Artikelilmiahs
Menampilkan 34.881-34.900 dari 49.893 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 34881 | 37719 | H1A018087 | ANALISIS PERKIRAAN KONSUMSI ENERGI LISTRIK HARIAN MENGGUNAKAN METODE (ANN) ARTIFICAL NEURAL NETWORK BERBASIS SMART METER DI RUKO DHARMAWANGSA JAKARTA SELATAN | Energi listrik merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, kebutuhan energi listrik pun semakin meningkat seiring pekembangan zaman. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di Indonesia, PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang bekerja sama dengan PT. Telkom Indonesia perlu melakukan peramalan konsumsi energi listrik harian agar mencegah krisis energi listrik akibat permintaan listrik yang terus meningkat. Pada penelitian ini dilakukan peramalan konsumsi energi listrik harian di area ruko Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada bulan Februari 2022 menggunakan metode artifical neural network (ANN). Metode ANN biasa dikenal dengan istilah jaringan saraf tiruan yang bisa merubah strukturnya dari yang ditetapkan sebelumnya. Perubahan struktur biasanya dilakukan pada saat timbul masalah, terutama pada pemakaian konsumsi energi listrik di daerah ruko Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Maka dari itu diperlukan perubahan struktur agar permasalahan yang dihadapi dapat segera diatasi dan diselesaikan. Diharapkan semua permasalahan yang dihadapi dapat teratasi berdasarkan informasi yang diperoleh. Dalam hal ini, informasi internal dan eksternal tentang konsumsi energi listrik itu sangat penting dan diperlukan untuk memecahkan masalah. Informasi internal dan eksternal ini akan mengalir melalui jaringan, sehingga informasi yang ada ini dapat membantu konsumen/pelanggan pengguna smart meter berbasis IoT untuk mengatasi permasalahan tersebut. Perkiraan konsumsi energi listrik harian ini memegang peran penting bagi penyedia tenaga listrik dan operasi sistem tenaga listrik. Perkiraan konsumsi energi listrik harian berfungsi untuk menjaga keseimbangan suplai dan permintaan daya listrik. Tugas akhir ini membahas tentang penggunaan metode artifical neural network (ANN) dan juga akan dilakukan eksperimen atau penelitian untuk mencari arsitektur artifical neural network yang memiliki evaluasi terbaik. Adapun parameter evaluasinya yaitu parameter loss function, Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE) dalam melakukan peramalan konsumsi energi listrik harian jangka pendek pada sistem smart meter yang sudah terpasang di daerah ruko Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. | Electrical energy is an inseparable part of people's lives, the need for electrical energy is increasing along with the times. To meet the demand for electrical energy in Indonesia, PT PLN in collaboration with PT Telkom needs to forecast daily electrical energy consumption in order to prevent an electrical energy crisis due to the increasing demand for electricity. In this study, daily electricity consumption was forecasted in the Dharmawangsa shophouse area, Kebayoran Baru, South Jakarta in February 2022 using the artificial neural network (ANN) method. The ANN method is commonly known as an artificial neural network that can change its structure from what was previously defined. Structural changes are usually carried out when problems arise, especially in the use of electricity consumption in the Dharmawangsa shophouse area, Kebayoran Baru, South Jakarta. Therefore it is necessary to change the structure so that the problems encountered can be immediately addressed and resolved. It is hoped that all the problems encountered can be resolved based on the information obtained. In this case, internal and external information about the consumption of electrical energy is very important and needed to solve the problem. This internal and external information will flow through the network, so that this existing information can help consumers/customers of IoT-based smart meter users to overcome these problems. This estimate of daily electrical energy consumption plays an important role for the supply of electric power and the operation of the electric power system.Estimated daily electrical energy consumption serves to maintain a balance between supply and demand for electrical power. This final project discusses the use of the artificial neural network (ANN) method and will also conduct experiments or research to find the artificial neural network architecture that has the best evaluation. The evaluation parameters are loss function parameters, MeanAbsolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE) in forecasting short-termdaily electricity consumption on a smart meter system that has been installed in the Dharmawangsa shophouse area, Kebayoran Baru, South Jakarta. | |
| 34882 | 37718 | H1A018029 | PERKIRAAN SUSUT ENERGI JANGKA PENDEK MENGGUNAKAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) PADA JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN RENDAH DI TELKOM CORPORATE UNIVERSITY BANDUNG | Sistem distribusi energi listrik dari sumber pembangkit hingga ke konsumen terjadi hilangnya energi atau susut energi. Dalam proses perhitungan susut energi diperlukan suatu metode untuk menghitung susut tersebut. Salah satunya adalah dengan membuat perancangan operasi susut energi yang dapat diketahui nilainya di waktu yang akan datang yaitu prediksi nilai susut energi dengan membuat pemodelan dengan metode Artificial Neural Network (ANN), model backpropagation. Penelitian dilakukan di Telkom Corporate University Bandung pada main distribution panel gardu 2 menggunakan Power Quality Analyzer HIOKI 3169. Prediksi susut energi yang dilakukan menggunakan Matlab R2021a untuk pemodelan jaringan sarat tiruan. Pada sistem ini digunakan 12 unit masukan data susut energi tiap jam yaitu berupa susut energi 12 jam sebelumnya dan menghasilkan unit keluaran berupa susut energi (n) pada jam berikutnya (n+1). Dilakukan pelatihan data dan pengujian data menggunakan data yang berbeda dengan data latih untuk mendapatkan arsitektur yang terbaik. Parameter arsitektur ANN terbaik adalah jaringan yang menghasilkan RMSE pengujian yang kecil. Hasil dari penelitian ini didapatkan arsitektur ANN terbaik yaitu 60 hidden layer dengan 10000 epoch menggunakan fungsi aktivasi logsig pada hidden layer dan output layer dengan nilai momentum 0,2 dan laju pembelajaran 0,01 yang menghasilkan nilai RMSE pelatihan sebesar 0,49117 kWh dan RMSE pengujian sebesar 1,1185 kWh. Maka didapatkan prediksi selama 24 jam kedepan dengan persentase kenaikan susut energi senilai 0,04%. | The distribution system of electrical energy from the generating source to the consumer occurs energy or energy loss. In the process of calculating energy losses, a method is needed to calculate the losses. One of them is by designing an energy loss operation whose value can be known in the future, namely predicting the value of energy loss by making modeling with the Artificial Neural Network (ANN) method, the backpropagation model. The research was conducted at Telkom Corporate University Bandung on the main distribution panel of substation 2 using the Power Quality Analyzer HIOKI 3169. Prediction of energy loss was carried out using Matlab R2021a for modeling a heavily artificial network. This system uses 12 units of energy loss data input every hour in the form of energy loss in the previous 12 hours and produces an output unit in the form of energy loss (n) in the next hour (n+1). Perform data and data testing using different data from training data to get the best architecture. The best ANN architecture parameter is a network that produces a small RMSE test. The results of this study obtained the best ANN architecture, namely 60 hidden layers with 10000 epochs using the logsig activation function in the hidden layer and output layer with a momentum value of 0.2 and a learning rate of 0.01 which resulted in a training RMSE value of 0.49117 kWh and RMSE testing. of 1.1185 kWh. So the prediction for the next 24 hours with a percentage increase in energy loss of 0.04%. | |
