Artikelilmiahs

Menampilkan 31.121-31.140 dari 50.046 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3112134450E1A017355PENERAPAN ASAS PERTANGGUNGJAWABAN MUTLAK (STRICT LIABILITY) PADA KASUS KEBAKARAN LAHAN DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
(TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN NOMOR 445/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst)
PENERAPAN ASAS PERTANGGUNGJAWABAN MUTLAK (STRICT LIABILITY) PADA KASUS KEBAKARAN LAHAN DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
(TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN NOMOR 445/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst)

Oleh:
Hanif Andhika Winardi
E1A017355

ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan asas pertanggungjawaban mutlak pada kasus kebakaran lahan dalam perkara Putusan Nomor 445/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst. dan pertimbagan hukum hakim mengenai penetapan elemen kausalitas dan kerugian dalam perkara Putusan Nomor 445/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian berupa prespektif analitis, metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan inventarisasi data, dan metode analisis menggunakan normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa PT Rambang Agro Jaya selaku tergugat dalam melakukan kegiatan usahanya berlokasi di lahan gambut, yang kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit tersebut menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan hidup. Dalam penerapannya asas pertanggungjawaban mutlak memiliki ciri khas berupa pembuktian kausalitas dari sisi penyebab faktual secara sederhana yang meliputi tanggung jawab terhadap penguasaan lahan dan kewenangan atas kegiatan usaha tergugat, pembuktian penelitian lapangan, dan risiko inheren. Ciri khas yang kedua perihal kausalitas dari sisi legal yang meliputi intervening cause (penyebab lain yang mengintervensi) dan unsur foreseeability (pandangan secara umum/luas terhadap risiko dari sebuah kegiatan tertentu). Terkait pertimbangan hukum hakim mengenai penetapan elemen kausalitas dan kerugian dalam Putusan Nomor 445/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst. sudah tepat karena didasarkan pada hasil penelitian lapangan, keterangan ahli, serta ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
APPLYING PRINCIPLES OF LIABILITY ABSOLUTE (STRICT LIABILITY) IN CASE OF FIRE LAND IN THE DISTRICT OGAN KOMERING ILIR
(JURIDICAL REVIEW OF DECISION NUMBER 445/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst)
By:
Hanif Andhika Winardi
E1A017355
ABSTRACT
This study aims to determine the application the principle of absolute responsibility in the case of land fires in the case of Decision Number 445/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst. and the judge's legal considerations regarding the determination of causality and loss elements in the case of Decision Number 445/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst.
The method used in this research is normative juridical, the research specification is in the form of an analytical perspective, the data collection method uses a literature study and data inventory, and the analytical method uses a qualitative normative.
Based on the results of the research and discussion that has been carried out, it can be concluded that PT Rambang Agro Jaya as the Defendant in carrying out its business activities is located on peat land, whose oil palm plantation business activities pose a serious threat to the environment. In its application, the principle of absolute responsibility has a characteristic in the form of proof of causality in terms of factual causes in a simple way which includes responsibility for land tenure and authority over the Defendant's business activities, field research evidence, and inherent risk. The second characteristic is about causality from a legal point of view which includes an intervening cause and an element of foreseeability (a general view of the risks of a particular activity). Regarding the judge's legal considerations regarding the determination of causality and loss elements in Decision Number 445/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst. is appropriate because it is based on the results of field research, expert statements, and the provisions of the applicable laws and regulations.
3112234452A1D017220KERAGAMAN GENETIK AKSESI JERUK KEPROK (Citrus reticulata) BERDASARKAN MORFOLOGI, STOMATA DAN JUMLAH KROMOSOM KOLEKSI BALAI PENELITIAN TANAMAN JERUK DAN BUAH SUBTROPIKAStudi morfologi dan anatomi daun dilakukan untuk menilai divergensi genetik pada plasma nutfah jeruk keprok (C. reticulata Blanco) dan untuk mendapatkan deskriptor yang kuat untuk membantu memudahkan identifikasi diantara genotipe yang berkerabat dekat selama beberapa tahun terakhir. Karakter morfologi daun dewasa aksesi jeruk keprok diamati berdasarkan deskriptor jeruk. Karakter anatomi dianalisis dengan mikroskop cahaya. Selain itu juga dilakukan analisis jumlah kromosom untuk mencari adanya kemungkinan perbedaan jumlah kromosom antar aksesi.
Dalam penelitian ini, 11 aksesi C. reticulata menunjukkan variasi berdasarkan morfologi daunnya. Keragaman berdasarkan karakter morfologi daun terklasifikasi menjadi 5 kluster berdasarkan nilai similaritasnya. Aksesi Kommun dan Borneo Prima menunjukkan persentase 100%. Jumlah stomata juga menunjukkan adanya keragaman. Jumlah stomata dan kerapatan stomata tertinggi ditunjukkan oleh aksesi keprok Kommun. Sementara jumlah stomata terendah ditunjukkan oleh aksesi keprok Tawangmangu dan kerapatan terendah pada keprok Siam G. Omeh. Semantara pada pengamatan jumlah kromososm, ditemukan jumlah kromosom dari 11 aksesi yang diamati berkisar antara 9 sampai 18 kromosom.
Leaf morphology and anatomy studies were carried out to assess genetic divergence in the germplasm of tangerines (C. reticulata Blanco) and to obtain strong descriptors to help facilitate identification among closely related genotypes. Morphological characters of tangerine accession mature leaves were observed based on citrus descriptors IPGRI (1999). Anatomical characters were analyzed by light microscopy. Analysis number of chromosomes was carried out to find out possible differences in the number of chromosomes between accessions.
In this study, 11 accessions of C. reticulata showed variations based on leaf morphology. The diversity based on the morphological characters of the leaves was classified into 5 clusters based on the similarity value. Kommun and Borneo Prima accessions show a percentage of 100%. The number of stomata also shows diversity. The highest number of stomata and stomata density was indicated by the accession of the Kommun tangerine. While the lowest number of stomata was indicated by the accession of Tawangmangu tangerines and the lowest density was in Siam G. Omeh tangerines. While observing the number of chromosomes, it was found that the number of chromosomes from the 11 accessions observed ranged from 9 to 18 chromosomes.
