Artikelilmiahs
Menampilkan 34.841-34.860 dari 49.893 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 34841 | 37599 | A1A017012 | ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI JAMBU AIR CITRA (Syzygium samarangense) DI DESA KARANGCENGIS KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH | Jambu air citra (Syzygium samarangense) merupakan salah satu komoditi tanaman hortikultura yang mempunyai prospek baik untuk dikembangkan di Indonesia. Salah satu daerah penghasil jambu air citra adalah Desa Karangcengis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Tanaman buah jambu air citra di Desa Karangcengis memiliki luas lahan sebesar 13 hektar, dengan hasil produksi jambu air citra pada tahun 2020 mencapai 48,75 ton. Oleh karena itu, peninjauan kelayakan dalam melakukan usaha melalui studi kelayakan usaha diperlukan untuk menghindari penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk: Menganalisis kelayakan usahatani jambu air citra berdasarkan aspek finansial (NPV, IRR, B/C) dan menganalisis tingkat sensitivitas terhadap perubahan jumlah produksi dan harga jual jambu air citra. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei, analisis data yang dilakukan pada penelitian ini terdiri analisis kuantitatif. Berdasarkan aspek finansial menunjukkan nilai NPV sebesar Rp133.721.944,47, nilai IRR sebesar 11 persen, net B/C sebesar 1,818, dan PP sebesar 7,933. Dengan demikian, maka usahatani jambu air citra layak diusahakan. Hasil analisis sensitvitas untuk penurunan jumlah produksi sebesar 3,29 persen setiap tahunnya menunjukkan usahatani masih layak diusahakan. sedangkan untuk analisis sensitivitas dengan penurunan harga jual jambu air sebesar 15 persen menunjukkan usahatani jambu air citra masih layak untuk dilaksanakan oleh para petan dan analisis sensitivitas dengan penurunan harga jual jambu air sebesar 50 persen menunjukkan usahatani jambu air citra tidak layak untuk dilaksanakan oleh para petani. | Citra water guava (Syzygium samarangense) is one of the horticultural crop commodities that have good prospects for development in Indonesia. One of the guava producing areas is Karangcengis Village, Bukateja District, Purbalingga Regency. The guava fruit plant in Karangcengis Village has a land area of 13 hectares, with the production of guava water in 2020 reaching 48.75 tons. Therefore, it is timely in carrying out the necessary efforts to make large investments that turn out to be unprofitable. This study aims to: Analyze the feasibility of water guava farming based on financial aspects (NPV, IRR, B/C) and analyze the level of sensitivity to changes in the amount of production and selling price of guava. The research was conducted using a survey method, the data analysis carried out in this study consisted of quantitative analysis. Based on the financial aspect, the NPV value of Rp133.721.944,47, an IRR value of 11 percent, a net B/C of 1.818, and PP a 7,933. Thus the cultivation of guava water image is feasible. The results of the sensitivity analysis of the decrease in the amount of production by 3.29 percent per year show that farming is still feasible. The sensitivity analysis with a decrease in the selling price of water guava by 15 percent, indicates that guava cultivation is feasible for farmers to do and sensitivity analysis with a decrease in selling price of guava by 50 percent indicates that guava cultivation is not feasible for farmers to carry out | |
| 34842 | 37687 | C1A018046 | Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Inflasi di Indonesia: Aplikasi Autoregressive Distributed Lag | Inflasi merupakan kenaikan harga-harga barang secara umum dan berlaku secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan menggunakan aplikasi E-Views diperoleh hasil bahwa suku bunga memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap inflasi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Jumlah uang beredar memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap inflasi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Harga minyak dunia memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi dalam jangka pendek, sedangkan dalam jangka panjang harga minyak dunia memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap inflasi. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlu menekankan juga kebijakan selain kebijakan melalui suku bunga dalam mengendalikan inflasi, seperti kebijakan birokrasi yang lebih sederhana dan kemudahan layanan dalam melakukan investasi dan juga tataniaga impor yang lebih efektif. Bank Indonesia juga harus tetap konsisten dan fokus pada prinsip kehati0hatian dalam melaksanakan kebijakan makroekonomi. Jangka waktu penetapan harga minyak harus lebih diperhatikan karena terjadi perbedaan pengaruh dalam jangka pendek dan jangka panjang. | Inflation is an increase in the prices of goods in general and applies continuously within a certain period of time. The purpose of this study is to analyze the factors that affect inflation. This research is using the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) research method. Based on the results of the analysis that has been carried out using the E-Views application, the results show that interest rates have a negative but not significant effect on inflation in the short and long term. The money supply has a negative and significant effect on inflation in the short and long term. World oil prices have a negative and significant effect on inflation in the short term, while in the long-term world oil prices have a positive and significant effect on inflation. The implication of the results of this study is that it is necessary to emphasize policies other than policies through interest rates in controlling inflation, such as simpler bureaucratic policies and ease of service in making investments as well as a more effective import trading system. Bank Indonesia must also remain consistent and focus on the principle of prudence in implementing macroeconomic policies. The timeframe for setting oil prices should be paid more attention to because there are differences in the effects in the short and long term. | |
| 34843 | 37683 | C1A018069 | PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DENGAN KRIMINALITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2015-2021 | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif terhadap Indeks Pembangunan Manusia, kriminalitas, dan Produk Domestik Regional Bruto di Provinsi Papua Barat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia terhadap Produk Domestik Regional Bruto, menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia terhadap Produk Domestik Regional Bruto dimana kriminalitas sebagai variabel moderasi, dan menganalisis Produk Domestik Regional Bruto sebelum dan sesudah adanya variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan data panel yaitu gabungan antara data cross section dan time series. Penelitian ini menggunakan data dari 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat pada tahun 2015-2021. Penelitian ini juga dianalisis menggunakan random effect model, uji pemilihan model Chow, Hausman, Lagrange Multiplier, uji asumsi klasik, analisis moderasi, dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh positif signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Kemudian krimininalitas dapat memoderasi atau memperkuat pengaruh Indeks Pembangunan Manusia terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Produk Domestik Regional Bruto setelah adanya variabel moderasi mengalami penurunan dibandingkan sebelum adanya variabel moderasi. Implikasi dari kesimpulan diatas adalah bagi pemerintah daerah Provinsi Papua Barat diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan-kebijakan di masa yang akan datang terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat. Selanjutnya bagi pemerintah di Provinsi Papua Barat diharapkan dapat memberbaiki sistem birokrasinya agar kejahatan seperti penyuapan, penipuan, korupsi, atau pun kejahatan lainnya dapat berkurang. Kemudian bagi masyarakat wilayah Provinsi Papua Barat diharapkan dapat mengikuti program – program yang sudah diatur pemerintah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian masyarakat di Provinsi Papua Barat. | This research is a descriptive quantitative study on the Human Development Index, crime, and Gross Regional Domestic Product in West Papua. The purpose of this study is to analyze the effect of the Human Development Index on Gross Regional Domestic Product, analyze the effect of the Human Development Index on Gross Regional Domestic Product where crime is a moderation variable, and analyze gross regional domestic product before and after the moderation variable. This study used panel data, which is a combination of cross section and time series data. This study used data from 13 regencies/cities in West Papua Province in 2015-2021. This research was also analyzed using random effect model, Chow model selection test, Hausman, Lagrange Multiplier, classical assumption test, moderation analysis, and descriptive analysis. Based on the results of research and data analysis, it can be concluded that the Human Development Index has a significant positive effect on gross regional domestic product. Then crimininality can moderate or strengthen the influence of the Human Development Index on gross regional domestic product. Gross Regional Domestic Product after the moderation variable decreased compared to before the moderation variable. This is because there is a criminality variable that is of negative value. The implication of the conclusion above is that the regional government of West Papua is expected to be used as an evaluation material to determine future policies related to improving the quality of human resources in West Papua. Furthermore, the government in West Papua Province is expected to improve its bureaucractic system so that crimes such as bribery, fraud, and corruption, or other crimes can be reduced. Then for the people of West Papua, it is hoped that they can participate in programs that have been arranged by the government in order to improve the quality of human resources and the economy of the community in West Papua Province. | |
| 34844 | 37685 | C1H018025 | THE EFFECT OF EWOM AND E-SERVICE QUALITY ON REPURCHASE INTENTION WITH E-SATISFACTION AS A MEDIATION VARIABLE ON SKINCARE BRAND CAMILLE BEAUTY | Penelitian ini merupakan survei pada konsumen produk Camille Beauty. Penelitian ini mengambil judul: “The Effect of EWOM and E-Service Quality on Repurchase Intention with Satisfaction as a Mediation Variable on Skincare Brand Camille Beauty”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EWOM, e-service quality, dan e-satisfaction dalam memengaruhi repurchase intention. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah membeli produk Camille Beauty minimal 2 kali. Penelitian ini menggunakan 100 responden. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Convenience Sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution) 16.0 menunjukkan bahwa : (1) EWOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention, (2) E-service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention, (3) EWOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap e-satisfaction, (4) E-service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap e-satisfaction, (5) E-satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention, (6) E-satisfaction tidak dapat memediasi pengaruh hubungan EWOM terhadap repurchase intention, dan (7) E-satisfaction tidak dapat memediasi pengaruh e-service quality terhadap repurchase intention. Implikasi dari penelitian ini adalah Camille Beauty dapat merapikan tata letak web akan membuat konsumen mempunyai kesan pertama yang menarik dalam mengunjungi website, melakukan kegiatan promosi dalam bentuk iklan dan juga movement kepada konsumen dan calon konsumennya untuk merawat dan memperhatikan bagian tubuh. | This research is a survey of consumers of Camille Beauty products. This study takes the title: "The Influence of EWOM and E-Service Quality on Purchase Intentions with Satisfaction as a Mediation Variable in Camille Beauty Brand Skin Care". This study aims to determine the effect of EWOM, e-service quality, and e-satisfaction in influencing repurchase intention. Respondents in this study were consumers who had purchased Camille Beauty products at least 2 times. This study used 100 respondents. This research method uses quantitative research with the sampling technique used is Convenience Sampling. Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Product and Service Solution) 16.0, it shows that: (1) EWOM has a positive and significant effect on repurchase intention, (2) E-service quality has a positive and significant effect on repurchase intention, (3) EWOM positive and significant effect on e-satisfaction, (4) E-service quality has a positive and significant effect on e-satisfaction, (5) E-satisfaction has a positive and significant effect on repurchase intention, (6) E-satisfaction cannot mediate the effect of relationship EWOM on repurchase intention, and (7) E-satisfaction cannot mediate the effect of e-service quality on repurchase intention. This research implies that Camille Beauty can tidy up the web layout and will make consumers have an attractive first impression in visiting the website, carrying out promotional activities in the form of advertisements, and also a movement to consumers and potential customers to care for and pay attention to body parts. | |
| 34845 | 37688 | B1A018062 | Struktur Vegetasi dan Spesies Tumbuhan Endemik Indonesia yang Ditemukan di Lereng Timur Gunung Slamet | Abstrak Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang terdapat di Jawa Tengah dengan ketinggian sekitar 3.428 m dpl. Hutan di kawasan Gunung Slamet memiliki keranekaragaman baik tumbuhan bawah maupun pepohonannya. Tingginya keanekaragaman tumbuhan tersebut dapat menyebabkan terhadap banyaknya jenis tumbuhan yang populasinya rendah serta memiliki wilayah sebaran yang sempit sehingga berpotensi menjadi endemik. Flora endemik adalah tumbuhan asli suatu daerah yang tidak terdapat di daerah lain yang bukan habitatnya atau flora khas daerah tertentu. Hampir seluruh spesies endemik digolongkan sebagai spesies langka atau rentan terhadap kepunahan. Oleh karena itu maka perlu dilakukan penelitian tentang tumbuhan endemik di hutan Gunung Slamet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan endemik mikrohabitat Lereng Timur Gunung Slamet. Penelitian dilakukan pada ketinggian tempat 1250 m dpl sampai 2500 m dpl menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak. Petak pengamatan pada setiap lokasi ketinggian dibuat pada garis/jalur pengamatan. Garis/jalur pengamatan dibuat membentang serarah dengan arah ketinggian tempat di atas permukaan laut. Ukuran petak pengamatan yang digunakan adalah 10 m x 10 m untuk sampling pohon dan 2 m x 2 m untuk sampling tumbuhan bawah. