Artikelilmiahs

Menampilkan 25.361-25.380 dari 50.303 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2536128251F1A014058 KETERGANTUNGAN MASYARAKAT TERHADAP RENTENIRArtikel yang berjudul “Ketergantungan Masyarakat Terhadap Rentenir” ini disarikan dari penelitian mengenai permasalahan hutang piutang masyarakat kepada rentenir di Kampung Sri Rahayu yang terletak di Kelurahan Karangklesem, Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Berbagai cara dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup diantaranya dengan meminjam uang kepada rentenir.
Penelitian ini dilakukan di Kampung Sri Rahayu Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola relasi sosial dan faktor penyebab ketergantungan antara peminjam dan rentenir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yakni bertujuan untuk mendeskripsikan pola relasi sosial dan beberapa ketergantungan antara peminjam dengan rentenir. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi kepada informan yang memiliki karakteristik tertentu (purposive sampling), dan analisis data menggunakan analisis data interaktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rentenir masih sangat diminati oleh masyarakat khususnya warga Kampung Sri Rahayu walaupun bunga yang ditetapkan sangat tinggi. Melalui proses pinjam meminjam ini juga terbentuk dua pola relasi sosial yaitu pola relasi assosiatif dan pola relasi dissosiatif. Ada pula beberapa faktor yang membuat peminjam menjadi ketergantungan diantaranya adalah prosedur yang sangat mudah dan cepat, tanpa syarat dan tidak ada jaminan serta tuntutan kebutuhan membuat mereka tidak mempedulikan bunga yang ditetapkan.
The article titled "People's Dependence on Moneyloan" was extracted from the research on the issue of public debt payable to Moneyenir in Kampung Sri Rahayu located in Karangklesem Village, Purwokerto City, District Banyumas, Central Java. Various ways to fulfill the needs of life are by borrowing money to Moneyloan.
This research was conducted in Kampung Sri Rahayu Karangklesem Village, South Purwokerto District, Banyumas Regency. The purpose of this research is to know the pattern of social relations and the causal factors of dependency between borrowers and moneylenders. This research uses a qualitatively descriptive method, which aims to describe the pattern of social relations and some dependence between borrowers and moneylenders. Data retrieval methods are conducted with in-depth interviews, observations and documentation to informants that have certain characteristics (purposive sampling), and data analysis using interactive data analysis
The results of this study showed that the loan is still very interested by the community, especially the residents of Kampung Sri Rahayu, although the flower is set very high. Through the process of borrowing, this also formed two patterns of social relations, namely the pattern of associative relations and dissociative relationship patterns. There are also several factors that make borrowers into a dependency is a very easy and fast procedure, without conditions and no guarantees and demands need to make them unconcerned about the interest set.
2536228250F1F014062Cecilia’s Delusional Phases in Gaarder “Through a Glass, Darkly”Penelitian yang berjudul “Cecilia’s Delusional Phases in Gaarder’s Through a Glass, Darkly” ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fase delusi yang dialami oleh Cecilia yang digambarkan dalam novel Through a Glass, Darkly yang ditulis oleh Jostein Gaarder. Hal ini menjelaskan setiap fase delusi yang dimiliki Cecilia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Data utama diambil dari percakapan, tindakan dan narasi atau setiap bagian dari novel yang berisi masalah yang terkait delusi dalam novel Through a Glass, Darkly yang ditulis oleh Jostein Gaarder. Selain itu, penelitian ini terbagi menjadi lima bagian dengan menggunakan teori fase fase delusi oleh Klaus Conrad. Teori tersebut ada Trema, Apophany, Anastrophe, Consolidation dan Residum. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Cecilia telah mengalami banyak kejadian sehingga banyak perasaan yang ia miliki sering kali muncul tanpa sebab. Setelah mengalami Trema, Malaikat bernama Ariel muncul. Kemunculan Ariel menyebabkan Cecilia salah menangkap sebuah kesimpulan dari topik pembicaraan. Anastrophe digambarkan dengan delusional reference, dimana setiap kejadian berhubungan dengan Cecilia. Hal tersebut digambarkan dengan pernjanjian antara Ariel dan Cecilia mengenai surga dan bumi. Dalam fase ke empat Cecilia mulai menyendiri dan sering kali membuat orang di sekitarnya pergi. Pada fase terakhir, Cecilia dalam keadaan autis yang membuat dia sangat sulit untuk berkomunikasi dengan orang tuanya. Sebagai bukti khayalannya, Dia merasa lebih cepat sembuh jika dia bersama Ariel daripada orang tuanya.
The research entitled "Cecilia's Delusional Phases in Gaarder’s Through a Glass, Darkly" is aimed to find out how Cecilia’s delusional phases are depicted in the novel Through a Glass, Darkly written by Jostein Gaarder. This explains each delusional phases that Cecilia has. This research uses qualitative methods in analyzing data. The primary data are taken from the dialogue, action and narration or any part of this novel which contain the related issue of delusions in the novel Through a Glass, Darkly written by Jostein Gaarder. Futhermore, this research is divided into five parts by using the theory of delusional phases by Klaus Conrad. There are Trema, Apophany, Anastrophe, Consolidation and Residum. The results of the research show that: Cecilia had experienced many events, because there are a lot of feelings that she had which often appeared without any reason. After experiencing Trema, an Angel named Ariel appears. Ariel's appearance caused Cecilia incorrectly grasp a conclusion from the topic of conversation. Anastrophe is described by delusional reference, where every incident is related to Cecilia. This is illustrated by the agreement between Ariel and Cecilia regarding heaven and earth. In the fourth phase Cecilia begins to be alone and often make people around her go away. In the last phase, Cecilia is in autistic state that makes her difficult to communicate with her parents. As a proof of her delusion, She felt to be healed faster if she was with Ariel rather than with her own parents.
