Artikelilmiahs
Menampilkan 26.641-26.660 dari 50.225 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 26641 | 29997 | C1A016060 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI RUMAH TANGGA PNS GOLONGAN I DAN II DI KANTOR PUSAT ADMINISTRASI UNSOED PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan, jumlah tanggungan, golongan pegawai dan pendidikan terhadap konsumsi rumah tangga serta mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh dan menganalisis perbedaan konsumsi berdasarkan pendidikan PNS Golongan I dan II di kantor Pusat Administrasi Unsoed Purwokerto. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survey.Dengan responden sebanyak 42 pegawai yang dipilih menggunakan Proportionate stratified random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan, jumlah tanggungan, golongan pegawai dan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap konsumsi rumah tangga pegawai. Sedangkan secara parsial pendidikan tidak berpengaruh terhadap konsumsi rumah tangga pegawai. Variabel yang paling berpengaruh terhadap konsumsi rumah tangga pegawai adalah pendapatan. Kemudian berdasarkan tingkat pendidikan, tidak terdapat perbedaan pengeluaran konsumsi pada pegawai golongan I dan II. Implikasi dari penelitian menunjukan bahwa pendapatan adalah faktor yang paling berpengaruh, maka pemerintah diharapkan dapat memberikan sosialisasi mengenai manajemen keuangan rumah tangga dengan tujuan rumah tangga PNS tidak terlalu konsumtif dalam mengalokasikan pendapatan ketika melakukan kegiatan konsumsi. Kemudian pemerintah dapat lebih menekankan program sosialisasi KB, yang diharapkan dapat mengurangi angka kelahiran anak sehingga dapat mengurangi beban tanggungan keluarga.Kemudian pegawai dapat menggunakan pendidikan, dan dapat menaikan pegawai, sehingga dapat menambah pendapatan yang diperoleh. | This study aims to analyze effect of income, number of dependents, class of employees and education on household consumption and identify the most influential variables and to analyze the differences in consumption based on education of PNS Class I and II at the Unsoed Purwokerto Central Administration office. The method in this research is descriptive quantitative method with survey techniques. With 42 respondents were selected using Proportionate stratified random sampling. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results showed that income, number of dependents, class of employees and education had a positive and significant effect simultaneously on employee household consumption. Partially, education has no effect on employee household consumption. The variable that most influences employee household consumption is income. Then based on the level of education, there is no difference in consumption expenditure on employees of class I and II. The conclusion shows that income is the most influential factor, so the government is expected to provide socialization about household financial management with the aim that civil servant households are not too consumptive in allocating income when carrying out consumption activities. Then the government can put more emphasis on the family planning socialization program, which is expected to reduce the birth rate of children so that it can reduce the burden on family responsibilities. Then employees can use education, and can raise employees, so that they can increase the income earned. | |
| 26642 | 29998 | K1A016015 | PEMANFAATAN FOTOKATALIS TiO2 DALAM PENURUNAN KONSENTRASI KROMIUM HEKSAVALEN (Cr(VI)) DAN RHODAMIN B | Material fotokatalis TiO2 memiliki aktivitas fotokatalitik untuk menurunkan konsentrasi zat toksik, yaitu kromium heksavalen (Cr(VI)) dan rhodamin B. Penilitian ini telah menunjukkan bahwa fotokatalis TiO2 dapat menurunkan konsentrasi kromium heksavalen (Cr(VI)) dan rhodamin B secara tunggal dan simultan, dengan variasi konsentrasi fotokatalis dan pH. Konsentrasi optimum fotokatalis TiO2 dalam penurunan konsentrasi kromium heksavalen (Cr(VI)) dan rhodamin B secara tunggal berturut-turut sebesar 25,47% dan 82,65%. Sedangkan secara simultan sebesar 17,28% dan 12,97%. pH optimum fotokatalis TiO2 dalan penurunan konsentrasi kromium heksavalen (Cr(VI)) dan rhodamin B secara tunggal dan simultan adalah pH 3. Waktu kontak optimum yang dibutuhkan fotokatalis TiO2 untuk menurunkan konsentrasi kedua sampel, di dalam sistem simultan, dengan konsentrasi dan pH optimum fotokatalis adalah 5 jam. Kinetika reaksi fotokatalis TiO2 dalam penurunan konsentrasi kromium heksavalen (Cr(VI)) dan rhodamin B, di dalam sistem simultan, mengikuti model kinetika orde satu, dengan konstanta laju reaksi berturut-turut sebesar 0,1003 Jam-1 dan 0,0832 Jam-1. | The TiO2 photocatalyst material has the photocatalytic activity to remove levels of toxic substances, namely hexavalent chromium (Cr(VI)) and rhodamine B. This research has shown that the photocatalyst TiO2 can remove Hexavalent Chromium (Cr (VI)) and rhodamine B concentrations, singly and simultaneously, with variations of photocatalyst concentration and pH. The optimum concentration of the photocatalyst TiO2 to remove hexavalent chromium (Cr(VI)) and rhodamine B concentrations was 25.47% and 82.65%, respectively. While simultaneously was 17.28% and 12.97%, respectively. The optimum pH of the photocatalyst TiO2 to remove hexavalent chromium (Cr(VI)) and rhodamine B concentrations, singly and simultaneously, was pH 3, respectively. The optimum contact time of the photocatalyst TiO2 to remove levels of both samples, in the simultaneous system, with the optimum of photocatalyst concentration and pH was 5 hours, respectively. The reaction kinetics of the photocatalyst TiO2 photocatalyst to remove the levels of hexavalent chromium (Cr(VI)) and rhodamine B in the simultaneous system, was following a first-order kinetics model, with the reaction rate constants was 0.1003 hours-1 and 0.0832 hours-1, respectively. | |
| 26643 | 29999 | L1A016005 | PENGARUH LOGAM BERAT Cd TERHADAP EKSPRESI GEN sGnRH PADA IKAN NILEM (Osteochilus hasselti C.V) JANTAN | Kadmium (Cd) adalah logam berat yang memiliki efek toksik baik pada konsentrasi rendah maupun tinggi. Kadmium apabila masuk ke perairan dapat menyebabkan toksisitas subletal pada ikan. Dampak logam kadmium bagi ikan adalah dapat menghambat sistem reproduksi, seperti ekspresi gen sGnRH. Biota yang diuji adalah ikan nilem (Osteochilus hasseltii C.V.) jantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh logam Cd terhadap ekspresi gen sGnRH serta konsentrasi yang dapat menganggu ekspresi gen sGnRH pada ikan nilem jantan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan berbeda (0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, dan 6 ppm) selama 4 minggu dengan pengambilan sampel setiap 2 minggu sekali. Penelitian dilakukan dengan 4 tahapan terdiri dari pengambilan hipotalamus, isolasi RNA, DNAse Treatment, Pengukuran konsentrasi RNA, dan Real-Time PCR. Data kuantitatif berupa ekspresi gen sGnRH dianalisis dengan SPSS one way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi ekspresi gen sGnRH memiliki kisaran rata-rata 0,0008-1 dan menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata (p>0,05) antar semua perlakuan dengan kontrol. Hal tersebut dapat terjadi karena waktu paparan yang kurang lama, konsentrasi logam berat kadmium, dan kemampuan adaptasi ikan. | Cadmium (Cd) is a heavy metal that has toxic effects at low and high concentrations. If Cadmium entering the waters can cause subletal toxicity to fish. Cadmium can inhibit the reproductive system, such as the expression of the sGnRH gene. Osteochilus hasselti C.V. is used as object for gene expression test. The purpose of this study was to determine the effect of Cd on sGnRH gene expression and concentrations of Cd that can interfere with sGnRH gene expression in Osteochilus hasselti male. The method used was an experimental method, complete randomized design that was applied using four controls such as; (0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, and 6 ppm) for four weeks with sampling frequency every two weeks. The study was exsist with four stages consist of taking the hypothalamus, RNA isolation, DNAse treatment, RNA concentration measurements, and Real-Time PCR. The quantitative data in the form of sGnRH producing gene expression was analyzed by SPSS one-way ANOVA. The results showed that the value of sGnRH gene expression has average range of 0,0008-1 and the concentration of Cd had not given different result (p>0,05) on each treatment with control. This probably happen because of short exposure time, cadmium concentration, and capability fish adaptation. | |
