Artikel Ilmiah : E1A016071 a.n. AGUNG SETYABUDI

Kembali Update Delete

NIME1A016071
NamamhsAGUNG SETYABUDI
Judul ArtikelPembuktianTindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak Yang Mengakibatkan Mati
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Tasikmalaya Nomor : 143/Pid.B/2020/PN.Tsm)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Dalam hukum pidana, penyelesaian suatau perkara harus memenuhi due
process of law, melalui pengadilan yang bebas dari pengaruh apapun dan dari
siapapun. Untuk dapat mencapai due process of law dengan baik, salah satu yang
dibutuhkan adalah dilakukannya proses pembuktian secara baik. Pembuktian pada
tindak pidana kekerasan, khususnya pada korban anak sering kali menghadapi
sejumlah kendala, yaitu minimnya alat bukti karena dilakukan di wilayah privat
dan korban masih dibawah umur. Seperti kasus pada Putusan Nomor
143/PID.B/2020/PN.TSM). Metode pendekatakan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan
adalah data sekunder yang terdiri bahan ukum primer, bahan hukum sekunder, dan
bahan hukum tersier berupa peraturan perundang-undangan yang relevan dan bukubuku literatur.Berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa pembuktian tindak
pidana Kekerasan terhadap anak telah yang dilakukan oleh JPU mendasarkan pada
Pasal 183 dan 184 KUHAP yakni dengan menggunakan alat Bukti berupa beberapa
keterangan saksi, dan surat yakni visum et repertum, dan keterangan terdakwa serta
ditambah sejumlah barang bukti yang relevan dengan kasus a quo. Majelis Hakim
menjatuhkan pidana dalam putusan tersebut karena dakwaan JPU terbukti dan
hakim memperoleh keyakinan, dengan mendasarkan pada dua pertimbangan yakni
yuridis, dimana unsur-unsur sebagaimana diajukan dalam tuntutan JPU terpenuhi
pada perbuatan terdakwa, sementara pertimbangan non-yuridis mengarah pada
filosofi pidana penjara serta aspek yang memperberat dan memperingan perbuatan
terdakwa.
Abtrak (Bhs. Inggris)In criminal law, settlement of a case must comply with the due processof law,
through a court free from any influence and from anyone. To be able to achieve the
due process of law properly, one of the required isthe evidentiary process. Evidence
on violent crimes, especially in child victims often face a number of obstacles,
namely the lack of evidence because it is done in private areas and victims are
minors. As the case in Verdict No. 143/PID. B/2020/PN. TSM). The shortening
method used in this study is the normative juridical approach method. The data
used is secondary data consisting of primary ukum material, secondary legal
material, and tertiary legal materials in the form of relevant laws and regulations
and literature books. Based on the results of the study found that the evidence of
crimes violence against children has been carried out by jpu based on Article 183
and 184 KUHAP namely by using evidence in the form of several witness
statements, and letters namely visum et repertum, and the testimony of the accused
and added a number of evidence relevant to the case a quo. The Panel of Judges
sentenced him to 10 years in prison in the verdict because the JPU indictment is
proven and the judge obtains a conviction, by basing on two considerations, namely
juridical, where the elements as filed in the JPU's demands are fulfilled on the
actions of the accused, while non-juridical considerations lead to the philosophy of
prison criminal and aspects that complicate and enhance the actions of the accused.
Kata kunciPembuktian, Tindak Pidana Kekerasan, Anak.
Pembimbing 1Sanyoto, S.H., M.Hum.
Pembimbing 2Drs. Antonius Sidik Maryono, S.H., M.S.
Pembimbing 3Handri Wirastuti Sawitri, S.H., M.H.
Tahun2021
Jumlah Halaman23
Tgl. Entri2021-08-25 21:11:37.202214
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.