Artikelilmiahs

Menampilkan 24.881-24.900 dari 50.313 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2488127860G1A015115EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR C-REACTIVE PROTEIN DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERURISEMIA Latar Belakang: Hiperurisemia merupakan peningkatan kadar asam urat dalam darah pada laki-laki > 7,0 mg/dl dan pada perempuan > 6,0 mg/dl. Kondisi ini dapat mennyebabkan beberapa komplikasi penyakit, seperti gout arthritis, penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan sindrom metabolik. Peningkatan kadar C-Reactive Protein (CRP) dalam darah adalah penanda terjadinya inflamsi dalam tubuh. Ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) memiliki fungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang dapat menurunkan kadar CRP pada objek hiperurisemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar CRP tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperurisemia. Desain Penelitian: penelitian menggunakan desain rancangan acak lengkap dengan pendekatan post test only with control group. Dua puluh lima hewan coba dibagi dalam lima kelompok yaitu kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit serta kelompok C, D dan E sebagai kelompok perlakuan. Analisis data menggunakan uji parametrik One Way Anova dilanjut dengan uji post hoc Tuckey HSD. Hasil: Rerata kadar CRP kelompok A=70,64 ± 12,60; B=256,25 ± 22,75; C=255,97 ± 17,50; D=184,10 ± 19,98; E=163,99 ± 11,65. Hasil uji One Way ANOVA CRP menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05). Uji post hoc HSD CRP menunjukkan hasil perbedaan rerata yang signifikan antara kelompok B dengan kelompok D dan E, namun pada kelompok D dan E tidak didapatkan perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) dapat menurukan peningkatan kadar CRP tikus model hiperurisemia. Background: Hyperuricemia was increased uric acid levels inside blood > 7,0 mg/dl for man and > 6,0 mg/dl for woman, respectively. This condtition can cause several complication, such as gout arthritis, cardiovascular disease, hypertension and metabolic syndrome. Increased levels of C-Reactive Protein (CRP) inside blood was a marker of inflammation inside body. Ethanol extract of Moringa oleifera leaves has a function as an antioxidant and anti-inflammatory that can reduce CRP levels in hyperuricemia objects. Objective: The aimed of this research was to revealed the effect of ethanol extract of kelor leaves (Moringa oleifera) to CRP level on hyperuricemic model rats (Rattus norvegicus). Design: The design was completed randomized design with controlled group. Twenty five rat divided to 5 group, A as negative control, B as positive control, and C, D, E as the treatment group. The result analyzed with One Way Anova test followed by Tuckey HSD test. Results: The mean result of CRP concentration in group A=70,64 ± 12,60; B=256,25 ± 22,75; C=255,97 ± 17,50; D=184,10 ± 19,98; E=163,99 ± 11,65. One Way ANOVA test result shows a value of p=0.000 (p<0,05). The post hoc HSD test shows a significant mean differences between group B with groups D and E, but in groups D and E are found not significant difference. Conclusion: Administration of ethanol extract of kelor leaves (Moringa oleifera) can prevent the increase of CRP level in hyperuricemic model rats.
2488227858A1D015183RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (ipomea reptans poir.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI NITROGEN SECARA FERTIGASI SPRINKLE DI LAHAN PASIR PANTAIPenelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan fertigasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat di lahan pasir pantai, 2) menentukan konsentrasi larutan pupuk nitrogen yang dapat memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung di lahan pasir pantai,3) Menentukan interaksi antara system irigasi dan interval pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat di lahan pasir pantai. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2019 di lahan pasir pantai Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 5 ulangan. Faktor pertama yaitu Fertigasi yang terdiri dari 2 taraf yaitu Manual dan Otomatis. Faktor kedua yaitu Konsentrasi pupuk Nitrogen terdiri dari 3 taraf yaitu 1 g N/l, 5 g N/l dan 10 g N/l. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, luas daun, panjang akar, jumlah akar, jumlah cabang, bukaan stomata, kadar kehijauan daun, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tanaman kering, bobot daun kering, bobot batang kering , bobot tanaman segar, bobot daun segar, bobot batang segar, dan hasil tanaman segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi fertigasi dengan cara manual (gembor) memberikan pengaruh terbaik terhadap variabel kehijauan warna daun kangkung darat dengan nilai 29,75. Konsentrasi pupuk 1g N/l memberikan pengaruh terbaik terhadap variabel kehijauan warna daun kangkung darat dengan nilai 30,51. Interaksi antara cara manual konsentrasi pupuk N 5gN/l memberikan pengaruh terbaik terhadap aplikasi fertigasi sprinkle konsentrasi pupuk 5 g N/l variabel kehijauan warna daun bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat dengan nilai 29,14.










































































