| 26644 | 30000 | B1A016075 | KEMAMPUAN BAKTERI PESISIR PANTAI LOGENDING DALAM MENDEGRADASI LIMBAH OLI | Oli merupakan pelumas mesin yang mengandung banyak logam dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) yang dapat mengakibatkan kelainan pada liver atau ginjal dan meningkatkan risiko kanker. Penanganan pencemaran senyawa tersebut dapat dilakukan secara kimia, fisika dan biologi. Metode fisika dan kimia diketahui memerlukan biaya yang cukup tinggi, sebaliknya metode biologis memberi peluang yang baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Bakteri yang dapat mendegradasi senyawa tersebut dikenal sebagai bakteri hidrokarbonoklastik karena mampu mengeskresikan enzim hidroksilase yang merupakan enzim pengoksidasi hidrokarbon dengan memotong rantai hidrokarbon menjadi lebih pendek dan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat bakteri hidrokarbonoklastik dari sedimen pantai Logending, mengetahui kemampuan isolat bakteri pantai Logending dalam mendegradasi limbah oli dan mengetahui identitas isolat bakteri pantai Logending yang dapat mendegradasi limbah oli. Penelitian isolasi dan identifikasi dilakukan menggunakan metode survey dan deskriptif. Kemampuan isolat bakteri dalam mendegradasi limbah oli dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan berupa isolat bakteri hidrokarbonoklastik diuji kemampuannya dalam efisiensi degradasi limbah oli. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak tiga isolat berkode SA42, SA22 dan SC31 yang diperoleh dari Sedimen asal Pantai Logending Kebumen yang mampu mendegradasi limbah oli. Isolat SA42, SA22 dan SC31 memiliki nilai efisiensi degradasi limbah oli berturut-turut sebesar 86,07%, 83,74% dan 69,57%. Isolat SA42, SA22 dan SC31 diidentifikasi sebagai spesies anggota genera Marinococcus, Paenibacillus dan Jeotigalicoccus. | Oil is a machine lubricant that contains a lot of metals and polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) which can cause liver or kidney abnormalities and increase the risk of cancer. Handling of contamination of these compounds can be done chemically, physically and biologically. Physical and chemical methods are known to be expensive, whereas biological methods provide good opportunities from both an economic and environmental perspective. Bacteria that can degrade these compounds are known as hydrocarbonoclastic bacteria because they are able to excrete hydroxylase enzymes, which are hydrocarbon oxidizing enzymes by cutting hydrocarbon chains into shorter and simpler ones. This study aimed to obtain hydrocarbonoclastic bacterial isolates from Logending beach sediments, to determine the ability of Logending beach bacteria isolates in degrading used oil and to knows the identity of Logending beach bacterial isolates capable of degrading used oil. This study used sediment samples taken from Logending Beach, Kebumen. The research stage includes isolation, application of degradation to waste oil and identification. The results of this research found three isolates coded SA42, SA22 and SC31 from the sediments from Logending Beach, Kebumen which were able to degrade waste oil obtained. Isolates SA42,SA22 and SC31 had efficiency degradation of 86.07%, 83.74% and of 69.57%. Isolates SA42,SA22 and SC31 was identified as a member of the genus Marinococcus, genus Paenibacillus and genus Jeotigalicoccus. | |
| 26645 | 30001 | C1H016004 | THE INFLUENCE OF FACTORS FINANCIAL LITERACY AND FINANCIAL TECHNOLOGY TOWARDS FINANCIAL BEHAVIOR IN PURWOKERTO | Saat ini penggunaan aplikasi di sektor keuangan atau yang biasa disebut dengan fintech sangat populer di kalangan milenial, tidak sedikit pengguna produk fintech adalah pelajar. Yang menarik perhatian penulis adalah bahwa penggunaan FinTech berdampak pada perilaku keuangan siswa dan faktor literasi keuangan juga berdampak pada perilaku keuangan siswa. Era milenial saat ini sangat memudahkan untuk mendapatkan sesuatu, hal ini terkait dengan penggunaan FinTech dan dampaknya terhadap perilaku finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor literasi keuangan dan teknologi keuangan yang berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angket dengan jumlah responden sebanyak 104 responden di wilayah Purwokerto yang merupakan mahasiswa FEB Unsoed. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode nonprobability side dan purposive sampling untuk memperoleh karakteristik responden yang dibutuhkan. Hasil yang diperoleh adalah tidak terdapat pengaruh sosio-demografis (jenis kelamin, pendapatan / tunjangan, jurusan) dan financial technology terhadap perilaku keuangan dan terdapat pengaruh yang positif terhadap sikap keuangan, pengetahuan keuangan, dan sosialisasi keuangan terhadap perilaku keuangan. Hasil tersebut dapat memberikan bukti tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku keuangan sehingga dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan lembaga keuangan untuk meningkatkan perilaku keuangan. | Currently the use of applications in the financial sector or commonly referred to Fintech is very popular among millennials, not a few users of fintech products are students. What attracts the attention of the author is that the use of FinTech has an impact on student financial behavior and factors from financial literacy also have an impact on student financial behavior. The current millennial era makes it very easy to get something, this is related to the use of FinTech and its impact on financial behavior. This study aims to determine the factors of financial literacy and financial technology that have a positive influence on financial behavior. This research was conducted using a questionnaire the number of respondents who got 104 respondents in the Purwokerto area who were FEB Unsoed students. Sampling in this study using a non-probability side and purposive sampling method to obtain the required characteristics of respondents. The results obtained are that there is no socio-demographic influence (gender, income / allowance, majors) and financial technology on financial behavior and there is a positive influence on financial attitudes, financial knowledge, and financial socialization on financial behavior. These results can provide evidence about the factors that can influence financial behavior so that it can impart students and financial institutions to improve financial behavior. | |
