Artikelilmiahs

Menampilkan 34.781-34.800 dari 49.893 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3478137647H1C017048GEOLOGI DAN EVALUASI TATA GUNA LAHAN PERMUKIMAN BERDASARKAN TINGKAT KERAWANAN GERAKAN MASSA PADA DAERAH SOKAWERA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PATIKRAJA, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH.Proses perencanaan tata guna lahan baik pada tingkat nasional, provinsi atau kabupaten/kota pertimbangan tingkat kerawanan longsor seringkali diabaikan dan cenderung memberikan arahan pemanfaatan lahan sesuai normalnya perencanaan serta tidak didasarkan atas pertimbangan yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata guna lahan permukiman yang mengacu pada kondisi geologi serta dikaji dari segi kebencanaan yaitu kerawanan gerakan massa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pemetaan geologi, SMCE (Spatial Multi Criteria Evaluation), dan overlay intersect. Berdasarkan hasil penelitian, geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi empat (4) satuan yaitu Satuan Punggungan Aliran Lava Mandirancan, Satuan Punggungan Homoklin Papringan, Satuan Punggungan Cuesta Kedungrandu dan Satuan Dataran Aluvial Sokawera. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari empat (4) satuan batuan yang diurutkan dari tua ke muda meliputi Satuan Lava Andesit, Satuan Batupasir Tufan, Satuan Batupasir dan Endapan Aluvial. Hasil analisis kerawanan gerakan massa daerah peneltian dibagi menjadi empat (4) yaitu kerawanan gerakan massa sangat rendah, kerawanan gerakan massa rendah, kerawanan gerakan massa menegah dan kerawanan gerakan massa tinggi. Dari hasil evaluasi tata guna lahan permukiman, sebagian besar (59,48%) kawasan permukiman eksisting telah sesuai berdasarkan kriteria kesesuaian lahan permukiman, serta sebagian besar (49,5%) kawasan permukiman menurut RTRW Kabupaten Banyumas telah sesuai berdasarkan kriteria kesesuaian lahan permukiman.Land use planning process either at the national, provincial or district/city level consideration of the level of landslide vulnerability is often ignored and tends to provide land use direction in accordance with normal planning and is not based on thorough consideration. This study aims to evaluate the residential land use that refer to geological conditions and studied in terms of disaster, namely the landmass vulnerability. The methods used in this study are geological mapping, Smce (Spatial Multi Criteria Evaluation), and overlay intersect. Based on the results of the study, the geomorphology of the study area was divided into four (4) units, namely the Mandirancan Lava flow Ridge unit, the Papringan Homocline Ridge unit, the Cuesta Kedungrandu Ridge unit and the Sokawera alluvial plain unit. The stratigraphy of the study area consisted of four (4) rock units sorted from old to young including andesite Lava units, Tufan sandstone units, sandstone units and alluvial deposits. The result of landmass vulnerability analysis is divided into four (4), namely very low landmass vulnerability, low landmass vulnerability, medium landmass vulnerability and high landmass vulnerability. From the evaluation of residential land use, most (59.48%) of existing residential areas have been appropriate based on the criteria of suitability of residential land, and most (49.5%) of residential areas according to RTRW Banyumas has been appropriate based on the criteria of suitability of residential land.
3478237642K1B018042ANALISIS TERHADAP BESAR SANTUNAN DAN PREMI PADA ASURANSI PERTANIAN BERBASIS INDEKS CURAH HUJAN UNTUK KOMODITAS JAGUNG Pertanian mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat khususnya petani dalam mencari mata pencaharian. Namun, sering kali petani mengalami kerugian akibat kegagalan panen. Kegagalan panen dapat disebabkan oleh curah hujan. Salah satu upaya untuk memperkecil adanya kerugian adalah dengan adanya program asuransi pertanian. Asuransi pertanian yang digunakan dalam penelitian ini adalah asuransi pertanian berbasis indeks curah hujan. Dalam asuransi pertanian yang diasuransikan adalah indeks curah hujan bukan tanaman. Pada artikel ini dianalisis besar santunan berdasarkan indeks curah hujan dan besar premi pada asuransi pertanian untuk komoditas jagung di Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam menentukan indeks curah hujan dan besar santunan adalah metode burn analysis dan persamaan yang digunakan untuk menghitung premi adalah persamaan Black-Scholes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh indeks curah hujan di Kabupaten Tasikmalaya yaitu nilai exit sebesar 24,1000 dan beberapa nilai trigger sesuai dengan persentilnya. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa semakin besar nilai persentil maka semakin besar peluang untuk mendapatkan santunan. Selain itu, diperoleh juga bahwa semakin besar nilai persentil maka semakin besar premi yang harus dibayarkan. Agriculture has an important part in the community life, especially for farmers as their occupation. However, farmers often suffer a loss due to crop failure. Crop failure can be caused by rainfall. One of the ways to reduce losses is the availability of an agricultural insurance program. Agricultural insurance that used in this study is the agricultural insurance that based on rainfall index. In agricultural insurance insures the rainfall index, not the plants. This article analyzes the amount of compensation based on the rainfall index and the amount of insurance premium on agricultural insurance for corn commodities in Kabupaten Tasikmalaya. The method used in determining the rainfall index and the amount of compensation is the burn analysis and the equation used to calculate the insurance premium is the Black-Scholes equation. Based on this study results, the rainfall index in Kabupaten Tasikmalaya has exit value of 24,1000 and several trigger values are in accordance with the percentile. Based on this study, it was also concluded that the greater the percentile value, the greater the chance to get a compensation. In addition, this study also found that the greater the percentile value, the greater the insurance premium that must be paid.
3478337643G1B018004PENGARUH PEMBERIAN ANTIMICROBIAL PHOTODYNAMIC THERAPY (APDT) DENGAN SINAR LED BIRU DAN PHOTOSENSITIZER ERYTHROSINE TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS PADA MODEL PERIODONTITIS KRONIS (Penelitian In Vivo pada Tikus Sprague dawley)Periodontitis kronis merupakan penyakit inflamasi destruktif pada jaringan periodontal akibat mikroorganisme patogen rongga mulut yang menyebabkan degradasi kolagen dan menurunnya pertumbuhan sel fibroblas. Sel fibroblas berperan penting dalam regenerasi jaringan ikat. Gold standard perawatan periodontitis adalah scaling dan root planing (SRP) yang terkadang dikombinasikan dengan medikasi antibiotik jangka panjang. Kelemahan SRP adalah tersisanya bakteri periodontopatogen pada subgingiva, sedangkan penggunaan antibiotik jangka panjang berpotensi menyebabkan resistensi bakteri. Antimicrobial Photodynamic Therapy (APDT) dengan photosensitizer (PS) erythrosine dan LED biru merupakan perawatan adjuvant yang dikembangkan untuk mendukung proses penyembuhan periodontitis kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan APDT dengan PS erythrosine dan LED biru terhadap jumlah fibroblas pada tikus model periodontitis kronis. Penelitian eksperimental posttest-only control group design dilakukan pada 45 tikus Sprague dawley yang dibagi menjadi kelompok KS (tikus sehat), kelompok KN (tikus periodontitis kronis tanpa perlakuan), kelompok PE, PL, dan PDT (tikus model periodontitis kronis diberi PS erythrosine 1 mg/ml saja, LED biru 60 detik saja, dan APDT dengan kombinasi keduanya). Pengamatan jumlah fibroblas pada preparat histologi jaringan gingiva tikus pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE) dilakukan pada hari ke-1, 3, 5. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji One-Way ANOVA dan Post-Hoc LSD. Hasil menunjukkan rerata jumlah fibroblas yang lebih tinggi pada kelompok PDT dibandingkan kelompok PE dan PL maupun KN pada hari 1, 3, dan 5 namun tidak berbeda signifikan dengan kelompok KS (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh APDT dengan PS erythrosine dan LED biru terhadap peningkatan jumlah fibroblas tikus model periodontitis kronis sejak hari ke-1.Chronic periodontitis is a destructive inflammatory disease of the periodontal tissues caused by pathogenic microorganisms in the oral cavity, leads to collagen degradation and decreased fibroblast cell growth. Fibroblast cells play an important role in regeneration of connective tissue. Gold standard periodontitis treatment is scaling and root planing (SRP) combined with long-term antibiotic medication. SRP sometimes still leaves periodontopathogenic bacteria remaining in subgingival, while long-term antibiotics use potentially causes bacterial resistance. Antimicrobial Photodynamic Therapy (APDT) with erythrosine photosensitizer (PS) and blue LED is an adjuvant treatment developed to support the healing process of chronic periodontitis. This study aimed to determine the effect APDT exposure with PS erythrosine and blue LED on fibroblasts number in chronic periodontitis rat model. Experimental posttest-only control group design study was conducted on 45 Sprague dawley rats divided into KS group (healthy rats), KN group (untreated chronic periodontitis rats), PE, PL, and PDT groups (chronic periodontitis model given 1 mg/ml PS erythrosine only, 60 second blue LED only, and APDT with a combination of both, respectively). Fibroblasts observation on histological preparations of rat gingival tissue with Hematoxylin-Eosin (HE) staining carried out on 1st, 3rd, 5th day. Statistical analysis performed using One-Way ANOVA and Post-Hoc LSD tests. Results showed higher mean of fibroblasts in the PDT group compared to PE, PL and KN treatment groups on 1st, 3rd, 5th day however wasn’t significantly different from KS group (p≤0.05). In conclusion, APDT with PS erythrosine and blue LED effects increases fibroblasts number in chronic periodontitis rat model since the 1st day of application.