.
This study aims to: 1) determine the best fertigation for the growth of kangkoong on coastal sandy land, 2) determine the concentration of nitrogen fertilizer solution that can provide the best results on the kangkoong on coastal sandy land, 3) Determine the interaction between systems irrigation and fertilization intervals on the growth and yield of kangkoong on coastal sandy land. The study was conducted in April to July 2019 in the coastal sandy land of Banjarsari Village, Nusawungu District, Cilacap Regency. The study used a factorial Complete Randomized Block Design (RCBD) consisting of 2 factors and 5 replications. The first factor is Fertigation which consists of 2 levels, namely Manual and Automatic. The second factor is the concentration of Nitrogen fertilizer consisting of 3 levels, namely 1 g N / l, 5 g N / l and 10 g N / l. The observed variables were plant height, number of leaves, leaf length, leaf area, root length, number of roots, number of branches, stomata openings, leaf greenness level, fresh root weight, dry root weight, dry plant weight, dry leaf weight, dry weight, stem weight dry, fresh plant weights, fresh leaf weights, fresh stem weights, and fresh crop yields. The results showed that the application of fertigation by means of manual (exertion) gave the best effect on the greenish color of the leaves of kangkoong with a value of 29.75. Fertilizer concentration of 1g N / l gives the best effect on the greenish color of terrestrial kangkoong with a value of 30.51. The interaction between the manual method of N 5gN / l fertilizer concentration gives the best effect on the application of sprinkle fertilization in the concentration of 5 g N / l variable of green leaf color for growth and yield of kangkoong with a value of 29.14.

2488327859A1A115029STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA BULAK BAROKAH
DI DESA LANGGONGSARI KECAMATAN CILONGOK
KABUPATEN BANYUMAS
Desa Langgongsari memiliki agrowisata edukasi yaitu agrowisata Bulak Barokah. Agrowisata Bulak Barokah merupakan salah satu sarana yang memiliki potensi untuk meningkatkan taraf perekonomian desa dan masyarakat yang ada di Desa Langgongsari. Situasi internal masyarakat dan fasilitas pendukung yang kurang memadai menyebabkan agrowisata terhambat dalam perkembangannya. Strategi pengembangan merupakan cara untuk menganalisis faktor internal dan eksternal agrowisata yang akan disusun menjadi strategi-strategi alternatif agar dapat diterapkan untuk mengembangkan agrowisata Bulak Barokah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan studi kasus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, matriks IFE (Internal Factor Evaluation), matriks EFE (External Factor Evaluation), analisis SWOT, dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Responden penelitian dibagi menjadi 3 kelompok yaitu pengelola, masyarakat, dan pengunjung sebanyak 68 responden. Pengambilan responden pengunjung dilakukan dengan metode accidental sampling, untuk pengelola dan masyarakat digunakan metode sensus karena sudah diketahui jumlahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agrowisata Bulak Barokah berada pada kuadran V dengan nilai IFE 2,43 dan EFE 2,5 yang berarti pertahankan dan pelihara. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai Oktober 2019. Strategi prioritas dari hasil QSPM adalah mengedukasi dan memperkuat internal pengelola mengenai kepengurusan agrowisata yang dapat dilakukan dengan membuat struktur organisasi yang jelas dan pembagian kerja yang tepat dengan pemilihan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi serta dapat memecahkan permasalahan dengan tepat.dengan nilai TAS (Total Atractive Score) sebesar 7,0333.Langgongsari village has an educational agro-tourism, namely Bulak Barokah. Bulak Barokah Agro-Tourism is one of the facilities that have the potential to improve the economic level of the village and the community in Langgongsari. The development strategy is a way to analyze the internal and external factors of agro-tourism which will be arranged into alternative strategies so that it can be applied to develop Bulak Barokah agro-tourism. The method used in this study is a study case. The analytical method used is descriptive analysis, IFE (Internal Factor