3112335391C1C017100Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Minat Auditor Untuk Mengikuti Certified Fraud Examiner (CFE)Penelitian ini membahas dan mengukur pengaruh motivasi karir, motivasi ekonomi, biaya sertifikasi dan motivasi kualitas terhadap minat auditor untuk mengukuti setifikasi CFE (certified fraud examiner). Pendekatan teori penellitian ini menggunakan teori motivasi. Objek penelitian ini adalah auditor yang berkerja di KAP wilayah Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sebagai pengukur penerimaan dan penolakan hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Motivasi karir berpengaruh positif terhadap minat auditor untuk mengikuti sertifikasi CFE, Motivasi ekonomi tidak berpengaruh terhadap minat auditor untuk mengikuti sertifikasi CFE, Biaya sertifikasi berpengaruh positif terhadap minat auditor mengikuti sertifikasi CFE, Motivasi kualitas berpengaruh positif terhadap minat auditor untuk mengikuti sertifikasi CFEThis study discusses and measures the effect of career motivation, economic motivation, certification costs and quality motivation on auditors' interest in taking CFE (certified fraud examiner) certification. The theoretical approach of this research uses the theory of motivation. The object of this research is the auditor who works in the KAP area of Central Jakarta. This study uses a quantitative approach as a measure of acceptance and rejection of hypotheses. The results of this study indicate that career motivation has a positive effect on auditors' interest in taking CFE certification, Economic motivation has no effect on auditors' interest in participating in CFE certification, Certification costs have a positive effect on auditors' interest in CFE certification, Quality motivation has a positive effect on auditors' interest in taking certification. CFE
3112435385K1B017064KAJIAN CONNECTIVITY PADA HIPERGAFSkripsi ini membahas mengenai connectivity pada hipergraf. Hipergraf merupakan generalisasi dari graf. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji teorma-teorema yang berkaitan dengan connectivity pada hipergraf. Connectivity pada hipergraf dibagi menjadi dua yaitu vertex-connectivity dan hyperedge-connectvity. Vertex-connectivity adalah minimal cut-vertex dari hipergraf, dimana cut-vertex merupakan himpunan simpul yang dapat dihapuskan pada hipergraf terhubung sehingga menjadi hipergraf tidak terhubung. Sedangkan hyperedge-connectivity adalah minimal cut-hyperedge pada hipergraf, dimana cut-hyperedge merupakan himpunan hyperedge yang dapat dihapuskan dari hipergraf terhubung sehingga menjadi hipergraf tidak terhubung. Hasil kajian menunjukkan bahwa hyperedge-connectivity lemah tidak kurang dari vertex-conncetivity kuat dan tidak lebih dari derajat minimal simpul pada hipergraf.This thesis discusses connectivity in hypergraphs. A hypergraph is a generalization of a graph. The purpose of this study is to examine the theorems related to connectivity in hypergraphs. Connectivity in hypergraphs is divided into two, namely vertex-connectivity and hyperedge-connectivity. Vertex-connectivity is the minimum cut-vertex of a hypergraph, where cut-vertex is a set of vertices that can be removed from a connected hypergraph so that it becomes an unconnected hypergraph. Meanwhile, hyperedge-connectivity is the minimum cut-hyperedge in a hypergraph, where cut-hyperedge is a set of hyperedges that can be removed from a connected hypergraph so that it becomes an unconnected hypergraph. The results of the study show that the weak hyperedge-connectivity is not less than the strong vertex-connectivity and not more than the minimal degree of vertex in the hypergraph.
3112534453A1D017124POTENSI ENZIM KITINASE YANG DIHASILKAN JAMUR ENDOFIT TERHADAP KUTU LONCAT (Diaphorina citri Kuwayama) DI RUMAH KACAPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis mortalitas Diaphorina citri setelah aplikasi enzim kitinase dari jamur endofit, 2) Menganalisis gejala yang muncul pada Diaphorina citri setelah aplikasi enzim kitinase dari jamur endofit, dan 3) Mengetahui waktu kematian Diaphorina citri setelah pengaplikasian enzim kitinase dari jamur endofit. Penelitian ini dilaksanakan di desa Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balijestro). Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola petak terbagi (spit plot design) yang terdiri atas dua faktor perlakuan. Faktor perlakuan jamur endofit (E) terdiri dari E1 = Jamur Endofit 1, E2 = Jamur Endofit 2, E3 = Jamur Endofit 3, serta faktor perlakuan konsentrasi enzim kitinase (K) yang terdiri dari K1 = Konsentrasi pengenceran 5%, K2 = Konsentrasi pengenceran 10%, K3 = Konsentrasi pengenceran 20%, K4 = Konsentrasi pengenceran 40%, Serta terdapat perlakuan control sebagai pembanding Setiap perlakuan dilakukan sebanyak 4 ulangan, dan setiap unit ulangan terdiri dari 10 ekor kutu D. citri. Hasil penelitian menunjukkan Aktivitas enzim kitinase tertinggi dihasilkan oleh jamur dengan kode isolat SBD.1, SBT.6, dan SBT.10 dengan nilai masing-masing 2,383, 2,5, dan 2,5 U/ml. Jamur endofit dengan kode isolat SBD.1, SBT.6, dan SBT.10 masing-masing adalah jamur Penicillium sp., Paecilomyces sp., dan Beauveria bassiana. Aplikasi enzim kitinase terhadap mortalitas Diaphorina citri menunjukkan hasil yang berbeda dengan mortalitas Diaphorina citri tanpa perlakuan. hasil tertinggi perlakuan E1 didapatkan pada konsentrasi 40%, perlakuan E2 pada konsentrasi 5% dan 40%, serta perlakuan E2 pada konsentrasi 5%. Selain mortalitas, aplikasi enzim kitinase juga berpengaruh terhadap waktu perubahan fase perkembangan D. citri.This study aims to: 1) Analyze the mortality of Diaphorina citri after application of chitinase enzyme from endophytic fungi, 2) Analyze symptoms that appear on Diaphorina citri after application of chitinase enzyme from endophytic fungi, and 3) Determine the time of death of Diaphorina citri after application of chitinase enzyme from fungi. endophyte. This research was conducted in the Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). This study was conducted using a completely randomized design with split plot design consisting of two treatment factors. Endophytic treatment factor (E) consisted of E1 = Endophytic Fungi 1, E2 = Endophytic Fungi 2, E3 = Endophytic Fungi 3, the second treatment factor was chitinase enzyme concentration (K), consisting of K1 = 5% dilution concentration, K2 = 10% dilution concentration , K3 = 20% dilution concentration, K4 = 40% dilution concentration, and there is a control treatment as a comparison. Each treatment was carried out with 4 replications, and each treatment unit consisted of 10 D. citri lice. The results showed the highest chitinase enzyme activity produced by fungi with isolate codes SBD.1, SBT.6, and SBT.10 with values of 2,383, 2.5, and 2.5 U/ml, respectively. Endophytic fungi with isolate codes SBD.1, SBT.6, and SBT.10 were Penicillium sp., Paecilomyces sp., and Beauveria bassiana, respectively. The application of the chitinase enzyme on the mortality of D. citri showed different results from the mortality of D. citri without treatment. The highest yield of E1 was obtained at a concentration of 40%, E2 treatment at concentration of 5% and 40%, and E2 treatment at a concentration of 5%. In addition to mortality, the application of the chitinase enzyme also affects the time of developmental phase changing of D. citri.
