Artikel Ilmiah : F2A016007 a.n. DIANA NUR SAFITRI

Kembali Update Delete

NIMF2A016007
NamamhsDIANA NUR SAFITRI
Judul ArtikelProses Formulasi Kebijakan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes
Abstrak (Bhs. Indonesia)Hasil Penelitian ini di lihat dari beberapa tahapan, Pertama Perumusan Masalah, Desa wisata dibentuk untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berpartisipasi sebagai pelaku langsung dalam meningkatkan kesiapan dan kepedulian dalam menyikapi potensi pariwisata atau daerah tujuan wisata tersebut. Permasalahan yang ada dalam pengembangan desa wisata, infrastruktur jalan, pengembangan desa wisata, kurangnya keterlibatan masyarakat, kurangnya pengenalan desa wisata, sarana dan prasarana. Adapun aktor yang terlibat dalam penyelesaian masalah Pemerintah, Pemerintah Desa, Pokdarwis, Karangtaruna dan masyarakat. Kedua Agenda Kebijakan, dalam agenda kebijakan mampu memberikan arahan dan pemilihan kebijakan yang akan mampu menjadi sarana dalam pengembangan desa wisata. Ketiga Pemilihan Alternatif Kebijakan untuk Memecahkan Masalah, dalam pengembangan Desa wisata tentunya berbagai kebijakan yang telah dirumuskan kemudian tentukan untuk dipilih menjadi alternatif kebijakan yaitu Akses utama menuju daerah tujuan wisata dan meningkatkan jumlah pengunjung, Memanfaatkan potensi wisata yang ada di Desa Pandansari kearah pengembangan Desa Wisata, Kurangnya sosialisasi dari pihak Desa kepada masyarakat tentang peningkatan dan pengembangan Desa Wisata lebih meningkatkan promosi lewat media sosial untuk menunjang peningkatan jumlah pengujung atau wisatawan,Pembangunan dan perbaikan fasilitas ditempat wisata. Keempat Penetapan Kebijakan, yang dihasilkan dalam upaya pengembangan desa wisata dalam mengupayakan Pembangunan Infrastruktur jalan menuju Desa Wisata, Peningkatan Pengembangan Desa Wisata, melibatkan masyarakat dalam pengembangan desa wisata, meningkatkan promosi desa wisata pandansari terhadap masyarakat luar, pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana.
Abtrak (Bhs. Inggris)The result of this study are seen from several stages, first the problems, the tourism village was formed to empower the community to be able to participate as direct actots in increasing readiness and awareness in addressing the potential of tourism or tourist destination areas. The problems happened in developing tourism village are infrastuctur, developing tourism village, lack of community involvement, lack of promotion tourism village and facilities. Moreover, the actors are involved to solve the problems are goverment, local goverment, pokdarwis, karangtaruna, and society. Secondly, policy agenda, in the policy agenda, it is able to provide direction and policy selection that can become a means of developig a tourist village such as educational tours, toursm market, and tourism advanture. Third, selection of alternative policiesto solve problems. Developing tourism village has various policies that have been formulated and then determined as selected alternative policies. Tourism village collaboration with investors, submission of tourism village development to the provincial goverment and the ministry of tourism. It is not only rely on village funds, Collaboration with educational agencies and companies in a form of tourism. Fourth, Determination of policies that resulting in efforts to develop tourst villages there are infrastructure development through tourism village, promoting tourism village, social involvement in promoting tourism village, enhancement tools.
Kata kunciFormulasi Kebijakan, Pengembangan Desa Wisata
Pembimbing 1Dr. Denok Kurniasih S.Sos., M.Si
Pembimbing 2Dr. Dwiyanto Indiahono S.Sos., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman170
Tgl. Entri2021-02-16 07:10:26.950987
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.