| 34883 | 37720 | E1A018215 | Asas Tanggung Jawab Negara Dalam Pemenuhan Hak Atas Lingkungan Hidup Yang Baik dan Sehat Terhadap Limbah Yang Dihasilkan PT. Pusri Palembang | Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi tanggung jawab negara dalam pemenuhan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat terhadap limbah PUSRI yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan dan faktor penghambat dalam melaksanakan implementasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang disajikan dengan teks naratif dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasi asas tanggung jawab negara dalam pemenuhan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat terhadap limbah yang dihasilkan PT. PUSRI, dibutuhkannya intrumen pengawasan demi memenuhi hak setiap orang untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat dengan melakukan pengawasan yang berdasar pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan untuk melakukan pengawasan dengan 2 (dua) cara. Pengawasan langsung dilaksanakan dengan meninjau lokasi secara langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan, sedangkan pengawasan tidak langsung oleh PUSRI sebagai usaha kegiatan industri dengan cara melakukan pelaporan melalui aplikasi SIMPEL, namun beberapa pelaksanaannya masih kurang maksimal. Selain itu, terdapat faktor penghambat dalam pelaksanaannya. | This study aims to find out how the implementation of state responsibility in fulfilling the right to a good and healthy environment for PUSRI waste is carried out by the Environmental Service of South Sumatra Province and the inhibiting factors in carrying out implementation. The research method used in this research is sociological juridical with descriptive research specifications. The types and sources of data used are primary data and secondary data. Methods of collecting data through interviews, observation, and documentation, which are presented with narrative texts with qualitative analysis methods. The results showed that in implementing the principle of state responsibility in fulfilling the right to a good and healthy environment for the waste produced by PT. PUSRI, a supervisory instrument is needed in order to fulfill everyone's right to have a good and healthy environment by carrying out supervision based on Government Regulation Number 22 of 2021 concerning the Implementation of Protection and Management to carry out supervision in 2 (two) ways. Direct supervision is carried out by reviewing the location directly by the Environmental Service of South Sumatra Province, while indirect supervision is by PUSRI as an industrial activity business by reporting through the SIMPEL application, but some of the implementations are still not optimal. In addition, there are inhibiting factors in its implementation. | |
| 34884 | 37721 | F1B018020 | Pengaruh Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya | Penelitian ini berjudul Pengaruh Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kinerja pegawai yang kurang optimal sehingga menyebabkan sulitnya mencapai tujuan organisasi. Maka dari itu, organisasi harus memperhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai salah satunya yaitu lingkungan kerja dan budaya organisasi yang berkembang dalam organisasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara lingkungan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori perilaku organisasi yang didefinisikan sebagai suatu bidang studi yang mempelajari perilaku individu dalam suatu organisasi dan bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi kinerja dalam organisasi tersebut. Dengan Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi sebagai variabel bebas (X) dan Kinerja Pegawai sebagai variabel terikat (Y). Untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh antar variabel yang diteliti, teknik analisa yang digunakan adalah teknik Korelasi Kendall’s Tau-b, Kendall’s W, dan Regresi Ordinal. Hasil analisis data penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi ordinal menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,667 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Selain itu, variabel Budaya Organisasi juga memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,615 dan nilai signifikansi sebesar 0,001. Hasil analisis regresi ordinal juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,669. Hal ini berarti Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi mempengaruhi Kinerja Pegawai sebesar 66,9 persen. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara lingkungan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Lingkungan kerja dan budaya organisasi yang berkembang di Kecamatan Purbaratu harus dikelola dan dikembangkan dengan baik agar kinerja pegawai semakin optimal sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Dengan adanya lingkungan kerja dan budaya organisasi yang baik dalam suatu organisasi, maka pegawai akan merasa nyaman dalam melakukan pekerjaannya sehingga dapat membuat kinerja pegwai meningkat. | This research is entitled The Effect of Work Environment and Organizational Culture on Employee Performance in Purbaratu District, Tasikmalaya City. This research is motivated by the performance of employees who are less than optimal, causing difficulty in achieving organizational goals. Therefore, organizations must pay attention to things that can affect employee performance, one of which is the work environment and organizational culture that develops within the organization. The purpose of this study was to determine the effect of the work environment and organizational culture on employee performance in Purbaratu District, Tasikmalaya City. The main theory used in this research is the theory of organizational behavior which is defined as a field of study that studies individual behavior in an organization and how this behavior affects performance within the organization. With the Work Environment and Organizational Culture as the independent variable (X) and Employee Performance as the dependent variable (Y).To determine the level of significance of the influence between the variables studied, the analytical technique used is the technique of Kendall's Tau-b Correlation, Kendall's W, and Ordinal Regression. The results of this research data analysis using ordinal regression analysis showed a positive and significant relationship between the Work Environment and Employee Performance with a correlation coefficient value of 0.667 and a significance value of 0.000. In addition, the organizational culture variable also has a positive and significant relationship to employee performance with a correlation coefficient value of 0.615 and a significance value of 0.001. The results of the ordinal regression analysis also show that there is a positive and significant influence between the Work Environment and Organizational Culture on Employee Performance with a coefficient value of 0.669. This means that the work environment and organizational culture affect employee performance by 66.9 percent. The conclusion of this study is that there is a positive and significant influence between the work environment and organizational culture on the performance of employees in Purbaratu District, Tasikmalaya City. The work environment and organizational culture that developed in Purbaratu District must be managed and developed properly so that employee performance is more optimal so that organizational goals can be achieved. With the existence of a good work environment and organizational culture in an organization, employees will feel comfortable in doing their jobs so that they can increase employee performance. | |
| 34885 | 37568 | C1I018007 | THE EFFECT OF LEARNING MOTIVATION, INTEGRITY, MISUSE OF INFORMATION TECHNOLOGY AND RELIGIOSITY ON ACADEMIC FRAUD | Penelitian ini menguji pengaruh motivasi belajar, integritas, penyalahgunaan teknologi informasi, dan religiusitas terhadap kecurangan akademik dengan menggunakan Teori Atribusi. Data penelitian ini dilakukan melalui survei dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh sebagai data primer dan dikumpulkan melalui kuesioner online. Populasi dalam penelitian ini adalah 301 mahasiswa Jurusan Akuntansi Internasional dan Reguler angkatan 2018-2019 Universitas Jenderal Sudirman. Sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling, dan data yang diperoleh sebanyak 75 responden. Analisis data menggunakan SPSS versi 19 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) motivasi belajar berpengaruh positif terhadap kecurangan akademik, (2) integritas berpengaruh negatif terhadap kecurangan akademik, (3) penyalahgunaan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kecurangan akademik, dan (4) religiusitas berpengaruh positif terhadap kecurangan akademik. Implikasi dari penelitian ini adalah meningkatkan sistem pengawasan khususnya pada saat perkuliahan online kepada mahasiswa, memberikan informasi mengenai berbagai kebijakan kampus kepada mahasiswa sehingga mahasiswa tidak berani melakukan tindakan curang, dan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi melakukan perilaku kecurangan akademik. | This study examines the effect of learning motivation, integrity, misuse of information technology, and religiosity on academic fraud using the Attribution Theory. This research data was conducted through a survey with a quantitative approach. Data were obtained as primary data and collected through online questionnaires. The population in this study was 301 students of Major International and Regular Accounting batches 2018-2019 at Jenderal Sudirman University. The sample of this study used purposive sampling, and the data obtained were 75 respondents. Data analysis using SPSS version 19 for Windows. The results of this study indicate that (1) learning motivation has a positive effect on academic fraud, (2) integrity has a negative effect on academic fraud, (3) misuse of information technology has a positive effect on academic fraud, and (4) religiosity has a positive effect on academic fraud. The implications of this research are to improve the supervisory system, especially during online lectures to students, to provide information about various campus policies to students so that students do not dare to commit fraudulent actions, and pay attention to factors that influence academic fraud behavior. | |