| 26646 | 30003 | C1C016007 | Pengaruh Sosialisasi SAK EMKM, Tingkat Pemahaman SAK EMKM, Umur Usaha dan Bidang Keahlian Terhadap Penerapan SAK EMKM | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang mengunakan kuesioner. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Sosialisasi SAK EMKM, Tingkat Pemahaman SAK EMKM, Umur Usaha dan Bidang Keahlian Terhadap Penerapan SAK EMKM”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sosialisasi SAK EMKM terhadap penerapan SAK EMKM, pengaruh tingkat pemahaman SAK EMKM terhadap penerapan SAK EMKM, pengaruh umur usaha terhadap penerapan SAK EMKM dan pengaruh bidang keahlian terhadap penerapan SAK EMKM. Penelitian ini dilakukan pada UMKM di Kabupaten Banyumas. Populasi pada penelitian ini sebanyak 84.350 UMKM. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode convenience sampling dengan jumlah responden sebanyak 104 UMKM. Kuesioner didistribusikan melalui offline dan online dengan menggunakan google form karena penelitian ini dilakukan ketika sedang masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi SAK EMKM berpengaruh positif terhadap penerapan SAK EMKM, tingkat pemahaman berpengaruh positif terhadap penerapan SAK EMKM, umur usaha tidak berpengaruh terhadap penerapan SAK EMKM dan bidang keahlian tidak berpengaruh terhadap penerapan SAK EMKM. Implikasi dari penelitian ini yaitu diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai literatur pelengkap atau literatur alternatif untuk mengembangkan ilmu pengetahuan serta sebagai bahan referensi untuk penelitian yang berkaitan dengan akuntansi UMKM. Bagi pelaku UMKM diharapkan dapat mengatasi kendala-kendala dalam menerapkan SAK EMKM. Bagi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyumas diharapkan dapat membuat program pembinaan UMKM di Banyumas terkait pembuatan laporan keuangan UMKM sesuai dengan SAK EMKM. Bagi civitas akademika diharapkan dapat membantu kendala pelaku UMKM dalam membuat laporan keuangan UMKM sesuai dengan SAK EMKM. | This research is quantitative research which use questioners. The tittle of the study is “The Effect of Socialization of SAK EMKM, Level of understanding of SAK EMKM, Business Age, and Areas of Expertise on Implementation of SAK EMKM”. The purpose of this research is to analyze the effect of socialization of SAK EMKM on implementation of SAK EMKM, level of understanding of SAK EMKM on implementation of SAK EMKM, business age on implementation of SAK EMKM and areas of expertise on implementation of SAK EMKM. This research is on SMEs in Banyumas Regency. population of this research is 84.350. The sampling method in this study uses convenience sampling method with total sample of 104 SMEs in Banyumas Regency. The distributed questionnaire is done by offline and online with google formulir because this research is done when the situation of pandemic Covid-19. This result of this study indicate that socialization of SAK EMKM has a positive effect on implementation of SAK EMKM, level of understanding has a positive effect on implementation of SAK EMKM, business age has no effect on implementation of SAK EMKM and areas of expertise has no effect on implementation of SAK EMKM. Implication of this research is hopefully can be used as complementary literature or alternative literature to develop science and used as reference for the next research about accounting of SMEs. For the subject of SMEs hopefully can solved the problems for implementation on SAK EMKM. For Cooperative and SMEs Regency Banyumas hopefully can make training programs SMEs for make financial report based on SAK EMKM. For academics hopefully can help SMEs to solve the problem on make financial report based on SAK EMKM. | |
| 26647 | 30004 | I1D016004 | EVALUASI STANDAR OPERASIONAL DIET DASH TERKAIT DENGAN KESESUAIAN ZAT GIZI MIKRO, SERAT, ENERGI DAN PORSI DI RSUD BANYUMAS | Latar Belakang: Diet DASH telah diterapkan di RSUD Banyumas sejak awal 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi standar operasional diet DASH terkait dengan kesesuaian kandungan natrium, kalium, kalsium, magnesium, serat, energi dan porsi di RSUD Banyumas. Evaluasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menilai pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana sehingga dapat mencapai sasaran yang dikehendaki. Metodologi: Penelitian ini dilakukan pada standar operasional dan siklus menu 10+1 diet DASH RSUD Banyumas. Desain penelitian kuantitatif deskriptif. Analisis kandungan zat gizi menggunakan software Nutrisurvey dan TKPI (2017) & USDA. Untuk mengetahui perbedaan kandungan gizi, digunakan uji t sampel independen, analisis statistik menggunakan SPSS v.20. Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan antara kandungan natrium, kalium, kalsium, magnesium dan serat pada diet DASH RS dengan NHLBI 2006 (p value 0.00 < 0.05). Terdapat perbedaan signifikan antara kandungan energi pada diet DASH II dan diet DASH III yang dianalisis menggunakan TKPI (2017) & USDA dengan energi pada diet DASH NHLBI (2006) (p value 0.04 < 0.05 dan p value 0.055 < 0.05). Sedangkan kandungan energi pada diet DASH II dan diet DASH III yang dianalisis menggunakan Nutrisurvey menunjukkan tidak terdapat perbedaan (p value 0.468 > 0.05 p value 0.509 > 0.05). Porsi serealia 75-83%, sayuran 40-97%, buah-buahan 56-75% dan susu rendah lemak atau tanpa lemak <25%. Kesimpulan: Terdapat perbedaan kandungan natrium, kalium, kalsium, magnesium dan serat serta porsi sayuran, buah-buahan, serealia dan susu pada diet DASH RS dengan panduan diet DASH NHLBI (2006). | Background: The DASH diet has been implemented at Banyumas Hospital since early 2019. This study aims to evaluate the operational standards of the DASH diet related to the suitability of sodium, potassium, calcium, magnesium, fiber, energy and portion content at Banyumas Hospital. Evaluation is an activity carried out to assess the implementation of activities in accordance with the plan so as to achieve the desired goals. Methods: This study was conducted on standard operational and menu cycles of 10 + 1 DASH diet at Banyumas Hospital. Descriptive quantitative research design. Analysis of nutritional content using Nutrisurvey and TKPI (2017) & USDA software. To determine differences in nutritional content, independent sample t test was used, statistical analysis using SPSS v.20. Results: There was a difference between the sodium, potassium, calcium, magnesium and fiber content in the DASH RS diet and the 2006 NHLBI (p value 0.00 <0.05). There is a significant difference between the energy content of the DASH II diet and the DASH III diet which was analyzed using TKPI (2017) & USDA with energy in the DASH NHLBI diet (2006) (p value 0.04 <0.05 and p value 0.055 <0.05). Meanwhile, the energy content of the DASH II diet and the DASH III diet which were analyzed using Nutrisurvey showed no difference (p value 0.468> 0.05 p value 0.509> 0.05). Serves 75-83% cereals, 40-97% vegetables, 56-75% fruit and <25% low-fat or nonfat milk. Conclusion: There are differences in the content of sodium, potassium, calcium, magnesium and fiber as well as portions of vegetables, fruits, cereals and milk in the DASH RS diet with the DASH NHLBI dietary guidelines (2006). | |
| 26648 | 30005 | A1D016121 | UJI POTENSI BAKTERI ENDOFIT AKAR PADI TERHADAP PENEKANAN PENYAKIT KRESEK PADI DAN BUSUK HITAM KUBIS SECARA IN PLANTA | Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Desa Kalicupak Lor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Januari sampai bulan Juli 2020. Rancangan yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Perlakuan yang dicoba untuk tanaman padi : (1) PB0 : Kontrol (tanpa bakteri endofit + Xoo), (2) PB1: Bakteri endofit 1 + Xoo, (3) PB2 : Bakteri endofit 2 + Xoo, (4) PB3 : Bakteri endofit 3 + Xoo. Perlakuan untuk tanaman kubis yaitu : (1) KB0 : Kontrol (tanpa bakteri endofit + Xcc), (2) KB1 : Bakteri endofit 1 + Xcc, (3) KB2 : Bakteri endofit 2 + Xcc , (4) KB3 : Bakteri endofit 3 + Xcc. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit dan variabel pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan padi, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman. Data dianalisis dengan uji F, apabila ada perbedaan dilanjutkan dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kesalahan 5%. Berdasarkan analisis, bakteri endofit berpotensi dalam mengendalikan penyakit kresek/HDB pada padi dan busuk hitam pada kubis. Perlakuan bakteri endofit 2 (PB2/KB2) bakteri endofit 2 (PB2/KB2) dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi dan kubis. Pada tanaman padi dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman. Aplikasi bakteri endofit 2 pada tanaman kubis dapat meningkatkan bobot segar dan bobot kering tanaman. | This research was conducted at the Screen House of Kalicupak Lor Village, Kalibagor District, Banyumas Regency and the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from January to July 2020. The design used in the study was a Complete Randomized Block Design (RCBD). The treatments tested for rice were: (1) PB0: Control (without endophytic bacteria + Xoo), (2) PB1: Endophytic bacteria 1 + Xoo, (3) PB2: Endophytic bacteria 2 + Xoo, (4) PB3: Endophytic bacteria 3 + Xoo. The treatments for cabbage were: (1) KB0: Control (without endophytic bacteria + Xcc), (2) KB1: endophytic bacteria 1 + Xcc, (3) KB2: endophytic bacteria 2 + Xcc, (4) KB3: endophytic bacteria 3 + Xcc. The variables observed included incubation period, disease intensity and growth variables including plant height, number of leaves, number of tillers, plant fresh weight and plant dry weight. The data were analyzed by using the F test, if there is a difference, then proceed with the least significant difference (LSD) at an error level of 5%. Based on the analysis, endophytic bacteria have the potential to control “kresek” disease in rice and black rot in cabbage. Treatment of endophytic bacteria 2 (PB2/KB2) can increase the growth of rice and cabbage plants. Application of endophytic bacteria 2 in rice can increase plant height, number of leaves, plant fresh weight and plant dry weight. Application of endophytic bacteria 2 in cabbage can increase the fresh weight and dry weight of the plant. | |
| 26649 | 30006 | L1A016069 | PRODUKTIVITAS GILLNET SEBAGAI ALAT TANGKAP IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) DI PERAIRAN LOGENDING, KEBUMEN, JAWA TENGAH | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas Gillnet dan faktor apa yang paling berpengaruh dalam upaya penangkapan ikan Bawal Putih di Perairan Logending, Kebumen, Jawa Tengah. Metode survey diterapkan untuk mendata 30 kapal nelayan Gillnet secara acak (50% dari 60 kapal nelayan). Variabel penelitian ini berupa data produksi hasil tangkapan ikan Bawal Putihl (Y), panjang jaring (X1), tinggi jaring (X2), Mesh size (X3), jumlah ABK (X4), lama pengoperasian (X5), kecepatan menarik jaring (X6),dan pengalaman kerja (X7). Data dianalisis menggunakan fungsi produksi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukan bahwa produktivitas Gillnet dalam upaya penangkapan Ikan Bawal Putih sebesar 96,6% sisanya sebesar 3,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Faktor yang paling mempengaruhi produktivitas Gillnet adalah tinggi jaring (X2) sebesar 23,3%. | The purpose of this study was to determine the productivity of Gillnet and what were the most influential factors in the attempt to catch white silver pomfret at TPI Logending, Kebumen, Jawa Tengah. A method survey was applied to observe randomly 30 vessel units (50% from 60 units). Variables were the yield of white silver pomfret (Y), length of the net (X1), the height of the net (X2), mesh size of the net (X3), the amount of labor (X4), the duration of operation (X5), the speed of pulling the net (X6),and work experince (X7). Data were analyzed by using Cobb Douglass’s production-function. The result of this research showed that the productivity of Gillnet for catching White silver Pomfret was 95,5% and 4,5% influenced by other undetected factors. The factors that most influence the productivity of Gillnet fishing gear in Logending Waters is factor the height of the net (X2) of 23,3%. | |
| 26650 | 30008 | J1A016017 | Translation Techniques and Acceptability of Onomatopoeia in Herge's The Adventure of Tintin Comic | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe onomatope, teknik penerjemahan beserta aspek keberterimaan pada penerjemahan onomatope dalam komik Petualangan Tintin untuk membandingkan bagaimana versi Bahasa Inggris dan Indonesia dalam menamakan suara benda dan mengetahui bagaimana teknik penerjemahan dapat mempengaruhi kualitas produk penerjemahan. Penelitian ini menggunakan teknik deskripsi kualitatif dan total sampling. Penelitian ini menerapkan teori onomatope khususnya tipe onomatope dari Thomas and Clara (2004: 4), teori teknik penerjemahan dari Molina and Albir (2002: 509) dan Translation Quality Assessment (TQA) yang dikemukakan oleh Nababan (2012: 44) yang mana fokus pada aspek keberterimaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 121 data dari 21 seri komik Tintin. Terdapat 4 tipe onomatope yaitu tipe suara hewan (19%), suara manusia (17.3%), suara alam (8.3%) dan miscellaneous (55.4%). Sementara itu, teknik yang digunakan oleh penerjemah hanya 5 teknik. Teknik tersebut terdiri dari adaptation (5%), borrowing (34.7%), discursive creation (19%), established equivalent (37.2%) dan reduction (4.1%). Yang terakhir, penerjemahan onomatope dalam komik Tintin sebagian besar berterima dengan total 81.8% onomatope, 14.9% termasuk kurang berterima dan 3.3% dianggap tidak berterima. | This research is aimed to analyze the types of onomatopoeia, techniques of translation as well as the acceptability aspect of the translated onomatopoeia in The Adventure of Tintin comic in order to compare how English and Indonesian in naming the sound of something and know how translation techniques can affect the quality of translation products. This research used descriptive qualitative method and total sampling. This research primarily applied the theory of onomatopoeia especially the types of onomatopoeia from Thomas and Clara (2004:4), Molina and Albir’s (2002: 509) theory of translation techniques and Translation Quality Assessment (TQA) proposed by Nababan (2012: 44) which focused on acceptability aspect. The result shows that there are 121 data found in 21 comic series of Tintin. There are 4 types of onomatopoeia which are call of animals (19%), sound made by humans (17.3%), sound of nature (8.3%) and miscellaneous sound (55.4%). Meanwhile, techniques that are used by the translator are only 5 techniques. The techniques consist of adaptation (5%), borrowing (34.7%), discursive creation (19%), established equivalent (37.2%) and reduction (4.1%). At last, the translated onomatopoeia in Tintin comic are predominantly acceptable which has a total 82% of onomatopoeia, 15% belong to less acceptable and 3% belong to unacceptable. | |
| 26651 | 30400 | H1A016078 | PENJADWALAN KELAS BERBASIS SMT (SATISFIABILITY MODULO THEORIES) DENGAN PARTISI DATA MASUKAN DI FAKULTAS TEKNIK UNSOED | Penjadwalan adalah suatu kegiatan perancangan berupa pengalokasian sumber daya baik mesin maupun tenaga kerja untuk menjalankan sekumpulan tugas sesuai prosesnya dalam jangka waktu tertentu. Masalah penjadwalan yang diambil adalah penjadwalan mata kuliah Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman. Dengan sumber daya berupa dosen, mahasiswa, ruang kelas, dan sebagainya. Masalah penjadwalan muncul karena adanya keterbatasan waktu, tenaga kerja, jumlah sumber daya, sifat dan syarat pekerjaan yang akan dilaksanakan. Penulis akan menyelesaikan masalah penjadwalan tersebut menggunakan satisfiability modulo theories. satisfiability modulo theories (SMT) merupakan teori tentang pengecekan formula logis dengan satu atau lebih latar belakang teori. Pada bahasa pemrograman Python tersedia library SMT dengan nama PySMT yang memiliki backend SMT solver. Penulis akan mengolah data masukan berupa mata kuliah, jadwal dosen, kapasitas ruangan, dan data constraint dengan menggunakan PySMT. Penulis akan memartisi data sesuai jurusan agar komputasi lebih cepat. Keluaran yang diharapkan berupa jadwal mata kuliah Fakultas Teknik yang memenuhi semua constraint atau batasan yang diberikan. Sehingga akan diperoleh sebuah program penjadwalan otomatis untuk Fakultas Teknik Unsoed yang dapat melakukan penjadwalan mata kuliah lebih cepat dan efisien. | Scheduling is a design activity in the form of allocating resources both machinery and labor to carry out a set of tasks according to the process within a certain period of time. The scheduling problem taken is the scheduling of the General Soedirman University Faculty of Engineering courses. With resources in the form of lecturers, students, classrooms, and so on. The scheduling problem arises because of the limited time, labor, amount of resources, nature and conditions of work to be carried out. The author will solve the scheduling problem using satisfiability modulo theories. satisfiability modulo theories (SMT) is a theory about checking logical formulas with one or more background theories. In the Python programming language there is an SMT library named PySMT which has an SMT solver backend. The author will process input data in the form of courses, lecturer schedules, room capacity, and data constraints using PySMT. The author will partition the data according to the department so that computing is faster. The expected output is in the form of a Faculty of Engineering course schedule that meets all given constraints. So that an automatic scheduling program for the Unsoed Engineering Faculty will be obtained which can schedule subjects more quickly and efficiently. | |
