Artikelilmiahs
Menampilkan 35.781-35.800 dari 49.843 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 35781 | 38905 | J1C018056 | REPRESENTASI RASISME DALAM ANIME 86 -EIGHTY SIX- KARYA SUTRADARA TOSHIMASA ISHII | Penelitian ini berangkat dari permasalahan rasisme antarras dan tokoh dalam anime 86 -Eighty Six- sehingga bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk representasi rasisme dan bentuk mitos pada representasi rasisme. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Analisis data menggunakan teknik analisis semiotika Barthes, yang terdiri atas makna denotatif, makna konotatif, dan mitos dari data yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk representasi rasisme secara verbal dan nonverbal serta mengungkap bentuk mitos yang terdapat pada representasi rasisme. Kesimpulan dari penelitian ini, representasi rasisme yang muncul dalam bentuk verbal biasanya terdapat dalam monolog karakter secara langsung, sedangkan dalam bentuk nonverbal melalui monolog karakter yang menandakan adanya suatu tindakan karakter ataupun sistem yang mengatasnamakan kelompok yang melakukan tindak rasisme. Bentuk mitos pada representasi rasisme dalam anime 86 -Eighty Six- berupa menyamakan manusia dengan babi, eksploitasi, pemaksaan, persekusi, ke-mayoritasan, serta kebijakan yang cenderung merugikan pihak lain. Implikasi dari penelitian ini berpengaruh kepada penerapan isu rasisme dalam kehidupan agar bisa lebih menghargai sesama manusia, bisa berbaur dengan siapa saja tanpa memandang ras dan warna, serta bisa saling memahami arti dari sebuah perbedaan. | This research departs from the problem of interracial racism and the characters in the anime 86 -Eighty Six- so that it aims to describe the forms of representation of racism and the mythical forms of representation of racism. Observational and note-taking techniques were used to collect data. Data analysis used Barthes' semiotic analysis technique, which consisted of de-notative meaning, connotative meaning, and myth from the data being analyzed. The results of the study show two forms of representation of racism, verbally and nonverbally, and reveal the forms of myths contained in the representation of racism. The conclusion from this study, repre-sentations of racism that appear in the verbal form are usually found in direct character mono-logues, whereas in non-verbal forms, it is through characters' monologues that indicate the ex-istence of an action character or system on behalf of the group that committed the act of racism. The mythical form of the representation of racism in the anime 86 -Eighty Six- is in the form of equating humans with pigs, exploitation, coercion, persecution, the majority, and policies that tend to harm other parties. The implications of this research affect the application of the issue of racism in life so that we can respect fellow human beings more, mingle with anyone regardless of race and color, and understand each other's understanding of the difference. | |
| 35782 | 38879 | A1C016025 | Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Buah Lokal dan Buah Impor di Purwokerto | Indonesia dikenal sebagai salah satu negara agraris yang dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduknya yang berfungsi untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Salah satu sub sektor yang memegang peranan penting yaitu sektor hortikultura. Produk holtikultura terutama buah merupakan hasil pertanian yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, buah dikategorikan sebagai makanan yang dapat memenuhi kecukupan gizi yang ideal bagi mayoritas masyarakat. Banyumas tercatat dalam 4 tahun terakhir mengalami kenaikan jumlah penduduk sekitar 3,3 % untuk wilayah Purwokerto secara keseluruhan. Peningkatan jumlah penduduk tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan kebutuhan hidup masyarakat salah satunya adalah peningkatan permintaan buah-buahan. Penelitian ini dilakukan di Purwokerto dimulai dari Agustus hingga September 2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik stratified random sampling dengan menggunakan metode aksidental sampling yaitu untuk menentukan responden berdasarkan kebetulan atau yang ditemui peneliti dilapangan dan dianggap sesuai dengan sumber data. Penelitian ini menggunakan 140 responden dengan pembagian secara aksidental dan didapatkan 88 responden perempuan dan 52 responden laki-laki. Pengambilan sampel dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Data yang didapatkan kemudian dianalisis secara deskriptif dan dengan analisis chi square dan Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen dibagi dalam beberapa sosiodemografi yang mana didominasi oleh responden dengan jenis kelamin perempuan dengan usia 25-50 tahun, pendidikan terakhir paling banyak adalah lulusan SMA/sederajat, pekerjaan ibu rumah tangga dengan jumlah keluarga 4-5 orang dan intensitas pembelian buah tidak setiap hari dalam satu minggu dan jenis buah yang dikonsumsi yaitu buah-buahan utuh. Preferensi konsumen untuk buah lokal yaitu ukuran buah yang kecil, rasa buah yang manis, dan jenis yang beragam. Sedangkan untuk buah impor sendiri dengan yaitu ukuran yang besar, warna yang cerah atau menarik, kualitas yang baik, ketersediaan buah di pasaran melimpah, dan juga jenis buah yang beragam. Atribut yang berhubungan dengan pemilihan buah lokal dan buah impor yaitu adalah atribut harga, ukuran, dan kualitas karena memiliki hubungan yang signifikan. Pemilihan atribut yang paling dipertimbangkan dimana mencakup 2 penilaian yaitu kepercayaan dan evaluasi yang menghasilkan sikap konsumen. Atribut buah impor yang memiliki prioritas tertinggi yaitu warna dan kualitas, sedangkan untuk buah lokal yaitu harga dan rasa. | Indonesia, which is known as an agricultural country, is demanded to be able to meet the food needs of its population in order to increase national food security. One of the sub-sectors that plays an important role is the horticulture sector. Horticultural products, especially fruit, are agricultural products that are needed by the community. In addition, fruit is categorized as food that can fulfill the ideal nutritional adequacy for the majority of people. Banyumas recorded in the last 4 years an increase in population of around 3.3% for the Purwokerto area as a whole. The increase in population is directly proportional to the increase in demand for people's living needs, one of which is an increase in demand for fruits. This research was conducted in the city of Purwokerto starting August to September 2022. The sampling technique used stratified random sampling using the accidental sampling namely to determine respondents based on coincidence or those encountered by researchers in the field and considered appropriate to the data source. This study used 140 respondents by accidental distribution and obtained 88 female respondents and 55 male respondents. Sampling was done by distributing questionnaires to respondents. The data obtained was then analyzed descriptively and with chi square and Fishbein analysis. The research results show that consumer characteristics are divided into several socio demographics which are dominated by female respondents with an average age of 25-50 years, the most recent education is high school graduates/equivalent, housewife occupations with an average family size of 4 -5 people and the intensity of buying fruit is not every day in one week and the type of fruit consumed is whole fruit. Consumer preferences for local fruit are small fruit size, sweet fruit taste, and various types. As for imported fruit itself, the attributes are large size, bright or attractive color, good quality, abundant fruit availability in the market, and also various types of fruit. Attributes related to the selection of local fruit and imported fruit are price attributes, size, and quality because it has a significant relationship. Selection of the most considered attributes which includes 2 assessments, namely trust and evaluation that produce consumer attitudes. The attributes of imported fruit that have the highest priority are color and quality, while the attributes of local fruit are price and taste. | |