3112634454F1A017037Peran Orang Tua Dalam Upaya Pencegahan Anak Dari Konten Hoax Kosmetik Dalam Media Ssosial Di PurwokertoPengawasan orangtua merupakan faktor yang sangat penting agar anak terhindar dari berita hoax. Bentuk pengawasan tersebut antara lain mengatur pengeluaran uang jajan yang digunakan oleh remaja. Fakta sosial dizaman modern, orangtua harus lebih melakukan pengawasan dan penanganan terhadap gaya hidup remaja. Dari segi gaya hidup lingkungan pertemanan anak remaja yang mengharuskan mengikuti zaman membeli suatu kosmetik yang sedang trending merupakan konsep individual dan sistem sosial yang ada didalamnya. Seorang anak remaja dalam mengambil keputusan untuk membeli kosmetik harus dalam pengawasan, iklan produk tersebut, harga produk, promosi, dan kualitas produk yang sudah terkenal dan banyak peminatnya sudah pasti aman. Ada juga yang tidak mempengaruhi seseorang tidak ingin membeli produk itu lagi, seperti barang yang datang tidak sesuai ekspetasi, larangan dari orangtua dan kesediaan produk. Kebutuhan kosmetik yang sekarang menjalar ke online hanya bisa dilihat dengan gambar tanpa bisa liat langsung produk tersebut membuat konsumen menjadi ragu untuk mengambil keputusan agar terhindar dari produka abal-abal. Orangtua harus mengecek semua sisi produk tersebut.Parental supervision is a very important factor so that children avoid hoax news. This form of includes regulating the expenditure of pocket money used by teenagers. Social facts in modern times, parents should do more supervision and handling of the lifestyle of teenagers. The supervision that parents must see, namely, in terms of the lifestyle of the teenage friendship environment that requires following the times of buying a cosmetic that is trending is an individual concept and the social system that is in it. A teenager in making a decision to buy cosmetics must be under supervision, product advertisements, product prices, promotions, and product quality that are well known and have a lot of fans are definitely safe. There are also those that do not affect a person not wanting to buy the product again, such as goods that do not come according to expectations, prohibitions from parents and product availability. Cosmetic needs that are now spreading online can only be seen with pictures without being able to see the product directly, making consumers hesitate to make decisions to avoid fake products. Parents should check all sides of the product.
3112734455E2A019065PENUNTUTAN PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI BAWAH ANCAMAN PIDANA MINIMUM KHUSUS” (STUDI PERKARA ATAS NAMA TERDAKWA FIDELIS ARIE SUDEWARTO ALS NDUK ANAK FX SURAJIYO PADA KEJAKSAAN NEGERI SANGGAU)Penuntutan pelaku tindak pidana dibawah ancaman minimum merupakan hal yang sangat menarik, mengingat bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan. Pada tahun 2017, terdapat suatu perkara yang cukup menarik perhatian masyarakat yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Sanggau yaitu perkara atas nama terdakwa Fidelis Arie Sudewarto Als Nduk Anak FX Surajiyo yang terbukti menanam ganja sebanyak 39 batang pohon ganja (cannabis sativa) untuk pengobatan istrinya yang didakwa oleh penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Sanggau dengan dakwaan alternative yaitu melanggar Pasal 113 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau melanggar Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau melanggar Pasal 116 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Sanggau menuntut terdakwa Fidelis Arie Sudewarto Als Nduk Anak FX Surajiyo dengan pidana berupa penjara selama 05 (lima) bulan dan membayar denda sebesar Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) subsidair 1 (satu) bulan kurungan karena terbukti melanggar Pasal 111 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tuntutan penuntut umum tersebut tentunya menyimpang dari ketentuan pidana minimum khusus sebagaimana ketentuan Pasal 111 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terkait ancaman pidana bagi pelaku yaitu paling singkat 4 (empat) tahun.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis empiris. Sumber data yang terdapat dalam penelitian ini berasal dari data primer sebagai data yang utama dan data sekunder sebagai data pendukung, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan studi wawancara dengan informan dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa pertimbangan penuntutan pelaku tindak pidana narkotika di bawah ancaman pidana minimum khusus terhadap Terdakwa Fidelis Arie Sudewarto Als Nduk Anak FX Surajiyo pada Kejaksaan Negeri Sanggau, sesuai dengan rasa keadilan dan kemanusiaan. Tujuan hukum yang dicapai dalam penuntutan pelaku tindak pidana narkotika di bawah ancaman pidana minimum khusus yaitu untuk mewujudkan keadilan dimana pelaku tindak pidana dituntut setimpal atas perbuatannya.
Prosecution of perpetrators of criminal acts under the minimum threat is very interesting, considering that it is contrary to statutory provisions. In 2017, there was a case that caught the public's attention which was handled by the Sanggau District Attorney, namely the case on behalf of the defendant Fidelis Arie Sudewarto Als Nduk Anak FX Surajiyo who was proven to have planted 39 marijuana trees (cannabis sativa) for the treatment of his wife who was charged by public prosecutor at the Sanggau District Attorney with alternative charges of violating Article 113 paragraph (2) of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics or violating Article 111 paragraph (2) of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics or violating Article 116 paragraph (1 ) Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics. The Public Prosecutor at the Sanggau District Attorney demanded the defendant Fidelis Arie Sudewarto Als Nduk Anak FX Surajiyo with a sentence of 05 (five) months imprisonment and a fine of Rp 800,000,000.00 (eight hundred million rupiah) subsidiary 1 (one) month confinement for proven to have violated Article 111 paragraph (2) of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics. The public prosecutor's demands of course deviate from the special minimum criminal provisions as stipulated in Article 111 of the Republic of Indonesia Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics related to the criminal threat for perpetrators, which is a minimum of 4 (four) years.
The method used in this research is empirical juridical law research. The source of the data contained in this study comes from primary data as the main data and secondary data as supporting data, with data collection techniques based on interview studies with informants and literature studies. The data analysis technique in this research is qualitative.
Based on the results of this study, it is known that the consideration of prosecuting narcotics criminals under the special minimum criminal threat against the Defendant Fidelis Arie Sudewarto Als Nduk Anak FX Surajiyo at the Sanggau District Prosecutor's Office is in accordance with a sense of justice and humanity. The legal goal achieved in prosecuting narcotics criminals under the special minimum criminal threat is to achieve justice in which the perpetrators of criminal acts are prosecuted commensurately for their actions.
3112835386E1A016246IMPLEMENTASI HUKUM PELAYANAN KESEHATAN BAGI NARAPIDANA PEREMPUAN YANG SEDANG MENGANDUNG DI LAPAS KELAS II B CILACAPIMPLEMENTASI HUKUM PELAYANAN KESEHATAN BAGI NARAPIDANA PEREMPUAN YANG SEDANG MENGANDUNG DI LAPAS KELAS II B CILACAP

Oleh:

Gonggo Hanityoso Swelo Giri
E1A016246

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum pelayanan kesehatan bagi narapidana perempuan yang sedang mengandung di LAPAS Kelas II B Cilacap dan faktor-faktor yang cenderung mempengaruhi implementasi hukum pelayanan kesehatan bagi narapidana perempuan yang sedang mengandung di LAPAS Kelas II B Cilacap.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis kualitatif dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di LAPAS Kelas II B Cilacap. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara sedangkan data sekunder dengan studi pustaka dan studi dokumenter. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dilakukan secara analisis kualitatif dengan menggunakan content analysis dan comparative analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum pelayanan kesehatan bagi narapidana yang sedang mengandung di Lapas Kelas II B Cilacap adalah efektif. Hal ini dapat dibuktikan dengan parameter-paremater sebagai berikut: efektifnya pemenuhan hak mendapatkan pelayanan kesehatan; efektifnya pelayanan poliklinik bagi narapidana hamil; efektifnya rutinitas dokter / perawat dalam memeriksa narapida, efektifnya pemenuhan hak mendapatkan makanan yang layak; dan efektifnya perlakuan khusus bagi narapidana hamil. Adapun faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum pelayanan kesehatan bagi narapidana yang sedang mengandung di Lapas Kelas II B Cilacap yaitu faktor sosial dan faktor personal.