2536328252F1C015026Komunikasi Pendidikan Ustadz Di Pondok Pesantren Arrisalah Cijantung IV Ciamis Dalam Membentuk Santri Berprestasi Komunikasi Pendidikan menjadi hal yang paling penting sebagai penentu keberhasilan dalam mendidik bagi penerus generasi bangsa yang merupakan suatu proses belajar mengajar untuk menuju lebih baik dalam mencapai tujuan bersama. Proses komunikasi pendidikan di Pondok Pesantren Arrisalah dilakukan antara ustadz dengan santri yang bersifat resmi. Ada tiga pokok pembelajaran di Pondok Pesantren Arrisalah, yaitu Al-Qur’an, Kitab dan Bahasa yang menggunakan dua metode yaitu Klasikal dan Tamyiz. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana komunikasi pendidikan yang diterapkan oleh ustadz di Pondok Pesantren Arrisalah Cijantung IV Ciamis dalam membentuk santri berprestasi. Teori yang digunakan dalam penelitiann ini adalah Teori Persepsi dari Komunikasi Persuasif. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini sebanyak delapan orang dengan masing-masing empat informan kunci dan empat informan pendukung dengan menggunakan purposive sampling. Metode analisis data dari Miles and Huberman, serta validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini yaitu : komunikator berperan membimbing dan memotivasi para santri dalam proses pembelajaran dengan membujuk santri dan menciptakan sebuah persepsi bahwa jika santri bekerja keras maka santri tersebut akan berhasil. Maka terbentuklah sebuah persepsi bahwa bekerja keras yang seperti apa yang seharusnya santri lakukan agar santri tersebut berhasil. Untuk mengasah kemampuan dan mental santri pihak pondok pesantren melaksanakan kegiatan yang dinamakan dengan muhadhoroh. Muhadhoroh berfungsi sebagai proses terbentuknya mental santri untuk menjadi santri yang berprestasi. Communication Education is the most important thing as a determinant of success in educating the next generation of the nation which is a process of teaching and learning to go better in achieving common goals. The educational communication process at the Islamic Boarding School in Arrisalah was carried out between the Ustadz and the official santri. There are three points of learning in the Islamic Boarding School Arrisalah, namely the Qur'an, the Book and the Language that uses two methods, namely Classical and Tamyiz. This study aims to describe how the educational communication implemented by the cleric at Arrisalah Cijantung IV Ciamis Islamic Boarding School in forming outstanding students. The theory used in this research is Perception Theory of Persuasive Communication. This research uses a qualitative research model. Data collection techniques using observation, in-depth interviews, and documentation. Informants in this study were eight people with four key informants and four supporting informants using purposive sampling. Data analysis methods from Miles and Huberman, as well as data validity using source triangulation. The results of this study are: the communicator's role is to guide and motivate the students in the learning process by persuading students and creating a perception that if students work hard the students will succeed. Then formed a perception that work hard like what students should do so that students are successful. To hone the abilities and mentality of the students the boarding school carries out an activity called muhadhoroh. Muhadhoroh functions as a process of forming students' mentality to become outstanding students.
2536428254H1B015061PENGARUH KALSIUM STEARATE TERHADAP SUSUT BETON DENGAN CAMPURAN ABU TERBANGPengaruh calcium stearate terhadap susut beton dengan campuran abu terbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi calcium stearate terhadap susut beton dengan campuran abu terbang dan untuk mengetahui besar susut yang terjadi pada beton dengan variasi campuran calcium stearate setelah ditambahkan dengan abu terbang. Variasi calcium stearate yang digunakan yaitu 0%, 0,1%, 0,2% dan 0,3%. Hasil pengujian karakteristik agregat menunjukkan bahwa agregat yang digunakan memenuhi spesifikasi yang disyaratkan SNI 03-2461-2002. Kuat tekan pada beton silinder sebesar 10,19 MPa untuk sampel 1 dan 22,64 MPa untuk sampel 2. Kuat tekan untuk mortar dengan CS 0% sebesar 31,733 MPa, untuk mortar dengan CS 0,1% sebesar 28,933 MPa, untuk mortar dengan CS 0,2% sebesar 25,533 MPa dan untuk mortar dengan CS 0,3% sebesar 19,633 MPa. Beton dengan kadar calcium stearate 0% memiliki rata-rata besar susut yang lebih tinggi dibandingkan dengan sampel lainnya dan beton mengalami susut yang besar pada saat kurang lebih 30 jam pertama dan mengalami susut yang konstan kemudian. Semakin besar kadar calcium stearate pada campuran beton maka semakin kecil susut yang terjadi dan mempunyai kuat tekan yang semakin kecil.Effect of calcium stearate against concrete shrinkage with fly ash mixture. This research aims to determine the influence of calcium stearate variations on concrete shrinkage with a mixture of flying ash and to know the large shrinkage occurring in concrete with a mixture of calcium stearate variation after being added with fly ash. Variations of calcium stearate used are 0%, 0.1%, 0.2% and 0.3%. Aggregate characteristic testing results show that the aggregate used meets the required specifications of SNI 03-2461-2002. Strong press on concrete cylinder of 10.19 MPa for Samples 1 and 22.64 MPa for sample 2.Strong press for mortar with CS 0% at 31.733 MPa, for mortar with CS 0.1% at 28.933 MPa, for mortar with CS 0.2% of 25.533 MPa and for mortar with CS 0.3% at 19.633 MPa.Concrete with a calcium stearate rate of 0% has a higher average shrinkage compared to other samples and the concrete has a large shrinkage at the time of approximately 30 hours first and a constant shrinkage later.The greater the calcium stearate levels in the concrete mixture then the smaller the shrinkage that occurs and has a strong press that is getting smaller.
2536528255G1A016055PENGARUH PROGRAM FISIOTERAPI TERHADAP DERAJAT KEJADIAN KINESIOPHOBIA PADA PASIEN HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJOHernia nukleus pulposus (HNP) merupakan suatu kondisi terjadinya sobekan pada annulus fibrosus sehingga menyebabkan estruksi dari nukleus pulposus. Hernia nukleus pulposus merupakan salah satu penyebab dari low back pain. Rasa nyeri yang dialami oleh penderita HNP dapat menyebabkan suatu rasa kekhawatiran dan ketakutan berlebih untuk melakukan suatu gerakan akibat perasaan rentan terhadap cedera atau disebut kejadian kinesiophobia. Kejadian tersebut dapat mengurangi kualitas hidup penderita HNP. Microwave diathermy, TENS, dan McKenzie, merupakan program fisioterapi yang dapat menurunkan rasa nyeri pada penderita HNP. Penelitian terdahulu menunjukkan terdapat pengaruh antara program fisioterapi dengan penurunan kejadian kinesiophobia dan rasa nyeri pada penderita HNP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program fisioterapi terhadap penurunan derajat kejadian kinesiophobia pada pasien HNP di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo. Desain penelitian ini adalah quasy experimental dengan pendekatan pre and post test one group design pada populasi terjangkau semua pasien rawat jalan didiagnosa terkena HNP di RSUD Margono yang menjalani atau telah melakukan terapi modalitas dan terapi latihan. Sebanyak 27 responden terpilih sebagai sampel dengan metode consecutive sampling. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Paired T Test. Penelitian ini disetujui oleh Komisi Etik Penelitian Kedokteran FK Unsoed. Hasil penelitian menunjukan nilai P=0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara program fisioterapi dengan penurunan derajat kejadian kinesiophobia pada pasien HNP di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo.Herniated nucleus pulposus (HNP) is a condition where a tear occurs in the annulus fibrosus that causes the extrusion of the nucleus pulposus. Herniated nucleus pulposus is one of the causes of low back pain. The pain experienced by people with HNP can cause an excessive sense fear of movement due to the feelings of vulnerability to injury is called kinesiophobia. The occurrence of kinesiophobia can reduce the quality of life of HNP patients. Microwave diathermy, TENS and McKenzie, are physiotherapy programs that can reduce pain in HNP patients. Previous studies have shown that there is an effect between the physiotherapy program and the reduction in the occurence of kinesiophobia and pain in HNP patients. The aim of the study was to determine the effect of the physiotherapy program on decreasing the degree of kinesiophobia in HNP patients in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.The study was conducted using quasy experimental method with pre- and post-test one group design in an accessible population of all outpatients diagnosed with HNP in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo undergoing or have done modality therapy and exercise therapy. A total of 27 respondents were selected as samples using the consecutive sampling method. Bivariable analysis was done by using paired T-Test. This study was approved by the Research Ethics Committee of Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University. The result of this study shows p = 0,000. It was concluded there is an effect between the physiotherapy program on decreasing the degree of kinesiophobia in HNP patients in RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo.