| 35783 | 38880 | D1A019146 | PERBANDINGAN ANTARA DUA KANDANG YANG BERBEDA TERHADAP RASIO KONVERSI PAKAN DAN BOBOT PANEN AYAM BROILER | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara kandang A dan kandang B dengan kondisi sisi lingkungan yang berbeda terhadap FCR dan bobot panen ayam broiler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu dengan sasaran yang dituju adalah kandang A dan kandang B di peternakan ayam broiler di CV Serayu Farm, Desa Losari Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa tengah. Metode analisis menggunakan uji T berpasangan.Variabel yang digunakan adalah variabel independent berupa kandang A dan kandang B, dan variabel dependent berupa Rasio Konversi Pakan (FCR) dan bobot panen ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FCR dan bobot panen pada kandang A dan kandang B berbeda tidak nyata dan hasil hipotesisnya tidak signifikan. | This study aims to determine the comparison between cage A and cage B with different environmental conditions on FCR and harvest weight of broiler chickens. The method used in this study was the survey method, with the target being cage A and cage B at the broiler farm at CV Serayu Farm, Losari Village, Rawalo District, Banyumas Regency, Central Java Province. The analysis method used paired T test. The variables used were independent variables in the form of cage A and cage B, and dependent variables in the form of Feed Conversion Ratio (FCR) and harvest weight of broiler chickens. The results showed that FCR and harvest weight in cage A and cage B were not significantly different and the results of the hypothesis were not significant. | |
| 35784 | 38881 | C1L018032 | Perbedaan Efektivitas Penggunaan Metode Pembelajaran Peer Teaching dikombinasikan dengan Kooperatif Jigsaw dan Media Pembelajaran Blendspace terhadap Hasil Belajar Kognitif | Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian menggunakan non-equivalent control group design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelas dengan metode pembelajaran peer teaching dikombinasikan pembelajaran kooperatif Jigsaw II dan kelas yang menggunakan metode ceramah; perbedaan hasil belajar antara kelas yang menggunakan media Blendspace dan media PowerPoint; dan perbedaan hasil belajar kognitif kelas yang menggunakan metode pembelajaran peer teaching dikombinasikan pembelajaran kooperatif Jigsaw II dan media pembelajaran Blendspace dengan hasil belajar kognitif kelas yang menggunakan metode pembelajaran ceramah dan media pembelajaran PowerPoint. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Baturraden tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan teknik random sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas dengan metode pembelajaran peer teaching dikombinasikan pembelajaran kooperatif Jigsaw II dan kelas yang menggunakan metode ceramah, (2) tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas yang menggunakan media Blendspace dan media PowerPoint, (3) terdapat perbedaan hasil belajar kognitif kelas yang menggunakan metode pembelajaran peer teaching dikombinasikan pembelajaran kooperatif Jigsaw II dan media pembelajaran Blendspace dengan hasil belajar kognitif kelas yang menggunakan metode pembelajaran ceramah dan media pembelajaran PowerPoint. Penggunaan metode pembelajaran peer teaching dikombinasikan dengan kooperatif Jigsaw dan media pembelajaran Blendspace lebih efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik dibanding metode pembelajaran ceramah dan media PowerPoint. Nilai post-test kelas eksperimen lebih tinggi dibanding nilai post-test kelas kontrol. Hasil belajar kelas eksperimen rata-ratanya adalah sebesar 68,48, sedangkan hasil belajar kelas kontrol rata-ratanya adalah sebesar 52,57. Implikasi dari kesimpulan diatas adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, pendidik sebaiknya memperhatikan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi hasil belajar terutama dari faktor metode pembelajaran dan media pembelajaran yang digunakan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan metode dan media pembelajaran yang disesuaikan dengan materi pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Selain itu, sekolah juga dapat melakukan pelatihan bagi para pendidik terkait pemilihan metode pembelajaran dan pemanfaatan media pembelajaran. | This research is an experimental study with a research design using non-equivalent control group design. This study aims to determine the difference in learning outcomes between classes that use the peer teaching learning methods combined with Jigsaw II cooperative learning and classes that use the lecture method; differences in learning outcomes between classes using Blendspace media and PowerPoint media; and differences of cognitive learning outcomes using peer teaching learning methods combined with Jigsaw II cooperative learning and Blendspace with learning outcomes that using conventional methods and PowerPoint. The population in this study is the entire of class XII IPS at SMA Negeri 1 Baturraden. This study used sampling techniques with random sampling techniques. Based on the results of this research and data analysis, it shows that: (1) there are differences in learning outcomes between classes that use peer teaching learning methods combined with Jigsaw II cooperative learning and classes that use the conventional method, (2) there are differences in learning outcomes between classes that use Blendspace and PowerPoint, (3) there are no differences in cognitive learning outcomes of classes that use peer teaching learning methods combined with cooperative learning Jigsaw II and Blendspace with cognitive learning outcomes that use lecture learning methods and PowerPoint. The use of peer teaching learning methods combined with Jigsaw cooperatives and Blendspace learning media is more effective in improving student learning outcomes than lecture learning methods and PowerPoint media. The post-test value of the experimental class is higher than the post-test value of the control class. The average experimental class learning outcomes were 68.48, while the average control class learning outcomes were 52.57. The implication of the conclusion above is that to improve student learning outcomes, teacher should pay attention to external factors that can affect to learning outcomes, especially from method and learning media that used in learning process. Efforts that can be made to apply learning methods and media that are adapted to the learning material so that learning objectives can be achieved optimally. In addition, schools can also conduct training for educators related to the selection of learning methods and the use of learning media. Keywords: Peer Teaching, Jigsaw II Cooperative Learning, and Blendspace. | |
