID-19 pandemic. These environmental change determined important role in the SOCA preparation process; thus, profile of learning strategies wasn’t only prominent for monitoring and evaluating in policy making by institution, but also for self-evaluating by respondents Objective: To find profile of SRL learning strategies for cognitive components in preparing SOCA from FK Unsoed students’ during limited face-to-face learning method in 2021/2022. Methods: This quantitative-observational-descriptive study used primary data from a questionnaire "SRL Learning Strategies in Limited Face-to-Face Learning Period" by 199 undergraduate-student (of batch 2019, 2020, and 2021). The results're presented in tables and frequency-distribution diagrams based on the sub-components of learning strategies and frequency of use. Results: Most (70,35%) of the respondents are women with average age of 19.6 years. The majority of students in each batch and all respondents always applied rehearsal learning strategies, and often implemented elaboration, organizing, and critical thinking learning strategies in preparing for SOCA exams during the PTMT period. Respondents also add other learning strategies besides those listed in the questionnaire.. Conclusion: The profile of the SRL learning strategy of the cognitive components in preparing for the SOCA exam for FK Unsoed students has been obtained and can be utilized as a result of curriculum evaluation during the PTMT period. | |
| 36364 | 39344 | G1A019092 | HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN JUMLAH ERITROSIT DONOR TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN, HEMATOKRIT, DAN JUMLAH ERITROSIT PRODUK DARAH PACKED RED CELL (PRC) DI PMI BANYUMAS | Packed red cell (PRC) adalah produk darah yang didapat dari hasil pemisahan sebagian besar plasma pada darah lengkap. Produk PRC digunakan untuk menggantikan kurangnya kapasitas darah pasien yang berperan dalam mengangkut oksigen. Peningkatan kadar hemoglobin (Hb) dalam pembuatan PRC merupakan parameter penting dalam menilai kualitas produk PRC. Kadar Hb donor tentu akan memperngaruhi keragaman komponen lainnya meliputi Hb, hematokrit (Ht), dan jumlah eritrosit produk PRC. Proses sentrifugasi dalam pembuatan PRC juga merupakan faktor risiko hemolisis dan perubahan komponen eritrosit produk. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kadar Hb dan jumlah eritrosit donor terhadap kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit produk darah PRC. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional study yang dilakukan pada pendonor pria di PMI Banyumas pada bulan Oktober-November tahun 2022. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson-Spearman dengan total 56 sampel. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Hb donor dengan kadar Hb PRC (p= 0,003 dan r= 0,39) dan jumlah eritrosit donor dengan jumlah eritrosit PRC (p= 0,02 dan r= 0,31). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Hb donor dengan Ht PRC (p= 0,85 dan r= -0,02) dan jumlah eritrosit PRC (p= 0,15 dan r= -0,20) serta jumlah eritrosit donor dengan kadar Hb PRC (p= 0,19 dan r= 0,18) dan Ht PRC (p= 0,91 dan r= 0,02. Kesimpulan Terdapat hubungan signifikan antara Hb donor dengan Hb produk PRC dan terdapat hubungan signifikan antara jumlah eritrosit donor dengan jumlah eritrosit PRC. Tidak terdapat hubungan signifikan antara Hb donor dengan Ht dan jumlah eritrosit produk PRC serta tidak terdapat hubungan signifikan antara jumlah eritrosit donor dengan Hb dan Ht produk PRC | Packed red cell (PRC) is a blood product obtained from the separation of most of the plasma in whole blood. PRC products are used to replace the lack of blood capacity of patients who play a role in transporting oxygen. Increased hemoglobin (Hb) levels in the manufacture of PRC is an important parameters in assessing the quality of PRC products. Donor Hb levels will certainly affect the diversity of other components including Hb, hematocrit (Ht), and erythrocytes count of PRC products. The centrifugation process in the manufacture of PRC is also a risk factor for hemolysis and changes in the erythrocyte components of the product. Objectives of the researched is to see the correlation between the Hb and erythrocytes count of a donor to hemoglobin, hematocrit, and erythrocytes count of packed red cell (PRC) products at PMI Banyumas. The researched was an observational analytic study with a cross-sectional study approached which was conducted on donors at PMI Banyumas in October-November 2022. Data analysis was carried out using the Pearson-Spearman correlation test. The total sample obtained was 56 male subjects. The study showed that there are a significant correlation between donor Hb to Hb of PRC (p= 0.003 and r= 0.39) and donor erythrocyte count to erythrocyte count of PRC (p= 0.02 and r= 0.31). There are no significant correlation between donor Hb to Ht of PRC (p= 0.85 and r= -0.02) and donor Hb to erythrocytes count of PRC (p= 0.15 and r= -0.20. There is no significant correlation between donor erythrocyte count to Hb of PRC (p= 0.19 and r= 0.18) and donor erythrocyte count to Ht of PRC (p= 0.91 and r= 0.02). Conclusion there is a significant correlation between donor Hb and Hb of PRC products. There are a significant correlation between donor erythrocytes count to erythrocytes count of PRC product. There are no significant correlation between donor Hb to Ht and erythrocytes count of PRC product. There are no significant correlation between donor erythrocytes count to Hb and Ht of PRC product | |
| 36365 | 39345 | C1C018040 | Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen terhadap Kinerja Perusahaan dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderasi (Studi Perbankan di Banjarnegara) | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji adanya pengaruh antara sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja perusahaan dengan budaya organisasi sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perbankan – perbankan di Kabupaten Banjarnegara. Responden yang diambil adalah sebanyak 30 responden. Penelitian menggunakan jenis survey dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang diambil yaitu dengan metode sampling jenuh. Data penelitian yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Smart Partial Least Square atau SmartPLS 3.0 dan untuk pilot test menggunakan bantuan software IBM SPSS Statistic 25. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu outer model berupa convergent validity, discriminant validity, composite realibity, dan inner model berupa uji coefficient of determination (R2), path coefficient , serta uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja perusahaan dan budaya organisasi mampu memoderasi pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja perusahaan. Implikasi dari penelitian ini yaitu penelitian ini dapat membantu para manajer perusahan untuk memperkuat atau memperketat penerapan sistem pengendalian manajemen dan budaya organisasi untuk meningkatkan kinerja perusahaannya. | This research was conducted with the aim of examining the influence of management control systems on company performance with organizational culture as a moderating variable. The population in this study are banks in Banjarnegara Regency. Respondents taken were as many as 30 respondents. This research uses a type of survey with a quantitative approach. The sampling technique taken is by saturated sampling method. The research data used is primary data obtained from the results of distributing questionnaires. The data analysis technique used in this study was Smart Partial Least Square or SmartPLS 3.0 and for the pilot test it used the help of IBM SPSS Statistic 25 software. The data analysis used in this study was the outer model in the form of convergent validity, discriminant validity, composite reliability, and inner the model is a test of the coefficient of determination (R2), path coefficient , and hypothesis testing. The results of this study state that there is a significant positive influence between management control systems on company performance and organizational culture capable of moderating the effect of management control systems on company performance. The implication of this research is that this research can help company managers to strengthen or tighten the implementation of management control systems and organizational culture to improve company performance. | |
