Artikel Ilmiah : D1A019045 a.n. DIMAS NAUFAL PRATAMA

Kembali Update Delete

NIMD1A019045
NamamhsDIMAS NAUFAL PRATAMA
Judul ArtikelPerbandingan Ayam Niaga Pedaging di Kandang Dataran Tinggi dan Dataran Rendah Pada Umur 7-30 Hari
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk membandingkan feed conversion ratio dan deplesi di dua kandang berbeda yaitu Kandang Dataran Tinggi (KDT) yang diwakilkan oleh Kandang Mbah Mo dan Kandang Dataran Rendah (KDR) diwakilkan oleh CV Lestari maju. Kegiatan penelitian di KDT dilaksanakan mulai dari tanggal 13 September 2021 sampai dengan 27 Oktober 2021, yang berwilayah di Desa Lancar, Kec. Wadaslintang, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah. Pelaksanaan di KDR mulai dari tanggal 4 November 2021 sampai dengan 28 Desember 2021, berwilayah di Desa Tlogopragoto, Kec. Mirit, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah peternakan ayam niaga pedaging dengan tipe kandang closed house tetapi memiliki perbedaan tempat yaitu daerah pantai dan daerah pegunungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Variabel yang akan diamati yaitu: feed conversion ratio dan deplesi. Data primer yang didapatkan kemudian dilakukan uji menggunakan independent simple t-test. Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan yaitu, Rata-rata feed conversion ratio yang didapatkan adalah pada KDT feed conversion ratio 1.182 dan kandang KDR 1.184. Rata-rata Deplesi di KDT sebesar 0.878% dan KDR sebesar 0.884%. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan ketinggian tidak berpengaruh terhadap FCR dan deplesi ayam niaga pedaging.
Abtrak (Bhs. Inggris)The aim of the research was to compare the feed conversion ratio and depletion in two different stables, namely the Highland Cages (KDT) represented by Mbah Mo Cages and the Lowlands Cages (KDR) represented by CV Lestari Maju. Research activities at the KDT were carried out from 13 September 2021 to 27 October 2021, which is located in Lancar Village, Kec. Wadaslintang, Kab. Wonosobo, Central Java. Implementation in KDR starts from 4 November 2021 to 28 December 2021, located in Tlogopragoto Village, Kec. Mirit, Kab. Kebumen, Central Java. The material used in this study was commercial broiler farms with closed house types but with different locations, namely coastal areas and mountainous areas. The research method used is a case study. The variables to be observed are: feed conversion ratio and depletion. The primary data obtained was then tested using an independent simple t-test. The results of the research that has been done, namely, the average feed conversion ratio obtained is at the KDT feed conversion ratio of 1.182 and the KDR cage is 1.184. The average depletion for KDT was 0.878% and KDR was 0.884%. It can be concluded that the difference in height has no effect on FCR and broiler depletion.
Kata kunciAyam Niaga Pedaging, Feed Conversion Ratio, Deplesi, Dataran Tinggi, Dataran Rendah
Pembimbing 1Ir. H. Imam Suswoyo, M.Agr.Sc
Pembimbing 2Dr. Ir. Bambang Hartoyo, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman6
Tgl. Entri2023-03-08 20:38:33.720295
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.