Artikelilmiahs
Menampilkan 31.041-31.060 dari 50.060 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 31041 | 34377 | I1D017031 | Hubungan Kronotipe, Asupan Minuman Berkafein & Zat Gizi dengan Status Gizi Mahasiwa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang : Ketidakseimbangan asupan dan pengeluaran energi memicu terjadinya permasalahan gizi. Studi menunjukkan kronotipe dan konsumsi kafein berperan dalam regulasi metabolik yang dapat mempengaruhi status gizi. Kronotipe malam mempengaruhi hormon nafsu makan yang mengakibatkan penambahan berat badan, IMT, dan lingkar pinggang seiring dengan peningkatan konsumsi kafein. Namun konsumsi kafein diketahui juga dapat mengurangi berat badan, massa lemak, dan lingkar pinggang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kronotipe, asupan minuman berkafein, energi dan zat gizi makro dengan status gizi mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi : Sampel penelitian cross sectional ini terdiri dari 75 mahasiswa. Data karakteristik umum dan kronotipe responden didapatkan dengan kuesioner karakteristik responden dan MEQ-SA melalui gform. Asupan minuman berkafein, energi, zat gizi makro dengan kuesioner SQ-FFQ melalui google meet. Data status gizi berdasarkan IMT. Analisis statistik menggunakan uji Pearson dan regresi linier berganda. Hasil Penelitian : Mayoritas responden memiliki status gizi normal (42,7%), berkronotipe pagi (57,3%), tingkat asupan minuman berkafein rendah (61,3%), energi baik (53,3%), karbohidrat kurang (49,3%), protein (52%) dan lemak (57,3%) berlebih. Hasil uji Pearson menunjukan terdapat hubungan signifikan antara asupan minuman berkafein dan zat gizi dengan status gizi (p<0,05). Namun tidak ditemukan hubungan signifikan antara kronotipe dan status gizi (p>0,05). Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan asupan minuman berkafein merupakan faktor paling dominan (B = 0,010). Kesimpulan : Terdapat hubungan asupan minuman berkafein, energi, protein, lemak, karbohidrat dengan status gizi. Asupan minuman berkafein merupakan faktor dominan yang mempengaruhi status gizi. | Background: Energy intake and expenditure imbalance triggers nutritional problems. Studies showed that chronotype and caffeine consumption play a role in metabolic regulation that can affect nutritional status. Evening chronotype affects appetite hormones which results in an increase in body weight, BMI, and waist circumference along with increased caffeine consumption. However, caffeine consumption is also known to reduce body weight, fat mass, and waist circumference. This study aims to determine the relationship between chronotype, intake of caffeinated beverages and nutrients with the nutritional status of students of the Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University. Methodology: Sample of this cross sectional study consisted of 75 students. General characteristics and chronotypes of respondents were obtained using the characteristic questionnaires and MEQ-SA through Gform. Intake of caffeinated beverages and nutrients using the SQ-FFQ via Google Meet. Nutritional status data based on BMI. Statistical analysis using Pearson correlation test and multiple linear regression. Results: The majority of respondents had normal nutritional status (42.7%), morning chronotype (57.3%), low intake of caffeinated beverages (61.3%), good energy (53.3%), low carbohydrate (49.3%), excess protein (52%) and fat (57.3%). The results of the Pearson test showed that there was a significant relationship between intake of caffeinated beverages and nutrients with nutritional status (p<0.05). However, there was no significant relationship between chronotype and nutritional status (p>0.05). The results of multiple linear regression showed that the intake of caffeinated beverages was the most dominant factor (B = 0.010). Conclusion: There is a relationship between intake of caffeinated beverages, energy, protein, fat, carbohydrates with nutritional status. Intake of caffeinated beverages is the dominant factor affecting nutritional status. | |
| 31042 | 34378 | I1D017011 | LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN STATUS VITAMIN D DENGAN KEPARAHAN PADA PASIEN CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) | LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN STATUS VITAMIN D DENGAN KEPARAHAN PADA PASIEN CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) Opie Ghayatri1 , Yovita Puri Subardjo2 , Hiya Alfi Rahmah2 Latar Belakang: Coronavirus disease 19 (COVID-19) merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia dengan transmisi yang lebih tinggi. Penyakit ini menyebabkan keparahan yang beragam, mulai dari tanpa gejala, bergejala ringan sampai sedang, bergejala berat atau kritis, hingga kematian. Pengaruh vitamin D terhadap COVID-19 ini telah banyak dilaporkan. Pada penelitian ini bertujuan untuk menyimpulkan pengaruh atau hubungan dari status vitamin D terhadap keparahan COVID-19. Metodologi: Literature review menggunakan jurnal-jurnal penelitian yang didapat melalui pencarian pada portal penyedia jurnal yaitu Pubmed, Cochrane Library dan Portal Garuda. Kata kunci yang digunakan yaitu “COVID-19 AND Severity AND Vitamin D”. Kemudian dilakukan skrining pada jurnal-jurnal tersebut dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil Penelitian: Pasien COVID-19 cenderung memiliki status vitamin D yang rendah (<30 ng/ml) atau dikategorikan sebagai defisiensi vitamin D. Terdapat 3 dari 24 jurnal penelitian yang mengungkapkan tidak terdapat hubungan antara status vitamin D dengan keparahan COVID-19, namun pada ketiga jurnal tersebut terdapat kekurangan yang memungkinkan terjadinya bias. Status vitamin D diketahui berhubungan dengan prekursor imunitas seperti CRP, Il-6, D-dimer, NLR, dan limfosit. Selain itu, pasien dengan status vitamin D rendah berbanding lurus dengan kebutuhan akan ventilator, durasi lama perawatan, dan peningkatan risiko kematian. Kesimpulan: Status vitamin D rendah (<30 ng/ml) berhubungan dengan dengan keparahan COVID-19 Kata Kunci: Literature review; COVID-19; keparahan COVID-19; status vitamin D; vitamin D 1Mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2Dosen Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman | LITERATURE REVIEW: THE ASSOCIATION OF VITAMIN D STATUS AND SEVERITY OF COVID-19 Opie Ghayatri1 , Yovita Puri Subardjo2 , Hiya Alfi Rahmah2 Background: Coronavirus disease 19 (COVID-19) is a disease that attacks the human respiratory system with a higher transmission rate. This disease causes various severity, ranging from asymptomatic, mild to moderate symptoms, severe or critical symptoms, to death. The effect of vitamin D on COVID-19 has been widely reported. This study aims to conclude the effect or relationship of vitamin D status on the severity of COVID-19. Methods: The literature review uses research journals obtained through searches on journal provider portals, namely Pubmed, Cochrane Library and Garuda Portal. The keywords used are "COVID-19 AND Severity AND Vitamin D". Then, the journals were screened by considering the inclusion and exclusion criteria that had been determined. Results: COVID-19 patients tend to have low vitamin D status (<30 ng/ml) or are categorized as vitamin D deficiency. There are 3 out of 24 research journals that reveal no relationship between vitamin D status and the severity of COVID-19, but in all three journals There are drawbacks that allow bias to occur. Vitamin D status is known to be associated with immune precursors such as CRP, Il-6, D-dimer, NLR, and lymphocytes. In addition, patients with low vitamin D status were directly proportional to the need for ventilators, length of stay, and increased risk of death. Conclusion: Low vitamin D status (<30 ng/ml) is associated with COVID-19 severity Keyword: Literature review; COVID-19; COVID-19 severity; vitamin D status; vitamin D 1Student Majoring in Nutrition Science, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2Lecturer of Nutrition Science Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University | |