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis indeks keanekaragaman jenis, indeks kemerataan jenis, dan indeks nilai penting untuk mengetahui struktur vegetasi hutan. Uji endemisitas dilakukan untuk mengetahui spesies endemik Indonesia yang ditemukan di Gunung Slamet. Terdapat spesies tumbuhan endemik Indonesia yang ditemukan di Gunung Slamet yaitu Pasang (Lithocarpus javensis Blume), dan Dahu (Dracontomelon dao (Blanco) Merr. & Rolfe). Serta ditemukan spesies tumbuhan endemik Jawa yaitu Edelweis (Anaphalis javanica (DC.) Sch.Bip.), | Mount Slamet is one of the mountains in Central Java with a height of about 3,428 m.a.s.l. The forest in the Mount Slamet area have diversity both undergrowth and trees. The high diversity of these plants will be at risk for many types of plants whose populations are low and have a narrow distribution area so that they become endemic. Endemic flora are plants native to an area that are not found in other areas that are not their habitat or flora typical of a particular area. Almost all endemic species are classified as rare or vulnerable to extinction. Therefore, it is necessary to conduct research on endemic plants in the forest of Mount Slamet. This study aims to determine the diversity of plant species endemic to the microhabitat of the East Slope of Mount Slamet. The study was conducted at an altitude of 1250 m.a.s.l to 2500 m.a.s.l using a survey method with a sampling technique using the checkered line method. Observation plots at each altitude location are made on the observation line/line. Observation lines/lines are made stretching in the direction of the altitude above sea level. The size of the observation plot used was 10 m x 10 m for sampling trees and 2 m x 2 m for sampling understorey. The research data were analyzed using an analysis of the species diversity index, the species evenness index, and the significance index. There are endemic plant species to Indonesia found on Mount Slamet, namely Pasang (Lithocarpus javensis Blume), and Dahu (Dracontomelon dao (Blanco) Merr. & Rolfe), And found species of plants endemic to Java, namely Edelweiss (Anaphalis javanica (DC.) Sch.Bip.). | |
| 34846 | 37689 | F1B017038 | Implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Di Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga | Pemerintah Desa Karanganyar merupakan salah satu pemerintah desa yang mengalami permasalahan pengelolaan keuangan yang tidak tertib. Dalam upaya untuk mengatasinya, Pemerintah Desa Karanganyar mengimplementasikan kebijakan berbasis aplikasi yang disebut dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis proses implementasi serta faktor-faktor yang memengaruhi implementasi sistem keuangan desa (Siskeudes). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) di Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga sudah berjalan secara optimal sejak tahun 2018 dan menjadi kebijakan yang ideal (idealized policy) dalam mengatasi permasalahan pengelolaan keuangan desa yang tidak tertib administrasi. Kebijakan ini juga memberikan berbagai manfaat bagi pemerintah desa diantaranya pengelolaan keuangan desa lebih mudah, lebih tersusun rapi, lebih mudah untuk dipublikasikan, dan lebih transparan. Implementasi tersebut dalam prosesnya didukung oleh beberapa faktor, diantaranya kelompok sasaran (target group) yang memiliki inisiatif tinggi, berpikiran terbuka pada hal baru, memiliki kemauan belajar serta bertanggung jawab, faktor organisasi pelaksana (implementing organizations) yang memiliki pembagian peran yang jelas dan saling mendukung serta saling berkomunikasi satu sama lain. Dan faktor lingkungan (environtmental factors) yang mendukung berupa keterbatasan SDM yang diimbangi dengan penggunaan teknologi canggih, dan akses internet yang sudah memadai. | The Village Government of Karanganyar is one of the village governments that is experiencing problems with disorderly financial management. In an effort to overcome this, the Karanganyar Village Government implemented an application-based policy called the Village Financial System (Siskeudes). The purpose of this study is to identify and analyze the implementation process and the factors that influence the implementation of the village financial system (Siskeudes). The method used in this research was qualitative. Informants were selected using purposive sampling and snowball sampling. Collecting data through interviews, documentation, and observation. The data analysis method used was interactive analysis method. The results of the study show that the implementation of the Village Financial System (Siskeudes) in Karanganyar Village, Karanganyar District, Purbalingga Regency has been running optimally since 2018 and has become an idealized policy in overcoming problems of village financial management that are not administratively orderly. This policy also provides various benefits for the village government, including easier, more organized, easier to publish, and more transparent. The implementation process supported by several factors, including the target group that has high initiative, have an open-minded to new things, has a willingness to learn and have responsibility, and implementing organizational factors that have a clear division of roles, support each other and communicate with each other. And environmental factors (environtmental factors) that support in the form of limited human resources that balanced with the used of advanced technology, and internet access that is already adequate. | |
| 34847 | 37690 | F1F018029 | Analisis Upaya Amerika Serikat dalam Mengurangi Penyelundupan Manusia Meksiko-Amerika Serikat Tahun 2017-2020 | Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya penyelundupan manusia dari Meksiko ke Amerika Serikat, baik yang melalui perbatasan selatan AS maupun melalui perbatasan lainnya. Tingginya tingkat penyelundupan manusia ke dalam wilayah AS ini membuat pemerintah AS mengupayakan adanya tindak penanggulangan untuk mengurangi jumlah penyelundupan yang terjadi. Penelitian ini dianalisis menggunakan perspektif Sekuritisasi yang memberi kesimpulan bahwa AS telah melakukan sekuritisasi atas imigran ilegal yang berasal dari Meksiko, menjadikan mereka sebagai suatu bentuk ancaman atas masyarakat dan negara, yang secara cepat perlu ditanggulangi. Pemerintah AS juga melakukan berbagai upaya lainnya untuk menanggulangi isu ini, seperti dimunculkan nya Executive order 13767 mengenai Border Security and Enforcement Improvements, pemberlakuan kebijakan Zero Tolerance, Executive order 13768 mengenai Enhancing Public Safety in the Interior of the United States, pembangunan tembok perbatasan baru atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Trump Wall’, serta berbagai upaya lainnya. | This research is motivated by the large number of people smuggling from Mexico to the United States, both through the US southern border or any other borders. The high rate of people smuggling into US territory makes the US government seek countermeasures to reduce the amount of smuggling that occurs. This research is analyzed using the Securitization perspective which concludes that the US has securitized illegal immigrants from Mexico, making them a form of threat to society and to the country, which needs to be addressed quickly. The US government has also made various other efforts to overcome this issue, such as the issuance of Executive order 13767 regarding Border Security and Enforcement Improvements, the implementation of the Zero Tolerance policy, Executive order 13768 regarding Enhancing Public Safety in the Interior of the United States, the construction of a new border wall or better known as the 'Trump Wall', as well as various other efforts. | |
