Artikelilmiahs
Menampilkan 35.761-35.780 dari 49.869 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 35761 | 38863 | D1A017182 | HUBUNGAN ANTARA PANJANG BADAN, LINGKAR DADA, TINGGI PUNDAK DAN PANJANG PAHA DENGAN BOBOT BADAN DOMBA EKOR TIPIS DEWASA BETINA | ABSTRAK Penelitian berjudul “Hubungan Antara Panjang Badan, Lingkar Dada, Tinggi Pundak dan Panjang Paha dengan Bobot Badan Domba Ekor Tipis Dewasa Betina” telah dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2021 sampai dengan 19 Maret 2021 di Lumbung Ternak Wakaf, Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Tujuan penelitian adalah mempelajari hubungan antara ukuran liniear tubuh (panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak dan panjang paha) dengan bobot badan dan mengetahui ukuran liniear yang berhubungan paling erat dengan bobot badan. Penelitian dengan metode survei, penetapan besaran sampel berdasarkan metode purposive random sampling sebanyak 50 ekor domba ekor tipis dewasa betina. Variabel yang diamati yaitu panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak, panjang paha dan bobot badan. Hasil penelitian diperoleh rataan bobot badan domba ekor tipis dewasa betina yaitu 23,32 ± 2,97 kg, panjang badan 52,61±3,19 cm, lingkar dada 67,62±4,89 cm, tinggi pundak 59,64 ± 3,30 cm, dan panjang paha 31,08 ± 2,17 cm . Hasil analisis regresi liniear berganda menunjukkan bahwa ukuran linear tubuh secara bersama-sama berhubungan tidak nyata (P>0,05), terhadap bobot badan. Hasil uji t parsial menunjukan hanya variabel panjang badan, tinggi pundak dan lingkar dada yang berhubungan nyata (P<0,05) terhadap Bobot mengikuti persamaan regresi bobot badan BB = -30,38 + 0,25 (PB) + 0,30 (LD) + 0,33 (TPU), sehingga panjang badan, tinggi pundak dan lingkar dada dapat digunakan untuk menduga bobot badan domba ekor tipis dewasa betina. | ABSTRACT The research entitled “The Correlation Between Body Length, Chest Circumference, Shoulder Height and Thigh Length with Body Weight of Adult Female Thin Sheep” was carried out from March 12, 2021 to March 19, 2021 at the Waqf Livestock Barn, Cintabodas Village, Culamega District, Tasikmalaya Regency, West Java. The purpose of the research was to study the relationship between liniear body measurements (body length, chest circumference, shoulder height and thigh length) with body weight and to find out which liniear measurements were most closely related to body weight. Research with survey method, determination of sample size based on purposive random sampling method as many as 50 adult female thin sheep. The variables observed were body length, chest circumference, shoulder height, thigh length, and body weight. The research obtained that the average body weight of adult female thin sheep was 23.32 ± 2.97 kg, body length 52.61 ± 3.19 cm, chest circumference 67.62 ± 4.89 cm, shoulder height 59.64 ± 3.30 cm, and thigh length 31.08 ± 2.17 cm. The research of multiple linear analysis showed that the body weight was not significantly related (P>0.05), to body. The results of the partial t-test showed that only the variables of body length, shoulder height and chest circumference were significantly related (P<0.05) to weight following the regression equation for body weight BB = -30.38 + 0.25 (PB) + 0.30 ( LD) + 0.33 (TPU), so that body length, shoulder height and chest circumference can be used to estimate the body weigh of adult female thin sheep. | |
| 35762 | 44653 | A1D019146 | APLIKASI PUPUK NPK-SLOW RELEASE DAN BAHAN ORGANIK TERHADAP P TERSEDIA, SERAPAN P OLEH TANAMAN DAN HASIL PADI SAWAH | Tanaman padi (Oryza sativa L.) adalah tanaman penghasil beras yang merupakan kebutuhan pokok pangan manusia. NPK-SR (Slow Release) adalah metode dengan memperlambat pelepasan nutrisi pada pupuk. Bahan organik bertujuan untuk memperkaya kompos sehingga optimal untuk membenahi tanah dan meningkatkan ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian takaran pupuk NPK-SR dan kombinasi jerami kompos terhadap P tersedia, serapan P pada tanaman, dan hasil padi sawah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor pertama aplikasi takaran pupuk NPK-SR (grade 7,26-10-7), yaitu tanpa pemberian pupuk (T0), takaran 50 kg N/ha (T1), takaran 100 kg N/ha (T2), takaran 150 kg N/ha (T3), takaran 200 kg N/ha (T4), takaran 250 kg N/ha (T5). Faktor kedua yaitu persentase kombinasi jerami dan kompos, yang terdiri atas tanpa pemberian jerami dan kompos (J0), jerami 60% dan kompos 40% (J1), dan jerami 80% dan kompos 20% (J2). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf kesalahan 5%, dan dilanjutkan Uji DMRT jika nyata. Aplikasi takaran pupuk NPK-SR (grade 7,26-10-7) 250 kg N/ha (T4) memberikan pengaruh terbaik pada jumlah gabah bernas (1303,15 buah/tanaman), bobot gabah per 1000 biji (31,92 g), bobot basah total (302,77 g/tanaman), dan serapan p pada biji (62,58 mg P2O5/biji). Pemberian persentase kombinasi jerami (80%) dan kompos (20%) memberikan pengaruh terbaik pada jumlah gabah bernas (1387,17 buah/tanaman), bobot gabah kering bernas (41,61 g), bobot gabah per 1000 biji (32,46 g), dan bobot kering total (141,47 g/tanaman). | The rice plant (Oryza sativa L.) is a rice-producing plant which is a basic human food need. NPK-SR (Slow Release) is a method by slowing down the release of nutrients in fertilizer. Organic matter aims to enrich the compost so that it is optimal for improving the soil and increasing the availability of nutrients. This study aims to determine the effect of NPK-SR fertilizer and compost straw combination on available P, P uptake in plants, and rice yield. The design used is the Randomized Completely Block Design (RCBD) which consists of 2 treatment factors and is repeated three times. The first factor is the 2 application of NPK-SR fertilizer dose (grade 7.26-10-7), namely without fertilizer (T0), dose 50 kg N/ha (T1), dose 100 kg N/ha (T2), dose 150 kg N/ha (T3), dose 200 kg N/ha (T4), dose 250 kg N/ha (T5). The second factor is the percentage of straw and compost combination, which consists of no straw and compost (J0), 60% straw and 40% compost (J1), and 80% straw and 20% compost (J2). The research data were analyzed using the ANOVA test at an error level of 5%, and continued DMRT Test if real. The application of NPK-SR fertilizer dose (grade 7.26-10-7) 250 kg N/ha (T4) has the best effect on the amount of pithy grain (1303.15 pieces/plant), grain weight per 1000 seeds (31.92 g), total wet weight (302.77 g/plant), and p uptake in seeds (62.58 mg P2O5/seed). The percentage of straw (80%) and compost (20%) combination gives the best effect on the amount of pithy grain (1387.17 pieces/plant), pithy dry grain weight (41.61 g), grain weight per 1000 seeds (32.46 g), and total dry weight (141.47 g/plant). | |
| 35763 | 38865 | B1B018050 | The Expression of mRNA MDM2 as Pathogenesis Profile of Serous Carcinoma in Ovarian Cancer | Kanker ovarium sebagian besar diklasifikasikan sebagai kanker epitel, dan lebih dari dua pertiga kasus adalah subtipe histologis serosa. Karakterisasi molekuler tumor kanker ovarium epitel telah memberikan dasar skema untuk mengklasifikasikan kanker ini ke dalam tumor tipe I atau tipe II. Kanker ovarium epitel serosa (karsinoma) diklasifikasikan menjadi Serous Tingkat Rendah (LGS) dan Serous Tingkat Tinggi. Gen MDM2 merupakan proto-onkogen yang berperan sebagai pengatur pertumbuhan sel dan anti-apoptosis. Gen MDM2 mendegradasi p53 dalam bentuk transkrip. Tingkat p53 dalam sel sehat atau normal dikontrol dengan ketat oleh interaksi p53-MDM2. Hal ini dibuktikan dengan ekspresi gen MDM2 dan p53 dalam bentuk varian wild type atau cut dari gen tersebut, yang berubah menjadi entitas terpisah yang masing-masing merupakan proto-onkogen tersendiri. gen MDM2 di HGS dan LGS dan potensi ekspresi mRNA MDM2 sebagai faktor produksi untuk perkembangan tumor pada kanker ovarium serosa. Penelitian dilakukan dengan studi cross-sectional pada 20 sampel pasien Formalin-Fixed Paraffin-Embedded (FFPE) dengan kanker ovarium serosa dengan persetujuan etis. Ekspresi relatif mRNA MDM2 dianalisis dengan teknik RT-qPCR, dan nilai perubahan lipatan dihitung dengan Metode Livak (2-ΔCT). Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan lipatan pada ekspresi relatif mRNA MDM2 di kelompok ekspresi berlebih sebanyak 1 sampel (5 persen) dengan nilai rerata 0,1410 (+ 0,800084) dan kelompok ekspresi rendah sebanyak 19 sampel (95 persen) dengan nilai rerata 2,3457. Analisis statik menggunakan uji-T independen tidak dapat dilakukan karena hanya 1 dari 20 sampel yang diekspresikan berlebihan. Hal ini membuktikan bahwa ekspresi gen MDM2 berhubungan dengan ekspresi gen p53 yang bermutasi (mutan p53) dan menunjukkan ekspresi gen MDM2 yang rendah. Dapat disimpulkan bahwa ekspresi mRNA MDM2 dapat digunakan sebagai biomarker patogenesis kanker ovarium. | Ovarian cancer is mostly classified as epithelial cancer, and more than two-thirds of cases are serous histological subtypes. The molecular characterization of epithelial ovarian cancer tumors has provided the basis for a scheme for classifying these cancers into type I or type II tumors. Serous epithelial ovarian cancer (carcinoma) is classified into Low-Grade Serous (LGS) and High-Grade Serous. The MDM2 gene is a proto-oncogene that acts as a regulator of cell growth and anti-apoptosis. The MDM2 gene degrades p53 in the form of a transcript. The level of p53 in healthy or normal cells is tightly controlled by the p53-MDM2 interaction. It is proven by the expression of both MDM2 and p53 genes in the form of wild-type or cut variants of these genes, which turn into separate entities, each of which is a separate proto-oncogene. This research aims to determine the expression level of the MDM2 gene in HGS and LGS and the potential of MDM2 mRNA expression as a production factor for tumor progression in serous ovarian cancer. The study was conducted by a cross-sectional study on 20 samples of Formalin-Fixed Paraffin-Embedded (FFPE) patients with serous ovarian cancer by ethical approval. The relative expression of mRNA MDM2 was analyzed by the RT-qPCR technique, and the fold change value was calculated by the Livak Method (2-ΔCT). The results of this study showed a fold change in the relative expression of MDM2 mRNA in the over-expressed group of 1 sample (5 percent) with a mean value of 0.1410 (+ 0.800084) and the low-expression group of 19 samples (95 percent) with a mean value of 2.3457. Static analysis using the independent T-test could not be carried out because only 1 out of 20 samples was overexpressed. This proved that MDM2 gene expression was related to mutated p53 gene expression (p53 mutant) and showed low MDM2 gene expression. It can be concluded that MDM2 mRNA expression can be used as a biomarker of ovarian cancer pathogenesis. | |
| 35764 | 38854 | F1D017046 | RELASI AKTOR DALAM TATA KELOLA PEMBANGUNAN DI DESA WISATA KARANGSALAM KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini membahas tata kelola pembangunan desa, khususnya relasi aktor dalam tata kelola pembangunan desa di Desa Wisata Karangsalam. Desa ini pernah menjadi Juara 1 Lomba Desa Wisata di Kabupaten Banyumas, sehingga menarik untuk melihat tata kelola pembangunan di desa tersebut. Tujuan tulisan ini adalah (1) memahami dan mendeskripsikan relasi aktor dalam tata kelola pembangunan di Desa Wisata Karangsalam; (2) mengetahui dan menjelaskan siapa saja aktor yang terlibat dan apa saja peran mereka; (3) mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat relasi aktor tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif, menunjukkan bahwa relasi aktor dalam tata kelola pembangunan Desa Wisata Karangsalam bersifat simbiosis mutualisme. Aktor yang terlibat dalam tata kelola pembangunan di Desa Wisata Karangsalam yaitu pemerintah desa, POKDARWIS, dan masyarakat desa. Faktor pendukung relasi aktor ini yaitu dukungan dana, dan potensi alam. Sedangkan faktor yang menghambat relasi aktor di dalam tata kelola pembangunan Desa Wisata Karangsalam yaitu kurangnya pemahaman sebagian masyarakat desa, dan ketergantungan terhadap satu aktor. | This study discusses the governance of village development, especially the relationship between actors in the governance of village development in Karangsalam Tourism Village. This village has won 1st place in the Tourism Village Competition in Banyumas, so it is interesting to see the governance of development in the village. The purpose of this paper is (1) to understand and describe the relationship between actors in development governance in Karangsalam Tourism Village; (2) identify and explain which actors are involved and what their roles are; (3) identify and explain the factors that support and hinder the actor's relationship. By using a qualitative method, it shows that the relationship between actors in the management of the development of the Karangsalam Tourism Village is a symbiotic mutualism. Actors involved in development governance in Karangsalam Tourism Village are the village government, POKDARWIS, and village communities. The supporting factors for this actor relationship are financial support, and natural potential. Meanwhile, the factors that hinder the relationship of actors in the governance of the development of the Karangsalam Tourism Village are the lack of understanding of some village communities, and dependence on one actor. | |
| 35765 | 38877 | C2C020051 | MINAT BELI PETANI TERHADAP ASURANSI USAHA TANI PADI (AUTP) DI KABUPATEN BANYUMAS | Pertanian merupakan sumber pendapatan utama bagi masyarakat pedesaan di banyak negara berkembang seperti Indonesia. Pertanian mewakili 15% dari Produk Domestik Bruto dan mempekerjakan hampir 38 juta pekerja, yang sebagian besar adalah petani kecil. Dengan demikian, perbaikan kondisi petani akan mengurangi tingkat kemiskinan. Asuransi Tanaman Padi merupakan salah satu program Pemerintah untuk mendukung petani, petani tetap dapat segera menanami kembali tanahnya dari pembayaran manfaat yang dibayarkan oleh Penanggung dan tidak mengalami guncangan finansial akibat kejadian yang tidak diinginkan. Pola pertanian di Indonesia saat ini adalah pola tradisional sehingga faktor alam sangat berpengaruh, mesin pertanian dan modal finansial terbatas. Lokasi penelitian dilakukan di Kantor Cabang Asuransi Jasindo Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif karena penelitian ini bertujuan untuk menggali berbagai permasalahan atau pertanyaan yang menjadi fokus suatu kegiatan penelitian. Penelitian ini melibatkan Asuransi Jasindo, kelompok tani, Unit Pelaksana Jasa Alsintan dan Bank BNI sebagai lembaga keuangan. Belajar dari pengalaman negara berkembang lainnya, keberhasilan sebagian besar proyek asuransi terletak pada kombinasi asuransi dengan layanan lain, seperti pinjaman, pembayaran benih dalam bentuk barang, dan program pemerintah yang memperbaiki kondisi tanah dan infrastruktur. Sehingga dengan adanya asuransi pertanian dapat merubah perilaku petani dengan mengurangi ketidakpastian, memungkinkan petani mendapatkan hasil panen yang menguntungkan dan kemudian menjadi katalisator, karena kreditur lebih cenderung memberikan kredit kepada petani yang diproteksi oleh asuransi. | Agriculture is the main source of income for rural communities in many developing countries such as Indonesia. Agriculture represents 15% of the Gross Domestic Product and employs nearly 38 million workers, most of whom are small farmers. Thus, improving the condition of farmers will reduce the level of poverty. Rice Crop Insurance is one of the Government's programs to support farmers,farmers can still immediately replant their land from the payment of benefits paid by the Insurer and do not experience financial shocks due to by unwanted events. The current pattern of agriculture in Indonesia are traditional pattern so that natural factors are very influential, agricultural machinery and capital financial is limited. The location of the research was carried out at the Asuransi Jasindo Purwokerto Branch Office. This research is an exploratory descriptive research because this research aims to explore various problems or questions that become the focus of a research activity. This research involves Asuransi Jasindo, farmers group, Unit Pelaksana Jasa Alsintan and Bank BNI as a financial institution. Learning from the experiences of other developing countries, the success of most insurance projects lies in the combination of insurance with other services, such as loans, in-kind seed payments, and government programs that improve soil conditions and infrastructure. So that the existence of agricultural insurance can change the behavior of farmers by reducing uncertainty, allowing farmers to get profitable crops and then becoming a catalyst, because lenders are more likely to provide credit to farmers who are protected by insurance | |
