Artikelilmiahs
Menampilkan 35.741-35.760 dari 49.843 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 35741 | 45261 | I1C020012 | STUDY ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACTS FROM GINGER (Zingiber officinale), LEMPUYANG GAJAH (Z. zerumbet). AND BANGLE (Z. purpureum) RHIZOME AS IRON CHELATING AGENTS | Logam besi adalah zat essensial bagi manusia, namun kelebihan zat ini dapat menyebabkan pembentukan radikal bebas, stres oksidatif, dan menimbulkan risiko penyakit degeneratif. Penggunaan agen pengkelat dapat membantu mengurangi efek negatif tersebut. Penelitian ini menilai potensi senyawa flavonoid dari genus Zingiber sebagai agen pengkelat alami dengan mengukur kandungan flavonoid total dan aktivitas pengkelat logam dari ekstrak etanol rimpang Zingiber officinale, Zingiber purpureum, dan Zingiber zerumbet. Metode yang digunakan diantaranya ekstraksi, pengukuran kandungan flavonoid total menggunakan standar kuersetin dan AlCl3, serta uji pengkelat logam menggunakan metode ferrous iron chelating (FIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang bangle (Zingiber purpureum) memiliki kandungan flavonoid total tertinggi yaitu rimpang Z.purpureum 136,321 ± 0,704 mg QE/g, diikuti oleh Z. zerumbet dengan 35,657 ± 0,298 mg QE/g, dan Z. officinale dengan 5,356 ± 0,260 mg QE/g. Aktivitas pengkelat logam tertinggi diperoleh dari ekstrak bangle dengan 41,634 ± 0,147%, diikuti oleh jahe 40,798 ± 0,147% dan lempuyang gajah 40,541 ± 0,097%. Kesimpulannya, ketiga ekstrak rimpang ini menunjukkan kandungan flavonoid total yang bervariasi dan aktivitas pengkelat logam besi. | Iron is an essential nutrient for humans, but an excess of this element can lead to the formation of free radicals, oxidative stress, and an increased risk of degenerative diseases. The use of chelating agents can help mitigate these negative effects. This study evaluates the potential of flavonoid compounds from the genus Zingiber as natural chelating agents by measuring the total flavonoid content and metal chelating activity of ethanol extracts from the rhizomes of Zingiber officinale, Zingiber purpureum, and Zingiber zerumbet. The methods used include extraction, measurement of total flavonoid content using quercetin and AlCl3 standards, and metal chelating activity testing using the Ferrous Iron Chelating (FIC) method. The results show that the ethanol extract of Zingiber purpureum rhizomes had the highest total flavonoid content at 136.321 ± 0.704 mg QE/g, followed by Zingiber zerumbet at 35.657 ± 0.298 mg QE/g and Zingiber officinale at 5.356 ± 0.260 mg QE/g. The highest metal chelating activity was found in the Zingiber purpureum extract at 41.634 ± 0.147%, followed by Zingiber officinale at 40.798 ± 0.147% and Zingiber zerumbet at 40.541 ± 0.097%. In conclusion, all three rhizome extracts exhibited varying total flavonoid contents and iron chelating activities | |
| 35742 | 38843 | J1E018001 | MEASURING THE POSSIBILITY OF PODCASTS IN SPOTIFY APPLICATION TO IMPROVE STUDENTS’ LISTENING SKILLS ON NARRATIVE TEXTS | Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan siswa menggunakan podcast di aplikasi spotify. Penelitian ini menggunakan desain pre- experimental dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 30 sampel siswa MA EL-BAYAN Majenang. Instrumen penelitian berupa pre-test dan post-tets yang terdiri dari 40 soal berdasarkan aplikasi yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan mendengarkan siswa setelah menggunakan podcast dalam aplikasi spotify meningkat hingga 55.5% dari skor rata-rata pre- test 40.67 menjadi skor rata-rata post-test 63.25. Selanjutnya, hasil nilai signifikansi adalah 0.001 < 0.05, artinya keterampilan mendengarkan siswa menggunakan podcast di aplikasi Spotify meningkat secara signifikan. Dengan kata lain, Hipotesis Alternatif diterima dan Hipotesis Null ditolak. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa penggunaan podcast pada aplikasi spotify dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada teks naratif di kelas XI MA EL- BAYAN Majenang. Kata kunci: Keterampilan Mendengarkan, Teks Naratif, Podcast di Aplikasi Spotify. | This research aimed to improve students’ listening skills using podcast in Spotify application. This research utilized a pre-experimental design with a quantitative approach involving 30 samples of students from MA EL-BAYAN Majenang. The research instruments were pre-tests and post-tets, which consisted of 40 questions based on the application used. The results of this research showed that the students’ listening skill after using podcast in spotify application was improved up to 55.5% from the mean pre-tests score 40.67 to mean post-tests score 63.25. Furthermore, the results of significance values was 0.001 < 0.05, it means that the students’ listening skills using podcasts in Spotify application significantly improved. In other words, Alternative Hypothesis was accepted and Null Hypothesis is rejected. Furthermore, it can be concluded that the use of podcast in spotify application was improve for students’ listening skill on narrative text at grade XI of MA EL-BAYAN Majenang. Keywords: Listening Skill, Narrative Text, Podcast in Spotify Application. | |
| 35743 | 38844 | L1A018029 | PERBEDAAN WARNA IKAN LUNJAR (Rasbora lateristriata, Bleeker 1854) TERHADAP KARAKTERISTIK HABITAT DI SUNGAI LOGAWA KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH | Pada penelitian ini ikan Lunjar (Rasbora lateristriata) dipilih sebagai ikan sampel yang bernilai ekonomi tinggi sebagai ikan konsumsi. Ikan Lunjar juga berpotensi sebagai ikan hias, dimana warna merupakan komponen penting. Pengambilan sampel dilakukan di sungai Logawa, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dimana sungai tersebut masih memiliki kualitas air yang baik dan mampu mendukung kehidupan ikan Lunjar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni metode survey dan purposive sampling. Terhadap 12 sampel ikan yang didapatkan dari habitat yang ditentukan, dilakukan analisis menggunakan software Image-J dan analisis statistik Anova satu arah untuk mengetahui pengaruh karakteristik habitat yang berbeda yaitu substrat sungai diantaranya habitat dengan substrat batu, substrat batu berpasir, dan substrat pasir terhadap tutupan warna sebagai parameter utama. Hasil penelitian diperoleh ikan terdapat perbedaan pada tutupan warna terhadap karakteristik habitat yang berbeda, hal ini dapat diakibatkan oleh kondisi habitat utamanya substrat serta kondisi kualitas air. | In this study Yellow rasbora (Rasbora lateristriata) were selected as sample fish, with high economic value as consumption fish, Yellow Rasbora also have potential as ornamental fish, where the color is an important component. Sampling was carried out in the Logawa stream, Banyumas Regency, Central Java where the stream still has good water quality and is able to support the life of Yellow Rasbora. The methods used in this research are survey and purposive sampling methods. The 12 fish samples obtained from the specified habitat were analyzed using Image-J software and statistical analysis using one way Anova to determine the impact of different environmental characteristics, namely stream substrates which is habitat with rock substrate, rock and sand substrate, and sand substrate on color coverage as main parameter. The results showed that the Yellow Rasbora fish had no differences in color coverage for different habitat characteristics, this can be caused by the condition of the habitat mainly substrate and water quality. | |