| 34848 | 38033 | J1C018008 | Representasi Kekerasan Pada Film Mother Karya Tatsushi Omori | Penelitian ini berjudul “Representasi Kekerasan Pada Film Mother Karya Tatsushi Omori”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kekerasan fisik dan kekerasan psikis yang terdapat dalam film Mother. Teori yang digunakan pada penilitian ini yaitu teori semiotika John Fiske di mana terdapat kode-kode televisi yang terbagi menjadi tiga level yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data teknik simak bebas libat cakap dan teknik analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman dengan langkah-langkahnya yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa dialog dan tangkapan layar adegan yang terdapat pada film Mother. Sumber data pada penelitian ini berupa film yang berjudul Mother karya Tatsushi Omori. Berdasarkan hasil analisis data terdapat adegan yang merepresentasikan tindak kekerasan dalam bentuk fisik dan psikis. Tindakan kekerasan dalam bentuk fisik yang terdapat dalam film ini ditampilkan dalam wujud melempar objek, menendang, menampar, mendorong, penghilangan kesehatan atau kemampuan normal tubuh, dan penghilangan nyawa seseorang. Tindakan kekerasan dalam bentuk psikis yang terdapat dalam film ini ditampilkan dalam wujud penggunaan kata-kata kasar, penyalahgunaan kepercayaan, mempermalukan orang di depan orang lain atau di depan umum, dan melontarkan ancaman dengan kata-kata. Pada film ini ditemukan total sembilan data terkait kekerasan fisik dan total tujuh data terkait kekerasan psikis. Kesimpulannya, representasi kekerasan pada film ini lebih banyak ditampilkan dalam bentuk fisik karena terdapat banyaknya perselisihan yang terjadi antar tokoh yang berakhir dengan tindak kekerasan sebagai solusi dan respon dalam menghadapi suatu permasalahan. | The present study is entitled "Representation of Violence in Tatsushi Omori's Mother Movie". This study aims to describe the representation of physical abuse and psychic violence contained in the Mother movie. The theory used in this study is John Fiske's semiotic theory whereas the television codes are divided into three levels, namely the level of reality, the level of representation, and the level of ideology. This study uses qualitative descriptive research methods. The data collection technique used in this study is the free listening technique of proficient involvement and qualitative data analysis technique according to Miles and Huberman, involving steps of data reduction, data presentation, and conclusion. The data used in this study was organized as dialogue and screenshot of scenes contained in the Mother movie. The source of the data in this study is mainly a movie entitled Mother by Tatsushi Omori. Based on the results of data analysis, there exists scenes that represent acts of violence in physical and psychological forms. Violence in the physical form contained in this movie is shown in the form of throwing objects, kicking, slapping, pushing, damaging health or normal abilities of the body, and the demise of one's life. Violence in the psychological form contained in this movie is shown in the form of harsh words, trust abusement, public humiliation, and verbal threats. Eventually, in Mother movie, a total of nine data related to physical abuse and a total of seven data related to psychic violence are found. The representation of violence in Mother movie is mostly shown in physical form considering many conflicts occur between characters that lead to acts of violence as the solution or response in facing a problem. | |
| 34849 | 38139 | E1A018234 | PERLINDUNGAN HUKUM ASAS FIRST TO FILE BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM SENGKETA MEREK SOMEBYMI (studi Putusan Nomor 67/Pdt.Sus-HKI/Merek/2020/PN Niaga Jkt.Pst.) | Keberadaan merek yang merupakan bagian dari Hak Kekayaan Intelektual memiliki peranan penting dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa, terutama dalam era globalisasi. Merek digunakan sebagai alat untuk membedakan barang dan jasa yang diproduksi suatu perusahaan. Keberagaman merek di dunia memberikan kesempatan bagi produsen yang tidakbertanggung jawab untuk melakukan pelanggaran merek. Salah satu pelanggaran merek adalah pemboncengan merek terkenal asing yang belum terdaftar di Indonesia dengan iktikad tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan perlindungan hukum asas first to file berdasarkan Undang-Undang Merek dan Indikasi Geografis dalam sengketa merek Somebymi pada Putusan Nomor 67/Pdt/Sus-HKI/Merek/2020/PN Niaga Jkt.Pst. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang kemudian dikumpulkan melalui studi kepustakaan, dan diolah serta dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif yang kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Pengadilan Niaga Jakarta Pusat tidak berhasil memberikan perlindungan hukum terhadap Merek Terkenal SOMEBYMI milik Penggugat sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. | The Existence of a brand which is part of Intellectual Property Rights has an important role in the activities of trading in goods or services, especially in the era of globalization. Brand is used as a tool to distinguish goods and services which produced by a company. The diversity of brands in the world provides an opportunity for irresponsible manufacturers to commit brand infringement. One of the brand infringements is pillaging a foreign well-known brand in a bad way that has not been registered in Indonesia. This study aims to find out how to apply the first to file as a legal protection based on Law Number 20 of 2016 concering Brand an Geographic Indication in Somebymi Brand Legal Action in verdict Number 67/Pdt.Sus-HKI/Merek/2020/PN Niaga Jkt.Pst. This study uses a normative juridical approach with descriptive research specificatios. The data souces used are secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials which are then collected trough literature study, also processed and analyzed it with qualitative normative methods then presented in the form of narrative texts. Based on the results of the research and discussion, it can be conclused that the Central Jakarta Commercial Court has not succeeded in providing legal protection to the Plaintiff’s SOMEBYMI Famous Brand in accordance with provisions in Law Number 20 of 2016 concerning Brand and Geographical Indications. | |
| 34850 | 37691 | L1A018014 | ANALISIS FAKTOR PENTING POTENSI EKOLOGIS AKTIVITAS REHABILITASI MANGROVE DALAM MENGURANGI BENCANA BANJIR ROB DI JAKARTA | Penelitian ini dilakukan di pesisir Jakarta Utara yang memiliki potensi terkena bencana banjir Rob yang terjadi akibat meluapnya air laut ke daratan yang diakibatkan oleh kenaikan muka air laut, penurunan muka tanah serta waktu dan tinggi pasang surut. Secara ekologis, hutan mangrove berfungsi sebagai pelindung pesisir, mitigasi bencana banjir, bencana abrasi, intrusi air laut, tanah longsor dan penyerap zat pencemar. Kawasan hutan mangrove Angke Kapuk direhabilitasi sejak tahun 1999 hingga sekarang, sehingga luasan kawasan hutan mangrove meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor utama aktivitas rehabilitasi mangrove dan untuk mengetahui hubungan antar faktor aktivitas rehabilitasi mangrove. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis Micmac. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama aktivitas rehabilitasi mangrove meliputi Peraturan Gubernur, Peraturan Daerah, Peraturan Menteri, risiko bencana banjir, risiko bencana abrasi, risiko bencana tanah longsor, kenaikan muka air laut, penurunan muka tanah dan pencemaran lingkungan. | This research was conducted in coastal North Jakarta which has the potential to be affected by Rob floods that occur due to the overflow of sea water into the land caused by sea level rise, land subsidence and the time and height of tides. Ecologically, mangrove forests function as coastal protection, flood disaster mitigation, abrasion disaster, seawater intrusion, landslides and absorbing pollutants. Angke Kapuk mangrove forest area has been rehabilitated since 1999 until now, so that the area of mangrove forest area increases every year. This study aims to determine the main factors of mangrove rehabilitation activities and to determine the relationship between factors of mangrove rehabilitation activities. This study used a survey method with Micmac analysis. The results showed that the main factors of mangrove rehabilitation activities include Governor Regulation, Regional Regulation, Ministerial Regulation, flood disaster risk, abrasion disaster risk, landslide disaster risk, sea level rise, land subsidence and environmental pollution | |
