Home
Login.
Artikelilmiahs
35387
Update
PRITA AQUILLA SASMI RIYADI
NIM
Judul Artikel
Analisis Status Mutu Air Daerah Ayamalasa dan Sekitarnya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Cilacap memiliki pertumbuhan industri dan ekonomi yang cukup baik, Bertambahnya penduduk akan berdampak pada kondisi air tanah. Masalah utama yang dihadapi adalah penurunan kualitas air. Penurunan kualitas air disebabkan banyak faktor, salah satunya yaitu oleh limbah industri dan rumah tangga, yang berdampak dengan kondisi air sumur penduduk. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kondisi litologi dan tata guna lahan, serta mengetahui tingkat pencemaran lingkungan yaitu air tanah pada daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu Metode Storet yang biasa digunakan untuk menentukan status mutu air, standar baku mutu yang digunakan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003. Pengamatan lapangan yang dilakukan berupa pengambilan data pengukuran muka air tanah sebanyak 54 sumur dan pengambilan sampel air sebanyak 10 sumur, yang dilakukan 2 kali yaitu saat musim penghujan dan kemarau. Parameter fisika yang digunakan adalah bau, TDS, dan juga suhu. Sedangkan parameter kimia yang digunakan adalah Ph, besi (Fe3+), mangan (Mn2+) dan juga Nitrat (NO3-). Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri Satuan Punggungan Homoklin Sidamulya, Satuan Dataran Aluvial Ayamalas dan Satuan Dataran Pantai Widara Payung. Urutan stratigrafi dari tua ke muda yaitu Satuan Batu Pasir Sisipan Breksi dan Endapan Aluvial. Tata guna lahan pada lokasi penelitian terbagi menjadi tiga yaitu pemukiman sawah dan perkebunan berdasarkan Peta Tata Guna Lahan Jawa Tengah menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2018. Hasil dari metode storet yang ditinjau dari 7 parameter pada pengukuran pertama yaitu, sumur PA1, PA2, PA3, PA5, PA6, PA7, PA8, PA9, PA10 masuk ke kelas B dan dikategorikan tercemar ringan, dan sumur PA4 masuk ke kelas C dan dikategorikan tercemar sedang. Sedangkan pada pengukuran kedua sumur PA3, PA4, PA6, PA10 masuk ke kelas A dan dikategorikan tidak tercemar, sumur PA1, PA2, PA5, PA7, PA8 dan PA9 masuk ke dalam kelas B dan dikategorikan tercemar ringan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cilacap has a fairly good industrial and economic growth. The increase in population will have an impact on ground water conditions. The main problem faced is the decline in water quality. The decline in water quality is caused by many factors, one of which is industrial and household waste, which has an impact on the condition of residents' well water. The purpose of this study was to determine the lithology and conditions of land use, as well as to determine the level of environmental pollution, namely groundwater in the research area. The method used is the Storet method which is commonly used to determine the status of water quality based on Ministry of environmental decree number 115 of 2003. Field observations were carried out in the form of taking ground water level measurement data as many as 54 wells and taking water samples as many as 10 wells which were carried out 2 times, namely during the rainy season and dry season. The physical parameters used are odor, TDS, and also temperature. While the chemical parameters used are Ph, iron (Fe3+), manganese (Mn2+) and also Nitrate (NO3-). The geomorphological units of the study area consisted of the Sidamulya Homocline Ridge Unit, the Ayamalas Alluvial Plain Unit and the Widara Payung Beach Plain Unit. The stratigraphic order from oldest to youngest is Breccia Inserts Sandstone Unit and Alluvial Deposit. The land use in the research location is divided into three, namely rice fields and plantation settlements based on the Central Java Land Use Map according to the Ministry of Environment and Forestry in 2018. The results of the storet method are reviewed from 7 parameters, the first measurement is PA1, PA2, PA3 wells. , PA5, PA6, PA7, PA8, PA9, PA10 are classified as class B and classified as lightly polluted, and well PA4 is categorized as class C and classified as moderately polluted. While in the second measurement, wells PA3, PA4, PA6, PA10 are classified as class A and categorized as not polluted, wells PA1, PA2, PA5, PA7, PA8 and PA9 are classified as class B and categorized as lightly polluted.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save