3478438026J0B019005PEMBUATAN BUKLET INFORMASI SEJARAH DAN KOLEKSI BERBAHASA MANDARIN SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN WISATA DI MUSEUM SUMPAH PEMUDAArtikel ini berjudul “Pembuatan Buklet Informasi Sejarah dan Koleksi Berbahasa Mandarin sebagai Media Promosi dalam Meningkatkan Wisata Sejarah di Museum Sumpah Pemuda”. Tujuan penulisan artikel ini adalah menghasilkan buklet informasi sejarah dan koleksi berbahasa Mandarin sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan di Museum Sumpah Pemuda, yang ditujukan untuk wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia salah satunya wisatawan berlatarbelakang bahasa Mandarin. Dalam pembuatan buklet berbahasa Mandarin, penulis menggunakan metode komunikatif agar hasil terjemahannya mudah dipahami oleh wisatawan berlatarbelakang bahasa Mandarin. Hasil dari penulisan artikel ini adalah buklet informasi sejarah dan koleksi berbahasa Mandarin yang dapat meningkatkan pelayanan museum Sumpah Pemuda Jakarta Pusat.
This article is titled “Creating a Booklet Historical Information and Collections in Mandarin as a Promotional Media in Increasing Historical Tourism at the Sumpah Pemuda Museum”. The purpose of writing this article is to produce a booklet of historical information and collections in Mandarin as an effort to improve services at the Sumpah Pemuda Museum, one of which is Mandarin speaking tourists. In making Chinese booklets, the author uses a communicative method so that the translation results are easily understood by tourists with Chinese backgrounds. This is because many foreign tourists come to Indonesia for tours, one of which has a Mandarin language background. Therefore, the existence of historical information booklets and collections in Mandarin can increase the promotion of historical tourism at the Sumpah Pemuda Museum to foreign tourists with Chinese backgrounds.
3478538134F1D018046RELASI KUASA POLITIK ANGGARAN PEMERINTAH DESA DAN PEMERINTAH SUPRADESA PADA MASA PANDEMI COVID-19
(Studi Kasus di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana relasi kuasa politik anggaran Pemerintah Desa dan Pemerintah Supradesa pada masa pandemi Covid-19 di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap tahun 2020-2021.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme, serta menggunakan perspektif institusionalisme dan pendekatan penelitian studi kasus. Dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan dua teknik pemilihan informan diantaranya adalah teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sementara untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Penulis menggunakan teori Michel Foucault terkait relasi kuasa yang membahas konteks kekuasaan di Indonesia.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa relasi kuasa yang terjadi antara Pemerintah Desa Bantarpanjang dengan Pemerintah Supradesa Kabupaten Cilacap dilatarbelakangi kepentingan dan tanggungjawab yang memiliki peran strategis, khususnya dalam pelaksanaan tugas pelayanan publik dalam hal pengelolaan anggaran desa pada masa pandemi Covid-19. Pemerintah Desa Bantarpanjang melakukan perubahan APBDes yang memprioritaskan penggunaan Dana Desa untuk program-program penanggulangan Covid-19. Dalam pengelolaan anggaran desa terdapat interaksi aktor yang baik antara Pemerintah Desa Bantarpanjang yang kemudian didukung oleh Pemerintah Kecamatan Cimanggu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Cilacap dan Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap. Karakteristik masing-masing lembaga tergantung dari tugas pokok dan fungsinya. Pengelolaan Dana Desa pada masa pandemi Covid-19 memunculkan pola relasi kuasa tidak setara atau relasi konflik, karena kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat maupun instruksi kementerian untuk mempercepat penanganan Covid-19 tidak memberikan keleluasaan kepada Pemerintah Desa untuk mengelola penggunaan Dana Desa sehingga kewenangan Pemerintah Desa sangat terbatas. Dalam proses relasi kuasa terkait perubahan APBdes pada masa pandemi Covid-19 terdapat faktor pendukung yang pertama adanya peraturan resmi dari pemerintah pusat yang mengharuskan Pemerintah Desa melakukan kebijakan penanganan Covid-19. Kedua, terdapat kerjasama yang baik Pemerintah Desa Bantarpanjang dan Pemerintah Supradesa Kabupaten Cilacap. Sedangkan faktor penghambatnya yang pertama peraturan Pemerintah Pusat dalam pelaksanaannya membebankan Pemerintah Desa Bantarpanjang karena program desa banyak yang tertunda. Kedua, Pemerintah Supradesa Kabupaten Cilacap kesulitan melakukan bimbingan secara langsung karena adanya pembatasan yang harus memperhatikan protokol kesehatan.
The purpose of this study is to describe how the political power relations of the Village Government budget and the Supradesa Government are during the Covid-19 pandemic in Bantarpanjang Village, Cimanggu District, Cilacap Regency in 2020-2021.
The method used in this study is a qualitative method using a constructivism paradigm, as well as using an institutional perspective and a case study research approach. In selecting informants, researchers used two informant selection techniques including purposive sampling and snowball sampling. The collection of data used in this study was carried out using observation techniques, in-depth interviews, and documentation. While for the validity of the data using triangulation techniques. The author uses Michel Foucault's theory regarding power relations which discusses the context of power in Indonesia.
The results of this study indicate that the power relations that occurred between the Bantarpanjang Village Government and the Supradesa Government of Cilacap Regency were motivated by interests and responsibilities that have a strategic role, especially in carrying out public service duties in terms of village budget management during the Covid-19 pandemic. The Bantarpanjang Village Government made changes to the APBDes which prioritized the use of Village Funds for Covid-19 countermeasures programs. In managing the village budget, there is good actor interaction between the Bantarpanjang Village Government which is then supported by the Cimanggu District Government, the Cilacap Regency Village Community Empowerment Service and the Cilacap Regency Regional Secretariat. The characteristics of each institution depend on their main duties and functions. Management of Village Funds during the Covid-19 pandemic gave rise to a pattern of unequal power relations or conflict relations, because policies issued by the Central Government or ministerial instructions to accelerate the handling of Covid-19 did not give the Village Government the flexibility to manage the use of Village Funds so that the Government's authority Villages are very limited. In the process of power relations related to changes to the APBDes during the Covid-19 pandemic, there were supporting factors. first, there was an official regulation from the central government which required the Village Government to carry out a policy for handling Covid-19. Second, there is good cooperation between the Bantarpanjang Village Government and the Supradesa Government of Cilacap Regency. Meanwhile, the inhibiting factor is that the first regulation of the Central Government in its implementation is burdening the Bantarpanjang Village Government because many village programs have been delayed. Second, the Cilacap Regency Supradesa Government has difficulty conducting direct guidance due to restrictions that must pay attention to health protocols.