| 31043 | 34380 | G1B017023 | PENGARUH APLIKASI WHEY EXTRACT SUSU KAMBING ETAWA TERHADAP KELARUTAN FOSFAT GIGI DESIDUI DALAM PERENDAMAN MINUMAN BERKARBONASI | Demineralisasi merupakan proses hilangnya komponen mineral dari enamel gigi. Demineralisasi dapat terjadi akibat adanya kontak antara enamel gigi dengan zat asam yang terkandung dalam minuman ringan. Salah satu minuman ringan yang sering dikonsumsi oleh anak-anak adalah minuman berkarbonasi. Demineralisasi dapat dicegah melalui proses remineralisasi. Whey extract susu kambing etawa dan calcium phosphopeptide-amorphous calcium phophate (CPP-ACP) mengandung kalsium dan fosfat yang dapat mencegah demineralisasi melalui proses remineralisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kelarutan fosfat gigi desidui dalam perendaman minuman berkarbonasi setelah apikasi whey extract susu kambing etawa dan CPP-ACP. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vitro dengan rancangan penelitian posttest-only with control group design. Pengabilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposiv sampling. Sampel berjumlah 24 gigi insisif pertama desidui rahang atas yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok I sampel direndam dalam whey extract susu kambing etawa, kelompok II dalam CPP-ACP dan kelompok III dalam saliva buatan. Whey extract susu kambing etawa dan CPP-ACP diaplikasikan selama 10 menit setiap 12 jam sekali selama 14 hari. Sampel direndam dalam minuman berkarbonasi selama 5 menit. Kelarutan fosfat diukur menggunakan spektofotometer UV-Vis. Hasil penelitian dianalisis menggunakan One Way Anova dan Post hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok I dengan kelompok III, dan kelompok II dengan kelompok III (p<0,05), namun tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok I dengan kelompok II (p>0,05). Hasil tersebut menunjukkan whey extract susu kambing etawa dan CPP-ACP memiliki potensi remineralisasi yang sama. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh aplikasi whey extract susu kambing etawa terhadap kelarutan fosfat gigi desidui dalam perendaman minuman berkarbonasi. | Demineralization is a process of mineral lost from tooth enamel. Demineralization can occure due to contact between enamel tooth and acids contained in soft drinks. One of the soft drinks that is often consumed by children is carbonated beverages. Demineralization can prevent by remineralization proccess. Whey extract of etawa’s goat milk and calcium phosphopeptideamorphous calcium phophate (CPP-ACP) contains calcium and phosphate that can prevent the demineralization through remineralization process. The aim of this study was to determine the comparison of phosphate solubility of primary teeth that immersion in carbonated beverage after the application of whey extract of etawa’s goat milk and CPP-ACP. Type of the research was in vitro experimental laboratory with posttest-only control group design. The sampling was carried out using purposive sampling technique. The study carried out on 24 first maxillary inscisivus primary teeth which devided into 3 groups, the sample of group I immersed in whey extract of etawa’s goat milk, sample of group II immersed in CPP-ACP and sample of group III immersed in artificial saliva. Whey extract of etawa’s goat milk and CPP-ACP was applied 10 minutes every 12 hours for 14 days. The samples were soaked in carbonated beverage for 5 minutes. Phosphate solubility of the samples in carbonated beverage was measured using the Spectrophotometer Uv-Vis. The result were analysed using One Way Anova and Pos Hoc LSD. The result showed significant differences between group I and group III and between group II and group III (p<0,05), but there is not significant difference between group I and group II (p>0,05). These result showed that the whey extract of etawa’s goat milk and CPP-ACP have the same remineralization potensial. This study showed that there is an effect of the application whey extract of etawa’s goat milk on primary teeth phosphate solubility immersion in carbonated beverage. | |
| 31044 | 34381 | F1B114018 | PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA KARANGDUREN, KECAMATAN SOKARAJA, KABUPATEN BANYUMAS | Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program Pembangunan adalah satu dari wujud kepedulian yang dimiliki masyarakat terlaksanaannya pembangunan. Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap berhasil atau tidaknya suatu program pembangunan yang dilakukan dalam suatu wilayah. Partisipasi masyarakat perlu karena adanya program pemerintah yang dilakukan antara lain yaitu untuk masyarakat itu sendiri. Masyarakat seharusnya bersama-sama dengan pemerintah desa dalam memberikan perannya untuk meningkatkan dan mempermudah jalannya pelaksanaan program pembangunan. Metode Penelitian ini mengunakan jenis atau metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Model penelitian kualitatif ini biasanya digunakan dalam pengamatan dan penelitian sosial. Teori ini menggunakan Teori Cohen dan Uphoff yang dikutip oleh Sari (2011 : 61-63). Partisipasi di bagi menjadi empat (4) yaitu: Partisipasi dalam Pengambilan Keputusan, Partisipasi dalam Pelaksanaan, Partisipasi dalam Pengambilan Keputusan, Partisipasi dalam Evaluasi. Hasil Penelitian Menujukkan bahwa partisipasi masyarakat Desa Karangduren dalam pembangunan infrastruktur kurang atau rendah. Hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya antusias masyarakat untuk menghadiri rapat-rapat dalam perencanaan pembangunan, masih rendahnya masyarakat dalam menyampaikan ide dan gagasan dalam pelaksanaan pembangunan, masih kurangnya bentuk sumbangan barang atau peralatan dan bahan-bahan bangunan. Penyebab rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di Desa Karangduren, respon masyarakat yang kurang terhadap Program Pembangunan Infrastruktur Desa dan kurangnya sosialisasi. Keterlibatan masyarakat merupakan hal yang paling utama dan penting dalam mempercepat dan memperlancar jalannya proses pembangunan. Tanpa adanya keterlibatan masyarakat, maka kegiatan pembangunan tidak akan berjalan dengan baik. Kesimpulan dari penelitin ini yaitu: (a) Partisipasi dalam pengambilan keputusan di Desa Karangduren, masih tergolong kurang atau rendah karena dimana kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menghadiri rapat musyawarah atau pertemuan-pertemuan untuk membahas dan menghasilkan suatu program kegiatan pembangunan infrastruktur desa hanyalah beberapa orang perwakilan masyarakat saja; (b) Partisipasi dalam pelaksanaan di Desa Karangduren, juga masih rendah terutama kesadaran dan keterlibatan dari masyarakat karena dalam proses pelaksanaan pembangunan desa ada beberapa orang yang dipengaruhi atau sibuk dengan kepentingan masing-masing; (c) Partisipasi dalam pengambilan manfaat yang didalamnya kesadaran menjaga, merawat dan memelihara setiap hasil dari pembangunan desa yang sudah dilaksanakan juga masih rendah yang membuat hasil dari pembangunan infrastruktur desa mengalami kerusakan atau tidak terawatt; dan (d) Partisipasi masyarakat dalam evaluasi di Desa Karangduren, satu sering mengkritik pemerintah, karena penilaian masyarakat selama berjalannya kegiatan pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah kurang memberikan perhatian yang membuat semangat masyarakat menurun. | Community Participation in the Implementation of Development Programs is a manifestation of the community's concern for the implementation of development. Community participation is one of the factors that influence the success or failure of a development program carried out in an area. Community participation is necessary because of government programs carried out, among others, for the community itself. The community should work together with the village government in providing its role to improve and facilitate the implementation of development programs. Methods This research uses the type or method of qualitative research is descriptive. This qualitative research model is usually used in social observation and research. This theory uses the theory of Cohen and Uphoff quoted by Sari (2011: 61-63). Participation is divided into four (4) namely: Participation in Decision Making, Participation in Implementation, Participation in Decision Making, Participation in Evaluation. The results of the study show that the participation of the Karangduren Village community in infrastructure development is lacking or low. This is indicated by the low enthusiasm of the community to attend meetings in development planning, the low level of community in conveying ideas and ideas in the implementation of development, the lack of donations of goods or equipment and building materials. The causes of the low level of community participation in Karangduren Village, the lack of community response to the Village Infrastructure Development Program and lack of socialization. Community involvement is the most important and important thing in accelerating and expediting the development process. Without community involvement, development activities will not run well. The conclusions of this research are: (a) Participation in decision making in Karangduren Village, is still classified as lacking or low because of public awareness and concern in attending deliberation meetings or meetings to discuss and produce a program of village infrastructure development activities only a few representatives society only; (b) Participation in implementation in Karangduren Village is also still low, especially awareness and involvement from the community because in the process of implementing village development there are several people who are influenced or busy with their respective interests; (c) Participation in taking benefits in which awareness of maintaining, caring for and maintaining every result of village development that has been implemented is also still low which makes the results of village infrastructure development damaged or not maintained; and (d) Community participation in evaluations in Karangduren Village, one often criticizes the government, because the community's assessment during the implementation of development activities carried out by the government pays less attention to which makes people's morale decline. | |