| 35744 | 38845 | H1C018036 | Geologi dan Potensi Bijih Besi Laterit (Iron Lateritic Ores) Daerah Halaban dan Sekitarnya Pulau Sebuku Kalimantan Selatan | Pulau Sebuku merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi endapan laterit di Indonesia. Endapan laterit merupakan endapan hasil pelapukan batuan ultramafik yang digunakan sebagai mineral ekonomis. PT. Sebuku Iron Lateritic Ores merupakan salah satu perusahaan pertambangan yang memiliki potensi endapan laretit dan sedang melakukan perluasan area pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan mengetahui potensi endapan besi (Fe) serta sebaran kadarnya dengan pendekatan ordinary kriging. Berdasarkan hasil analisis didapatkan menjadi 3 satuan stratigrafi diantaranya satuan peridotit, satuan serpentinite dan satuan gabro, sedangkan untuk geomorfologi dibagi menjadi 2 klasifikasi berdasarkan klasifikasi Budi Brahmantyo diantaranya yaitu satuan punggungan blok sesar ofiolit halaban dan satuan perbukitan intrusi ofiolit halaban. Lalu berdasarkan analisis kelurusan morfologi memiliki arah dominan baratdaya – timurlaut dan terdapat sesar mendatar kiri orde ke tiga. Berdasarkan data eksplorasi yang terdiri dari 173 titik dilakukan pemodelan variogram untuk menghasilkan parameter yang akan digunakan dalam estimasi. Analisis variogram dengan model spherical diperoleh nilai nugget 0.4073411; sill 0.4591381; range 114.818; bearing 90 pada zona red limonit, sedangkan pada zona yellow limonite didapatkan nugget 0.5410298; sill 0.4377756; range 139.564; dan bearing 90. Hasil perhitungan volume besi pada block model ukuran (1 x 1 x 2)m dengan kadar <46, 46 – 49, 49 – 51 dan >51 yaitu sebesar 1396857, 6822638, 10981396 dan 4186425, dengan densitas 1.555 didapatkan tonase sebesar 2172112.635, 10609202.09, 17076070.78, 6509890.875 pada zona red limonite, sedangkan pada zona yellow limonite didapatkan volume dengan kadar <46, 46 – 49, 49 – 51 dan >51 yaitu sebesar 93414, 7036, 0 dan 0, dengan densitas 1.476 didapatkan tonase sebesar 137879.064, 10385.136, 0 dan 0. | Sebuku Island is one of the areas that have the potential for laterite deposits in Indonesia. Laterite deposits are deposits resulting from the weathering of ultramafic rocks which are used as economic minerals. PT. Sebuku Iron Lateritic Ores is a mining company that has the potential for laterite deposits and is currently expanding its mining area. This study aims to determine the geological conditions and determine the potential for iron (Fe) deposits and their distribution of levels using the ordinary kriging approach. Based on the analysis results, it is divided into 3 stratigraphic units including the peridotite unit, serpentinite unit, and gabbro unit, while for geomorphology it is divided into 2 classifications based on Budi Brahmantyo classification including the ridge unit halaban ophiolite fault block and halaban ophiolite intrusion hill unit. Then, based on the morphological lineament analysis, it has a dominant southwest-northeast direction and there is a third-order left horizontal fault. Based on exploratory data consisting of 173 points, variogram modeling was carried out to produce parameters to be used in estimation. Variogram analysis using the spherical model obtained a nugget value of 0.4073411; sill 0.4591381; range 114,818; bearing 90 in the red limonite zone, while in the yellow limonite zone, the nugget is 0.5410298; sill 0.4377756; range 139,564; and bearing 90. The results of the calculation of the volume of iron in the block model size (1 x 1 x 2)m with levels <46, 46 – 49, 49 – 51, and >51 are 1396857, 6822638, 10981396 and 4186425, with a density of 1,555 tonnages obtained amounted to 2172112.635, 10609202.09, 17076070.78, 6509890.875 in the red limonite zone, while in the yellow limonite zone obtained volumes with levels <46, 46 – 49, 49 – 51 and > 51, namely 93414, 7036, 0 and 0, with a density of 1.476 obtained tonnage of 137879.064, 10385.136, 0 and 0. | |
| 35745 | 38846 | G1A019108 | Korelasi Pengetahuan mengenai Kesehatan Mental dengan Perilaku Pilihan Pengobatan Gangguan Mental pada Keluarga Pasien ODGJ di RSUD Banyumas | Latar Belakang - Kesehatan mental adalah keadaan seseorang yang memungkinkan perkembangan seluruh aspek perkembangan fisik, intelektual, dan emosionalnya secara optimal dan selaras dengan perkembangan orang lain, sehingga dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan mental membuat masyarakat memilih untuk diam dan melakukan hal yang sangat sederhana sebagai bentuk pengobatan. Tujuan – Untuk mengetahui korelasi pengetahuan mengenai kesehatan mental dengan perilaku pilihan pengobatan gangguan mental pada keluarga pasien ODGJ di RSUD Banyumas. Metode – Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan desain studi cross sectional, dengan responden berjumlah 70 orang yang melengkapi pengisian kuesioner Mental Health Knowledge Schedule (MAKS) dan kuesioner perilaku pengobatan pada bulan Desember 2022 – Januari 2023. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Gamma. Hasil – Sebanyak 41 (58,6%) responden memiliki pengetahuan mengenai kesehatan mental yang termasuk dalam kategori cukup, sebanyak 46 (65,7%) responden memiliki perilaku pilihan pengobatan medis/modern (Dokter, RS, Klinik/Puskesmas). Hasil analisis menggunakan uji korelasi Gamma dengan p value <0,001 menunjukkan adanya korelasi pengetahuan mengenai kesehatan mental dengan perilaku pengobatan gangguan mental pada keluarga pasien ODGJ di RSUD Banyumas. Simpulan – Terdapat korelasi bermakna antara pengetahuan mengenai kesehatan mental dengan perilaku pilihan pengobatan gangguan mental pada keluarga pasien ODGJ di RSUD Banyumas. | Background - Mental health is a state of a person that allowed the development of all aspects of physical, intellectual, and emotional development optimally and in harmony with the development of others, so that they can interact with the surrounding environment. Lack of knowledge about mental health makes people choose to be silent and do very simple things as a form of treatment. Objective – To determine the correlation between knowledge about mental health and the behavior of mental disorder treatment choices in families of patients with mental disorders in RSUD Banyumas Methods – This study used an analytical obsercational study with a cross sectional study design, with 70 respondents who had completed on the Mental Health Knowledge Schedule (MAKS) questionnaire and treatment behavior questionnaire in December 2022 – January 2023. Data analysis was performed with the gamma correlation test. Results – A total of 41 (58,6%) respondents had knowledge about mental health that was included in the moderate category, as many as 46 (65,7%) respondents had medical/modern treatment choice behavior (Doctor, Hospital, Clinic/Health Center). The results of the analysis using the gamma correlation test with a p value of <0,001 showed a correlation between knowledge about mental health and the behavior of mental disorder treatment choices in families of patients with mental disorders in RSUD Banyumas. Conclusion – There is a significant correlation between knowledge about mental health and the behavior of mental disorder treatment choices in families of patients with mental disorders in RSUD Banyumas. | |
| 35746 | 38869 | H1D015022 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN SURAT NIKAH PADA KANTOR URUSAN AGAMA STUDI KASUS KECAMATAN GUNUNG MERIAH BERBASIS WEB | Dalam proses pelayanannya, KUA (Kantor Urusan Agama) sebagai instansi pemerintah melakukan dokumentasi terhadap segala aktifitas yang dilkakukannya, termasuk proses surat menyurat. KUA Gunung Meriah, yang menjadi objek studi kasus dalam penelitian ini menggunakan sistem pengelolaan arsip surat yang masih bersifat konvensional, sehingga efisiensi dan efektifitas dalam penyelanggaraan operasionalnya rendah. Rancang Bangun Sistem informasi Kearsipan Surat Nikah Pada Kantor Urusan Agama Studi Kasus Kecamatan Gunung Meriah merupakan solusi yang dapat mengoptimalkan kinerja kerja proses pengarsipan. Sistem ini mampu meminimalisir pengalokasian tempat penyimpanan yang sebelumnya menggunakan lemari, mempercepat proses pencarian data karena sudah terintegrasi kedalam sistem, yang mana sebelumnya data hanya tersimpan dalam bentuk fisik. Metode pengembangan sistem yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan waterfall. Metode ini merupakan metode yang paling sering digunakan oleh system analyst pada umumnya. Aplikasi ini diuji menggunakan uji black box yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional. Diharapkan aplikasi ini dapat membantu pegawai KUA Kecamatan Gunung Meriah dalam mengarsipkan dokumen pernikahan dan mempermudah dalam pencarian suatu data. | In the process of its service, the KUA (Office of Religious Affairs) as a government agency documents all the activities it carries out, including the correspondence process. KUA Gunung Meriah, which is the object of a case study in this study, uses a conventional mail archive management system, so that efficiency and effectiveness in organizing operations are low. Design and Build a Marriage Certificate Archival information system at the Office of Religious Affairs The Case Study of Gunung Meriah District is a solution that can optimize the work performance of the filing process. This system is able to minimize the allocation of storage places that previously used cabinets, speeding up the data search process because it has been integrated into the system, where previously data was only stored in physical form. This method is the method most often used by system analysts in general. This application is tested using a black box test, which is testing software in terms of functional specifications. It is hoped that this application can help KUA employees of Gunung Meriah District in archiving wedding documents and make it easier to find data | |
