Artikel Ilmiah : I1A015095 a.n. PRADITI AUFAA KHAWARIJ
| NIM | I1A015095 |
|---|---|
| Namamhs | PRADITI AUFAA KHAWARIJ |
| Judul Artikel | LITERATURE REVIEW: DAMPAK KEBIJAKAN KESEHATAN KARANTINA WILAYAH SAAT PANDEMI COVID-19 PADA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Kebijakan karantina wilayah diterapkan untuk menekan laju penyebaran virus dan mengurangi angka kasus COVID-19. Karantina wilayah dalam upaya pencegahan COVID-19 berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Berdasarkan kondisi krisis sebelumnya perempuan dan anak-anak perempuan mengalami efek yang lebih buruk dibandingkan laki-laki karena ketidakpastian kondisi ekonomi, beban ganda, dan adanya peningkatan kasus kekerasan domestik pada perempuan dan anak. Laporan dan telepon ke kontak darurat terkait kekerasan terhadap perempuan meningkat di Argentina, Cina, Indonesia, Italia, Jerman, Kanada, Perancis, Siprus, Spanyol, UK, dan USA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren, jenis, dan faktor risiko terkait kekerasan terhadap perempuan sebagai dampak dari kebijakan karantina wilayah. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur berdasarkan penelitian orisinal yang dipublikasi pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan tiga portal jurnal sebagai sumber artikel dan ditemukan tujuh artikel untuk ditinjau. Proses seleksi literatur dilakukan melalui empat tahap, yaitu identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan artikel termasuk. Analisis artikel dilakukan dengan menemukan persamaan dan perbedaan antar artikel kemudian dirangkum. Hasil Penelitian: Kebijakan karantina menyebabkan peningkatan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan perubahan tren pelaporan oleh para korban. Kekerasan terhadap perempuan dalam berbagai bentuk seperti fisik, seksual, emosional, dan ekonomi terjadi pada perempuan dan anak-anak perempuan dengan pola yang berbeda setelah kebijakan karantina diterapkan. Hal ini karena kebijakan karantina memperburuk kondisi psikologis, ekonomi, penyalahgunaan zat, dan sosial budaya di masyarakat sebagai faktor risiko perilaku kekerasan. Kesimpulan: Kebijakan karantina wilayah memperburuk faktor-faktor risiko perilaku kekerasan dan kondisi rentan perempuan dan anak perempuan yang sebelumnya sudah ada. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: The quarantine policy is implemented to suppress the virus transmission and reduce the number of COVID-19 cases. The quarantine policy in an effort to prevent COVID-19 has an impact on all aspects of life. Based on the previous crisis, women and girls experienced worse effect than men due to uncertain economic conditions, double burdens, and an increase in cases of domestic violence against women and children. Reports and calls to emergency contacts regarding violence against women are increasing in Argentina, China, Indonesia, Italy, Germany, Canada, France, Cyprus, Spain, UK and USA. This study aims to identify trends, types, and risk factors related to violence against women as an externality of the quarantine policy. Methodology: This study used literature review method based on original research published in 2020. Three journal portals as a source of literature were searched and seven articles were identified for review. The literature selection process went through four stages, i.e., identification, screening, eligibility, and articles included. The articles are analyzed by finding the similarities and dissimilarities and then being summarized. Research’s Result: The quarantine policy has led to an increase in the amount of violence against women cases and a change in reporting trends by the victims. Violence against women in various types such as physical, sexual, emotional, and economic occurred to women and girls in different patterns after the quarantine policy was implemented. Quarantine policy worsens the psychological, economic, substance abuse, and socio-cultural conditions in society as risk factors of violent behavior. Conclusion: The existing risk factors of violent behavior and the vulnerable conditions of women and girls have been exacerbated by quarantine policy. |
| Kata kunci | Kata Kunci: Dampak Kebijakan, Kebijakan Karantina, Kekerasan terhadap Perempuan, Pandemi COVID-19 |
| Pembimbing 1 | Arif Kurniawan, S.K.M, M.Kes |
| Pembimbing 2 | Dr. Arih Diyaning Intiasari, S.K.M., MPH |
| Pembimbing 3 | Dr.sc.hum Budi Aji, S.K.M., M.Sc |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2021-11-15 20:00:33.713395 |