2536628256F1A014057Perempuan dan Ekologi: Kajian Dampak Pembangunan PLTP Gunung Slamet terhadap Kehidupan PerempuanInteraksi timbal balik antara manusia dengan alam telah terjalin sepanjang peradaban, dan melahirkan berbagai bentuk dinamika dalam kehidupan. Pola interaksi tersebut tidak hanya tercermin sebagai relasi pemanfaatan manusia terhadap alam, melainkan tercermin dalam berbagai bentuk kehidupan sosial, ekonomi, budaya, ataupun spiritual masyarakat. Perempuan di Desa Karangtengah terbiasa memanfaatkan alam secara langsung melalui sumber daya air dari sekitar lereng Gunung Slamet sebagai upaya pemenuhan konsumsi domestik. Hal ini kemudian membentuk pengalaman unik akibat peran domestik bagi perempuan serta relasinya dengan sumber daya air. Pembukaan lahan pada proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Gunung Slamet yang merupakan salah satu bagian dari wacana pengembangan proyek energi baru dan terbarukan. Pada saat proses tersebut, terjadi persoalan akibat longsoran sedimen tanah hasil dari penebangan dan pengeprasan bukit di Gunung Slamet ke aliran sungai yang akhirnya berdampak pada sulitnya akses masyarakat, khususnya perempuan terhadap air bersih. Interaction between human and nature has been taken for a long time, and give more form of dynamics in the life. Form of that interaction isn’t just seems as nature use by human, because it can releasa by form of people social, economic, culture, or spirituality lifes. Women in Karangtengah’s Village always takes a nature using as lives through a water resources from Mount Slamet ecology. That is was forming the uniqal experience because the domestic role in to women and every relations with that water resources. Forest logging in the development of Mount Slamet geothermal power plant which is a one form of discourse about new and renewable energy development project. While that process ocurrs, there’s problems due to landsliding sediments from a cut and fill in the Mount Slamet forest into river and in the end give impact to difficult access by people, especially women on clean water.
2536728257F1C015021Analisis Produksi Siaran Berita Televisi pada Newsroom Liputan 6 SCTVAnalisis produksi merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan produksi ditinjau dari Teori Hirarki Pengaruh. Liputan 6 dipilih sebagai subjek dalam penelitian ini, dan objek dalam penelitian ini adalah kegiatan produksi Liputan 6 yang dipengaruhi oleh tingkatan level Teori Hirarki Pengaruh.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitiatif deskriptif dengan menggunakan paradigma positivisme. Penulis dalam penelitian ini akan menggambarkan dan menjelaskan secara kualitatif sebuah produksi program berita Liputan 6 di SCTV. Hasil dari penelitian ini Liputan 6 SCTV dalam memproduksi programnya melalui tiga tahap, yakni : Pra-produksi, Produksi dan Pasca-produksi. Dilihat dari teori hirarki pengaruh level media rutin dalam proses produksi program berita Liputan 6 SCTV di pengaruhi 3 unsur, yaitu : Audiens, Organisasi Media dan Sumber Berita. Dan pengemasan berita yang menggunakan format 5w+1H untuk menghadirkan berita yang aktual dan faktual serta berkualitas.
Production analysis is one of the ways to find out how production is implemented in terms of the Theory of Influence Hierarchy. Liputan 6 was chosen as the subject in this study, and the object in this study was the production of Liputan 6 which was influenced by the levels of the Hierarchy of Influence Theory.
The method used in this research is descriptive qualitative method using positivism paradigm. The author in this study will describe and explain qualitatively a production of the Liputan 6 news program on SCTV. The results of this study Liputan 6 SCTV in producing its program through three stages, namely: Pre-production, Production and Post-production. Judging from the hierarchy theory, the influence of routine media level in the production process of the Liputan 6 news program is influenced by 3 elements, namely: Audience, Media Organization and News Sources. And news packaging that uses the 5w + 1H format to present actual, factual and quality news.
2536828258I1E015023HUBUNGAN POWER OTOT TUNGKAI, KOORDINASI MATA KAKI DAN PANJANG TUNGKAI DENGAN TENDANGAN JARAK JAUH SISWA EKSTRAKURIKULER
SEPAKBOLA MAN 1 BANYUMAS
HUBUNGAN POWER OTOT TUNGKAI, KOORDINASI MATA
KAKI DAN PANJANG TUNGKAI DENGAN TENDANGAN
JARAK JAUH SISWA EKSTRAKURIKULER
SEPAKBOLA MAN 1 BANYUMAS

Muhammad ‘Abdul Wahid 1 , Muhamad Syafei 2 , Rohman Hidayat 3

Abstrak

Latar Belakang: Sepakbola merupakan olahraga yang memiliki berbagai macam teknik, taktik, fisik, dan mental. Komponen biomotor seperti power otot tungkai, koordinasi mata kaki dan panjang tungkai merupakan unsur fisik dan antropometri yang dibutuhkan setiap pemain sepakbola.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara power otot tungkai, koordinasi mata kaki dan panjang tungkai dengan tendangan jarak jauh siswa ekstrakurikuler sepakbola MAN 1 Banyumas.
Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana jumlah sampel sebanyak 17 orang. Data dianalisis menggunakan uji hipotesis pearson product moment dan uji korelasi ganda.
Hasil: Hasil uji korelasi antara power otot tungkai dengan tendangan jarak jauh p=0,041 (p<0,05), hasil uji korelasi antara koordinasi mata kaki dengan tendangan jarak jauh p=0,003 (p<0,05), hasil uji korelasi antara panjang tungkai dengan tendangan jarak jauh p=0,045 (p<0,05), dan hasil uji korelasi ganda menunjukkan p=0,028 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara power otot tungkai, koordinasi mata kaki dan panjang tungkai dengan tendangan jarak jauh siswa ekstrakurikuler sepakbola MAN 1 Banyumas.


Kata Kunci: Power Otot Tungkai, Koordinasi Mata Kaki, Panjang Tungkai, Tendangan Jarak Jauh

1 Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas
Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
2, 3 Dosen Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
RELATIONSHIP OF LEG POWER MUSCLE, ANKLE COORDINATION AND LENGTH OF LEGS WITH LONG DISTANCE KICK OF EXTRACURRICULAR STUDENT FOOTBALL PLAYER
AT MAN 1 BANYUMAS

Muhammad ‘Abdul Wahid 1 , Muhamad Syafei 2 , Rohman Hidayat 3

Abstract

Background: Football is a sport that has a variety of techniques, tactics, physical, and mental. Biomotor components such as leg muscle power, ankle coordination and leg length are the physical and anthropometric elements needed by every football player.
Objective: To find out the relationship between leg muscle power, ankle coordination and leg length with long distance kick of extracurricular student football player at MAN 1 Banyumas.