| 34851 | 37692 | A1F017028 | Pengaruh Konsentrasi Invertase dan Lama Fermentasi terhadap Karakteristik Organoleptik Gula Invert dari Nira Kelapa | Gula invert merupakan larutan yang terdiri dari campuran glukosa dan fruktosa yang dihasilkan dari hidrolisis sukrosa. Gula invert dapat dibuat dari bahan baku nira kelapa yang kandungan utamanya adalah sukrosa. Penggunaan invertase dalam pembuatan gula invert bertujuan untuk memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa secara lebih maksimal sehingga menghasilkan gula invert yang memiliki derajat kemanisan yang tinggi. Aktivitas invertase dipengaruhi oleh konsentrasi invertase dan waktu fermentasi untuk dapat bekerja optimum dalam menghidrolisis sukrosa. Pada penelitian ini dikaji mengenai pengaruh konsentrasi invertase dan lama fermentasi dalam pembuatan gula invert dari nira kelapa, sehingga penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi invertase dan lama fermentasi terhadap karakteristik organoleptik gula invert dari nira kelapa, 2) mengetahui kombinasi konsentrasi invertase dan lama fermentasi yang menghasilkan gula invert dari nira kelapa dengan sifat organoleptik terbaik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi invertase, terdiri dari 4 taraf: 0%; 2,5%; 5%; 7,5% dan lama fermentasi, terdiri dari 2 taraf: 6 jam dan 12 jam, sehingga menghasilkan 8 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati yaitu organoleptik menggunakan metode skoring meliputi homogenitas, warna, aroma, rasa manis, dan tingkat kesukaan secara keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi invertase dan lama fermentasi mempengaruhi homogenitas, warna, dan rasa manis gula invert, namun tidak mempengaruhi aroma dan tingkat kesukaan gula invert. Diperoleh kombinasi perlakuan konsentrasi invertase 2,5% dan lama fermentasi 12 jam dapat direkomendasikan dalam pembuatan gula invert. Kombinasi ini menghasilkan gula invert yang memiliki karakteristik organoleptik aroma agak khas gula kelapa, rasa manis, dan disukai oleh panelis. | Invert sugar is a mixture of fructose and glucose obtained by sucrose hydrolysis. Invert sugar can be produced from coconut sap which contains sucrose as the main content. The use of invertase in the invert sugar production is to hydrolyze sucrose into glucose and fructose maximally that resulting to invert sugar with higher degrees of sweetness. Invertase activity is influenced by invertase concentration and fermentation time to reach its optimum activity for the production of invert sugar. Therefore the aim of the study is to: 1) determine the effect of the invertase concentration and fermentation time on the sensory properties of invert sugar from coconut sap; 2) determine which treatment produce the best sensory properties of invert sugar from coconut sap. This research was conducted experimentally using a Completely Randomized Block Design (RCBD). The factors studied are invertase concentration consists of 4 levels: 0%, 2.5%, 5%, 7.5% and fermentation time, consists of 2 levels: 6 hours and 12 hours, therefore resulting in 8 treatment combinations with 3 replications. The variables observed are sensory properties using a scoring method (homogeny, colours, aroma, sweet taste, and overall liking). The result showed that invertase concentration and fermentation time influenced the homogeny, colours, and sweet taste, but did not influence aroma and overall liking. The treatment of 2.5% of invertase concentration and 12 hours of fermentation time can be recommended in the production of invert sugar. This combination produced the invert sugar with the sensory properties: moderately distinctive aroma of coconut sugar, sweet taste, and liked by panelists. | |
| 34852 | 37693 | A1F017066 | Pengaruh Konsentrasi Invertase dan Lama Fermentasi terhadap Karakteristik Organoleptik Gula Invert dari Gula Kelapa Brondol | Gula invert merupakan hasil dari proses hidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Gula invert dapat dibuat dari gula kelapa brondol yang merupakan produk samping dari gula kelapa kristal yang mengandung banyak sukrosa. Pembuatan gula invert dapat dilakukan secara hidrolisis enzimatis menggunakan invertase untuk memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa sehingga menghasilkan gula invert yang lebih manis karena fruktosa memiliki derajat kemanisan yang lebih tinggi dari sukrosa. Aktivitas invertase dalam menghidrolisis sukrosa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pada penelitian ini dikaji mengenai pengaruh konsentrasi invertase dan lama fermentasi dalam pembuatan gula invert dari gula kelapa brondol. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi invertase dan lama fermentasi terhadap karakteristik organoleptik gula invert dari gula kelapa brondol, 2) mengetahui kombinasi konsentrasi invertase dan lama fermentasi yang menghasilkan gula invert dari nira kelapa dengan sifat organoleptik terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi invertase yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: 0%; 2,5%; 5%; 7,5% dan lama fermentasi yang terdiri dari 2 taraf, yaitu: 6 dan 12 jam, sehingga menghasilkan 8 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati yaitu organoleptik menggunakan metode skoring meliputi homogenitas, warna, aroma, rasa manis, dan tingkat kesukaan secara keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi invertase dan lama fermentasi mempengaruhi homogenitas, aroma, rasa, dan tingkat kesukaan gula invert, namun tidak mempengaruhi warna gula invert. Diperoleh kombinasi perlakuan konsentrasi invertase 2,5% dan lama fermentasi 6 jam dapat direkomendasikan dalam pembuatan gula invert. Kombinasi ini menghasilkan gula invert yang memiliki karakteristik organoleptik warna hitam kecoklatan, memiliki aroma agak khas gula kelapa, rasa yang manis, kenampakan yang homogen, dan disukai oleh panelis. | Invert sugar is a product of hydrolysis sucrose into glucose and fructose. Invert sugar can be produced from brondol coconut sugar which is a by-product of crystalline coconut sugar that contains sucrose. Invert sugar can be produced using invertase because invertase can hydrolyze sucrose into glucose and fructose therefore produce an invert sugar that is sweeter because fructose have higher degrees of sweetness compared to sucrose. Invertase activity in hydrolyzing sucrose is influenced by several factors. This research examines the effect of invertase concentration and fermentation time in the production of invert sugar from brondol coconut sugar. The aim of this study is to: 1) determine the effect of the invertase concentration and fermentation time on the sensory properties of invert sugar from brondol coconut sugar, 2) determine which treatment produce the best sensory properties of invert sugar from brondol coconut sugar. This study is an experimental study using a completely randomized design (CRD). The factors studied are invertase concentration consists of 4 levels: 0; 2.5%; 5%; 7.5% and fermentation time, consists of 2 levels: 6 hours and 12 hours, therefore resulting in 8 treatment combinations with 3 replications. The variables observed are sensory properties using a scoring method (homogeny, colours, aroma, sweet taste, and overall liking). The result showed that invertase concentration and fermentation time influenced the homogeny, aroma, sweet taste, and overall liking, but did not influence colours. The treatment of 2.5% of invertase concentration and 6 hours of fermentation time can be recommended in the production of invert sugar. This combination produced the invert sugar with the sensory properties: brownish-black in color, moderately distinctive aroma of coconut sugar, sweet taste, homogeneous, and are liked by the panellists. | |