IMPLEMENTATION OF HEALTH SERVICES LAW FOR WOMEN INCIDENTS WHO ARE CONTAINING IN CLASS II B PRISONS IN CILACAP

By:
Gonggo Hanityoso Swelo Giri
E1A016246

ABSTRACT
This study aims to determine the implementation of the law on health services for pregnant women inmates at the Class II B prison in Cilacap and the factors that tend to influence the implementation of the law on health services for pregnant women prisoners in the Class II B prison in Cilacap.
This study uses qualitative research methods with a qualitative sociological juridical approach and descriptive research specifications. The location of the research is in Class II B Prison Cilacap. The types of data used are primary data and secondary data. Primary data collection methods are interviews, while secondary data are literature studies and documentary studies. Data processing method with data reduction, data display and data categorization. Presentation of data in the form of a qualitative matrix and narrative text. The data analysis method was carried out by qualitative analysis using content analysis and comparative analysis.
The results showed that the implementation of the law on health services for pregnant inmates at the Class II B Cilacap Prison was effective. This can be proven by the following parameters: the effective fulfillment of the right to health services; the effectiveness of polyclinic services for pregnant prisoners; the effectiveness of routine doctors/nurses in examining inmates, effective fulfillment of the right to proper food; and the effectiveness of special treatment for pregnant prisoners. The factors that tend to influence the implementation of the law on health services for pregnant inmates in Class II B Cilacap Prison are social factors and personal factors.
3112935392E1A018050“TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA MASKER WAJAH YANG TIDAK MEMILIKI IZIN EDAR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR: 142/Pid.Sus/2020/PN JKT.Brt.”ABSTRAK
Pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya tidak diperbolehkan melakukan perbuatan yang dilarang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, namun kenyataannya dalam menjalankan kegiatan usahanya masih banyak ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha yang melanggar hak hak konsumen sehingga menimbulkan kerugian kepada konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah kasus Zhang Zhijie sebagai pelaku usaha yang telah melanggar hak, kewajiban, serta perbuatan yang dilarang kepada konsumen terkait penjualan kosmetik terutama masker wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab yang diberikan oleh pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha perdagangan tanpa memiliki perizinan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, hakim dalam memutuskan perkara Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor: 142/Pid.Sus/2020/PN.JKT.Brt. telah memberikan tanggung jawab pidana terhadap pelaku usaha karena hakim menggunakan Pasal 24 ayat (1) dan Pasal 106 Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan untuk menjerat pelaku usaha yang unsur-unsurnya telah terpenuhi. Pelaku usaha juga telah melanggar Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yaitu produk yang dijual tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yakni tidak memiliki izin perdagangan. Hakim menyatakan bahwa Zhang Zhijie sebagai pelaku usaha terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan kegiatan usaha perdagangan tanpa izin, serta telah menjatuhkan pidana kepadanya dengan pidana penjara selama 8 (delapan) bulan dan membayar biaya perkara sejumlah Rp 5.000,00 (lima ribu rupiah).
ABSTRACT
Business actors in carrying out their business activities are not allowed to carry out actions that are prohibited in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, but in fact in carrying out their business activities there are still many violations committed by business actors who violate consumer rights, causing harm to consumers. One of the consumer protection cases is the case of Zhang Zhijie as a business actor who has violated the rights, obligations, and prohibited actions to consumers regarding the sale of cosmetics, especially face masks. This study aims to find out how the responsibilities given by business actors who carry out trading business activities without having a license based on Law Number 7 of 2014 concerning Trade.
The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained are presented with a systematic narrative text, and the data analysis method used is a qualitative normative method.
Based on the results of research and discussion, the judge in deciding the case for the West Jakarta District Court Decision Number: 142/Pid.Sus/2020/PN.JKT.Brt. has given criminal responsibility to business actors because the judge used Article 24 paragraph (1) and Article 106 of Law Number 7 of 2014 concerning Trade to ensnare business actors whose elements have been fulfilled. Business actors have also violated Article 8 paragraph (1) letter a of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, namely the products sold do not meet or do not comply with the required standards and provisions of laws and regulations, namely do not have a trading license. The judge stated that Zhang Zhijie as a business actor was legally and convincingly proven guilty of carrying out trading business activities without a permit, and had sentenced him to imprisonment for 8 (eight) months and paid court fees in the amount of Rp. 5,000.00 (five thousand rupiah).
3113034456C1H016027THE EFFECT BETWEEN DIMENSION OF CONSCIENTIOUSNESS, AGREEABLENESS, AND OPENNESS TO EXPERIENCE (BIG FIVE PERSONALITY) ON ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) AND TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP AS MODERATING VARIABLE
(STUDY AT PT TASPEN (PERSERO) KC PURWOKERTO)
Penelitian ini menganalisis pengaruh antara conscientiousness, agreeableness, dan openness to experience (dimensi big five personality) dengan variabel moderator OCB dan kepemimpinan transformasional. Penelitian ini dilakukan di PT TASPEN (Persero) Purwokerto dengan responden sebanyak 40 orang karyawan. Alat analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi berganda dan uji beda mutlak untuk menguji moderasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa conscientiousness, agreeableness, dan openness to experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB. Selanjutnya, kepemimpinan transformasional melemahkan hubungan antara kesadaran dengan OCB dan tidak memoderasi hubungan antara keramahan dan keterbukaan terhadap pengalaman dengan OCB.
Berdasarkan hasil penelitian, semakin tinggi conscientiousness, agreeableness, dan openness to experience pada karyawan akan meningkatkan OCB pada karyawan. Selanjutnya, kepemimpinan transformasional tidak mendukung kepribadian karyawan untuk memunculkan OCB-nya. Kepemimpinan transformasional diklasifikasikan sebagai prediktor OCB.
Kata Kunci: Kepribadian Lima Besar, Kesadaran, Keramahan, Keterbukaan terhadap Pengalaman, Perilaku Kewarganegaraan Organisasi, Kepemimpinan Transformasional
This research analyzes the effect between conscientiousness, agreeableness, and openness to experience (dimension of big five personalities) with OCB and transformational leadership as moderator variables. This research was conducted in PT TASPEN (Persero) Purwokerto with 40 employees as a respondent. The analytical tool used to test the hypothesis is multiple regression and the absolute difference to test moderation. The results showed that conscientiousness, agreeableness, and openness to experience positively and significantly affected OCB. Furthermore, transformational leadership weakens the relationship between conscientiousness with OCB and does not moderate the relationship between agreeableness and openness to experience with OCB. Based on the research result, the higher conscientiousness, agreeableness, and openness to experience of the employee will increase OCB on the employee. Furthermore, transformational leadership does not support employees' personalities to bring out their OCB. Transformational leadership is classified as a predictor of OCB.