Method: The research design used is correlational. The sampling technique uses total sampling with the number of samples 17 people. Data were analyzed using Pearson product moment hypothesis test and multiple correlation test.
Results: Correlation test results between leg muscle power with long distance kicks p = 0.041 (p <0.05), correlation test results between ankle coordination with long distance kicks p = 0.003 (p <0.05), correlation test results leg length with a long distance kick p = 0.045 (p <0.05), and the results of the double correlation test showed p = 0.028 (p <0.05).
Conclusion: There is a significant relationship between leg muscle power, ankle coordination and leg length with the long-distance kick of extracurricular student football player at MAN 1 Banyumas.

Keywords: Leg muscle power, ankle coordination, leg length, long distance kick.

1 Physical Education, Health and Recreation Student, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2, 3 Physical Education, Health and Recreation Lecturers, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2536928259F1B114017EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN
DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS
OLEH
CANDRA JULIA SYAFIRA
F1B114017
Diajukan untuk Menyelesaikan Tugas Akhir
Pada Program Strata Satu (S1) Administrasi Publik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Jenderal Soedirman
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2020
Kecamatan Purwokerto Selatan merupakan Kecamatan dengan jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) terbanyak di wilayah perkotaan di Kabupaten Banyumas. Salah satu aspek di program ini adalah bidang kesehatan dalam hal ini masih terdapat sejumlah kendala pada kesehatan ibu hamil, balita dan lansia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas PKH dalam meningkatkan kesehatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sasaran penelitian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Dari populasi penelitian sejumlah 1104 peserta PKH, diambil sample penelitian sebesar 88 orang. Dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa indeks efektivitas PKH Kecamatan Purwokerto Selatan adalah 63,92 persen yang berarti cukup efektif. Mayoritas responden sebesar 48,9 persen responden menyatakan efektif, namun masih terdapat juga 47,7 persen yang menyatakan tidak efektif.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat efektivitas Program Keluarga Harapan di Kecamatan Purwokerto Selatan masih belum maksimal. Perlu adanya integrasi data puskesmas dalam kegiatan verifikasi komitmen serta pelatihan pendamping terhadap masalah-masalah kesehatan masyarakat. Selain itu, pengadaan tenaga kerja pendamping dan fasilitas kesehatan juga perlu di tambah.

South Purwokerto Subdistrict is the most Conditional Cash Transfer (CCT) recipient for urban areas in Banyumas Regency. One aspect of this program is the health sector, in this case there are still a number of obstacles to the health of pregnant women, children under five and the elderly. Therefore, this study aims to find out how the effectiveness of the Family Hope Program in improving health.
The method in this study uses a descriptive quantitative approach with the aim of CCT recipient research. From the research population of 1104 CCT participants, 88 samples were drawn. Data collection techniques using questionnaires, observations, interviews and documentation. Based on the results of the study note that the effectiveness index of CCT South Purwokerto District is 63.92 percent (quite effective). The majority of respondents amounting to 48.9 percent of respondents stated Effective. But there are still 47.7 percent who say it is not effective.
The conclusion of this study is the level of effectiveness of the CCT Programe Program in South Purwokerto Sub-district has not been maximized. There is a need for integration of puskesmas data in commitment verification activities and accompanying training on public health problems. In addition, the provision of co-workers and health facilities also needs to be added.
2537028260C2C016032ANALISIS PENGARUH RELIGIOSITY, SERVICE QUALITY DAN IMAGE TERHADAP CUSTOMER LOYALTY DENGAN TRUST SEBAGAI MEDIASI (STUDI DI BANK PENGKREDITAN RAKYAT SYARIAH)Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh religiusitas, kualitas pelayanan dan citra perusahaan terhadap loyalitas pelanggan menempatkan kepercayaan sebagai pemediasi pada nasabah Bank Pengkreditan Rakyat Syariah. Populasi dalam penelitian ini adalah semua nasabah Bank Pengkreditan Rakyat Syariah di Kabupaten Banyumas yang memiliki produk simpanan. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 135 responden. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SEM (Stuctrural Equation Modeling) dengan aplikasi AMOS (software Analysis Moment of Structure) menunjukkan bahwa : (1) Religiusitas berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan, (2) Religiusitas berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, (3) Kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap kepercayaan, (4) Kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, (5) Citra perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan, (6) Citra perusahaan tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, (7) Kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dan (8) Kepercayaan tidak memediasi hubungan kausalitas religiusitas dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan, tetapi kepercayaan memediasi secara signifikan hubungan kausalitas citra perusahaan terhadap loyalitas pelanggan.This research aims to find out the effect of religiosity, service quality and image on customer loyalty in using trust as mediation on Bank Pengkeditan Rakyat Syariah customers. The population of this research was all customers of Bank Pengkreditan Rakyat Syariah in Banyumas Regency who had savings products. The number of respondents in this research was 135 respondents. Purposive sampling method was used in choosing the respondents. The results and data analysis by using SEM (Structural Equation Modeling) with AMOS (Analysis Moment of Structure software) application showed that: (1) Religiosity had a significant effect on trust, (2) Religiosity had a significant effect on customer loyalty, (3) Service quality did not have an effect on trust, (4) Service quality had a significant effect on customer loyalty, (5) Image had a significant effect on trust, (6) Image did not have an effect on customer loyalty, (7) Trust had a significant effect on customer loyalty, and (8) Trust did not mediate the causality relation of religiosity and service quality, but trust significantly mediated the causal relation of image on customer loyalty.
