Home
Login.
Artikelilmiahs
36371
Update
RENDI ARIS MUNANDAR
NIM
Judul Artikel
ANALISIS ANOMALI SINYAL GEOMAGNETIK ULTRA LOW FREQUENCY (ULF) SEBAGAI INDIKATOR PREKURSOR GEMPABUMI (STUDI KASUS : GEMPABUMI DI WILAYAH JAWA BAGIAN BARAT)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Gempabumi merupakan peristiwa terjadinya pelepasan energi secara tiba-tiba pada batuan. Prediksi atau prekursor gempabumi merupakan kajian untuk menjawab penyediaan informasi parameter gempabumi sebelum terjadinya gempabumi dengan mempelajari perubahan fisis anomali yang terjadi di alam. Tujuh kejadian gempabumi di wilayah Jawa bagian barat dipilih untuk mendeteksi adanya anomali sinyal geomagnetik Ultra Low Frequency (ULF) sebagai indikator prekursor gempabumi. Sensor magnet yang digunakan adalah MAGDAS SKB dengan sampling rate 1 Hz dan berlokasi di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Observatori Geofisika Palabuhanratu. Gempabumi yang diteliti secara spesifik yang memiliki magnitudo > 4,5 SR periode Januari 2020 – Juni 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan karakteristik anomali pada sinyal geomagnetik sebelum terjadinya gempabumi, mengidentifikasi anomali sinyal geomagnetik yang terjadi sebagai prekursor gempabumi dan menentukan arah azimuth, onset time dan lead time anomali sinyal geomagnetik sebagai prekursor gempabumi. Metode yang digunakan adalah metode polarisasi rasio Z/H dan SSTF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh kejadian gempabumi terpilih yang terdeteksi anomali geomagnetik Ultra Low Frequency (ULF), enam di antaranya merupakan onset time sebagai prekursor gempabumi dari kejadian gempabumi terpilih dengan lead time 9 - 18 hari dan arah sumber anomali ULF menunjukkan selaras atau berada pada simpang azimuth 22,5o dengan daerah episenter gempabumi yang diteliti.
Abtrak (Bhs. Inggris)
An earthquake is a sudden release of energy in rocks. Earthquake prediction or precursor is a study to answer the provision of information on earthquake parameters before an earthquake occurs by studying the anomalous physical changes that occur in nature. Seven earthquakes in the western part of Java were selected to detect the presence of an Ultra Low Frequency (ULF) geomagnetic signal anomaly as an indicator of earthquake precursors. The magnetic sensor used is MAGDAS SKB with a sampling rate of 1 Hz and is located at the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency Palabuhanratu Geophysical Observatory. The earthquake was studied specifically with a magnitude > 4.5 SR for the period January 2020 – June 2021. This study aims to identify changes in the characteristics of anomalies in geomagnetic signals before the earthquake, identify geomagnetic signal anomalies that occur as earthquake precursors and determine the direction of azimuth, onset time and lead time of geomagnetic signal anomalies as earthquake precursors. The method used is the polarization ratio Z/H and SSTF methods. The results showed that of the seven selected earthquake events that detected Ultra Low Frequency (ULF) geomagnetic anomalies, six of them were onset time as earthquake precursors from selected earthquake events with a lead time of 9 - 18 days and the direction of the source of the ULF anomaly indicated that it was aligned or at azimuth intersection of 22.5o with the earthquake epicenter area under study.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save