Home
Login.
Artikelilmiahs
31211
Update
RIFKY RAIHADY DANU PUTRA
NIM
Judul Artikel
PEMETAAN KERAPATAN MANGROVE BERDASARKAN PASANG SURUT DAN SALINITAS DI SEGARA ANAKAN BAGIAN BARAT, CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Laguna Segara Anakan merupakan ekosistem perairan yang terletak di Kecamatan Kampung laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang memiliki Kawasan hutan mangrove seluas 6.126,28 ha. Luasan mangrove di Segara Anakan mengalami penurunan tiap tahunnya, perubahan karakteristik lingkungan diduga berpengaruh terhadap luasan mangrove dan kerapatan mangrove. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kerapatan mangrove serta karakteristik pasang surut, dan salinitas di Segara Anakan Barat. Penelitian ini menggunakan metode remote sensing dan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder. Remote sensing digunakan untuk mengetahui kerapatan mangrove, pasang surut menggunakan metode admiralty, dan salinitas menggunakan data sekunder peta sebaran salinitas beda tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan mangrove di Segera Anakan Barat tahun 2015 yaitu 30% lebat, 60% sedang, dan 10% jarang. Kerapatan mangrove tahun 2019 yaitu 15% lebat, 25% sedang, dan 60% jarang. Rata-rata muka air pada tahun 2015 dan 2019 adalah 53,58 cm dan 48,27 cm. Nilai salinitas pada tahun 2015 dan 2019 yaitu 17-22 ppt dan 30-39 ppt. Kata kunci : kerapatan mangrove, pasang surut, salinitas, Segara Anakan bagian Barat
Abtrak (Bhs. Inggris)
Segara Anakan Lagoon is a water ecosystem located in Kampung Laut Subdistrict, Cilacap Regency, Central Java which has a mangrove forest area of 6,126.28 ha. The area of mangroves in Segara Anakan has decreased every year, changes in environmental characteristics are thought to have the effect onto mangrove area and mangrove density. The purpose of this study is to determine the density of mangroves, tidal flowing characteristics, and salinity in Segara Anakan Barat. This research used remote sensing and quantitative descriptive methods with secondary data analysis approach. Remote sensing is used to determine mangrove density, the flowing of tides is using the admiralty method, and salinity using secondary data on the distribution map of salinity differences in years. The results showed that the den-sity of mangroves in Segara Anakan Barat in 2015 was 30% dense, 60% moderate, and 10% rare. Mangrove density in 2019 is 15% dense, 25% moderate, and 60% rare. The average of water levels in 2015 and 2019 were 53,58 cm and 48,27 cm. The salinity values in 2015 and 2019 are 17-22 ppt and 30-39 ppt. Keywords: mangrove density, tide, salinity, western south of Segara Anakan
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save