2537128261E1A013111PUTUSAN VERSTEK YANG TIDAK DAPAT DITERIMA (STUDI TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BOGOR NOMOR 13/PDT.G/2018/PN.BGR)Putusan verstek hanya dapat dijatuhkan dalam hal tergugat atau para tergugat tidak hadir pada hari sidang pertama. Putusan tersebut tampak kurang adil bagi tergugat karena dijatuhkan tanpa kehadirannya. Salah satu Putusan Pengadilan Negeri Bogor yaitu Putusan Pengadilan Negeri Bogor Nomor 13/Pdt.G/2018/PN.Bgr. majelis hakim Gugatan Penggugat tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard) untuk seluruhnya dengan Putusan Verstek. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian guna penyusunan tugas akhir penulisan hukum dengan judul PUTUSAN VERSTEK YANG TIDAK DAPAT DITERIMA (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Bogor Nomor 13/Pdt.G/2018/PN.Bgr). Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan verstek dan akibat hukum atas gugatan Penggugat tidak dapat diterima dalam Putusan Pengadilan Negeri Bogor Nomor 13/Pdt.G/2018/PN.Bgr. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum secara yuridis normatif, dengan metode pendekatan Pendekatan undang-undang (statute approach), pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Dalam penelitian ini sumber bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder dan analisis data dilakukan secara deskrtiptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan Penerapan verstek pada Putusan Pengadilan Negeri Bogor Nomor 13/Pdt.G/2018/PN.Bgr, hakim dalam menjatuhkan putusan verstek yaitu telah memenuhi semua syarat-syarat putusan verstek yang diatur dalam Pasal 125 ayat (1) HIR. Akibat hukum terhadap gugatan Penggugat tidak dapat diterima dalam Putusan Pengadilan Negeri Bogor Nomor 13/Pdt.G/2018/PN.Bgr, bahwa hakim menilai gugatan Penggugat di pandang terlalu dini atau prematur karena masih berlakunya masa waktu perjanjian yang mengikat kedua belah pihak dan baru berakhir pembiayaannya pada tanggal 16 Januari 2020, sehingga akibat hukumnya gugatan Penggugat tersebut tidak ditindaklanjuti oleh hakim untuk diperiksa dan diadili.Verstek verdicts can only be handed down in the event that the defendant or the defendant is absent on the day of the first trial. The decision seemed unfair to the defendant because it was handed down without his presence. One of the Decisions of the Bogor District Court is Bogor District Court Decision Number 13 / Pdt.G / 2018 / PN.Bgr. the plaintiff's plaintiff's judges cannot be accepted (Niet Ontvankelijke Verklaard) for the whole with the Verstek Decision. Researchers are interested in conducting research in order to prepare the final project of writing a law with the title VERSTEK DECISION THAT CANNOT BE ACCEPTED (Study of Bogor District Court's Decision Number 13 / Pdt.G / 2018 / PN.Bgr). This study aims to determine the application of verstek and the legal consequences of the Plaintiff's claim cannot be accepted in the Bogor District Court Decision Number 13 / Pdt.G / 2018 / PN.Bgr. This study uses a type of juridical normative legal research, with the method of approach to the law (statute approach), a case approach and a conceptual approach. In this study the source of legal material used was secondary data and data analysis was carried out in a qualitative descriptive manner. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the adoption of verstek in Bogor District Court Decree Number 13 / Pdt.G / 2018 / PN.Bgr, the judge in passing verstek verdicts that has fulfilled all the requirements of verstek decisions stipulated in Article 125 paragraph (1 ) HIR. The legal consequences of the Plaintiff's claim cannot be accepted in Bogor District Court Decree No. 13 / Pdt.G / 2018 / PN.Bgr, that the judge considers the Plaintiff's claim to be premature or premature because the validity period of the agreement is binding on both parties and new the financing ends on January 16, 2020, so that due to the law, the Plaintiff's claim is not followed up by the judge to be examined and tried.
2537228262G1F014019UJI EFEK SEDATIF EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SELADA
(Lactuca sativa. L) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)
Daun selada memilik kandungan lactucin dan lactucopicirin yang memiliki efek sedatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek sedatif ekstrak etil asetat daun selada pada mencit. Penelitian ini dimulai dengan ekstraksi daun selada menggunakan pelarut etil asetat dengan perbandingan 1:4. Uji efek sedatif mengunakan metode rotarod test, uji ini dilakukan dengan cara membagi mencit menjadi 5 kelompok yang terbagi menjadi kelompok kontrol negative (Tween 80 1%), kelompok kontrol positif (Diazepam 1,3 mb/kgBB), kelompok ekstrak etil asetat daun selada (200, 400, 800 mg/kgBB). Mencit diaklimatisasi selama 1 minggu. Kemudian mencit diletakan di rotarod dengan kecapatan 30 rpm/menit setelah itu waktu jatuh mencit dicatat. Mencit kemudian dipejankan sesuai kelompoknya melalui jalur p.o, ditunggu 1 jam kemudian mencit diletakan pada rotarod pada kecepatan yang sama kemudian catat waktu jatuh mencit dari rotarod dan diitung presentase efek sedatifnya. Hasil dari penelitian ini yaitu kemampuan ekstrak etil asetat daun selada dalam menurunkan menimbulkan efek sedatif hampir sama dengan diazepam, yang dapat dilihat berdasarkan rata-rata presentase efek sedatif (p > 0.05) Persentase efek sedatif mengalami peningkatan seiring penambahan dosis, nilai prsentasi efek sedatif berturut-turut sebesar 51.328%, 54,584% dan 55.562%.Lettuce leaves contain lactucin and lactucopicirin which have a sedative effect. The purpose of this study was to determine the sedative effect of lettuce’s ethyl acetate extract in mice. This experimental study began with the extraction of Lettuce leaf using ethyl acetate solvent in a ratio of 1: 4. Sedative effect test using the rotarod test method, this test was done by dividing mice into 5 groups which were divided into negative control groups (Tween 80 1%), positive control groups (Diazepam 1.3 mb / kgBB), lettuce ethyl acetate extract group (200, 400, 800 mg / kg). Then the mice were placed in rotarod with a speed of 30 rpm / min after that the falling time of the mice was recorded. The mice were then injected in accordance with their groups via the p.o line, waited for 1 hour then the mice were placed on the rotarod at the same speed then recorded the falling time of the mice from the rotarod and calculated the percentage of sedative effects. Ethyl acetate extract of lettuce with dose of 200, 400 and 800 mg / kg has a sedative effect. The ability of lettuce’s ethyl acetate extract to produce a sedative effect is almost the same as diazepam, which can be seen based on the average percentage of sedative effects ( p > 0.05). The percentage of sedative effects increased with increasing doses, the value of the sedative effect was respectively 51,328%, 54,584% and 55,562%.
2537328861C1C016100FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK UMKM DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini merupakan penelitian survai terhadap wajib pajak UMKM di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan Theory Planned Behavior (Ajzen, 1991), untuk menjelaskan perilaku kepatuhan pajak, dan untuk mengungkapkan tingkat kepatuhan wajib pajak menggunakan Theory Regulation yang dikemukakan oleh John Braitwithe (1970) (Rusmana et. al., 2016:337). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap, norma subjektif, kontrol perilaku yang dipersepsikan terhadap niat wajib pajak untuk patuh, dan niat wajib pajak untuk patuh terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM yang berada di Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan sampel yaitu pelaku usaha UMKM yang dikenakan tarif pajak sebesar 0,5%. Sampel penelitian yang diperoleh berjumlah 110 sampel. Metode pengumpulan sampel melalui kuesioner dan analisis data yang digunakan adalah analisis Structural Equation Modeling (SEM) pada SmartPLS versi 3.2.3.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sikap, kontrol perilaku yang dipersepsikan berpengaruh positif terhadap niat wajib pajak untuk patuh, namun norma subjektif berpengaruh negatif terhadap niat wajib pajak untuk patuh, dan niat wajib pajak untuk patuh berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kabupaten Banyumas.
This research is a survey of MSME taxpayers in Banyumas Regency. This study uses Theory Planned Behavior (Ajzen, 1991), to explain tax compliance behavior, and to reveal the level of taxpayer compliance using the Theory Regulation raised by John Braitwithe (1970) (Rusmana et. al., 2016: 337). This study aims to determine the effect of attitudes, subjective norms, perceived behavioral control on the intention of taxpayers to be obedient, and the intention of taxpayers to comply with tax compliance of MSMEs in Banyumas Regency. The sampling technique used was accidental sampling with a sample of MSME business actors subject to a tax rate of 0.5%. The research samples obtained were 110 samples. The method of sample collection through questionnaires and data analysis used is Structural Equation Modeling (SEM) analysis on SmartPLS version 3.2.3.