3478637644E1A015269Tinjauan Yuridis Tentang Penerapan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Berdasarkan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas di PT. Sinergi Prima Enjineering KarawangTanggung jawab sosial dan lingkungan dalam perusahaan dikenal dengan Corporate Social Responsibility merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan isi Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (UUPT). Perusahaan dituntut untuk melaksanakan dan memberikan hak-hak masyarakat sebagai rasa tanggung jawab sosial dan lingkungan atas manfaat yang telah diambil dari lingkungan tersebut sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang pada perusahaan.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu penelitian hukum yang meneliti bahan pustaka (data sekunder) disertai data primer sebagai pendukung. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif yaitu pembahasan dan penjabaran yang disusun secara logis terhadap hasil penelitian dengan norma kaidah maupun teori hukum yang relevan.
Hasil penelitian Penerapan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas di PT. Sinergi Prima Enjineering telah melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial, berdasarkan Peraturan yang tercantum pada Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Social and environmental responsibility in a company known as Corporate Social Responsibility is one of the obligations that must be carried out by companies in accordance with the contents of Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies (UUPT). Companies are required to implement and provide community rights as a sense of social and environmental responsibility for the benefits that have been taken from the environment as mandated by law on companies.
This study uses a normative juridical approach, namely legal research that examines library materials (secondary data) accompanied by primary data as support. The analytical method used in this research is qualitative normative, namely the discussion and explanation that is arranged logically on the research results with relevant legal norms and theories.
The results of the research on the application of Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies at PT. Sinergi Prima Engineering has carried out Corporate Social Responsibility activities, based on the regulations contained in Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies.
3478737645K1A018068SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIOPLASTIK KOMPOSIT PATI
KULIT SINGKONG DAN KITOSAN KULIT UDANG DENGAN
PENAMBAHAN PLASTICIZER POLIETILEN GLIKOL (PEG)
Bioplastik merupakan plastik ramah lingkungan yang digunakan sebagai
salah satu upaya dalam menanggulangi permasalahan plastik konvensional.
Bioplastik pada penelitian ini berbahan dasar pati kulit singkong dan kitosan kulit
udang dengan penambahan plasticizer PEG. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penambahan plasticizer PEG terhadap karakteristik
bioplastik yang dihasilkan. Variasi penambahan PEG yang digunakan yaitu 10%,
15%, dan 20%. Pembuatan bioplastik menggunakan metode blending. Hasil
penelitian menunjukkan pengaruh penambahan PEG yaitu memperbesar nilai
ketebalan, kadar air, kelarutan dalam air, dan mempercepat proses biodegradasi
bioplastik, namun memperkecil nilai ketahanan air bioplastik. Hasil penelitian
bioplastik yang optimal yaitu pada penambahan plasticizer PEG 10% dengan nilai
ketebalan 0,23 mm; ketahanan air 76,93%; kadar air 14,05%; kelarutan dalam air
18,02%; kuat tarik 8,33 MPa; elongasi 2%; modulus Young 4,17 MPa dan
persentase penurunan berat dalam uji biodegradasi selama 10 hari sebesar
91,80%.
Bioplastics are eco-friendly plastics that are used to overcome the problem
of conventional plastics. The bioplastics in this research was made from cassava
peel starch and chitosan from shrimp shell with the addition of PEG plasticizer.
The purpose of this research was to determined the effect of adding PEG to the
characteristics of the resulting bioplastics. Variations in the addition of PEG used
were 10%, 15%, and 20%. The bioplastics were made using the blending method.
The results showed that the addition of PEG was tended to increase the value of
thickness, moisture content, water solubility, and accelerate the biodegradation
process of bioplastics, but tended to reduce the value of water resistance of
bioplastiks. The optimal bioplastics in this reseach were the addition of 10% PEG
with the thickness value of 0.23 mm; water resistance of 76.93%; water content of
14.05%; solubility in water of 18.02%; tensile strength of 8.33 MPa; elongation of
2%; Young's modulus of 4.17 MPa and the higher percentage of weight loss in the
biodegradation test for 10 days of 91,80%.
3478837646K1A018020Conversion of Cardamom By-product into Liquid Smoke and Biochar by PyrolysisSebagian besar produk samping kapulaga belum dimanfaatkan, dan dengan pirolisis, produk samping kapulaga dapat memiliki nilai tambah. Pirolisis adalah proses pemanasan biomassa tanpa oksigen yang menghasilkan asap cair dan biochar. Asap cair dapat diaplikasikan sebagai pengawet, dan biochar dapat digunakan sebagai sumber energi. Residu biji kapulaga setelah distilasi minyak dan kulit dipirolisis pada suhu 350 – 550 °C dengan laju pemanasan 0,36 - 0,45 °C/s selama 1 jam menggunakan gas pembawa N2. Hasil asap cair yang lebih tinggi (63,91%) dihasilkan setelah pirolisis kulit kapulaga pada suhu 550 °C. Pada saat yang sama, 51,69% asap cair dihasilkan dari pirolisis residu biji pada suhu 450 °C. Asap cair terdiri dari bahan kimia yang dikelompokkan menjadi alkohol, aldehida, keton, asam karboksilat, furan, dan fenol, dengan metanol, asam asetat, 1-hidroksi-2-propanon, dan alkohol furfuryl sebagai senyawa utama. Selain itu, 44,86% dan 41,86% biochar dihasilkan dari pirolisis kulit dan residu biji pada suhu 350 °C. Hasil biochar menurun dengan meningkatkan suhu pirolisis. Setelah diubah menjadi biochar, nilai kalor kulit dan residu biji meningkat dari masing-masing 12,95 dan 16,24 MJ/kg menjadi 16,79 dan 23,07 MJ/kg.Most cardamom by-products have not been utilized yet, and by conducting pyrolysis, they can have added value. Pyrolysis is a heating process of biomass without oxygen that produces liquid smoke and biochar. The liquid smoke can be applied as a preservative, and the biochar can be used as an energy source. Cardamom seed residue after oil distillation and the husks were pyrolyzed at 350 – 550 °C with a heating rate of 0.36 - 0.45 °C/s for 1 hour using an N2 carrier gas. The higher yield of liquid smoke (63.91%) was produced after pyrolysis of the husks at 550 °C. At the same time, 51.69% of liquid smoke was produced from pyrolysis of the seed residue at 450 °C. The liquid smoke consisted of chemicals grouped into alcohols, aldehydes, ketones, carboxylic acids, furans, and phenols, with methanol, acetic acid, 1-hydroxy-2-propanone, and furfuryl alcohol as the main compounds. Moreover, 44.86% and 41.86% of biochar were produced from pyrolysis of the husks and the seed residue at 350 °C. The yield of biochar decreased by increasing pyrolysis temperature. After being converted into biochar, the calorific value of the husks and the seed residue increased from 12.95 and 16.24 MJ/kg to 16.79 and 23.07 MJ/kg, respectively.
3478937648C1A018028PENGARUH E-COMMERCE DAN VARIABEL INPUT PRODUKSI TERHADAP KEUNTUNGAN UMKM FASHION DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARAUMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, salah satu penyumbang terbesar dalam perekonomian Indonesia yaitu bidang fashion, Purwokerto Utara menduduki peringkat pertama jumlah UMKM fashion terbanayak di Kota Purwokerto. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh e-commerce, modal kerja, tenaga kerja, lama usaha, dan pendidikan terhadap keuntungan UMKM fashion di Purwokerto Utara dan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap keuntungan UMKM fashion di Kecamatan Purwokerto Utara.
Subyek penelitian ini yaitu UMKM fashion di Kecamatan Purwokerto Utara. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dari wawancara berdasarkan kuesioner. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian populasi karena jumlahnya kurang dari 100 yaitu berjumlah 35 UMKM fashion yang menggunakan e-commerce. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa modal kerja dan lama usaha memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keuntungan UMKM fashion, sedangkan e-commerce, tenaga kerja, dan pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan UMKM fashion.
Implikasi penelitian ini adalah diharapkan UMKM dapat menambahkan modal kerja, karena semakin banyak barang yang terjual maka keuntungan yang diperoleh akan bertambah, selain itu UMKM yang sudah berdiri lama dapat menjaga eksistensi dan menjaga loyalitas kepada konsumen agar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dijual sehingga berpeluang meningkakan pelanggan yang pada akhirnya keuntungan akan bertambah.