Evaluation) matrix, EFE (External Factor Evaluation) matrix, SWOT analysis, and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Respondents were divided into 3 groups: managers, community members, and visitors. The taking of visitor respondents was carried out by the accidental sampling method, the census method for the manager and the community used because the numbers were known. The results showed that the Bulak Barokah agro-tourism was in quadrant V with an IFE value of 2.43 and EFE 2.5, which means to maintain and protect. This research was conducted from September to October 2019. The priority strategy of the QSPM results was to educate and strengthen internal managers regarding the management of agro-tourism that can be done by making a clear organizational structure and division of work appropriately by selecting human resources who have the competence and can solve problems appropriately. with a TAS (Total Attractive Score) of 7.0333.
2488427862C1J014039FACTORS THAT INFLUENCE DEMAND CITY TRANSPORTATION SERVICES IN PURWOKERTO
(Case of Study : Angkutan Kota Purwokerto)
Judul penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan jasa angkutan kota (Studi Kasus Angkutan kota Purwokerto). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa faktor seperti pendapatan, tarif, frekuensi penggunaan transportasi lain, pendidikan dan kepemilikan kendaraan pribadi terhadap permintaan angkutan kota dan untuk menganalisis variabel secara bersama-sama terhadap permintaan angkutan kota. Untuk menganalisis pengaruh pendapatan, tarif, frekuensi penggunaan transportasi lain, pendidikan dan kepemilikan kendaraan pribadi terhadap permintaan angkutan kota digunakan Analisis Regresi Linear Berganda dan untuk menganalisis variable secara bersama-sama menggunakan uji F. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dari 100 responden angkutan kota Purwokerto.

Hasil analisis regresi linier berganda variabel pendapatan berpengaruh positif signifikan terhadap permintaan angkutan kota di Purwokerto. Variabel tarif dan frekuensi penggunaan transportasi lainnya berpengaruh negatif signifikan terhadap permintaan angkutan kota di Purwokerto. Sementara itu variabel pendidikan tidak berpengaruh terhadap permintaan angkutan kota di Purwokerto. Berdasarkan hasil uji f, variabel pendapatan, tarif, frekuensi penggunaan transportasi lainnya, pendidikan dan Kepemilikan kendaraan bermotor secara simultan berpengaruh terhadap permintaan angkutan kota di Purwokerto. Kopata dan pihak yang mempunyai wewenang terhadap angkutan kota juga perlu memperbaiki kualitas dan kenyamanan angkutan kota karena berdasarkan hasil survei para penumpang mengeluh karena angkutan kota yang tidak nyaman dan dalam keadaan buruk.

The title of this research is the factors that influence the demand for city transportation services (Case Study Purwokerto City Transportation). This study aims to analyze the influence of several factors such as income, Tariff, frequency of use of other transportation, education and ownership of private vehicles on the demand for city transportation and to analyze variables together on the demand for city transportation. To analyze the influence of income, tariffs, frequency of use of other transportation, education and ownership of private vehicles on the demand for city transportation, Multiple Linear Regression Analysis is used and to analyze the variables together using the F test. The data used in this study are primary data taken from 100 respondents in Purwokerto city transportation.
The variables of income have a positive effect on demand city transportation Purwokerto, variables Tariff and frequency of use other transportation have a significant negative effect on the demand for city transportation in Purwokerto. Meanwhile the education variable does not affect the demand for city transportation in Purwokerto.Based on the results of the F test, variables income, tariffs, frequency of use other transportation, education and ownership of personal vehicles simultaneously affect the demand for city transportation in Purwokerto. Koperasi angkutan kota (Kopata) and other parties who have authority over city transportation also need to improve the quality and comfort of city transportation because based on the survey results passengers complain that city transportation is uncomfortable and in bad condition.