| 35766 | 38878 | G1A019118 | HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT (NLR) DENGAN UKURAN UTERUS PADA ADENOMIOSIS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT (NLR) DENGAN UKURAN UTERUS PADA ADENOMIOSIS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Azizah Nur Afifah[1], Hidayat Sulistyo[2], Aditiyono[3] Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman azizah.afifah@mhs.unsoed.ac.id ABSTRAK Latar Belakang: Adenomiosis adalah inflamasi kronis yang disebabkan karena adanya stroma dan kelenjar endometrium di dalam miometrium. Ukuran uterus yang membesar merupakan dampak dari adenomiosis dan dapat menyebabkan semakin parahnya gejala yang timbul bahkan dapat menyebabkan tingginya risiko terjadi infertilitas. Rasio Neutrofil-Limfosit (NLR) parameter yang mudah didapatkan pada pemeriksaan hematologi dan telah terbukti dapat digunakan untuk penanda adanya inflamasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Rasio Neutrofil-Limfosit (NLR) dengan ukuran uterus pada adenomiosis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien adenomiosis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada tahun 2017-2020. Data yang diambil merupakan data sekunder dari rekam medik laboratorium patologi anatomi dan patologi klinik RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Nilai NLR didapat dari jumlah neutrofil absolut dibagi jumlah limfosit absolut. Ukuran adenomiosis didapat dari pemeriksaan makroskopis dengan satuan sentimeter. Data dianalisis menggunakan uji parametrik korelatif Pearson. Hasil: Hasil uji korelasi Pearson Rasio Neutrofil-Limfosit (NLR) dengan ukuran uterus pada adenomiosis menunjukkan nilai r = 0,399 dan p = 0,029 (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif kuat dan signifikan secara statistik. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Rasio Neutrofil-Limfosit (NLR) dengan ukuran uterus pada adenomiosis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | RELATIONSHIP NEUTROPHIL-LYMPHOCYTE RATIO (NLR) WITH UTERINE SIZE IN ADENOMYOSIS AT RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Azizah Nur Afifah[1], Hidayat Sulistyo[2], Aditiyono[3] Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman azizah.afifah@mhs.unsoed.ac.id ABSTRACT Background: Adenomyosis is a chronic inflammation caused by the presence of endometrial stroma and glands within the myometrium. Enlargement of the uterus is a result of adenomyosis and can make symptoms worse also cause high risk of infertility. Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) is a simple parameter on hematological examination and has been known as an inflammatory marker. Aim: To determine the relationship between Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) and uterine size in adenomyosis at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Method: This study was an analytic observational study with a cross sectional. The sampling technique used was consecutive sampling. The number of subjects in this study were 30 adenomyosis patients at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto 2017-2020. Data were collected through medical records from anatomical pathology laboratory and clinical pathology laboratory at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. NLR is obtained by dividing the absolute count of neutrophils from lymphocytes. Uterine size in adenomyosis is measure from macroscopic examination in centimeters. Data were analyzed using Pearson test. Result: The results of the Pearson correlation test between Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) with uterine size in adenomyosis showed a value of r = 0.399 and p = 0.029 (p<0.05). Based on the results of data analysis showed that there is a strong possitive relationship and statistically significant. Conclusion: There is a relationship between the Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) and uterine size in adenomyosis at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital. | |
| 35767 | 38847 | P2A018003 | FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO DALAM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS SELAMA PANDEMI COVD-19 | Selama pandemi COVID-19 tepatnya di bulan Juli 2021 terjadi kenaikan signifikan jumlah limbah medis yang dihasilkan Rumah Sakit Islam Purwokerto selama pandemi COVID-19 sebesar 3.862 Kg, Namun di akhir Juli 2022 timbulan limbah medis turun signifikan menjadi 317 kg/ hari. Tujuan Penelitian untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku tenaga medis Rumah Sakit Islam Purwokerto dalam pengelolaan limbah medis selama pandemi COVID-19, dengan 10 variabel independen (jenis kelamin, usia, pendidikan, masa kerja, paparan informasi, dukungan sejawat, sikap, pengetahuan, kebijakan, ketersediaan fasilitas) dan 1 variabel dependen (perilaku tenaga kesehatan dalam pengelolaan limbah medis Rumah Sakit selama pandemi COVID-19. Jenis Penelitian adalah analisis kuantitatif desain cross sectional. Populasi keseluruhan 177 orang, sampel ditentukan oleh peneliti memakai teknik non probability sampling dengan sampling sistematis, dan didapatkan data sebanyak 51 responden terdiri dari 7 orang dokter, 39 orang perawat dan 5 orang bidan. Teknik pengumpulan data memakai lembar kuisioner dan observasi. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariate menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa P value faktor pengetahuan sikap (0.041), sikap (0,039), kebijakan (0.002), ketersediaan fasilitas (0.005) berhubungan dengan perilaku tenaga kesehatan dalam pengelolaan limbah medis Rumah Sakit dengan nilai P <0.05, sedangkan variabel (jenis kelamin (0.157), usia (0.214), pendidikan (0.219) masa kerja (0.835), paparan informasi (0.212), dukungan sejawat (0,321) mempunyai nilai P>0,05 sehingga tidak berhubungan dengan perilaku tenaga kesehatan dalam pengelolaan limbah medis Rumah Sakit. Variabel yang paling dominan adalah kebijakan dengan nilai Exp(B) 5,697 Variabel yang berpengaruh dengan perilaku tenaga medis dalam pengelolaan limbah yaitu : pengetahuan, sikap, kebijakan Rumah Sakit dan ketersediaan faslitas pengelola limbah medis , sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku tenaga kesehatan dalam pengelolaan limbah medis yaitu : jenis kelamin, usia, pendidikan, masa kerja, paparan informasi, dukungan sejawat . Manajemen Rumah Sakit dalam mempertahankan kebijakan salah satunya dengan meningkatkan ketersediaan fasilitas pengelola limbah medis sehingga terbentuk sikap kedisiplinan tenaga kesehatan dalam pengelolaan limbah medis untuk meminimalisir penularan penyakit, terciptanya lingkungan yang bersih dan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. | During the COVID-19 pandemic, to be precise, in July 2021 there was a significant increase in the amount of medical waste generated by the Purwokerto Islamic Hospital during the COVID-19 pandemic, amounting to 3,862 kg. The purpose of the study was to determine the factors that influence the behavior of medical personnel at the Purwokerto Islamic Hospital in managing medical waste during the COVID-19 pandemic, with 10 independent variables (gender, age, education, years of service, exposure to information, peer support, attitude, knowledge , policy, availability of facilities) and 1 dependent variable (behavior of health professionals. in managing hospital medical waste during the COVID-19 pandemic. This type of research is a quantitative analysis of cross sectional design. The total population is 177 people, the sample is determined by researchers using a non-probability sampling technique with systematic sampling, and the data obtained is 51 respondents consisting of 7 doctors, 39 nurses and 5 midwives. Data collection techniques using questionnaires and observation sheets. Data were analyzed univariately, bivariately and multivariately using multiple logistic regression tests. The results of the bivariate analysis showed that the P value of knowledge, attitude (0.041), attitude (0.039), policy (0.002), availability of facilities (0.005) was related to the behavior of health professionals. in managing hospital medical waste with a P value <0.05. while the variables (gender (0.157), age (0.214), education (0.219) years of service (0.835), information exposure (0.212), peer support (0.321) have a P value > 0.05 so they are not related to the behavior of health professionals. in Hospital medical waste management The most dominant variable is policy with Exp(B) value of 5.697 The variables that influence the behavior of medical personnel in waste management are: knowledge, attitudes, hospital policies and the availability of medical waste management facilities, while the variables that are not related to the behavior of health professionals. in medical waste management are: gender, age, education, years of service , information exposure, peer support . Hospital management in maintaining the policy, one of which is by increasing the availability of medical waste management facilities so that a disciplined attitude of health professionals. is formed in the management of medical waste to minimize disease transmission, create a clean environment and improve public health status. | |