| 34886 | 37722 | H1D015039 | PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PRESENSI PEGAWAI BERBASIS WEBSITE STUDI KASUS PT PILAR ARTHA NUGRAHA | Penggunaan teknologi pada saat ini sudah sangat meluas, hampir di segala bidang kehidupan bisa menggunakan teknologi, mulai dari bidang Pendidikan, Perkantoran Pertanian, Kesehatan, dan sebagainya. Dalam dunia perkantoran, salah satu kegunaan teknologi adalah melakukan absensi pegawai. Absensi dijadikan salah satu acuan keaktifan pegawai dan dapat menggunakan sistem manual kertas. Penelitian ini berfokus dalam mengembangkan proses absensi, yang mana bertujuan untuk merancang dan membangun sistem yang akan mempermudah pegawai perusahaan dalam melakukan presensi dan mengolah data absensi agar lebih efektif, efisien, dan meminimalisir terjadinya human error. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode waterfall. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini pegawai dapat melakukan proses absensi yang efektif dan juga meningkatkan kualitas perekapan laporan absensi yang dilakukan secara efisien. | Technology is currently being used extensively. Technology may be used in almost every aspect of life, including fields like education, agriculture, health and many more. One of the uses of technology is to track attendance for employee in the workplace. Attendance is used as a reference for employee activity and can be used with a paper manual system. This research focuses on developing the attendance process, which aims to design and build a system that will make it easier for company employees to take attendance and process attendance data to be more effective, efficient, and minimize the occurrence of human errors. The method that will be used in this research is the waterfall method. The expected result of this research are employee would be able to effectively manage their attendance procedures and enhance the accuracy of efficiently produced recorded attendance reports. | |
| 34887 | 37723 | H1B018089 | EVALUASI KINERJA JARINGAN IRIGASI KEBOGORAN DI KECAMATAN BANTARSARI KABUPATEN CILACAP | Bantarsari merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Cilacap dengan luas daerah 99,49 km2 dan berada di ketinggian 8 mdpl. Terdapat infrastruktur irigasi berupa daerah irigasi Kebogoran dengan luas areal sebesar 624 ha. Daerah irigasi Kebogoran merupakan daerah irigasi teknis dengan sumber air berasal dari Bendung Kebogoran. Kekeringan saluran yang sering terjadi membuat produktivitas tanaman menjadi kurang maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan kertersediaan air irigasi sehingga keseimbangan air daerah irigasi Kebogoran ini dapat diketahui, serta menghitung tingkat efektifitas dan efisiensi saluran primer dan sekunder daerah irigasi Kebogoran. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui instansi terkait seperti data klimatologi (suhu udara, penyinaran matahari, kelembaban udara, dan kecepatan angin), data curah hujan, dan data topografi. Sedangkan data primer diperoleh dari penelusuran di lapangan seperti dimensi saluran. Analisis yang dilakukan adalah analisis curah hujan, analisis evapotranspirasi dengan metode Penmann Modifikasi, analisis kebutuhan air irigasi, analisis ketersediaan air, analisis keseimbangan air, serta analisis efektifitas dan efisiensi saluran daerah irigasi Kebogoran. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan debit andalan maksimum sebesar 9061,84 lt/detik pada bulan Februari, debit andalan minimum sebesar 47,99 lt/detik pada bulan Agustus. Kebutuhan air irigasi di bangunan pengambilan dengan pola tanam padi-padi-palawija adalah sebesar 1241,82 lt/detik. Efektifitas saluran primer maupun saluran sekunder tidak mendekati 1 artinya debit yang direncanakan belum mendekati debit kapasitas. Efisiensi saluran primer nilainya mendekati dan lebih dari 90% artinya debit realisasi mendekati debit yang direncanakan, sedangkan untuk efisiensi saluran sekunder nilainya tidak mendekati 90% karena debit realisasi jauh lebih kecil dari debit yang direncanakan. | Bantarsari is one of the sub-districts in Cilacap Regency with an area of 99.49 km2 and is located at an altitude of 8 meters above sea level. There is irrigation infrastructure in the form of Kebogoran irrigation area with an area of 624 ha. The Kebogoran irrigation area is a technical irrigation area with the water source coming from the Kebogoran Dam. The frequent dryness of the canal makes plant productivity less than optimal. This research was conducted to determine the need and availability of irrigation water so that the water balance of the Kebogoran irrigation area can be known, and to calculate the level of effectiveness and efficiency of the primary and secondary canals of the Kebogoran irrigation area. Secondary data in this study were obtained through related agencies such as climatological data (air temperature, solar radiation, humidity, and wind speed), rainfall data, and topographic data. While the primary data is obtained from the search in the field such as channel dimensions. The analyzes carried out were rainfall analysis, evapotranspiration analysis using the Modified Penmann method, irrigation water demand analysis, water availability analysis, water balance analysis, and analysis of the effectiveness and efficiency of the Kebogoran irrigation canals. Based on the results of the analysis, the maximum reliable discharge is 9061.84 lt/second in February, the minimum reliable discharge is 47.99 lt/second in August. The need for irrigation water in the intake building with a rice-paddy-palawija cropping pattern is 1241.82 lt/second. The effectiveness of the primary and secondary channels is not close to 1, meaning that the planned discharge is not close to the capacity discharge. The efficiency of the primary channel is close to and more than 90%, meaning that the realized discharge is close to the planned discharge, while for the efficiency of the secondary channel the value is not close to 90% because the realized discharge is much smaller than the planned discharge. | |
| 34888 | 37724 | E1A018148 | TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA DALAM PENJUALAN JAMU/OBAT TRADISIONAL TANPA IZIN EDAR TERHADAP KONSUMEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KLATEN NOMOR: 44/Pid.Sus/2021/PN Kln) | ABSTRAK Pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya tidak diperbolehkan melakukan perbuatan yang dilarang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, namun kenyataannya dalam menjalankan kegiatan usahanya masih banyak ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha yang melanggar hak hak konsumen sehingga menimbulkan kerugian kepada konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah kasus Yus Setiawan sebagai pelaku usaha yang telah melanggar hak, kewajiban, serta perbuatan yang dilarang kepada konsumen terkait penjualan jamu/obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab yang diberikan oleh pelaku usaha yang melakukan kegiatan memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, hakim dalam memutuskan perkara telah memberikan tanggung jawab penuh terhadap pelaku usaha karena hakim menggunakan Pasal 197 Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan untuk menjerat pelaku usaha yang dimana unsur-unsurnya telah terpenuhi olehnya. Selain itu, konsumen sudah mendapat perlindungan hukum sebagaimana telah diatur dalam Pasal 8 