Home
Login.
Artikelilmiahs
35008
Update
LUKMAN ANDREAN
NIM
Judul Artikel
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK KOMODITAS PISANG DAN PEPAYA DI WILAYAH KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Evaluasi lahan perlu dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara kualitas dan karakteristik lahan dengan persyaratan yang diminta oleh tipe penggunaan lahan. Kriteria pada kesesuaian lahan ditentukan berdasarkan ada tidaknya faktor penghambat/pembatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan untuk tanaman pisang dan pepaya di Kabupaten Kebumen, mengetahui faktor-faktor pembatas lahan untuk tanaman pisang dan pepaya di Kabupaten Kebumen, serta membuat perencanaan arahan pengembangan tanaman pisang dan pepaya di Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei lapangan dan pengambilan sampel tanah di lapangan serta hasil analisis sampel tanah di laboratorium. Titik pengamatan dan pengambilan sampel tanah dibentuk berdasarkan satuan peta lahan hasil overlay (tumpang susun) antara peta jenis tanah, peta lereng, dan peta penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pembatas terberat pada penelitian ini adalah media perakaran (rc). Faktor pembatas untuk tanaman pisang dan pepaya yang dievaluasi adalah: curah hujan, drainase, hara tersedia N (Nitrogen), P2O5, retensi hara KTK tanah, Kejenuhan Basa, C-organik, kelerengan, dan bahaya erosi. Tanaman pisang dan pepaya sangat sesuai (S1) untuk dikembangkan pada unit lahan 8, 20 dan 26 dengan luas lahan 1.424,05 ha atau 11,47% dari total luas lahan, cukup sesuai (S2) untuk dikembangkan pada unit lahan 2, 6, 9, 14, 17, 18, 19, dan 23 dengan luas lahan 5.341,23 ha atau 43,03% dari total luas lahan. Marginal (S3) untuk dikembangkan pada unit lahan 1, 3, 4, 5, 7, 10, 11, 12, 21, 22, 24, dan 27 dengan luas lahan 5.459,36 ha atau 43,99% dari total luas lahan. Kelas tidak sesuai (N) terdapat pada satuan lahan 13, 15, 16, 25 dengan luas wilayah sebesar 187,15 Ha atau 1,51%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Land evaluation needs to be carried out to determine the suitability between the quality and characteristics of the land with the requirements demanded by the type of land use. The criteria for land suitability are determined based on the presence or absence of inhibiting/limiting factors. The purpose of this study was to determine the land suitability class for banana and papaya plants in Kebumen Regency, to determine the land limiting factors for banana and papaya plants in Kebumen Regency, and to plan directions for the development of banana and papaya plants in Kebumen Regency. The method used in this research is the method of field surveys and soil sampling in the field as well as the results of soil sample analysis in the laboratory. Observation points and soil sampling were formed based on land map units resulting from overlays between soil type maps, slope maps, and land use maps. The results showed that the heaviest limiting factor in this study was the rooting medium (rc). The limiting factors for banana and papaya plants evaluated were: rainfall, drainage, available nutrient N (Nitrogen), P2O5, soil CEC nutrient retention, Base Saturation, organic C, slope, and erosion hazard. Banana and papaya plants are very suitable (S1) to be developed on land units 8, 20 and 26 with a land area of 1,424.05 ha or 11.47% of the total land area, quite suitable (S2) to be developed on land units 2, 6, 9, 14, 17, 18, 19, and 23 with a land area of 5,341.23 ha or 43.03% of the total land area. Marginal (S3) to be developed on land units 1, 3, 4, 5, 7, 10, 11, 12, 21, 22, 24, and 27 with a land area of 5,459.36 ha or 43.99% of the total land area. The unsuitable class (N) is found in land units of 13, 15, 16, 25 with an area of 187.15 ha or 1.51%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save