| 35747 | 44029 | C1I017020 | Factors that Influence The Financial Performance of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) with Cashless Society as a Moderating Variable | Penelitian ini berjudul Factors that Influence The Financial Performance of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) with Cashless Society as a Moderating Variable. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kinerja keuangan UMKM di era digitalisasi yang terjadi di Indonesia seperti tidak adanya pencatatan laporan keuangan secara digital dan kurangnya penguasaan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh literasi keuangan digital dan fintech payment gateway terhadap kinerja keuangan UMKM serta menggunakan cashless society sebagai variabel moderasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah UMKM di Purwokerto yang telah menerapkan sistem digitalisasi. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 81 responden. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode survei dengan instrumen kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan SPSS, hasil menunjukkan: (1) Literasi keuangan digital berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan UMKM di Purwokerto, (2) Fintech payment gateway berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan UMKM di Purwokerto, (3) Cashless society tidak mampu memperkuat pengaruh literasi keuangan digital terhadap kinerja keuangan UMKM di Purwokerto, (4) Cashless society mampu memperkuat pengaruh fintech payment gateway terhadap kinerja keuangan UMKM di Purwokerto. Implikasi dari penelitian ini adalah bagi pemerintah diharapkan senantiasa memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai penggunaan sistem digitalisasi pada usahanya dan UMKM diharapkan dapat menggali informasi dan meningkatkan kemampuan penggunaan produk keuangan digital guna meningkatkan kinerja keuangan usahanya. Kata Kunci : Literasi Keuangan Digital, Payment Gateway, Kinerja Keuangan, UMKM | This research is entitled Factors that Influence the Financial Performance of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) with Cashless Society as a Moderating Variable. This research is motivated by the phenomenon of MSME financial performance in the digitalization era in Indonesia, such as the absence of digital recording of financial reports and a lack of mastery of technology. This research aims to determine and analyze the influence of digital financial literacy and fintech payment gateways on the financial performance of MSMEs and to use a cashless society as a moderating variable. The population used in the research is MSMEs in Purwokerto, which have implemented a digitalization system. The number of samples used in this research was 81 respondents. The data collection method used in the research is a survey with a questionnaire instrument. Based on the results of research using SPSS, the results show: (1) Digital financial literacy has a positive effect on the financial performance of MSMEs in Purwokerto, (2) Fintech payment gateway has a positive effect on the financial performance of MSMEs in Purwokerto, (3) Cashless society is unable to strengthen the influence of financial literacy digital on the financial performance of MSMEs in Purwokerto, (4) Cashless society is able to strengthen the influence of fintech payment gateways on the financial performance of MSMEs in Purwokerto. This research implies that theoretically, the theory of planned behavior and the technology of acceptance model can explain business actors' intentions and behavior in improving their businesses' financial performance. The government is expected to continue to provide outreach and training regarding the use of digitalization systems in its businesses, and MSMEs are expected to be able to dig up information and improve their ability to use digital financial products to improve their business's financial performance. | |
| 35748 | 38848 | A1C015004 | PENGARUH JENIS DAN KOMPOSISI PEREKAT TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET DARI CAMPURAN SEKAM PADI DAN TEMPURUNG KEMIRI | Tempurung kemiri dan sekam padi merupakan limbah biomassa yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar berbentuk biobriket. Bahan-bahan tersebut dicampur lalu diproduksi menjadi biobriket dengan penambahan perekat agar biobriket semakin baik kualitasnya. Jenis dan konsentrasi perekat dalam pembuatan biobriket menjadi faktor penting optimalnya biobriket. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik biobriket campuran sekam padi dan tempurung kemiri dengan perekat tapioka dan perekat sagu, juga mengetahui kadar perekat yang baik untuk menghasilkan biobriket campuran sekam padi dan tempurung kemiri yang maksimal. Biobriket dibuat dengan mencampur sekam padi dan tempurung kemiri perbandingan 1 : 1 lalu ditambahkan perekat dengan jenis yang berbeda yaitu perekat tapioka dan perekat sagu, masing-masing konsentrasi penggunaannya 5%, 7%, 10%. Proses selanjutnya yaitu pencetakan, pengeringan, dan diuji kadar air, kadar abu, volatile matter, kerapatan, dan laju pembakarannya. Data pengujian biobriket kemudian dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan Uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat hasil yang berbeda nyata. Hasil penelitian ini diperoleh jenis dan komposisi perekat terbaik dan memenuhi standar dalam pembuatan dan pengujian kualitas dari biobriket campuran sekam padi dan tempurung kemiri yaitu jenis perekat tapioka pada komposisi 10% m/m, yang menghasilkan kadar air 5,1%, kadar abu 73,3%, volatile matter 30%, kerapatan 0,7g/m3, dan laju pembakaran 0,13 g/menit. | Candlenut shells and rice husks are potential biomass wastes to be used as fuel in the form of biobriquettes. These materials are mixed and then produced into biobriquettes with the addition of adhesive so that the biobriquettes are of better quality. The type and concentration of adhesive in the manufacture of biobriquettes is an important factor for optimal biobriquette. The purpose of this study was to determine the characteristics of the biobriquette mixture of rice husk and candlenut shell with tapioca adhesive and sago adhesive, also to determine the good adhesive content to produce the maximum biobriquette mixture of rice husk and candlenut shell. Biobriquettes are made by mixing rice husks and candlenut shells in a ratio of 1: 1 and then adding different types of adhesives, namely tapioca adhesives and sago adhesives, each concentration of use is 5%, 7%, 10%. The next process is printing, drying, and testing for moisture content, ash content, volatile matter, density, and the rate of combustion. The biobriquette test data was then analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) and Duncan Multiple Range Test (DMRT) if there were significantly different results. The results of this study obtained the type and composition of the best adhesive and meet the standards in the manufacture and quality testing of biobriquette mixture of rice husk and candlenut shell, namely the type of tapioca adhesive at a composition of 10% m/m, which produces a moisture content of 5.1%, ash content of 73, 3%, volatile matter 30%, density 0.7g/m3, and combustion rate 0.13 g/min. | |
