Home
Login.
Artikelilmiahs
38987
Update
ANWAR SAIFUDDIN
NIM
Judul Artikel
KERJASAMA TIONGKOK-INDONESIA DALAM PENGADAAN VAKSIN DI INDONESIA PADA TAHUN 2021
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Vaksin adalah salah satu cara dalam upaya penanggualangan pandemi yang terjadi. Munculnya pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 menyebabkan kegaduhan terhadap dunia Internasional. Kemudian pada maret 2020 World Health Organization (WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi akibat tingkat penyebarannya yang eksponensial secara global. COVID-19 tidak dapat dikategorikan sebagai epidemi dikarenakan penyebaran tidak hanya pada satu wilayah geografis. Pemerintah di seluruh dunia mengadopsi berbagai strategi untuk menyesuaikan rencana pembangunan mereka dan mengurangi dampak dari pandemi COVID-19. Tujuan mereka tidak hanya untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat dan ekonomi yang mendesak seperti menyediakan fasilitas Kesehatan dalam upaya menyelamatkan nyawa, tetapi juga untuk mencapai tujuan jangka panjang seperti mendapatkan akses ke vaksin potensial di masa depan serta untuk pulih lebih baik dari krisis. Meskipun dampak langsung dari pandemi mungkin tidak mempengaruhi setiap negara dalam skala yang sama, jelas bahwa semua negara terpengaruh oleh konsekuensi keseluruhannya. Kemudian berbagai negara besar berupaya menciptakan vaksin dalam jumlah yang cukup besar dengan tujuan untuk mencegah penyebaran virus semakin menyebar luas, salah satunya adalah Tiongkok. Tiongkok adalah salah satu negara besar pembuat vaksin yang memasok penyediaan vaksin Covid-19 ke berbagai negara. Indonesia adalah salah satu negara dengan pasokan vaksin terbesar dari Tiongkok. Urgensi Indonesia untuk menghilangkan pandemi ini didukung oleh situasi COVID-19 yang tidak terkelola dengan baik, dengan jumlah yang telah divaksinasi sangat rendah, dengan hanya 5,2% dari total target pemerintah Indonesia sebanyak 70% vaksinasi. Berdasarkan permasalahan yang ada di Indonesia, munculnya pandemi COVID-19 telah mendorong Kerjasama Indonesia dan Tiongkok dalam pengembangan vaksin.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Vaccines are one way to deal with an ongoing pandemic. The emergence of the Covid-19 pandemic in early 2020 caused uproar in the international world. Then in March 2020 the World Health Organization (WHO) has declared COVID-19 a pandemic due to its exponential global spread rate. COVID-19 cannot be categorized as an epidemic because it spreads not only to one geographic area. Governments around the world are adopting various strategies to adapt their development plans and mitigate the impact of the COVID-19 pandemic. Their goals are not only to address pressing public health and economic issues such as providing healthcare in an effort to save lives, but also to achieve longer term goals such as gaining access to potential future vaccines as well as to recover better from crises. While the direct impact of the pandemic may not affect every country on the same scale, it is clear that all countries are affected by its overall consequences. Then various large countries tried to create vaccines in large enough quantities with the aim of preventing the spread of the virus from becoming more widespread, one of which was China. China is one of the major vaccine manufacturing countries that supplies Covid-19 vaccines to various countries. Indonesia is one of the countries with the largest supply of vaccines from China. Indonesia's urgency to eliminate this pandemic is supported by the unmanaged COVID-19 situation, with a very low number of people who have been vaccinated, with only 5.2% of the Indonesian government's total target of 70% vaccination. Based on the problems that exist in Indonesia, the emergence of the COVID-19 pandemic has encouraged cooperation between Indonesia and China in vaccine development.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save