2488527863C1I015041The Effect of GCG on Company’s Value Mediated by CSR and Profitability on Banking CompaniesPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tata kelola perusahaan yang baik terhadap nilai perusahaan, dimediasi oleh tanggung jawab sosial perusahaan dan profitabilitas. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling dari 40 perusahaan manufaktur dan periode penelitian 3 tahun untuk memperoleh jumlah sampel 84 unit data yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2015 hingga 2017. Hipotesis Pengujian menggunakan model analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan yang baik secara positif dan signifikan mempengaruhi tanggung jawab sosial perusahaan. tanggung jawab sosial perusahaan secara positif dan signifikan mempengaruhi profitabilitas, profitabilitas positif dan signifikan mempengaruhi nilai perusahaan dan tata kelola perusahaan yang baik secara positif dan signifikan mempengaruhi nilai perusahaan, tata kelola perusahaan yang baik melalui nilai perusahaan tidak dimediasi oleh tanggung jawab sosial perusahaan dan profitabilitas.This research aims to examine the influence of good corporate governance on company value, mediated by corporate social responsibility and profitability. The research sample was selected using a purposive sampling method from 40 manufacturing companies and a research period of 3 years to obtain the number of sample units 84 data which is listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period 2015 to 2017. The hypothesis testing used a simple linier regression analysis model using SPSS 23. The results of the study indicate that good corporate governance positively and significantly affect the corporate social responsibility. corporate social responsibility positively and significantly affect the profitability, profitability positively and significantly affect the company value and good corporate governance positively and significantly affect the company value, good corporate governance through company value didn’t mediated by corporate social responsibility and profitability.
2488627864H1C015032Geologi dan Pemodelan Cekungan Air Tanah Purwokerto-PurbalinggaAir tanah mempunyai peranan yang penting, terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga maupun untuk kepentingan industri. Penelitian Cekungan Air Tanah Purwokerto-Purbalingga dapat menambah data terkait geometri dan arah aliran air tanah yang bermanfaat bagi studi hidrogeologi di daerah penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat pemodelan hidrogeologi pada Cekungan Air Tanah Purwokerto-Purbalingga berdasarkan model konsep dan numerik yang dibuat menggunakan data sumur observasi dan referensi berupa curah hujan, sumur produksi, dan litologi. Berdasarkan hasil pemetaan 143 sumur gali pada daerah penelitian didapat interpretasi arah aliran air tanah yang mengalir dari arah baratlaut-tenggara dan timur-barat atau terpusat menuju bagian tengah cekungan air tanah. Model dianalisis menggunakan perangkat lunak dengan memasukkan parameter-parameter hidrogeologi seperti konduktivitas batuan, storativitas, porositas total, dan porositas efektif batuan. Diskritisasi geometri dan iterasi berdasarkan metode beda hingga dengan luas tiap grid 100 m2. Hasil pemodelan arah aliran air tanah sesuai dengan interpretasi awal berdasarkan interpolasi data sumur observasi yaitu berarah baratlaut-tenggara dan timur-barat dengan ketinggian muka air tanah maksimum 370 mdpl dan minimum -2,14 mdpl. Hasil kalibrasi model didapatkan nilai kesalahan rata-rata kuadrat (RMSE) sebesar 35,58 m, kesalahan rata-rata (ME) sebesar 2,94 m, dan kesalahan mutlak rata-rata sebesar 28,38 m, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,93 dimana dari hasil kalibrasi tersebut mendekati data di lapangan.Groundwater has an important role, especially in maintaining the balance and availability of water raw materials for the benefit of households as well as for industrial interests. Research on the Purwokerto-Purbalingga Groundwater Basin can add data related to the geometry and direction of groundwater flow which is useful for hydrogeological studies in the research area. The purpose of this study is to make hydrogeological modeling in the Purwokerto-Purbalingga Groundwater Basin based on a concept and numerical model created using observational and reference well data in the form of rainfall, production wells, and lithology. Based on the results of the mapping of 143 dug wells in the study area obtained interpretation of the direction of groundwater flow that flows from the northwest-southeast and east-west or centered towards the middle of the groundwater basin. The model is analyzed using software by entering hydrogeological parameters such as rock conductivity, storativity, total porosity, and effective porosity of rocks. Geometry discretization and iteration based on different methods up to the area of each grid of 100 m2. The results of the modeling of groundwater flow direction are in accordance with the initial interpretation based on the interpolation of observational well data, which is northwest-southeast and east-west with a maximum groundwater level of 370 masl and minimum -2.14 masl. The results of the model calibration obtained an average square error value (RMSE) of 35.58 m, an average error (ME) of 2.94 m, and an average absolute error of 28.38 m, with a correlation coefficient of 0.93 where the results of the calibration approach the data in the field.