| 31045 | 34382 | F2A018009 | Implementasi Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) Bagi Perkembangan UKM di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus di Kecamatan Kembaran) | Penelitian ini mengkaji mengenai Implementasi Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di Kabupaten Banyumas. Salah satu bentuk dari implementasi kebijakan yaitu terkait dengan implementasi kebijakan Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) bagi para pelaku usaha UKM Di Kabupaten Banyumas. UKM memiliki peran yang strategis dalam penyerapan tenaga kerja dan sumber daya pendapatan daerah maupun masyarakat lokal. Keberadaan UKM juga menjadi salah satu sumber pendapatan daerah. Namun demikian dalam kenyataannya, banyak UKM yang memiliki kendala dalam menjalankan usahanya. Kendala atau permasalahan yang dihadapi oleh UKM pada umumnya adalah berkaitan dengan permodalan, pemasaran serta manajemen yang kurang profesional. Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ini bertujuan untuk mewujudkan pemberian kepastian hukum dan perlindungan hukum Hak atas Tanah masyarakat berlandaskan asas sederhana, cepat, lancar, aman, adil, merata dan terbuka serta akuntabel, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dan ekonomi negara, serta mengurangi dan mencegah sengketa dan konflik pertanahan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian ini mengacu pada aspek komunikasi dimana proses komunikasi sudah berjalan dengan baik melalui pengembangan aspek komunikasi yang meliputi kepastian informasi dan konsistensi informasi dalam pelaksanaan program PTSL., aspek sumberdaya dimana para pelaksana sudah menjalankan tugas sesuai dangan fungsi dan tanggungjawab., aspek sikap para pelaksana kebijakan sudah mampu memberikan layanan yang baik kepada masyarakat yang mengajukan pendaftaran PTSL dan aspek struktur birokrasi dalam implementasi program pendaftaran tanah sistematik. Selain itu dalam penelitian ini juga mengakaji mengenai seberapa jauh efektivitas program dan berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program pendaftaran tanah sistematik di Kabupaten Banyumas | This study examines the implementation of the Complete Systematic Land Registration Program (PTSL) for the development of SMEs in Banyumas Regency (Case Study in Kembaran District). One form of policy implementation is related to the implementation of the Complete Systematic Land Registration Program (PTSL) for the development of SMEs in Banyumas Regency. One of the potentials in each region is the existence of Small and Medium Enterprises (UKM). SMEs have a strategic role in absorbing labor and income resources for local and local communities. The existence of UKM is also a source of regional income. However, in reality, many SMEs have problems in running their business. Constraints or problems faced by SMEs in general are related to less professional capital, marketing and management. This Complete Systematic Land Registration Program aims to realize the provision of legal certainty and legal protection of community land rights based on the principles of simple, fast, smooth, safe, fair, equitable and open and accountable, so as to improve the welfare and prosperity of society and the state economy, and reduce and prevent land disputes and conflicts. The research method used in this research is a qualitative method. Data collection was carried out by in-depth interviews, observation and documentation. The data analysis method used is an interactive analysis model. The results of this study refer to aspects of communication, aspects of resources, aspects of attitudes and aspects of bureaucratic structure in the implementation of a systematic land registration program. In addition, this research also examines the extent of program effectiveness and the various factors that influence the implementation of the systematic land registration program in Banyumas Regency. | |
| 31046 | 37802 | A1D018067 | PENGARUH APLIKASI FERMENTASI KASGOT DAN DOSIS PUPUK SP-36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG UNGU (Zea mays) DI TANAH ULTISOL | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh fermentasi kasgot dan dosis pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil jagung ungu di tanah ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Screenhouse Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Desa Bojongsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas pada bulan Februari 2022-Juli 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya berupa fermentasi kasgot dengan 3 taraf, yaitu kasgot tanpa fermentasi, kasgot dengan fermentasi EM4, dan kasgot dengan fermentasi Trichoderma sp; serta perlakuan dosis pupuk SP-36 dengan 3 taraf, yaitu 50 kg/ha, 75 kg/ha, dan 100 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi kasgot berpengaruh terhadap bobot tanaman segar, bobot biji segar per tongkol, dan bobot biji kering per tongkol. Fermentasi kasgot menggunakan EM4 meningkatkan bobot tanaman segar sebesar 9,03% dan bobot basah biji per tongkol sebesar 27,56%, sedangkan fermentasi kasgot menggunakan Trichoderma sp meningkatkan bobot kering biji per tongkol sebesar 29,13% dibandingkan kasgot tanpa fermentasi. Pupuk SP-36 berpengaruh terhadap diameter tongkol dengan kelobot dan serapan P jaringan tanaman. Dosis 50 kg/ha meningkatkan diameter tongkol dengan kelobot sebesar 6,58% dan serapan P jaringan tanaman sebesar 23,03% dibandingkan dosis 100 kg/ha. Terdapat interaksi antara kasgot yang difermentasi dengan EM4 dan dosis pupuk SP-36 sebesar 50 kg/ha meningkatkan bobot tanaman kering sebesar 36,98% dibandingkan kasgot tanpa fermentasi dan dosis pupuk SP-36 sebesar 100 kg/ha. | The purpose of this research was to determine the effect of kasgot fermentations and dose SP-36 fertilizers on growth and yield purple corn in ultisol soil. The research was carried out in the Screenhouse Food and Horticulture Corps Seed Hall, Bojongsari Village, Kembaran District, Banyumas Regency, from February 2022 to July 2022. Experiment used Randomized Block Design (RBD) with 2 treatments and 3 replications. The treatments was fermentation kasgot with 3 levells, namely kasgot without fermentation, fermentation kasgot with EM4, fermentation kasgot with Trichoderma sp.; and treatments dose SP-36 fertilizer with 3 levells, namely 50 kg/ha, 75 kg/ha, 100 kg/ha. The result showed that fermentation kasgot effect in wet plant weight, wet seeds weight by corncob, dry seeds weight by corncob. Fermentation kasgot with EM4 increased wet plant weigth to 9,03% and wet seeds weight by corncob to 27,56%, while fermentation kasgot with Trichoderma sp. increased dry seeds weight by corncob to 29,13% than kasgot without fermentation. SP-36 fertilizers effect in diameter corncob with husks and P absorption in plant. Dose 50 kg/ha increased diameter corncob with husks to 6,58% and P absorption in plant to 23,03% than dose 100 kg/ha. There is interaction kasgot which fermentation with EM4 and dose SP-36 fertilizers by 50 kg/ha increased dry plant weight to 36,98% than kasgot without fermentation and dose SP-36 fertilizers by 100 kg/ha. | |
| 31047 | 34385 | E1A017257 | PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN SEORANG DOKTER TERHADAP PASIEN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BANDA ACEH (Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Agung Nomor 2921 K/Pdt/2018) | Dalam pandangan hukum perdata, hubungan dokter dengan pasien menimbulkan hak dan kewajiban. Dokter yang melakukan perbuatan melawan hukum dalam melaksanakan kewajibannya dapat dipertanggungjawabkan secara perdata. Penelitian ini mengkaji mengenai pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir unsur-unsur perbuatan melawan hukum dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 2921 K/Pdt/2018 dan pertimbangan hukum hakim dalam menentukan besaran kerugian dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 2921 K/Pdt/2018. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, spesifikasi penelitian preskriptif, sumber data sekunder dengan metode penyajian dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis, metode analisis data yang digunakan normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim menentukan bahwa Tergugat I telah melakukan perbuatan melawan hukum tanpa mengkualifisir unsur mana yang dilanggar. Menurut penulis, perbuatan Tergugat I yang telah lalai dalam melaksanakan tugasnya dengan tidak hadir pada saat piket jaga merupakan melanggar hak subyektif orang lain. Perbuatan Tergugat I tersebut juga bertentangan dengan kewajiban hukum si pembuat yaitu dengan tidak memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar prosedur operasional. Dengan tidak hadirnya Tergugat I pada saat piket jaga merupakan perbuatan yang sangat merugikan orang lain berupa hilangnya nyawa tanpa kepentingan yang layak sehingga bertentangan dengan kepatutan yang harus diindahkan dalam pergaulan masyarakat mengenai diri atau barang orang lain. Terkait pertanggungjawaban Tergugat, yang bertanggung jawab adalah Tergugat I (Dokter) atas dasar Pasal 1365 KUHPerdata, Tergugat II (Rumah Sakit) dan Tergugat III (Dokter) atas dasar Pasal 1367 ayat (3) KUHPerdata. Besarnya ganti rugi ialah Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) yang harus dibayarkan secara tanggung renteng dengan porsi tanggung jawab masing-masing Tergugat I sebesar 70%, Tergugat II sebesar 15%, dan Tergugat III sebesar 15% dari total pembayaran ganti rugi. | In the view of civil law, the doctor-patient relationship creates rights and obligations. Doctors who commit acts against the law in carrying out their obligations can be held civilly responsible. This study examines the judge's legal considerations in qualifying the elements of unlawful acts in the Supreme Court's Decision Number 2921 K/Pdt/2018 and the judge's legal considerations in determining the amount of loss in the Supreme Court's Decision Number 2921 K/Pdt/2018. This study uses a normative juridical research method with a statutory approach and a case approach, prescriptive research specifications, secondary data sources with a presentation method in the form of narrative text and arranged systematically, the data analysis method used is normative qualitative. The results showed that the panel of judges determined that Defendant I had committed an unlawful act without qualifying which element was violated. According to the author, the act of Defendant I who had been negligent in carrying out his duties by not being present at the time of picket guard was a violation of the subjective rights of others. The actions of Defendant I also contradicted the legal obligations of the maker, namely by not providing medical services in accordance with standard operating procedures. The absence of Defendant I at the time of picket guard is an act that is very detrimental to others in the form of loss of life without proper interest so that it is contrary to propriety that must be respected in public relations regarding oneself or other people's goods. Regarding the accountability of the Defendants, those responsible are Defendant I (Doctor) on the basis of Article 1365 of the Civil Code, Defendant II (Hospital) and Defendant III (Doctor) on the basis of Article 1367 paragraph (3) of the Civil Code. The amount of compensation is Rp. 500,000,000 (five hundred million rupiah) which must be paid jointly and severally with the responsibility portion of each Defendant I of 70%, Defendant II of 15%, and Defendant III of 15% of the total compensation payment. | |
| 31048 | 34386 | I1D017049 | Daya Terima dan Viskositas Formula Enteral Berbasis Pangan Lokal Sebagai Terapi Gizi Malnutrisi | Latar Belakang: Labu kuning, ubi jalar ungu, ikan lele dan tempe kedelai memiliki kandungan gizi dan komponen yang bermanfaat untuk kesehatan. Bahan-bahan tersebut yang dijadikan formula enteral diharapkan dapat dijadikan sebagai potensi terapi gizi untuk malnutrisi (gizi kurang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hedonik, mutu hedonik, viskositas yang terdapat pada formula enteral berbahan pangan lokal Metodologi: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan yaitu L1, L2, L3 dan L4 dengan perbandingan tepung ikan lele dan tepung tempe kedelai secara berurutan 19 : 31, 21 : 29, 23 : 27, 25 : 25. Analisis data menggunakan OneWay Anova dan Friedman yang diikuti oleh tes DMRT serta formula terbaik ditentukan menggunakan Indeks Efektivitas DeGarmo. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata (p<0,05) terhadap viskositas dan uji mutu hedonik pada parameter warna dan kekentalan serta uji hedonik pada parameter rasa dan aroma. Sedangkan tidak terdapat pengaruh nyata (p>0,05) terhadap uji mutu hedonik pada parameter rasa dan aroma dan uji hedonic pada parameter warna dan kekentalan. Hasil rata-rata tertinggi pada uji hedonik dan mutu hedonik terdapat pada formula enteral L1. Kesimpulan: Panelis paling menyukai formula enteral L1 dengan proporsi tepung ikan lele dan tepung tempe kedelai dengan proporsi 19:31. Semakin banyak proporsi penambahan tepung ikan lele semakin tinggi viskositas formula enteral. Kata Kunci: Formula enteral, Labu Kuning, Ubi Jalar Ungu, Ikan Lele, Tempe Kedelai, Malnutrisi | Background: Yellow pumpkin, purple sweet potato, catfish and soybean tempe have nutrient content and useful component for health. Those foods are used as enteral formulas which expected could be the potential nutritional therapy for malnutrition (undernutrition). This study aims to determine hedonic, hedonic quality, the viscocity of enteral formula made from local foods Method: This study used a randomized block design consist of four treatments, there are L1, L2, L3 and L4 with the proportion of catfish and soybean tempe sequentially 19 : 31, 21 : 29, 23 : 27, 25 : 25. Data analysis used OneWay Anova and Friedman test followed by DMRT test. Determination of the best formula was determined by using the effectiveness index method De Garmo.. Result: The results showed that there are significant effect (p<0,05) of viscocity and quality hedonic test on color and texture and also in hedonic test on taste and aroma. Meanwhile, there are no significant effect (p>0,05) of quality hedonic test on taste and aroma and also in hedonic test on color and texture. The highest average results in the hedonic test, hedonic quality and viscocity were found in the L1 enteral formula. Conclusion: Panelists most liked the L1 enteral formula with the proportion 19 : 31. The higher the proportion of catfish, the higher the viscosity of the enteral formula. Key Words: Enteral formula, yellow pumpkin, purple sweet potato, catfish, soybean tempe, malnutrition | |
| 31049 | 34387 | H1F014023 | GEOLOGI DAN DIAGENESA SISIPAN GRENZBANK BERDASARKAN KARAKTERISTIK GEOKIMIA, DAERAH SANGIRAN, KECAMATAN KALIJAMBE, KABUPATEN SRAGEN, JAWA TENGAH | Sangiran merupakan salah satu situs prasejarah di Pulau Jawa. Pada masa lampau Sangiran merupakan sebuah lingkungan laut yang lama-kelamaan berubah menjadi lingkungan darat dan membentuk sebuah kubah. Kubah Sangiran kemudian tererosi di bagian puncaknya, sehingga membentuk cekungan dengan topografi perbukitan bergelombang. Hal tersebut menyebabkan tersingkapnya lapisan batuan sedimen yang menyimpan sejarah perubahan lingkungan yang terjadi di Sangiran pada kala itu. Penelitian kali ini membahas tentang salah satu lapisan batuan yang terdapat di Sangiran yaitu Sisipan Grenzbank yang berada di daerah Sangiran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian, mengetahui diagenesa pembentukan Sisipan Grenzbank, serta mengetahui karakteristik geokimia dari Sisipan Grenzbak berdasarkan analisis geokimia dengan metode XRF. Metode penelitian yang digunakan yaitu pemetaan kondisi geologi daerah penelitian secara umum, analisis petrografi, serta analisis geokimia menggunakan metode XRF. Geologi daerah penelitian tersusun atas satuan geomorfologi berupa perbukitan struktural dome, dengan litologi batuan penyusunnya berupa batulempung kebiruan, batulempung hitam, batupasir sisipan tuff, dan breksi laharik. Struktur geologi yang terdapat pada daerah penilitian yaitu struktur kubah. Dari hasil pengamatan dilapangan, diketahui bahwa litologi Grenzbank merupakan batuan konglomerat. Pengamatan petrografi yang dilakukan pada sampel litologi Grenzbank mendapatkan hasil yaitu konglomerat dengan sifat karbonat yang tinggi. Hasil analisis XRF, terdapat unsur seperti Al, Si, Ca, K, dan Fe, dan berdasarkan korelasi data litologi serta struktur sedimen menunjukkan bahwa sisipan Grenzbank terbentuk pada lingkungan fluvial. Berdasarkan data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa Grenzbank merupakan sisipan batuan dengan litologi konglomerat bersifat karbonatan yang terbentuk di lingkungan fluvial. | Sangiran is one of the prehistoric sites on Java Island. In the past, Sangiran constituted a marine environment that soon transformed into a land environment and formed a dome. The Sangiran dome is then eroded at its peak, thus forming a basin with a corrugated hill topography. This led to the uncovering of sedimentary rock layers that preserved the history of environmental changes that occurred in Sangiran at that time. This research discusses about one of the rock layers contained in Sangiran namely Grenzbank Insert which is in Sangiran area, Kalijambe Subdistrict, Sragen Regency, Central Java. The purpose of this study is to know the geological conditions of the research area, the diagenesis of the Grenzbank Insert formation, and to know the geochemical characteristics of the Grenzbak Insert based on geochemical analysis by the XRF method. The research methods used are geological conditions mapping on the research areas in general, petrographic analysis, as well as geochemical analysis using the XRF method. The geology of the research area is composed over geomorphological units in the form of structural hills of dome, with bluish claystone, black claystone, tuff insert sandstone, and lava breccias. The geological structure contained on the research area is the dome structure. From the results of the observations, it is known that Grenzbank's lithology is a conglomerate rock. Petrographic observations on Grenzbank lithological samples shows conglomerates with high carbonate properties. The results of XRF analysis shows that there are elements such as Al, Si, Ca, K, and Fe, and the correlation of lithology and sediment structure shows that the Grenzbank was formed in a fluvial environment. Based on these data, it can be concluded that the Grenzbank is a non continuous layer with carbonate conglomerate lithology and formed in a fluvial environment. | |
