| NIM | B1A018058 |
| Namamhs | AURORA PRADIPTA AMELIA |
| Judul Artikel | PENGARUH PERBEDAAN pH DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIUM Lentinula edodes SERTA DETEKSI GOLONGAN METABOLIT SEKUNDER YANG DIHASILKAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Jamur shiitake (Lentinula edodes) merupakan salah satu jenis jamur pangan yang menghasilkan metabolit sekunder dengan potensi sebagai bahan obat. Metabolit sekunder jamur dapat diperoleh dengan cara ekstraksi dari tubuh buah, miselium, maupun filtrat kulturnya. Pertumbuhan dan produksi metabolit sekunder jamur dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti pH dan waktu inkubasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai pH dan waktu inkubasi yang optimal bagi pertumbuhan miselium jamur L. edodes serta golongan metabolit sekunder yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimental RAL Faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor pH (pH 3, 4, 5, dan 6) dan waktu inkubasi (15, 20, 25, dan 30 hari) sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Variabel bebas penelitian berupa pH dan waktu inkubasi, serta variabel terikat berupa pertumbuhan miselium dan golongan metabolit sekunder yang dihasilkan. Parameter utama penelitian ini adalah bobot kering miselium dan golongan metabolit sekunder yang dihasilkan, serta parameter pendukung berupa pH akhir medium pertumbuhan. Data bobot kering miselium dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada tingkat ketelitian 95%, sedangkan data identifikasi golongan metabolit sekunder dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH medium dan waktu inkubasi dapat memengaruhi peningkatan pertumbuhan miselium jamur L. edodes, namun tidak ditemukan interaksi antara keduanya. Nilai pH yang optimal untuk pertumbuhan miselium L. edodes berada pada kisaran pH 5-6 dan waktu inkubasi yang optimal berada pada kisaran waktu 20-30 hari. Berdasarkan uji Kromatografi Lapis Tipis, miselium dan filtrat kultur jamur L. edodes diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder dari golongan alkaloid, terpenoid, dan flavonoid. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Shiitake mushroom (Lentinula edodes) is one of the edible mushrooms that produces secondary metabolites with potential as a medicinal compound. Fungal secondary metabolites can be obtained by extraction from the fruiting body, mycelium, and the culture filtrate. The growth and production of fungal secondary metabolites can be influenced by external factors such as pH and incubation time. The purpose of this study is to determine the optimum pH of the medium and incubation time for the mycelium growth and to determine the secondary metabolites produced by L. edodes. The study was conducted experimentally by factorial CRD with two factors, namely the pH value (pH 3, 4, 5, and 6) and incubation time (15, 20, 25, and 30 days), so that there were 16 treatment combinations which were repeated 3 times. The independent variables of this study were pH and incubation time, and the dependent variable was mycelium growth and secondary metabolites produced. The main parameters of this study were the mycelium dry weight and the secondary metabolites produced, as well as the supporting parameters in the form of final pH of the growth medium. The results showed that pH of the medium and incubation time could increase the growth of L. edodes mycelium, but no interaction was found between them. The optimal pH value for the growth of L. edodes mycelium is in the pH range of 5-6 and the optimal incubation time is in the range of 20-30 days. Based on the Thin Layer Chromatography test, mycelium and culture filtrate of L. edodes are known to contain secondary metabolites in the form of alkaloids, flavonoids, and terpenoids. |
| Kata kunci | Lentinula edodes, metabolit sekunder, pH, waktu inkubasi |
| Pembimbing 1 | Dr. Nuraeni Ekowati, M.S. |
| Pembimbing 2 | Dr. Nuniek Ina Ratnaningtyas, M.S. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2022-10-22 22:25:03.618583 |
|---|