| 26652 | 30010 | I1A016060 | LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA KERACUNAN AKUT PESTISIDA PADA PETANI HORTIKULTURA | Latar Belakang: Sekitar 1-5 juta kasus keracunan pestisida diperkirakan terjadi setiap tahun dan sebanyak 80% diantaranya terjadi di negara berkembang. Penggunaan pestisida terbesar adalah pertanian hortikultura. Berdasarkan penelitian terdahulu, banyak ditemukan petani mengalami gejala keracunan akut pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala keracunan akut pestisida pada petani hortikultura berdasarkan hasil kajian literature review. Metodologi: Penelitian Literature Review ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Sumber data dari Google Sholar, Academia.edu, dan Microsoft Academic. Untuk menemukan artikel penelitian sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dilakukan review. Hasil Penelitian: Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 22 artikel penelitian. Terdapat 18 faktor yang berhubungan dengan gejala keracunan pestisida pada petani hortikultura yaitu: faktor lingkungan (lingkungan fisik (arah penyemprotan, waktu penyemprotan pestisida, lama penyemprotan pestisida, jenis alat penyemprot, luas lahan), lingkungan kimia (jenis pestisida, jumlah jenis pestisida), lingkungan biologi (jenis pertanian), lingkungan ekonomi (status ekonomi wilayah)) faktor genetik (jenis kelamin, umur), faktor perilaku (pendidikan, pengetahuan, sikap, praktik, penggunaan APD, kebersihan perorangan, masa kerja). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor lingkungan, faktor genetik, dan faktor perilaku dengan gejala keracunan akut pestisida pada petani hortikultura. | Background: Around 1-5 million cases of pesticide poisoning are estimated to occur every year and 80% of them occur in developing countries. The largest use of pesticides is in horticultural agriculture. Based on previous research, it was found that many farmers experienced symptoms of acute pesticide poisoning. This study aims to determine the factors associated with the symptoms of acute pesticide poisoning in horticultural farmers based on the results of literature review. Methods: This literature review research uses a literature study approach. Data sources from Google Sholar, Academia.edu, and Microsoft Academic. To find research articles according to the inclusion and exclusion criteria, a review was conducted. Results: Based on the inclusion and exclusion criteria, 22 research articles were obtained. There are 18 factors associated with the symptoms of pesticide poisoning among horticultural farmers, namely: environmental factors (physical environment (wind direction, time of spraying pesticides, duration of pesticide spraying, type of sprayer, land area), chemical environment (type of pesticide, number of types of pesticides), biological environment (type of agriculture), economic environment (regional economic status)) genetic factors (gender, age), behavioral factors (education, knowledge, attitudes, practices, use of PPE, personal hygiene, years of service). Conclusion: There is a relationship between environmental factors, genetic factors, and behavioral factors with symptoms of acute pesticide poisoning among horticultural farmers. | |
| 26653 | 30011 | J1D016044 | KAJIAN FEMINISME PADA NOVEL FAITH AND THE CITY KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA | Feminisme adalah ketimpangan posisi antara kaum perempuan dengan laki-laki mengenai aspek fisik, karir atau pekerjaan, ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya. Perempuan sejatinya dalam berkeluarga berperan sebagai seorang istri dan ibu yang mendidik anaknya, akan tetapi perempuan juga dapat memiliki kesetaraan dalam pendidikan dan pekerjaan sebagai wartawan. Data hasil penelitian yang dilakukan peneliti berupa (1) Kedudukan tokoh utama perempuan dalam novel Faith and the City karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra (2) Kajian feminisme pada tokoh utama perempuan dalam novel Faith and the City karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra (3) Relevansi kajian feminisme pada novel Faith and the City karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra untuk pembelajaran. Kajian feminisme dapat diimplementasikan ke dalam materi pembelajaran kurikulum 2013 jenjang SMA/MA/SMK/MAK kelas XII Kompetensi Dasar (KD) 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa penggalan-penggalan cerita dalam novel Faith and the City karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode baca, simak, dan catat (BSC). Metode analisis data yang digunakan yaitu metode pembacaan heuristik dan hermeneutik. Metode hasil analisis data dalam penelitian ini disajikan dengan menggunakan metode penyajian informal. Hasil yang didapatkan berdasarkan kajian feminisme yang dilakukan peneliti mengacu pada kedudukan tokoh utama perempuan yaitu Hanum yang profeminis atau kontra feminis. Melalui tokoh utama perempuan yang bernama Hanum, peneliti melakukan kajian feminisme pada tokoh Hanum dalam novel Faith and the City karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra berdasarkan beberapa aspek yaitu (1) aspek fisik yang berjumlah 2 data, (2) aspek psikis yang berjumlah 2 data, (3) aspek sosial yang berjumlah 3 data, (4) aspek pendidikan yang berjumlah 2 data, (5) aspek karier/pekerjaan yang berjumlah 6 data, dan (6) aspek dari segi peran domestik sebagai istri dan ibu yang berjumlah 3 data. | Feminism is the unequal position between women and men regarding physical aspects, career or work, economy, education, and so on. In fact, women in a family act as wives and mothers who educate their children, but women can also have equality in education and work as journalists. The data from the research conducted by the researcher are (1) The position of the main female character in the novel Faith and the City by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra (2) The study of feminism on the main female character in the novel Faith and the City by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra ( 3) The relevance of feminism studies in the novel Faith and the City by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra for learning. The study of feminism can be implemented into the 2013 curriculum learning materials for SMA / MA / SMK / MAK class XII Basic Competency (KD). 3.9 Analyze novel content and language. The form of this research is descriptive qualitative. The data collected in the form of fragments of stories in the novel Faith and the City by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra. Sources of data in this study are primary and secondary data. The data collection method in this study used the reading, listening, and note-taking (BSC) method. The data analysis methods used were heuristic and hermeneutic reading methods. The method of data analysis results in this study is presented using the informal presentation method. The results obtained are based on the study of feminism conducted by the researcher, referring to the position of the main female character, namely Hanum, who is pro-feminist or counter-feminist. Through the main female character named Hanum, the researcher conducted a feminism study on Hanum's character in the novel Faith and the City by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra based on several aspects, namely (1) physical aspects, amounting to 2 data, (2) psychological aspects, which amounted to 2 data, (3) social aspects totaling 3 data, (4) educational aspects totaling 2 data, (5) career / work aspects totaling 6 data, and (6) aspects in terms of domestic roles as wives and mothers, amounting to 3 data. | |