MSMEs have an important role in the Indonesian economy, one of the biggest contributors to the Indonesian economy, namely the fashion sector, North Purwokerto ranks first in the number of MSMEs in the most fashion fashion in Purwokerto City. Therefore, this study aims to analyze the effect of e-commerce, working capital, labor, length of business, and education on the profits of fashion SMEs in North Purwokerto and to determine the variables that most influence the profits of fashion SMEs in North Purwokerto District.
The subject of this research is MSME fashion in North Purwokerto District. The type of data used in this study is primary data collected from interviews based on questionnaires. This research is included in population research because the number is less than 100, which is 35 fashion SMEs that use e-commerce. The data analysis technique used multiple linear regression.
The results of this study indicate that working capital and length of business have a significant positive effect on the profits of fashion SMEs, while e-commerce, labor, and education have no significant effect on the profits of fashion SMEs.
The implication of this research is that MSMEs are expected to be able to add working capital, because the more goods sold, the profits will increase, besides that MSMEs that have been around for a long time can maintain their existence and maintain loyalty to consumers in order to increase consumer confidence in the products sold so that they have the opportunity increase customers which in the end will increase profits.
3479037649A1D018187ISOLASI, UJI RESISTENSI, DAN UJI POTENSI BAKTERI INDIGENOUS PERAKARAN PADI DI KABUPATEN BANYUMAS DALAM
MENGURANGI CEMARAN Pb DI MEDIUM CAIR
Pertanian konvensional masih menggunakan bahan kimia sintetik seperti pupuk dan pestisida dalam praktik budidayanya. Penggunaan bahan kimia sintetik dalam jangka panjang menyebabkan pencemaran pada tanah. Residu yang ditinggalkan menyebabkan penurunan kualitas tanah dan berpengaruh terhadap produktivitas tanaman. Salah satu jenis residu pencemar adalah logam berat timbal (Pb). Untuk memperbaiki kondisi tanah yang tercemar dapat digunakan bakteri indigenus. Penelitian ini merupakan eksplorasi mikroba untuk mendapatkan isolat resisten, karakteristik bakteri, dan kemampuan mengurangi Pb di medium cair. Sampel tanah diambil di tiga wilayah Kabupaten Banyumas, yaitu Desa Ajibarang Kulon, Desa Menganti, dan Desa Pesawahan. Sampel tanah diambil secara komposit X, metode isolasi menggunakan pour plate. Hasil isolasi diperoleh lima isolat bakteri dominan, yaitu AB1, AB3, MT1, MT2, dan PSW1. Berdasarkan karakterstik morfologi koloni, kelima isolat mempunyai bentuk bundar dan elevasi datar. Berdasarkan pewarnaan gram, isolat AB1, AB3, MT1, dan PSW1 merupakan gram positif, sedangkan isolat MT2 merupakan bakteri gram negatif. Kelima isolat memiliki kemampuan membentuk endospora. Pengamatan kurva pertumbuhan pada mediun NB tanpa cemaran Pb menunjukkan waktu generasi isolat paling baik adalah AB1, yaitu 1 jam 9 menit. Uji kurva pertumbuhan di medium cair yang diperkaya Pb 50 ppm menunjukkan bahwa isolat AB1 mempunyai kemampuan resisten tertinggi. Uji resistensi pada medium NA yang diperkaya Pb hingga 100 ppm menunjukkan bahwa isolat AB1 juga mempunyai kemampuan resisten tertinggi. Uji remediasi timbal pada medium NB cair yang diperkaya Pb 49,97 ppm menunjukkan bahwa isolat AB3 mempunyai hasil reduksi tertinggi dengan total penurunan logam berat sebesar 8,10%.Conventional agriculture still uses synthetic chemicals such as fertilizers and pesticides in its cultivation practices. The use of synthetic chemicals in the long term causes pollution of the soil. The residue left behind causes a decrease in soil quality and affects plant productivity. One type of pollutant residue is heavy metal lead (Pb). To improve the condition of polluted soil, indigenous bacteria can be used. This research is an exploration of microbes to obtain resistant isolates, bacterial characteristics, and the ability to reduce Pb in liquid medium. Soil samples were taken in three areas of Banyumas Regency, namely Ajibarang Kulon Village, Menganti Village, and Pesawahan Village. Soil samples were taken by composite X, isolation method using pour plate. The isolation results obtained five dominant bacterial isolates, namely AB1, AB3, MT1, MT2, and PSW1. Based on the morphological characteristics of the colonies, the five isolates had a round shape and flat elevation. Based on gram staining, isolates AB1, AB3, MT1, and PSW1 were gram-positive, while isolates MT2 were gram-negative bacteria. The five isolates had the ability to form endospores. Observation of the growth curve on NB without Pb contamination showed that the best isolate generation time was AB1, which was 1 hour 9 minutes. Growth curve test in 50 ppm Pb-enriched liquid medium showed that AB1 isolate had the highest resistance ability. Resistance test on NA medium enriched with Pb up to 100 ppm showed that AB1 isolate also had the highest resistance ability. Lead remediation test on liquid NB medium enriched with Pb 49.97 ppm showed that AB3 isolate had the highest reduction result with a total reduction of heavy metals of 8.10%.
3479137650H1C017049GEOLOGI DAN EVALUASI LAHAN PERMUKIMAN BERDASARKAN ASPEK KEBENCANAAN DAERAH DAWUHAN WETAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KEDUNGBANTENG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAHPeningkatan jumlah penduduk seiring dengan berjalannya waktu akan meningkatkan kebutuhan lahan sebagai tempat tinggal. Kurangnya daya tampung lahan permukiman yang layak membuat masyarakat terpaksa memperluas lahan permukiman di kawasan yang tidak sesuai sepeti pada kawasan rawan bencana. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi geologi meliputi tatanan geologi baik kondisi geomorfologi struktur geologi, stratigrafi, sejarah geologi dan evaluasi lahan permukiman dari segi kebencanaan terkhususnya gerakan tanah menggunakan metode Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE). Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 3 yakni Satuan Punggungan Aliran Lava Baseh, Satuan Punggungan Aliran Piroklastik Dawuhan Wetan dan Satuan Dataran Aliran Lahar Kedungbanteng. Daerah penelitian terdiri dari 4 satuan batuan yaitu Satuan Batupasir Tufan yang diendapkan pada kala Miosen Akhir di lingkungan Bathiyal Atas, dilanjukan dengan aktivitas vulkanik pada kala Plistosen dan mengendapkan Satuan Breksi Laharik, Satuan Breksi Piroklastik dan Satuan Lava Basalt di lingkungan darat dengan struktur geologi yang berkembang diperkirakan sesar mendatar kiri. Kondisi kerentanan gerakan tanah pada daerah penelitian menunjukan 4 zona kerentanan yaitu zona kerentanan gerakan tanah sangat rendah seluas 722,93 ha (24%), kerentanan gerakan tanah rendah seluas 921,68 ha (31%), kerentanan gerakan tanah sedang seluas 863,40 ha (29%) dan kerentanan gerakan tanah tinggi seluas 502,81 ha (17%) yang didadarkan pada parameter kemiringan lereng, litologi, curah hujan, elevasi, jenis tanah, penggunaan lahan dan jarak dari struktur. Hasil evaluasi lahan permukiman menunjukan 4 kelas kesesuaian yaitu permukiman yang sangat sesuai seluas 113,63 ha (12%), permukiman yang sesuai seluas 396,57 ha (41%), permukiman kurang sesuai seluas 298,21 ha (31%) dan permukiman tidak sesuai seluas 149,70 ha (16%) daerah penelitian.The increase in population over time will increase the need for land as a place to live. The lack of adequate settlement land capacity has forced the community to expand settlement land in areas that are not suitable, such as in disaster-prone areas. The purpose of this study is to determine the geological conditions including the geological arrangement, both geomorphological conditions, geological structures, stratigraphy, and settlement land evaluation in terms of disasters especially landslide susceptibility in the study area using the Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) method. The geomorphology of the research area is divided into 3, namely the Baseh Lava Ridge Unit, the Dawuhan Wetan Pyroclastic Ridge Unit and the Kedungbanteng Lava Flow Plain Unit. In the research area consists of 4 rock units, namely the Tufan Sandstone Unit which was deposited during the Late Miocene in the Upper Bathiyal environment, continued with volcanic activity during the Pleistocene and deposited Laharic Breccia Unit, Pyroclastic Breccia Unit and Basalt Lava Unit in a plains environment with developed geological structures estimated left slip fault. The condition of landslide susceptibility in the study area shows 4 susceptibility zones, namely the very low landslide susceptibility zone covering an area of 722,93 ha (24%), low landslide susceptibility covering an area of 921,63 ha (31%), moderate landslide susceptibility covering an area of 863,40 ha (29%) and high landslide susceptibility of 502,81 ha (17%) based on the parameters of slope, lithology, rainfall, elevation, soil type, land use and distance from the structure. The results of the evaluation of settlement land show 4 classes of suitability, namely very suitable settlements covering an area of 113,63 ha (12%), suitable settlements covering an area of 396,57 ha (41%), less suitable settlements covering an area of 298,21 ha (31%) and inappropriate settlements covering an area of 149,70 ha ( 16%) research area.
