Artikel Ilmiah : J1C015002 a.n. MUHAMAD HILMI AZIZ

Kembali Update Delete

NIMJ1C015002
NamamhsMUHAMAD HILMI AZIZ
Judul ArtikelWagashi : Simbolisme Kuliner Jepang di Musim Semi
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Wagashi: Simbolisme Kuliner Jepang di Musim Semi”. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan simbol apa saja yang terdapat pada wagashi di musim semi serta menjelaskan makna denotasi, konotasi dan mitos menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Data yang digunakan berupa narasi dan gambar yang menerangkan tentang simbol dan makna pada wagashi di musim semi dalam buku 和の菓子 The Art Of Japanese Confectionary karya Kazuya Takaoka (2018) dan 和菓子の基本 karya Yukie Matsumoto (2016). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, serta teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik deskripsi kepustakaan. Analisis dilakukan pada 48 (empat puluh delapan) wagashi di musim semi, dengan hasil 4 (empat) simbol yang terdapat pada wagashi tersebut berdasarkan salah satu unsur pembentuk wagashi yaitu katachi 形 (penampilan). Hasil analisis berikutnya dilakukan pada 9 (sembilan) wagashi di musim semi menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Pada tingkatan denotasi bentuk, warna, motif dan hal-hal lain yang tampak pada wagashi memiliki fungsi untuk memberikan sejumlah keterangan atau informasi mengenai wagashi tersebut, pada tingkatan konotasi terdapat makna di balik bentuk, warna, dan motif pada wagashi tersebut, pada tingkatan mitos makna ditemukan berdasarkan penampilan (katachi 形) pada wagashi, mitos juga ditunjukan pada salah satu wagashi yang terdapat pada tradisi Hinamatsuri berdasarkan fungsi dalam tradisi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa wagashi bukan hanya sekedar makanan biasa. Melalui wagashi kita dapat menikmati serta mengetahui konsep washoku 和食 yaitu tentang hakikat menghormati alam melalui makanan dan kita juga dapat menikmati kesempurnaan yang telah didedikasikan oleh pengrajin sekaligus keramahtamahan ala Jepang yaitu omotenashi おもてなし.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research titled is “Wagashi: Symbolism of Japanese Culinary in Spring”. This research aims to interpret symbol, denotative, connotative and myth meaning of wagashi in spring through semiotic theory by Roland Barthes. The data used in this research are presented in from of narratives and pictures that explain the symbols and meaning of wagashi in spring in 和の菓子 The Art Of Japanese Confectionary by Kazuya Takaoka (2018) and 和菓子の基本 by Yukie Matsumoto (2016). Descriptive qualitative method is preferred as the main method. Technique of data collection in this research is through literature study. The researcher analyze 48 wagashi in spring with result 4 symbol found in wagashi based on one of the wagashi forming element ‘katachi’ 形. The next analysis obtained of 9 wagashi using the theory of semiotic by Roland Barthes with result, at the level of denotation shape, color, motifs, and other things that appear on wagashi has function to provide information about wagashi. At the level of connotation there is a meaning behind the shape, color, and motifs of wagashi. At the myth level of meaning is found based on appearance ‘katachi’ 形 of wagashi and also found in one of wagashi in Hinamatsuri Festival ‘Hishimochi’ based on function in tradition. The result of this research indicate that wagashi is not just ordinary food. Through wagashi we can enjoy and know the concept of washoku 和食 which is about respecting nature from food and we can also enjoy the perfection that has been dedicated by craftsmen as well as Japanese-style hospitality ‘omotenashi' おもてなし.
Kata kunciomotenashi, semiotika, wagashi, washoku
Pembimbing 1Yusida Lusiana, M.Si., M.Pd.
Pembimbing 2Hartati, M.Hum.
Pembimbing 3Dr. Ely Triasih Rahayu, M.Hum.
Tahun2020
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2020-02-24 15:34:07.445554
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.