| 35785 | 44655 | C1H020034 | PENGARUH WORK STRESS TERHADAP PERILAKU CYBERLOAFING , DENGAN KOMITMEN TERHADAP SUPERVISOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI KABUPATEN BANYUMAS | Abstrak Badan Usaha Milik Desa yang ada di Kabupaten Banyumas yang tergolong perusahaan menengah yang masih kurang dalam mentapkan kebijakan yang lengkap dan jelas terkait penggunaan perangkat dan jaringan di tempat kerja bagi para pegawai serta kontrol yang baik dalam penegasan mengenai penggunaan yang tepat dan batasan-batasannya. Dan perilaku Cyberloafing yang dilakukan karena kurangnya pengawasan, aturan yang berlaku, dan penguasaan kerja yang membuat rasa ambigu sehingga timbulah Stres dalam Bekerja para karyawan merupakan pelarian para karyawan. Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi pada karyawan yang merasa stress kerja yang membuat timbulnya kegiatan cyberloafing sebagai pelarian. Perilaku cyberloafing saat ini sudah terjadi pada perusahaan yang sedang berkembang seperti pada para pegawai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di Kabupaten Banyumas. Selain itu factor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan perusahaan adalah seorang supervisor yang juga harus dapat memastikan bahwa anggota memahami pentingnya focus pada tugas dan tanggungjawab mereka dilingkungan kerja maka dari itu dalam penelitian ini Commitment to Supervisor merupakan Variabel Moderasi antara Variabel Work Stres terhadap Variabel Cyberloafing. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif menggunakan kuisioner dan dihitung menggunakan perhitungan statistika SPSS dengan Analisis Regresi Linier Sederhana dan Moderating Regression Analysis (MRA). Objek penelitian ini merupakan karyawan atau anggota BUMDes di Kabupaten Banyumas. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan 117 responden dari 11 BUMDes di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan analisis dalam penelitian ini menunjukan hasil sebagai berikut: (1) Work Stres berpengaruh positif terhadap Cyberloafing; (2) Commitment to Supervisor dapat memoderasi pengaruh Work Stres terhadap Cyberloafing. Kata Kunci: Badan Usaha Milik Desa, Work Stress, Cyberloafing, Commoitment to Supervisor | Abstrack Badan Usaha Milik Desa in Banyumas Regency, which are classified as medium-sized companies, are still lacking in establishing complete and clear policies regarding the use of devices and networks in the workplace for employees and good control in affirming proper use and limitations. And Cyberloafing behavior is carried out due to lack of supervision, applicable rules, and work mastery that makes a sense of ambiguity so that Stress in working employees is the escape of employees. This research aims to find out the problems that occur in employees who feel work stress that makes the emergence of cyberloafing activities as an escape. Cyberloafing behavior has now occurred in developing companies such as employees of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Banyumas Regency. In addition, an important factor that can affect company growth is a supervisor who must also be able to ensure that team members understand the importance of focusing on their duties and responsibilities in the work environment, therefore in this study Commitment to Supervisor is a Moderating Variable between Work Stress Variables on Cyberloafing Variables. This research uses Quantitative methods using questionnaires and is calculated using SPSS statistical calculations with Simple Linear Regression Analysis and Moderating Regression Analysis (MRA). Objek dalam penelitian ini adalah karyawan atau anggota BUMDes di Kabupaten Banyumas. Sampel dalam penelitian ini menggunakan objek penelitian ini adalah karyawan atau anggota BUMDes di Kabupaten Banyumas. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan jumlah 117 responden dari 11 BUMDes di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan analisis dalam penelitian ini, hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut: (1) Stres Kerja berpengaruh positif terhadap Cyberloafing; (2) Komitmen pada Atasan dapat memoderasi pengaruh Stres Kerja terhadap Cyberloafing. Berdasarkan analisis dalam penelitian ini, hasilnya menunjukkan sebagai berikut: (1) Stres Kerja berpengaruh positif terhadap Cyberloafing; (2) Komitmen pada Atasan dapat memoderasi pengaruh Stres Kerja terhadap Cyberloafing. Keybords: Badan Usaha Milik Desa, Work Stress, Cyberloafing, Commoitment to Supervisor | |
| 35786 | 45262 | B1A020001 | Profil Anatomi, Kandungan Antosianin, dan Polifenol Tanaman Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Pelarut Berbeda | Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah tanaman merambat dari famili Fabaceae. Penelitian mengenai anatomi daun bunga telang masih terbatas namun penting untuk memahami adaptasi tanaman terhadap lingkungan. Studi menunjukkan bahwa bunga telang mengandung antosianin dan polifenol yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Ekstraksi sebelumnya menggunakan air dan etanol, tetapi belum dengan pelarut polar lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan profil anatomi daun dan pengaruh pelarut yang berbeda terhadap kandungan antosianin dan polifenol pada bunga telang. Metode yang digunakan termasuk survei dan pengambilan sampel acak sebanyak 25 sampel daun untuk pengamatan anatomi, yang dilakukan dari Maret hingga Juli 2024. Spesimen anatomi disiapkan menggunakan metode replika dan embedding. Parameter yang diamati meliputi lebar dan panjang stomata, kepadatan stomata, indeks stomata, ketebalan kutikula, epidermis, mesofil, dan rasio palisade. Analisis antosianin dilakukan dengan metode pH diferensial, dan analisis polifenol menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Hasil menunjukkan variasi dalam anatomi daun bunga telang di Purwokerto. Pelarut yang berbeda secara signifikan mempengaruhi kandungan total antosianin dan polifenol. Analisis BNJ menunjukkan bahwa ekstraksi menggunakan etanol menghasilkan kandungan antosianin tertinggi (24,07 ± 3,8 mg/100g), sedangkan ekstraksi dengan aseton menghasilkan kandungan polifenol tertinggi (319,6 ± 21,1 mgGAE/g). | The butterfly pea (Clitoria ternatea L.) is a climbing plant in the Fabaceae family. Research on its leaf anatomy is limited but important for understanding plant adaptation to the environment. Studies show that butterfly pea flowers contain anthocyanins and polyphenols, which have antioxidant potential. Previous extractions used water and ethanol, but not other polar solvents. This study aims to determine the anatomical profile of leaves and the effect of different solvents on anthocyanin and polyphenol content in butterfly pea flowers. Methods included surveys and random sampling of 25 leaf samples for anatomical observations, conducted from March to July 2024. Anatomical specimens were prepared using replica and embedding methods. Observed parameters included stomata width and length, density, index, cuticle thickness, epidermis, mesophyll, and palisade ratio. Anthocyanin analysis was done using the differential pH method, and polyphenol analysis used the Folin-Ciocalteu method. Results showed variations in leaf anatomy in Purwokerto. Different solvents significantly affected anthocyanin and polyphenol content. BNJ analysis indicated that ethanol extraction yielded the highest anthocyanin content (24.07 ± 3.8 mg/100g), while acetone extraction resulted in the highest polyphenol content (319.6 ± 21.1 mgGAE/g). | |
| 35787 | 38882 | L1A018038 | Ekowisata Di Pantai Ujungnegoro, Batang, Jawa Tengah | Penelitian ini berjudul “Ekowisata Di Pantai Ujungnegoro, Batang, Jawa Tengah”. Ekowisata perairan merupakan wisata yang memiliki konsep ekowisata yang terdiri atas wisata perairan daratan dan bahari. Ekowisata dibuat berdasarkan pengembangan ekonomi masyarakat sekitar. Objek utama wisata perairan daratan adalah sumber daya air, lingkungan, pemandangan (view), dan biota air. Tujuan penelitian untuk mengetahui ekowisata di Pantai Ujungnegoro, Batang, Jawa Tengah dan Daya Dukung Kawasan. Metode yang digunakan yaitu metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian Kondisi ekowisata Pantai Ujungnegoro merupakan sebuah pantai yang terletak di pantai utara laut jawa termasuk kedalam kawasan konservasi Laut Daerah (KKLD) Ujungnegoro dengan tujuan untuk upaya pelestarian terhadap sumberdaya ikan. Upaya pemanfaatan yang dilakukan untuk menangkap ikan mengunakan alat penangkapan sederhana oleh nelayan tradisional diantaranya ikan pelagis dan demersial. Sementara, jenis ikan yang biasa tertangkap antara lain ikan kakap, kerapu dan baronang. | This research is entitled "Ecotourism in Ujungnegoro Beach, Batang, Central Java". Aquatic ecotourism is tourism that has an ecotourism concept consisting of inland and marine tourism. Ecotourism is made based on the economic development of the surrounding community. The main objects of inland waters tourism are water resources, environment, view, and aquatic biota. The research objective was to determine ecotourism in Ujungnegoro Beach, Batang, Central Java and the Region's Supporting Capacity. The method used is the method of observation and interviews. The results of the research Ecotourism condition Ujungnegoro Beach is a beach located on the north coast of the Java Sea included in the Ujungnegoro Marine Protected Area (MPA) with the aim of preserving fish resources. Utilization efforts made to catch fish using simple fishing gear by traditional fishermen include pelagic and demercial fish. Meanwhile, the types of fish commonly caught include snapper, grouper and baronang. | |
