Artikel Ilmiah : A1C018062 a.n. AFRILIAN DWI PANGESTU
| NIM | A1C018062 |
|---|---|
| Namamhs | AFRILIAN DWI PANGESTU |
| Judul Artikel | Uji Performansi Tungku Modifikasi Berbahan Bakar Serbuk Kayu pada Produksi Gula Semut di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Permintaan gula semut terus meningkat dari waktu ke waktu. Namun dengan banyaknya permintaan produk terkadang belum bisa mengimbangi dengan jumlah dan kondisi tungku yang masih seadanya yaitu masih memakai tungku tradisonal. Oleh karena itu perlu adanya inovasi alat yang digunakan untuk memproduksi gula semut yaitu dengan cara meningkatkan sisi kepraktisan dan efisiensi tungku pada produksi gula semut. . Penelitian ini dilakukan dengan menguji performansi tungku modifikasi dan tungku tanpa modifikasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2022. Pengambilan data dilakukan tiga pengulangan pada setiap tungkunya dengan mengukur variabel yang telah ditentukan. Analisis data dilakukan dengan melakukan perhitungan biaya bahan bakar yang digunakan, laju konsumsi bahan bakar (Fuel Consumption Rate), rendemen gula, dan efisiensi energi meliputi nilai efisiensi tungku dan nilai efisiensi sistem. Tahapan peneltian meliputi persiapan, pengukuran dan perhitungan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh efisiensi tungku rata-rata pada tungku serbuk kayu dengan modifikasi adalah 29,21% sedangkan pada tungku tanpa modifikasi adalah 27,56%, biaya bahan bakar sekali produksi rata-rata tungku dengan modifikasi adalah Rp13.727 sedangkan pada tungku tanpa modifikasi adalah Rp14.073, laju rata-rata konsumsi bahan bakar tungku dengan modifikasi adalah 5,38 kg/jam sedangkan pada tungku tanpa modifikasi adalah 6,16 kg/jam, rendemen rata-rata yang dihasilkan tungku dengan modifikasi adalah 13,5 % sedangkan pada tungku tanpa modifikasi adalah 14 %. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Demand for granular sugar continues to increase from time to time. However, with the large demand for products, sometimes they cannot keep up with the number and condition of the stoves which are still improvised, namely still using traditional stoves. Therefore it is necessary to innovate the tools used to produce granular sugar by increasing the practicality and efficiency of the furnance in the production of granular sugar. This research was conducted by testing the performance of modified and unmodified stoves. The research was carried out in Gandatapa Village, Sumbang District, Banyumas Regency from August to October 2022. Data collection was carried out in three repetitionsm on every furnance by measuring predetermined variables. Data analysis was carried out by calculating the cost of fuel used, the rate of fuel consumption (Fuel Consumption Rate), sugar yield, and energy efficiency including furnace efficiency values and system efficiency values. The research stages include preparation, measurement and calculation. Based on the data analysis conducted, the average furnace of the wood powder stove with modification is 29,21% while on the stove without modification is 27,56%, the average fuel cost of a single production furnace with Modification is Rp13,727 while for the stove without Modification it is Rp14,073, the average rate of fuel consumption of the furnace with modification is 5.38 kg/hour while in the furnace without modification it is 6.16 kg/hour, the average yield produced by the furnace with modification is 13.5% while in the furnace without modification it is 14%. |
| Kata kunci | gula semut, tungku, efisiensi. |
| Pembimbing 1 | Abdul Mukhlis Ritonga, S.TP., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Karseno, S.P., M.P., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2023-02-15 23:46:18.719039 |