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Hakim juga menyatakan Yus Setiawan sebagai pelaku usaha terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan kegiatan usaha perdagangan tanpa izin, serta telah menjatuhkan pidana kepadanya dengan pidana penjara selama 8 (delapan) bulan. Dalam hal pertanggungjawaban Yus Setiawan sebagai pelaku usaha yaitu dengan menjalankan hukuman pidana penjara yang telah ditetapkan oleh Majelis Hakim diatas berdasarkan hasil akhir Putusan Pengadilan Negeri Klaten Nomor: 44/Pid.Sus/2021/PN Kln. | ABSTRACT Business actors in carrying out their business activities are not allowed to carry out actions that are prohibited in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, but in fact in carrying out their business activities there are still many violations committed by business actors who violate consumer rights, causing harm to consumers. One of the consumer protection cases is the case of Yus Setiawan as a business actor who has violated the rights, obligations, and prohibited actions to consumers regarding the sale of jamu/traditional medicines. This study aims to find out how the responsibilities given by business actors who carry out activities to produce or distribute pharmaceutical preparations that do not have a distribution permit based on Law Number 36 Year 2009 concerning Health. The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained are presented with a systematic narrative text, and the data analysis method used is a qualitative normative method. Based on the results of research and discussion, the judge in deciding the case has given full responsibility to business actors because the judge uses Article 197 of Law Number 36 of 2009 concerning Health to ensnare business actors whose elements have been fulfilled by him. In addition, consumers have received legal protection as stipulated in Article 8 Paragraph (1) letter a of Law Number 8 of 1999 concerning consumer protection. The judge also stated that Yus Setiawan as a business actor was legally and convincingly proven guilty of carrying out trading business activities without a permit, and had sentenced him to imprisonment for 8 (eight) months. In the case of Yus Setiawan's responsibility as a business actor, namely by carrying out the prison sentence that has been determined by the Panel of Judges above based on the final result of the Klaten District Court Decision Number: 44/Pid.Sus/2021/PN Kln. | |
| 34889 | 37725 | E1A018088 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENJUALAN DAGING SAPI BEKU TANPA SERTIFIKAT KESEHATAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Nomor : 97/Pid.Sus/2020/PN.Bgl) | Perlindungan konsumen telah diatur secara rinci dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah kasus pelaku usaha yang telah melanggar hak hak konsumen, kewajiban, serta perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha terkait penjualan produk daging beku tanpa sertifikat kesehatan. Perbuatan yang diakukan pelaku usaha telah menimbulkan kerugian kepada konsumen karena memperdagangkan produk yang tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum konsumen produk daging beku tanpa sertifikat kesehatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsumen telah mendapatkan perlindungan hukum. Pelaku usaha selain melanggar Pasal 31 ayat (1) Jo. Pasal 6 huruf a,c Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, pelaku usaha juga telah melanggar ketentuan Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang - Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dalam hal ini majelis hakim menggunakan asas lex specialis derogat legi generali yaitu Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan sebagai undang-undang khusus meniadakan undang-undang umum, sehingga pada penelitian ini hakim tidak menjerat pelaku usaha dengan Undang - Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. | Consumer protection has been regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. One of the consumer protection cases is the case of a business actor who has violated consumer rights, as well as prohibited acts related to selling frozen meat product without health certificate. Acts commited by business actors have harmed the consumer for producing and trading goods that are not in accordance with the required standards and provisisons of legislation. This study aims to determine the legal protection of consumers of frozen meat product without health certificate according to Law Number 8 of 1999 concerning consumer protection. The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained are presented in a systematic systematic text, and the data analysis method used is a qualitative normative method. Based on the results of the study, it can be concluded that consumers have received legal protection. Business actors other than violating Article 31 paragraph (1) Jo. Article 6 letters a, c of Law Number 16 of 1992 concerning Animal, Fish and Plant Quarantine, business actors have also violated the provisions of Article 8 paragraph (1) letter a of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, in this case The panel of judges used the principle of lex specialis derogat legi generali, namely Law Number 16 of 1992 concerning Animal, Fish, and Plant Quarantine as a special law nullifying general laws, so that in this study the judge did not ensnare business actors with Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection. | |
| 34890 | 37726 | E1A017386 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bekasi) | Kekerasan dalam ruang lingkup rumah tangga seringkali disebut sebagai Hidden Crime (Kekerasan yang tersembunyi), karena pelaku dan korban berusaha untuk menyembunyikan hal tersebut dari pandangan umum. Penegakan hukum atas kekerasan fisik terhadap anak yang ditangani dirasa masih kurang optimal, disebabkan karena masyarakat yang tidak peduli terhadap hal tersebut, tidak semua kekerasan fisik yang terjadi dilaporkan kepada aparat penegak hukum khususnya di Kota Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum yang diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi terhadap anak sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga dan mengetahui faktor penghambat dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum secara yuridis empiris, dengan metode pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif, dengan jenis dan sumber data sekunder, dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa DPPPA Kota Bekasi memberikan perlindungan hukum preventif berupa penyuluhan, sosialisasi dan seminar terkait tindak kekerasan terhadap anak yang dilakukan baik secara langsung maupun melalui media elektronik. Selain perlindungan preventif, DPPPA Kota Bekasi memberikan perlindungan Represif berupa mediasi, konseling untuk rehabilitasi dan pendampingan kesehatan dan bantuan hukum. Faktor penghambat DPPPA dalam memberikan perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga yaitu terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh DPPPA. Keterbatasan pada tim advokat, tim pendampingan serta tim psikolog serta belum adanya Peraturan Daerah mengenai Kota Layak Anak. Kata kunci : Kekerasan, KDRT , Perlindungan Anak | Violence in the scope of household is often called as hidden crime. because perpetrators and victims try to hide it from public view. Law enforcement on handling physical violence against children is still considered less than optimal, due to people who do not care about this, not all physical violence that occurs is reported to law enforcement officials, especially in Bekasi City. This study aims to determine the legal protection provided by the Bekasi City Women's Empowerment and Child Protection Service (DPPPA) to children as victims of domestic violence and to find out the inhibiting factors in implementing legal protection for children as victims of domestic violence. This study uses a juridical empirical type of legal research, with a statute approach and a case approach. The specification of this research is descriptive, with the types and sources of secondary data, and the data analysis is done qualitatively. The results of this study indicate that the Bekasi City DPPPA provides preventive legal protection in the form of counseling, socialization and seminars related to acts of violence against children which are carried out either directly or through electronic media. In addition to preventive protection, the Bekasi City Women's Empowerment and Child Protection Service provides repressive protection in the form of mediation, counseling for rehabilitation, health assistance, and legal assistance. The inhibiting factor for Women's Empowerment and Child Protection Service in providing legal protection for children as victims of Domestic Violence is the lack of Human Resources owned by Women's Empowerment and Child Protection Service. The lack of advocates, mentoring team and psychologists as well as the absence of a Regional Regulation regarding Child Friendly Citie. Keywords : Violence, Household Violence ,Child Protection | |
