Home
Login.
Artikelilmiahs
34137
Update
HAFIDH ASJADRIFI
NIM
Judul Artikel
Analisis perbandingan pendapatan usahatani padi konvensional dengan usahatani minapadi dan faktor yang memepengaruhi keputusan usahatani minapadi di Desa Kertayasa, Kecamatan Mandiraja, Kabupataen Banjernagera
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pengolahan lahan merupakan salah satu faktor yang penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan petani yaitu dengan mengubah strategi usahatani yang dilakukan dari pertanian padi konvensional ke pertanian minapadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel luas lahan, umur, lamanya usaha bertani dan tigkat pendidikan formal yang mempengaruhi keputusan petani untuk melakukan sistem minapadi dan menganalisis perbandingan pendapatan para petani konvensional dan petani minapadi. Penelitian ini dilakukan di Desa Kertayasa, Kec. Mandiraja, Kab. Banjarnegara dengan luas lahan pertanian terbesar Penelitian ini dilakukan dengan wawancara langsung berdasarkan kuisioner dengan 83 responden yang masing-masing terdiri dari 60 petani konvensional dan 23 petani minapadi. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik dan analisis perbandingan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor-faktor yang mempangaruhi keputusan usahatani di Desa Kertayasa ialah faktor luas lahan dan tingkat pendidikan, sedangkan faktor umur dan lamanya usahatani tidak berpengaruh terhada keputusan usahatani minapadi di Desa Kertayasa. (2) Pendapatan usahatani minapadi lebih besar dari usahatani konvensional dengan rata-rata pendapatan usahatani minapadi sebesar Rp. 40.749.756,00 sedangkan usahatani konvensional sebesar Rp. 11.778.400,00 hal ini dikarenakan usahatani minapadi memperoleh penghasilan dari dua komoditi yaitu penjualan gabah kering dan ikan. Implikasi dari penelitian ini ialah pendapatan usahatani minapadi lebih besar dari usahatani padi konvensional sehingga diharapkan petani melakukan sistem minapadi pada usahataninya
Abtrak (Bhs. Inggris)
Land cultivation is one of the important factors to increase agricultural productivity. One way to increase farmers' income is to change the farming strategy from conventional rice farming to Minapadi farming. This study aims to analyze the variables of land area, age, length of farming and level of formal education that influence the decision of farmers to carry out the Minapadi system and analyze the income comparison of conventional farmers and Minapadi farmers. This research was conducted in Kertayasa Village, Kec. Mandiraja, Kab. Banjarnegara with the largest agricultural land area. This research was conducted by direct interviews based on a questionnaire with 83 respondents, each consisting of 60 conventional farmers and 23 minapadi farmers. The analytical tool used is are logistic regression and income comparison analysis. The results showed that (1) The factors that influenced farming decisions in Kertayasa Village were land area and level of education, while the age and length of farming had no effect on Minapadi farming decisions in Kertayasa Village. (2) Minapadi farming income is greater than conventional farming with an average Minapadi farming income of Rp. 40,749,756 while conventional farming is Rp. 11,778,400, this is because Minapadi farming earns income from 2 commodities, namely the sale of dry grain and fish. The implication of this research is that the income of Minapadi farming is greater then conventional farming so that farmers are expected to implement the Minapadi system in their farming.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save