| 26654 | 30012 | C1A016052 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELANCARAN PENGEMBALIAN KREDIT USAHA RAKYAT MIKRO OLEH PEDAGANG PASAR CISALAK KOTA DEPOK | Mengingat pentingnya akses modal bagi UMKM, maka pemerintah meluncurkannya program pembiayaan yang diberi nama Kredit Usaha Rakyat (KUR). Besarnya penyaluran KUR khususnya bagi UMKM tentunya juga memperbesar peluang pengembalian kredit yang tidak lancar karena usaha perdagangan sifatnya dinamis. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran pengembalian kredit usaha rakyat mikro oleh pedagang Pasar Cisalak Kota Depok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh omzet perbulan, besar pinjaman dan jangka waktu angsuran terhadap kelancaran pengembalian kredit usaha rakyat mikro oleh pedagang pasar Cisalak Kota depok. Sampel yang digunakan sebanyak 53 orang, 30 orang mewakili subpopulasi dengan pengembalian lancar dan 23 orang mewakili subpopulasi dengan pengembalian tidak lancar. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah metode snowball dan pelaksanaanya menggunakan teknik wawancara berdasarkan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan variabel omzet perbulan, besar pinjaman dan jangka waktu angsuran berpengaruh terhadap kelancaran pengembalian kredit usaha rakyat mikro oleh pedagang pasar Cisalak Kota Depok. Secara parsial variabel besar pinjaman dan jangka waktu angsuran tidak berpengaruh terhadap kelancaran pengembalian kredit. Sedangkan variabel omzet perbulan memiliki pengaruh positif terhadap kelancaran pengembalian kredit usaha rakyat oleh pedagang pasar Cisalak kota Depok. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kelancaran pengembalian kredit usaha rakyat mikro oleh pedagang pasar Cisalak Kota Depok adalah omzet perbulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor yang memiliki pengaruh paling besar adalah omzet perbulan dari pedagang. Hal tersebut dapat menjadi fokus pertimbangkan dalam proses pemberian KUR kepada calon debitur untuk mengantisipasi terjadinya penunggakan kredit. Bagi pedagang, upaya-upaya yang dapat dilakukan agar omzet berkembang antara lain dengan inovasi dalam pelayanan, membangun jaringan usaha sesama usaha mikro, memanfaatkan jaringan informasi bisnis yang ada baik secara horizontal maupun vertikal. Bank penyalur dalam hal ini BRI dapat ikut serta membantu pedagang untuk memecahkan permasalahan penurunan omzet dengan memberikan masukan manajerial maupun strategi pemasaran bagi pedagang. | Given the importance of access to capital for MSMEs, the government launched a financing program called kredit usaha rakyat. The amount of credit distribution, especially for MSMEs, of course also increases the chances of non-performing loans because trading business activities are dynamic. Therefore, the author is interested to study the factors that affect the return of micro people's business credit by traders in the Cisalak market, Depok City. This study aims to analyze the factors that affect the return of micro people's business credit by traders in the Cisalak market, Depok City. The sample used is 53 people, 30 people representing the sub population with smooth returns and 23 people representing the sub population with non-current returns. The method of determining the sample in this study is the snowball method and its implementation uses an interview technique based on a questionnaire. The data were then analyzed using logistic regression. The results showed that the monthly turnover variable, loan size and credit term had an effect on the return of micro people's business credit by Cisalak market traders, Depok City. Partially, the variable of loan size and credit term has no effect on the smoothness of credit return. Meanwhile, the monthly turnover variable has a positive effect on the return of micro people's business credit by Cisalak market traders, Depok city. The variable that most influences the return of micro people’s business credit by the Cisalak market traders in Depok City is monthly turnover. Based on the research results, it is known that the factor that has the greatest influence is the monthly turnover of traders. This can be a focus for consideration in the process of providing KUR to prospective borrowers to anticipate non-performing loans. For traders, efforts that can be made to increase turnover include innovation in services, building business networks among micro-businesses, utilizing existing business information networks both horizontally and vertically. Channeling banks, in this case BRI can participate in helping traders solve the problem of reducing turnover by providing managerial input and marketing strategies for traders. | |
| 26655 | 30014 | G1A016035 | HUBUNGAN KADAR LOW-DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) DENGAN KETEBALAN TUNIKA INTIMA ARTERI KAROTIS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 OBESITAS HIPERTENSI DI RSUD MARGONO SOEKARJO | ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DMT 2) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronik akibat gangguan sekresi maupun resistensi insulin. Peningkatan LDL dapat mengganggu metabolisme tubuh dan menimbulkan risiko timbunan plak pada pembuluh darah. Pemeriksaan kadar LDL dapat digunakan sebagai upaya deteksi dini proses aterosklerosis pada pasien DMT 2. Deteksi dini proses aterosklerosis dapat dilakukan dengan pemeriksaan ketebalan tunika intima arteri karotis menggunakan USG sebagai upaya pencegahan komplikasi kardiovaskular dan stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan sampel sebanyak 26 pasien dengan diagnosis diabetes melitus tipe 2 obses hipertensi. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data primer diperoleh dari pemeriksaan kadar LDL dengan sampling darah vena dan pemeriksaan ketebalan tunika intima dengan USG B-Mode. Analisis hipotesis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Rerata kadar LDL pasien DM tipe 2 obesitas dengan hipertensi adalah 109,6 mg/dL. Rerata ketebalan tunika intima arteri karotis adalah 0,4 mm. Hasil uji spearman p=0,564 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar LDL dengan ketebalan tunika intima arteri karotis pada pasien DMT 2 obesitas hipertensi | ABSTRACT Background : Type 2 diabetes melitus is a metabolic disease characterized by prolonged hyperglycemia as a result from insulin's secretion impairment and/or insulin resistance. Increased LDL can disrupt the body's metabolism and pose a risk of plaque buildup in blood vessels. LDL levels can be used as an early detection of atherosclerosis in DMT 2 patients. Early detection of atherosclerosis can be done by examining the thickness of the carotid intestinal artery using ultrasound as an effort to prevent cardiovascular complications and stroke. Methods: This study used a cross-sectional design with a sample of 26 patients with a diagnosis of type 2 diabetes melitus obsession with hypertension. Sampling using consecutive sampling techniques. Primary data were obtained from examining LDL levels by venous blood sampling and intima tunica thickness examination by B-Mode ultrasound. Hypothesis analysis using the Spearman correlation test. Results: The mean LDL level of obesitase type 2 DM patients with hypertension was 109.6 mg / dL. The mean thickness of the carotid artery intima is 0.4 mm. Spearman test results p = 0.564 (p> 0.05). Conclusion: There was no significant relationship between LDL levels and the thickness of the carotid intimal artery in hypertensive obesitase DMT 2 patients. | |