3479237651D1A018032PERBANDINGAN ANTARA METODE KJELDAHL DENGAN GELOMBANG ULTRASONIK PADA PENGUJIAN KADAR PROTEIN DAN VALIDASI METODE ANALISIS (VMA) SUSU SEGARMetode Kjeldahl merupakan metode pengujian kadar protein yang telah diakui Association of Official Agricultural Chemists (AOAC) dinilai kurang efisien dan tersedia metode alternatif yaitu metode gelombang ultrasonik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan antara metode Kjeldahl dengan gelombang ultrasonik pada pengujian kadar protein yang diperoleh, tingkat akurasi, presisi, dan linearitas nya. Materi penelitian yang digunakan adalah 30 sampel susu sapi segar dari Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Karanglewas serta sampel standar dengan kadar protein 2%, 6%, dan 10%. Materi penelitian dilakukan pengujian kadar protein dengan dua metode tersebut dan triplikasi pada sampel standar. Data penelitian yang diperoleh dilakukan uji analisis deskriptif, dan uji T. Rataan pengujian kadar protein susu segar menunjukkan metode Kjeldahl dan Gelombang Ultrasonik berbeda tidak nyata (2.97±0.37 vs.3.06±0,14%; p>0.05). Hasil uji validasi antara metode Kjeldahl dan Gelombang Ultrasonik menunjukkan akurasi yang berbeda nyata (101,71±5,45vs.85,74±0,99%; p<0,05) dan presisi yang berbeda tidak nyata (0,61vs.0,58%; p>0,05). Uji linearitas menunjukkan respon linear dari kedua metode tersebut (R² = 0,99). Kesimpulan nya, kedua metode dapat digunakan untuk pengujian kadar protein namun metode Kjeldahl lebih akurat dibandingkan metode gelombang ultrasonik.Kjeldahl is a method to measure protein in milk that has been recognized by many official organization, but has many disadvantages. A saver and more efficient method is available, namely ultrasonic wave method that proposed as an alternative. The purpose of this research was to determine the accuracy, precision, and linearity as well as real milk protein measurement of both methods. The materials used were 30 samples of fresh cow's milk and standardized milk samples with 2%, 6%, and 10% of protein content. These samples were measured by both methods and triplicated for standardized milk. The obtained data were analyzed by descriptive and t test for comparing both methods. The average of protein by Kjeldahl and ultrasonic while measuring fresh samples were not significantly different (2.97±0.37 vs.3.06±0,14%; p>0.05). The result of Kjeldahl and ultrasonic in the accuracy was significantly different (101.71±5.45vs.85.74±0.99%; p>0.05), but had not significantly different precision level (0,61vs.0.58%; p<0.05). The linearity test showed good response of both methods (R² = 0.998). Finally, both methods can be used in protein measurement but Kjeldahl had more accurate than ultrasonic.
3479337652I1C018023Studi Potensi Beberapa Senyawa Aktif Antikanker Sebagai Inhibitor Enzim IGF-1REkspresi berlebihan enzim Insulin-like Growth Factor 1 Receptor (IGF-1R) dapat menyebabkan perkembangan kanker. Beberapa senyawa bahan alam yang berpotensi sebagai antikanker dan belum diteliti sebagai inhibitor IGF-1R, antara lain alfa mangostin, alashanoid B, andrografolid, etil-p metoksisinamat (EPMC), galangin, gamma mangostin, kurkumin, pinostrobin, pinocembrin, sinamaldehid, dan xantorizol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa yang paling berpotensi sebagai inhibitor IGF-1R berdasarkan hasil penambatan molekuler dan dinamika molekuler. Penambatan molekuler dilakukan dengan menghitung energi ikatan menggunakan AutoDock Vina, Perhitungan RMSD menggunakan PyMOL, dan visualisasi hasil penambatan pada BIOVIA Discovery Studio. Selanjutnya senyawa hasil penambatan terbaik dilakukan simulasi dinamika molekuler pada program YASARA. Hasil penambatan molekuler 11 senyawa uji menunjukkan bahwa gamma mangostin memiliki energi ikatan terendah sebesar -8,3 kkal/mol, sementara kontrol linsitinib sebesar -9,1 kkal/mol. Pada visualisasi penambatan molekuler gamma mangostin mengikat situs pengikatan ATP yaitu Lys1033. Secara dinamika molekuler, gamma mangostin memiliki nilai rata-rata RMSD (1,605 Å), rata-rata RMSF (1,196 Å), nilai RMSF residu Tyr1251 (0,826 Å), Met1079 (1,13 Å), Met1082 (0,811 Å), Glu1080 (0,873) dan Lys1033(1,095 Å). Nilai binding energy sebesar -42.167,71 kJ/mol dan ikatan hidrogen terbentuk pada Met1082 yang merupakan situs pengikatan ATP.Overexpression of the enzyme insulin-like growth factor 1 receptor (IGF-1R) can lead to the development of cancer. Several natural compounds that have the potential as anticancer and have not been studied as IGF-1R inhibitors, include alpha mangosteen, alashanoid B, andrographolide, ethyl-p methoxycinnamate (EPMC), galangin, gamma mangosteen, curcumin, pinostrobin, pinocembrin, cinnamaldehyde, and xanthorrizol. This study aims to determine the compounds with the most potential as IGF-1R inhibitors based on the results of molecular docking and molecular dynamics. Molecular docking is performed by calculating bond energy using AutoDock Vina, RMSD calculations using PyMOL, and visualization of molecular docking results in BIOVIA Discovery Studio. Furthermore, the compounds from the best docking were carried out by molecular dynamics simulations in the YASARA program. The results of the molecular docking of 11 test compounds showed that gamma mangosteen had the lowest bond energy of -8.3 kcal/mol, while the control of linsitinib was -9.1 kcal/mol. In the visualization of molecular docking, gamma mangosteen binds to the ATP binding site, namely Lys1033. In molecular dynamic, gamma mangosteen has an average RMSD value (1,605 Å), average RMSF (1,196 Å), RMSF value of Tyr1251 residue (0,826 Å), Met1079 (1,13 Å), Met1082 (0,811 Å), Glu1080 (0,873 Å) and Lys1033 (1.095 Å). The binding energy value is -42.167.71 kJ/mol and hydrogen bonds are formed in Met1082 which is the binding site for ATP.