| 34891 | 37727 | C1L017006 | PENGARUH PERHATIAN, TINGKAT PENDAPATAN DAN PERAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MASA PANDEMI DI SMA NEGERI 1 BALAPULANG | Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan kuantitatif pada peserta didik Sma Negeri 1 Balapulang Kab. Tegal. Peneliti ini mengambil judul ” Pengaruh Perhatian, Tingkat Pendapatan dan Peran orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Masa Pandemi di Sma Negeri 1 Balapulang ”Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi: (1) Menganalisis pengaruh perhatian terhadap prestasi belajar peserta didik pada masa pandemi di SMA Negeri 1 Balapulang. (2) Menganalisis pengaruh tingkat pendapatan terhadap prestasi belajar peserta didik pada masa pandemi di SMA Negeri 1 Balapulang. (3) Menganalisis pengaruh peran orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik pada masa pandemi di SMA Negeri 1 Balapulang. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Ips Sma Negeri 1 Balapulang yang berjumlah 139 peserta didik. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 104 yang diambil secara random. Metode yang digunakan dalam penelitian ini anatar lain Uji Validitas dan Uji Reliabilitas, Analisis Deskriptif, Uji Asumsi Klasik, Analisis Regresi Berganda, Uji F, Uji t, dan Koefisien determinasi Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data mneggunakan IBM SPSS statistic menunjukan bahwa (1) Perhatian berpengaruh positif terhadap prestasi belajar; (2)Tingkat pendapatn berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar; (3) Perang orang tua berpengaruh positif Terhadap prestasi belajar. Implikasi pengaruh penelitian ini Perhatian orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Selain itu, Pendapatan orangtua memiliki peran yang besar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, orangtua siswa diharapkan dapat meningkatkan pendapatannya dengan cara membuka usaha baru atau menambah jam kerja. Peran orangtua juga memiliki pengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, orangtua siswa diharapkan dapat meningkakan perannya terutama dalam hal yang berkaitan dengan pendidikan siswa. | This research is a quantitative approach to students of SMA Negeri 1 Balapulang Kab. Tegal. This researcher took the title "The Effect of Attention, Income Levels and Parents' Roles on Student Achievement During a Pandemic at Sma Negeri 1 Balapulang." This study aims to analyze: (1) Analyzing the effect of attention on student learning achievement during a pandemic in high school Country 1 Racing home. (2) Analyzing the effect of income level on student learning achievement during the pandemic at SMA Negeri 1 Balapulang. (3) Analyzing the influence of the role of parents on student learning achievement during the pandemic at SMA Negeri 1 Balapulang. The population in this study were students of class XI Ips Sma Negeri 1 Balapulang totaling 139 students. The number of respondents in this study were 104 who were taken randomly. The methods used in this study include Validity Test and Reliability Test, Descriptive Analysis, Classical Assumption Test, Multiple Regression Analysis, F Test, t Test, and Coefficient of Determination. Based on the results of research and data analysis using IBM SPSS statistics show that (1) Attention has a positive effect on learning achievement; (2) income level has a negative effect on learning achievement; (3) Parental war has a positive effect on learning achievement. Implications of the influence of this study Parental attention has a very important role in improving student achievement. In addition, parental income has a big role in improving student achievement. Therefore, parents are expected to increase their income by opening new businesses or increasing working hours. The role of parents also has an influence on increasing student achievement. Therefore, parents are expected to increase their role, especially in matters relating to student education. | |
| 34892 | 37728 | A1A017083 | ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN JERUK SIAM, ASAL DESA CINDAGA KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Indonesia merupakan negara agraris, dimana sektor pertanian dalam tatanan pembangunan nasional memegang peranan penting dalam menyediakan pangan bagi seluruh penduduk. Jeruk siam (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa Hassk) merupakan salah satu jeruk lokal yang memiliki prospek baik untuk dikembangkan dan termasuk tanaman unggulan nasional. Desa Cindaga merupakan salah satu desa yang memiliki potensi dalam membudidayakan buah jeruk yaitu buah jeruk siam. Sebagian besar penduduk di Desa Cindaga berprofesi sebagai petani jeruk siam. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pola saluran pemasaran jeruk siam di Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. 2) Menganalisis efisiensi pemasaran untuk setiap saluran pemasaran jeruk siam di Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. 3) Menganalisis elastisitas transmisi harga pemasaran jeruk siam di Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei. Pengambilan data di Desa Cindaga Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas pada Bulan Desember 2021 – Januari 2022. Teknik pengambilan sampel petani ditentukan dengan metode Simple Random sampling (sampel acak sederhana), sedangkan pengambilan sampel untuk pedagang perantara ditentukan dengan metode Snowball Sampling. Variabel yang diamati adalah harga jeruk siam di tingkat petani, konsumen, dan lembaga pemasaran, jumlah produksi jeruk siam, biaya pemasaran meliputi biaya transportasi, biaya tenaga kerja, biaya pengemasan. Metode analisis digunakan adalah analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, analisis efisiensi pemasaran, analisis transmisi harga. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Terdapat tiga pola saluran pemasaran jeruk siam di Desa Cindaga, saluran pemasaran I petani - pedagang pengepul – pedagang pengecer – konsumen, saluran pemasaran II petani – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, dan saluran pemasaran III petani – konsumen. 2) Margin pemasaran terkecil terdapat pada saluran III sebesar Rp. 0,00/Kg. Farmer’s share tertinggi terdapat pada saluran III dengan nilai 100%. Biaya pemasaran terkecil terdapat pada saluran pemasaran III sebesar Rp 320,00/kg. Keuntungan pemasaran terbesar terdapat pada saluran pemasaran III dengan nilai Rp. 7420,00/kg. Saluran pemasaran III termasuk saluran yang paling effisien. 3) Nilai elastisitas transmisi harga pada saluran I sebesar 0,488, pada saluran pemasaran II sebesar 0,566, dan pada saluran pemasaran III sebesar 0. | Indonesia is an agricultural country, where the agricultural sector in the national development framework plays an important role in providing food for the entire population. Siamese orange (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa Hassk) is one of the local oranges that has good prospects for development and is a national superior crop. Cindaga Village is one of the villages that has the potential to cultivate citrus fruits, namely Siamese oranges. Most of the residents in Cindaga Village work as Siamese orange farmers. This study aims to 1) Knowing the pattern of marketing channels of Siamese oranges in Cindaga Village, Kebasen District, Banyumas Regency. 2) Analyzing marketing efficiency for each Siamese orange marketing channel in Cindaga Village, Kebasen District, Banyumas Regency. 3) Analyzing the elasticity of the marketing price transmission of Siamese oranges in Cindaga Village, Kebasen District, Banyumas Regency. This research was conducted by survey method. Data collection in Cindaga Village, Kebasen District, Banyumas Regency in December 2021 - January 2022. The sampling technique of farmers was determined by the Simple Random Sampling method (simple random sample). While the sampling for intermediary traders is determined by the Snowball Sampling method. The variables observed were the price of Siamese oranges at the level of farmers, consumers, and marketing agencies, the amount of Siamese orange production, marketing costs including transportation costs, labor costs, and packaging costs. The analytical methods used are marketing channel analysis, marketing margin, farmer's share, marketing efficiency analysis, price transmission analysis. The results showed that 1) There are three patterns of marketing channels of Siamese oranges in Cindaga Village, marketing channels I farmers – collectors traders - retailers - consumers, marketing channels II farmers - wholesalers - retailers - consumers, and marketing channel III farmers - consumers. 2) The smallest marketing margin is in channel III of Rp. 0.00/Kg. The highest Farmer's share is in channel III with a value of 100%. The smallest marketing costs are found in marketing channel III of Rp. 320.00/kg. The biggest marketing profit in marketing channel III with a value of Rp. 7420.00/kg. Marketing channel III is the most efficient channel. 3) The elasticity value of price transmission in channel I is 0.488, in marketing channel II is 0.566, and in marketing channel III is 0. | |