| 35768 | 44654 | A1D020012 | PENGARUH CEKAMAN SUHU TINGGI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GABAH LIMA VARIETAS PADI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cekaman suhu tinggi terhadap kondisi pertumbuhan dan hasil gabah beberapa varietas padi, mengetahui keragaman pertumbuhan dan hasil gabah pada padi varietas HIPA 20, Mapan P-05, Mekongga, IPB 4S, dan Mentik Wangi, dan mengetahui pengaruh interaksi cekaman suhu tinggi dan beberapa varietas padi berdasarkan karakter pertumbuhan dan hasil gabahnya. Penelitian dilakukan di Screen House Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Desa Bojongsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan April sampai Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan desain Petak Terbagi (Split plot Design) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama sebagai petak utama, yaitu cekaman suhu (T1: suhu siang hari antara 34-38˚C dengan rata-rata suhu harian 32,29˚C dan T2: suhu siang hari antara 39-43˚C dengan rata-rata suhu harian 36,97˚C) dan faktor kedua sebagai anak petak, yaitu varietas padi (V1: HIPA 20, V2: Mapan P-05, V3: Mekongga, V4: IPB 4S, V5: Mentik Wangi). Data yang diperoleh dari pengamatan dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% dan apabila hasil analisis menunjukkan perbedaan yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan cekaman suhu tinggi pada 39-43˚C meningkatkan pertumbuhan vegetatif tetapi menyebabkan penurunan hasil padi. Pada pertumbuhan vegetatif suhu tinggi meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, jumlah daun, dan luas daun, sedangkan pada pertumbuhan generatif suhu tinggi menurunkan persentase gabah isi, jumlah gabah total per malai, jumlah gabah isi per rumpun, bobot gabah isi, dan bobot 1000 butir. Ditinjau dari komponen hasil yang diperoleh dapat diketahui varietas padi yang memiliki potensi toleran suhu tinggi berdasarkan variabel jumlah anakan, jumlah anakan produktif, jumlah daun, persentase gabah isi, dan jumlah gabah total per malai adalah Mapan P-05, Mentik Wangi, dan Mekongga. | This study aimed to determine the effect of high temperature stress on the growth conditions and grain yield of several rice varieties, determine the diversity of growth and grain yield in rice varieties HIPA 20, Mapan P-05, Mekongga, IPB 4S, and Mentik Wangi, and determine the effect of the interaction between high temperature stress and several rice varieties based on their growth characteristics and grain yield. Research was conducted at Screen House Center for Food Crops and Horticulture Seeds, Bojongsari Village, Kembaran District, Banyumas Regency and the Laboratory Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from April to December 2023. This research used a Randomized Block Design (RAK) with Split plot Design with 2 factors and 3 replications. The first factor as the main plot is temperature stress (T1: daytime temperature between 34-38˚C with an average daily temperature of 32.29˚C and T2: daytime temperature between 39-43˚C with an average daily temperature 36.97˚C) and the second factor as a subplot is rice varieties (V1: HIPA 20, V2: Mapan P-05, V3: Mekongga, V4: IPB 4S, V5: Mentik Wangi). Data obtained from observations were analyzed statistically using the F test at an error level of 5% and if the results of the analysis showed significant differences, then it was continued with Duncan's multiple range test (DMRT) at an error level of 5%. The results showed that high temperature stress at 39-43˚C increased vegetative growth but caused a decrease in rice yield. In vegetative growth high temperatures increase plant height, number of tillers, number of productive tillers, number of leaves, and leaf area, while in generative growth high temperatures reduce the percentage of filled grain, total number of grains per panicle, number of filled grains per hill, grain weight, and a weight of 1000 grains. In terms of components of the results obtained, it can be seen that the rice varieties that have the potential to tolerate high temperatures based on the variables number of tillers, number of productive tillers, number of leaves, percentage of filled grain, and total number of grains per panicle are Mapan P-05, Mentik Wangi, and Mekongga. | |
| 35769 | 38798 | J0A019025 | Translating the Transcript of Aileen Xu’s Monolog in a Podcast About “How to Heal Your Emotional Trauma and Past Wounds” (From English into Indonesian) | Lavendaire adalah podcast tentang pertumbuhan diri dan kreasi gaya hidup. Lavendaire tersedia di YouTube, Spotify, dan Apple Podcast dan dipandu oleh YouTuber dan pengusaha bernama Aileen Xu. Podcast ini membagikan berbagai wawasan dan inspirasi tentang cara bersinar sebagai diri yang paling cerdas dan menciptakan kehidupan impian. Podcast dari Aileen Xu menggunakan bahasa sehari-hari sehingga mudah dipelajari dan dipahami semua kalangan. Contoh podcast dari Aileen Xu adalah How to Heal Your Emotional Trauma and Past Wounds. Podcast tersebut bertema tentang Kesehatan Mental. Dalam menerjemahkan transkrip dari podcast ini, proses penerjemahan terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap analisis, tahap transfer, tahap rekonstruksi, dan tahap evaluasi dan revisi. Selain itu, ada enam teknik penerjemahan yang diterapkan, yaitu Borrowing, Literal Translation, Linguistic Compression, Amplification, Variation, and Description. Kendala yang ditemukan dalam proses penerjemahan adalah kurangnya pemahaman kosa kata dalam bahasa sumber dan kendala berikutnya adalah sulitnya menemukan pilihan kata dan istilah yang tepat dalam bahasa sasaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, solusi pertama adalah dengan menggunakan kamus manual. Solusi lain adalah bertanya kepada pembimbing atau proofreader ketika penulis masih kesulitan menemukan padanan yang tepat dan solusi terakhir adalah menyesuaikan konteks dengan gaya bahasa yang tepat. | Lavendaire is a podcast about personal growth and lifestyle design. Lavendaire is available on YouTube, Spotify, and Apple Podcast and is hosted by YouTuber and entrepreneur named Aileen Xu. The podcast shares various insights and inspiration on how to shine as the brightest self and create of dream life. The podcast from Aileen Xu uses everyday language so that it is easy for all people to learn and to understand. An example of Aileen Xu's podcast is How to Heal Your Emotional Trauma and Past Wounds. The podcast has a Mental Health theme. In translating the transcripts from this podcast, the translation process consists of 4 stages, namely, the analysis stage, the transfer stage, the reconstruction stage, and the evaluation and revision stage. Other than that, there were six translation techniques applied, namely Borrowing, Literal Translation, Linguistic Compression, Amplification, Variation, and Description. The obstacle found in the process of translating was the lack of understanding of vocabulary in the source language and the next obstacle was the difficulty in finding the appropriate choice of words and terms in the target language. To overcome these obstacles, the first solution was to use a manual dictionary. Another solution was to ask the supervisors or a proofreader when the writer was still having trouble finding the right equivalent and the last solution was to adjust the context with the right language style. | |
| 35770 | 38867 | C1C018109 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL UTAUT2 | Teknologi keuangan yang berkembang beberapa tahun terakhir merubah model usaha terutama pada sistem pembayarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji setiap faktor yang mempengaruhi minat penggunaan pada pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi QRIS sebagai alat pembayaran dan terintegrasi dalam Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2). Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Dengan total responden sebesar 106 pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Purwokerto. Teknik purposive sampling digunakan dalam penentuan sampel penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh sosial, motivasi hedonis dan kepercayaan memiliki pengaruh positif terhadap minat penggunaan teknologi QRIS juga nilai risiko yang memiliki pengaruh negatif terhadap minat penggunaan teknologi QRIS. Semakin tinggi pengaruh sosial, motivasi hedonis dan kepercayaan dalam menggunakannya, maka semakin tinggi minat penggunaan dalam mengadopsi teknologi QRIS sebagai alat pembayaran. Variabel lain yang digunakan dalam penelitian menunjukkan bahwa tidak memiliki pengaruh positif terhadap minat dalam menggunakan teknologi QRIS yaitu variabel ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, nilai harga dan kebiasaan. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah melalui hasil uji yang diperoleh, Bank Indonesia (BI) selaku penerbit QRIS dapat mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi minat pelaku usaha selaku pengguna teknologi dalam menggunakan layanan QRIS sebagai alat pembayaran. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memaksimalkan penggunaan teknologi QRIS sebagai alat pembayaran terbaru yang mana dapat mendukung UMKM Go Digital. | Financial technology that has developed in recent years has changed the business model, especially in the payment system. This study aims to determine and test each factor that affects the interest in using business actors in adopting QRIS technology as a means of payment and is integrated in the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2). The type of research used is quantitative with a survey method. With a total of 106 respondents from micro, small and medium enterprises (MSMEs) in Purwokerto City. The purposive sampling technique was used in determining the research sample. The data obtained was analyzed using SmartPLS 4.0. The results of this study indicate that social influence, hedonic motivation and trust have a positive influence on interest in using QRIS technology as well as the value of risk which has a negative influence on interest in using QRIS technology. The higher variables of social influence, hedonic motivation and trust in using it, the higher the interest in use in adopting QRIS technology as a means of payment. Other variables used in the study show that they have a negative effect on interest in using QRIS technology, namely the variables of performance expectations, effort expectations, price value and habits. The implication of the above conclusions is that through the test results obtained, Bank Indonesia (BI) as the publisher of QRIS can consider the factors that influence the interest of business actors as technology users in using QRIS services as a means of payment. Thus, MSME players can maximize the use of QRIS technology as the latest payment tool which can support Go Digital MSMEs. | |
