Artikel Ilmiah : A1D017207 a.n. KINANTILLA TSANIYAH RAMANINGRUM

Kembali Update Delete

NIMA1D017207
NamamhsKINANTILLA TSANIYAH RAMANINGRUM
Judul ArtikelREGENERASI DAN AKLIMATISASI TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) HASIL INDUKSI MUTASI DENGAN RADIASI SINAR GAMMA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Nilam merupakan salah satu tanaman aromatic penghasil minyak yang memiliki kemampuan mengikat minyak atsiri lainnya. Tanaman nilam yang banyak dibudidayakan di Indonesia umumnya diperbanyakan secara vegetatif sehingga menyebabkan keragaman genetiknya menjadi sempit. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keragaman genetik nilam adalah melalui induksi mutasi dengan iradiasi sinar gamma yang dikombinasikan dengan proses kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan regenerasi tunas nilam hasil iradiasi sinar gamma secara in vitro hingga mengetahui keragaman genetik yang terbentuk berdasarkan morfologi dan kecepatan tumbuh tanaman di rumah kaca. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang diuji yaitu 3 dosis radiasi (0 Gy, 20+40 Gy dan 60+80 Gy), media regenerasi dan media induksi akar. Pengamatan morfologi dilakukan berdasarkan karakter kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program SAS ver. 9.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian dosis iradiasi mempengaruhi kemampuan hidup, pertumbuhan, perkembangan dan keragaman morfologi tanaman baik selama proses in vitro maupun di rumah kaca. Keragaman paling banyak dihasilkan oleh dosis iradiasi 20+40 Gy.
Abtrak (Bhs. Inggris)Patchouli is one of the aromatic oil-producing plants that can bind other essential oils. Patchouli plants that are widely cultivated in Indonesia are generally propagated vegetatively, causing the genetic diversity to be narrow. Efforts made to increase the genetic diversity of patchouli are through mutation induction with gamma-ray irradiation combined with tissue culture processes. This study aims to determine the regeneration ability of patchouli shoots resulting from in vitro gamma-ray irradiation to determine the genetic diversity formed based on the morphology and speed of plant growth in the greenhouse. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) method. Factors tested were 3 radiation doses (0 Gy, 20+40 Gy, and 60+80 Gy), regeneration medium, and root induction medium. Morphological observations were made based on quantitative and qualitative characters. The data obtained were analyzed using the SAS ver. 9.0. The results of this study indicate that the dose of irradiation affects the viability, growth, development, and diversity of plant morphology both during the in vitro process and the greenhouse. The greatest diversity was produced by the irradiation dose of 20+40 Gy.
Kata kunciiradiasi sinar gamma, karakterisasi morfologi, kultur jaringan, keragaman, nilam
Pembimbing 1Prita Sari Dewi,S.P., M.Sc.,Ph.D.
Pembimbing 2Dr. Drs. Ali Husni, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman22
Tgl. Entri2021-11-15 16:07:51.7852
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.