3113135387H1C017004Analisis Status Mutu Air Daerah Ayamalasa dan Sekitarnya, Kecamatan Kroya, Kabupaten CilacapCilacap memiliki pertumbuhan industri dan ekonomi yang cukup baik, Bertambahnya penduduk akan berdampak pada kondisi air tanah. Masalah utama yang dihadapi adalah penurunan kualitas air. Penurunan kualitas air disebabkan banyak faktor, salah satunya yaitu oleh limbah industri dan rumah tangga, yang berdampak dengan kondisi air sumur penduduk. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kondisi litologi dan tata guna lahan, serta mengetahui tingkat pencemaran lingkungan yaitu air tanah pada daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu Metode Storet yang biasa digunakan untuk menentukan status mutu air, standar baku mutu yang digunakan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003. Pengamatan lapangan yang dilakukan berupa pengambilan data pengukuran muka air tanah sebanyak 54 sumur dan pengambilan sampel air sebanyak 10 sumur, yang dilakukan 2 kali yaitu saat musim penghujan dan kemarau. Parameter fisika yang digunakan adalah bau, TDS, dan juga suhu. Sedangkan parameter kimia yang digunakan adalah Ph, besi (Fe3+), mangan (Mn2+) dan juga Nitrat (NO3-). Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri Satuan Punggungan Homoklin Sidamulya, Satuan Dataran Aluvial Ayamalas dan Satuan Dataran Pantai Widara Payung. Urutan stratigrafi dari tua ke muda yaitu Satuan Batu Pasir Sisipan Breksi dan Endapan Aluvial. Tata guna lahan pada lokasi penelitian terbagi menjadi tiga yaitu pemukiman sawah dan perkebunan berdasarkan Peta Tata Guna Lahan Jawa Tengah menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2018. Hasil dari metode storet yang ditinjau dari 7 parameter pada pengukuran pertama yaitu, sumur PA1, PA2, PA3, PA5, PA6, PA7, PA8, PA9, PA10 masuk ke kelas B dan dikategorikan tercemar ringan, dan sumur PA4 masuk ke kelas C dan dikategorikan tercemar sedang. Sedangkan pada pengukuran kedua sumur PA3, PA4, PA6, PA10 masuk ke kelas A dan dikategorikan tidak tercemar, sumur PA1, PA2, PA5, PA7, PA8 dan PA9 masuk ke dalam kelas B dan dikategorikan tercemar ringan.Cilacap has a fairly good industrial and economic growth. The increase in population will have an impact on ground water conditions. The main problem faced is the decline in water quality. The decline in water quality is caused by many factors, one of which is industrial and household waste, which has an impact on the condition of residents' well water. The purpose of this study was to determine the lithology and conditions of land use, as well as to determine the level of environmental pollution, namely groundwater in the research area. The method used is the Storet method which is commonly used to determine the status of water quality based on Ministry of environmental decree number 115 of 2003. Field observations were carried out in the form of taking ground water level measurement data as many as 54 wells and taking water samples as many as 10 wells which were carried out 2 times, namely during the rainy season and dry season. The physical parameters used are odor, TDS, and also temperature. While the chemical parameters used are Ph, iron (Fe3+), manganese (Mn2+) and also Nitrate (NO3-). The geomorphological units of the study area consisted of the Sidamulya Homocline Ridge Unit, the Ayamalas Alluvial Plain Unit and the Widara Payung Beach Plain Unit. The stratigraphic order from oldest to youngest is Breccia Inserts Sandstone Unit and Alluvial Deposit. The land use in the research location is divided into three, namely rice fields and plantation settlements based on the Central Java Land Use Map according to the Ministry of Environment and Forestry in 2018. The results of the storet method are reviewed from 7 parameters, the first measurement is PA1, PA2, PA3 wells. , PA5, PA6, PA7, PA8, PA9, PA10 are classified as class B and classified as lightly polluted, and well PA4 is categorized as class C and classified as moderately polluted. While in the second measurement, wells PA3, PA4, PA6, PA10 are classified as class A and categorized as not polluted, wells PA1, PA2, PA5, PA7, PA8 and PA9 are classified as class B and categorized as lightly polluted.
3113234458A1D018006EVALUASI KERAGAAN AGRONOMI DAN UJI DAYA HASIL GALUR F7 HASIL PERSILANGAN PADI HITAM DENGAN MENTIK WANGI
DI DESA PANDANSARI, AJIBARANG
Padi merupakan salah satu tanaman pangan yang menjadi makanan pokok bagi masyarakat di Indonesia. Padi dapat dijadikan bahan pangan fungsional salah satunya dengan cara menambahkan zat antioksidan pada beras yang dihasilkan. Hal ini dapat dicapai dengan menyilangkan padi hitam dan Mentik Wangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan agronomi, daya hasil dan heritabilitas padi populasi F7 dan tetuanya. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Desa Pandansari pada bulan Juni - Desember 2021. Materi penelitian berupa 8 genotipe F7 padi yang terdiri dari enam galur F7 dan 2 varietas pembanding yaitu padi hitam dan Mentik Wangi. Penelitian dilaksanakn berdasarkan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal dengan 3 ulangan, dan diteruskan dengan Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pada sebagian besar variabel kuantitatif, kecuali pada variabel jumlah anakan produktif, bobot gabah per rumpun, dan bobot gabah per petak efektif. Nilai heritabilitas tergolong tinggi pada variabel bobot 1000 gabah, tinggi tanaman, panjang malai, dan jumlah gabah per malai. Koefisien Keragaman Genetik (KKG) pada variabel kuantitatif yang dianalisis menunjukkan nilai yang rendah, hal ini menandakan bahwa genotipe populasi yang diujicobakan telah seragam. Daya hasil padi galur F7 menyamai kedua tetuanya.Rice is one of the food crops that is the staple food for people in Indonesia. Rice can be used as functional food, one of which is by adding antioxidants to the resulting rice. This can be achieved by crossing black rice and Mentik Wangi. The purpose of this study was to determine the agronomic performance, yield and heritability of the F7 population and its parents. The research was carried out in the paddy fields of Pandansari Village in June - December 2021. The research material consisted of 8 genotypes of F7 rice consisting of six F7 lines and 2 comparison varieties, namely black rice and Mentik Wangi. The study was carried out based on a single factor randomized block design with 3 replications, and continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The results showed that there were differences in most of the quantitative variables, except for the number of productive tillers, grain weight per clump, and effective grain weight per plot. The heritability value was classified as high on the variables of 1000 grain weight, plant height, panicle length, and number of grains per panicle. The Coefficient of Genetic Diversity on the analyzed quantitative variables showed a low value, this indicates that the genotype of the population being tested is uniform. The yield of the F7 line was the same as that of the two parents.