| 36366 | 39348 | E1A016241 | Ratio Decidendi Terhadap Pengabulan Gugatan Lain-Lain Perselisahan Sisa Hasil Penjualan Eksekusi Hak Tanggungan Oleh Kreditor Separatis Dalam Kepailitan (Studi Putusan Perkara Nomor 4/Pdt. Sus-Gugatan Lain-Lain/2020/PN.Niaga.Smg) | Ratio Decidendi Terhadap Pengabulan Gugatan Lain-Lain Perselisihan Sisa Hasil Penjualan Eksekusi Hak Tanggungan Oleh Kreditor Separatis Dalam Kepailitan (Studi Putusan Perkara Nomor 4/Pdt.Sus-Gugatan Lain-Lain/2020/PN.Niaga.Smg) Oleh : Ardin Gustyansah Ibrani E1A016241 ABSTRAK Kepailitan merupakan salah satu cara penyelesaian untuk Debitor wanprestasi yang dimana terdapat dua Kreditor atau lebih yang salah satu utang telah jatuh tempo. Dalam ketentuan Pasal 1 angka 1 Undang - Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (selanjutnya disebut “UU KPKPU”) menyebutkan Kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan Debitor Pailit yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator di bawah pengawasan Hakim Pengawas. Didalam hukum kepailitan di Indonesia mengenal 3 (tiga) jenis dari pada Kreditor yaitu, Kreditor preferen, Kreditor Separatis dan Kreditor Konkuren. Kreditor Separatis adalah Kreditor yang memegang hak jaminan kebendaan seperti halnya hak tanggungan. Kreditor Separatis sebagaimana dalam ketentuan Pasal 55 ayat (1) UU KPKPU, dapat mengeksekusi agunannya seolah - olah tidak terjadi Kepailitan. Kreditor Separatis setelah melakukan eksekusi terhadap agunannya maka berdasarkan Pasal 60 ayat (1) harus melaporkan kepada kurator apabila ada sisa maka harus dikembalikan ke kurator. Dalam kepailtan bukan tidak dimungkina terjadi perselisihan, maka dalam ketentuan Pasal 3 ayat (1) menjelasakan apabila ada perselisihan dimana Kreditor, Debitor, dan kurator menjadi para pihak yang berperkara terkait harta pailit dapat melalui Gugatan Lain-lain. Salah satu perkara Gugatan Lain-lain terkait perselisihan sisa hasil dimana piahk yang berperkara dalam hal ini adalah Kreditor dengan kurator adalah perkara Nomor 4Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2020/PN.Niaga.Smg. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pertimbangan hakim dan akibat atau upaya hukum pada putusan a quo dalam perpektif Hukum Acara Perdata. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode yuridis normative. Penyajian data dalam bentuk uraian naratif, serta metode analisis data kualitatif. Data bahan-bahan hukum yang diperoleh akan dianalisis secara normatif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ratio decidendi dalam mengabulkan Gugatan Lain - Lain terkait perselisihan sisa hasil penjualan yang dilakukan oleh Kreditor Separatis adalah telah sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (1), Pasal 55 ayat (1), Pasal 60 ayat (1) UU KPKPU. Akibat hukum yang timbul adalah menghukum Tergugat untuk menyerahkannya sisa hasil penjualan sebesar penjualan sebesar Rp. 13.348.496.000,- (tiga belas milyar tiga ratus empat puluh depan juta empat ratus Sembilan puluh enam ribu rupiah) kepada Kurator untuk dimasukan kedalam boedel pailit, apabila tergugat tidak melaksanakan isi putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap maka Penggugat dapat mengajukan eksekusi kepada pengadilan negeri dengan cara mensita harta bergerak dan tidak bergerak milik Tergugat Kata kunci : Kepailitan, Kreditor Separatis, pembagian hasil lelang | Decidendi's Ratio To Miscellaneous Lawsuits Dispute Over Proceeds From Sale of Execution of Dependent Rights By Separatist Creditors In Insolvency (Case Decision Study No. 4/Rev.Sus-Miscellaneous Lawsuit/2020/PN. Commerce.Smg) By : Ardin Gustyansah Ibrani E1A016241 ABSTRACT Insolvency is one of the ways of settlement for defaulting Debtors where there are two or more Creditors of which one of the debts has matured. In the provisions of Article 1 number 1 of Law Number 37 of 2004 concerning Insolvency and Postponement of Debt Payment Obligations (hereinafter referred to as the "KPKPU Law") states that Insolvency is a general confiscation of all assets of the Bankruptcy Debtor whose management and settlement are carried out by the Curator under the supervision of the Supervisory Judge. In insolvency law in Indonesia, there are 3 (three) types of Creditors , namely, preferred Creditors, Separatist Creditors and Concurrent Creditors. Separatist Creditors are Creditors who hold the right of treasury guarantee as well as the right of dependents. Separatist Creditors as in the provisions of Article 55 paragraph (1) of the KPKPU Law, can execute their collateral as if there is no insolvency. The Separatist Creditor after executing his collateral then under Article 60 paragraph (1) must report to the curator if there is any residue then it must be returned to the curator. In the case of a dispute, it is not impossible for a dispute to occur, so in the provisions of Article 3 paragraph (1) it is explained that if there is a dispute where creditors, debtors, and curators become the parties to the litigation related to bankruptcy assets can be through other claims. One of the Miscellaneous Suit cases related to the dispute over the outcome where the piahk who litigated in this case is the Creditor with the curator is case No. 4Pdt.Sus-Miscellaneous Suit/2020/PN. Niaga.Smg. The purpose of this study is to determine the judge's considerations and the consequences or remedies on a quo ruling in the perspective of Civil Procedural Law. The method of approach used is the normative juridical method. Presentation of data in the form of narrative descriptions, as well as methods of qualitative data analysis. The data on the legal materials obtained will be analyzed normatively-qualitatively. The results of the study show that the ratio decidendi in granting Other Claims related to disputes over the remaining proceeds from sales made by Separatist Creditors is in accordance with the provisions of Article 3 paragraph (1), Article 55 paragraph (1), Article 60 paragraph (1) of the KPKPU Law. The legal consequences that arise are punishing the Defendant to hand over the remaining sales proceeds in the amount of Rp. 13,348,496,000.- (thirteen billion three hundred forty forty million four hundred and ninety six thousand rupiah) to the Curator to be included in the bankrupt bank, if the defendant does not carry out the contents of the decision which has permanent legal force then the plaintiff can submit an execution to the court the country by confiscating the movable and immovable property of the Defendant Keywords : Insolvency, Separatist Creditors, distribution of auction proceeds | |