| 34893 | 37729 | C1A018027 | DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI WISATA PANYAWENYAN KABUPATEN MAJALENGKA | Penelitian ini meneliti tentang dampak pandemi Cocid-19 terhadap pendapatan pedagang kaki lima di objek wisata Panyaweuyan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Untuk menganalisis pendapatan dari pedagang kaki lima (PKL) dari tempat Objek Wisata Panyaweuyan sebelum dan sesudah adanya covid-19, 2). Untuk menganalisis kontribusi pendapatan PKL terhadap pendapatan keluarga di Objek Wisata Panyaweuyan sebelum dan sesudah adanya Covid-19. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer, yang responden adalah pedagang kaki lima di objek wisata Panyaweuyan. Populasinya ada sebanyak 37, sehingga semua pedagang kaki lima diambil sebagai responden. Penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxson Signed Rank untuk melihat perbedaan pendapatan dan kontribusi sebelum dan sesudah adanya pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pandemi Covid-19 mengakibatkan pendapatan, pendapatan terhadap kontribusi pedagang kaki lima dan Kebutuhan hidup layak sesudah Pandemi terhadap Pendapatan Pedagang kaki Lima di objek wisata Panyaweuyan lebih rendah dibandingkan sebelum adanya Pandemi Covid-19. Implikasi penelitian ini adalah bahwasanya adanya Pandemi tidak terelakan telah menggerus berbagai sektor yang dalam hal penelitian fokus terutama Pariwisata. Adanya pandemi ini memberikan dampak penurunan pengunjung wisata di Panyaweuyan dan otomatis menurunkan juga pendatan daerah. Solusi akan hal ini adalah perkuat inovasi dan integrasi pengelolaan dari hulu ke hilir yakni dari PKL hingga tingkat pemerintah daerah. Inovasi yang bisa di lakukan PKL adalah memperkuat kerjasama dengan pemerintah daerah dan selain itu mampu mengimplementasikan strategi pemasaran digital melalu berbagai platfrom yang tersediaan. | This study examines the impact of the Cocid-19 pandemic on the income of street vendors at the Panyaweuyan tourist attraction. The aims of this research are 1). To analyze the income of street vendors (PKL) from the Panyaweuyan Tourism Object before and after the Covid-19 outbreak, 2). To analyze the contribution of street vendors' income to family income at the Panyaweuyan Tourism Object before and after the Covid-19 outbreak. This research method is quantitative research using primary data, the respondents are street vendors in Panyaweuyan tourism object. The population is 37, so all street vendors are taken as respondents. This study uses the Wilcoxson Signed Rank Test to see differences in income and contributions before and after the Covid-19 pandemic. The results showed that the Covid-19 pandemic resulted in lower income, income for the contribution of street vendors and the need for a decent living after the pandemic on the income of street vendors in Panyaweuyan tourism objects than before the Covid-19 pandemic. The implication of this research is that the existence of a pandemic has inevitably eroded various sectors which in terms of research focus, especially tourism. The existence of this pandemic has the impact of decreasing tourist visitors in Panyaweuyan and automatically reducing regional income. The solution to this is to strengthen innovation and management integration from upstream to downstream, from street vendors to local government levels. The innovation that street vendors can do is to strengthen cooperation with local governments and in addition to being able to implement digital marketing strategies through various available platforms. | |
| 34894 | 37730 | C1I018005 | The Effects of Financial Distress and Audit Opinion on Auditor Switching with Auditor Reputation as Moderating Variable | Penelitian ini menguji pengaruh financial distress, opini audit terhadap auditor switching dengan reputasi auditor sebagai moderasi variable dengan menggunakan Teori Agensi dan Teori Sinyal. Data penelitian ini dilakukan dengan metode kunatitatif dan menggunakan data sekunder dari BEI. Perusahaan yang digunakan adalah perusahaan sector infrastruktur, ulitas, dan transporyasi yang telah terdaftar di BEI dari tahun 2017 sampai dengan 2021. Sampel yang ditetapkan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah data yang digunakan adalah 105 data dari 21 perusahaan yang terdaftar. Data diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 21 untuk windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Financial distress berpengaruh negative terhadap auditor switching, (2) Opini audit berpengaruh negative terhadap auditor switching, (3) Reputasi Auditor memperlemah pengaruh financial distress terhadap auditor switching, (4) Reputasi Auditor memperlemah pengaruh opini audit terhadap auditor switching. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terjadinya financial distress dan apapun opini audit yang dikeluarkan auditor tidak berdampak pada terjadi pergantian auditor. KAP bereputasi baik dan tidaknya juga memperlemah terjadinya pergantian auditor, hal ini dikarenakan KAP akan berusaha semaksimal munhkin saat proses audit sehingga opini yang dikeluarkan sesuai dengan laporan keuangan yang terlampir. | Abstrak This study examines the effect of financial distress and audit opinion on switching auditors with the auditor's reputation as a variable moderation using Agency Theory and Signal Theory. The data of this study was carried out using a visitation method and secondary data from the IDX. The companies used are infrastructure, utilities, and transportation sector companies listed on the IDX from 2017 to 2021. The sample set using the purposive sampling method with the amount of data used was 105 data from 21 registered companies. The data is processed using the SPSS version 21 application for windows. The results of this study show that (1) Financial distress has a negative effect on switching auditors, (2) Audit opinions have a negative effect on switching auditors, (3) Auditor Reputation weakens the influence of financial distress on switching auditors, (4) Auditor reputation weakens the influence of audit opinions on switching auditors. The results of this study concluded that the occurrence of financial distress and any audit opinions issued by auditors did not impact the change of auditors. Kap has a good reputation and does not also weaken the change of auditors. This is because PAF will try its best during the audit process so that the opinions issued are by the attached financial statements. | |
