Home
Login.
Artikelilmiahs
13326
Update
RIFKI RACHMADIA PUTRA
NIM
Judul Artikel
PERBANDINGAN EFISIENSI USAHATANI JAMUR MERANG DAN JAMUR TIRAM DI KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Perbandingan Efisiensi Usaha Tani Jamur Tiram dan Jamur Merang di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pendapatan dan efisiensi antara usaha tani jamur tiram dan jamur merang dan membandingkan tingkat pendapatan petani jamur tiram dan jamur merang dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Banyumas. Jumlah responden yang diambil di dalam penelitian ini adalah petani jamur tiram sebanyak 27 orang dan petani jamur merang sebanyak 11 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus dikarenakan populasi yang ada kurang dari 100 petani. Alat analisis yang digunakan adalah analisis efisiensi ekonomi atau R/C dan analisis pendapatan yang dibandingkan dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa dengan luas lahan yang sama yaitu 100 m2, usaha tani jamur merang lebih menguntungkan dibandingkan dengan usaha tani jamur tiram. Hasil analisis R/C menunjukkan bahwa nilai R/C usaha tani jamur merang lebih tinggi dibandingkan dengan usaha tani jamur tiram, maka usaha tani jamur merang lebih menguntungkan dan lebih efisien dibandingan dengan usaha tani jamur tiram di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Implikasi dari penelitian ini adalah petani jamur tiram meningkatkan penggunaan input produksi seperti bibit bahan untuk membuat media jamur, dan disesuaikan deangan standar prosedur budidaya jamur agar tidak terjadi penurunan tingkat produksi yang dapat membuat biaya input produksi semakin bertambah, sehingga dapat mencapai tingkat efisiensi yang lebih tinggi dari sebelumnya. Sebaiknya petani dapat meningkatkan kemampuan produksi dan diharapkan pemerintah juga memberikan pembinaan pada petani dalam upaya peningkatan keahlian dalam membudidayakan jamur agar pendapatan yang diperoleh dapat memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas. Selain itu, petani jamur tiram perlu mempertimbangkan untuk membudidayakan jamur merang karena usaha tani jamur merang lebih menguntungkan dan lebih efisien dibandingan dengan usaha tani jamur tiram. Kata kunci : Efisiensi, Rasio R/C, Jamur Merang, Jamur Tiram, Kebutuhan Hidup Layak (KHL)
Abtrak (Bhs. Inggris)
SUMMARY This research entitled “Eficiency Comparation of the Oyster Mushroom and Straw Mushroom Farming in Ajibarang Subdistrict Banyumas Regency”. The purpose of this research are to analyze the difference between income and eficiency level of oyster mushroom and straw mushroom farmer and to compare oyster mushroom and straw mushroom farmer income with decent living needs (KHL) in Banyumas Regency. The respondents are 27 oyster mushroom farmers and 11 straw mushroom farmers. Sampling method that utilized is census method because the population is less than 100. Data analysis method that utilized are R/C Ratio and income analysis that compared with Kebutuhan Hidup Layak (KHL) in Banyumas Regency. Based on analysis result, with the same land wide (100 m square), straw mushroom farming is more profitable than oyster mushroom farming. Meanwhile, R/C analysis result shows that straw mushroom farming has higher R/C value than oyster mushroom farming, so straw mushroom farming is more profitable and more efficient than oyster mushroom farming in Ajibarang Subdistrict Banyumas Regency. The implication of this research are oyster mushroom farmer should increase the production input use such as seed material to make mushroom media, and it should be adjusted to the standart procedure of mushroom cultivation in order to avoid decreasing of the production level that can make the input cost increase, so the farming can achieve an higher level of efficiency. We recommend the farmer to increase the production skill and the goverments is expected to provide some guidance to the farmer in an effort to increase the farmer’s cultivation skill in order to meet the decent living needs (KHL) standart in Banyumas Regency. In addition, the oyster mushroom farmer should consider to cultivate straw mushroom because the straw mushroom farming are more profitable and more efficient than oyster mushroom farming. Keywords : Efficiency, R/C Ratio, Straw Mushroom, Oyster Mushroom, Decent Living Needs (KHL)
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save