| 26656 | 30015 | G1A016032 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PELAKSANAAN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) DI KABUPATEN BANYUMAS MENURUT REMAJA | Latar Belakang : Penelitian ini akan merumuskan faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Kabupaten Banyumas mneurut pandangan dari pengguna layanan itu sendiri, yaitu remaja. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih banyaknya permasalahan kesehatan remaja di Kabupaten Banyumas, antara lain adalah 1.318 remaja hamil dibawah usia 20 tahun, 1.245 remaja bersalin dibawah usia 20 tahun, 777 remaja mengalami anemia, 18 remaja terkena Infeksi Menular Seksual (IMS), 35 remaja terkena Infeksi Saluran Reproduksi (ISR), dan 516 remaja yang dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi pelaksanaan program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Kabupaten Banyumas menurut remaja. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif. Jenis pengumulan data dengan wawancara mendalam semi terstruktur dengan menggunakan bantuan panduan wawancara. Sampel penelitian ini adalah remaja di wilayah kerja Puskesmas Kalibagor dan Puskesmas Purwokerto Barat. Hasil : Dalam penelitian ini didapatkan hasil berupa faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan program PKPR di Kabupaten Banyumas yaitu persepsi remaja terhadap keberadaan dan program PKPR. Kesimpulan : Faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan PKPR di Kabupaten Banyumas berkaitan erat dengan peran puskesmas untuk melaksanakan program-program PKPR dan peran partisipan yaitu remaja sebagai pemakai layanan tersebut. Pengetahuan remaja mengenai PKPR yang berbeda-beda dapat dihubungkan dengan latar belakang pendidikan, usia, dan asal informasi. Pengetahuan tersebut membawa remaja untuk memutuskan apakah mereka tertarik atau tidak untuk memakai layanan PKPR di puskesmas. | Background : This research will formulate the factors that influence the implementation of the Youth Care Health Service (YCHS) program in Banyumas Regency according to the views of the service users themselves, namely adolescents. The purpose of this study is to dig in-depth the knowledge of adolescents on the implementation of the Youth Care Health Service (YCHS) program in Banyumas Regency. The background of this research is that there are still many adolescent health problems in the District of Banyumas, among others are 1,318 pregnant adolescents under the age of 20 years, 1,245 adolescents maternity under the age of 20 years, 777 adolescents have anemia, 18 adolescents affected by Sexually Transmitted Infections (STI), 35 adolescents affected by Reproductive Tract Infection (RTI), and 516 adolescents who are referred to more adequate health facilities. Objective : Knowing what factors influence the implementation of the Youth Care Health Service (YCHS) program in Banyumas Regency according to adolescents. Method : This research used a qualitative method with an interpretive phenomenology approach. Data was collected by semi-structured interview. The sample of this study was adolescents in the working area of the Kalibagor Health Center and the West Purwokerto Health Center. Results : In this study, the results obtained in the form of factors that influence the implementation of the YCHS program in Banyumas Regency, namely adolescent perceptions of the existence and the YCHS program. Conclusion : The factors that influence the implementation of YCHS in Banyumas Regency are closely related to the role of the public health center in implementing YCHS programs and the role of participants, namely youth as users of these services. Adolescent knowledge about different YCHS can be related to educational background, age, and information origin. These knowledges leads youth to decide whether or not they are interested in using YCHS services at the public health center. | |
| 26657 | 30017 | A1D016073 | PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI KEONG MAS (Pomacea canaliculata) TERHADAP SETEK TANAMAN JERUK LEMON (Citrus limon) | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi, lama perendaman dan kombinasi antara konsentrasi dan lama perendaman yang paling baik dari zat pengatur tumbuh alami keong mas (Pomacea canaliculata) terhadap pertumbuhan setek tanaman jeruk lemon (Citrus limon). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2020 di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama, yaitu 250 ml/l, 500 ml/l dan 750 ml/l. Faktor kedua, yaitu 1,5, 3, dan 4,5 jam perendaman. Data dianalisis dengan uji F, dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi zat pengatur tumbuh alami keong mas (Pomacea canaliculata) dengan konsentrasi 500 ml/l memberikan hasil bobot tunas segar, bobot akar segar dan bobot akar kering yaitu 0,84 g, 0,56 g dan 0,17 g. Lama perendaman zat pengatur tumbuh alami keong mas (Pomacea canaliculata) dengan lama perendaman 3 jam memberikan hasil bobot tunas segar dan bobot akar kering yaitu 0,79 g dan 0,16 g. lama perendaman 4,5 memberikan hasil panjang tunas dan berat akar segar dengan hasil berturut-turut yaitu 17,52 cm dan 0,53 g. Kombinasi perlakuan antara konsentrasi dan lama perendaman zat pengatur tumbuh alami keong mas (Pomacea canaliculata) yang diberikan memberikan hasil panjang tunas pada perlakuan konsentrasi 250 ml/l dan lama perendaman 4,5 jam yaitu 18,91 cm. | The aim of this research is to get the concentration, submersion duration and the best combination of concentration and submersion duration of the lemon plant (citrus limon) cutting in the golden snail (Pomacea caniculata) natural growth regulator. This research was conducted in January to April 2020 in Banjarsari Kulon Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The study design used was a complete randomized block design. The first factor are 250 ml/l, 500 ml/l and 750 ml/l. The second factors are 1,5, 3, and 4,5 hours submersion. Observation data were analyzed by F test, followed by further Duncan's Multiple Range Test. Research’s result shows that the concentration of golden snail (pomacea canaliculata) natural growth regulator with 500 ml/l concentration has given 0,84 g of fresh shoot's weight, 0,56 g of fresh root's weight and 0,17 g of dried root's weight. Three hours of submersion duration of golden snail (pomacea caniculata) natural growth regulator resulted 0,79 g of fresh root's weight and 0,16 g of dried root's weight. The 4,5 hours submersion duration resulted shoot's length and fresh root's weight consecutively 17,52 cm and 0,53 g. The combination treatment between 250 ml/l concentration and 4,5 hours of submersion duration in golden snail natural growth regulator resulted 18,91 cm of shoot's length. | |
| 26658 | 30007 | K1A016066 | Modifikasi Elektroda menggunakan Kitosan dan FE3O4 Nanopartikel untuk Biosensor Glukosa | Pemanfaatan grafit sebagai elektroda kerja pada metode cyclic voltammetry saat ini belum banyak dikembangkan karena grafit memiliki sensitivitas yang rendah terhadap reaksi reduksi oksidasi yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan sensitivitas grafit sebagai elektroda kerja dengan melakukan modifikasi menggunakan kitosan dan Fe3O4 nanopartikel. Elektroda termodifikasi diujikan pada larutan hidrogen peroksida (H2O2) untuk mendeteksi adanya reaksi reduksi oksidasi yang terjadi. Sensitivitas elektroda termodifikasi (G-K-Fe) dibandingkan dengan elektroda tanpa modifikasi (G) dan elektroda dengan penambahan kitosan (G-K). Pengujian sensor H2O2 ini dilakukan menggunakan metode cyclic voltammetry pada scan rate 0,1 V/detik dengan potensial yang digunakan antara 1 V sampai dengan -1 V. Nilai arus oksidasi dan reduksi maksimum yang dihasilkan yaitu 29,06 x 10-2 A dan -26,80 x 10-2 A. Hasil optimalisasi elektroda G-K-Fe yaitu penambahan Fe3O4 nanopartikel sebanyak 4 gram/100 mL kitosan, buffer fosfat 100 mM pH 7, dan suhu analisis 25oC. Pengujian elektroda termodifikasi untuk biosensor glukosa pada penelitian ini menggunakan enzim glukosa oksidase (GOD), dimana