3113335393E1A018185PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PELAKU USAHA YANG MENJUAL DAGING BABI DENGAN TIDAK MENCANTUMKAN LABEL DAN ATAU INFORMASI YANG JELAS BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
(STUDI PUTUSAN NOMOR 470/PID.SUS/2020/PN.Blb)
Permasalahan terkait label khususnya label pangan masih kurang mendapatkan perhatian dari pelaku usaha maupun konsumen. Pemberian informasi yang jelas, lengkap, dan jujur pada sebuah produk harus tercantum dalam label. Hal ini penting diperhatikan agar tidak merugikan konsumen yang tentunya akan berakibat hukum bagi pelaku usaha untuk bertanggung jawab terhadap konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen atas pelaku usaha yang menjual daging babi dengan tidak mencantumkan label dan atau informasi yang jelas berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi Putusan Nomor 470/Pid.Sus/2020/PN.Blb).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi peneilitan deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks deskriptif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konsumen sudah mendapatkan perlindungan hukum sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dalam Putusan Nomor 470/Pid.Sus/2020/PN.Blb, hakim dalam putusannya telah menerapkan Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen untuk menjerat Muhamad Paino Bin Marso Alm dan Tuyadi Bin Marso Alm, tetapi hakim dalam menerapkan hukumnya kurang lengkap karena hanya menerapkan Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, hakim tidak menerapkan Pasal 8 ayat (1) huruf i Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen untuk menjerat Muhamad Paino Bin Marso Alm dan Tuyadi Bin Marso Alm.
Problems related to labels, especially food labels, still receive less attention from business actors and consumers. Providing clear, complete, and honest information on a product must be listed on the label. This is important to note so as not to harm consumers, which of course will result in legal consequences for business actors to be responsible for consumers. This study aims to determine the legal protection for consumers for business actors who sell pork by not including clear labels and or information based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (Study of Decision Number 470/Pid.Sus/2020/PN. Blb).
The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collection method was carried out by literature study, the data obtained were presented with systematic descriptive text, and the data analysis method used was a qualitative normative method.
Based on the results of the study, it can be concluded that consumers have received legal protection as regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. In Decision Number 470/Pid.Sus/2020/PN.Blb, the judge in his decision has applied Article 8 paragraph (1) letter a of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection to ensnare Muhamad Paino Bin Marso Alm and Tuyadi Bin Marso Alm , but the judge in applying the law is incomplete because it only applies Article 8 paragraph (1) letter a of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, the judge does not apply Article 8 paragraph (1) letter I of Law Number 8 of 1999 concerning Protection Consumers to ensnare the late Muhamad Paino Bin Marso and Tuyadi Bin Marso.

3113435399E1A018026PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MIE BASAH BERFORMALIN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN Dalam Kasus Putusan No. 54/Pid.sus/2021/PN.TsmPada masa sekarang ini, banyak jenis pangan yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam produksi pangan pelaku usaha senantiasa memperhatikan zat gizi yang terkandung. Untuk tercapainya suatu makanan yang awet dan lezat banyak dari pelaku usaha yang menambahkan zat aditif atau bahan tambahan pangan terhadap makanan yang diproduksi tersebut. Dalam kenyataannya banyak dari pelaku usaha yang melakukan perbuatan curang untuk mendapatkan keuntungan dengan menambahkan bahan tambahan pangan yang berbahaya. Salah satu nya adalah pelaku usaha mie basah yang menambahkan bahan tambahan pangan tanpa memperhatikan hak-hak konsumen berupa formalin yang berbahaya bagi kesehatan konsumen.
Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang di peroleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian pada Putusan Pengadilan Negeri Tasikmalaya Nomor : 54/Pid.sus/2021/PN.Tsm, diketahui bahwa konsumen telah mendapatkan upaya perlindungan bagi konsumen untuk melindungi hak konsumen yang terdapat pada Pasal 4 huruf (a) dan (c) dengan hakim menjatuhkan pidana penjara selama 1 (satu) tahun 8 (delapan) bulan dengan memperhatikan Pasal 136 huruf (b) jo. Pasal 75 ayat (1) huruf (b) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan pada Nunung Hidayat bin Ikin Suryana Alm yang merupakan pelaku usaha mie basah berformalin.
At this time, many types of food are produced to meet the needs of the community. In food production, business actors always pay attention to the nutrients contained. To achieve a food that is durable and delicious, many business actors add additives or food additives to the food produced. In reality, many business actors commit fraudulent acts to gain profits by adding harmful food additives. One of them is a wet noodle business actor who adds food additives without paying attention to consumer rights in the form of formalin which is harmful to consumer health.
This study was structured using a normative juridical approach with descriptive analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained are presented in a systematic narrative text, and the data analysis method used is a qualitative normative method.
Based on the results of research on the Decision of the Tasikmalaya District Court Number: 54/Pid.sus/2021/PN.Tsm, it is known that consumers have received protection measures for consumers to protect consumer rights contained in Article 4 letters (a) and (c) with a judge sentenced to imprisonment for 1 (one) year 8 (eight) months with due observance of Article 136 letter (b) jo. Article 75 paragraph (1) letter (b) of Law Number 18 of 2012 concerning Food for Nunung Hidayat bin Ikin Suryana Late who is a formalin wet noodle business actor.
3113534457H1C017023Geologi dan Analisis Zonasi Kerentanan Gerakan Tanah dengan Pendekatan Statistik Weight of Evidence Daerah Paninggaran dan Sekitarnya, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.Lokasi penelitian berada di daerah Paninggaran dan sekitarnya yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Daerah penelitian meliputi 9 desa, yaitu Desa Paninggaran, Desa Domiyang, Desa Lomeneng, Desa Sawangan, Desa Krandegan, Desa Tenogo, Desa Tanggeran, Desa Bedagung, dan Desa Lambanggelun. Pada daerah Paninggaran terdapat potensi bencana geologi berupa gerakan tanah. Bencana ini dikontrol oleh beberapa faktor seperti litologi, kemiringan lereng, tata guna lahan, jarak dari sungai, curah hujan, arah lereng, jenis tanah, kurvatur dan kerapatan sungai. Metode WOE (Weight of Evidence) digunakan dalam menentukan jenis parameter yang berpengaruh pada kejadian gerakan tanah berdasarkan kejadian gerakan tanah yang telah terjadi. Dalam validasinya metode Weight of Evidence akan memperhatikan kurva AUC (Area Under Curve) dalam penentuan tingkat akurasi pemodelan. Berdasarkan hasil penelitian dikelompokkan menjadi empat zona kerentanan gerakan tanah, Zona Kerentanan Sangat Rendah, Zona Kerentanan Rendah, Zona Kerentanan Menengah, dan Zona KerentananTinggi.This research is located in Paninggaran and surrounding, Paninggaran district, Pekalongan, Central Java. The research location are including nine village, Paninggaran village, Domiyang village, Lomeneng village, Sawangan village, Krandegan village, Tenogo village, Tanggeran village, Bedagung, and Lambanggelun village. Paninggaran and around also have negative potent like landslide, This landslides are controlled by some factor including lithology, slope rate, landuse, stream distance, raindrop rate, slope direction, soil type, curvature and stream density. The method that used is WOE (Weight of Evidence), this method are used to determine the parameter that influence the landslide occurrence based on the latest landslide occurrence data. In the validation, This method will observe AUC curve (Area Under Curve) to determine accuration of the data model. Based on the result, the location were classified as four zonation, Very Low-Vurnerability Zone, Low-Vurnerability Zone, Medium-Vurnerability Zone, and High-Vurnerability Zone.
