Home
Login.
Artikelilmiahs
34455
Update
MUGIONO KURNIAWAN
NIM
Judul Artikel
PENUNTUTAN PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI BAWAH ANCAMAN PIDANA MINIMUM KHUSUS” (STUDI PERKARA ATAS NAMA TERDAKWA FIDELIS ARIE SUDEWARTO ALS NDUK ANAK FX SURAJIYO PADA KEJAKSAAN NEGERI SANGGAU)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penuntutan pelaku tindak pidana dibawah ancaman minimum merupakan hal yang sangat menarik, mengingat bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan. Pada tahun 2017, terdapat suatu perkara yang cukup menarik perhatian masyarakat yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Sanggau yaitu perkara atas nama terdakwa Fidelis Arie Sudewarto Als Nduk Anak FX Surajiyo yang terbukti menanam ganja sebanyak 39 batang pohon ganja (cannabis sativa) untuk pengobatan istrinya yang didakwa oleh penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Sanggau dengan dakwaan alternative yaitu melanggar Pasal 113 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau melanggar Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau melanggar Pasal 116 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Sanggau menuntut terdakwa Fidelis Arie Sudewarto Als Nduk Anak FX Surajiyo dengan pidana berupa penjara selama 05 (lima) bulan dan membayar denda sebesar Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) subsidair 1 (satu) bulan kurungan karena terbukti melanggar Pasal 111 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tuntutan penuntut umum tersebut tentunya menyimpang dari ketentuan pidana minimum khusus sebagaimana ketentuan Pasal 111 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terkait ancaman pidana bagi pelaku yaitu paling singkat 4 (empat) tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis empiris. Sumber data yang terdapat dalam penelitian ini berasal dari data primer sebagai data yang utama dan data sekunder sebagai data pendukung, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan studi wawancara dengan informan dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa pertimbangan penuntutan pelaku tindak pidana narkotika di bawah ancaman pidana minimum khusus terhadap Terdakwa Fidelis Arie Sudewarto Als Nduk Anak FX Surajiyo pada Kejaksaan Negeri Sanggau, sesuai dengan rasa keadilan dan kemanusiaan. Tujuan hukum yang dicapai dalam penuntutan pelaku tindak pidana narkotika di bawah ancaman pidana minimum khusus yaitu untuk mewujudkan keadilan dimana pelaku tindak pidana dituntut setimpal atas perbuatannya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Prosecution of perpetrators of criminal acts under the minimum threat is very interesting, considering that it is contrary to statutory provisions. In 2017, there was a case that caught the public's attention which was handled by the Sanggau District Attorney, namely the case on behalf of the defendant Fidelis Arie Sudewarto Als Nduk Anak FX Surajiyo who was proven to have planted 39 marijuana trees (cannabis sativa) for the treatment of his wife who was charged by public prosecutor at the Sanggau District Attorney with alternative charges of violating Article 113 paragraph (2) of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics or violating Article 111 paragraph (2) of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics or violating Article 116 paragraph (1 ) Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics. The Public Prosecutor at the Sanggau District Attorney demanded the defendant Fidelis Arie Sudewarto Als Nduk Anak FX Surajiyo with a sentence of 05 (five) months imprisonment and a fine of Rp 800,000,000.00 (eight hundred million rupiah) subsidiary 1 (one) month confinement for proven to have violated Article 111 paragraph (2) of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics. The public prosecutor's demands of course deviate from the special minimum criminal provisions as stipulated in Article 111 of the Republic of Indonesia Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics related to the criminal threat for perpetrators, which is a minimum of 4 (four) years. The method used in this research is empirical juridical law research. The source of the data contained in this study comes from primary data as the main data and secondary data as supporting data, with data collection techniques based on interview studies with informants and literature studies. The data analysis technique in this research is qualitative. Based on the results of this study, it is known that the consideration of prosecuting narcotics criminals under the special minimum criminal threat against the Defendant Fidelis Arie Sudewarto Als Nduk Anak FX Surajiyo at the Sanggau District Prosecutor's Office is in accordance with a sense of justice and humanity. The legal goal achieved in prosecuting narcotics criminals under the special minimum criminal threat is to achieve justice in which the perpetrators of criminal acts are prosecuted commensurately for their actions.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save