| 35749 | 38849 | G1A019065 | Pengaruh Bawang Hitam (Allium sativum) Terhadap Kadar Enzim Katalase Pada Model Tikus Putih (Rattus novergicus) Hiperurisemia | Latar Belakang : Pasien hiperurisemia memiliki tingkat stress oksidatif yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang sehat. Allopurinol merupakan obat yang sering digunakan untuk mengobati hiperurisemia, namun memiliki sifat hepatotoksik dan nefrotoksik. Bawang hitam yang kaya akan zat antioksidan diharapkan mampu digunakan sebagai alternatif pengobatan hiperurisemia dan meningkatkan enzim katalase sebagai penanda stress oksidatif. Tujuan : Mengetahui dosis pemberian bawang hitam (Allium sativum) yang mempengaruhi kadar enzim katalase secara signifikan pada tikus putih (Rattus novergicus) dengan hiperurisemia. Metode : Penelitian menggunakan metode post test only with control group design. Sebanyak 30 ekor tikus putih dibagi kedalam 5 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus putih. Seluruh kelompok diberikan otak sapi 20 gram/hari selama 4 minggu untuk induksi hiperurisemia. Selanjutnya kelompok kontrol diberikan aquades 3 mL dan kelompok allopurinol diberikan allopurinol 2,7 mg / 200 gBB. Kelompok perlakuan diberikan bawang hitam 240 mg, 480 mg, atau 960 mg per hari selama 2 minggu setelah induksi. Hasil : Rerata kadar enzim katalase dalam nmol/mL kelompok kontrol sakit = 1,82±0,15; allopurinol = 6,51±0,39; bawang hitam 240 mg = 2,43±0,11; bawang hitam 480 mg = 3,95±0,09; bawang hitam 960 mg = 5,00±0,08. Uji statistik menggunakan uji Kruskal-wallis dilanjutkan uji post hoc Dunn’s test didapatkan hasil p<0,05. Kesimpulan : Pemberian bawang hitam (Allium sativum) dosis 960 mg/hari adalah dosis yang paling optimal untuk meningkatkan kadar enzim katalase pada model tikus putih (Rattus novergicus) hiperurisemia. | Background : Hyperuricemia patient have a higher oxidative stress level than a healthy person. Allopurinol often used to treat hyperuricemia, but it has a hepatotoxic and nephrotoxic trait. Black garlic rich in antioxidant is expected to be used as an alternative to treat hyperuricemia and elevate catalase enzyme level as a marker for oxidative stress. Objective : To know how much black garlic (Allium sativum) needed to significantly effect catalase enzyme level in white rat (Rattus novergicus) with hyperuricemia. Method : This study used post test only with control group design. 30 white rats divided into 5 groups, and each group consists of 6 white rats. All groups were given 20 mg/day of cow brain for 4 weeks to induce hyperuricemia. Then the control group was given 3 mL of aquadest and the allopurinol group was given 2,7 mg/200 gBW. The treatment group was given 240 mg, 480 mg or 960 mg of black garlic for 2 weeks after induction of hyperuricemia. Result : mean catalase enzyme level in nmol/mL of control group = 1,82±0,15; allopurinol = 6,51±0,39; black garlic 240 mg = 2,43±0,11; black garlic 480 mg = 3,95±0,09; black garlic 960 mg = 5,00±0,08. Statistical test using Kruskal-wallis test followed by post hoc Dunn’s test test obtained p<0,05. Conclusion : black garlic (Allium sativum) at 960 mg/day is the most optimal dose to elevate catalase enzyme level in white rat (Rattus novergicus) hyperuricemia model. | |
| 35750 | 38851 | D1A017058 | PENGARUH SUPLEMENTASI PROBIOTIK TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN NILAI HEMATOKRIT AYAM NIAGA PETELUR | Penelitian berjudul “Pengaruh suplementasi probiotik terhada jumlah eritrosit dan nilai hematokrit ayam niaga petelur”. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2020-23 Februari 2021, di Eksperimental Farm dan Laboratorium Kesehatan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suplementasi probiotik terhadap jumlah eritrosit dan nilai hematokrit ayam niaga petelur, serta mengetahui level suplementasi probiotik yang paling optimum terhadap peningkatan jumlah eritrosit dan nilai hematokrit. Materi penelitian menggunakan ayam niaga petelur strain Isa Brown umur 45 minggu sebanyak 80 ekor, kandang batere, tempat pakan dan minum, probiotik (promix), pakan ayam komersil periode produksi (jagung, bungkil kacang kedelai, corn gluten meal, tepung daging dan tulang, tepung ikan, pollard, dan lainnya) peralatan untuk pemeriksaan darah (kapas, alkohol, betadine, spuit 3cc, cooler box, tabung EDTA). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap perlakuan menggunakan 20 ekor ayam yang terdiri dari 4 ekor ayam di setiap kandang di dalam satu ulangan dan dikalikan dengan 5 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji Brown-Forsythe. Perlakuan yang di uji coba yaitu P0 : 0%, P1 : 0,5%, P2 : 1%, dan P3 : 1,5%. Peubah yang diamati dalam penelitian adalah jumlah eritrosit dan nilai hematokrit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah eritrosit P0 : 2,662±0,551 Juta/µL, P1 : 3,106±0,508 Juta/µL, P2 : 2,312±0,076 Juta/µL, dan P3 : 2,532±0,361 Juta/µL. Rataan nilai hematokrit pada perlakuan P0 : 28,80±6,25%, P1 : 31,36±5,10%, P2 : 25,02±0,65%, dan P3 : 27,50±3,82%. Hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi probiotik dengan level yang berbeda tidak berpengaruh nyata P > 0,05 terhadap jumlah eritrosit dan nilai hematokrit. Hasil dari uji Brown-Forsythe pada eritrosit yaitu dengan signifikansi 0,065 sedangkan pada hematokrit signifikansinya 0,218. Suplementasi probiotik sampai dengan level 1,5% belum optimal meningkatkan jumlah eritrosit dan nilai hematokrit. | The study entitled "The effect of probiotic supplementation on the number of erythrocytes and the hematocrit value of laying hens". This research was conducted on 23rd December 2020 until 23rd January 2021.at the Experimental Farm and Animal Health Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Sudirman University. This study aims to determine the probiotic supplementation on the number of erythrocytes and the hematocrit value of laying hens, as well as to determine the optimum level of probiotic supplementation to increase the number of erythrocytes and the hematocrit value. The research material used 80 laying hens Isa Brown strain aged 45 weeks, battery cages, feed and drink containers, probiotics (promix), commercial chicken feed production period (corn, soybean meal, corn gluten meal, meat and bone meal, fish meal, pollard, etc.), equipment for blood tests (cotton, alcohol, betadine, 3cc syringe, cooler box). , EDTA tube). The study was conducted using an experimental method and using a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications. The data were analyzed using the Brown-Forsythe test. The treatments that were tested were P0 : 0%, P1 : 0.5%, P2 : 1%, and P3 : 1.5%. The variables observed in the study were the number of erythrocytes and the value of hematocrit. The results showed that the average number of erythrocytes was P0: 2.662±0.551 million/µL, P1: 3.106±0.508 million/µL, P2: 2.312±0.076 million/µL, and P3: 2.532±0.361 million/µL. The average hematocrit value in the treatment P0 : 28.80±6.25%, P1: 31.36±5.10%, P2: 25.02±0.65%, and P3: 27.50±3.82%. The results of the analysis showed that probiotic supplementation with different levels had no significant effect P > 0.05 on the number of erythrocytes and the hematocrit value. The results of the Brown-Forsythe test on erythrocytes were with a significance of 0.065 while for hematocrit the significance was 0.218. Supplementation of probiotics up to the level of 1.5% has not been optimal in increasing the number of erythrocytes and hematocrit | |
| 35751 | 38850 | L1A016037 | EKOWISATA PANTAI PASIR PUTIH WATES KABUPATEN REMBANG | Pantai Pasir Putih Wates merupakan salah satu kawasan ekowisata di Kabupaten Rembang yang memiliki pemandangan alam. Sebagai kawasan wisata yang menawarkan keindahan alam, Pantai Pasir Putih Wates memerlukan pengelolaan yang baik untuk mendukung keberlangsungan kegiatan ekowisata. Pantai ini terletak di Dusun Wates, Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil dan menyusun strategi pengembangan ekowisata di Pantai Pasir Putih Wates. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dengan kuesioner dan analisis SWOT. Strategi yang menjadi prioritas dalam pengembangan ekowisata adalah memanfaatkan kekuatan yang ada dan membuat strategi untuk meminimalisasi ancaman dari luar Pantai Pasir Putih Wates (S-T). | : Wates Sand White Beach is one of ecotourism area at Rembang Regency which has natural view. As a tourist area that offers natural beauty, Wates White Sand Beach requires good management to support the sustainability of ecotourism activities. This Beach is located at Wates Hamlet, Tasikharjo Village, Kaliori District, Rembang Regency, Central Java. The purpose of this study was to know the profile and arrange a strategy to developing ecotourism at Wates Sand White Beach. The method of this research is qualitative descriptive research by using data collection techniques interviews with questionnaires and SWOT analysis. The strategy that is a priority in developing ecotourism is to take advantage of existing strengths and create strategies to minimize threats from outside Wates Sand White Beach (S-T). | |