| 36367 | 44678 | A1A020023 | ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI METODE JOINT COST PADA UKM NOPIA MINO SUPER PAK NARWAN DESA PEKUNDEN KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS | UKM Nopia Mino Super Pak Narwan menjadi salah satu UKM yang berdiri di Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas. Produk yang dipasarkan oleh UKM tersebut meliputi nopia dan mino. UKM Nopia Mino Super Pak Narwan masih merumuskan harga pokok produksi secara sederhana, sehingga belum rinci dalam merumuskan harga pokok produksi. Harga pokok produksi merupakan hal mendasar dalam menentukan nilai harga jual suatu produk. UKM tersebut belum memperhitungkan biaya bersama dan biaya overhead yang dipakai. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode joint cost. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui harga pokok produksi UKM Nopia Mino Pak Narwan Desa Pekunden; 2) Mengetahui berapa besaran laba rugi dari produksi UKM Nopia Mino Pak Narwan Desa Pekunden; 3) Mengevaluasi harga pokok produksi serta laporan laba rugi UKM Nopia Mino Pak Narwan Desa Pekunden. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus digunakan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai permasalahan yang akan diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian berjenis kuantitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di UKM Nopia Mino Super Pak Narwan. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari UKM Nopia Mino Super Pak Narwan melalui kuisioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari pihak lain seperti BPS. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bahan baku, bahan penolong, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead, biaya produksi, jumlah produksi, harga jual, penerimaan, dan keuntungan. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Kuantitatif dilakukan untuk menghitung besaran joint cost, harga pokok produksi, dan laba rugi. Sedangkan, analisis deskriptif digunakan untuk merumuskan evaluasi usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UKM Nopia Mino Super Pak Narwan belum melakukan perhitungan harga pokok produksi, pengambilan keputusan harga per kemasan berdasarkan perhitungan kasar antara modal yang dikeluarkan dibagi dengan jumlah produksi. Perhitungan menggunakan metode joint cost menghasilkan biaya sebesar Rp36.814.654 untuk produk nopia dan Rp35.151.946 untuk produk mino. Berdasarkan hal tersebut, diperoleh hasil perhitungan total harga pokok produksi dengan metode full costing sebesar Rp138.571.600. Harga pokok produksi nopia per kemasan sebesar Rp5.383, dan produk mino sebesar Rp7.513 per kemasan. Laba yang diperoleh UKM Nopia Mino Super Pak Narwan selama bulan Maret 2024 yaitu Rp49.045.400. Evaluasi usaha yang dapat diterapkan oleh UKM terkait yaitu perlunya penerapan perhitungan biaya produksi metode joint cost dan harga pokok produksi full costing untuk memperoleh laba maksimal. Selain itu, UKM juga perlu untuk merekrut tenaga kerja yang mumpuni untuk melakukan perhitungan tersebut. | Nopia Mino Super Pak Narwan is one of the SMEs established in Pekunden Village, Banyumas District. Products marketed by these SMEs include nopia and mino. UKM Nopia Mino Super Pak Narwan still formulates the cost of goods produced in a simple way, so it is not detailed in formulating the cost of goods produced. Cost of goods manufactured is fundamental in determining the value of the selling price of a product. The overhead costs incurred have not been formulated in the calculation of the cost of goods manufactured. In addition, these SMEs also have not taken into account the joint costs used. Based on these problems, the calculation of the cost of goods manufactured using the joint cost method is carried out. This study aims to: 1) Knowing the cost of goods produced by Nopia Mino Pak Narwan of Pekunden Village; 2) Knowing how much profit and loss from the production of UKM Nopia Mino Pak Narwan Pekunden Village; 3) Evaluate the cost of goods produced and the profit and loss statement of UKM Nopia Mino Pak Narwan Pekunden Village. The research method used a case study approach. Case studies are used to find out more deeply about the problems to be studied. This research is a descriptive quantitative type research. The research location is at Pak Narwan's Nopia Mino Super SME. The data used are primary and secondary data. Primary data was obtained directly from UKM Nopia Mino Super Pak Narwan through questionnaires, while secondary data was obtained from other parties such as BPS. The variables used in this study are raw materials, auxiliary materials, direct labor costs, overhead costs, production costs, production quantities, selling prices, revenues, and profits. Data analysis was conducted using quantitative and descriptive approaches. Quantitative analysis was conducted to calculate the amount of joint cost, cost of production, and profit and loss. Meanwhile, descriptive analysis was used to formulate a business evaluation. The results showed that Mr. Narwan's Nopia Mino Super SME has not calculated the cost of production, making decisions on the price per package based on a rough calculation between the capital spent divided by the amount of production. Calculation using the joint cost method results in a joint cost of Rp36.814.654 for nopia products and Rp35.151.946 for mino products. Based on this, the results of the calculation of the total cost of production using the full costing method amounted to Rp138.571.600. The cost of production of nopia per package is IDR 5,383, and mino products are IDR 7.513 per package. The profit earned by Nopia Mino Super Pak Narwan SMEs during March 2024 is IDR 49.045.400. Business evaluation that can be applied by related SMEs is the need to apply the joint cost method of production cost calculation and full costing cost of production to obtain maximum profit. In addition, SMEs also need to recruit qualified labor to carry out these calculations. | |
| 36368 | 39346 | D1A019039 | Perbandingan Indeks Performa Ayam Broiler Kandang Open dan Closed house Peternak Dampingan di Program Bertani Untuk Negeri | Bertani Untuk Negeri merupakan program kolaborasi antara Yayasan Edufarmers International dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam bidang peternakan. Kegiatan ini dilaksanakan pada September 2021 – Januari 2022. Tujuan magang Bertani Untuk Negeri adalah mendampingi peternak ayam broiler mitra PT Japfa Indonesia untuk mendapatkan indeks performa yang baik. Sasaran kegiatan ini adalah peternak dampingan yang memiliki jenis kandang berbeda yaitu closed house dan open house. Prosedur yang dilakukan yaitu melakukan pengamatan, pengambilan data dan analisis. Data yang diambil adalah konsumsi pakan, bobot panen, FCR, mortalitas,dan umur pemeliharaan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari dua periode didapat FCR lebih unggul kandang closed house sebesar 6,96% dari kandang open house, mortalitas lebih unggul kandang closed house sebesar 37,59% dari kandang open house, dan indeks performa kandang closed house lebih unggul 12,39% dari kandang open house. Kesimpulan yang diperoleh yaitu indeks performa kandang closed house sebesar 347 lebih unggul dibandingkan kandang open house sebesar 304. | The Bertani Untuk Negeri (BUN) is the program colaborate between the Edufarmers International Foundation and the Ministry of Education, Culture, Research and Technology in the livestock sector. The program was carried out on September 2021 – Januari 2022. One of the goals in this activity is accompany breeders broiler partnership of PT Japfa Indonesia for producing good performance. The target of this activity is assisted breeders with two different type of cages, namely open house and closed house. The data taken are feed consumption, total haverst weight, FCR, mortality, and maintenance age. Data analysis used descriptive analysis. The results showed that FCR on closed house cage will better 6,96% than open house cage, mortality on closed house cage will better 37,59% than open house cage, and the index performance on close house cage will better 12,39% than open house cage. The conclusion obtained is that the index performance of closed house cage is 347 superior to open house cage which is 304. | |