| 34853 | 38034 | J1D018026 | NILAI-NILAI PENDIDIKAN PROFETIK PADA BUKU TEKS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP/MTs | Buku teks pembelajaran sebagai sumber pengetahuan memiliki kontribusi dalam mengajarkan nilai-nilai karakter, moralitas sikap, dan pembentukan karakter perilaku yang baik kepada siswa. Penting untuk dilihat dalam buku teks Bahasa Indonesia adakah nilai-nilai Pendidikan nilai profetik yang disajikan baik masalah kesantunan, kemuliaan, kerjasama, kepedulian maupun masalah lainnya. Nilai-nilai Pendidikan profetik yang tentunya mengandung nilai bahwa manusia harus bermoral, bijaksana, pembelajar sejati, jujur, adil, cerdas, mandiri dan kontributif akan menjadi modal besar dalam membentuk sebuah karakter dan nilai moralitas siswa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data tertulis diperoleh dengan metode simak catat dengan teknik simak dan catat dan data dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Teknik dasar metode analisis isi dengan menekankan pada isi, makna, pembacaan symbol-simbol dan pemaknaan isi. Teknik penyajian dengan cara informal yaitu penjelasan dalam bentuk naratif dengan mendeskripsikan hasil analysis nilai-nilai. Berdasarkan penelitian bahwa nilai profetik merupakan nilai-nilai yang berpedoman pada sifat-sifat kenabian sebagai manusia yang ideal secara spiritual-individual yang dijadikan sebuah prinsip hidup dan bersifat universal karena mengajarkan kebaikan. Isi dalam buku tersebut terdapat tiga nilai profetik yaitu: humanisasi artinya memanusiakan manusia, liberasi artinya membebaskan/pembebasan, dan transedensi artinya beriman kepada Tuhan. Pendidikan profetik memiliki arti sebuah ide atau nilai yang dianggap penting dalam pendidikan untuk tujuan membentuk manusia berkarakter hidup dari dimensi transedental yang kuat dan stabil sehingga dapat mencapai kehidupan yang ideal dan diharapkan mampu menjadi pemimpin perubahan berdasarkan cita-cita moral dan profetik kenabian. | Learning textbooks as a source of knowledge have a contribution in teaching character values, attitude morality, and the formation of good character traits to students. It is important to see in Indonesian textbooks whether there are educational values of prophetic values presented in terms of politeness, nobility, cooperation, caring and other issues. The values of prophetic education which of course contain the value that humans must be moral, wise, true learners, honest, fair, intelligent, independent and contributive will be a big capital in shaping a student's character and moral values. The research method used in this research is descriptive qualitative. The written data was obtained by using the note-taking method with the listening and note-taking technique and the data was analyzed using the content analysis method. The basic technique of the content analysis method is by emphasizing the content, meaning, reading of symbols and meaning of content. The presentation technique in an informal way is an explanation in the form of a narrative by describing the results of the analysis of values. Based on research that prophetic values are values that are guided by prophetic traits as an ideal human being spiritually-individually which is used as a principle of life and is universal because it teaches goodness. The book contains three prophetic values, namely: humanization which means humanizing humans, liberation which means liberating/liberation, and transcendence which means faith in God. Prophetic education has the meaning of an idea or value that is considered important in education for the purpose of forming human beings with living characters from a strong and stable transcendental dimension so that they can achieve an ideal life and are expected to be able to become leaders of change based on prophetic moral and prophetic ideals. | |
| 34854 | 37695 | H1A018009 | OPTIMALISASI KELISTRIKAN DI PABRIK GULA KRISTAL PUTIH PT SUKSES MANTAP SEJAHTERA | PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) merupakan pabrik produksi gula kristal putih yang berada di Desa Doropeti, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. PT SMS juga merupakan salah satu pabrik yang menggunakan pembangkitan listrik sendiri yang berasal dari limbah tebu berupa ampas tebu (bagasse) dan batu-bara yang dilakukan selama musim giling tebu serta saat masakan gula mentah (raw sugar) dan generator diesel. PT Sukses Mantap Sejahtera berencana melakukan pembelian dan penjualan daya listrik lebih yang dibangkitkan oleh generator dan mengganti batubara menjadi grid dengan jaringan PT PLN (Perusahaan Listrik Negara). Berdasarkan masalah tersebut, penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui nilai yang optimal dari pembangkitan listrik yang ada. Penelitian ini diawali dengan membuat konfigurasi pembangkitan yang digunakan pada PG PT Sukses Mantap Sejahtera dan pembuatan konfigurasi pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH) dari pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm), pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), dan jaringan grid PLN serta daya yang dikonsumsi pabrik selama satu tahun sesuai dengan kondisi yang ada pada PG PT Sukses Mantap Sejahtera dengan menggunakan software Homer. Setelah itu, akan dilakukan simulasi untuk mengetahui hasil optimasi. Dari hasil optimasi, dapat diketahui nilai ekonomi dari kedua konfigurasi dimana PLTH On Grid selama 25 tahun projek memiliki nilai Net Present Cost (NPC) -Rp.16,3 M dengan biaya Levelized Cost of Energy (COE) -Rp.55.24/kWH yang jauh lebih ekonomis dibandingkan pembangkitan yang ada pada pabrik yaitu dengan NPC Rp.129 M dan COE Rp.829,82/kWH. | PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) is a white crystal sugar production factory located in Doropeti Village, Dompu Regency, West Nusa Tenggara Province. PT SMS is also one of the factories that uses its own electricity generation from sugarcane waste in the form of bagasse and coal which is carried out during the sugarcane milling season as well as when cooking raw sugar and diesel generators. PT Sukses Mantap Sejahtera plans to buy and sell more electricity generated by generators and replace coal into the grid with the PT PLN (State Electricity Company) network. Based on these problems, the authors conducted this study to determine the optimal value of existing electricity generation. This research begins by making the generation configuration used in the PT Sukses Mantap Sejahtera Sugar Factory and making the configuration of a hybrid power plant (PLTH) from a biomass power plant (PLTBm), a diesel power plant (PLTD), and the PLN grid network as well as the power consumed. factory for one year in accordance with the existing conditions at PT Sukses Mantap Sejahtera PG by using Homer software. After that, a simulation will be carried out to determine the optimization results. From the optimization results, it can be seen the economic value of the two configurations where PLTH On Grid for 25 years has a Net Present Cost (NPC) value of -Rp.16.3 M with a Levelized Cost of Energy (COE) -Rp.55.24/kWH which is much more economical than the existing generation at the factory, namely with NPC Rp.129 M and COE Rp.829.82/kWH. | |