| 35752 | 38852 | H1C017009 | ANALISIS KUALITAS AIR TANAH DAERAH GENTASARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KROYA, KABUPATEN KROYA | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi, tata guna lahan, dan tingkat pencemaran air tanah pada daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu menggunakan Metode Storet untuk menentukan standar baku mutu air. Standar baku mutu air yang digunakan pada penelitian ini adalah Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 32 Tahun 2017. Kondisi geologi dari daerah penelitian meliputi geomorfologi yang terdiri dari Satuan Punggungan Homoklin Panupatra dan Satuan Dataran Alluvial Gentasari. Stratigrafi pada daerah penelitian hanya meliputi Endapan Alluvial. Tata guna lahan pada lokasi penelitian terbagi menjadi tiga yaitu pemukiman, persawahan, dan perkebunan. Pada pengamatan lapangan yang dilakukan berupa pengukuran muka air tanah sebanyak 53 sumur dan 10 diantaranya dilakukan pengambilan sampel dan dilakukan sebanyak 2 kali pada bulan April dan bulan Juni. Parameter fisika yang digunakan yaitu bau, TDS, dan juga suhu. Sedangkan untuk parameter kimia yaitu derajat keasaman (pH), Besi (Fe3+), mangan (Mn2+), dan juga nitrat (NO3-). | The purpose of this study was to determine the geological conditions, land use, and the level of groundwater pollution in the research area. The method used is the Storet method to determine water quality standards. The water quality standard used in this study is the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 32 of 2017. The geological conditions of the study area include geomorphology consisting of the Panupatra Homocline Ridge Unit and the Gentasari Alluvial Plain Unit. Stratigraphy in the study area only includes Alluvial Deposits. Land use at the research location is divided into three, namely settlements, rice fields, and plantations. Field observations were made in the form of ground water level measurements as many as 53 wells and 10 of them were sampled and carried out 2 times in the rainy season and dry season. The physical parameters used are odor, TDS, and also temperature. As for the chemical parameters, namely the degree of acidity (pH), iron (Fe3+), manganese (Mn2+), and also nitrate (NO3-). | |
| 35753 | 38853 | D1A019213 | PERBANDINGAN SUHU DAN KELEMBABAN KANDANG DENGAN KONSUMSI PAKAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN AYAM NIAGA PEDAGING SELAMA MASA BROODING | Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan suhu dan kelembaban di setiap lantai kandang closed house dan untuk mengetahui lantai paling bagus dalam hasil pemeliharaannya yang dilihat dari konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan harian ayam niaga pedaging. Materi dan Metode. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam niaga pedaging 65.500 ekor yang di tempatkan pada lantai 1 sebanyak 22.500 ekor, lantai 2 sebanyak 20.500 ekor dan lantai 3 sebanyak 22.500 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dan analisisnya menggunakan diskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan cara random sampling sejumlah 60 ekor tiap lantai kandang. Hasil. Hasil dari studi kasus menunjukkan rata-rata suhu kandang lantai 1 sebesar 28,37±0,42 ⁰C, lantai 2 sebesar 28,22±0,56 ⁰C, dan lantai 3 sebesar 28,47±0,43 ⁰C. Hasil pengukuran kelembaban kandang menunjukkan bahwa lantai 1 sebesar 82,78±2,16 %, lantai 2 sebesar 82,34±2,19 %, dan lantai 3 sebesar 82,09±2,25 %. Rata-rata konsumsi pakan pada masa brooding di lantai 1 sebesar 34,6±17,47 g/ekor/hari, lantai 2 sebesar 42,4±21,39 g/ekor/hari, dan lantai 3 sebesar 40,69±20,99 g/ekor/hari 34,6±17,47 g/ekor/hari. Pertambahan bobot badan harian ayam niaga pedaging pada lantai 1 sebesar 29,64±11,97 g/ekor/hari, lantai 2 sebesar 31,43±11,61 g/ekor/hari, dan lantai 3 sebesar 33,5±14,39 g/ekor/hari. Kesimpulan. Kesimpulan dari studi kasus yang di lakukan di kandang adi cahyono menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban di ketiga lantai kandang adi cahyono masih dalam batas aman. Konsumsi pakan tertinggi adalah ayam yang dipelihara di lantai 2 dan Pertambahan bobot badan harian tertinggi adalah ayam yang dipelihara di lantai 3. | Background. This study aims to determine the comparison of temperature and humidity on each floor of closed house cages and to determine the best floor in terms of rearing results as seen from feed consumption and daily body weight gain of commercial broilers. Materials and methods. The research material used was 65,500 commercial broiler chickens which were placed on the 1st floor as many as 22,500, 20,500 on the 2nd floor and 22,500 on the 3rd floor. The method used in this research is the case study method and the analysis uses descriptive. Data collection was carried out by random sampling of 60 individuals per floor of the cage. Results. The results of the case studies showed that the average temperature of the cage on the 1st floor was 28.37 ± 0.42 ⁰C, the 2nd floor was 28.22 ± 0.56 ⁰C, and the 3rd floor was 28.47 ± 0.43 ⁰C. The results of cage humidity measurements showed that the 1st floor was 82.78 ± 2.16 %, the 2nd floor was 82.34 ± 2.19 %, and the 3rd floor was 82.09 ± 2.25 %. The average feed consumption during the brooding period on the 1st floor was 34.6 ± 17.47 g/head/day, the 2nd floor was 42.4 ± 21.39 g/head/day, and the 3rd floor was 40.69 ± 20 .99 g/head/day 34.6±17.47 g/head/day. The daily body weight gain of commercial broiler chickens on the 1st floor was 29.64 ± 11.97 g/head/day, the 2nd floor was 31.43 ± 11.61 g/head/day, and the 3rd floor was 33.5 ± 14. 39 g/head/day. Conclusion. The conclusion from the case study conducted at Adi Cahyono's cage shows that the temperature and humidity on the three floors of Adi Cahyono's cage are still within safe limits. The highest feed consumption was chickens reared on the 2nd floor and the highest daily body weight gain was chickens reared on the 3rd floor. | |
| 35754 | 44652 | A1A018016 | Kinerja Pemasaran Sayuran Tomat dan Wortel di Sub Terminal Agribisnis (STA) Kutabawa Kabupaten Purbalingga | Tomat dan wortel merupakan komoditas sayuran yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam jumlah yang cukup banyak. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan membangun dan mendirikan Sub Terminal Agribisnis (STA), khususnya petani sayuran tomat dan wortel. Hal ini tentu dapat memengaruhi neraca harga komoditas tersebut. Mengingat kebutuhan kedua komoditas tersebut yang cukup banyak di masyarakat, maka distribusi produk perlu dikawal dengan baik dan benar mulai dari pihak petani sampai dengan pihak konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peran dan fungsi STA Kutabawa, (2) saluran pemasaran tomat dan wortel di STA Kutabawa, dan (3) menganalisis kinerja pemasaran sayuran tomat dan wortel melalui perhitungan margin pemasaran, farmer's share, rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran dan efisiensi pemasarannya. Penelitian ini menggunakan metode survei dan analisis deskriptif untuk menganalisis peran dan fungsi STA Kutabawa, saluran pemasaran tomat dan wortel. Sasaran penelitian ini adalah 21 petani serta 6 pedagang tomat dan wortel (2 pedagang besar, 2 pengumpul desa, dan 2 pengecer) sebagai pengguna jasa STA Kutabawa dan pihak yang masih aktif terlibat dalam kegiatan pemasaran wortel dan tomat di STA Kutabawa di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga saluran pemasaran sayuran tomat dan wortel, yaitu: Saluran I (Petani - Pengumpul Desa - Pengecer - Konsumen), Saluran II (Petani - Pengumpul Desa - Pedagang Besar - Konsumen), dan Saluran III (Petani - Pedagang Besar - Pengecer - Konsumen) Saluran pemasaran tomat yang paling efisien adalah Saluran III, dengan nilai farmer’s share (FS) 61,11 persen, efisiensi pemasaran (EP) 16,18 persen, dan margin pemasaran Rp 4.500. Perbandingan biaya dan margin pemasaran tomat tertinggi berada di Saluran I (92,89 persen) dengan keuntungan tertinggi berada di Saluran II (Rp1.239,00 / 30,98 persen). Sedangkan, saluran pemasaran wortel yang paling efisien adalah Saluran II, dengan nilai farmer’s share (FS) 82,35 persen, efisiensi pemasaran (EP) 11,37 persen, dan margin Rp 2.833. Perbandingan biaya dan margin pemasaran wortel di STA Kutabawa terbesar terdapat di Saluran I (69,15 persen) dengan keuntungan tertinggi berada di Saluran III (Rp2.015,00/47,42 persen). | Tomatoes and carrots are vegetable commodities needed by the community in considerable quantities. Therefore, the government seeks to improve the welfare of farmers by building and establishing Agribusiness Sub Terminals (STA), especially tomato and carrot vegetable farmers. This can certainly affect the balance of commodity prices. Given the needs of these two commodities which are quite a lot in the community, the distribution of products needs to be controlled properly and correctly from farmers to consumers. This study aims to find out: (1) the role and function of STA Kutabawa, (2) tomato and carrot marketing channels at STA Kutabawa, and (3) analyze the marketing performance of tomato and carrot vegetables through the calculation of marketing margins, farmer's share, profit ratio to marketing costs and marketing efficiency. This study uses survey methods and descriptive analysis to analyze the role and function of Kutabawa STA, tomato and carrot marketing channels. The target of this study is 21 farmers and 6 tomato and carrot traders (2 wholesalers, 2 village collectors, and 2 retailers) as users of STA Kutabawa services and parties who are still actively involved in carrot and tomato marketing activities at STA Kutabawa in Kutabawa Village, Karangreja District, Purbalingga Regency. Based on the results of the study, three marketing channels for tomato and carrot vegetables were obtained, namely: Channel I (Farmer - Village Collector - Retailer - Consumer), Channel II (Farmer - Village Collector - Wholesaler - Consumer), and Channel III (Farmer - Wholesaler - Retailer - Consumer) The most efficient tomato marketing channel is Channel III, with a farmer's share (FS) value of 61.11 percent, marketing efficiency (EP) of 16.18 percent, and a marketing margin of IDR 4,500. The highest comparison of tomato marketing costs and margins was in Channel I (92.89 percent) with the highest profit being in Channel II (Rp1,239.00 / 30.98 percent). Meanwhile, the most efficient carrot marketing channel is Channel II, with a farmer's share (FS) value of 82.35 percent, marketing efficiency (EP) f 11.37 percent, and a margin of IDR 2,833. The largest comparison of carrot marketing costs and margins in STA Kutabawa is in Channel I (69.15 percent) with the highest profit being in Channel III (Rp2,015.00/47.42 percent). | |
| 35755 | 38855 | G1A019119 | EFEK EKSTRAK ETANOL SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP EKSPRESI GEN HEPATOCYTE GROWTH FACTOR (HGF) PADA TIKUS PUTIH MODEL 5/6 SUBTOTAL NEFREKTOMI | Latar Belakang – Gagal ginjal kronis merupakan kerusakan fungsi dan struktur ginjal selama lebih dari 3 bulan. Adanya kerusakan akan memicu Hepatocyte Growth Factor (HGF) untuk aktif sebagai kompensasi tubuh dalam melawan fibrosis. Namun, kerusakan terus menerus akan menyebabkan ekspresi HGF dalam tubuh berkurang. Seledri merupakan tanaman herbal yang memiliki potensi sebagai agen antifibrotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol seledri (Apium graveolens l.) terhadap ekspresi gen Hepatocyte Growth Factor (HGF) pada tikus putih 5/6 subtotal nefrektomi. Metode – Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental murni dengan post test only with control group design menggunakan bahan biologi tersimpan berupa organ ginjal tikus putih berjumlah 25 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok berupa kelompok A : sham control, B : 5/6 subtotal nefrektomi, C, D, dan E : 5/6 subtotal nefrektomi dengan perlakuan ekstrak etanol seledri dengan dosis 200, 250, 300 mg/kgBB. Ekspresi gen HGF diperiksa dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan dikuantifikasi menggunakan imageJ dibandingkan dengan gen GAPDH. Analisis data menggunakan uji one way ANOVA dengan signifikansi p<0,05. Hasil – Didapatkan rata-rata ekspresi gen HGF pada kelompok A:1,039, B:0,84, C:0,90, D:0,86, E:0,89. Rerata ekspresi gen HGF paling tinggi terdapat pada kelompok A dan paling rendah pada kelompok B. Rata- rata pada kelompok C, D, dan E lebih tinggi dari kelompok B. Analisis one way ANOVA menunjukan bahwa tidak terdapat perbandingan yang sinifikan antar kelompok (p>0,05). Simpulan – Ekstrak etanol seledri tidak berpengaruh terhadap ekspresi gen HGF pada tikus putih model 5/6 subtotal nefrektomi | Background – Chronic kidney disease is damage to kidney function and structure for more than 3 months. Any damage will trigger Hepatocyte Growth Factor (HGF) to be active as compensation for the body in fighting fibrosis. However, continuous damage will cause the expression of HGF in the body to decrease. Celery is a herbal plant that has potential as an antifibrotic agent. This study aims to determine the effect of ethanol extract of celery (Apium graveolens l.) on Hepatocyte Growth Factor (HGF) gene expression in 5/6 subtotal nephrectomy white rats. Methods – This research is a true experimental study with a post-test only with control group design using stored biological material in the form of kidney organs of 25 white rats which were divided into 5 groups in the form of group A: sham control, B: 5/6 subtotal nephrectomy, C, D, and E: 5/6 subtotal nephrectomy with celery ethanol extract treatment at doses of 200, 250, 300 mg/kgBW. HGF gene expression was examined by the Polymerase Chain Reaction (PCR) method and quantified using ImageJ compared to GAPDH gene. Data analysis used a one-way ANOVA test with a significance of p<0.05. Results – The average HGF gene expression was obtained in groups A:1.039, B:0.84, C:0.90, D:0.86, E:0.89. The highest mean HGF gene expression was in group A and the lowest was in group B. The average in groups C, D, and E was higher than in group B. One-way ANOVA analysis showed that there was no significant comparison between groups (p> 0.05). Conclusion – Celery ethanol extract does not affect HGF gene expression in 5/6 subtotal nephrectomy white rats | |
| 35756 | 38856 | F1B115035 | PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PEMBERDAYAAN DESA MISKIN DI KABUPATEN PURBALINGGA | Kemiskinan di Indonesia memiliki kompleksitas dengan segala permasalahan serta hambatan perkembangnya, mulai dari kurangnya pengetahuan, terbatasnya akses pemasaran, keterbatasan sumber daya manusia, hingga permasalahan keterbatasan permodalan. Melihat hal tersebut pemerintah tidak dapat tinggal diam, melalui Dinas Koperasi dan UKM, pemerintah berusaha mengatasi permasalahan tersebut dengan dibuatnya program pemberdayaan desa zona merah atau desa miskin yang bertujuan untuk mengembangkan sektor UKM dengan mengajak pelaku UKM dan pihak lain/ stakeholders untuk ikut berpartisipasi dalam proses kolaborasi dalam pengembangan desa miskin di Kabupaten Purbalingga. Collaborative Governance saat ini merupakan model yang banyak digunakan dalam menyelesaikan permasalahan publik serta dijadikan prinsip dalam menjalankan suatu program, salah satunya digunakan dalam program pemberdayaan desa miskin di Kabupaten Purbalingga di mana program ini bertujuan untuk mengembangkan desa dengan memanfaatkan sumber daya potensi lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan Proses Collaborative Governance Dalam Pemberdayaan Desa Miskin di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Kabupaten Purbalingga. Metode analisis yang digunakan adalah interaktif, keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Teori yang digunakan yaitu dengan mengadaptasi model Collaborative Governance menurut Ansell dan Gash, serta teori Ukuran Keberhasilan Kolaborasi dari De Seve. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum proses Collaborative Governance yang dilakukan dalam pemberdayaan desa di Purbalingga ini mampu mengubah kondisi sektor UKM menjadi lebih baik, mendorong peningkatan pendapatan melalui bantuan pemasaran produk oleh pemerintah dan swasta, serta memaksimalkan potensi sumber daya lokal yang ada dengan cara memberikan pelatihan, pembinaan dalam mengelola potensi sumber daya lokal yang dimiliki. Sedangkan untuk komunikasi yang dilakukan oleh pihak yang terlibat belum berjalan dengan baik, dimana belum adanya forum komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat. Melainkan komunikasi hanya terjadi ketika pihak-pihak memiliki kepentingan serta kebutuhan saja. | Proverty in Indonesia has complexity with all problems as well as its developmental obstacles, starting from lacking of knowledge, the limitation of marketing access, the limitation of human resources until the problem of limited capital. Seeing the case, government does not remain in silent, through Cooperative and Small and medium-sized enterprise agency, government try to solve the problems by making poor village empowerment program that is aimed to develop the small and medium-sized enterprises(SMEs) sector by asking SMEs performers and other stakeholders or parties to involve participating in collaboration process in developing SMEs sector in Purbalingga Regency. Collaborative Governance is currently a model that is commonly used by a program such as used in program poor village empowerment in Purbalingga Regency where this program is aimed to develop poor village by utilizing local potential resources. The purpose of this research is to find out and describe the process of collaborative governance in empowerment poor village in Purbalingga Regency. Research method that is used in this research is qualitative descriptive research. The location of the research is in Purbalingga Regency. Analysis method that is used is interactive, the validity of the data is tested by source triangulation. Theory used is by adapting the model of Collaborative Governance according to Ansell and Gash, and size of collaboration successful theory from De Seve. The result of the research shows that generally, the process of Collaborative Governance that is done in program empowerment of poor villages can change the SMEs sector to be better, push the increasing of income through the helping of product marketing by government and private, as well as maximize local resources that is owned. While, for the communication that is done by party involved has not run well, where there has not been communication forum between all parties that are involved. The communication only happens when all parties have interests and needs only. | |
| 35757 | 38859 | C1C018032 | PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP GOOD VILLAGE GOVERNANCE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD PENGELOLAAN DANA DESA | Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh pengendalian internal terhadap good village governance dan implikasinya terhadap pencegahan fraud pengelolaan dana desa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 104 pemerintah desa yang ada di Kabupaten Kebumen. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster sampling dengan keterwakilan 4 pemerintah desa dari setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Kebumen. Analisis dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan metode PLS. Aplikasi yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Pengendalian internal berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud. (2) Pengendalian internal berpengaruh positif terhadap good village governance. (3) Good village governance berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud. (4) Good village governance memediasi pengaruh pengendalian internal terhadap pencegahan fraud pengelolaan keuangan dana desa. Implikasi penelitian ini adalah pencegahan fraud dalam pemerintah desa dapat dilakukan dengan menerapkan pengendalian internal dan good village governance. Masyarakat juga dapat ikut membantu mengawasi pengelolaan dana desa. Kata Kunci : pengendalian internal, good village governance, pencegahan fraud | This study aims to analyze the effect of internal control on good village governance and its implications for fraud prevention in managing village funds. This research is quantitative research with data collection techniques using questionnaires. The number of samples used in this study is 104 village governments in Kebumen Regency. Determination of the sample using cluster sampling technique with the representation of 4 village governments from each sub-district in Kebumen Regency. The analysis in this study uses the Structural Equation Model (SEM) with the PLS method. The application used to analyze this research is SmartPLS 3.0. The results of this study indicate that: (1) Internal control has a positive effect on fraud prevention. (2) Internal control has a positive effect on good village governance. (3) Good village governance has a positive effect on fraud prevention. (4) Good village governance mediates the effect of internal control on fraud prevention in village fund financial management. This research implies that fraud prevention in the village government can be carried out by implementing internal controls and good village governance. The community can also help oversee the management of village funds. Keywords: internal control, good village governance, fraud prevention | |
| 35758 | 38860 | J1C018013 | Representasi Shokuiku dalam Novel Madogiwa No Totto-Chan Karya Tetsuko Kuroyanagi | Penelitian ini membahas representasi pendidikan makan (shokuiku) dalam novel Madogiwa no Totto-chan karya Tetsuko Kuroyanagi dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna shokuiku melalui penggunaan tanda semiotika ikon, indeks dan simbol. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode simak dan teknik catat untuk pengumpulan data. Analisis data menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce dan konsep shokuiku. Hasil penelitian ditemukan 5 data ikon, 5 data indeks, dan 6 data simbol. Keseluruhan data yang ditemukan mencerminkan tiga bentuk pendidikan makan yaitu pendidikan intelektual (chiiku) yang diwakili oleh 4 tanda yaitu guru pertanian, lagu makan, laut dan gunung, serta tungku memasak (hangousuisan); 6 data pendidikan jasmani (taiiku) yang digambarkan oleh objek mama, guru renang, dan istri kepala sekolah; dan 6 data pendidikan moral (tokuiku) yang digambarkan oleh tanda kepala sekolah, upacara minum teh (sawakai), ohanashi, itadakimasu, bekal makan siang (bentou), dan sake. Berdasarkan analisis data kesimpulan representasi shokuiku lebih banyak terdapat pada kelompok pendidikan moral dan pendidikan Jasmani dimana pemilihan dan pemberian nutrisi seimbang, olahraga, serta pola pembiasaan budaya asli Jepang merupakan bagian paling penting dalam pendidikan shokuiku dalam novel Madogiwa no Totto-chan. | This research discusses the representation of food education (shokuiku) in the novel Madogiwa no Totto-chan by Tetsuko Kuroyanagi with the aim of describing the form and meaning of shokuiku through the use of semiotic signs of icons, indexes and symbols. This type of research is descriptive qualitative with listening method and note-taking technique for data collection. Data analysis uses Charles Sanders Peirce's semiotic theory and the concept of shokuiku. The results of the study found 5 icon data, 5 index data, and 6 symbol data. The overall data found reflects three forms of food education, intellectual education (chiiku) represented by 4 signs hatake no sensei, eating song (yoku kameyo), seas and mountains, and cooking stoves (hangousuisan); 6 data on physical education (taiiku) described by the objects of mama, swimming teacher, and principal's wife; and 6 data on moral education (tokuiku) described by the signs of the principal, tea ceremony (sawakai), ohanashi, itadakimasu, lunch box (bentou), and sake. Based on the data analysis, it is concluded that the representation of shokuiku is more in the group of moral education and physical education where the selection and provision of balanced nutrition, exercise, and the pattern of habituation to native Japanese culture are the most important parts of shokuiku education in the novel Madogiwa no Totto-chan. | |