| 36369 | 39347 | B1A018070 | AKTIVITAS HARIAN BERUANG MADU Helarctos malayanus (Raffles, 1821) DI GEMBIRA LOKA ZOO YOGYAKARTA | Beruang Madu Helarctos malayanus (Raffles, 1821) merupakan hewan soliter yang pemalu sehingga selalu berusaha untuk menghindari manusia dan beruang lainnya. Beruang madu menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pepohonan atau belukar. Habitat asli dari beruang madu adalah hutan hujan tropis seperti di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Beruang madu berisiko punah di alam liar pada waktu yang akan datang karena maraknya perburuan liar dan habitat aslinya semakin berkurang. Salah satu cara untuk melestarikan beruang madu adalah dengan melakukan konservasi ex situ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas harian beruang madu dan mengetahui durasi aktivitas beruang madu di umur yang berbeda, yaitu 7 tahun, 15 tahun dan 24 tahun. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai Agustus 2022 di Gembira Loka Zoo Yogyakarta, Desa Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode Ad libitum sampling dan Focal animal sampling. Pengamatan tingkah laku harian hewan dilakukan selama 30 hari dimulai pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB dengan 18 section per harinya, setiap section pengamatan berdurasi 15 menit. Frekuensi dan durasi setiap kategori dibandingkan antara ketiga hewan yang diteliti. Hasil penelitian membuktikan bahwa aktivitas dominan dari ketiga hewan adalah aktivitas bergerak dan istirahat, sedangkan aktivitas kopulasi tidak terlihat pada saat penelitian. Selama penelitian ditemukan bahwa telah terjadi perbedaan frekuensi dan durasi dari setiap aktivitas yang dilakukan beruang madu di Gembira Loka Zoo. Perbedaan frekuensi dan durasi aktivitas harian dipengaruhi oleh umur masing-masing individu. | Sun Bear Helarctos malayanus (Raffles, 1821) is a solitary, shy animal that always tries to avoid humans and other bears. A sun bear spends most of its life above trees or shrubs. The native habitat of the sun bear is the tropical rain forest of Kalimantan and Sumatra. The sun bear is at risk of becoming extinct in the wild because of illegal hunting and the diminishing its natural habitat. One way to preserve the honey bear is by ex - situ conservation. The study aims to identify the daily activity of the honey bear and the duration of the activity of the honey bear at different ages of 7 years, 15 years and 24 years. The study is carried out from July to August 2022 at Gembira Loka Zoo Yogyakarta, Desa Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. The study use ad libitum sampling and focal animal sampling. The daily behavior of focal animals was recorded by the 15- minute continuous recording method between 09:00 A.M. and 03:00 P.M. for 30 days with 18 sections per day. Frequency and duration of each category compared to the three animals studied. The results proved that movement and resting were the dominant activities of the three animals, while copulation activity was not observed. There were also differences in the frequency and duration of each activity performed by sun bears at Gembira Loka Zoo. The age of each influences differences in the frequency and duration of daily activity. | |
| 36370 | 44679 | G1B020020 | HUBUNGAN PERSEPSI DIRI TERHADAP KESEHATAN RONGGA MULUT DENGAN MOTIVASI PERAWATAN GIGI PADA REMAJA USIA 12-15 TAHUN (Kajian pada Siswa SMP di Kecamatan Baturraden) | Angka kerusakan gigi pada remaja masih cukup tinggi. Remaja dapat mengalami perubahan perilaku yang dapat menyebabkan rendahnya kesadaran diri akibat kurangnya motivasi dan berdampak pada kesehatan gigi dan mulutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi diri terhadap kesehatan rongga mulut dengan motivasi perawatan gigi pada remaja usia 12-15 tahun di SMP Kecamatan Baturraden. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Metode pengambilan sampel diperoleh dari perhitungan rumus Lemeshow dan dilanjutkan dengan teknik proportionate random sampling untuk membagi jumlah sampel dari masing-masing sekolah. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 460 siswa yang berasal dari tiga sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Baturraden, SMP Negeri 2 Baturraden, dan SMP PGRI Baturraden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji chi square, didapatkan hasil 0,000 (p<0,05). Hasil analisis data tersebut dilanjutkan dengan uji korelasi yang menunjukkan nilai Coefficient Contingency (CC) 0,278. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi diri terhadap kesehatan rongga mulut dengan motivasi perawatan gigi pada remaja usia 12-15 tahun di SMP Kecamatan Baturraden dengan korelasi lemah. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara persepsi diri terhadap kesehatan rongga mulut dengan motivasi perawatan gigi pada remaja usia 12-15 tahun di SMP Kecamatan Baturraden dengan korelasi lemah dan arah positif yang berarti semakin baik persepsi diri terhadap kesehatan rongga mulut maka semakin tinggi pula motivasi perawatan giginya. | The prevalence of dental caries in adolescents remains high. Adolescents can experience changes in behavior which can cause by low self-awareness due to lack of motivation and have an impact on the health of their teeth and mouth. This study aimed to determine the relationship between self-perception of oral health and motivation for dental care among adolescents aged 12-15 years in junior high schools in Baturraden District. This research employed a quantitative observational analytic method with a cross-sectional approach. The sample size was calculated using the Lemeshow formula for unpaired categorical analytic research and proportionate random sampling technique was applied to determine the number of samples from each school. The total sample consisted of 460 students from three schools: SMP Negeri 1 Baturraden, SMP Negeri 2 Baturraden, and SMP PGRI Baturraden. Data analysis was performed using the chi-square test, the result was 0.000 (p<0.05). The results of the data analysis were continued with a correlation test which showed a Contingency Coefficient (CC) value of 0.278. The results of the research show that there is a significant relationship between self-perception of oral health and motivation for dental care in adolescents aged 12-15 years at Baturraden District Middle School with a weak correlation. In conclusion, there is a relationship between self-perception of oral health and motivation for dental care among adolescents aged 12-15 years in Baturraden District junior high schools, with a weak correlation and positive direction, suggesting that the higher the self-perception of oral health, the higher the motivation for dental care. | |
| 36371 | 38632 | L1C018002 | Pengaruh Tekstur Sedimen dan Kerapatan Mangrove Terhadap Kandungan Karbon Organik Sedimen di Ekosistem Mangrove Blanakan Kabupaten Subang | Ekosistem mangrove merupakan ekosistem laut yang memiliki fungsi ekologis sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Karbon yang diserap oleh ekosistem mangrove disimpan pada vegetasi dalam bentuk biomassa dan didalam sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekstur sedimen dan kerapatan mangrove terhadap kandungan karbon organik sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2022 di Ekosistem Mangrove Blanakan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam sedimen dengan nilai kandungan karbon sedimen berkisar antara 1.32-2.19%. Nilai kandungan karbon organik sedimen mangrove dipengaruhi oleh tekstur sedimen dan kerapatan mangrove, dimana tekstur sedimen lebih memiliki pengaruh yang kuat terhadap kandungan karbon organik sedimen dibandingkan dengan nilai kerapatan mangrove. | The mangrove ecosystem is a marine ecosystem that has an ecological function as a carbon sink and store. Carbon absorbed by mangrove ecosystems is stored in vegetation in the form of biomass and in sediments. This study aims to determine the effect of sediment texture and density of mangroves on the organic carbon content of sediments. This research was conducted in September 2022 in the Blanakan Mangrove Ecosystem, Subang Regency, West Java Province. This research was conducted using a survey method. The results of this study show that mangroves have the ability to absorb and store carbon in sediments with sediment carbon content values ranging from 1.32-2.19%. The value of the organic carbon content of mangrove sediments is influenced by the texture of the sediment and the density of mangroves, where the texture of the sediment has a stronger influence on the organic carbon content of the sediment than the density of mangroves. | |