| 31050 | 34388 | G1A015068 | Tingkat kecemasan akademik mahasiswa retaker preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soedirman Purwokerto tahun 2021 | Latar Belakang : Kecemasan merupakan masalah umum yang dialami semua orang dan dapat timbul dari keadaan nyata ataupun dibayangkan. Kecemasan akdemik disebabkan oleh berapa hal seperti masa studi yang terus berkurang dan dibatasi oleh aturan akademik, merasa terbebani dengan materi yang cukup kompleks, kurangnya kesiapaan dalam menghadapi ujian. Dengan penelitiaan ini diharapkan mendapatkan gambaran tingkat kecemasan mahasiswa retaker preklinik Fakultas Kedokteran Unsoed. Hasil tersebut diharapkan dapat berguna bagi kelancaran proses akademik mahasiswa preklinik.blok dan ujian lainnya Tujuan : Mengetahui tingkat kecemasan dalam bidang akademik mahasiswa retaker preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman pada tahun 2021. Metode : Jenis rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan dalam satu bulan. Selain dengan pendekatan deskriptif penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara singkat kepada subyek penelitian tentang kecemasan akademik. Hasil : Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengisian kuisioner HRS-A pada mahasiswa retaker preklinik FK UNSOED pada tahun 2021 menempatkan cemas sangat berat sebagai angka presentase tertinggi dengan hasil 53,3 % diikuti cemas sedang dengan hasil 26,6 % kemudian cemas ringan 10 % kemudian tidak cemas 6,6 % dan cemas berat 3,3 %. Hal tersebut menandakan bahwa permasalahan akademik yang dihadapi oleh mahasiswa retaker preklinik FK UNSOED menyebabkan kecemasan yang cukup tinggi. Kesimpulan : Permasalahan akademik yang dihadapi oleh mahasiswa retaker preklinik FK UNSOED menyebabkan kecemasan yang cukup tinggi. Mahasiswa retaker preklinik memiliki beberapa permasalahan akademik yang menyebabkan kecemasan seperti kurangnya komunikasi dengan dosen pembimbing pada saat pengerjaan skripsi, sulit menyesuaikan dengan peraturan akademik yang sering berubah dan kurangnya motivasi dalam mengerjakan skripsi | Background: Anxiety is a common problem experienced by everyone and can arise from real or imagined situations. Academic anxiety is caused by a number of things, such as the study period that continues to decrease and is limited by academic rules, feeling burdened with fairly complex material, lack of readiness to face exams. With this research, it is expected to get a picture of the anxiety level of preclinical cracker students of the Unsoed Medical Faculty. These results are expected to be useful for the smooth academic process of preclinical students. Blok and other exams Objective: To determine the level of anxiety in the academic field of preclinical cracker students at the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University in 2021. Methods: The type of research design used in this study was quantitative with a quantitative approach. descriptive. The research will be carried out in approximately one month. In addition to the descriptive approach, this study also uses a qualitative approach through short interviews with research subjects about academic anxiety. Results: Based on the results obtained from filling out the HRS-A questionnaire for FK UNSOED preclinical cracker students in 2021, placing very severe anxiety as the highest percentage number with 53.3% results followed by moderate anxiety with 26.6% results then mild anxiety 10% then no anxiety 6,6% and severe anxiety 3.3%. This indicates that the academic problems faced by preclinical students of FK UNSOED cause quite high anxiety. Conclusion: The academic problems faced by the preclinical students of FK UNSOED caused quite a high level of anxiety. Preclinical cracker students have several academic problems that cause anxiety such as lack of communication with supervisors during thesis work, difficulty adjusting to academic regulations that often change and lack of motivation in working on thesis | |
| 31051 | 34389 | H1A017026 | ANALISIS KINERJA LAYANAN VIDEO STREAMING PADA WEBSITE VIDIO.COM MENGGUNAKAN PARAMETER QoS (QUALITY OF SERVICE) DENGAN JARINGAN Wi-Fi DAN SELULER | Gaya hidup masyarakat dalam menonton televisi telah mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang. Pada zaman sekarang memungkinkan dapat menonton televisi dimanapun dan kapanpun dengan gadget menggunakan aplikasi yang menyediakan jasa video live streaming. Video Streaming merupakan sebuah teknologi yang berfungsi dalam menampilkan file (video maupun audio) baik secara langsung ataupun pre-record yang disimpan dalam mesin server. Aplikasi layanan streaming dibagi menjadi dua, yaitu on-demand dan live video streaming. Salah satu aplikasi yang menyediakan kedua layanan streaming yaitu video.com. Vidio.com merupakan penyedia layanan video streaming berbasis live streaming dan Video-on-Demand (VoD) yang dapat diakses menggunakan desktop, mobile browser dan aplikasi pada mobile device. Dalam menjalankan aplikasi-aplikasi yang bersifat delay-sensitive seperti video streaming dibutuhkan alokasi bandwidth yang tepat. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan pengukuran kualitas layanan video streaming pada website vidio.com dalam suatu jaringan seluler dan Wi-Fi menggunakan parameter Quality of Service (QoS) yaitu throughput, delay, packet loss, jitter dan frame rate dengan standar TIPHON. Pada pengujian ini menghasilkan nilai rata-rata parameter QoS menggunakan jaringan Wi-Fi dengan throughput sebesar 48,88%, delay sebesar 9,9 ms, jitter sebesar 9,992 ms, packet loss sebesar 0,01%, dan frame rate sebesar 108,4 fps. Kemudian untuk nilai rata-rata parameter QoS menggunakan jaringan seluler Telkomsel yaitu dengan throughput sebesar 47,37%, delay sebesar 11,74 ms, jitter sebesar 11,84 ms, packet loss sebesar 0,8%, dan frame rate sebesar 94,46 fps. Secara keseluruhan, nilai pada setiap parameter QoS untuk kedua jaringan tersebut dapat dinyatakan layak karena semua nilai parameternya sesuai dengan standar TIPHON. | People's lifestyle in watching television has changed along with the development of developing information and communication technology. Nowadays, it is possible to watch television anywhere and anytime with a gadget using an application that provides live streaming video services. Video Streaming is a technology that functions in displaying files (video and audio) both directly and pre-recorded that are stored on the server machine. Streaming service applications are divided into two, namely on-demand and live video streaming. One application that provides both streaming service is video.com. Vidio.com is a video streaming service provider based on live streaming and Video-on-Demand (VoD) that can be accessed using a desktop, mobile browser and applications on mobile devices. In running applications that are delay-sensitive such as video streaming that requires proper bandwidth allocation. Therefore, in this study, measurement of the quality of streaming video services on the vidio.com website in a cellular and Wi-Fi network uses Quality of Service (QoS) parameters, namely throughput, delay, packet loss, jitter and frame rate with the TIPHON standard. In this test, the average value of QoS parameters using a Wi-Fi network with a throughput is 48.88%, delay is 9.9 ms, jitter is 9.992 ms, packet loss is 0.01%, and frame rate is 108.4 fps. Then for the average value of QoS parameters using the Telkomsel's cellular network, namely with throughput is 47.37%, delay is 11.74 ms, jitter is 11.84 ms, packet loss is 0.8%, and frame rate is 94.46 fps. Overall, the value of each QoS parameter for the two networks can be declared feasible because all the parameter values are in accordance with the TIPHON standard. | |