| 35759 | 38861 | D1A019005 | HUBUNGAN BOBOT BADAN DENGAN LITTER SIZE DAN KIDDING INTERVAL KAMBING KEJOBONG DI KTT NGUDI DADI KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA | Tujuan penelitian untuk mengetahui keeratan hubungan antara bobot badan dengan litter size dan kidding interval kambing Kejobong di KTT Ngudi Dadi Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Materi penelitian yang digunakan yaitu 30 ekor kambing Kejobong betina dewasa yang sudah pernah beranak atau melahirkan minimal 2 kali kelahiran. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling. Variabel yang yang diamati yaitu bobot badan, litter size dan kidding interval kambing Kejobong di KTT Ngudi Dadi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan dikelompokkannya setiap variabel, bertujuan untuk memberikan gambaran dan menjelaskan kondisi peternakan kambing Kejobong khususnya di KTT Ngudi Dadi. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa kambing Kejobong betina dewasa yang sudah beranak minimal 2 kali memiliki rataan bobot badan 31,22 ± 4,68 kg, rataan litter size 1,83 ± 0,37 ekor hari, dan rataan kidding interval bahwa 89 ± 2 hari. Analisis regresi memperoleh hasil yaitu bobot badan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap litter size dengan persamaan regresi Y= 0,02X + 1,31 sedangkan bobot badan dengan kidding interval berpengaruh nyata (P<0,05) dengan persamaan regresi Y= 0,27X + 80,68. Bobot badan berasosiasi positif terhadap litter size dan kidding interval. Bentuk hubungan bobot badan dengan litter size dan kidding interval berdasarkan nilai determinasi masing-masing adalah 4,42% dan 38,89%. Tingkat keeratan hubungan bobot badan dengan litter size dan kidding interval berdasarkan nilai korelasi masing-masing diperoleh 0,21 dan 0,62. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara bobot badan dengan litter size dan kidding interval kambing Kejobong. Hubungan antara bobot badan dengan litter size diperoleh korelasi rendah, sedangkan dengan kidding interval diperoleh korelasi sedang. | The purpose of the research to find out the relationship between body weight and litter size and kidding interval Kejobong goats at the Ngudi Dadi Summit, Kejobong District, Purbalingga Regency. The research material used was 30 adult female Kejobong goats who had given birth or given birth at least 2 times. The method used is a survey with data collection techniques purposive sampling. The observed variables are body weight, litter size and kidding interval Kejobong goats at the Ngudi Dadi Summit. The data obtained were analyzed using quantitative descriptive analysis by grouping each variable, aiming to provide an overview and explain the condition of the Kejobong goat farm, especially at the Ngudi Dadi Summit. The results obtained from the study showed that adult female Kejobong goats that have given birth at least 2 times have an average body weight of 31.22 ± 4.68 kg, an average litter size 1.83 ± 0.37 days, and the mean kidding interval that 89 ± 2 days. Regression analysis obtained the result that body weight had no significant effect (P>0.05) on litter size with the regression equation Y = 0.02X + 1.31 while body weight with kidding interval significant effect (P<0.05) with the regression equation Y = 0.27X + 80.68. Body weight has a positive association with litter size and kidding intervals. The shape of the relationship between body weight and litter size and kidding interval based on the value of determination respectively is 4.42% and 38.89%. The degree of closeness of the relationship between body weight and litter size and kidding interval based on the correlation value each obtained 0.21 and 0.62. Based on the results of the study it can be concluded that there is a relationship between body weight and litter size and kidding interval Kejobong goat. The relationship between body weight and litter size obtained a low correlation, whereas with kidding interval moderate correlation is obtained. | |
| 35760 | 38862 | E1A019233 | Permohonan Pembatalan Perkawinan Karena Pemalsuan Akta Cerai (Studi Putusan Nomor : 72/Pdt.G/2022/PA.Sor) | Pembatalan perkawinan merupakan batalnya suatu perkawinan karena tidak memenuhi rukun dan syarat sahnya perkawinan. Salah satu penyebab terjadinya pembatalan perkawinan adalah karena adanya pemalsuan identitas diri baik dari pihak suami maupun istri, seperti dalam perkara mengenai pembatalan perkawinan pada Pengadilan Agama Soreang dengan Putusan Nomor 72/Pdt.G/2022/PA.Sor. Pembatalan perkawinan dalam perkara ini terjadi karena adanya pemalsuan identitas oleh Termohon II (istri) yang mengaku sebagai janda cerai hidup, padahal pada kenyataannya masih berstatus sebagai istri sah dari pria lain dengan memalsukan akta cerai. Peneliti mengangkat rumusan masalah mengenai bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena pemalsuan akta cerai pada Putusan Pengadilan Agama Soreang Nomor 72/Pdt.G/2022/PA.Sor, serta akibat hukum yang ditimbulkan dari adanya suatu pembatalan perkawinan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi dokumenter. Data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data menggunakan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat diambil simpulan bahwa pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan hanya mendasarkan pada penjelasan Pasal 3 ayat (1), Pasal 9 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 71 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam. Karena Termohon II telah memalsukan identitas diri dengan akta cerai palsu dan mengaku sebagai janda cerai hidup padahal kenyataannya masih berstatus sebagai istri sah dari pria lain, maka menurut peneliti terhadap pertimbangan hukum hakim sebaiknya dilengkapi dengan penjelasan Pasal 40 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam mengenai seorang pria yang dilarang menikahi seorang wanita yang masih terikat perkawinan dengan pria lain. Akibat hukum bagi suami istri terhadap pembatalan perkawinan adalah perkawinan tersebut menjadi batal dan dianggap tidak pernah terjadi perkawinan. | Marriage annulment is the cancellation of a marriage because it does not fulfill the pillars and conditions for a valid marriage. One of the causes of marriage annulment is due to falsification of personal identity on the part of both the husband or wife, as in the case regarding the annulment of a marriage at the Soreang Religious Court with Decision Number 72/Pdt.G/2022/PA.Sor. The annulment of the marriage in this case occurred due to identity falsification by Respondent II (wife) who claimed to be a living divorcee, when in reality she still had the status of the legal wife of another man by falsifying a divorce certificate. The researcher raises the formulation of the problem regarding how the basis of the judge’s legal considerations in granting the request for annulment of marriage due to falsification of the divorce certificate in the Soreang Religious Court Decision Number 72/Pdt.G/2022/PA.Sor, as well as the legal consequences arising from the cancellation of a marriage. The research method used is normative juridical with analytical prescriptive research spesifications. The data source used is secondary data with data collection method uses a literature study and documentary study. The collected data is then presented in the form of narrative text with a qualitative normative data analysis method. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the judge’s consideration in granting the request for annulment of marriage is only based on the explanation of Article 3 paragraph (1), Article 9 of Law Number 1 of 1974 and Article 71 letter (b) Compilation of Islamic Law. Because Respondent II had falsified her identity with a fake divorce certificate and claimed to be a living divorcee even though in reality she was still the legal wife of another man, according to the researcher, the judge’s legal considerations were not equipped with an explanation of Article 40 letter (a) Compilation of Islamic Law regarding a man who are prohibited from marrying a woman who is still married to another man. The legal consequence for the husband and wife of the cancellation of a marriage is the marriage is void and it’s deemed that the marriage never occured. |