| 35788 | 38883 | I1C018070 | FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN MASKER SHEET DARI EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica) SEBAGAI ANTIOKSIDAN | Ekstrak etanol herba pegagan diketahui memiliki aktivitas antioksidan karena mengandung flavonoid dan triterpenoid sehingga dapat dikembangkan menjadi sediaan masker sheet yang dapat memudahkan pengguna untuk merasakan efek dari pegagan dengan penggunaannya yang efisien dan higienis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula sediaan masker sheet ektrak herba pegagan yang optimum dan aktivitasnya sebagai antioksidan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan membuat sediaan masker sheet menggunakaan 4 konsentrasi ekstrak yang berbeda yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6%. Pengamatan yang dilakukan adalah mutu fisik untuk mendapatkan formula yang optimum dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan formula optimum diperoleh pada Formula III yang memenuhi syarat mutu fisik dengan aktivitas antioksidan kuat (nilai IC50 sebesar 95.694 ppm). | The ethanol extract of Centella asiatica herb is known to have antioxidant activity because it contains flavonoids and triterpenoids so that it can be developed into sheet mask preparations that can make it easier for users to feel the effects of gotu kola by using it efficiently and hygienically. The purpose of this study was to determine the optimum formula for sheet mask preparations of Centella asiatica herb extract and its activity as an antioxidant. This research is an experimental research with the stages of making sheet mask preparations using 4 different extract concentrations, namely 0%, 2%, 4%, and 6%. Observations made were the physical quality to obtain the optimum formula and antioxidant activity using the DPPH method. The results showed that the optimum formula was obtained in Formula III which met the requirements for physical quality with strong antioxidant activity (IC50 value of 95,694 ppm). | |
| 35789 | 37955 | J1C018053 | Representation of Tatemae-Honne, Ganbaru, and Bushido on Saber’s Character in Fate/Zero Anime by Gen Urobuchi | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi tatemae-honne, ganbaru, dan bushido pada tokoh Saber dalam anime Fate/Zero karya Gen Urobuchi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan metode simak dan teknik catat. Teori yang digunakan adalah semiotika Fiske yang menggunakan level realitas, representasi, dan ideologi. Analisis dilakukan dengan menganalisis tanda-tanda yang tersembunyi dibalik adegan dan dialog dalam anime Fate/Zero yang melibatkan tokoh Saber dan diolah berdasarkan masing-masing level dalam semiotika Fiske. Pada level realitas, penelitian ini mengupas dari aspek penampilan, lingkungan, dan perilaku. Pada aspek representasi, analisis dilakukan baik dari kode teknis dan konvensional. Kemudian pada level ideologi, akan dianalisis ideologi bushido yang tergambarkan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa tatemae dan honne lebih banyak digunakan untuk menyikapi hubungan antara Saber dengan master-nya, yaitu Kiritsugu. Ganbaru difokuskan dalam cara Saber dalam menyikapi segala rintangan dan kesulitan dalam menghadapi Holy Grail War. Sementara, dalam melakukan tatemae-honne dan ganbaru, disaat yang bersamaan, Saber juga mempraktikkan delapan kode etik kesatria dalam bushido tanpa gagal. | The purpose of this research were to determine the representation of tatemae-honne, ganbaru, and bushido on the Saber’s character in the Fate/zero anime by Gen Urobuchi. The research method used is descriptive qualitative. The data collection technique that have been used was observing method and note taking technique. The theory that been used were Fiske's semiotics which uses the level of reality, representation, and ideology. The analysis is done by analyzing the hidden signs behind the scenes and dialogues in the anime Fate/zero which involves Saber’s character and processed based on each level in Fiske's semiotics. At the reality level, this study examines the aspects of appearance, environment, and behavior. At the representation level, this study examines both technical and conventional codes. Then at the ideological level, the Bushido ideology will be analyzed. The results of the research explain that tatemae and honne are mostly used by her to deal with complicated relationship with Kiritsugu, which is her master. Ganbaru is focused on his way of dealing with all the obstacles and difficulties in the face of the holy grail war. Meanwhile, in the process of doing tatemae-honne and ganbaru, at the same time, Saber also practiced the chivalry codes of bushido without fail. | |
| 35790 | 44031 | C1C020072 | Pengaruh Corporate Social Responsibility, Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Penjualan, Leverage dan Likuditas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Kontrol | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh corporate social responsibility, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, leverage, likuiditas terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel kontrol, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi penelitian adalah perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018-2022 yang berjumlah 135 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang didapat dianalisis menggunakan uji regresi analisis linear berganda melalui IBM SPSS 26. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa: 1) Corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, 2) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, 3) Pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, 4) Leverage berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, 5) Likuditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Implikasi dari penelitian yaitu dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan manajemen perusahaan dapat terus memperhatikan pengelolaan hutangnya dengan baik agar dapat menghasilkan keuntungan. Selain itu diharapkan hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangkan bagi pihak manajemen, investor atau pihak yang berkepentingan lainnya dalam mengambil keputusan dan kebijakan berinvestasi sehingga dapat menghasilkan investasi yang optimal serta dalam melakukan penilaian terhadap nilai suatu perusahaan. | This study aims to analyze the effect of corporate social responsibility, company size, sales growth, leverage, liquidity on firm value with profitability as the control variable, using a quantitative approach with the research population being non-cyclical consumer sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2018-2022 period totaling 135 companies. The sampling technique obtained Analyzed using multiple linear analysis regression tests through IBM SPSS 26. Based on the results of data analysis found that: 1) Corporate social responsibility has no effect on firm value, 2) Company size has no effect on firm value, 3) Sales growth has no effect on firm value, 4) Leverage has a negative effect on firm value, 5) Likuditas has no effect on firm value. The implication of the research is that in an effort to increase the value of the company, company management can continue to pay attention to managing its debt properly in order to generate profits. In addition, it is hoped that the results of this study can be used as material for consideration for management, investors or other interested parties in making investment decisions and policies so as to produce optimal investment and in assessing the value of a company. | |