| 31052 | 43897 | D1A020089 | PENGARUH SUPLEMENTASI VITAMIN A DAN MAGNESIUM TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING DOMBA YANG DIBERI PAKAN KONSENTRAT TINGGI | Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh suplementasi vitamin A dan magnesium dalam pakan domba terhadap kualitas fisik daging domba. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 18 ekor domba jantan lokal berumur 7-8 bulan dengan bobot badan awal rata-rata 20,24 ± 2,54 kg. Pakan yang digunakan yaitu terdiri dari jerami padi amoniasi dan konsentrat dengan rasio 25:75 serta tiga formula pakan dengan suplementasi vitamin A dan magnesium. Metode penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P1= jerami padi amoniasi+konsentrat, P2= jerami padi amoniasi + konsentrat + vitamin A, dan P3= jerami padi amoniasi + konsentrat +vitamin A +magnesium. Variabel yang diukur adalah pH, susut masak, keempukan dan daya ikat air bagian musculus biceps femoris. Hasil uji anava menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata terhadap pH, susut masak dan daya ikat air, namun tidak berpengaruh nyata terhadap keempukan daging. Suplementasi vitamin A dan magnesium mampu meningkatkan pH, susut masak dan daya ikat air. | Research has been conducted to determine the effect of vitamin A and magnesium supplementation in sheep feed on the physical quality of sheep meat. The material used in the research was 18 local rams aged 7-8 months with an average initial body weight of 20.24 ± 2.54 kg. The feed used consists of ammoniated rice straw and concentrate with a ratio of 25:75 as well as three feed formulas with vitamin A and magnesium supplementation. The research method was carried out using a Randomized Block Design (RAK) with 3 treatments and 6 replications. The treatments given were P1 = ammoniated rice straw + concentrate, P2 = ammoniated rice straw + concentrate + vitamin A, and P3 = ammoniated rice straw + concentrate + vitamin A + magnesium. The variables measured were pH, cooking loss, tenderness and water holding capacity of the biceps femoris muscle. The results of the ANOVA test showed that the treatment had a significant effect on pH, cooking loss and water holding capacity, but had no significant effect on meat tenderness. Vitamin A and magnesium supplementation can increase pH, cooking loss and water holding capacity. | |
| 31053 | 34390 | E1A017150 | PEMBATALAN MEREK TERDAFTAR YANG MEMILIKI PERSAMAAN DENGAN MEREK TERKENAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN NOMOR 42/PDT.SUS-MEREK/2019/PN.NIAGA.JKT.PST | Penelitian ini didasari oleh permasalahan dalam hal pembatalan merek yang sudah terdaftar terkait dengan adanya peniruan merek yang menggunakan merek terkenal yang sudah sah dimiliki oleh pihak lain, seperti kasus antara seorang pengusaha lokal Handy Wijaya dengan Honda Motor Company Ltd. dalam Putusan Nomor 42/PDT.SUS-MEREK/2019/PN.NIAGA.JKT.PST. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji dan menganalisis mengenai pembatalan merek yang meniru merek terkenal dalam perkara a quo. Metode penelitian ini menggunakan yuridis normatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kasus atau case approach dan pendekatan undang-undang statute approach. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang terkumpul akan dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan simpulan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Niaga dalam perkara tersebut telah sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a, ayat (2) huruf a, dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Merek milik Tergugat terbukti memiliki persamaan dengan Merek Penggugat, telah menggunakan nama merek terkenal milik Penggugat, sehingga secara tidak langsung membuktikan bahwa Tergugat memiliki iktikad tidak baik dalam mendaftarkan Merek. | This research is based on problems in terms of registered research related to the existence of a brand that uses a well-known brand that is legally owned by another party, such as the case between a local entrepreneur Handy Wijaya and Honda Motor Company Ltd. in Decision Number 42/PDT. SUS-BRAND/2019/PN.NIAGA.JKT.PST. This study aims to examine and analyze the well-known brands in the a quo case. This research is a normative juridical research. This study uses a case approach or a case approach and a law approach to the law approach. Sources of data used are secondary data obtained from literature studies in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. The collected data will be analyzed in a qualitative normative manner. The results of this study conclude that the Panel of Judges of the Commercial Court in this case has complied with the provisions in Article 21 paragraph (1) letter a, paragraph (2) letter a, and paragraph (3) of Law Number 20 of 2016 concerning Geographical Marks and Indications. . The Defendant's Mark is proven to have similarities with the Plaintiff's Mark, has used the Plaintiff's well-known brand name, thus indirectly proving that the Defendant has bad faith in registering the Mark. | |
| 31054 | 34391 | H1F014048 | PEMETAAN GEOLOGI DAERAH KASINOMAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN KALIBENING KABUPATEN BANJARNEGARA PROVINSI JAWA TENGAH | Indonesia merupakan negara kepulauan yang termasuk kedalam “Ring of Fire”. Hal ini disebabkan karena Indonesia yang secara tektonik dihasilkan dari aktivitas tiga lempeng besar berupa lempeng Eurasia (relatif pasif), lempeng Hindia-Australia yang bergerak relatif kearah utara dan menunjam kebawah lempeng Eurasia sehingga menghasilkan suatu jalur subduksi, serta lempeng pasifik yang bergerak relatif kearah barat. Akibatnya Indonesia memiliki tatanan tektonik yang komplek dari arah zona tumbukan yaitu Fore arc, Volcanic arc dan Back arc. Tumbukan antar lempeng yang disebabkan oleh arus konveksi menyebabkan terbentuknya palung pada tepi lempeng Benua. Adapun tujuan yang ingin diperoleh dari kegiatan penelitian ini antara lain sebagai berikut, Menjelaskan secara komprehensif kondisi geologi yang meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, dan sejarah geologi pada daerah penelitian. Lokasi penelitian berada di daerah kasinoman dan sekitarnya, kecamatan kalibening kabupaten banjarnegara Jawa tengah. Asmoro, dkk (2014) meneliti daerah Gunung Pawinihan dan menjelaskan bahwa secara regional satuan batuan pada daerah tersebut termasuk dalam kelompok batuan Gunung Api Jembangan. Satuan ini terdiri dari breksi dengan fragmen dominan berupa material andesit berukuran kerikil hingga bongkah. Bongkah berupa material volkanik dengan struktur kerak roti dan pecahan batuan lava. Bongkah-bongkah volkanik ini menunjukkan bentuk butir yang menyudut tanggung dan beberapa agak membulat. Dijumpai pula fragmen batupasir sedang, fragmen batulempung, yang berukuran kerakal. Matrik breksi berupa batupasir sedang hingga kasar dan tuf. Di daerah penelitian satuan breksi volkanik ini berkembang di bagian barat daerah penelitian membentuk perbukitan memanjang dengan pola kontur rapat. Berdasarkan survey lapangan, maka batasan masalah dari penelitian ini meliputi kondisi geologi daerah penelitian. Analisis yang dilakukan yaitu dengan analisis petrologi batuan secara megaskopis dan mikroskopis. | Indonesia is an island nation belonging to the "Ring of Fire". This is due to Indonesia which tectonically results from the activity of three large plates in the form of Eurasian plates (relatively passive), the relatively northward-moving Indian-Australian plate and borrowing down the Eurasian plate resulting in a subduction pathway, as well as pacific plates moving relatively westwards. As a result, Indonesia has a tectonic order complex from the direction of collision zones namely Fore arc, Volcanic arc and Back arc. The collision between plates caused by convection currents causes the formation of troughs on the edges of the Continental plate. As for the purposes that want to be obtained from these research activities among others as follows, comprehensively explain geological conditions covering geomorphology, stratigraphy, geological structure, and geological history on research areas. The research location is in the casinoman and surrounding areas, the calybening subdistrict of central Java banjarnegara district. Asmoro, et al (2014) researches the Mount Pawinihan area and explains that regionally the rock units of the area belong to the Jembangan Volcano rock group. The unit consists of breccia with the dominant fragment being a gravel-sized andesite material up to a boulder. The bench is in volcanic material with a crust structure of bread and fragments of lava rock. These volcanic bogs show the form of the grain that corners the responsibility and some are somewhat rounded. It was also encountered a moderate sandstone fragment, a fragment of claystone, which was crustal in size. The breccia matrix is of moderate to coarse sandstone and tuff. In research areas this volcanic breccia unit developed in the western part of the research area forming elongated hills with a tight contour pattern. Based on field surveys, hence the problem limitations of these studies include the geological conditions of the research area. The analysis undertaken is by megascopic and microscopic analysis of rock petrology. | |