| 34895 | 37731 | F1B018013 | IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Wujud kebijakan pemerintah dalam melindungi hak atas anak untuk mendapatkan identitas berupa Nomor Induk Kependudukan disingkat NIK dan mensejahterakan masyarakat serta memantau penduduk yang berusia di bawah 17 tahun adalah kebijakan Kementerian Dalam Negeri yang mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana implementasi yang dilaksanakan dan sejauh mana upaya yang telah dijalankan oleh Kecamatan Kembaran kabupaten Banyumas dengan menggunakan teori Ripley dan Franklin. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana Implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak Di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dan menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informannya. Untuk pengumpulan data melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian ini menggunakan 2 aspek kajian yaitu kepatuhan dan apa yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan aspek kepatuhan Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas sudah melaksanakan program sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2016 akan tetapi masih belum optimal karena data mencatat baru 68% anak yang memiliki Kartu Identitas Anak. Dalam aspek apa yang terjadi dapat disimpulkan bahwa Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas masih belum ada petugas khusus untuk melaksanakan program, hanya dibantu dengan staf pelayanan, operator sistem Kartu Identitas Anak yang bertugas mengumpulkan data dan mencetak Kartu Identitas Anak saja. Perlu dilakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program dan komunikasi terhadap masyarakat dalam hal ini sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat juga harus secara berkala agar dapat mencakup seluruh masyarakat. | The form of government policy in protecting the right of children to obtain an identity in the form of a Population Identification Number abbreviated as NIK and for the welfare of the community as well as monitoring the population under 17 years of age is the policy of the Ministry of Home Affairs which issued Ministerial Regulation Number 2 of 2016 concerning Child Identity Cards. In this study, the researcher wanted to know how the implementation was carried out and the extent of the efforts that had been carried out by the Kembaran District, Banyumas Regency using the Ripley and Franklin theory. The purpose of this study is to describe how the implementation of the Minister of Home Affairs Regulation Number 2 of 2016 concerning Child Identity Cards in Kembaran District, Banyumas Regency. This research uses descriptive qualitative method, and uses purposive sampling technique to determine the informants. For data collection conducted interviews, observations, and documentation. The focus of this research uses 2 aspects of the study, namely compliance and what’s happening. The results showed that based on the compliance aspect, Kembaran District, Banyumas Regency had implemented the program in accordance with the Minister of Home Affairs Regulation Number 2 of 2016 but it was still not optimal because the data recorded that only 68% of children had Child Identity Cards. In the aspect of non-technical factors that can hinder or thwart the implementation of the program that has been designed, it can be concluded that Kembaran District, Banyumas Regency there is still no special officer to implement the program, only assisted by service staff, Child Identity Card system operators in charge of collecting data and printing Identity Cards. child only. It is necessary to periodically evaluate the implementation of the program and communication to the community, in this case the socialization provided to the community must also be carried out periodically so that it can cover the entire community. | |
| 34896 | 37732 | C1B018039 | PENGARUH KEMUDAHAN PENGGUNAAN, MANFAAT, DAN RISIKO TERHADAP MINAT BELI REKSA DANA ONLINE | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan, manfaat, dan risiko terhadap trust pada minat beli reksa dana online. Penelitian ini merupakan survey pada calon investor di Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah calon investor di Banyumas yang belum diketahui pasti jumlahnya. Dengan menggunakan purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 110 responden. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik analisis regresi menggunakan software SPSS 25. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa (1) kemudahan penggunaan berpengaruh positif terhadap trust, (2) Manfaat berpengaruh positif terhadap trust, (3) Risiko berpengaruh negatif terhadap trust, dan (4) trust berpengaruh positif terhadap minat beli reksa dana online. Implikasi pada penelitian ini yaitu diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya serta dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan strategi yang tepat bagi platform reksa dana online Bibit dalam menjaga posisinya sebagai pemimpin pasar platform reksa dana online. | This study aims to analyze the effect of ease of use, usefulness, and risks on trust on online mutual fund buying interest. This research is a survey of potential investors in Banyumas. The population in this study is potential investors in Banyumas whose exact number is not yet known. By using purposive sampling, a sample of 110 respondents was obtained. This study uses a survey method with regression analysis techniques using SPSS 25 software. Based on the results of the analysis, it is found that (1) ease of use has a positive effect on trust, (2) Usefulness has a positive effect on trust, (3) Risk has a negative effect on trust, and ( 4) trust has a positive effect on buying interest in online mutual funds. The implication of this research is that it is expected to be used as a reference for further research and can be used as a reference to determine the right strategy for the online mutual fund platform, Bibit, in maintaining its position as the market leader of the online mutual fund platform. | |
| 34897 | 37753 | E1A015270 | KESADARAN HUKUM PEDAGANG DALAM MEMBAYAR RETRIBUSI PASAR (Studi di Pasar Banjoemas, Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran hukum pedagang dalam membayar retribusi pasar dan pengaruh faktor motivasi, faktor fasilitas, dan faktor tingkat pendapatan terhadap kesadaran hukum pedagang dalam membayar retribusi pasar di Pasar Banjoemas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Pasar Banjoemas, Kabupaten Banyumas dengan responden sebanyak 44 pedagang. Pengambilan sampel penelitian mengunakan simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding, editing dan tabulasi serta dianalisis dengan analisis statistik sederhana, content analysis dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran hukum pedagang dalam membayar retribusi pasar di Pasar Banjoemas, Kabupaten Banyumas adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan indikator tingginya tingkat pengetahuan hukum pedagang tentang aturan retribusi pasar; tingginya tingkat pemahaman hukum pedagang tentang aturan retribusi pasar; banyaknya sikap hukum pedagang yang setuju terhadap aturan retribusi pasar; dan banyaknya pola perilaku hukum pedagang yang sesuai terhadap aturan retribusi pasar. Faktor motivasi dan faktor fasilitas, cenderung berpengaruh secara positif, sedangkan tingkat pendapatan cenderung tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran hukum pedagang dalam membayar retribusi pasar di Pasar Banjoemas, Kabupaten Banyumas. Artinya semakin tinggi motivasi dan semakin baik fasilitas, maka akan semakin tinggi kesadaran hukum pedagang dalam membayar retribusi pasar di Pasar Banjoemas, Kabupaten Banyumas. | This study aims to determine the legal awareness of traders in paying market retribution and the influence of motivational factors, facilities factors, and income level factors on traders' legal awareness in paying market fees at Banjoemas Traditional Market, Banyumas Regency. This research uses quantitative research methods with sociological juridical approach, and descriptive research specifications. This research took place in Banjoemas Traditional Market, Banyumas Regency with 44 traders as respondents. The research sample was taken using simple random sampling. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained by questionnaire, documentary and library methods. The collected data was processed using coding, editing and tabulation methods and analyzed by simple statistical analysis, content analysis and comparative analysis. The results showed that the legal awareness of traders in paying market retribution at Banjoemas Traditional Market, Banyumas Regency was high. This is evidenced by indicators of the high level of legal knowledge of traders regarding the rules of market retribution; high level of legal understanding of traders regarding market retribution rules; the number of legal attitudes of traders who agree with the rules of market retribution; and the many patterns of legal behavior of traders in accordance with the rules of market retribution. The motivation factor and the facility factor tend to have a positive effect, while the level of income tends to have no significant effect on the legal awareness of traders in paying market retribution at Banjoemas Traditional Market, Banyumas Regency. This means that the higher the motivation and the better the facilities, the higher the legal awareness of traders in paying market retribution at Banjoemas Traditional Market, Banyumas Regency. | |