| 35791 | 39052 | L1C016058 | STUDI PERBANDINGAN SAMPAH PLASTIK MAKRO DAN MESO PADA SEDIMEN DI KAWASAN MANGROVE KALI IJO KABUPATEN KEBUMEN | Sampah plastik merupakan masalah yang masih belum terpecahkan yang berpotensi memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Sampah plastik mengalami proses degradasi dan dapat mengubah strukturnya. Salah satu ekosistem yang menjadi akumulator sampah plastik adalah ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik sampah plastik di kawasan mangrove muara Kali Ijo dan membandingkan sampah plastik makro dan meso di kawasan tersebut. Metode observasi ini mengumpulkan sampah plastik kemudian dianalisis berdasarkan kategorinya dan klasifikasi berdasarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hasil penelitian menunjukan bahwa total sampah plastik yang ditemukan di sekitar kawasan mangrove Muara Kali Ijo sebanyak 2,86 keping/m2, untuk berat total sampah plastik rata-rata sebesar 33, 9 gr/m2. Hasil yang didapat bahwa jenis sampah plastik yang dominan yaitu jenis PL 07 (kantong plastik) dengan jumlah 202 keping untuk ukuran makro dan 23 untuk ukuran meso. Dari jenis yang didapat bahwa PL 07 mengalami degradasi, namun proses degredasi terjadi dalam waktu yang sangat panjang. Seiring dengan berjalannya waktu partikel makroplastik akan terdegradasi kemudian membentuk retakan, menguning sehingga akan terbagi menjadi partikel mesoplastik dan mikroplastik. Keberadaan sampah plastik dari berbagai ukuran di perairan laut dapat membahayakan kelangsungan hidup bagi biota laut. | Plastic waste is a still unsolved problem that has the potential to have a negative impact on the environment. Plastic waste undergoes a degradation process and can change its structure. Mangrove ecosystem was one of plastic accumulator. The purpose of this study was to identified the characteristics of plastic waste in the mangrove area of Kali Ijo and to compare the macro and meso plastic. Plastic samples collected in the mangrove area and analyzed based on their categories and classifications based on Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). The results showed that the plastic waste found in the research area was 2.86 pieces/m2 with total weight of plastic waste on average 33.9 gr/m2. The dominant type of plastic waste was the plastic bag (PL 07) with a total of 202 pieces for macro and 23 for meso size. From the type obtained, plastic bag was degraded, but the degredation process occurs in a very long time. Over time macroplastic particles will degrade then form cracks, yellowing so that they will be divided into mesoplastic and microplastic particles. The presence of plastic waste of various sizes in marine waters potential has endanger the survival of marine life. | |
| 35792 | 38925 | C1B019112 | PERAN PEMASARAN KONTEN DAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT DONASI CROWDFUNDING SOSIAL BERBASIS TEKNOLOGI (STUDI KASUS MAHASISWA UNSOED) | Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji dampak content marketing dan usability terhadap minat generasi milenial dalam melakukan donasi crowdfunding. Kajian ini secara khusus akan mengkaji: pertama, pengaruh content marketing terhadap minat generasi milenial untuk berdonasi crowdfunding; dan kedua, pengaruh kemudahan penggunaan terhadap minat generasi milenial untuk berdonasi crowdfunding. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Indonesia. Menurut perkiraan menggunakan rumus Rao Purba (2006), ukuran sampel minimal adalah 96 orang. Temuan menunjukkan bahwa content marketing (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap niat mahasiswa untuk berdonasi di platform crowdfunding. Oleh karena itu, hipotesis pertama tidak didukung. Di sisi lain, hipotesis kedua yang menyatakan persepsi kemudahan penggunaan teknologi berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam donasi crowdfunding. Kami menyimpulkan bahwa pemasaran konten dan persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh simultan terhadap minat donasi crowdfunding. Studi ini berkontribusi pada kemajuan Teori Model Penerimaan Teknologi untuk penggalangan dana sosial berbasis digital. Crowdfunding memungkinkan aktivis bisnis sosial atau nirlaba untuk mendanai inisiatif mereka dengan meminta kontribusi yang relatif sederhana dari banyak individu. | This study intends to examine the impact of content marketing and usability on the interest of the millennial age in making crowdfunding donations. This study will specifically examine: first, the effect of content marketing on the millennial generation's interest in making crowdfunding donations; and second, the effect of ease of use on the millennial generation's interest in making crowdfunding donations. All active students from the Faculty of Economics and Business at Universitas Jenderal Soedirman Indonesia comprised the study population. According to estimates using the Rao Purba formula (2006), the minimal sample size is 96 individuals. The findings suggests that content marketing (X1) has no significance influence on students’ intention to donate at crowdfunding platform. Therefore, the first hypothesis was not supported. On the other hand, the second hypothesis stating that perceive ease of use on technology has significant influence on student interest in crowdfunding donations. We conclude that content marketing and perceived ease of use have a simultaneous influence on the interest in crowdfunding donations. This study contributes to the advancement of the Technology Acceptance Model Theory for digitally-based social fundraising. Crowdfunding enables social or non-profit business activists to fund their initiatives by soliciting relatively modest contributions from numerous individuals. | |
| 35793 | 38884 | E1A019344 | PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENETAPAN DISPENSASI KAWIN ( Tinjauan Yuridis Penetapan Pengadilan Agama Padang Sidempuan Nomor: 16/Pdt.P/2022/PA.Psp ) | Batas usia perkawinan diatur dalam Pasal 7 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 yaitu baik pria maupun wanita adalah 19 tahun. Namun apabila terdapat keadaan mendesak yang menyebabkan seseorang harus melangsungkan perkawinan di bawah umur, maka orang tua pihak wanita dan/atau pria dapat meminta dispensasi kepada Pengadilan dengan alasan sangat mendesak disertai bukti-bukti pendukung yang cukup. Rumusan masalahnya adalah apa faktor dan alasan yang melatar belakangi diajukannya permohonan dispensasi kawin dan bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin terhadap anak di bawah umur pada Penetapan Pengadilan Agama Padang Sidempuan Nomor 16/Pdt.P/2022/PA.Psp. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian menggunakan perspektif analisis, sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder, metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan dan metode analisis dengan menggunakan normatif kualitatif. Hasil penelitian permohonan dispensasi kawin anak pemohon berusia 17 tahun dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal. faktor internal (diri sendiri) dan faktor eksternal (ekonomi, keterbatasan pendidikan dan tradisi/agama) serta alasan pemohon mengajukan permohonan dispensasi kawin ialah karena anak pemohon sudah saling mencintai satu sama lain, menikah bukan karena paksaan orang tua dan kekhawatiran hakim akan terjadi perzinaan dikemudian hari. Hakim Pengadilan Agama Padang Sidempuan berwenang mengadili perkara Nomor 16/Pdt.P/2022/PA/Psp berdasarkan Pasal 49 Undang-Undang No. 3 Tahun 2006 jo Undang-Undang No.50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama. Hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin berdasar Pasal 7 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 tentang batas usia perkawinan 19 tahun & dapat mengajukan dispensasi kawin ke pengadilan agama dengan alasan mendesak dan disertai bukti pendukung yang cukup. Dalam penetapan ini alasan diajukannya dispensasi kawin tidak bertentangan dengan peraturan sehingga majelis hakim dalam penetapannya mengabulkan permohonan tersebut. Menurut penulis hakim mengabulkan dispensasi kawin tanpa mempertimbangkan alasan dalam keadaan mendesak seperti yang diatur dalam Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan. Kata Kunci : Penetapan, Dispensasi Kawin. | The age limit for marriage is regulated in Article 7 paragraph (1) and (2) of Law Number 16 of 2019, namely that both men and women are 19 years old. However, if there is an urgent situation that causes a person to enter into an underage marriage, then the parents of the woman and/or man can ask for a dispensation from the Court with very urgent reasons accompanied by sufficient supporting evidence. The formulation of the problem in this research is what are the factors and reasons behind the application for marriage dispensation and what is the basis for the judge's legal considerations in granting the request for marriage dispensation for minors in the Determination of the Padang Sidempuan Religious Court Number 16/Pdt.P/2022/PA. Psp. The method used is normative juridical, the research specifications use an analytical perspective, the data sources used are secondary data sources, the data collection method uses literature study and the analysis method uses qualitative normative. The results of the research on the request for dispensation from marriage for the applicant's child aged 17 years can be concluded that there are internal and external factors. internal factors (self) and external factors (economy, educational limitations and traditions/religion) and the reason for the applicant submitting a marriage dispensation application is because the applicant's children already love each other, married not because of coercion of parents and the judge's concern that adultery will occur in the future day. The Padang Sidempuan Religious Court judge has the authority to try case Number 16/Pdt.P/2022/PA/Psp based on Article 49 of Law No. 3 of 2006 in conjunction with Law No. 50 of 2009 concerning the Religious Courts. The judge in granting the request for marriage dispensation based on Article 7 paragraph (1) and (2) of Law no. 16 of 2019 concerning the marriage age limit of 19 years & can apply for a marriage dispensation to the religious court with urgent reasons and accompanied by sufficient supporting evidence. In this stipulation, the reason for submitting a marriage dispensation does not conflict with the regulations so that the panel of judges in its stipulation granted the request. According to the author, the judge granted the dispensation of marriage without considering the reasons in an urgent situation as stipulated in Article 7 paragraph (2) of Law no. 16 of 2019 concerning Marriage. Keyword : Determination, Marriage Dispensation. | |
| 35794 | 38885 | B1B017029 | THE EFFECT OF DIFFERENT COMPOST CONCENTRATION ON Allium ascalonicum L. AND Eleutherine bulbosa Merr. GROWTH AND YIELDS | Bawang merah (Allium ascalonicum L.) dan bawang dayak (Eleutherine bulbosa Merr.) merupakan rempah-rempah yang sudah dikenal luas dan sering digunakan untuk kebutuhan dapur. Selain sebagai pelengkap bumbu dapur, bawang bombay juga dapat digunakan sebagai obat tradisional karena mengandung polifenol, alkaloid, flavonoid, kuinon, tanin, steroid, monoterpenoid, dan seskuiterpenoid. Multifungsi bawang merah membuat permintaan pasar meningkat dan perlu adanya peningkatan pasokan barang. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah melalui teknik budidaya dengan pemberian pupuk kompos. Pupuk kompos yang ditambahkan pada media tanam bertujuan untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme dalam tanah, memperbaiki sifat fisik tanah dan menambah unsur hara tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos Tricho terhadap pertumbuhan A. ascalonicum dan E. bulbosa. 2) Menentukan konsentrasi pupuk kompos Tricho yang tepat untuk pertumbuhan A. ascalonicum dan E. bulbosa. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 8 perlakuan yaitu V1K0, V1K1, V1K2, V1K3, V2K0, V2K1, V2K2, dan V2K3 dengan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5%, dilanjutkan dengan analisis LSD. Variabel terikat dari penelitian ini adalah pertumbuhan A. ascalomicum dan E. bulbose sedangkan variabel bebasnya adalah konsentrasi kompos Tricho. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah umbi per polibag, diameter umbi, berat basah umbi, dan panjang umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos Tricho dengan berbagai variasi konsentrasi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil umbi A. ascalonicum dan E. bulbosa. Pemberian pupuk kompos Tricho dengan konsentrasi 75% merupakan konsentrasi pupuk kompos Tricho yang sesuai untuk pertumbuhan A. ascalonicum dan E. bulbosa. | Shallots (Allium ascalonicum L.) and Dayak onion (Eleutherine bulbosa Merr.) are well known spices that often use for kitchen needs. Besides being a complement to kitchen spices, onions can also be used as a traditional medicine because they contain polyphenols, alkaloids, flavonoids, quinones, tannins, steroids, monoterpenoids and sesquiterpenoids. The multifunctionality of onions make the market demand increase and it is necessary to increase the supply of goods. One of the efforts to increase onion production is through cultivation techniques by applying compost. Compost fertilizer added to the growing medium aims to increase the activity of microorganisms in the soil, improve the physical properties of the soil and add soil nutrients. The purposes of this research are 1) to know the effect of Tricho compost fertilizer on the growth of A. ascalonicum and E. bulbosa. 2) To Determine the appropriate concentration of Tricho compost fertilizer for the growth of A. ascalonicum and E. bulbosa. The study was conducted with a factorial completely randomized design (FCRD) consisting of 8 treatments of V1K0, V1K1, V1K2, V1K3, V2K0, V2K1, V2K2, and V2K3 with 3 replications each. The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at an error rate of 5%, followed by LSD analysis. The dependent variable of this study is the growth of A. ascalomicum and E. bulbose while the independent variable is the concentration of Tricho compost. The parameters observed are plant height, number of bulbs per polybag, bulb diameter, wet weight of bulbs, and bulb length. The result of administration of Tricho compost fertilizer with variant concentration has significant effect on A. ascalonicum and E. bulbosa growth and yields. Tricho compostfertilizeradministration with concentration of 75% was the appropriate concentration of Tricho compost fertilizer for the growth of A. ascalonicum and E. bulbosa. | |
| 35795 | 44032 | H1C020001 | ANALISIS KUALITAS BATUBARA BERDASARKAN METODE PROKSIMAT SERTA KAITANNYA TERHADAP POTENSI SWABAKAR PADA TAMBANG BATUBARA PT BUKIT ASAM TBK, SUMATERA SELATAN | Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah dan juga dikenal sebagai penghasil batubara yang cukup melimpah. Spontaneous combustion (swabakar) merupakan suatu proses terbakarnya batubara dengan sendirinya akibat reaksi oksidasi eksotermis yang terus menyebabkan kenaikan suhu. Batubara yang ada di tambang terbuka dapat mengalami swabakar dengan mudah. Swabakar ini pastinya mengakibatkan dampak negatif. Maka dari itu peneliti ingin melakukan penelitian mengenai kualitas batubara yang nantinya akan dikaitkan dengan potensi swabakar pada daerah tambang batubara PT Bukit Asam TBK, Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui tatanan stratigrafi, kualitas batubara, dan juga kaitannya dengan potensi swavakar. Penelitian ini menggunakan metode proksimat, analisis nilai kalor dan analisis kandungan total sulfur untuk mengetahui peringkat batubara. Tatanan stratigrafi pada daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan batuan. Terdapat dua peringkat batubara pada daearah penelitian yaitu Subbitumious A Coal dan High Volatile C Bitumious Coal. Seam A1, Seam A2, dan Seam E lebih berpotensi mengalami swabakar dibandingkan Seam B1, Seam B2, Seam C dan Seam D berdasarkan kandungan volatile matter yang terkandung pada batubara. Sedangkan berdasarkan nilai inherent moisture dan ash content dapat disimpulkan bahwa Seam E merupakan Seam yang paling berpotensi mengalami swabakar karena pada Seam E kedua parameter tersebut memiliki nilai yang paling