| 34855 | 37696 | H1A018035 | ANALISIS SUSUT DAYA DAN ENERGI PADA JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN RENDAH STUDI KASUS TELKOM CORPORATE UNIVERSITY BANDUNG | Susut daya adalah permasalahan klasik dalam sistem distribusi tenaga listrik. Pada jaringan distribusi jumlah energi listrik yang sampai ke beban tidak sama dengan jumlah energi listrik yang dibangkitkan karena terjadi susut atau rugi-rugi (losses) energi. Penelitian ini dilakukan di Telkom Corporate University, Bandung pada panel distribusi utama gardu nomor 2 dengan mengguanakan alat power quality analyzer Hioki 3196 untuk memperoleh data berupa tegangan, arus beban, faktor daya dan daya pada setiap saluran selama empat hari mulai dari hari senin tanggal 18 Juli 2022 hingga hari kamis tanggal 21 juli 2022.untuk nilai rersistansi deperoleh dari data sheat penghantar dengan memeperhatikan peletakan beban yang di suplai. Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh besarnya susut energi pada siang hari yaitu sebesar 10%, 10.16%, 11.19% dan, 10.45% sedangkan pada malam hari sebesar 8.89%, 8.88%, 9.02% dan 8.74% nilai susut pada siang hari tanggal 19-21 juli 2022 tidak sesuai dengan standar SPLN:50 1997 yaitu sebesar 2% sampai 10%. Berikutnya besarnya nilai susut pada fasa netral akibat ketidak seimbangan beban pada siang hari yaitu sebesar 2.05%, 1.95%, 2.44% dan, 1.54% dan pada malam hari sebesar 1.39%, 1.64%, 1.71% dan, 1.05% untuk menguragi nilai susut pada fasa netral dapat dilakukan dengan melakukan penyeimbangan beban. | Power loss is a classic problem in electric power distribution systems. In the distribution network, the amount of electrical energy that reaches the load is not the same as the amount of electrical energy generated due to energy losses. This research was conducted at Telkom Corporate University, Bandung at the main distribution panel of substation number 2 using the Hioki 3196 power quality analyzer to obtain data in the form of voltage, load current, power factor and power on each channel for four days starting from Monday 18 July 2022 to Thursday 21 July 2022. For the resistance value, it is obtained from the conductor sheat data by paying attention to the laying of the load that is supplied. From the results of these calculations, the amount of energy loss during the day is 10%, 10.16%, 11.19% and, 10.45% while at night it is 8.89%, 8.88%, 9.02% and 8.74% the value of loss during the day on 19-21 july 2022 does not comply with the 1997 SPLN:50 standard, which is 2% to 10%. Next, the value of shrinkage in the neutral phase due to load imbalance during the day is 2.05%, 1.95%, 2.44% and, 1.54% and at night is 1.39%, 1.64%, 1.71% and 1.05% to reduce the value of shrinkage at neutral phase can be done by balancing the load. | |
| 34856 | 37697 | H1D017020 | SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT UNGGAS BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING | Ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang dengan pesat sehingga dapat membantu kehidupan manusia dalam berbagai hal. Salah satu masalah yang dapat diselesaikan dengan menggunakan teknologi ialah diagnosa penyakit unggas pada bidang peternakan. Teknologi yang digunakan bernama sistem pakar. Sistem pakar adalah sistem yang digunakan sebagai pengetahuan manusia yang dituangkan ke dalam sistem perangkat/komputer yang dapat menyelesaikan berbagai masalah. Sistem pakar yang dikembangkan menggunakan metode forward chaining dan berupa aplikasi web. | Science and technology have developed rapidly so that it can help human life in various ways. One of the problems that can be solved by using technology is the diagnosis of poultry diseases in the livestock sector. The technology used is called an expert system. An expert system is a system that is used as human knowledge that is poured into a device/computer system that can solve various problems. The expert system developed using the forward chaining method and in the form of a web application. | |
| 34857 | 37699 | C1A018021 | Analisis Pendapatan Pedagang di Kecamatan Sukahening sebagai Dampak Pembangunan Jalan Baru Cisinga Kabupaten Tasikmalaya | Pembangunan infrastruktur jalan dapat mengembangkan jaringan transportasi untuk distribusi barang maupun jasa dan merupakan aspek penting dalam peningkatan laju pertumbuhan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari pembangunan infrastruktur jalan terhadap pendapatan serta menganalisis dampak aksesibilitas dan lokasi usaha terhadap pendapatan pedagang di sekitar jalan baru Cisinga yang memiliki tempat usaha saat sebelum jalan terhubung dan setelah jalan terhubung di Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu seluruh populasi digunakan menjadi sampel. Banyaknya sampel pada penelitian ini yaitu 32 responden dan alat analisis yang digunakan adalah Uji Beda Rata-Rata serta Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pendapatan pedagang sebelum dan setelah jalan terhubung yaitu rata-rata pendapatan pedagang meningkat sebesar Rp 578.218,75 per bulan setelah jalan terhubung. Serta terdapat dampak yang positif dan signifikan dari variabel aksesibilitas dan variabel lokasi usaha terhadap pendapatan pedagang setelah jalan terhubung. | Road infrastructure can develop transportation networks for the distribution of goods and services and is an important aspect in increasing the rate of economic growth. The purpose of this study is to determine the impact of road infrastructure development on income and analyze the impact of accessibility and business location on the income of traders around the new Cisinga road which has a place of business before the road is connected and after the road is connected in Sukahening District, Tasikmalaya Regency. This research is a quantitative research, the sampling technique in this study used a saturated sample namely the entire population was used as a sample. The number of samples in this study were 32 respondents and the analytical tools used were the Mean Difference Test and Multiple Linear Regression Analysis. The results showed that there was a significant difference in the income of traders before and after the road was connected, namely the average income of traders increased by Rp. 578,218.75 per month after the road was connected. And there is a positive and significant impact of the accessibility variable and the business location variable on the income of traders after the road is connected. | |
| 34858 | 37698 | B1A018058 | PENGARUH PERBEDAAN pH DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIUM Lentinula edodes SERTA DETEKSI GOLONGAN METABOLIT SEKUNDER YANG DIHASILKAN | Jamur shiitake (Lentinula edodes) merupakan salah satu jenis jamur pangan yang menghasilkan metabolit sekunder dengan potensi sebagai bahan obat. Metabolit sekunder jamur dapat diperoleh dengan cara ekstraksi dari tubuh buah, miselium, maupun filtrat kulturnya. Pertumbuhan dan produksi metabolit sekunder jamur dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti pH dan waktu inkubasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai pH dan waktu inkubasi yang optimal bagi pertumbuhan miselium jamur L. edodes serta golongan metabolit sekunder yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimental RAL Faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor pH (pH 3, 4, 5, dan 6) dan waktu inkubasi (15, 20, 25, dan 30 hari) sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Variabel bebas penelitian berupa pH dan waktu inkubasi, serta variabel terikat berupa pertumbuhan miselium dan golongan metabolit sekunder yang dihasilkan. Parameter utama penelitian ini adalah bobot kering miselium dan golongan metabolit sekunder yang dihasilkan, serta parameter pendukung berupa pH akhir medium pertumbuhan. Data bobot kering miselium dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada tingkat ketelitian 95%, sedangkan data identifikasi golongan metabolit sekunder dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH medium dan waktu inkubasi dapat memengaruhi peningkatan pertumbuhan miselium jamur L. edodes, namun tidak ditemukan interaksi antara keduanya. Nilai pH yang optimal untuk pertumbuhan miselium L. edodes berada pada kisaran pH 5-6 dan waktu inkubasi