| 35771 | 38868 | G1A019113 | KUALITAS HIDUP PADA PASIEN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) YANG SEDANG MENJALANI PENGOBATAN DI PANTI PENGOBATAN TRADISIONAL AMONG JIWO CILACAP | Latar Belakang: Gangguan jiwa adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup serius. Prevalensi ODGJ di dunia semakin meningkat tiap tahun di negara berkembang. Salah satu masalah pada orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ adalah perubahan kualitas hidup. Kualitas hidup adalah interpretasi secara subjektif dan bersifat multidimensi mengenai kepuasan dan kesejahteraan umum dari kehidupan seseorang. ODGJ memiliki kualitas hidup yang lebih buruk daripada orang yang normal. Pengobatan ODGJ bertujuan agar kualitas hidupnya tidak semakin memburuk. Pengobatan tradisional memegang peranan penting di Indonesia. Tidak sedikit keluarga yang memercayakan anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa untuk berobat ke pengobatan tradisional. Tujuan: Mengetahui gambaran kualitas hidup pasien ODGJ yang sedang menjalani pengobatan di Panti Pengobatan Tradisional Among Jiwo Cilacap. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan desain pengambilan sewaktu atau cross sectional. Populasi terjangkau penelitian ini adalah pasien ODGJ yang sedang menjalani pengobatan di Panti Pengobatan Tradisional Among Jiwo Cilacap. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuesioner MHQoL. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat menggunakan software pengolah data SPSS versi 25. Hasil: Dihasilkan data jawaban responden mengenai gambaran demografi dan kualitas hidup mereka. Responden yang mendapat skor total 19-21 dari kuesioner kualitas hidup MHQoL-7D menunjukkan bahwa sejumlah (55,8%) responden memiliki gambaran kualitas hidup yang baik, dan sisa responden lainnya mendapat skor total 8-17 menunjukkan bahwa sejumlah (44,2%) responden memiliki gambaran kualitas hidup yang cukup. Sejumlah 27 responden (62,7%) memilih indeks skala 7-10 dalam kuesioner MHQoL-VAS menunjukkan bahwa responden memiliki kesejahteraan psikologi yang baik. Kesimpulan: Mayoritas pasien ODGJ yang menjalani pengobatan tradisional berupa terapi “hati” dan pengajian serta dzikir di Panti Pengobatan Tradisional Among Jiwo Cilacap memiliki gambaran kualitas hidup yang baik. | Background: Mental illness is a severe health problem. The prevalence of ODGJ in the world is increasing yearly in developing countries. One of the problems in people with mental illness or ODGJ is changing their quality of life. Quality of life is subjective and multidimensional, considering the satisfaction and general welfare of someone's life. ODGJ have a worse quality of life than ordinary people. The treatment of mental illness is significant in preventing their quality of life does not worsen. Traditional medicine plays a vital role in Indonesia. Numerous families trust their family members with mental illness medicated to the traditional medicine centre. Purpose: To determine the description of the quality of life of ODGJ patients who are undergoing treatment at the Among Jiwo Traditional Medicine Center in Cilacap Methods: This study employed a descriptive observational method design while taking or cross-sectional. This study's reachable populations are ODGJ patients undergoing treatment at the Medical Center Traditional Among Jiwo Cilacap. This study made use of a measuring tool in the form of a MHQoL questionnaire. The data analysis technique utilized univariate analysis using SPSS data processing software version 25 Results: Generated data on respondents' answers regarding demographic descriptions and their quality of life. Respondents who got a total score of 19-21 on the questionnaire MHQoL-7D quality of life showed that a number (55.8%) manifested a good quality of life, and the rest of the respondents got a total score of 8-17 showed that a number (44.2%) manifested a modest quality of life. A total of 27 respondents (62.7%) chose an index scale of 7-10 in the questionnaire. The MHQoL-VAS proved that the respondents had good psychological well-being. Conclusion: Most ODGJ patients who underwent traditional treatment were spiritual therapy, mediated Quran recitation, and dhikr at the Traditional Medicine Center Among Jiwo Cilacap manifested a good quality of life. | |
| 35772 | 38870 | F1B017092 | Efektivitas Online Single Submission dalam Meningkatkan Pelayanan Izin Usaha Perdagangan di Dinas Penanaman Moda dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kabupaten Purbalingga | Salah satu pelayanan perizinan yang ada adalah Pelayanan Izin Usaha Perdagangan. Dimana dalam pelayanan izin usaha perdagangan telah diadakannya sistem perizinan OSS yang berkembang menjadi versi berbasis resiko atau RBA. Dalam penelitian ini menggunakan pengukuran efektivitas menurut Siagian (1978: 77) yaitu kejelasan tujuan, kejelasan strategi pencapaian tujuan, proses analisis dan perumusan kebijakan yang mantap, perencanaan yang matang, penyusunan program yang tepat, tersedianya sarana dan prasarana, pelaksanaan yang efektif dan efisien, serta adanya pengawasan dan pengadilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum efektivitas pelayanan perizinan izin usaha perdagangan melalui sistem OSS di DPMPTSP Kabupaten Purbalingga dapat dikatakan sudah efektif terkait proses pengurusan izin pada sistem OSS bagi masyarakat khususnya pelaku usaha dibandingkan proses pengurusan sebelum adanya sistem ini. Karena saat ini versi yang berlaku yaitu sistem OSS-RBA yang hanya perlu mendaftar sekali jalan saja pada akses web OSS versi ini. Meskipun dalam pelaksanannya, pada pembaruan sistem akan terjadi error sistem yang meresahkan masyarakat. Operator pelayanan sistem perizinan OSS pada DPMPTSP Kabupaten Purbalingga sudah memadai dengan melakukan in house training yaitu pelatihan intern untuk memberikan pengetahuan tentang instruksi kemajuan pelayanan. Kemudian, sosialisasi berbentuk pembinaan dan pengawasan. Meskipun sosialisasi sudah dilakukan tetapi masih banyak masyarakat yang belum paham dan gagap teknologi, sehingga OPD harus mengadakan sosialisasi secara langsung. Ketiga, masih adanya miss-coordination pada sistem OSS antar OPD dengan pihak DPMPTSP yang mana diperlukan adanya penyepakatan ulang terkait pengurusan lanjutan dari OPD tersebut pada sistem OSS. Indikator keberhasilan keberlangsungan proses perizinan melalui sistem ini dinilai dari respon masyarakat. Dimana nilai evaluasi dan iklim pelayanan publik dilihat dari Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) yang mendapat nilai 85 dan dikatakan sudah mendapat respon yang baik. | One of the existing licensing services is the Trade Business Permit Service. Where in the trading business license service, an OSS licensing system has been held which has developed into a risk-based version or RBA. In this study using the measurement of effectiveness according to Siagian (1978: 77), namely the clarity of goals, clarity of strategy for achieving goals, solid policy analysis and formulation processes, careful planning, proper programming, availability of facilities and infrastructure, effective and efficient implementation, as well as oversight and justice. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this study indicate that in general the effectiveness of licensing services for trading business permits through the OSS system in DPMPTSP Purbalingga Regency can be said to have been effective regarding the process of obtaining permits in the OSS system for the community, especially business actors compared to the processing process before this system existed. Because currently the version that applies is the OSS-RBA system which only needs to register one way on this version of OSS web access. Even though in its implementation, system errors will occur during system updates which disturb the community. Operators of the OSS licensing system service at DPMPTSP Purbalingga Regency have been sufficient by conducting in-house training, namely internal training to provide knowledge about service progress instructions. Then, socialization takes the form of coaching and supervision. Even though the socialization has been carried out, there are still many people who do not understand and are ignorant of technology, so the regional organization must carry out direct socialization. Third, there is still a mis-coordination of the OSS system between regional organization and DPMPTSP which requires a renegotiation regarding the continued management of the regional organization in the OSS system. An indicator of the success of the licensing process through this system is assessed from the community's response. Where is the evaluation value and public service climate seen from the Community Satisfaction Survey (SKM) which scored 85 and was said to have received a good response. | |
