| NIM | F1D017012 |
| Namamhs | NADHIRA SHANIA TABRIZIA AZIS |
| Judul Artikel | Kelompok Transgender dan Wacana Perjuangan Kesetaraan Identitas dalam Media Sosial di Indonesia |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami kecenderungan apa saja yang menjadikan kelompok transgender mewacanakan perjuangan kesetaraan identitas dalam media sosial serta mendeskripsikan bagaimana kelompok transgender melakukannya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis wacana dalam bingkai perspektif pascastrukturalisme dan paradigma dekonstruksionis, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa media sosial menjadi alat politik yang digunakan kelompok transgender untuk mewacanakan perjuangan kesetaraan identitas. Untuk mewacanakan perjuangan kesetaraan identitas tersebut, kelompok transgender memiliki kecenderungan berupa keyakinan dan oportunitas: Purpose of life, persistent and confident, self-peaceful, self-love for struggling and embracing human’s true identity dan islam inclusivity, serta media sosial sebagai oportunitas. Dalam mewacanakan kepentingannya, kelompok transgender menggunakan pola konsep self-acceptance (penerimaan diri). Sedangkan, media sosial menjadi alat bagi kelompok transgender untuk merealisasikan kepentingannya yakni mewacanakan perjuangan kesetaraan identitas. Oleh karena itu, hasil temuan penelitian ini adalah transgender berkelompok untuk memperkuat diri dan merealisasikan kepentingan dalam media sosial serta mendapatkan dukungan internasional, sehingga mereka memiliki kekuasaan untuk eksistensi kelompok dan menggunakan pola penerimaan diri untuk menguatkan penyebaran wacana. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research-based paper aims at knowing and comprehending the tendencies which compelled the transgender group to resonance their discourse of the struggle of identity equality through the social media in Indonesia, also understanding and describing how the transgender group spreading their discourse of the struggle of identity equality through social media in Indonesia. By using a qualitative method and discourse analysis approach in the framework of the poststructuralist perspective and the deconstructionism paradigm, the result of the research reveals that social media is the political tool used by transgender group for campaigning their discourse of the struggle of identity equality. They have the tendencies to resonance their discourse of the struggle of identity, which is established into beliefs and opportunity: Purpose of life, persistent and confident, self-peaceful, self-love for struggling and embracing human’s true identity, Islam inclusivity, and social media as the opportunity. For spreading their struggle for identity equality, transgender group had used the pattern of self-acceptance concept. Therefore, the novelty of this research is that transgenders unite to strengthen themselves and execute their interest within social media as well as obtaining the international support, so that they gain the power for their existence and use the pattern of self-acceptance for amplifying the spread of their discourse. |
| Kata kunci | Kelompok Transgender, Wacana Perjuangan Kesetaraan Identitas, Media Sosial Indonesia |
| Pembimbing 1 | Triana Ahdiati, M. Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Indaru Setyo Nurprojo, S. IP., M. A |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 22 |
| Tgl. Entri | 2021-08-25 18:56:17.100439 |
|---|