The results of this study indicate that attitudes, perceived behavioral control have a positive effect on the intention of taxpayers to obey, but subjective norms negatively affect the intention of taxpayers to obey, and the intention of taxpayers to obey positively affect the compliance of MSME taxpayers in Banyumas Regency.
2537428986C1B016091PENGARUH PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS, PERSAHABATAN DI TEMPAT KERJA, SPIRITUALITAS DI TEMPAT KERJA DAN SUBJECTIVE WELL-BEING TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR
(Studi pada pegawai Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kabupaten Banyumas)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara pemberdayaan psikologis, persahabatan di tempat kerja, spirititualitas di tempat kerja, subjective well-being terhadap organizational citizenship behavior. Responden pada penelitian ini adalah pegawai pada Madrasah Ibtidaiyah Neferi (MIN) di Kabupaten Banyumas yaitu diantaranya MIN 1 Banyumas, MIN 2 Banyumas, MIN 3 Banyumas. Jumlah responden pada penelitian dihitung dengan menggunakan metode Slovin dengan hasil yaitu sekurang kurangnya 97 responden. Penelitian ini menggunakan metode alat analisis regresi berganda dengan kesimpulan yaitu (1) Pemberdayaan psikologis berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior, (2) Persahabatan di tempat kerja berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior, (3) Spiritualitas di tempat kerja berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior, (4) Subjective well-being berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior pegawai Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Banyumas. The aim of this research is to determine the effect of psychological empowerment, friendship at work, spirituality at work and subjective well-being on organizational citizenship behavior. Respondents in this study were employees of Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) in Banyumas Regency which consisted of MIN 1 Banyumas, MIN 2 Banyumas and MIN 3 Banyumas. The number of respondents in this study was determined based on the Slovin method with a total of 97 respondents. Based on the results of research and data analysis with multiple regression analysis, can be concluded that: (1) Psychological Empowerment has positive effect on organizational citizenship behavior. (2) Workplace friendship has no effect on organizational citizenship behavior. (3) Workplace Spirituality has positive effect on organizational citizenship behavior. (4) Subjective Well-being has positive effect on organizational citizenship behavior employees of Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) in Banyumas Regency.
2537528263A1A015028PENGARUH DESA WISATA TERHADAP KETERSEDIAAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN STUDI KASUS DESA CIBUNTU KECAMATAN PASAWAHAN KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARATKetersediaan lahan terbuka sebagai salah satu ciri lanskap perdesaan, khususnya sawah, kebun, serta ladang sebagai lahan produktif dan memiliki nilai tambah perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mempertahankan eksistensinya. Salah satu pemanfaatan lahan terbuka di daerah perdesaan adalah dengan program Desa Wisata seperti Desa Cibuntu.Pengaruh dari banyaknya potensi yang dimiliki Desa Wisata Cibuntu dapat dirasakan melalui pendapatan masyarakatnya serta penyerapan tenaga kerjanya.Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh adanya desa wisata terhadap pendapatan tenaga kerja sektor pertanian di Desa Cibuntu, 2) mengetahui pengaruh adanya desa wisata terhadap ketersediaan tenaga kerja sektor pertanian di Desa Cibuntu, 3) mengetahui pengaruh adanya desa wisata terhadap harga produk sektor pertanian di Desa Cibuntu.Penelitian dilakukan melalui survey lapang dengan metode pengisian kuesioner dan wawancara terhadap responden di Desa Cibuntu.Penelitian dilaksanakan dari tanggal 19 Agustus 2019 sampai 16 September 2019.Metode pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling). Analisis data yang digunakan oleh peneliti ialah menggunakan aplikasi SmartPLS, aplikasi tersebut digunakan untuk metode analisis jalur.Variabel yang diamati ialah pendapatan, harga produk dan ketersediaan tenaga kerja.Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa wisata memiliki pengaruh positif terhadap pendapatan, harga produk dan ketersedian tenaga kerja.Berdasarkan penelitian pengaruh tersebut dapat terjadi melalui adanya kegiatan wisata seperti homestay, kerajinan dari bahan alam yang dapat dikomersilkan, dan kegiatan wisata lainnya. Pengaruh terhadap ketenagakerjan juga dapat melalui pemanfaatan SDM yang berasal dari masyarakat Desa Cibuntu untuk membantu dalam mengelola serta menguikuti kegiatan wisata untuk para wisatawan yang datangThe land availability as one of the characteristics of rural landscapes, especially rice fields, gardens and fields as productive land and has value added that needs to be utilized optimally to maintain its existence. One of the utilization of open land in rural areas is through the Tourism Village program such as Cibuntu Village. The influence of the potentials that Cibuntu Tourism Village has can be felt through the income of the community and the labor absorption. This study aims to 1) knowing the influence of the existence of a tourism village on agricultural labor income in Cibuntu Village, 2) knowing the influence of a tourism village on the availability of labor in agricultural sector in Cibuntu Village, 3) knowing the influence of the existence of a tourism village on the price of products in agricultural sector in Cibuntu Village. The study was conducted by field survey using a questionnaire filling method (Likert scale) and interview with respondents in Cibuntu Village and conducted on August 19 2019 until September 16 2019. The sampling method used a Simple Random Sampling technique. Data analysis used is SmartPLS application and used for the path analysis method. The observed variables are income, product prices and labor availability. The results showed that the tourism village had an influence positive on income, product prices and availability of labor. Based on research this influence can occur through the existence of tourism activities such as homestays, crafts from natural materials that can be commercialized, and other tourism activities. The effect on employment can also be through the use of human resources from the Cibuntu Village community to assist in managing and following tourist activities for tourists who come.
2537628265G1I014024SURVEI PELAKSANAAN PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SMP NEGERI SE-PURWOKERTO TAHUN 2019Latar Belakang Usaha Kesehatan Sekolah adalah program nyata yang harus diterapkan disekolah-sekolah yang dibina oleh seorang Pembina dari setiap pangkalan atau unit sekolah. Program Usaha Kesehatan Sekolah menekankan pada Trias Usaha Kesehatan Sekolah yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan lingkungan sehat. Trias Usaha Kesehatan Sekolah menjadi pedoman kesehatan disekolah khususnya pada kegiatan peserta didik, guru, dan warga sekolah guna menerapkan pendidikan, pelayanan, lingkungan sehat diruang lingkup sekolah.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendapatkan informasi tentang hasil survei pelaksanaan UKS di SMP Negeri Se-Purwokerto.
Metodologi desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan analisis kuantitatif. Lokasi dan waktu penelitian di laksanakan di SMP Negeri Se-Purwokerto. Pengambilan data dengan survei pada bulan Oktober 2019. Populasi dan sampel adalah seluruh pembina UKS SMP Negeri Se-Purwokerto yang berjumlah 8 orang pembina.