3479431823J0B019030Brosur Informasi Pantai Teluk Penyu Indonesia-Mandarin Dinas Pemuda Olah Raga Dan Pariwisata CilacapArtikel ini berjudul "Brosur Informasi Pantai Teluk Penyu Indonesia-Mandarin Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata Cilacap" merupakan hasil praktik kerja mahasiswa di Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata Cilacap. Tujuan pembuatan artikel ini adalah untuk mempromosikan tempat wisata yaitu Pantai Teluk Penyu berbahasa Mandarin guna memberikan informasi Pantai Teluk Penyu bagi pengunjung khususnya penutur bahasa Mandarin. Pembuatan brosur ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu metode wawancara, observasi non partisipan, studi pustaka, dan jelajah internet. Penulis pada proses penerjemahan ini menggunakan metode penerjemahan komunikatif dan teknik adaptasi agar hasil terjemahan dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca tanpa hambatan. Penulis membuat brosur bahasa Mandarin adalah untuk mengetahui informasi Pantai Teluk Penyu Cilacap dapat mempermudah pengunjung penutur bahasa Mandarin untuk mendapatkan informasi tentang Pantai Teluk Penyu Cilacap.This article entitled "Information Brochure for Teluk Penyu Beach Indonesia-Mandarin Cilacap Youth Sports and Tourism Office" is the result of student work practice at the Cilacap Youth Sports and Tourism Office. The purpose of writing this article is to promote a tourist spot, namely Teluk Penyu Beach in Mandarin in order to provide information on Teluk Penyu Beach for visitors, especially Chinese speakers. Making this brochure uses data collection methods, namely interview methods, non-participant observation, literature study, and internet surfing. The author in this translation process uses communicative translation methods and adaptation techniques so that the translation results can be easily understood by readers without obstacles. The author made a brochure in Chinese to find out information about Cilacap Turtle Bay Beach to make it easier for Chinese-speaking visitors to get information about Cilacap Turtle Bay Beach.
3479537653A1D018167KESESUAIAN LAHAN FISIOGRAFIK UNTUK TANAMAN KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMASKopi robusta merupakan jenis kopi yang paling banyak diproduksi di Indonesia. Maraknya
minat masyarakat untuk mengkonsumsi kopi pada saat ini akan menjadikan peluang bagi
masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman kopi robusta. Wilayah Patikraja adalah daerah
yang berada pada ketinggian 25-100 m dpl, mempunyai curah hujan sekitar 350 mm, kelembapan
sekitar 55%, Kemiringan 3-8%, dan tekstur tanah Pasir. Tujuan dari penelitian adalah: (1)
mengetahui kesesuaian lahan fisiografik untuk tanaman kopi robusta di Kecamatan Patikraja
Kabupaten Banyumas dan (2) mengetahui faktor-faktor pembatas alami pertumbuhan tanaman
kopi robusta berdasarkan kelas kesesuian lahan fisiografik di Kecamatan Patikraja Kabupaten
Banyumas. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas dengan metode
survei dan proposional random sampling berdasarkan SLH. Pemataan dilakukan dengan
melakukan tracking area penelitian dan pembuatan peta SLH. Analisis satuan lahan dilakukan
dengan pendekatan analitik fisiografik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat
kesesuaian lahan di Kecamatan Patikraja untuk tanaman kopi robusta adalah cukup sesuai (S2)
seluas 1.883,51 ha (51,31%) yang meliputi Desa Kedungwringin, Sidabowa, Karanganyar,
Kedungwuluh Lor, Kedungwuluh Kidul, Notog, Sawangan Wetan, Karangendep, Patikraja,
Pegalongan, Sokawera Kidul, Wlahar Kulon, dan Kedungrandu. Lahan dengan kelas sesuai
marginal (S3) mempunyai luas 1.691,11 ha (46,05%) yang meliputi Desa Kedungwringin,
Sidabowa, Karanganyar, Kedungwuluh Lor, Kedungwuluh Kidul, Notog, Sawangan Wetan,
Karangendep, Patikraja, Pegalongan, Sokawera Kidul, Wlahar Kulon, dan Kedungrandu. Lahan
yang memiliki kelas tidak sesuai (N) meliki luas 97,15 (2,64%) yang meliputi Desa Sawangan
Wetan dan Karangendep. Faktor pembatas utama yang berpengaruh terhadap tingkat kesesuaian
lahan kopi robusta di Kecamatan Patikraja adalah temperatur, ketersediaan air, dan media
perakaran. Ketiganya merupakan faktor pembatas alami yang tidak dapat diperbaiki.
Robusta coffee is the most widely produced type of coffee in Indonesia. The rise of public
interest in consuming coffee at this time will create opportunities for people to cultivate robusta
coffee plants. The Patikraja area is an area that is located at an altitude of 25–100 m above sea
level, has a rainfall of about 350 mm, a humidity of about 55%, a slope of 3–8%, and a sandy soil
texture. The aims of the study were: (1) to determine the suitability of the physiographic land for
robusta coffee in Patikraja District, Banyumas Regency; and (2) to determine the natural limiting
factors for robusta coffee plant growth based on the physiographic land suitability class in
Patikraja District, Banyumas Regency. The research was carried out in Patikraja District,
Banyumas Regency with a survey method and proportional random sampling based on SLH. The
mapping is done by tracking the research area and making SLH maps. Land unit analysis is
carried out using a physiographic analytical approach. The results of the study indicate that the
level of land suitability in Patikraja District for robusta coffee plants is quite suitable (S2),
covering an area of 1,883.51 ha (51.31%), which includes the villages of Kedungwringin,
Sidabowa, Karanganyar, Kedungwuluh Lor, Kedungwuluh Kidul, Notog, Sawangan, Wetan,
Karangendep, Patikraja, Pegalongan, Sokawera Kidul, Wlahar Kulon, and Kedungrandu. Land
with marginal appropriate class (S3) has an area of 1,691.11 ha (46.05%), which includes the
villages of Kedungwringin, Sidabowa, Karanganyar, Kedungwuluh Lor, Kedungwuluh Kidul,
Notog, Sawangan Wetan, Karangendep, Patikraja, Pegalongan, Sokawera Kidul, Wlahar Kulon,
and Kedungrandu. Land that has an unsuitable class (N) has an area of 97.15 (2.64%), which
includes Sawangan Wetan and Karangendep villages. The main limiting factors that affect the
level of suitability of Robusta coffee land in Patikraja District are temperature, water
availability, and rooting media. All three are natural limiting factors that cannot be corrected.
3479637654B1A017105PRODUKSI LEMBARAN BIOMASSA MISELIUM SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF SUBSTITUSI KULIT DARI BERBAGAI SPESIES JAMUR DAN MEDIA TANAMKulit hewani memiliki keunggulan yaitu awet dan fleksibel, namun proses produksinya menghasilkan kontaminan berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Kulit sintetis sebagai alternatif kulit hewani juga diketahui berbahaya untuk kesehatan, serta limbah plastik yang dihasilkan menjadi masalah lingkungan karena sulit terdegradasi di alam. Peningkatan permintaan produk kulit mendorong pengembangan dan pencarian bahan alternatif lain berupa pengembangan material kulit berbasis miselium jamur. Karakteristik material kulit berbasis miselium dipengaruhi oleh jenis atau strain jamur, media pertumbuhan dan kondisi pertumbuhan. Penelitian ini dilakukan untuk menyeleksi jamur pelapuk putih yang berpotensi baik dalam menghasilkan lembaran biomassa miselium jamur, menyeleksi media pertumbuhan terbaik yang dapat menghasilkan lembaran biomassa miselium jamur terbaik, dan untuk melihat pengaruh interaksi antara jamur dan media pertumbuhan terbaik dalam menghasilkan lembaran biomassa miselium jamur.
Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor yang mempengaruhi penelitian ini berupa spesies jamur dengan 13 taraf dan jenis media dengan 4 taraf. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah spesies jamur dan jenis media skrining dalam menghasilkan lembaran biomassa miselium. Variabel terikatnya yaitu kualitas mikrofiber lembaran biomassa miselium yang dihasilkan. Parameter utama yang diamati adalah nilai kuat tarik dari lembaran biomassa miselium, parameter pendukung pada penelitian ini berupa diameter pertumbuhan, ketebalan miselium, berat basah miselium, analisis gugus kimia, stabilitas termal dan struktur hifa pada biomassa miselium. Data hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis jamur dan media mempengaruhi sifat mekanik lembaran biomassa miselium. Terdapat 5 isolat jamur pada media pollard, PDA dan MEA yang dapat membentuk lembaran biomassa miselium. Medium pollard, isolat GN serta interaksi antara isolat GN yang ditumbuhkan pada medium pollard menghasilkan lembaran biomassa miselium jamur terbaik karena menghasilkan nilai kuat tarik dan elongasi yang baik yaitu 1,035 MPa dan 50,350±1,902%. Lembaran biomassa miselium yang dianalisis gugus kimianya mengandung komponen gugus hidroksil, lipid, protein, kitin, asam nukleat dan polisakarida. Isolat jamur secara mikromorfologi memiliki struktur hifa yang berbeda terdapat isolat jamur yang memiliki hifa yang padat ada pula yang memiliki hifa tipis. Lembaran biomassa miselium yang dianalisis menunjukan hasil temperatur degradasi yang tinggi dan membuktikan kestabilan termalnya. Medium pollard yang digunakan pada penelitian ini mengandung kandungan karbohidrat sebesar 65,65% dan protein 15,63%, kandungan ini mendukung pertumbuhan dan perkembangan miselium sehingga menghasilkan lembaran biomassa miselium yang dapat dijadikan alternatif substitusi kulit.