| 36372 | 39350 | J1A017022 | Peirce’s Semiotic Analysis of Bullying Signs in Liverpool Football Cartoons Which Was Posted by Brfootball | Penelitian ini berjudul “Analisis Semiotika Peirce Terhadap Tanda-Tanda Bullying Dalam Kartun Sepak Bola Liverpool yang Diposting Oleh Brfootball”. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis-jenis tanda yang terkandung dalam kartun sepak bola Liverpool berdasarkan semiotika Peirce (1940) dan untuk mengidentifikasi tanda-tanda perundungan yang muncul dalam kartun sepak bola Liverpool menggunakan teori perundungan dari Dixon dan Smith (2011). Data penelitian ini adalah kartun sepak bola Liverpool yang diambil dari Instagram @brfootball pada tanggal 20 Januari 2020 sampai 25 Januari 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan purposive sampling untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga puluh ikon, enam belas indeks dan tujuh belas simbol yang ditemukan dalam total enam datum yang diikuti dengan tanda-tanda perundungan. Dari total enam data, perundungan verbal (42,8%) merupakan jenis perundungan yang dominan diantara jenis perundungan lainnya bersama dengan perundungan secara tidak langsung (28,6%) serta perundungan sososial (14,2%) dan perundungan fisik (14,2%). Hal ini terjadi karena penggunaan kata sebagai fitur linguistik adalah cara termudah untuk mengungkapkan kekecewaan dari ekspektasi tinggi penggemar sepak bola yang berujung pada agresi verbal. Postingan kartun sepak bola dari @brfootball berisi setiap kriteria dari teori semiotika Peirce (1940) dan jenis-jenis perundungan dari Dixon & Smith (2011). Setiap kartun sepak bola mempunyai tanda-tanda tersendiri; ikon, indeks, dan simbol. Makna yang digambarkan dalam kartun sepak bola tersebut kebanyakan tentang kritik sosial dan isu perundungan dari pemain yang sedang dalam performa buruk dalam format gambar. | This research entitled “Peirce’s Semiotic Analysis of Bullying Signs in Liverpool Football Cartoons Which Were Posted by Brfootball”. The aims of this research are to discover the types of signs found in the Liverpool football cartoons based on Peirce’s (1940) semiotic and to identify the bullying signs that appear in the Liverpool football cartoons based on Dixon and Smith (2011) bullying. The data for this research were Liverpool football cartoons which were taken from @brfootball Instagram on 20th January 2020 until 25th January 2021. This research used the descriptive qualitative method and purposive sampling to answer the research questions. The result showed that there were thirty icons, sixteen indexes and seventeen symbols found in a total six data followed by the signs of bullying. In total six datums, verbal bullying (42,8%) is the dominant type of bullying among other types of bullying along with indirect bullying (28,6%) as well as social exclusion bullying (14,2%) and physical bullying (14,2%). It is because the utilization of words as linguistic features is the easiest way to express disappointment from the high expectation of football fans that led to verbal aggression. The football cartoon posts from @brfootball contain every criterion from Peirce’s (1940) theory of semiotics and Dixon & Smith (2011) types of bullying. Each Football cartoon contains its own signs; icon, index, and symbol. Furthermore, he meaning depicted in the football cartoons is mostly about social critics and bullying issue from underperforming players in form of images. | |
| 36373 | 39351 | J1A017036 | SUBTITLING STRATEGIES OF VERBAL HUMOR AND ITS ACCEPTABILITY IN AVATAR: THE LAST AIRBENDER SERIES | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe humor dan strategi penerjemahan serta aspek keberterimaan penerjemahan humor verbal dalam Avatar: The Last Airbender Series. Teori-teori yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah teori tipe humor oleh Raphaelson-West (1989), teori strategi penerjemahan oleh Gottlieb (1992), dan teori keberterimaan penerjemahan yang dikemukakan oleh Nababan, et al. (2012). Selain itu, untuk menjawab pertanyaan pada rumusan masalah, peneliti menggunakan metode kualitatif desktiptif. Kuesioner dengan masukan dari responden juga menjadi pertimbangan dalam menganalisis penelitian ini. Berdasarkan hasil dari penelitian, ditemukan bahwa terdapat 83 humor verbal dalam Bahasa inggris yang diucapkan oleh semua karakter dalam serial tersebut, 83 humor verbal ini terdiri dari (75%) universal humor, (25%) linguistic humor, and (5%) cultural humor. Humor yang paling dominan dalam serial ini adalah universal humor karena humor tersebut tidak mengandung aturan tata Bahasa atau budaya apapun dan menampilkan humor yang ringan yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Lebih lagi, temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi subtitling yang digunakan hanya 8. Strategi yang muncul terdiri dari (56%) transfer, (18%) paraphrase, (10%) expansion, (6%) imitation, (4%) transcription, and (2%) dislocation, condensation, and deletion. Transfer strategy mendominasi temuan karena humornya ringan dan kata, frase, ujaran yang digunakan dalam serial ini familiar serta menggunakan Bahasa yang umum. Selain itu, aspek keberterimaan pada data sebagian besar dapat diterima, dengan total (81%) data dapat diterima dan (19%) data kurang dapat diterima. Oleh karena itu, subtitle humor verbal dalam Avatar: The Last Airbender Series secara umum sudah layak dan memadai, sehingga dapat menyampaikan makna dan aspek humor dari serial tersebut dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan strategi penerjemahan yang diterapkan untuk setiap tipe humor verbal dan menghasilkan tingkat keberterimaan yang tinggi pada Avatar: The Last Airbender Series. | This research aims to analyze the types of humor and translation strategies as well as the acceptability aspect of the translation of verbal humor in Avatar: The Last Airbender Series. The theories applied in conducting this research are types of humor theory by Raphaelson-West (1989), theory of translation strategies by Gottlieb (1992), and theory of translation acceptability proposed by Nababan, et al. (2012). Moreover, to answer the research questions, the researcher utilizes the descriptive qualitive method. A questionnaire with inputs from raters is also taken into consideration in analyzing this research. Based on the result of research, there are 83 verbal humors in English uttered by all of the characters in the series. These 83 verbal humors utterances consist of (75%) universal humor, (20%) linguistic humor, and (5%) cultural humor. The most dominant humor in this series is universal humor since the humor does not contain any grammatical or cultural rules and displays light humor that people can enjoy. Furthermore, the findings of this research show that the subtitling strategies employed are only 8. The strategies that appear consist of (56%) transfer, (18%) paraphrase, (10%) expansion, (6%) imitation, (4%) transcription, and (2%) dislocation, condensation, and deletion. The transfer strategy dominates the findings since the humor is light and the words, phrases, and utterances used in this series are familiar as well as using common language. Besides, the acceptability aspect of the data is predominantly acceptable, with a total of (81%) of the data being acceptable and (19%) of the data being less acceptable. Thus, the subtitle of verbal humors in Avatar: The Last Airbender Series is generally decent and sufficient, so that it can convey the meaning and humor aspects of the series well. It is proved by the use of translation strategies that are implemented for each category of verbal humor and result in the high level of acceptability in the Avatar: The Last Airbender Series. | |