| 35773 | 38871 | F1A016080 | Feminis Laki-Laki Dalam Film North Country (Studi Semiotik tentang Feminis Laki-Laki Dalam Film Nort Country) | Upaya menghapus ketidakadilan gender, khususnya yang dialami perempuan, merupakan perjuangan besar. Ketidakadilan gender berakar pada kultur patriarki yang memosisikan laki-laki lebih utama daripada perempuan. Tanpa peran kedua jenis kelamin, perempuan dan laki-laki, upaya ini sulit terwujud. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi feminisme dan peran feminis laki-laki dalam film North Country, sebuah film yang diangkat dari kisah nyata tentang perjuangan perempuan pekerja tambang korban pelecehan seksual menuntut keadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan feminisme. Semiotika Ferdinand de Saussure digunakan sebagai metode analisis data. Model analisis ini dipilih karena dapat membantu peneliti memahami penanda (signifier) dan petanda (signified) dalam dialog film North Country untuk menjelaskan representasi feminisme dan feminis laki-laki yang ada di film ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi feminisme muncul dalam dialog di antara para tokohnya, terutama Josey. Representasi feminisme antara lain muncul pada adegan penolakan Josey terhadap permintaan ayahnya untuk berhenti bekerja di tambang; ketidaksetujuan Josey terhadap pendapat ibunya bahwa suami Josey melakukan kekerasan dalam rumah tangga akibat dia kehilangan pekerjaan; kesadaran kritis Josey bahwa pelecehan seksual yang dialami pekerja perempuan merupakan hal yang salah dan harus dilawan; kegigihan Josey mengajak kawan-kawannya sesama pekerja perempuan untuk melawan; keberanian Josey melawan perusahaan melalui tuntutan class action di pengadilan. Representasi feminisme juga ditunjukkan Glory, sahabat Josey, yang berjuang melalui serikat pekerja untuk meminta perusahaan menyediakan fasilitas portable toilet (terutama) untuk pekerja perempuan; pun terlihat pada suami Glory, Kyle, yang mau bertukar peran menjadi pengurus rumah tangga ketika istrinya bekerja di tambang sementara dia “menganggur” akibat cedera. Perjuangan Josey melawan pelecehan seksual di tempat kerja juga didukung oleh beberapa feminis laki-laki. Ayah Josey, yang awalnya sering menyepelekan putrinya, akhirnya menjadi pembela Josey, baik di tempat kerja maupun di pengadilan; Bill White, sang pengacara, yang selalu all out membela Josey di ruang sidang; Kyle, suami Glory, yang senantiasa memberikan dukungan kepada Glory dan perjuangan Josey; Ricky, rekan kerja Josey di pertambangan yang bersimpati kepada para pekerja perempuan dan memberikan dukungan kepada Josey di ruang sidang. Selain itu, ada beberapa pekerja laki-laki yang bersimpati dengan perjuangan Josey dan memberi dukungan di ruang sidang. Akhirnya Josey berhasil memenangi perkara ketika hakim mengabulkan tuntutan dia dan kawan-kawan. Namun kemenangan terbesar dari perjuangan Josey dan kawan-kawan adalah lahirnya undang-undang anti pelecehan seksual di Amerika yang terinspirasi kasus ini. Kata kunci: Feminisme, Hubungan. | ABSTRACT Efforts to eliminate gender inequality, especially those experienced by women, is a big struggle. Gender inequality is rooted in a patriarchal culture that positions men more than women. Without the roles of both sexes, women and men, this effort is difficult to realize. This study aims to describe the representation of feminism and the role of male feminists in the film North Country, a film based on a true story about the struggle of female mining workers victims of sexual harassment to demand justice. The research method used is a qualitative descriptive research method with a feminist approach. Ferdinand de Saussure's semiotics was used as a data analysis method. This analysis model was chosen because it can help researchers understand the signifier and the signified in the North Country film dialogue to explain the representation of feminism and male feminism in this film. The results show that the representation of feminism appears in the dialogue between the characters, especially Josey. Representations of feminism, among others, appear in the scene of Josey's rejection of his father's request to stop working in the mines; Josey's disagreement with his mother's opinion that Josey's husband committed domestic violence because he lost his job; Josey's critical awareness that the sexual harassment experienced by women workers is wrong and must be resisted; Josey's persistence in inviting his fellow female workers to fight; Josey's courage against the company through a class action lawsuit in court. The representation of feminism is also shown by Glory, Josey's friend, who fought through the union to ask companies to provide portable toilet facilities (especially) for female workers; also seen in Glory's husband, Kyle, who wants to switch roles as housekeeper when his wife works in the mines while he is "unemployed" due to an injury. Josey's fight against sexual harassment in the workplace is also supported by several male feminists. Josey's father, who initially often belittles his daughter, eventually becomes Josey's defender, both at work and in court; Bill White, the lawyer, who was always all out defending Josey in the courtroom; Kyle, Glory's husband, who always supports Glory and Josey's struggles; Ricky, Josey's coworker at the mine who sympathizes with the female workers and provide support to Josey in the courtroom. In addition, there were several male workers who sympathized with Josey's struggle and provided support in the courtroom. Finally, Josey managed to win the case when the judge granted him and his friends' demands. But the biggest victory of the struggle of Josey and his friends is the birth of the anti-sexual harassment law in America which was inspired by this case. Keywords: Feminism, Relationship | |
| 35774 | 38872 | J0A019026 | TRANSLATING CLIMATE CHANGE TEXTS OF NATURAL RESOURCES DEFENSE COUNCIL (NRDC) | Laporan Tugas Akhir ini berjudul “Translating Climate Change Texts of Natural Resources Defense Council (NRDC).” Dipilihnya teks ini karena bersifat informative dan sangat relate dengan permasalahan di muka bumi yang dirasa dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya. Teks ini menjelaskan tentang bagaimana bahaya perubahan iklim dan bagaimana NRDC berusaha untuk melindungi dunia, manusia, tumbuhan, hewan, dan sistem alam di mana semua kehidupan bergantung. Tujuan pelaksanaan praktik kerja ini adalah untuk menerjemahkan teks dan menerapkan ilmu penerjemahan yang didapatkan selama masa perkulliahan. Proses penerjemahan ini telah dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2022. Dalam menerjemahkan teks-teks perubahan iklim terdapat empat tahap yang dilakukan yaitu: tahap analisis, tahap pengalihan, tahap restrukturisasi, tahap evaluasi dan revisi. membaca keseluruhan traskrip, tahap transfer ini dilakukan pada otak penerjemah untuk menganalisis dan mengalih bahasakan BSu ke BSa, tahap restrukturisasi pada tahap ini, penerjemah berupaya menyusun kembali teks yang telah diterjemahkan, tahap evaluasi dan revisi pada tahap ini evaluasi dan revisi hasil terjemahan dilakukan dengan membaca secara seksama, jika setelah dibaca ulang masih terdapat kata atau kalimat yang tidak sesuai dengan bahasa target, revisi dilakukan untuk mencapai hasil yang natural. Selama proses penerjemahan teks tentang perubahan iklim dari website NRDC, penulis menemui beberapa kendala. Kendalanya adalah dalam memilih kata yang tepat dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran, kurangnya pemahaman tentang terminologi khusus yang digunakan saat menerjemahkan teks perubahan iklim, dan terbatasnya pengetahuan tentang idiom bahasa sumber yang menghambat proses penerjemahan. Solusi untuk mengatasi kendala: berkonsultasi dengan pembimbing, memahami kata atau kalimat adalah pendekatan yang dilakukan selama proses penerjemahan, mencari kata idiom di kamus online atau offline. | This final report is entitled “Translating Climate Change Texts of Natural Resources Defense Council (NRDC)”. This text was chosen because it is informative and very relevant to the problems in the world that it feels can provide benefits for the readers. This text describes how dangerous climate change is and how