| 31055 | 34392 | E1A016214 | PENJATUHAN PIDANA TERHADAP JUSTICE COLLABORATOR DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI ( studi kasus Putusan Nomor : 28/Pid.sus-Tpk/2020/PN.Jkt.pst ) | Korupsi sebagai kejahatan yang menimbulkan dampak terhadap banyak orang adalah fenomena kejahatan sosial yang sangat sulit diberantas hal ini dikarenakan korupsi kejahatan yang sangat terstruktur,melibatkan banyak pelaku, serta dilakukan oleh seorang yang memiliki wewenang tertentu sehingga diperlukan banyak pihak yang terlibat untuk mengungkap suatu kasus tndak pidana korupsi. Tindak pidana korupsi dalam perkembangannya muncul sebuah istilah yang disebut justice collaborator yang berarti saksi pelaku yang bekerjasama dalam proses persidangan tindak pidana korupsi guna ikut membantu hakim mengungkap tindak pidan korupsi, pengaturan tentang justice collaborator terdapat dalam Surat Edaran Mahkamah Agung ( SEMA ) Nomor 4 Tahun 2011 tentang perlakuan bagi pelapor tindak pidana ( whistle blower ) dan saksi pelaku yang bekerja sama ( justice collaborator ) didalam tindak pidana tertentu. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi preskriptif analitis, sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder, data yang terkumpul disajikan dengan uraian yang sistematis dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil peneltian dan pembahasan didapati bahwa hanya orang tertentu yang dapat menjadi justice collaborator, didalam SEMA Nomor 4 Tahun 2011 disebutkan syarat menjadi justice collaborator adalah orang tersebut bukan merupakan pelaku utama dalam kasus tindak pidana korupsi dan yang dapat menentukan seseorang dapat mejadi justice collaborator adalah hakim. Justice collaborator setelah membantu hakim untuk menguat suatu tindak pidana korupsi akan mendapatkan “hadiah” berupa pemotongan atau peringanan hukuman pidana. | Corruption as a crime that causes an impact on many people is a phenomenon of social crime that is very difficult to eradicate, because corruption crime is very structured, involving many persons, and carried out by someone who has certain authority so that it takes many parties involved to uncover a case of criminal corruption. in crime of corruption in its development appears a term called justice collaborator which means the witness of the suspect who to help the judge uncover the act of corruption, the arrangement of justice collaborator is contained in the Supreme Court Circular Letter (SEMA) Number 4 of 2011 concerning the treatment of whistle blower and witness suspect who cooperate (justice collaborator). This research uses normative juridical approach methods, with analytical prescriptive specifications, data sources used primary data and secondary data, collected data presented with systematic descriptions and qualitative analysis methods. Based on the results of research and discussion it was found that only certain people can become justice collaborators, in SEMA Number 4 of 2011 mentioned, to become a justice collaborator is that the person is not the main suspect in the case of corruption and who can determine a person can be a justice collaborator is a judge. Justice collaborator after helping the judge will get a "reward" in the form of cuts or commemoration of criminal penalties. | |
| 31056 | 34394 | F1B114044 | PENGARUH KEMAMPUAN DAN DISIPLIN KERJA APARATUR PEMERINTAH DESA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DI DESA TAMBAKSARI KIDUL KECAMATAN KEMBARAN | Pandemi Covid-19 yang melanda mulai 2020 juga menyebar di Kabupaten Banyumas. Penanganan pandemi Covid-19 diselenggarakan di semua wilayah di Indonesia, terutama di pedesaan dibantu oleh pemerintah desa. Penelitian inii untuk mengetahui pengaruh pengaruh kemampuan dan disiplin kerja aparatur pemerintah desa terhadap kualitas pelayanan penanganan pandemi Covid-19 di Desa Tambaksari Kidul Kecamatan Kembaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan 98 orang penduduk Desa Tambaksari sebagai objek penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi Kendall’s Tau-c, koefisien Konkordansi Kendall W dan regresi ordinal. Hasil penelitian menemukan variabel kemampuan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan karena memiliki nilai chi square hitung (59,964) lebih besar dari chi-square tabel (4,605). Variabel disiplin kerja berpengaruh terhadap kualitas pelayanan karena memiliki nilai chi square hitung (29,897) lebih besar dari chi-square tabel (4,605). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh terhadap kualitas pelayanan karena memiliki nilai chi square hitung (44,722) lebih besar dari chi-square tabel (4,605). Sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan kerja dan disiplin kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelayanan penanganan pandemi Covid-19 di Desa Tambaksari Kidul Kecamatan Kembaran | The Covid-19 pandemic that began in 2020 also spread in Banyumas Regency. The handling of the Covid-19 pandemic is carried out in all regions in Indonesia, especially in rural areas assisted by the village government. This study aims to determine the effect of the ability and work discipline of village government officials on the quality of services for handling the Covid-19 pandemic in Tambaksari Kidul Village, Kembaran District. This research is a quantitative research. This study used 98 residents of Tambaksari Village as the object of research. Data analysis in this study used Kendall's Tau-c correlation, Kendall W Concordance coefficient and ordinal regression. The results of the study found that the ability variable had an effect on service quality because it had a calculated chi-square value (59,964) which was greater than the chi-square table (4,605). The work discipline variable has an effect on service quality because it has a chi-square value (29.897) which is greater than the chi-square table (4.605). Simultaneously, the two variables affect the quality of service because it has a calculated chi-square value (44.722) which is greater than the chi-square table (4.605). So it can be said that work ability and work discipline have a significant effect on the quality of services for handling the Covid-19 pandemic in Tambaksari Kidul Village, Kembaran District. | |
| 31057 | 34395 | B3A018006 | Superoxide dismutase (SOD) activity of Ceriops zippeliana Blume in Segara Anakan Cilacap under heavy metal accumulation | Ceriops zippeliana Blume is a true mangrove species that occupies habitats exposed to environmental stress, such as salinity and heavy metal contamination, which is the case in Segara Anakan Cilacap, Central Java. Both salinity and heavy metal stress can lead to the production of reactive oxygen species (ROS), which can be detrimental to plants if they are present in excess. Plants have defense mechanisms to prevent excessive ROS, one of which is by the use of superoxide dismutase (SOD) enzyme. This study aims to explain the accumulation of heavy metals (Pb, Cd, Cu, and Zn) in C. zippeliana as well as the translocation of the metals. In addition, the correlation between heavy metal concentrations and SOD activity in C. zippeliana is reported. Plant samples were randomly collected from Segara Anakan, Cilacap. The analysis was conducted using the bio-concentration factor (BCF), translocation factor (TF), and linear regression in the SPSS program. It was found that Pb, Cu, and Zn levels in Segara Anakan Cilacap sediments were still within acceptable limits, while Cd level was moderately polluting. Metal accumulation was higher in the branches of C. zippeliana compared to those in roots and leaves. The SOD activity of C. zippeliana in Segara Anakan is seemingly not related to metal contents in plant parts. | Ceriops zippeliana Blume merupakan jenis mangrove sejati yang menempati habitat yang terpapar tekanan lingkungan, seperti salinitas dan cemaran logam berat, seperti yang terjadi di Segara Anakan Cilacap, Jawa Tengah. Salinitas dan stres logam berat dapat menyebabkan produksi spesies oksigen reaktif (ROS), yang dapat merugikan tanaman jika jumlahnya berlebihan. Tumbuhan memiliki mekanisme pertahanan untuk mencegah ROS yang berlebihan, salah satunya dengan penggunaan enzim superoksida dismutase (SOD). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan akumulasi logam berat (Pb, Cd, Cu, dan Zn) pada C. zippeliana serta translokasi logam tersebut. Selain itu, korelasi antara konsentrasi logam berat dan aktivitas SOD di C. zippeliana dilaporkan. Sampel tanaman diambil secara acak dari Segara Anakan, Cilacap. Analisis dilakukan dengan menggunakan faktor biokonsentrasi (BCF), faktor translokasi (TF), dan regresi linier pada program SPSS. Ditemukan bahwa kadar Pb, Cu, dan Zn pada sedimen Segara Anakan Cilacap masih dalam batas yang dapat diterima, sedangkan kadar Cd cukup mencemarkan. Akumulasi logam lebih tinggi pada cabang C. zippeliana dibandingkan pada akar dan daun. Aktivitas SOD C. zippeliana di Segara Anakan tampaknya tidak berhubungan dengan kandungan logam pada bagian tanaman. | |