rendah. | Indonesia is a country that has abundant natural wealth and is also known as a producer of coal that is quite abundant. Spontaneous combustion (self-combustion) is a process of burning coal by itself due to exothermic oxidation reactions that continue to cause temperature increases. Coal in open-pit mines can be self-burned easily. This spontaneous combustion must have a negative impact. Therefore, researchers want to conduct research on coal quality which will later be associated with the potential for spontaneous sombustion in the coal mining area of PT Bukit Asam TBK, South Sumatra. This study aims to find out the stratigraphic order, coal quality, and also its relation to the potential of spontaneous combustion. This study uses proximate method, calorific value analysis and total sulfur content analysis to determine coal rating. The stratigraphic order in the study area is divided into four rock units. There are two coal ratings in the research area, namely Subbitumious A Coal and High Volatile C Bitumious Coal. Seam A1, Seam A2, and Seam E are more likely to experience spontaneous combustion than Seam B1, Seam B2, Seam Cand Seam D based on the volatile matter content contained in coal. Meanwhile, based on the value of inherent moisture and ash content, it can be concluded that Seam E is the Seam that has the most potential to experience spontaneous combustion because in Seam E these two parameters have the lowest value. | |
| 35796 | 38907 | J0A019023 | Subtitling Short Movie Entitled "DOWN" by Graham Burrell from English to Indonesian | Film adalah media audio-visual yang menggabungkan kedua unsur, yaitu naratif dan sinematik. Film juga menjadi media yang sangat berpengaruh melebihi media-media yang lain, karena secara audio dan visual mereka bekerjasama dengan baik dalam membuat penontonnya tidak bosan dan lebih mudah mengingat, karena format yang ada dalam film dibuat semenarik mungkin. Tujuan dari melakukan praktik kerja menerjemahkan film pendek berjudul “DOWN” ini,yaitu untuk syarat menyelesaikan studi program D3 Bahasa Inggris serta dapat menerapkan teori penerjemahan yang telah dipelajari selama penulis menjalankan studi. Film pendek berjudul “DOWN” ini memiliki jalan cerita yang menarik, pesan-pesan yang terkandung dalam film tersebut sangat bermanfaat ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil. Oleh karena itu film ini sangat layak untuk di tonton oleh masyarakat Indonesia. Proses penerjemahan ini menggunakan empat langkah, yaitu langkah Analisis, langkah Transfer, langkah Restrukturisasi dan langkah Evaluasi. Beberapa kendala yang di hadapi penulis saat menerjemahkan film pendek diantaranya kurangnya pengetahuan dan penguasaan bahasa sumber dalam bahasa sasaran secara tepat, kesulitan dalam mencari dan menemukan istilah yang sesuai dalam bahasa sasaran, dan sulitnya menyinkronkan antara ucapan dalam penempatan subtitle dengan durasi film. Solusi penulis untuk menghadapi kendala-kendala tersebut yaitu,mencari artikel yang bisa dijadikan referensi,menggunakan kamus manual atau kamus online sebagai alat bantu untuk mencari dan memahami istilah-istilah yang tidak dipahami dalam bahasa sumber. | The film is an audio-visual medium that combines both elements, namely narrative and cinematic. The film is also a very influential medium that exceeds other media because audio and visual work well in making the audience not bored and easier to remember because the format in the film is made as attractive as possible. The purpose of doing job training translating this short film entitled "DOWN", namely for the requirements for completing the study of the D3 English program and being able to apply the translation theory that has been learned during the author's study. This short film called "DOWN" has an interesting storyline, the messages contained in the film are very useful there are several lessons that we can take. Therefore, this film is very worthy of being watched by the people of Indonesia. This translation process used four steps, namely the Analysis step, the Transfer step, the Restructuring step, and the Evaluation. Some of the obstacles faced by the author when translating short films include lack of knowledge and mastery of the source language in the target language appropriately, difficulty in finding suitable terms in the target language, and the difficulty of synchronizing speech and accuracy in the placement of subtitles with the duration of the film. The author's solution to deal with these obstacles is to find articles that can be used as references, using manual dictionaries or online dictionaries as a tool to find and understand terms that are not understood in the source language. | |
| 35797 | 38886 | D1A019134 | PERBANDINGAN ANTARA DUA KANDANG YANG BERBEDA TERHADAP FEED INTAKE DAN INDEKS PERFORMANS AYAM BROILER | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan feed intake dan indeks performa ayam broiler pada kandang yang berbeda. Sampel yang digunakan adalah ayam broiler strain cobb dan ross dari 2 kandang yang tiap kandang berisi 3 flock dengan populasi 22.000 tiap kandang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Metode analisis menggunakan uji T berpasangan. Variabel yang digunakan berupa Feed Intake (FI) dan Indeks Performa (IP). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai FI tidak berbeda tidak nyata pada kandang A dan B dengan t-hitung (0,665) < t-tabel (4,303). Nilai IP berbeda nyata pada kandang A dan B dengan t-hitung (5,304) > t-tabel (4,303). | This study aims to determine the differences in feed intake and performance index of broiler chickens in different cages. The samples used were cobb and ross strain broiler chickens from 2 cages, each cage containing 3 flocks with a population of 22,000 per cage. The method used in this study is the observation method with random sampling. The analytical method uses a paired t-test. Feed Intake (FI) and Performance Index (IP) are the variables used. The results showed that the FI value had no significant effect on cages A and B with t-count (0.665) < t-table (4.303). The IP value had a significant effect on cages A and B with t-count (5.304) > t-table (4.303). | |
| 35798 | 38887 | F1D018014 | RELASI AKTOR DALAM IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 07 TAHUN 2014 TENTANG TATA NILAI KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG RELIGIUS DI KOTA TASIKMALAYA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relasi aktor dalam Implementasi Peraturan Daerah No 07 Tahun 2014 tentang Tata nilai kehidupan masyarakat religius di Kota Tasikmalaya. Menjelaskan siapa saja aktor yang terlibat dalam relasi. Melalui paradigma konstruktivisme dan perspektif institusionalisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan pendekatan penelitian studi lapangan. Lokasi penelitian ini berada di wilayah Kota Tasikmalaya. Hasil Penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam pembentukan suatu kebijakan tidak terlepas dari aktor yang terlibat, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan. Aktor ini dibawa oleh pihak-pihak tertentu baik aktor pemerintah maupun non pemerintah memiliki kekuasaan. Relasi aktor dalam Implementasi kebijakan tentang tata nilai di Kota Tasikmalaya telah dilaksanakan dengan cara sosialisasi dan pembuatan program untuk memperkenalkan nilai perda melalui program-program yang dibuat oleh pemerintah bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Aktor-aktor yang terlibat dalam Implementasi ini Dalam relasi aktor ini menunjukan bahwa aktor yang paling dominan adalah Kiai, di lanjut dengan aktor pemerintah yaitu pemerintah daerah dan DPRD selaku pembuat regulasi dan para pendukung PPP, Ormas islam, LSM islam dan pengawas kementerian agama kota Tasikmalaya. Faktor yang pendukung dan penghambat Relasi Aktor dalam Implementasi peraturan daerah No 07 tahun 2014; Adanya upaya pemerintah dan aktor yang yang terlibat dalam sosialisasi terkait Perda juga terjalinnya komunikasi yang baik dan kerjasama Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan aktor terlibat