the NRDC organization seeks to protect the world, people, plants, animals, and the natural systems on which all life depends. The purpose of implementing this job training is to translate texts and apply the translation knowledge gained during the lecture period. This translation process has been carried out from September until December 2022. There were four stages in translating these texts: analysis stage, transfer stage, restructuring stage, evaluation, and revision stage. The analysis stage at this stage reads the entire transcript, the transfer stage is carried out on the brain to analyze and translate the SL to TL, and the restructuring at this stage, the text that has been translated at the transfer stage attempts to restructure. Evaluation and revision, at this stage the evaluation and revision of the translation results are carried out by reading carefully if after rereading there are still words or sentences that are mistranslated, revisions are made to achieve the natural result. During the translation process of the text on climate change from the NRDC (Natural Resources Defense Council) website for example, The obstacles were within selecting the precise word from the source language into the target language, a less-known of understanding of the specific terminology used when translating climate change texts, and limited knowledge of source language idioms which hindered the translation process. The solutions to overcome the obstacles are: consulting with the supervisors, understanding the words or sentences the approach taken during the translation process, look for idiom words in online or offline dictionaries. | |
| 35775 | 38896 | C1B018001 | KEPUASAN KERJA DALAM PERSPEKTIF KARYAWAN (Studi Kualitatif Pada Sebuah Perusahaan Ritel Online) | Kepuasan kerja adalah salah satu faktor terpenting dalam pencapaian pekerjaan dan menghasilkan efektivitas, efisiensi dan produktivitas yang lebih besar serta perasaan kepuasan pribadi. Kepuasan kerja dianggap sebagai salah satu faktor utama mengenai efisiensi dan efektivitas bisnis yang dapat dipahami melalui Herzberg's Two-Factor Theory. Teori ini menjelaskan bahwa kepuasan kerja dapat diciptakan melalui dua faktor yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Penelitian tentang kepuasan kerja dilakukan karena adanya fenomena employee turnover rate yang tinggi walaupun berada di negara dengan indeks kebahagiaan kerja tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah menilai tingkat kepuasan kerja pada karyawan dan menguji peran Herzberg's Two-Factor Theory dalam menjelaskan kepuasan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksplanatori untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi dengan setting yang alamiah. Melalui pengujian secara empiris ditemukan bahwa tingkat kepuasan pada sektor ritel online masih terkategori netral-rendah. Hal ini disebabkan karena faktor hygiene dan motivational yang rendah. Faktor hygiene bertanggung jawab untuk mengurangi ketidakpuasan kerja sementara motivational bertanggung jawab untuk meningkatkan kepuasan. Keterbatasan penelitian yang ada dalam penelitian ini adalah sulitnya mendapatkan partisipan yang kompeten dan kredibel. Para karyawan cenderung enggan untuk diwawancara. | Job satisfaction is an essential factor to achieve effectiveness, efficiency, productivity and personal satisfaction. Job satisfaction can be understood through Herzberg's Two-Factor Theory. This theory explains that job satisfaction is created by intrinsic and extrinsic factors. Research on job satisfaction was conducted due to the phenomenon of high employee turnover rates even though a countries have highest job happiness index. The purpose of this study was to assess the level of job satisfaction among employees and to test the role of Herzberg's Two-Factor Theory on job satisfaction literature. The research method used is a qualitative method. Current empirical study was found that the level of satisfaction has been the low-neutral category. This is caused by the low of hygiene and motivational factors. Hygiene factor is responsible for reducing job dissatisfaction while motivational is responsible for increasing satisfaction. The last, This study has limitation such as the difficulty in obtaining competent and credible employe. | |
| 35776 | 39032 | K1B017050 | ANALISIS DISTRIBUSI LOGNORMAL PADA DATA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2020 | Distribusi lognormal menjadi pilihan pertama dalam memodelkan suatu variabel acak kontinu. Contohnya, yaitu data yang berkaitan dengan bidang fisika, kimia, biologi, bersifat medis, ukuran populasi, linguistik, dan karakteristik ekonomi. Salah satu ciri-ciri distribusi lognormal memiliki kurva yang cenderung miring. Hal tersebut dipengaruhi oleh nilai parameternya. Penelitian ini bertujuan menentukan estimator terbaik untuk parameter distribusi lognormal, dengan melakukan simulasi dan penerapan metode estimasi pada data kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ciamis tahun 2020 menggunakan Software R. Perbandingan estimator terbaik dibuat antara Maximum Likelihood Estimators (MLE) dan Method of Moments Estimator (MME). Hasil simulasi dan penerapan metode estimasi pada data kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menunjukkan bahwa Maximum Likelihood Estimators (MLE) lebih dapat diandalkan, karena nilai Mean Squared Error (MSE) semakin mendekati nol ketika ukuran sampel semakin besar pada berbagai kombinasi parameter μ dan σ. Sedangkan pada Method of Moments Estimator (MME), nilai Mean Squared Error (MSE) mendekati nol hanya saat σ≤1. Selain itu, dilihat dari distribusi data dan uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ciamis tahun 2020 berdistribusi lognormal. | The lognormal distribution is the first choice in modeling a continuous random variable. For example, data related to physics, chemistry, biology, medical characteristics, population size, linguistics, and economic characteristics. One of the characteristics of the lognormal distribution is that it has a skewed curve. It is influenced by the parameter value. This study aims to determine the best estimator for the lognormal distribution parameter, by simulating and applying the estimation method to Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) case data in Ciamis Regency in 2020 using R Software. The best estimator comparison was made between the Maximum Likelihood Estimators (MLE) and the Method of Moments Estimator (MME). The simulation results and the application of the estimation method to Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) case data show that the Maximum Likelihood Estimators (MLE) are more reliable, because the Mean Squared Error (MSE) value gets closer to zero when the sample size is larger in various combinations of parameters μ and σ . Whereas in the Method of Moments Estimator (MME), the Mean Squared Error (MSE) value is close to zero only when σ≤1. In addition, the data distribution and the Shapiro-Wilk normality test show that the Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) case data in Ciamis Regency in 2020 has a lognormal distribution. | |
| 35777 | 38873 | J1C018026 | Diksi dan Gaya Bahasa pada Film Tenki no Ko karya Makoto Shinkai | Penelitian ini mengkaji tentang Diksi dan Gaya Bahasa dengan sumber data Film Tenki no Ko karya Makoto Shinkai yang dibuat pada tahun 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penggunaan diksi dan jenis gaya bahasa pada Film Tenki no Ko. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data simak catat. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, ditemukan penggunaan diksi makna denotatif dan konotatif dengan jumlah 8 data dan gaya bahasa dengan jumlah 13 data, gaya bahasa yang terdapat dalam film Tenki no Ko yaitu in’yuu (metafora), chokuyuu (simile), gijinhou (personifikasi), shuujiteki gimonhou (retorical question), hanpukuhou (repetisi), touchihou (inversi), dan gyakusetsu (paradoks). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Makoto Shinkai lebih banyak menggunakan diksi dengan makna denotatif dalam penceritaannya dengan gaya bahasa simile di mana simile digunakan untuk membandingkan antara suatu keadaan dengan hal lain menggunakan kata penghubung perumpamaan “seperti”. | This research examines diction and style of language using data from Makoto Shinkai's Tenki no Ko film which was made in 2019. The purpose of this research is to explain the use of diction and types of figurative language in Tenki no Ko film. This study used a qualitative descriptive method with data collection techniques, note taking. Based on the results of the analysis that has been done, it was found that the use of diction with denotative and connotative meanings with a total of 8 data and language style with a total of 13 data, the style of language contained in the Tenki no Ko film, namely In'yuu (metaphor), chokuyuu (simile), gijinhou (personification), shuujiteki gimonhou (rhetorical question), hanpukuhou (repetition), touchihou (inversion), and gyakusetsu (paradox). The conclusion of this study is that Makoto Shinkai uses more diction with denotative meanings in his storytelling in a simile style where similes are used to compare a situation with other things using the parable conjunction "like". | |