| 36374 | 39349 | C1B019081 | Pengaruh Ulasan Food Vlogger Di YouTube Sebagai Electronic Word Of Mouth Terhadap Sikap Konsumen, Citra Merek, dan Niat Membeli Produk Makanan (Studi Pada Penonton Channel YouTube Tanboy Kun) | Penelitian ini menganalisis pengaruh electronic word of mouth (E-WOM) pada video ulasan food vlogger di Youtube terhadap sikap konsumen, citra merek dan niat membeli produk makanan. Electronic word of mouth dalam penelitian ini memiliki dimensi yang terdiri dari Kualitas E-WOM, Kredibilitas E-WOM, Keahlian Pengulas dan Pengaruh Informasi. Survei dilakukan terhadap 172 penonton video ulasan pada channel Youtube Tanboy Kun. Model penelitian diuji secara empiris melalui Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa electronic word of mouth berpengaruh positif signifikan terhadap niat membeli produk makanan dan sikap konsumen, dimana E-WOM memberikan pengaruh terbesar. Selanjutnya, sikap konsumen turut berpengaruh positif signifikan terhadap niat membeli produk makanan. Berikutnya, ditemukan pula bahwa E-WOM berpengaruh positif signifikan terhadap citra merek. Akan tetapi, citra merek ditemukan tidak berpengaruh terhadap niat membeli produk makanan. Studi ini memberikan implikasi yang signifikan bagi praktisi terutama untuk kepentingan industri kuliner hendaknya memilih food vlogger berdasarkan kualitas E-WOM, kredibilitas E-WOM, keahlian mengulas dan pengaruh informasi konten ulasan. Kemudian, untuk akademisi hendaknya mengkaji ulang pengaruh E-WOM pada food vlogger terhadap variabel lainnya atau pun karakteristik food vlogger tertentu. | This study analyzes the effect of electronic word of mouth (E-WOM) on food vlogger's video review on Youtube on consumer attitudes, brand image and purchase intention of food products. Electronic word of mouth in this study has dimensions consisting of E-WOM Quality, E-WOM Credibility, Reviewer Expertise and Information Influence. The survey was conducted on 172 video review viewers on the Tanboy Kun Youtube channel. The research model was tested empirically through Partial Least Square. The results showed that electronic word of mouth had a significant positive effect on the intention to buy food products and consumer attitudes, where E-WOM had the greatest influence. Furthermore, consumer attitudes also have a significant positive effect on the intention to buy food products. Next, it was also found that E-WOM had a significant positive effect on brand image. However, brand image was found to have no effect on the intention to buy food products. This study has significant implications for practitioners, especially for the benefit of the culinary industry, they should choose food vloggers based on the quality of E-WOM, credibility of E-WOM, expertise in reviewing and the influence of information on review content. Then, academics should review the effect of E-WOM on food vloggers on other variables or the characteristics of certain food vloggers. | |
| 36375 | 39352 | E1A017133 | KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PELAYANAN KEFARMASIAN (STUDI DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah dalam pengawasan dan pembinaan pelayanan kefarmasian bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Tangerang. Kemudian yang kedua yaitu Untuk menganalisis faktor faktor yang mempengaruhinya. Pada Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis sosiologis jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan hukum empiris. Jenis dan sumber data yang di gunakan adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan survei wawancara, metode kepustakaan dan metode dokumenter yang disajikan dengan teks naratif menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian Kebijakan dalam hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kebijakan dalam Pembinaan dan Pengawasan Kefarmasian mendasarkan peraturan Undang Undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan, Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik, Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Peraturan Bupati Tangerang Nomor 88 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Masing masing dalam kebijakan tersebut diimplementasikan dalam bentuk SIDAK (inspeksi mendadak), bentuk pembagian tugas antara kepala seksi mengenai tugas dan fungsi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, pembinaan melalui visitasi sarana fasilitas pelayanan kefarmasian, pemberian perpanjangan serta pencabutan perizinan sarana kefarmasian. Adapun faktor faktor yang mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam pengawasan dan pembinaan pelayanan kefarmasian di Kabupaten Tangerang adalah faktor penunjang yaitu : adanya kebijakan yang sudah sesuai dengan Undang-Undang, adanya dukungan lintas sektor di luar Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan adanya bimbingan teknologi terhadap pelayanan kefarmasian. Sedangkan faktor penghambat yaitu jumlah sarana kefarmasian yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang tidak sesuai dengan Sumber Daya Manusia yang ada di Dinkes Kabupaten Tangerang | ABSTRACT This study aims to analyze government policy on the supervision and guidance of pharmaceutical services for public health in Tangerang Regency. Then the second is to analyze the factors that influence it. This research uses a juridical sociological research method of qualitative research type with an empirical legal approach. The types and sources of data used are primary and secondary data. Data collection methods using interview surveys, literature methods and documentary methods presented with narrative text using qualitative analysis. The results of this research show that the Policy on Pharmaceutical Development and Supervision is based on the regulations of Health Law Number 36 of 2009 concerning Health, Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 74 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards at Puskesmas, Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 73 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards at Pharmacies, Tangerang Regency Regional Regulation Number 11 of 2016 concerning the Formation and Structure of Regional Apparatus, Tangerang Regent Regulation Number 88 of 2016 concerning Position, Organizational Structure, Duties and Functions and Work Procedures of the Tangerang Regency Health Office. Each of these policies is implemented in the form of SIDAK (unannounced inspections), division of tasks between section heads regarding the duties and functions of the Tangerang District Health Office, guidance through visitation of pharmaceutical service facilities, granting extensions and revocation of licenses for pharmaceutical facilities. The factors that influence government policy in the supervision and guidance of pharmaceutical services in Tangerang Regency are supporting factors, namely: the existence of policies that are in accordance with the Law, the existence of cross-sectoral support outside the Tangerang Regency Health Office and the existence of technological guidance on pharmaceutical services. Meanwhile, the inhibiting factors are the number of pharmaceutical facilities spread throughout the Tangerang Regency area, which is not in accordance with the human resources available at the Tangerang Regency Health Office. | |
