Artikel Ilmiah : A1C018061 a.n. CANTIKA RAYYAN
| NIM | A1C018061 |
|---|---|
| Namamhs | CANTIKA RAYYAN |
| Judul Artikel | Studi Penataan Ulang Tata Letak (Relayout) Fasilitas Produksi dalam Penerapan GMP (Good Manufacturing Practices) di UMKM X |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pedoman yang membahas aspek keamanan pangan bagi produsen olahan pangan yaitu GMP (Good Manufacturing Practices) atau dalam industri skala rumah tangga disebut CPPB-IRT (Cara Produksi Pangan yang Baik Industri Rumah Tangga). Pada IRT (Industri Rumah Tangga) pedoman GMP tercantum pada Peraturan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Nomor HK.03.1.23.04.12.2206 tahun 2012 tentang CPPB-IRT dimana menjadi dasar bagi penyelenggara PKP (Penyuluh Keamanan Pangan) untuk melakukan pembinaan dan pengawasan bagi IRT agar olahan pangan yang diproduksi bermutu, aman, dan layak konsumsi. Penelitian dilaksanakan dengan mengidentifikasi permasalahan terkait 14 ruang lingkup GMP di UMKM X, dimana pada ruang lingkup tersebut disesuaikan dengan kondisi ideal persyaratan dalam peraturan GMP. Hasil pengamatan yang terdapat ketidaksesuaian akan dikategorikan pada kategori minor, mayor, serius, dan kritis. Ketidaksesuaian tersebut akan diberikan rekomendasi perbaikan dan ketidaksesuaian yang terjadi pada ruang lingkup 2, 3, dan 9 akan menghasilkan output perbaikan berupa tata letak yang baru. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi awal produksi roti UMKM X memiliki ketidaksesuaian dalam penerapan GMP. UMKM X dikategorikan berada pada level IV dengan kategori 1 minor, 4 mayor, 5 serius, dan 5 kritis sehingga UMKM X perlu melakukan audit internal setiap hari untuk memastikan GMP berjalan dengan baik. Ruang lingkup 2, 3, dan 9 menunjukan adanya ketidaksesuaian sehingga perencanaan tata letak dilakukan dengan metode BLOCPLAN dan dihasilkan alternatif yang baru dimana memiliki kelebihan dalam meminimasi jarak material handling-nya sebesar 15,5% dan mempersingkat waktu pengerjaan produksi roti sebesar 0,4% dalam sekali produksi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Guideline that discuss aspects of food safety for producers of processed food is GMP (Good Manufacturing Practices) or in a household scale industry called CPPB-IRT (Good Food Production Methods for Home Industry). In IRT (Household Industry) the GMP guidelines are listed in BPOM Regulation (Food and Drug Supervisory Agency) Number HK.03.1.23.04.12.2206 of 2012 concerning CPPB-IRT which is the basis for PKP (Food Safety Extension) organizers to conduct guidance and supervision for IRT so that the processed food produced is of good quality, safe, and fit for consumption. The research was carried out by identifying problems related to the 14 scopes of GMP in UMKM X, where the scope was adjusted to the ideal conditions of the requirements in the GMP regulations. The results of observations that have discrepancies will be categorized into minor, major, serious, and critical categories. These discrepancies will be given recommendations for improvement and discrepancies that occur in scopes 2, 3, and 9 will produce improvement outputs in the form of a new layout. The results showed that the initial conditions of UMKM X's bread production had discrepancies in the application of GMP. UMKM X is categorized as being at level IV with categories 1 minor, 4 major, 5 serious, and 5 critical, so UMKM X needs to carry out internal audits every day to ensure GMP runs well. Scope 2, 3, and 9 show a discrepancy so that layout planning is carried out using the BLOCPLAN method and a new alternative is produced which has the advantage of minimizing the material handling distance by 15.5% and shortening the processing time of bread production by 0.4% in one production. |
| Kata kunci | GMP, Relayout, UMKM, BLOCPLAN, Material Handling |
| Pembimbing 1 | Poppy Arsil, S.TP., M.T., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Rifah Ediati, S.TP., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2022-02-14 20:47:23.921606 |