Home
Login.
Artikelilmiahs
38300
Update
NAFILA
NIM
Judul Artikel
Partisipasi Politik Pemilih Difabel pada Pemilihan Presiden Tahun 2019 di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Partisipasi politik merupakan aspek penting dari demokrasi. Partisipasi politik diartikan sebagai kegiatan seseorang ataupun kelompok dalam sebuah kegiatan politik, seperti memilih pemimpinnya dan dapat secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kebijakan pemerintah. Partisipasi politik juga merupakan wujud dari pemenuhan hak-hak politik warga negara untuk dapat menyatakan pendapat, berkumpul, dan memilih, tidak terkecuali kelompok difabel. Tujuan dari artikel berbasis penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan partisipasi politik pemilih difabel pada pemilihan presiden tahun 2019 di Kabupaten Banyumas dan menjelaskan faktor yang mendorong dan menghambat partisipasi politik pemilih difabel di Kabupaten Banyumas. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa partisipasi politik pemilih difabel di Banyumas masih terbilang pasif. Hal ini dikarenakan partisipasi pemilih difabel hanya sebatas menggunakan hak suaranya untuk menjadi warga negara yang baik dan mengikuti diskusi politik tentang calon presiden dan visi-misinya. Faktor pendorong kelompok difabel untuk memilih adalah keinginan mereka untuk perubahan dan kesamaan hak-hak bagi kelompoknya. Sementara, faktor penghambat bagi pemilih difabel adal: 1) sosialisasi yang kurang merata tentang pemilihan dari KPU; 2) tidak adanya pendamping dari pihak keluarga; 3) sarana yang kurang ramah terhadap difabel. Oleh karena itu, pasifnya pemilih difabel pada Pemilihan Presiden Tahun 2019 di Kabupaten Banyumas menunjukkan bahwa partisipasi yang mereka lakukan hanyalah sekadar menjadi pengamat. Kata kunci: partisipasi politik, pemilih difabel, pemilihan presiden
Abtrak (Bhs. Inggris)
Political participation is a significant aspect of democracy, defined as the activities of a person or group in political activities, such as electing their leaders and can directly or indirectly influence government policies. Political participation is also a manifestation of the fulfillment of citizens' political rights to be able to express opinions, assemble, and vote, including groups with disabilities. This research-based articles aims at understanding and describing the political participation of voters with disabilities in the 2019 presidential election in Banyumas Regency and explaining the factors that encourage and hinder the political participation of voters with disabilities in the Banyumas Regency. With the use of the qualitative method and an approach within a structuralist perspective and constructivism paradigm, the research reveals that the political participation of voters with disabilities in Banyumas is still passive. That is because the participation of voters with disabilities is limited to using their voting rights to become good citizens and participating in political discussions about presidential candidates and their visions. Meanwhile, the inhibiting factors for voters with disabilities are: 1) the uneven socialization by the General Elections Commission (KPU) about the election; 2) the absence of a companion from the family; 3) less-friendly facilities for people with disabilities. Therefore, the passivity of voters with disabilities in the 2019 presidential election in Banyumas Regency shows their participation merely as observers. Keyword: political participation, persons with disabilities, presidential election
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save