Hasil Penelitian Hasil pelaksanaan UKS dari 3 Mekanisme yaitu Organisasi, Program UKS, dan Sarana prasarana, untuk mekanisme Organisasi 88,5% menunjukan persentase mendekati baik, mekanisme Program UKS 93,1 menujukan persentase mendekati baik dan mekanisme Sarana prasarana UKS 99% menunjukan persentase mendekati baik. Hasil analisis statistik observasi tentang Sarpras UKS ruang UKS 92%, Lingkungan 88%, toilet 88%, obat-obatan 100% dan peralatan medis 90% sehingga dengan kategori sangat baik.
Kesimpulan Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah di SMP Negeri Se-Purwokerto dalam kategori baik dengan prosentase sebesar 93.6%. Dilihat dari Pelaksanaan Pendidikan di sekolah dari 8 sekolah dalam kategori baik, pelayanan kesehatan, pelaksanaan lingkungan, sarana prasarana, dan Mekanisme organisasi Usaha kesehatan Sekolah di SMP Negeri Se-Purwokerto.
Background: School Health Effort is a real program that must be implemented in schools that are fostered by a coach from each school base or unit. The School Health Business Program emphasizes on Trias School Health Enterprises which include health education, health services, and a healthy environment. Trias School Health Efforts become guidelines for school health, especially in the activities of students, teachers, and school residents to implement education, services, healthy environment in the scope of the school.
Purpose: This research is to find out and get information about the results of the implementation survey School Health Middle School Country in Purwokerto.
Methodology: research design using descriptive research with quantitative analysis. Location and time of research carried out at Middle School Contery in Purwokerto Retrieval of data by survey in October 2019. Population and sample are all coaches health school in Purwokerto which amounted to 8 coaches.
Research result: The results of the implementation of school health from 3 Mechanisms namely Organization, School health program, and Infrastructure Facilities, for the mechanism of the Organization 88.5% showed that the percentage is close to good, the School Health Program Mechanism 93.1% is aimed at a percentage that is close to good and the mechanism of the School Health Infrastructure mechanism for 99% the percentage is close to good. The results of observational statistical analysis of the Health School infrastructure Health School 92% of the room, 88% of the environment, 88% of the toilets, 100% of medicines and 90% of medical equipment so that the category is very good.
Conclusion: The Implementation of School Health Enterprises in the State Junior High Schools in in Purwokerto is in the good category with a percentage of 93.6%. Seen from the implementation of education in schools from 8 schools in the category of good, health services, implementation of the environment, infrastructure, and the mechanism of school health business organization in the State Junior High School in in Purwokerto.
2537728266F1A015084CANTIK ONLINE
(Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Konstruksi Cantik melalui Review Beauty Vlog di Youtube)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsep “cantik” yang dikonstruksikan melalui video-video review beauty vlog di Youtube. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dapat ditelaah lebih dalam dan dari berbagai sudut pandang. Dalam penelitian kualitatif menggunakan semiotika Roland Barthes, hal ini dikarenakan penelitian mengandung simbol dan tanda. Penelitian ini juga masuk dalam mencari tahu ada makna dibalik tanda yang ditayangkan melalui video review beauty vlog. Konstruksi cantik yang dibuat oleh beauty vlogger selain membuat cantik menggunakan make-up selain terlihat putih adalah cantik yang mengarahkan ke wajah yang natural. Dengan artian, make-up digunakan untuk merias wajah supaya terlihat natural. Pada dasarnya cantik tidak hanya dilihat dari dalam (inner beauty) akan tetapi juga cantik yang tampak dari fisik, maka dari itu penggunaan make-up natural dianggap jaman sekarang penunjang untuk penampilan yang populer baik diluar maupun dalam kesehari-harian. Dengan demikian perempuan tidak terbawa kepada stereotype negatif, dimana perempuan tidak hanya menampilkan kecantikan fisik saja, khususnya bagian wajah, disisi lain perempuan juga harus cerdas. Cerdas dalam arti tidak hanya pintar memilih produk kecantikan, akan tetapi cerdas dalam pengetahuan supaya dapat bertindak dan bersikap lebih bijak. Hal ini supaya perempuan tidak selalu ditempatkan pada posisi nomer dua setelah laki-laki.This research was conducted to find out the “beautiful” concept constructed through review beauty vlog videos on Youtube. The method used in this research is descriptive qualitative research method. By using descriptive qualitative methods can be explored more deeply and from various points of view. In qualitative research using Roland Barthes's semiotics, this is because the research contains symbols and signs. This research also included in finding out the meaning behind the sign that was displayed through a beauty vlog review video. Beautiful construction made by beauty vlogger besides making beautiful using make-up besides looking white is beautiful which leads to a natural face. In a sense, make-up is used to apply makeup to look natural. Basically, beauty is not only seen from the inside (inner beauty) but also looks beautiful from the physical, therefore the use of natural make-up is considered to be a support for a popular appearance both outside and in everyday life. Thus women do not get carried away with negative stereotypes, where women do not only display physical beauty, especially the face, on the other hand women must also be intelligent. Smart in the sense that not only is smart in choosing beauty products, but smart in knowledge so that it can act and behave more wisely. This is so that women are not always placed in the number two position after men.
2537828267A1D115049PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena Voss.)Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dosis pupuk kascing yang optimum (2) mengetahui komposisi media tanam yang tepat dan, (3) mengetahui kombinasi komposisi media tanam dan dosis pupuk kascing yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2019 sampai dengan Agustus 2019 di screen house Fakultas Pertanian. Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam, yaitu (50 % tanah + 25% kompos + 25% arang sekam; 25 % tanah + 50% kompos + 25% arang sekam, ; 25% tanah + 25% kompos + 50% arang sekam) dan faktor kedua yaitu dosis pupuk kascing (0 gr/polybag; 22,5 g/polybag; 45 g/polybag; dan 67,5 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan dosis kascing 67,5 g/polibag sangat berpengaruh terhadap peningkatan tinggi tanaman 22,44 cm, jumlah daun sebesar 27,11 helai, luas daun sebesar 57,27 cm2, bobot tanaman segar sebesar 53,05 g, bobot tajuk segar sebesar 37,19 g, bobot akar segar sebesar 16,41 g, Pemberian komposisi media tanam (25 % tanah + 50% kompos + 25% arang sekam) menghasilkan tinggi tanaman sebesar 27,83 cm, jumlah daun sebesar 32,4 helai, luas daun sebesar 70,61 cm2, bobot tanaman segar sebesar 76,34 g, bobot tanaman kering sebesar 7,61 g, bobot tajuk segar sebesar 54,74 g, bobot tajuk kering sebesar 7,05 g, bobot akar segar 23,52 g, bobot akar kering 2,19 g. Serta tidak terdapat interaksi antara dosis kascing dan media tanam untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah.This study aims to (1) determine the optimum dose of vermicompost fertilizer (2) determine the exact composition of growth media and, (3) determine the composition of the combination of growing media and fertilizers vermicompost can improve the growth and yield of red spinach. This research was carried out in June 2019 until August 2019 at Screen House the Agriculture Faculty. Jenderal Soedirman University. The experimental design used was a Complete Randomized Block Design (RCBD) with two factors. The first factor is the composition of the planting media, namely (50% soil + 25% compost + 25% husk charcoal; 25% soil + 50% compost + 25% husk charcoal; 25% soil + 25% compost + 50% husk charcoal) and the second factor is the dosage of vermicompost fertilizer (0 gr / polybag; 22.5 g / polybag; 45 g / polybag; and 67.5 g / polybag). The results showed that the administration of the vermicompost dose 67.5 g / polybag greatly affected the increase in plant height of 22.44 cm, number of leaves of 27.11 strands, leaf area of 57.27 cm2, fresh plant weight of 53.05 g, fresh canopy weight of 37.19 g, fresh root weight of 16.41 g, Provision of various types of planting media (25% soil + 50% compost + 25% husk charcoal) resulted in plant height of 27.83 cm, number of leaves of 32, 4 strands, leaf area of 70.61 cm2, fresh plant weight of 76.34 g, dry plant weight of 7.61 g, fresh crown weight of 54.74 g, dry crown weight of 7.05 g, root weight fresh 23.52 g, dry root weight 2.19 g. And there is no interaction between vermicompost dose and planting media to increase growth and yield of red spinach plants.