3113634459A1D017144Pengaruh Dosis dan Macam Pupuk Nitrogen Terhadap Karakter Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi pada Tanah Inceptisol di Tambaksari, BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui dosis dan macam pupuk N terhadap pertumbuhan dan hasil padi, 2) Mengetahui dosis yang tepat pada masing-masing jenis pupuk untuk pertumbuhan dan hasil padi, 3) mengetahui dosis dan macam pupuk terbaik untuk pertumbuhan dan hasil padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Tambaksari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakuktas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Banyumas. Yang dilaksanakan dari September 2020 sampai februari 2021. Penelitian ini terdiri atas 7 tahap yaitu Persiapan lahan, persemaian, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pemanenan, dan pengambilan data. Penelitian ini dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 perlakuan (dosis N dan macam pupuk) dan 3 ulangan. Variabel penelitian yang diamati pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman (cm), luas daun (cm2), jumlah anakan (batang), jumlah anakan produktif (batang), panjang malai (cm), jumlah gabah per malai (biji), bobot gabah per tanaman (g), bobot gabah kering per tanaman (g), bobot gabah kering petak efektif (ton/ha), dan bobot 1000 biji (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan macam pupuk terbaik dihasilkan pada perlakuan pupuk N-zeo SR Plus Coating 3% yang menunjukan hasil terbaik pada semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Sedangkan dosis N terbaik dihasilkan pada perlakuan dosis N 200 kg/ha pada variabel jumlah anakan produktif, panjang malai, dan bobot gabah kering petak efektif. Kombinasi perlakuan antara macam pupuk Nzeo SR Plus Coating 3% dengan dosis N 200 kg/ha menunjukan hasil produksi tertinggi yaitu pada panjang malai dan bobot gabah kering petak efektif.
Kata kunci: padi, dosis N, macam pupuk
This study aims to 1) determine the dose and type of N fertilizer on the growth and yield of rice, 2) determine the right dose of each type of fertilizer for rice growth and yield, 3) determine the best dose and type of fertilizer for rice growth and yield. The research was conducted in Tambaksari Village, Kembaran District, Banyumas Regency and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto, Banyumas. It will be held from September 2020 to February 2021. This study consisted of 7 stages, namely land preparation, nursery, planting, plant maintenance, fertilization, harvesting, and data collection. This study was designed with a Randomized Block Design (RAK) consisting of 2 treatments (N dose and type of fertilizer) and 3 replications. The research variables observed in this study were plant height (cm), leaf area (cm2), number of tillers (stems), number of productive tillers (stems), panicle length (cm), number of grain per panicle (seed), grain weight per plant (g), dry grain weight per plant (g), effective plot dry grain weight (tons/ha), and 1000 seed weight (g). The results showed that the best type of fertilizer treatment was produced in the 3% N-zeo SR Plus Coating fertilizer treatment which showed the best results on all variables of growth and yield of rice plants. Meanwhile, the best dose of N was obtained at a dose of 200 kg/ha of N treatment on the variables of the number of productive tillers, panicle length, and dry grain weight of the effective plot. The combination of treatments between Nzeo SR Plus Coating 3% fertilizer with a dose of N 200 kg/ha showed the highest production yield, namely panicle length and effective dry grain weight.
Key word : rice, dose of N, type of fertilizer
3113735388J1B017029Register Pelaku Usaha Jenang Ketan di Banjarnegara Sebagai Bentuk Kekhasan Berbahasa
Tulisan ini berjudul “Register Pelaku Usaha Jenang Ketan di Banjarnegara Sebagai Bentuk Kekhasan Berbahasa”. Tulisan ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan data kebahasaan berkaitan dengan bentuk dan makna register dalam pembuatan jenang ketan. Data dalam tulisan ini berupa kosakata yang terdapat dalam pembuatan jenang ketan di Banjarnegara. Sumber data dalam tulisan ini berasal dari informan yaitu pelaku usaha jenang ketan.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode cakap dan metode simak. Metode cakap memiliki teknik dasar yaitu teknik pancing. Teknik lanjutannya adalah teknik cakap bertemu muka. Metode simak memiliki teknik dasar yaitu teknik sadap. Teknik lanjutannya adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan catat. Metode analisis data dalam tulisan ini adalah metode padan. Tulisan ini menggunakan teori sosiolinguistik dengan menganalisis bentuk dan makna register pelaku usaha jenang ketan. Tulisan ini menggunakan metode penyajian hasil analisis data secara informal.
Hasil tulisan ini terdapat bentuk dan makna register dalam pembuatan jenang ketan. Bentuk register dalam tulisan ini dibedakan menurut kategori katanya yaitu, nomina, verba, dan adjektiva. Berdasarkan bentuk-bentuk tersebut diperoleh makna seperti penamaan proses dan bahan pembuatan jenang ketan. Dari bentuk dan makna tersebut dapat dikatakan bahwa bahasa sebagai bentuk komunikasi antarpekerja jenang ketan digunakan untuk mempermudah mereka selama membuat jenang ketan serta sebagai bentuk penggambaran kegiatan mereka.
The title of this article is “Register of Businessmen of Jenang Ketan in Banjarnegara as a Form of Language Specification”. It is qualitative descriptive research which explain linguistic data in relation to form and register meaning of Jenang Ketan production. The data in this article is vocabs that subsist in jenang ketan making in Banjarnegara. The data source in this article came from informant that is jenang ketan businessmen.
The data collection method used in this article is proficient method and consider method. The proficient method has a basic technique, namely the fishing technique. The tapping technique is a face to face conversation technique. The convider method has a basic technique, namely the tapping technique. The tapping tehcnique are conversation observation, record, and note take technique.The data identity method in this article is the equal method. This article uses sosiolingusitic theory by analysing form and register meaning of jenang ketan. This article uses result of the data analysis method both informal.
The result of this article are form and register meaning of making jenang ketan. Register form in this article is separated by vocabullary such as noun, verb, and adjective. Based on these forms meaning are obtained such as the naming of processes and ingredients for making jenang ketan. From these forms and meanings it can be said that language as form of communication between jenang ketan workers is used to make is easier for them to make jenang ketan and as a form of describing their activities.
3113835394E1A018285KEKUATAN PEMBUKTIAN DNA (DEOXYRIBO NUCLEIC ACID) DALAM TINDAK PIDANA MENGUBUR MAYAT DENGAN MAKSUD MENYEMBUNYIKAN KELAHIRANNYA SEBAGAI AKIBAT TERJADINYA ABORSI
(TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NO. 35/PID.SUS/2021/PN PBG)
ABSTRAK
Pembuktian merupakan salah satu titik sentral dalam proses persidangan pidana, hal ini dikarenakan pembuktian bertujuan untuk mencari kebenaran materiil. Proses pembuktian menentukan bagaimana hakim akan menjatuhkan putusan pidana dan sebagai dasar untuk menentukan salah atau tidaknya terdakwa yang didasarkan pada keyakinannya serta alat bukti yang sudah ditentukan dalam undang – undang. Tujuan penelitian dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan pembuktian DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) dalam pembuktian perkara pidana serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diperoleh secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian pada Putusan Perkara Nomor 35/Pid.Sus/2021/PN Pbg bahwa kekuatan pembuktian DNA dalam tindak pidana mengubur mayat dengan maksud menyembunyikan kelahirannya adalah memiliki nilai kekuatan pembuktian karena telah memenuhi syarat formil yakni diminta oleh penyidik Polres Purbalingga dan syarat materiil yaitu dibuat dan ditandatangani oleh ahli Bowo Nurcahyo S.Si, M.Biotech dan tim serta didukung dengan alat bukti lain yang memiliki kesesuaian sehingga membentuk keyakinan hakim. Hasil tes DNA tidak mengikat hakim karena kekuatan pembuktiannya bersifat bebas sama seperti alat bukti yang lainnya. Namun alat bukti ini dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan hukum hakim karena hasil tes DNA membuktikan bahwa terdakwa adalah ibu biologis dari janin.