| 31058 | 34397 | F1A014049 | JOGJA ASAT (Resistensi Terhadap Pembangunan Hotel di Yogyakarta dalam Film “Belakang Hotel”(2014) Karya WatchDoc) | Banyak gerakan sosial bermunculan di Indonesia. Munculnya gerakan-gerakan sosial saat ini bukan hanya tentang protes buruh, tetapi juga disebabkan oleh isu ketimpangan sosial, ekologi, humanis, dan budaya. Pembangunan Fave Hotel di Yogyakarta mengakibatkan kelangkaan sumber air bersih bagi masyarakat di tiga desa, yakni Miliran, Penumping, dan Gowongan. Masyarakat terdampak di tiga desa tersebut berupaya memanfaatkan air dengan berbagai cara agar kebutuhan sehari-hari terkait air bersih tetap dapat terpenuhi, meski harus mengorbankan hal lain. Hingga suatu ketika, Dodo Putra Bangsa, seorang aktivis seni rupa di Yogyakarta dan seorang korban, melakukan aksi teatrikal dan mengajak masyarakat terdampak lainnya untuk berdemonstrasi. Di sisi lain, Komunitas Warga Berdaya, sebuah LSM lokal, hadir dalam upaya advokasi dan konsolidasi masyarakat yang terkena dampak. Pelaku gerakan berhasil menang dengan mencabut izin operasi Hotel Fave dan saat itu sumber air bersih masyarakat di Miliran, Gowongan, dan Penumping juga bisa digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. | Many social movements have sprung up in Indonesia. The emergence of social movements today is not only about labor protests, but also caused by issues of social, ecological, humanist, and cultural inequality. The construction of the Fave Hotel in Yogyakarta has resulted in a scarcity of clean water sources for the community in three villages, namely Miliran, Penumping, and Gowongan. The affected communities in the three villages are trying to use water in various ways so that their daily needs related to clean water can still be met, even though they have to sacrifice other things. Until one day, Dodo Putra Bangsa, an art activist in Yogyakarta and a victim, performed a theatrical action and invited other affected communities to demonstrate. On the other hand, Komunitas Warga Berdaya, a local NGO, is present in the advocacy and consolidation efforts of the affected communities. The movement's perpetrators won by revoking the Fave Hotel's operating permit and at that time the community's clean water sources in Miliran, Gowongan, and Penumping could also be reused to meet the community's clean water needs. | |
| 31059 | 34398 | F1A017019 | Persepsi Orang Tua terhadap Penggunaan Gadget dalam Pola Asuh Anak di Kampung Sentral Desa Cikunten Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya | Tuntutan zaman mengharuskan setiap orang melek teknologi, khususnya teknologi informasi. Hal ini mendorong banyak orang tua mengenalkan gadget kepada anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi orang tua terhadap penggunaan gadget dalam pengasuhan anak dan penggunaan gadget dalam penerapan pengasuhan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data didapat dari hasil wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Sasaran penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berumur 3-9 tahun. Penetapan sasaran penelitian menggunakan teknik sampel bertujuan (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan persepsi orang tua tentang penggunaan gadget pada anak cenderung positif karena gadget sangat membantu kebutuhan anak. Terkait penggunaan gadget dalam pengasuhan anak, orang tua cenderung melakukan gaya pengawasan yang autoritatif (hangat dan tegas). Orang tua memberikan waktu kepada anak untuk bermain gadget dengan memberikan batasan waktu bermain game. Cara asuh orang tua untuk mengurangi penggunaan gadget pada anak adalah dengan memberikan dampingan pada saat anak sedang menggunakan gadget, memberikan arahan agar anak dapat memanfaatkan gadget sebagai media belajar di rumah, membatasi waktu anak dalam menggunakan gadget, dan memberikan pengetahuan kepada anak mengenai dampak positif dan negatif penggunaan gadget. Bertolak dari temuan di atas, implikasi pada penelitian ini adalah orang tua harus selalu memantau dan mendampingi anak saat menggunakan gadget, memberi tahu konten yang boleh dilihat anak, dan memberikan contoh pemakaian gadget yang baik. Selain itu, pemerintah wajib menyediakan konten-konten yang baik dan ramah anak. | The demands of the times require everyone to be technology literate, especially information technology. This encourages many parents to introduce gadgets to their children from an early age. This study aims to determine the parents' perception of the use of gadgets in parenting and the use of gadgets in the application of childcare. The method used in this research is qualitative method. Data collection was obtained from the results of in-depth interviews, observations, and literature studies. The target of this research is parents who have children aged 3-9 years. Determination of research targets using a purposive sampling technique. The results showed that parents' perceptions of the use of gadgets in children tended to be positive because gadgets really helped children's needs. Regarding the use of gadgets in parenting, parents tend to adopt an authoritative (warm and firm) supervisory style. Parents give time for children to play gadgets by limiting the time to play games. The parenting way to reduce the use of gadgets in children is to provide assistance when children are using gadgets, provide direction so that children can use gadgets as a medium for learning at home, limit children's time in using gadgets, and provide knowledge to children about the positive and negative impacts of using gadgets. negative use of gadgets. Based on the findings above, the implication of this research is that parents must always monitor and accompany their children when using gadgets, inform them of the content that children can see, and provide examples of good gadget usage. In addition, the government is obliged to provide good and child-friendly content. | |
| 31060 | 35506 | F1F017083 | Upaya UEFA (Union of European Football Associations) Dalam Mengatasi Permasalahan Rasisme Melalui Diciplinary Regulation Pada Kompetisi Sepak Bola Eropa | Sepak bola Eropa telah berkembang menjadi sebuah epicentrum sepak bola bagi seluruh dunia. Kesuksesan sepak bola Eropa tidak lepas dari peran UEFA sebagai badan asosiasi sepak Eropa. Salah satu kesuksesan UEFA dalam mengembangkan sepak bola Eropa adalah melalui kompetisi liga Eropa seperti Champions Legaue, Europa League, dan UERO yang sukses menarik perhatian bagi seluruh pecinta sepak bola di dunia. Namun dibalik kesuksesan kompetisi sepak bola Eropa dikotori dengan tindakan rasisme yang kerap dilakukan oleh beberapa aktornya. UEFA telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan rasisme dalam sepak bola Eropa. Diciplinary regulation merupakan salah satu contoh upaya UEFA dalam mengatasi rasisme, peraturan ini resmi dikeluarkan melalui Statuta UEFA yang baru ditambahkan pada tahun 2013. Perilaku mengenai rasisme diatur dalam BAB II, Pasal 14 mengenai racism and other discriminatory conduct. Penelitian ini akan membahas mengenai legalisasi diciplinary regulation UEFA dalam mengatasi permasalahan rasisme pada kompetisi sepak bola Eropa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan oleh UEFA dalam mengatasi permasalahan rasisme di kompetisi sepak bola Eropa melalui diciplinary regulation, sebagai hukum internasional yang mengatur masalah kedisiplinan dalam sepak bola Eropa. Teori yang digunakan adalah teori hukum internasional, sedangkan konsep yang digunakan adalah konsep legalisasi hukum atau perjanjian internasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan berdasarkan dari sumber sekunder yang diperoleh secara tidak langsung dengan media perantara dalam bentuk dokumentasi. Hasil penelitian ini membuktikan bentuk karakter hukum dari diciplinary regulation sebagai upaya mengatasi permasalahan rasisme di kompetisi sepak bola Eropa. | European football has developed into a football epicenter for the whole world. The success of European football cannot be separated from the role of UEFA as the governing body of European football. One of UEFA's successes in developing European football is through European league competitions such as the Champions League, Europa League, and UERO which have successfully attracted the attention of all football lovers around the world. However, the success of European football competitions is marred by acts of racism that are often carried out by several actors. UEFA has made various efforts to address the problem of racism in European football. Disciplinary regulation is one example of UEFA's efforts to overcome racism, this regulation was officially issued through the UEFA Statute which was just added in 2013. Behavior regarding racism is regulated in Chapter II, Article 14 concerning racism and other discriminatory conduct. This study will discuss the legalization of UEFA's disciplinary regulations in overcoming the problem of racism in European football competitions. The purpose of this study was to find out how the efforts made by UEFA in overcoming the problem of racism in European football competitions through disciplinary regulation, as international law that regulates disciplinary problems in European football. The theory used is the theory of international law, while the concept used is the concept of legalization of law or international treaties. The data collection technique used is based on secondary sources obtained indirectly by intermediary media in the form of documentation. The results of this study prove the legal character of disciplinary regulation as an effort to overcome the problem of racism in European football competitions. |