Animal leather has the advantage of durability and flexibility, but its manufacturing process contains contaminants that are hazardous to human health and the environment. As an alternative to animal leather, synthetic leather is also known to be hazardous to health, and the resulting plastic waste is an environmental concern due to its difficulty degrading in nature. The growing demand for leather products is driving the development and research of other alternative materials, such as fungal mycelium-based leather materials. Characteristics of mycelium-based leather material. The purpose of this study was to find powerful white fungi with a high potential for producing fungal mycelium biomass sheets, as well as the best growth medium. This study was carried out to identify potent white fungi with a high potential for producing fungal mycelium biomass sheets, as well as the best growth medium that can produce the best fungal mycelium biomass sheets, and study the interaction between fungi and growth media on the formation of fungal mycelium biomass sheets.
This study was carried out experimentally with a completely randomized design (CRD) on a factorial treatment pattern of two factors. The first factor, fungal species, had 13 levels, and the second factor, screening media, had 4 levels. Each treatment combination was repeated three times. The independent variables in this study were fungal species and the type of screening media used in producing mycelium biomass sheets. The dependent variable is the quality of the mycelium-based sheet biomass microfiber produced. The main parameter observed was the tensile strength value of the mycelium biomass sheet. The supporting parameters in this study were growth diameter, mycelium thickness, mycelium wet weight, chemical group analysis, thermal stability, and hyphae structure in mycelium biomass. The collected data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and continued with Duncan’s test.
The study discovered that substrate and media variations influenced the mechanical properties of the mycelium biomass sheet. Five fungi isolates could form mycelium biomass sheets on pollard, PDA and MEA media. The best fungal mycelium biomass sheets were produced by pollard medium, GN isolates, and interaction between GN and pollard medium, with tensile and elongation strengths of 1,035 MPa and 50,350 ± 1,902%, respectively. The chemical components found in the analyzed mycelium biomass sheets include hydroxyl groups, lipids, proteins, chitins, nucleic acids, and polysaccharides. Micromorphologically, fungal isolates had a variety of hyphal structures, with several getting dense hyphae and the others having thin hyphae. The thermal stability of the analyzed mycelium biomass sheets was proved by their high degradation temperatures. The pollard medium used in this study has a carbohydrate content of 65,65% and a protein content of 15,63%. These contents promote mycelium growth and development resulting in mycelium biomass sheets that can be used as an alternative to leather.
3479737655C1L018049Pengaruh Hubungan Berpacaran, Aktivitas Organisasi, dan Kemampuan Manajemen Waktu terhadap Motivasi Belajar MahasiswaPenelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif pada mahasiswa prodi manajemen angkatan dan prodi pendidikan ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (FEB UNSOED). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: (1) Pengaruh hubungan berpacaran terhadap motivasi belajar mahasiswa prodi manajemen dan pendidikan ekonomi angkatan 2018-2020 FEB UNSOED; (2) Pengaruh aktivitas organisasi terhadap motivasi belajar mahasiswa prodi manajemen dan prodi pendidikan ekonomi angkatan 2018-2020 FEB UNSOED; (3) Pengaruh kemampuan manajemen waktu terhadap motivasi belajar mahasiswa prodi manajemen prodi pendidikan ekonomi angkatan 2018-2020 FEB UNSOED.
Populasi penelitian ini adalah mahasiswa manajemen angkatan 2018-2020 angkatan 2018-2020 FEB UNSOED. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 247 responden. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Analisis Regresi Linear Berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS 25 menunjukan bahwa: (1) Hubungan berpacaran berpengaruh signifikan negatif terhadap motivasi belajar mahasiswa prodi manajemen dan prodi pendidikan ekonomi angkatan 2018-2020 FEB UNSOED; (2) Aktivitas Organisasi berpengaruh signifikan positif terhadap motivasi belajar mahasiswa prodi dan prodi pendidikan ekonomi manajemen angkatan 2018-2020 FEB UNSOED; (3) Kemampuan manajemen waktu berpengaruh signifikan positif terhadap motivasi belajar mahasiswa prodi manajemen dan prodi pendidikan ekonomi angkatan 2018-2020 FEB UNSOED.
Implikasi dari penelitian ini adalah upaya dalam mempertahankan dan meningkatkan motivasi belajar mahasiswa prodi manajemen dan prodi pendidikan ekonomi angkatan 2018-2020 FEB UNSOED, pertama kontrolling terhadap mahasiswa yang berpacaran melalui dosen pembimbing akademik hal ini bertujuan untuk menghindarkan mahasiswa dari aktivitas berpacaran yang tidak sehat dan mengganggu produktivitas akademik yaitu motivasi belajar. Kedua, Organisasi-organisasi mahasiswa di KMFEB bisa melaksanakan pembelajaran bersama sebelum UAS/UTS, refleksi bersama untuk memperbaiki mood, talksow keseimbangan akademik dan organisasi serta meningkatkan kemampuan manajemen waktu.
This research is a survey research with a quantitative descriptive approach to students of the 2018-2020 Department of Management, Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University (FEB UNSOED). The purpose of this study was to analyze: (1) the effect of dating relationships on the learning motivation of students majoring in management for the 2018-2020 class of FEB UNSOED; (2) The influence of organizational activities on the learning motivation of students majoring in management class 2018-2020 FEB UNSOED; (3) The effect of time management skills on the learning motivation of students majoring in management class 2018-2020 FEB UNSOED.
The population of this study was management students of the 2018-2020 class of 2018-2020 FEB UNSOED. The research sample was taken using the Proportionate Stratified Random Sampling technique so that the research sample was obtained by as many as 247 respondents. This research uses the Multiple Linear Regression Analysis research method.
Based on the results of research and data analysis using SPSS 25, it shows that: (1) The dating relationship has a significant negative effect on the learning motivation of students majoring in management class 2018-2020 FEB UNSOED; (2) Organizational activities have a significant positive effect on the learning motivation of students majoring in management for the 2018-2020 FEB UNSOED class; (3) The ability of time management has a significant positive effect on the learning motivation of students majoring in management for the 2018-2020 FEB UNSOED class.