lainya di Kota Tasikmalaya. Ada juga Faktor Penghambat; kurangnya antusias masyarakat terhadap sosialisasi Perda No 07 Tahun 2014 sehingga masyarakat tidak mengetahui keberadaan perda, tidak adanya dampak yang dirasakan masyarakat. Berdasarkan Kesimpulan hasil peneliti, Relasi Aktor dalam implementasi peraturan daerah No 07 Tahun 2014 tentang tata nilai kehidupan masyarakat religius di Kota Tasikmalaya yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga kemasyarakat dan elemen masyarakat. Didapatkan hubungan relasi aktor ini memiliki sifat Kerjasama, dimana hubungan yang terbentuk mengarah pada tujuan yang simbiosis mutualisme. Hal ini dilatar belakangi oleh kepentingan masing-masing. Dan pihak yang dirugikan disini adalah masyarakat Kota Tasikmalaya karena hanya dijadikan sebuah objek. | This study aims to determine the relationship of actors in the implementation of regional Regulation No. 07 of 2014 on the values of religious community life in Tasikmalaya. Describe the actors involved in the relationship. Through constructivism paradigm and institutionalism perspective, this research uses qualitative research method with Case Study approach. With a field study research approach. The location of this study was in the city of Tasikmalaya. The results of this study revealed that the formation of a policy can not be separated from the actors involved, both in planning and implementation. This actor is brought by certain parties, both government and non-government actors have power. The relationship of actors in the implementation of policies on governance in Tasikmalaya has been implemented by way of socialization and making programs to introduce the value of local regulations through programs made by the government for the people of Tasikmalaya. The actors involved in this implementation in this actor relationship shows that the most dominant actor is Kiai, followed by government actors, namely local governments and DPRD as regulators and supporters of PPP, Islamic organizations, Islamic NGOs and supervisors of the Ministry of Religious Affairs Tasikmalaya. Factors that support and hinder the relationship of actors in the implementation of regional Regulation No. 07 of 2014; the efforts of the government and actors involved in socializing related local regulations also established good communication and cooperation with the Government of Tasikmalaya with other involved actors in the city of Tasikmalaya. There are also inhibiting factors: lack of public enthusiasm for the socialization of Regulation No. 07 of 2014 so that the public does not know the existence of regulations, the absence of the impact felt by the community. Based on the conclusions of the researchers, the relationship of actors in the implementation of regional Regulation No. 07 of 2014 on the values of religious community life in Tasikmalaya involving local governments, community institutions and community elements. It was found that the relationship between these actors has the nature of cooperation, where the relationship formed leads to the goal of symbiotic mutualism. This is motivated by the interests of each. And the injured party here is the people of Tasikmalaya city because it is only made an object. | |
| 35799 | 38888 | D1A019037 | Pengaruh Sekolah Lapang terhadap Pengetahuan dan Kompetensi Peternak serta Index Performance Ayam Broiler | Yayasan EduFarmers International bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk menyelenggarakan program Bertani Untuk Negeri (BUN). Kegiatan utama dalam program Bertani Untuk Negeri salah satunya adalah sekolah lapang. Sekolah lapang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi peternak sehingga dapat meningkatkan index performance ayam broiler. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 - Januari 2022 di kabupaten Blitar, Jawa Timur. Sasaran kegiatan magang adalah peternak dampingan sebanyak 12 peternak. Data primer didapatkan dari kuesioner dan data sekunder didapatkan dari dokumentasi PT Ciomas Adisatwa. Analisis data menggunakan uji t untuk membandingkan pengetahuan maupun kompetensi peternak sebelum dan sesudah sekolah lapang. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara peningkatan pengetahuan dan kompetensi peternak dengan nilai index performance ayam broiler. Hasil magang menunjukan bahwa adanya perbedaan yang nyata pada pengetahuan peternak, kompetensi peternak, serta index performance peternakan setelah diadakannya sekolah lapang. Nilai korelasi antara pengetahuan peternak dan kompetensi peternak terhadap index performance sebesar 0,777. Kesimpulan yang diperoleh yaitu adanya sekolah lapang dapat meningkatkan pengetahuan serta kompetensi peternak yang akhirnya dapat meningkatkan index performance ayam broiler di kandang peternak dampingan. Peningkatan pengetahuan peternak sebesar 38,33% dan kompetensi peternak sebesar 30,99% setelah adanya sekolah lapang. | The EduFarmers International Foundation is working with the Ministry of Education, Culture, Research and Technology to organize the Bertani Untuk Negeri (BUN) program. One of the main activities in the Farming for the Country program is a field school. The field school aimed to increase the knowledge and competence of farmers so as to increase the broiler index performance. The activity will be held in October 2021 - January 2022 in the Blitar district, East Java. The target of the apprenticeship activity is 12 assisted farmers. Primary data was obtained from questionnaires and secondary data was obtained from PT Ciomas Adisatwa documentation. Data analysis used the t test to compare the knowledge and competence of farmers before and after the field school. Correlation analysis was used to determine the relationship between the increase in farmer skills and the index performance value of broiler chickens. The results of the apprenticeship showed that there were significant differences in farmer knowledge, farmer competence, and livestock index performance after the field school was held. The correlation value between farmer knowledge and farmer competency on the index performance was 0.777. The conclusion obtained is that the existence of field schools could increase the knowledge and competence of farmers which can ultimately increase the index performance of broiler chickens in the pens of assisted farmers. The increase in farmer knowledge was 38.33% and farmer competence was 30.99% after field school. | |
| 35800 | 38889 | C1H018023 | THE EFFECT OF BRAND HATE AND PRODUCT QUALITY TO BRAND SWITCHING MS GLOW PRODUCT WITH NWOM AS MEDIATING VARIABLE (STUDY ON USERS MS GLOW) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui lebih dalam apakah Brand Hate, Product Quality, dan negative word of mouth berpengaruh terhadap brand switching pada merek MS Glow. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 141 responden. Metode penelitian deskriptif kuantitatif melalui kuisioner daring (google form). Alat analisis yang digunakan adalah SEM Amos. Hasil penelitian disimpulkan Brand Hate berpengaruh terhadap Negative word of mouth dan Brand switching, Product quality berpengaruh negatif terhadap Negative word of mouth dan Brand switching, Negative word of mouth mempengaruhi Brand switching, Negative word of mouth memediasi pengaruh Brand hate terhadap Brand switching, akan tetapi tidak memediasi Product quality terhadap Brand switching | This study aims to analyze and find out more deeply whether Brand Hate, Product Quality, and negative word of mouth affect brand switching on the MS Glow brand. The number of samples in this study were 141 respondents. Quantitative descriptive research method through dare questionnaire (google form). The analysis tool used is SEM Amos. The results of the translation of brand hate have a negative effect on word of mouth and brand switching, product quality has a negative effect on word of mouth and brand switching, negative word of mouth affects brand switching, negative word of mouth mediates the effect of brand hatred on brand switching, but does not mediate product quality on brand switching |