| 36376 | 39360 | D1A019070 | PENGARUH SISTEM KANDANG YANG BERBEDA TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN INDEKS PERFORMA AYAM BROILER DI PT BUSS SUKABUMI | Peternakan ayam broiler memiliki prospek yang potensial karena kebutuhan daging ayam broiler yang terus meningkat. Keberhasilan peternakan ayam broiler dipengaruhi oleh beberapa faktor, perkandangan adalah salah satunya. Jenis perkandangan ayam broiler umumnya berupa kandang terbuka (opened house), semi closed house, dan tertutup (closed house). Penggunaan kandang yang berbeda, memberikan pengaruh yang berbeda juga terhadap penampilan produksi ayam broiler sehingga dilakukan penelitian di PT Berkat Unggas Sehat Sejahtera Sukabumi untuk menganalisis pengaruh sistem kandang yang berbeda terhadap konsumsi pakan dan indeks performa. Penelitian ini dilaksanakan selama satu periode pemeliharaan dengan menggunakan kandang opened house yang berpopulasi 6.500 ekor dan semi closed house 12.000 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan data konsumsi pakan dianalisis menggunakan uji T-Test sedangkan indeks performa dengan analisis deskriptif. Hasil analisis signifikansi menggunakan uji T-Test menunjukkan bahwa sistem kandang yang berbeda berpengaruh tidak nyata (t > 0,05) terhadap konsumsi pakan. Nilai indeks performa pada kandang opened house yaitu 317 dan kandang semi closed house 250. Berdasarkan indeks performa tersebut, pemeliharaan di kandang opened house termasuk kategori cukup dan semi closed house kategori buruk. Dalam pemeliharaan ayam broiler selain manajemen kandang, hal lain yang perlu diperhatikan juga yaitu penanganan kesehatan dan sumber daya manusia. | Broiler chicken farming has potential prospects because the need for broiler meat continues to increase. The success of broiler farming is influenced by several factors, the housing is one of them. The types of broiler chicken housing are generally in the form of open houses, semi-closed houses and closed houses. The use of different cages also has a different effect on the performance of broiler production, so a study was conducted at PT Berkat Unggas Sehat Sejahtera Sukabumi to analyze the effect of different cage systems on feed consumption and performance index. This research was conducted during one rearing period using opened house cages with a population of 6,500 and semi-closed houses with 12,000 birds. The method used in this study was a survey method and feed consumption data were analyzed using the T-test while the performance index was using descriptive analysis. The results of the significance analysis using the T-test showed that different types of cages had no significant effect (t > 0.05) on feed consumption. The performance index value for the opened house cage is 317 and the semi closed house cage is 250. Based on this performance index, maintenance in the opened house cage is in the adequate category and the semi closed house is in the bad category. In maintaining broiler chickens apart from cage management, other things that need to be considered are health management and human resources. | |
| 36377 | 39357 | E1A019034 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PENGURANGAN KADAR EMAS DARI YANG DIPERJANJIKAN DALAM LABEL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Nomor 8/PID.SUS/2022/PT BNA) | Emas merupakan logam mulia yang sangat diminati masyarakat karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dengan nilai jual tetap atau meningkat. Nilai jual dan kualitas emas dipengaruhi oleh kadar emas sebagai tolak ukur kandungan emas di dalam perhiasan. Banyak pelaku usaha untuk mendapat keuntungan lebih menjual emas dengan kandungan kadar emas tidak sesuai informasi yang ditentukan dalam label. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen atas pengurangan kadar emas dari yang diperjanjikan dalam label dalam Putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh Nomor 8/PID.SUS/2022/PT BNA ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder dengan studi kepustakaan. Data disajikan melalui uraian secara sistematis dan logis dengan bentuk teks naratif, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, konsumen telah mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan menjatuhkan pidana penjara selama 5 (lima) bulan. Putusan tersebut menjadi bukti upaya perlindungan hukum terhadap konsumen atas pengurangan kadar emas dari yang diperjanjikan dalam label terutama perlindungan hukum atas hak konsumen yang dimuat dalam Pasal 4 huruf b dan c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. | Gold is a precious metal that is in great demand by the public because it has high economic value with a fixed or increasing selling price. The selling value and quality of gold is influenced by gold content as a measure of the gold content in jewelry. Many business actors, in order to gain more profit, sell gold with gold content that does not match the information specified on the label. This study aims to determine legal protection for consumers for reducing the gold content from what was promised on the label in the Banda Aceh High Court Decision Number 8/PID.SUS/2022/PT BNA in terms of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The method used in this research is normative juridical with analytical descriptive research specifications. Sources of data used are primary and secondary legal materials with literature studies. Data is presented through systematic and logical descriptions in the form of narrative text, then analyzed qualitatively normatively. Based on the results of the research and study, consumers have received legal protection under Article 62 paragraph (1) in conjunction with Article 8 paragraph (1) letter f of the Republic of Indonesia Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection by imposing a prison sentence of 5 (five) months. This decision is evidence of efforts to protect the law against consumers for reducing the gold content from what was promised on the label, especially the legal protection for consumer rights contained in Article 4 letter b and c of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. | |
| 36378 | 39353 | H1D018006 | APLIKASI BENGKEL ONLINE BERBASIS PROGRESSIVE WEB APP UNTUK MENCARI BENGKEL TERDEKAT DAN MEMESAN LAYANAN BENGKEL MENGGUNAKAN MAPBOX DAN GEOLOCATION API | Peningkatan jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia tiap tahun nya berimplikasi pada naiknya kebutuhan masyarakat terhadap penyedia layanan perbaikan atau perawatan sepeda motor. Seringkali kebutuhan ini bersifat darurat dan harus segera dipenuhi, sayangnya kurangnya informasi mengenai lokasi bengkel terdekat membuat proses pencarian bengkel menghabiskan banyak waktu dan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Bengkel Online yang dapat memudahkan pengguna dalam mencari bengkel terdekat untuk mendeteksi lokasi pengguna secara realtime serta menyajikan peta interaktif dengan titik lokasi bengkel terdekat, beserta rute terpendek menuju bengkel menggunakan Mapbox dan Geolocation API. Aplikasi Bengkel Online menggunakan Firebase sebagai basis data serta menerapkan teknologi progressive web apps untuk kenyamanan pengguna. Penelitian ini menghasilkan Aplikasi Bengkel Online berbasis progressive web app yang telah diuji menggunakan metode blackbox dan lighthouse serta dinyatakan telah memenuhi kebutuhan pengguna. | The increase in the number of motorcycle users in Indonesia each year has implications for increasing public demand for motorcycle repair or maintenance service providers. Often this need is emergency and must be met immediately, unfortunately the lack of information regarding the location of the nearest repair shop makes the process of finding a repair shop consuming a lot of time and energy. This study aims to develop an Online Repair Shop application that can make it easier for users to find the nearest repair shop to detect the user's location in real time and present an interactive map with the nearest repair shop location point, along with the shortest route to the repair shoop using Mapbox and the Geolocation API. The Bengkel Online application uses Firebase as a database and implements progressive web apps technology for user convenience. This research produced a Progressive Web App-based Online Repair Shop Application that has been tested using the blackbox and lighthouse methods and has been found to meet user needs. | |