2537928398K1C015050PENENTUAN DISTRIBUSI DOSIS SERAP TARGET VOLUME
RADIASI GAMMA PADA RADIOTERAPI KANKER SERVIKS BERBASIS MONTE CARLO
Penyinaran radioterapi pada kanker serviks memerlukan perencanaan. Treatment Planning System (TPS) radioterapi diperlukan untuk memaksimalkan dosis serap sel kanker dan meminimalkan pada organ sekitar. Untuk mengetahui distribusi dosis serap pada kanker serviks maka diperlukan simulasi menggunakan Monte Carlo. Monte Carlo menggunakan metode probabilistik karena perjalanan foton secara acak dan heterogenitas organ yang diradiasi. Pemodelam phantom organ dilakukan mengacu pada ukuran tubuh wanita dewasa di Asia menggunakan Taiwanese Reference Woman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan distribusi dosis serap radiasi sel kanker serviks dan organ sekitar, dengan teknik penyinaran sudut 0˚dan 180˚, serta menentukan distribusi dosis serap gabungan dari variasi penyinaran dalam bentuk kontur radiasi Treatment Planning System (TPS) berdasarkan target volume (GTV, CTV dan PTV) ICRU 50. Berdasarkan hasil penelitian dosis serap gabungan yang dihitung dari dua sudut penyinaran 0º dan 180 º pada target radiasi GTV sel kanker 1,32 Gy, kandung kemih 1,29 Gy, serviks 0,350 Gy, dan rektum 1,21 Gy. Hasil target radiasi GTV sel kanker berada dibawah rentang dosis radiasi yang diperbolehkan yaitu 1,5-2,5 Gy. Distribusi dosis serap maksimum terdapat pada target radiasi tepat mengenai sel kanker dan memenuhi syarat laporan ICRU 50. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat dilanjutkan dengan menggunakan Multi Leaf Collimator dan menambah organ yang ada pada bagian perut bawah wanita dewasa sehingga dapat mengetahui sebaran dosis serap keseluruhan organ bagian perut.

Radiotherapy for cervical cancer requires planning. Treatment Planning System (TPS) is purposed to maximize the cancer tumour and minimize absorbency dose surrounding organs. To find out the absorption distribution of cervical cancer, a simulation using Monte Carlo is needed. Monte Carlo used the probabilistic method because of the random travel of photons and the heterogeneity of the organ in radiation. Phantom organ modeling is carried out referring to the body size of adult women in Asia using Taiwanese Reference Woman. The study aims to determine the distribution of absorption dose of cervical cell cancer and surrounding organs, with 0˚ and 180˚ angles irradiation techniques, and to determine the combined absorption dose distribution of irradiation variations in the form of radiation contour Treatment Planning System (TPS) based on target volume (GTV, CTV and PTV) ICRU 50. Based on the results of the study the combined absorption dose calculated from two irradiation angles of 0º and 180º on the target of GTV radiation cell cancer 1,32 Gy, bladder 1,29 Gy, cervix 0,350 Gy, and rectum 1,21 Gy. The results GTV radiation target of cancer cells is given based on the allowed radiation dose of 1,5-2,5 Gy. Distribution of maximum absorption dose according to the exact radiation target of the cancer cell and meets the requirements of the ICRU 50 report. From the research that has been done, it can be continued by using the Multi Leaf Collimator and adding organs in the lower abdomen of adult women so that can find out the distribution of the overall absorptive dose of the abdominal organs.
2538028415F2A016021STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK PARIWISATA ALAM DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN
(Studi Kasus di Obyek Wisata Baturraden Kabupaten Banyumas)
Pengembangan pariwisata merupakan hal yang penting, seperti halnya obyek wisata Baturraden yang memiliki tingkat kunjungan paling tinggi di Kabupaten Banyumas dan pesatnya peningkatan kunjungan wisatawan setiap tahunnya. Sektor pariwisata merupakan sektor potensial di Kabupaten Banyumas, tetapi pengembangan obyek wisata Baturraden belum maksimal, seperti masih kurangnya lahan parkir dan jalan raya yang sempit serta kurangnya atraksi wisata yang disuguhkan, sehingga perlu adanya strategi yang tepat dalam pengembangannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis strategi pengembangan pariwisata obyek wisata Baturraden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan Focus Group Discussion (FGD). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Lokasi penelitian di obyek wisata Baturraden. Hasil penelitian memperoleh analisis strategi agresif atau gabungan S-O (strenght-opportunities), yang terdiri dari beberapa strategi yang pertama adalah strategi promosi yaitu meningkatkan promosi pariwisata yang belum maksimal dalam memanfaatkan teknologi informasi yang dapat dijangkau luas. Yang kedua strategi pengembangan melalui peningkatan kualitas produk wisata, terutama dalam mengemas budaya dan atraksi wisata secara rutin untuk menambah daya tarik wisata. Dan yang ketiga adalah strategi mempertahankan kearifan lokal yaitu keramahan masyarakat agar dapat menciptakan pengalaman baik bagi wisatawan.The development of the tourism is very important, especially for Baturraden tourism objects which have the highest level of visits in Banyumas Regency and the rapid increase in tourist visits each year. The tourism sector is a potential sector in Banyumas Regency, but the development of baturraden tourism objects has not been maximized, such as the lack of parking lots, narrow and steep highways and the lack of tourist attractions that are served, so that tourism development effort needs to be done with and appropriate strategy. The purpose of this study was to analyze the development strategy of Baturraden tourism.The research method used in this study is a qualitative method. Data collection is collecting by in-depth interviews, observation, documentation and Focus Group Discussion (FGD). Data analysis method used SWOT analysis. The location of this research was conducted in Baturraden tourism object.The results of this study using aggressive strategies or using a combination of S-O strategy (strength-opportunities), which consists of several strategies, the first is a promotion strategy that is increasing tourism promotion that has not been maximized in utilizing digital information technology that can be reached both nationally and internationally. The second is a development strategy that is improving the quality of tourism products especially in packaging culture and tourism attractions Banyumas Regency routinely continuously to add to the visitor's experience and attractiveness. And the third is a strategy of maintaining local wisdom that can be used make a good experience in order.