The implication of this research is an effort to maintain and increase learning motivation of students majoring in management class 2018-2020 FEB UNSOED, first controlling for students who are dating through academic supervisors. This aims to prevent students from unhealthy dating activities and interfere with academic productivity, namely motivation study. Second, student organizations at KMFEB can carry out joint learning before UAS/UTS, collective reflection to improve mood, talk shows on academic and organizational balance and improve time management skills
3479837657H1C018005GEOLOGI DAN BIOSTRATIGRAFI FORMASI PENOSOGAN LINTASAN KALIJAYA, DAERAH KALIGENDING DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KARANGSAMBUNG, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAHPenelitian biostratigrafi Formasi Penosogan yang masih sangat jarang dilakukan melatar belakangi penelitian ini. Lokasi penelitian berada pada daerah Kaligending dan sekitarnya, tepatnya pada lintasan Kalijaya. Bertujuan untuk mengetahui secara lebih detil mengenai lingkungan pengendapan serta umur dari Formasi Penosogan. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu pemetaan geologi serta melakukan analisis petrografi dan biostratigrafi dengan objek kajian foraminifera planktonik dan bentonik. Geomorfologi daerah penelitian berdasarkan klasifikasi bentuk muka bumi menurut Budi Brahmantyo (2006) terbagi menjadi lima satuan, yaitu Satuan Punggungan Homoklin Kaligending, Satuan Punggungan Blok Sesar Ketapang, Satuan Lembah Sinklin Plumbon, Satuan Punggungan Sinklin Pencil, Satuan Punggungan Antiklin Krakal. Tatanan stratigrafi yang terdapat pada daerah penelitian terbagi menjadi 3 satuan batuan, yaitu Satuan Breksi Andesit A, Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung Sisipan Kalkarenit, dan Satuan Breksi Andesit B. Berdasarkan hasil analisis foraminifera plantonik yang peneliti dapatkan dari 15 sampel pada lintasan Kalijaya, peneliti mendapatkan umur Miosen Awal – Miosen Tengah, N8 – N13 (Blow, 1969) dengan 6 spesies foraminifera indeks berdasarkan zonasi Blow (1969), yaitu Globorotalia archeomenardii, Praeorbulina glomerosa, Globigerinita naparimaensis, Globorotalia mayeri, Globorotalia peripheroacuta, dan Globorotalia peripheroronda. Paleobatimetri pada daerah penelitian berdasarkan Tipsword (1966), yaitu neritik luar – batial atas, namun pada sampel GP 14 paleobatimetrinya yaitu batial atas – batial bawah. Sehingga dari hasil tersebut bisa disimpulkan lingkungan pengendapan satuan batuan Formasi Penosogan berada di lingkungan laut dangkal – laut dalam.Biostratigraphic research on the Penosogan Formation, which is still very rarely carried out, is behind this study. The research location is in the Kaligending area and its surroundings, precisely on the Kalijaya track. Aims to find out in more detail about paleobatimetry and the age of the Penosogan Formation. The methods used in this study are geological mapping and conducting petrography and biostratigraphic analysis with the object of study of planktonic and benthonic foraminifera. Geomorphology of the research area based on the classification of the shape of the earth according to Budi Brahmantyo (2006) is divided into five units, namely the Kaligending Homocline Ridge Unit, the Ketapang Fault Block Ridge Unit, the Plumbon Synclin Valley Unit, the Pencil Synclin Ridge Unit, the Krakal Anticline Ridge Unit. The stratigraphic order contained in the study area is divided into 3 rock units, namely the Andesite Breccia Unit A, the Sandstone-Clay Interspersed Interspersion Unit kalkarenit insert, and the Andesite Breccia Unit B. Based on the results of plantonic foraminifera analysis that researchers obtained from 15 samples on the Kalijaya trajectory, researchers obtained the age of the Early Miocene – Middle Miocene, N8 – N13 (Blow, 1969) with 6 index foraminifera species based on Blow zoning (1969), namely Globorotalia archeomenardii, Praeorbulina glomerosa, Globigerinita naparimaensis, Globorotalia mayeri, Globorotalia peripheroacuta, and Globorotalia peripheroronda. Paleobatimetry in the study area based on Tipsword (1966), namely the outer neritics – upper batial, but in the GP 14 paleobatimetric sample, namely the upper batial – lower batial. So from these results, it can be concluded that the deposition environment of the penosogan formation rock units is in a shallow sea environment – deep sea.
3479944930I1E017005HUBUNGAN KOORDINASI MATA-KAKI, KESEIMBANGAN DAN KECEPATAN DENGAN KEMAMPUAN DRIBBLING PEMAIN FUTSAL PUTRA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANFutsal memiliki beberapa teknik dasar, salah satunya adalah menggiring bola atau dribbling. Masalah dalam penelitian ini adalah sebagian pemain futsal mudah kehilangan bola pada saat melakukan dribbling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan koordinasi mata-kaki, keseimbangan dan kecepatan dengan kemampuan dribbling pemain futsal putra Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah pemain futsal putra Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jendral Soedirman sebanyak 20 orang dan sampel yang digunakan adalah jumlah keseluruhan dari populasi. Pengambilan data dilakukan secara langsung dengan melakukan tes koordinasi mata kaki, tes keseimbangan, tes kecepatan, dan tes menggiring bola.
Hubungan antara koordinasi mata-kaki dengan kemampuan dribbling dengan nilai p = 0,000 dan r = 0,301, ada hubungan keseimbangan dengan kemampuan dribbling dengan nilai p = 0,000 dan r = 0,315, ada hubungan kecepatan dengan kemampuan dribbling dengan nilai p = 0,004 dan r = 0,155.
Terdapat hubungan antara koordinasi mata-kaki, keseimbangan, dan kecepatan dengan kemampuan dribbling pemain futsal putra Fakultas Ilmu-ilmu kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Futsal has several basic techniques, one of which is dribbling. The problem in this study is that some futsal players easily lose the ball when dribbling. This study aims to determine the relationship between eye-foot coordination, balance and speed with the dribbling ability of male futsal players of the Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University.
This research is a correlational research. The population in this study were 20 male futsal players of the Faculty of Health Sciences, General Soedirman University and the sample used was the total population. Data collection was done directly by conducting a foot-eye coordination test, balance test, speed test, and dribbling test.
The relationship between eye-foot coordination with dribbling ability with a value of p = 0.000 and r = 0.301, there is a relationship between balance and dribbling ability with a value of p = 0.000 and r = 0.315, there is a relationship between speed and dribbling ability with a value of p = 0.004 and r = 0.155.
There is a relationship between eye-foot coordination, balance, and speed with dribbling ability of male futsal players of the Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman.
3480037658F1B018001PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PENERIMA PELAYANAN DI MASA PANDEMI COVID 19 PADA KANTOR KECAMATAN TAWANG KOTA TASIKMALAYA
Pada dasarnya kepuasan masyarakat terwujud jika harapan masyarakat sesuai dengan apa yang mereka terima. Kepuasan masyarakat dimasa pandemi covid 19 dipengaruhi oleh kualitas pelayanan publik yang diberikan. Pengaruh dari pandemi Covid 19 ini memberikan perubahan terhadap berbagai aspek kehidupan seperti halnya pada pelayanan publik. Tentu bagi masyarakat sendiri akan merasa pelayanan publik yang diberikan akan mengalami sedikit pebedaan.
Menurut Tjiptono (2014:268) mendefinisikan bahwa, “kualitas pelayanan berfokus pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaianya untuk mengimbangi harapan konsumen”. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh kualitas pelayanan yang meliputi dimensi Tangiable, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empaty terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Kendall Tau, Regresi Ordinal dan analisa Elaborasi.
Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat sebesar 20,8% sampai dengan 35,3 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa variabel Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kepuasan Masyarakat di masa pandemi covid 19 pada Kantor Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Kemudian hasil analisis elaborasi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan masyarakat yang dikontrol dari kelompok jenis kelamin, usia, dan pekerjaan. Namun hasil analisis elaborasi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat dengan kategori pekerjaan mahasiswa.
Kata Kunci : Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan Publik, Kepuasan Masyarakat
Basically, community satisfaction is realized if the expectations of the community are in accordance with what they receive. Community life during the COVID-19 pandemic is influenced by the quality of public services provided. The impact of the Covid-19 pandemic has changed various aspects of life, such as in public services. Of course, the people themselves will feel that the public services provided will be slightly different.
According to Tjiptono (2014:268) defines that, "service quality focuses on efforts to fulfill consumer needs and desires and the accuracy of its application to consumer expectations". This study was to determine and analyze the magnitude of the influence of service quality which includes the dimensions of Tangiable, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy on customer satisfaction. This study uses a survey method with a questionnaire. The data analysis technique used in this research is Kendall Tau correlation, Ordinal Regression and Elaboration Analysis.
The results of the analysis in this study indicate that there is a positive and significant influence between Service Quality on the Community by 20.8% to 35.3%. The conclusion of this study is that the service quality variable has a positive and significant effect on community variables during the covid 19 pandemic at the Tawang District Office, Tasikmalaya City. Then the results of the elaboration analysis show that it has a significant effect on quality satisfaction of the controlled community from the group of gender, age, and occupation. However, the results of the elaboration analysis show that service quality has no effect on community satisfaction with the category of student work.
Keywords: Public Service, Quality of Public Service, Community Satisfaction