reaksi antara glukosa dan enzim GOD akan menghasilkan H2O2 dan asam glukonat. Banyaknya H2O2 yang terdeteksi sebanding dengan kadar glukosa yang diukur. Hasil uji biosensor glukosa menunjukkan respon linier dengan persamaan y = -6,804x – 104,32 (reduksi) dengan r = 0,999 dan y = 4,5872x + 133,37 dengan r = 0,999. Batas deteksi (LOD) untuk reaksi reduksi dan oksidasi masing-masing sebesar 0,38 mM dan 0,32 mM. Batas kuantifikasi (LOQ) untuk reaksi reduksi dan oksidasi masing-masing sebesar 1,25 mM dan 1,07 mM. | The utilization of graphite as an working electrode in cyclic voltammetry method at the moment has not been developed because graphite has low sensitivity oxidation-reduction reaction that occur. The purpose of this research is to increase graphite’s sensitivity as a working electrodes by modifying it using chitosan and Fe3O4 nanoparticles. Modified electrode was tested on hydrogen peroxide (H2O2) solution to detect redox reactions that occurred. Modified electrodes sensitivity (G-K-Fe) was compared with electrode without modification (G) and the electrode with the addition of chitosan (G-K). This H2O2 sensor testing was carried out by using cyclic voltammetry method at scan rate of 0,1 V/s with a potential used between 1 V to -1 V. The maximum value of the resulting oxidation current is 29,06 x 10-2A and the maximum reduction current is -26,80 x 10-2 A. The result of optimization G-K-Fe electrode are the addition of Fe3O4 nanoparticles much as 4 gram/100 mL chitosan, phosphate buffer100 mM pH 7, and an analysis temperature at 25oC. The examination of modified electrode for glucose biosensor in this research using enzyme glucose oxidase (GOD), which the reaction between glucose and glucose oxidase enzymes will produce H2O2 and gluconic acid. The amount of H2O2 detected is comparable to glucose content which is measured. The result of glucose biosensor test showed linear response with the equation y = -6.804x – 104.32(reduction) with r = 0.999 and y = 4.5872x + 133.37 (oxidation) with r = 0.999. Limit of detection (LOD) for reduction and oxidation reaction are 0.38 mM and 0.32 mM. Limit of quantification (LOQ) for reduction and oxidation reaction are 1.25 mM and 1.07 mM. | |
| 26659 | 30029 | K1A016050 | SINTESIS C-FENILKALIKS[4]RESORSINARENA SULFONAT DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus | Salah satu pengembangan bahan sintesis yang merupakan makromolekul cukup potensial yaitu Senyawa C-fenilkaliks[4]resorsinarena sulfonat (CFKRS). Senyawa tersebut diperoleh dari hasil sulfonasi senyawa C- fenilkaliks[4]resorsinarena (CFKR) dengan menggunakan katalis Ag2SO4 dan agen pensulfonasi H2SO4. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik senyawa CFKRS, aktivitas antibakteri, dan KHTM senyawa CFKRS. Rendemen hasil sintesis senyawa CFKRS yaitu 85,21% dengan kelarutan yang baik dalam air. Karakterisasi menggunakan FTIR menghasilkan serapan pada bilangan gelombang 3448,72 cm-1 yang merupakan serapan gugus O-H; 1604,77 cm-1 menunjukkan adanya cincin aromatis; 1188,15 cm-1 , 1118,71 cm-1 , dan 617,22 cm-1 menunjukkan adanya serapan SO3 . Hasil analisis H-NMR menunjukkan adanya pergeseran kimia pada 8,059 ppm menunjukkan sinyal proton dari gugus hidroksil (-OH); 7,268-7,992 ppm menunjukkan adanya proton aromatik (Ar-H); dan 1,913 ppm menunjukkan adanya sinyal proton dari –SO3H. Selain itu, dilakukan pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi sumuran menggunakan kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatif akuades menunjukkan bahwa senyawa CFKRS memiliki aktivitas antibakteri kategori sedang dengan zona hambat 9,033 mm. Pengukuran Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dilakukan dengan variasi konsentrasi 1000, 500, 250, 125, 65, 30, 15, dan 10 ppm dihasilkan konsentrasi minimal yaitu 65 ppm dengan zona hambat 1,215 mm. | One of the development of synthetic materials which is a potential enough macromolecule is the C-phenylcalix[4]resorsinarene sulfonate compound. It was obtained from the sulfonation of the C-phenylcalix[4]resorcinene compound using Ag2SO4 catalyst and H2SO4 sulfonating agent. The aim of this study was to determine the characteristic of C-phenylcalix[4]resorsinarene sulfonate compound, bacterial activity, and minimum growth inhibitory concentration (MIC) of its compound. The yield of its compound was 85.21% with good solubility in water. Characterization using FTIR resulted in the absorption at wave number 3448.72 cm-1 which is the absorption of the O-H group; 1604.77 cm-1 indicates an aromatic ring; 1188.15 cm-1 , 1118.71 cm-1 , and 617.22 cm-1 indicate the presence of SO3 absorption. H-NMR analysis results showed a chemical shift at 8.059 ppm indicating a proton signal from the hydroxyl group (-OH); 7.268- 7.992 ppm indicates the presence of aromatic protons (Ar-H); and 1.913 ppm indicates a proton signal from –SO3H. In addition, testing for antibacterial activity against Staphylococcus aureus with the well diffusion method using chloramphenicol positive control and aquades negative control showed that C- phenylcalix[4]resorsinarene sulfonate compounds had moderate antibacterial activity with an inhibition zone of 9.033 mm. Measurement of MIC was carried out with various concentrations of 1000, 500, 250, 125, 65, 30, 15, dan 10 ppm resulting in a minimum concentration of 65 ppm with an inhibition zone of 1.215 | |
| 26660 | 30013 | C1I016037 | THE EFFECT OF INFORMATION TECHNOLOGY AND HUMAN RESOURCES CAPACITY ON THE QUALITY OF MSME’S FINANCIAL STATEMENTS WITH INTERNAL CONTROL SYSTEM AS MODERATION | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi informasi dan kapasitas sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan UMKM dengan sistem pengendalian intern sebagai moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah 23.043 UMKM yang merupakan wajib pajak di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan teori technology acceptance model, task-technology fit, dan competence theory. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan analisis data yang digunakan adalah multiple linear regression analysis and moderated regression analysis (MRA) pada SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi informasi dan kapasitas sumber daya manusia berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan UMKM di Kabupaten Banyumas. Selain itu, sistem pengendalian intern tidak dapat memoderasi pengaruh teknologi informasi dan kapasitas sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan UMKM di Kabupaten Banyumas. Implikasi dari penelitian ini, pemilik atau pengelola UMKM di Kabupaten Banyumas harus selalu memantau dan meningkatkan teknologi yang digunakan untuk mencapai keunggulan operasional. Disertai dengan pemberian pelatihan kepada karyawan agar sesuai dengan tanggung jawabnya. | This study aims to analyze the effect of information technology and human resources capacity on the quality of MSME’s financial statements with internal control system as moderation The population in this study is 23,043 who are MSMEs taxpayers on Banyumas Regency. This study used theory of technology acceptance model, task-technology fit, and competence theory. The method of data collection is done through questionnaires and data analysis used is the multiple regression analysis and moderated regression analysis (MRA) in SPSS version 23. The result of this study indicate that information technology and human resources capacity has a positive significant effect on quality of MSME’s financial statements in Banyumas Regency. In addition, Internal control system did not moderate the effect of information technology and human resources capacity on quality of MSME’s financial statement in Banyumas Regency. Implications for this research, owner or management of MSMEs in Banyumas Regency must always monitor and improve the technology used to achieve operational excellence. Accompanied by providing training for employees so that their skills are in accordance with their responsibilities. |