| 34898 | 37752 | H1E017034 | REDESAIN ALAT PEMINTAL BENANG PLANKAN ERGONOMIS UNTUK UKM PENGHASIL SARUNG GOYOR | Untuk membuat sarung goyor dibutuhkan berbagai proses, salah satunya adalah pemintalan benang plankan. Berdasarkan hasil wawancara diketahui permasalahan pada alat pintal berupa benang putus, operator terbentur plankan, serta munculnya keluhan pada bagian tubuh tertentu. Untuk mengetahui keluhan pada bagian tubuh operator berupa pegal atau sakit digunakan kuesioner nordic body map. Selain itu dilakukan penilaian REBA kepada operator pemintal benang plankan untuk mengetahui nilai dari postur kerja operator. Berdasarkan hasil wawancara, kuesioner serta penilaian REBA dilakukanlah perancangan alat pintal baru dengan menggunakan metode rasional. Metode rasional merupakan teknik perancangan dengan memperluas ruang pencarian untuk solusi potensial yang mencakup semua aspek proses desain mulai dari klarifikasi masalah hingga desain detail. Dalam perancangannya juga mempertimbangkan faktor ergonomi untuk mencegah keluhan fisik operator berupa musculoskeletal disorders. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan alat pintal benang plankan yang lebih ergonomis dengan mempertimbangkan antropometri operator serta menghilangkan masalah yang ada pada alat pintal lama seperti benang putus, operator terbentur plankan, serta keluhan pada bagian tubuh operator. Selain itu berdasarkan hasil simulasi menggunakan software CATIA diketahui adanya perbaikan nilai REBA pada postur kerja operator saat memintal benang plankan dengan nilai REBA pemintalan dari semula 9 menjadi 2 dan nilai REBA set up dari semula 7 menjadi 2. | To make a goyor sarong, various processes are needed, one of which is the spinning of plankan yarn. Based on the results of the interview, it was known that the problems with the spun machine were broken threads, the operator collided with the plankan, and the appearance of complaints in certain body parts. To find out complaints on the operator's body part in the form of aches or pain, a Nordic body map questionnaire was used. In addition, REBA assessment was carried out on the plankan yarn spinning operator to determine the value of the operator's working posture. Based on the results of interviews, questionnaires and REBA assessments, a new spinning device was designed using the rational method. The rational method is a design technique by expanding the search space for potential solutions that cover all aspects of the design process from problem clarification to detailed design. The design also considers ergonomic factors to prevent operator physical complaints in the form of musculoskeletal disorders. The results of this study are a more ergonomic design of the plankan yarn spun tool by considering the operator's anthropometry and eliminating problems that exist in the old spun yarn such as broken threads, the operator colliding with plankan, and complaints on the operator's body. In addition, based on the simulation results using CATIA software, it is known that there is an improvement in the REBA value in the operator's work posture when spinning plankan yarn with the spinning REBA value from 9 to 2 and the REBA set up value from 7 to 2. | |
| 34899 | 37733 | C1G018041 | Factor Affecting Revenue of Batik Traders in Cirebon District (Case Study of Trusmi Batik Center) | Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh lama usaha, diversifikasi, pemasaran, distributor, pendidikan dan modal terhadap pendapatan pedagang kain batik di Sentra Batik Trusmi dan untuk menganalisis variabel paling berpengaruh terhadap pendapatan batik di Sentra Batik Trusmi dilakukan pada 73 responden menggunakan kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah pedagang batik di Sentra Batik Trusmi. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan diantaranya teknik analisi regresi berganda dan uji elastisitas. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian bahwa : (1) lama usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap pedagang batik di Kawasan Batik Trusmi Cirebon; (2) diversifikasi berpengaruh dan positif terhadap pedagang batik di Kawasan Batik Trusmi Cirebon; (3) distributor tidak berpengaruh signifikan terhadap pedagang batik di Kawasan Batik Trusmi Cirebon; (4) pemasaran tidak berpengaruh signifikan terhadap pedagang batik di Kawasan Batik Trusmi Cirebon; (5) pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pedagang batik Di Kawasan Batik Trusmi Cirebon; (6) modal berpengaruh dan positif terhadap pendapatan pedagang batik di Kawasan Batik Trusmi Cirebon | The study to analyze the influence of firm age, diversification, marketing, distributors, educatio and capital on the revenue of batik traders at Trusmi Batik Center and to analyze the most influential variables on batik revenue at Trusmi Batik Center. conducted on 73 respondents using a questionnaire. The respondents in this study were batik traders at the Trusmi Batik Center. In this study, the data analysis techniques used for multiple regression analysis techniques and elsticity tests. Based on the analysis that has been carried out, the results of the study were obtained that: (1) the firm age did not have a significant effect on batik traders in the Trusmi Batik Center of Cirebon; (2) diversification affects and positively affects batik traders in the Trusmi Batik Center of Cirebon; (3) distributors have no significant effect on batik traders in the Trusmi Batik Center of Cirebon; (4) marketing does not have a significant effect on batik traders in the Trusmi Batik Center of Cirebon; (5) education has no significant effect on batik traders in the Trusmi Batik Center of Cirebon; (6) capital affects and positively affects the income of batik traders in the Trusmi Batik Center of Cirebon. | |
| 34900 | 37734 | E1A018154 | IMPLIKASI KEBIJAKAN PENGGUNAAN APLIKASI PEDULILINDUNGI TERHADAP HAK ASASI MANUSIA (STUDI TERHADAP INSTRUKSI MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 39 TAHUN 2021 TENTANG PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT LEVEL 4, LEVEL 3, LEVEL 2 CORONA VIRUS DISEASE 2019 DI WILAYAH JAWA DAN BALI) | Ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi oleh WHO membuat Indonesia menetapkan keadaan ini sebagai keadaan darurat melalui Keppres No. 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Penetapan tersebut mengharuskan dilakukannya karantina wilayah berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai ketentuan Pasal 15 ayat (1) dan (2) UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Selanjutnya, PSBB tersebut digantikan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang saat penelitian ini dilakukan ditetapkan melalui Instruksi Mendagri No. 39 Tahun 2021. Instruksi Mendagri tersebut selain mengatur terkait PPKM, juga berisi kewajiban menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk fasilitas umum bagi masyarakat. Pada sisi lainnya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 disebutkan jika satu per tiga masyarakat Indonesia tidak memiliki ponsel dan terancam tidak dapat menggunakan PeduliLindungi. Instruksi Mendagri tersebut menjadi inspirasi penelitian ini dimana dalam penelitian ini hendak dicari tahu implikasi kebijakan PeduliLindungi terhadap HAM, khususnya mengenai hak masyarakat non pemilik ponsel untuk bebas bergerak dan tidak mendapat diskriminasi. Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa kewajiban menggunakan PeduliLindungi berpotensi melanggar hak bebas dan dapat menyebabkan diskriminasi terkhusus kepada warga yang tidak memiliki ponsel. | The Covid-19 pandemic made Indonesia establish this situation as an emergency through Presidential Decree No. 11 of 2020 concerning the Determination of the Covid-19 Public Health Emergency. The determination requires regional quarantine in the form of Large-Scale Social Restrictions (PSBB) in accordance with the provisions of Article 15 paragraphs (1) and (2) of Law No. 6 of 2018 concerning Health Quarantine. Furthermore, the PSBB was replaced with the Implementation of Community Activity Restrictions (PPKM) which when this research conducted determined by the Instruction of the Minister of Home Affairs No. 39 of 2021. That Instruction beside regulating PPKM, also regulate PeduliLindungi application as requirement to entering public facilities. On the other hand, Central Agency on Statistics (BPS) in 2020 stated a third of Indonesians didn’t have cellphones which mean not able to use PeduliLindungi. That Instruction inspire this study, researcher wanted to find out the implications of PeduliLindungi policy on human rights, especially the freedom-to-move and freedom from discrimination of non-mobile phone owners. This research is normative research with a statutory approach. The result from this research is PeduliLindungi obligation potentially violate the freedom-to-move and causing discrimination, especially for people who didn’t have cellphones. |