Kata Kunci: Pembuktian, DNA (Deoxyribo Nucleic Acid), Tindak Pidana Mengubur Mayat.
ABSTRACT
Evidentiary is one of the central points in the criminal trial process, this is because evidentiary purpose to find materiil righteousness. The evidentiary process determines how the judge will give a criminal verdict and as a basis for determining whether or not the defendant is wrong or not based on their belief and the evidence that has been determined in the law. The purpose of this study is to determine the power of DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) evidence in proving criminal cases and how the judge's legal considerations in imposing imprisonment on the defendant. The research method used in this paper is normative juridical with prescriptive research specifications. This study uses secondary data obtained through the literature and obtained systematically. Based on the results of research on Verdict Number 35/Pid.Sus/2021/PN Pbg that the power of DNA evidence in the crime of burying a corpse with the intention of hiding its birth is that it has a proving power value because it has fulfilled the formal requirements, which were requested by the Purbalingga Police investigators and the material requirements are made and signed by experts Bowo Nurcahyo S.Si, M.Biotech and the team and supported by other evidence that has suitability so it make the judge's conviction becomes clear. The results of the DNA test are not binding on the judge because the power of the DNA evidence is independent, just like any other evidence. However, this evidence can be used as material for the judge's legal considerations because the DNA test results prove that the Defendant is the biological mother of the fetus.
Keyword: Evidentiary, DNA (Deoxyribo Nucleic Acid), The Crime Of Corpse Burying.

3113935400J1A016001Analysis of Sarah’s Broca’s Aphasia Depicted in SymphUK YouTube ChannelPenelitian yang berjudul Analysis of Sarah’s Broca’s Aphasia Depicted in SymphUK Youtube Channel ini bertujuan untuk menganalisis penyimpangan bahasa dan efektivitas komunikasi yang terjadi pada tipe afasia yang dimiliki oleh Sarah Scott. Analisis dilakukan berdasar pada teori jenis-jenis penyimpangan bahasa dari Alfredo Ardila (2014) dan teori efektivitas komunikasi dari Lunenburg (2010). Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan menggunakan Teknik purposive sampling untuk mengklasifikasikan data. Data yang digunakan oleh studi ini didapatkan percakapan antara Sarah dan pewawancara dalam tujuh video dari channel youtube SymphUK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 data yang dapat dikategorikan sebagai jenis penyimpangan bahasa. Data dibagi menjadi dua jenis, yaitu paraphasias semantik (paraphasias verbal) ditemukan sekitar enam data dengan persentase 37,5% dan agrammatisme ditemukan sekitar sepuluh data dengan persentase 62,5%. Kemudian, ditemukan juga beberapa hambatan dalam kefektifan komunikasi yang terjadi pada kasus Sarah, yaitu hambatan proses, hambatan semantik, dan hambatan psikososial. Temuan ini mengarah pada kesimpulan bahwa afasia yang dimiliki Sarah memengaruhi penggunaan bahasanya yang kemudian mengarah ke komunikasi yang tidak efektif dengan lawan bicaranya.The research entitled Analysis of Sarah’s Broca Aphasia Depicted in SymphUK Youtube Channel. This research is aimed to analyze the language deviations and communication effectiveness that occur in Sarah’s Scott aphasia. The anaylsis is conducted by using the types of language deviations in aphasia theory by Alfredo Ardila (2014) and communicative effectiveness theory by Lunenburg (2010). This research belongs to qualitative research and use purposive sampling technique to classified the data. Meanwhile, the data of this research were the conversation of Sarah and the interviewer in seven videos from SymphUK youtube channel. The result shows that there are 16 data that can be categorized as types of language deviations. The data divided into two types, which are semantic paraphasias (verbal paraphasias) were found about six data with the percentage is 37.5% and agrammatism were found about ten data with the percentage is 62.5%. Then, there are three barriers of communicative effectiveness that occurred in Sarah’s case, which are process barriers, semantic barriers, and psychosocial barriers. The finding leads to a conclusion that Sarah’s aphasia influenced her language using that leads into an ineffective communication with her partner of communication.
3114035389K1B016063ANALISIS KUALITATIF MODEL PENYEBARAN PENYAKIT COVID-19 DENGAN INFECTION FATALITY RATE DI INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi model penyebaran penyakit COVID-19 dengan Infection Fatality Rate. Model epidemi diselesaikan menggunakan penyelesaian kualitatif, yaitu dengan menganalisis kestabilan titik ekuilibrium sistem. Model COVID-19 menghasilkan dua titik ekuilibrium, yaitu titik ekuilibrium bebas penyakit dan titik ekuilbrium endemik yang stabil asimtotis apabila diperoleh bilangan reproduksi dasar kurang dari 1 dan lebih dari 1 secara berurutan. Langkah selanjutnya yaitu menganalisis sensitivitas untuk menentukan parameter-parameter yang paling berpengaruh dalam proses penyebaran penyakit COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penularan dan tingkat kesembuhan merupakan parameter yang paling berpengaruh. Indeks positif pada parameter tingkat penularan penyakit menunjukkan bahwa meningkatkan nilai parameter tersebut berpotensi meningkatkan endemisitas penyakit. Sementara itu parameter tingkat kesembuhan menunjukkan indeks negatif, yang berarti bahwa meningkatkan nilai parameter tersebut dapat mengurangi endemisitas penyakit. Untuk menekan penyebaran penyakit COVID-19, maka perlu dilakukan pengendalian terhadap parameter tersebut dengan cara menjaga jarak dan penggunaan masker.The study was aimed to construct a model for the spread of COVID-19 disease with an Infection Fatality Rate. The epidemic model is solved using a qualitative solution, that is by analyzing the stability of the system's equilibrium point. The COVID-19 model results in two equilibrium points, the disease-free quilibrium and endemic equilibrium point, which are asymptotically stable if basic reproduction numbers is less than 1 and more than 1, respectively. The next step was to analyze the sensitivity to determine the most dominant parameters in the process of spreading the COVID-19 disease. The result showed that transmission rate and recovery rate were the most dominant parameters. A positive index of the rate of disease transmission indicated that increasing the value of these parameters could potentially increase disease’s endemicity. On the other hand, the rate of recovery showed a negative index, which means that increasing the value of these parameters could reduce disease’s endemicity. To suppress the spread of COVID-19 disease, it is necessary to control these parameters by maintaining distance and using masks.