| 35778 | 38874 | G1A019075 | PROFIL STRATEGI BELAJAR SELF REGULATED LEARNING KOMPONEN MANAJEMEN SUMBER DAYA DALAM DISKUSI KELOMPOK SELAMA MASA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS | Latar Belakang: Perubahan proses pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 yang semula daring penuh menjadi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) berdampak terhadap strategi belajar Self-Regulated Learning, yaitu suatu proses yang melibatkan mahasiswa dalam berbagai strategi meregulasi dirinya dengan tujuan mencapai target pembelajaran. Perubahan ini khususnya berdampak pada diskusi kelompok Problem Based Learning (PBL), yaitu metode pembelajaran berbasis permasalahan yang memerlukan keaktifan mahasiswa dalam prosesnya. Strategi belajar SRL komponen manajemen sumber daya merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Data berupa profil strategi belajar ini penting untuk dijadikan bahan pemantauan dan evaluasi institusi dalam pembuatan kebijakan. Tujuan: Untuk mengetahui profil strategi belajar SRL komponen manajemen sumber daya dalam diskusi kelompok PBL pada mahasiswa FK Unsoed selama masa PTMT 2021/2022. Metode: Penelitian deskriptif observasional kuantitatif ini menggunakan data primer hasil pengisian kuesioner “Strategi Belajar SRL Dalam Masa PTMT” oleh 199 responden mahasiswa Angkatan 2019, 2020, dan 2021. Hasil analisis univariat disajikan dalam tabel dan diagram distribusi frekuensi. Hasil: Didapatkan bahwa sebagian besar mahasiswa selalu menerapkan strategi belajar learning environment management, learning time management, effort regulation, dan help seeking, serta cukup sering menerapkan strategi belajar resources management dan peer learning dalam diskusi kelompok PBL selama masa PTMT . Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa selalu menerapkan SRL komponen manajemen sumber daya. Data hasil penelitian dapat dijadikan bahan evaluasi selama masa PTMT oleh institusi. | Background: The changes of learning process during COVID-19, which was changing from online learning to limited face-to-face learning method affected Self-regulated learning strategies, which a process that involves students in various strategies to regulate themselves to achieve their learning goals. These changes especially affect student’s strategies in problem-based learning (PBL) peer discussion which is problem-centered learning that requires active learning in the process. Resources management is an ability to identify sources that is necessary to achieve their goals. This profile is essential for institution in monitoring and evaluating implemented systems. Objective: To find profile of SRL learning strategies for resources management components in problem based learning (PBL) peer discussion of FK Unsoed students during limited face-to-face learning method in 2021/2022. Methods: This quantitative-observational-descriptive study uses primary data from a questionnaire "SRL Learning Strategies in Limited Face-to-Face Learning Period" by 199 undergraduate-student (of batch 2019, 2020, and 2021). The results are presented in tables and frequency-distribution diagrams. Results: This study found that most of students always do learning environment management, learning time management, effort regulation, help seeking strategies and also frequently do resources management and peer learning strategies in this peer learning discussion during the limited face-to-face learning period. Conclusion: Most students always use resources management of SRL strategies. Data of this study could be used as an evaluation during limited face-to-face learning by institution. | |
| 35779 | 38875 | H1D015015 | RANCANG BANGUN GIS (GEOGRAHPHIC INFORMATION SYSTEM) SEKOLAH KABUPATEN PURBALINGGA | Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa atau murid di bawah pengawasan pendidik atau guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal yang umumnya wajib dalam upaya menciptakan anak didik yang mengalami kemajuan setelah mengalami proses pembelajaran. Di Kabupaten Purbalingga termasuk kabupaten yang memiliki banyak Sekolah dari jenjang Paud, Sekolah dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah atas, serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sangat diminati masyarakat. Adanya Sistem Informasi Geografi ini memudahkan para pengguna untuk mencari rute Sekolah dan memudahkan untuk para siswa yang ingin mendaftar sekolah agar dapat menemukan sekolah disekitar nya. Dalam pembuatan Sistem Informasi Geografi ini memerlukan Systems Development Life Cycle menganalisis secara bertahap, dan Webgis untuk menampilkan peta juga GPS untuk memastikan letak permukaan bumi dan menggunakan Perancangan UML seperti sequence diagram, dan usecase. Terdapat juga Metode waterfall dalam membuat Sistem Informasi Geografi ini seperti analisanya, implementasi, desain, pemeliharaan dan juga tahap pengujian. Tahap Pengujian menggunakan BlackBox untuk menguji Sistem apakah berjalan baik atau tidak dan sudah layak digunakan bagi pengguna. | School is an institution designed for teaching students or pupils under the supervision of educators or teachers. Most countries have a formal education system which is generally mandatory in an effort to create students who progress after experiencing the learning process. In Purbalingga Regency, it is a district that has many schools from the Early Childhood Education, Elementary Schools, Junior High Schools, and Senior High Schools, as well as Vocational High Schools (SMK) which are in great demand by the community. The existence of this Geographic Information System makes it easier for users to find school routes and makes it easier for students who want to register for schools to be able to find schools around them. In making this Geographic Information System, it requires Systems Development Life Cycle to analyze in stages, and WebGIS to display maps as well as GPS to determine the location of the earth's surface and use UML design such as sequence diagrams and use cases. There is also a waterfall method in making this Geographic Information System such as the analysis, implementation, design, maintenance and also the testing phase. The Testing Phase uses BlackBox to test whether the system is running well or not and is fit for use by users. | |
| 35780 | 38876 | B1A018103 | KEANEKARAGAMAN MORFOLOGI TANAMAN SIRSAK (Annona muricata L.) PADA BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT | Sirsak (Annona muricata L.) dapat tumbuh di berbagai ketinggian tempat mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Penelitian mengenai morfologi tanaman sirsak telah dilakukan pada berbagai ketinggian tempat di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman morfologi tanaman sirsak yang tumbuh pada berbagai ketinggian tempat dan mengetahui ketinggian tempat yang optimal bagi pertumbuhan tanaman sirsak. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara stratified random sampling. Variabel yang diamati yaitu morfologi batang, daun, bunga, buah, biji tanaman sirsak dan ketinggian tempat lokasi sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya keanekaragaman morfologi tanaman sirsak pada berbagai ketinggian tempat. Karakter morfologi tanaman sirsak yang dipengaruhi oleh ketinggian tempat yaitu diameter batang, panjang daun, lebar daun, luas daun, dan bobot buah. Ketinggian tempat yang optimal untuk pertumbuhan tanaman sirsak yaitu 400-599,9 mdpl. Analisis regresi menunjukkan adanya hubungan yang erat antara ketinggian tempat dengan diameter batang, panjang daun, lebar daun, luas daun, dan berat buah. | Soursop (Annona muricata L.) can grow at various altitudes from the lowlands to the highlands. Research on the morphology of soursop plants has been carried out at various altitudes in Banyumas Regency. The purpose of this study was to determine the morphological diversity of soursop plants growing at various altitudes and to determine the optimal altitude for soursop plant growth. This study used a survey method with a stratified random sampling technique. The variables observed were the morphology of stems, leaves, flowers, fruits, seeds of soursop plants and the height of the sampling location. The results showed that there was a diversity of soursop plant morphology at various altitudes. The morphological characters of soursop plants that are affected by altitude are stem diameter, leaf length, leaf width, leaf area, and fruit weight. The optimal altitude for soursop plant growth is 400-599.9 meters above sea level. Regression analysis showed that there is a close relationship between the altitude with stem diameter, leaf length, leaf width, leaf area, and fruit weight. |