yang optimal berada pada kisaran waktu 20-30 hari. Berdasarkan uji Kromatografi Lapis Tipis, miselium dan filtrat kultur jamur L. edodes diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder dari golongan alkaloid, terpenoid, dan flavonoid. | Shiitake mushroom (Lentinula edodes) is one of the edible mushrooms that produces secondary metabolites with potential as a medicinal compound. Fungal secondary metabolites can be obtained by extraction from the fruiting body, mycelium, and the culture filtrate. The growth and production of fungal secondary metabolites can be influenced by external factors such as pH and incubation time. The purpose of this study is to determine the optimum pH of the medium and incubation time for the mycelium growth and to determine the secondary metabolites produced by L. edodes. The study was conducted experimentally by factorial CRD with two factors, namely the pH value (pH 3, 4, 5, and 6) and incubation time (15, 20, 25, and 30 days), so that there were 16 treatment combinations which were repeated 3 times. The independent variables of this study were pH and incubation time, and the dependent variable was mycelium growth and secondary metabolites produced. The main parameters of this study were the mycelium dry weight and the secondary metabolites produced, as well as the supporting parameters in the form of final pH of the growth medium. The results showed that pH of the medium and incubation time could increase the growth of L. edodes mycelium, but no interaction was found between them. The optimal pH value for the growth of L. edodes mycelium is in the pH range of 5-6 and the optimal incubation time is in the range of 20-30 days. Based on the Thin Layer Chromatography test, mycelium and culture filtrate of L. edodes are known to contain secondary metabolites in the form of alkaloids, flavonoids, and terpenoids. | |
| 34859 | 38035 | J1B018038 | Aktualisasi Diri Tokoh Utama dalam Novel Hujan Karya Tere Liye | Tokoh Lail yang kehilangan keutuhan pada dirinya, sehingga mengalami aktualisasi diri. Aktualisasi diri mendorong Lail sampai kepada pengembangan yang optimal dan menghasilkan ciri manusia yang lebih baik, yaitu pencapaian atas cita-citanya menjadi seorang perawat sekaligus relawan dan mampu menerima semua kenangan buruk di masa lalunya. Penelitian ini mengganalisis psikologi sastra pada novel tersebut dengan fokus masalah pada kepribadian humanistik dan aktualisasi diri novel Hujan karya Tere liye. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepribadian humanistik dan aktualisasi diri tokoh utama dalam novel Hujan karya Tere Liye menggunakan kepribadian humanistik Carl Rogers. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra Carl Rogers. Hasil penelitian dalam skrispsi ini, pertama terdapat ada 3 kepribadian humanistik pada tokoh utama berupa organisme, medan fenomena, dan self (diri). Kedua, ditemukan 12 proses aktualisasi diri yang dimiliki pada tokoh utama, diantaranya kehilangan orang tua, berpisah dengan Esok, bertemu dengan Maryam, mengikuti organisasi relawan, menyelamatkan seluruh warga yang terancam terkena longsor, mengikuti seleksi keperawatan, menerima penghargaan, melanjutkan pendidikan keperawatan, jatuh cinta kepeda Esok, kelulusan sekolah keperawatan, bekerja di rumah sakit, ingin melupakan kenangan buruk. | Lail's character who lost his wholeness in himself, thus experiencing self-actualization. Self-actualization encourages Lail to achieve optimal development and produce better human characteristics, namely the achievement of his dream of becoming a nurse as well as a volunteer and being able to accept all the bad memories in his past. This study analyzes the psychology of literature in the novel with a focus on the problem of humanistic personality and self-actualization of Tere Liye's novel Rain by Tere Liye. The purpose of this study was to determine the humanistic personality and self-actualization of the main character in the novel Rain by Tere Liye using Carl Rogers' humanistic personality. The method used in this research is descriptive qualitative with a literary psychology approach of Carl Rogers. The results of the research in this thesis, firstly there are 3 humanistic personalities in the main character in the form of an organism, a field of phenomena, and self (self). Second, there are 12 self-actualization processes that are owned by the main character, including losing parents, separating from Tomorrow, meeting Maryam, joining volunteer organizations, saving all residents who are threatened with landslides, participating in nursing selection, receiving awards, continuing nursing education, falling love bicycle Tomorrow, nursing school graduation, working in hospital, want to forget bad memories. | |
| 34860 | 37700 | G1A018105 | KORELASI KEMATANGAN PSIKOSOSIAL DENGAN KONSEP DIRI LANSIA DI CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang : Konsep diri adalah cara setiap individu untuk melihat dirinya sendiri secara menyeluruh dan utuh. Penurunan konsep diri pada lansia akan sangat mempengaruhi peran sosial lansia dalam melakukan interaksi di keluarga maupun lingkungan masyarakat. Konsep diri dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya kematangan psikososial. Psikososial adalah suatu kondisi sosial seseorang dengan kesehatan mental ataupun emosionalnya. Maka dari itu peneliti ingin mengetahui apakah terdapat korelasi kematangan psikososial dengan konsep diri lansia di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif desain korelasional dengan desain cross sectional. Data diperoleh dari kuisioner MEPSI untuk kematangan psikososial dan TSCS untuk konsep diri. Hasil : Kematangan Psikososial pada Lansia di Desa Cilongok Kabupaten Banyumas memiliki rata-rata 44,58 ± 9,31 dan median 44,00 yang merupakan termasuk kategori positif. Kematangan psikososial pada Lansia di Desa Cilongok Kabupaten Banyumas memiliki rata-rata 279,00 ± 26,25 dan median 280 yang merupakan termasuk kategori tingkat kematangan psikososial rendah. Kesimpulan : Kematangan psikososial lansia desa Cilongok sebagian besar termasuk kategori rendah. Konsep diri lansia desa Cilongok sebagian besar termasuk kategori positif. Terdapat korelasi antara kematangan psikososial dan konsep diri pada Lansia di Desa Cilongok Kabupaten Banyumas | Background: Self-concept is the way for each individual to see himself as a whole and whole. The decline in self-concept in the elderly will greatly affect the social role of the elderly in interacting in the family and community environment. Self-concept is influenced by several factors, one of which is psychosocial maturity. Psychosocial is a social condition of a person with mental or emotional health. Therefore, the researcher wants to know whether there is a correlation between psychosocial maturity and the self-concept of the elderly in Cilongok Village, Cilongok District, Banyumas Regency. Methods: The research method used is a quantitative research method with a correlational design with a cross-sectional design. Data were obtained from the MEPSI questionnaire for psychososial maturity and TSCS for self-concept. Results: Psychososial maturity in the elderly in Cilongok Village, Banyumas Regency has an average of 279.00 ± 26.25 and a median of 280 which is included in the category of low psychososial maturity level. Psychososial maturity in the elderly in Cilongok Village, Banyumas Regency has an average of 44.58 ± 9.31 and a median of 44.00 which is included in the positive category. Conclusion: The psychososial maturity of the elderly in Cilongok village is mostly low. The self-concept of the elderly in Cilongok village is mostly positive. There is a relationship between psychososial maturity and self-concept in the elderly in Cilongok Village, Banyumas Regency |