| 36379 | 39354 | H1C018026 | GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI HIDROTERMAL PADA LAPANGAN PANAS BUMI PATUHA DAERAH ALAMENDAH DAN SEKITARNYA, KECAMATAN RANCABALI, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT | Manifestasi di permukaan biasanya dapat diasosiasikan dengan aktivitas sistem panas bumi. Aktivitas ini umumnya berkaitan dengan pembentukan mineral alterasi hidrotermal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan zonasi alterasi permukaan yang terbentuk di daerah penelitian. Penelitian terletak di Desa Alamendah dan sekitarnya, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kondisi geologi meliputi analisis stratigrafi, geomorfologi, struktur dan sejarah serta analisis alterasi hidrotermal melalui petrografi dan X-Ray Diffraction (XRD). Hasilnya menunjukkan bahwa geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi 5 yaitu Satuan Kawah Gunungapi (V1), Satuan Kerucut Gunungapi (V2), Satuan Lereng Gunungapi (V3), Satuan Dataran & Kaki Lereng Fluvial Gunung Api Atas (V8), dan Satuan Dataran & Kaki Lereng Fluvial Gunung Api Bawah (V9) dengan pola aliran radial dan tipe genetik insekuen. Stratigrafi daerah penelitian berdasarkan satuan stratigrafi gunung api dari tua ke muda terdiri atas Satuan Breksi Andesit Pancur, Satuan Lava Andesit Tikukur, Satuan Breksi Andesit Ciwidey, Satuan Breksi Andesit 1 Patuha, Satuan Lava Andesit Patuha, Satuan Lava Andesit Cimanggu, Satuan Breksi Andesit Kawah Putih dan Satuan Breksi Tuff Kawah Putih. Struktur geologi daerah penelitian diperkirakan terdapat sesar mendatar sinistral patuha dan ciwidey dengan searah menerus dengan manifestasi. Hasil studi alterasi hidrotermal dipermukaan mendapatkan tiga zona alterasi yang terbentuk yaitu Zona Alunit ± Kaolinit ± Silika dengan kisaran suhu 100°C-160°C, Zona Kaolinit + Montmorillonit + Kuarsa kisaran suhu 180°C-200°C, dan Zona Klorit ± Illit ± Kuarsa dengan kisaran suhu 220°C-310°C yang ketiganya berkembang sepanjang jalur indikasi struktur yang ada pada daerah penelitian. | Manifestations on the surface can usually be associated with geothermal system activity. This activity is generally related to the formation of hydrothermal alteration minerals. Research aims to determine the geological conditions and zoning of surface alteration formed in the study area. The study is located in Alamendah Village and its surroundings, Rancabali District, Bandung Regency, West Java. The methods used in this study include analysis of geological conditions including stratigraphic, geomorphological, structure and geologic historical analysis as well as hydrothermal alteration analysis through petrography and x-ray diffraction (XRD). The results show that the geomorphology of the study area are divided into 5 unit namely Volcanic Crater Unit (V1), Volcanic Cone Unit (V2), Volcanic Slope Unit (V3), Upper Volcano Fluvial Plain & Slope Unit (V8), and Lower Volcano Fluvial Plain & Slope Unit Volcano (V9) with radial flow patterns and insecuent genetic types. Stratigraphy of the study area based on the unit of volcafi volcano from old to young consisting of the Pancur Andesite Breccia Unit, Tikukur Andesite Lava Unit, Ciwidey Andesite Breccia Unit, Patuha Andesite Breccia 1 Unit, Patuha Andesite Lava Unit, Cimanggu Andesite Lava Unit, Kawah Putih Andesite Breccia Unit and Kawah Putih Tuff Breccia Unit. The geological structure of the study area is estimated as a sinistral fault located Sinistral Patuha and Ciwidey with a continuous direction with manifestations. The results of the hydrothermal alteration study on the surface obtained three alteration zones formed, namely the Alunite ± Kaolinite ± Silica Zone with a temperature range of 100 ° C-160 ° C, the Kaolinite + Montmorillonite + Quartz Zone with a temperature range of 180 ° C-200 ° C, and the Chlorite ± Illite ± Quartz Zone with a temperature range of 220 ° C-310 ° C, all three of which developed along the lines of indications of existing structures in the study area. | |
| 36380 | 39355 | F1B019053 | Kapasitas Sumber Daya (Resources) dalam Melaksanakan Agenda Perencanaan Pembangunan Daerah di Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Purbalingga | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tren penurunan rasio capaian skor komponen perencanaan pada penilaian SAKIP Kabupaten Purbalingga sejak tahun 2017 – 2021 yang merupakan alat untuk menilai kualitas dari produk perencanaan pembangunan daerah. Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Purbalingga sebagai fungsi penunjang urusan perencanaan pembangunan penelitian dan pengembangan daerah memiliki tugas untuk memastikan perencanaan pembangunan daerah yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Namun, adanya tren penurunan tersebut mengindikasikan adanya kegagalan dalam pencapaian target yang ditunjukan melalui kurangnya dukungan sumber daya yang dimiliki, sehingga penelitian ini ingin melihat mengapa sumber daya yang dimiliki belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas sumber daya yang dimiliki belum optimal, meskipun sumber dayanya cukup memadai terdiri dari SDM dengan pendidikan yang didominasi oleh S1, memiliki masa kerja yang baik, infrastruktur yang lengkap, serta teknologi yang sudah berjalan, namun dengan inkonsistensi regulasi serta ketidaksesuaian jenjang dan latar belakang pendidikan beberapa pegawai dengan jabatan yang diduduki, Bappelitbangda belum begitu siap untuk menghadapi perubahan – perubahan yang terjadi. Kuantitas SDM yang kurang, belum secara maksimal diberi pendidikan dan pelatihan teknis karena terkendala anggaran yang terbatas. | The background of this research is the decreasing trend of the achievement ratio of planning component scores in the Purbalingga Regency SAKIP assessment from 2017 – 2021 which is a tool for assessing the quality of regional development planning products. The Research and Development Planning Agency for Regional Research and Development in Purbalingga Regency as a supporting function for regional research and development planning affairs has the task of ensuring that the resulting regional development plans are of good quality. However, the existence of this downward trend indicates a failure in achieving the target, which is indicated by the lack of support from the available resources, so this research wants to see why the available resources are not optimal. This study uses descriptive qualitative methods with informant selection techniques using purposive sampling. Source of data used in the form of primary and secondary data. The results of the study show that the capacity of the resources owned is not optimal, although the resources are quite adequate consisting of Human Resources with education dominated by Bachelor's Degree, a good working period, complete infrastructure, and technology that already running, but with regulatory inconsistencies and the discrepancy between the level and educational background of several employees with the positions occupied, the Regional Development Planning Research and Development Agency is not yet ready to deal with the changes that occur. Insufficient quantity of Human Resources, not optimally provided with technical education and training due to limited budget constraints. |