Artikel Ilmiah : F1B113020 a.n. DEFIS DEMAS ADITAMA

Kembali Update Delete

NIMF1B113020
NamamhsDEFIS DEMAS ADITAMA
Judul ArtikelPERAN DINAS SOSIAL PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA
BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN
PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENANGANAN PENGEMIS
GELANDANGAN DAN ORANG TERLANTAR
DI KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jumlah PGOT yang terjaring razia tahun 2014-2016 tidak menunjukan penurunan.
Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah belum melakukan penanganan PGOT
secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
Peran Dinsosdalduk KB P3A dalam Penanganan Pengemis Gelandangan dan
Orang Terlantar di Kabupaten Purbalingga. Peran merupakan aspek dinamis dari
kedudukan (status). Peran yang dominan dari pemerintah adalah sebagai
stabilisator, innovator, modernisator, pelopor dan pelaksana sendiri kegiatan
pembangunan tertentu. Untuk menganalisis fenomena peran pemerintah dalam
penanganan PGOT, peneliti menggunakan aspek-aspek peran pemerintah yang
meliputi entrepreneur, koordinasi, fasilitasi dan stimulasi.Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik
pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive
sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif dan validitas
menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa
Dinsosdalduk KB P3A belum melakukan peran entrepreneur dengan baik. Selain
itu, Dinsosdalduk KB P3A memliki peran koordinasi yang sangat baik, bahkan
telah melakukan upaya kolaboratif degan berbagai instasi dalam penanganan
PGOT. Peran fasilitasi yang ditunjukan belum cukup baik karena keberadaan unit
rehabilitasi yang sedikit dan tidak memenuhi kapasitas yang dibutuhkan.
Stimulasi yang dilakukan oleh Dinsosdalduk KB P3A dalam menangani PGOT
adalah melakukan upaya rehabilitasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Namun
stimulasi yang diberikan belum efektif karena persepsi PGOT yang belum
berubah dari kebiasaannya. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Dinsosdalduk
KB P3A belum maksimal menjalankan perannya dalam penanganan PGOT.
Aspek Koordinasi yang dilakukan sudah baik. Namun peran entrepreneur dan
stimulasi belum efektif dan ditunjukan dengan perubahan pola pikir PGOT. Selain
itu, fasilitas unit rehabilitasi yang disediakan belum memadai. Oleh karena itu,
Pemkab Purbalingga perlu menambah fasilitas unit rehabilitasi. Secara
menyeluruh, kebijakan penanganan PGOT juga harus terintegrasi dengan
kebjakan atau program pengentasan kemiskinan lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)The number of vargants netted in 2014-2016 did not show a decrease. This proves
that the government has not yet managed vargants. Therefore, this study aims to
study the role of Dinsosdalduk P3A KB in the Handling of Homeless Beggars and
Displaced People in Purbalingga Regency. Role is a dynamic aspect of status. The
dominant role of the government is as stabilizers, innovators, modernizers,
pioneers and executors themselves of certain development activities. To analyze
government phenomena in the handling of vargants, researchers used aspects of
government involving entrepreneurs, coordination, facilitation and stimulation.
The method used in this study uses qualitative methods. The technique of taking
informants in this study was using purposive sampling technique. Data analysis
techniques using interactive data analysis and validity using source triangulation.
Based on the results of data analysis approved by Dinsosdalduk KB P3A has not
done the entrepeneur role well. In addition, the Dinsosdalduk KB P3A has a very
good role, also has the ability to collaborate with other parties in handling
beggars. The facilitation role billed is not good enough because it requires units
that do not and meet the required requirements. The stimulation carried out by
Dinsosdalduk KB P3A in the vargants effort is to carry out rehabilitation and
outreach to the community. However, the stimulation provided has not been
effective because they perception has not changed from its habits. The conclusion
in this study is that DINSOSDALUK KB P3A has not maximally played its role
in handling vargants. The coordination aspect that has been carried out is good.
However, the role of entrepreneurship and stimulation has not been effective and
is shown by changes in the mindset of vargants. In addition, the facilities provided
by the unit are not yet adequate. Therefore, the Purbalingga Regency Government
needs to add rehabilitation unit facilities. Overall, the vargants handling policy
must also be integrated with other policy or poverty alleviation programs.
Kata kunciPeran Dinas Sosial, PGOT.
Pembimbing 1Tri Yumarni., M.Si., Ph.D.,
Pembimbing 2Drs.Simin., M.Si
Pembimbing 3Drs.Ngalimun.,MPA
Tahun2020
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2020-02-21 11:37:20.767718
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.