Artikel Ilmiah : E1A018026 a.n. WINE NURHIDAYAT PUTRI

Kembali Update Delete

NIME1A018026
NamamhsWINE NURHIDAYAT PUTRI
Judul ArtikelPERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MIE BASAH BERFORMALIN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN Dalam Kasus Putusan No. 54/Pid.sus/2021/PN.Tsm
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pada masa sekarang ini, banyak jenis pangan yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam produksi pangan pelaku usaha senantiasa memperhatikan zat gizi yang terkandung. Untuk tercapainya suatu makanan yang awet dan lezat banyak dari pelaku usaha yang menambahkan zat aditif atau bahan tambahan pangan terhadap makanan yang diproduksi tersebut. Dalam kenyataannya banyak dari pelaku usaha yang melakukan perbuatan curang untuk mendapatkan keuntungan dengan menambahkan bahan tambahan pangan yang berbahaya. Salah satu nya adalah pelaku usaha mie basah yang menambahkan bahan tambahan pangan tanpa memperhatikan hak-hak konsumen berupa formalin yang berbahaya bagi kesehatan konsumen.
Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang di peroleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian pada Putusan Pengadilan Negeri Tasikmalaya Nomor : 54/Pid.sus/2021/PN.Tsm, diketahui bahwa konsumen telah mendapatkan upaya perlindungan bagi konsumen untuk melindungi hak konsumen yang terdapat pada Pasal 4 huruf (a) dan (c) dengan hakim menjatuhkan pidana penjara selama 1 (satu) tahun 8 (delapan) bulan dengan memperhatikan Pasal 136 huruf (b) jo. Pasal 75 ayat (1) huruf (b) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan pada Nunung Hidayat bin Ikin Suryana Alm yang merupakan pelaku usaha mie basah berformalin.
Abtrak (Bhs. Inggris)At this time, many types of food are produced to meet the needs of the community. In food production, business actors always pay attention to the nutrients contained. To achieve a food that is durable and delicious, many business actors add additives or food additives to the food produced. In reality, many business actors commit fraudulent acts to gain profits by adding harmful food additives. One of them is a wet noodle business actor who adds food additives without paying attention to consumer rights in the form of formalin which is harmful to consumer health.
This study was structured using a normative juridical approach with descriptive analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained are presented in a systematic narrative text, and the data analysis method used is a qualitative normative method.
Based on the results of research on the Decision of the Tasikmalaya District Court Number: 54/Pid.sus/2021/PN.Tsm, it is known that consumers have received protection measures for consumers to protect consumer rights contained in Article 4 letters (a) and (c) with a judge sentenced to imprisonment for 1 (one) year 8 (eight) months with due observance of Article 136 letter (b) jo. Article 75 paragraph (1) letter (b) of Law Number 18 of 2012 concerning Food for Nunung Hidayat bin Ikin Suryana Late who is a formalin wet noodle business actor.
Kata kunciPerlindungan Hukum, Perlindungan Konsumen, Mie Basah, Formalin
Pembimbing 1H. Suyadi, S.H., M.Hum.
Pembimbing 2Agus Mardianto, S.H., M.H.
Pembimbing 3H. Sukirman, S.H., M.Hum.
Tahun2022
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2022-03-11 13:34:26.808572
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.