2488727873A1C014076ANALISIS USAHATANI DAN STRATEGI PEMASARAN SELADA (Lactuca sativaL.) MENGGUNAKAN SISTEM HIDROPONIK NFT
(Studi Kasus : PT. Hidroponik Agrofarm Bandungan di Kabupaten Semarang)
PT. Hidroponik Agrofarm Bandungan merupakan perusahaan yang mengusahakan sayuran berupa selada dengan menggunakan sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) sehingga memiliki nilai jual yang tinggi di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis keuntungan usahatani selada hidroponik NFT yang diperoleh perusahaan; 2) Mengidentifikasi faktor-faktor internal meliputi kekuatan dan kelemahan serta faktor-faktor eksternal meliputi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PT. Hidroponik Agrofarm Bandungan; 3) Menentukan alternatif strategi pemasaran selada hidroponik dan menentukan strategi terbaik yang dapat diterapkan oleh di PT. Hidroponik Agrofarm Bandungan berdasarkan faktor internal dan eksternal.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2019 di PT. Hidroponik Agrofarm Bandungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Analisis yang digunakan meliputi: analisis biaya, penerimaan, keuntungan, break even point, R/C, analisis IFE, EFE, SWOT, dan QSPM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Usahatani selada hidroponik NFT di PT. Hidroponik Agrofarm Bandungan menguntungkan; 2) Berdasarkan hasil analisis faktor internal; kekuatan utama adalah kualitas produk dan kelemahan utama adalah kurangnya keterampilan dan kualitas tenaga kerja. Hasil analisis faktor ekternal; peluang utama yaitu berkembangnya pola makan sehat dan ancaman utama adalah perubahan iklim; 3) Strategi pemasaran terbaik yang dapat diterapkan oleh perusahaan saat ini yaitu: Melakukan perluasan distribusi dengan membuka kantor cabang baru di daerah lain.
PT. Hidroponik Agrofarm Bandungan is one of the agricultural companies that produces lettuce with Nutrient Film Technique (NFT) hydroponic system so the lettuce has a high sale value in the market. This research aims: 1) Analyzing the profitability of lettuce with NFT hydroponic that company had; 2) Identifying internal factors such as strengths and weaknesses and external factors such as opportunities and threats in PT. Hidroponik Agrofarm Bandungan; 3) Discovering alternative marketing strategies of lettuce and discovering the best strategies that can be applied in PT. Hidroponik Agrofarm Bandungan based on its internal and external factors.
The research was conducted in March until May 2019 in PT. Hidroponik Agrofarm Bandungan. The researched method was a case study. The analysis used in this researched was cost analysis, revenue, profit, break even point, R/C, IFE, EFE, SWOT, and QSPM analysis.
The results showed that 1) The NFT hydroponic lettuce farming in PT. Hydroponics Bandungan Agrofarm is profitable; 2) Based on the analysis of internal factors; the main strength is the quality of the product and the main weakness is the labor is lack of skills. Results of analysis of external factors; the main opportunity is the development of a healthy eating lifestyle and the main threat is the climate change; 3) The best marketing strategies that can be applied by the company today are: Expanding distribution by opening new branch offices in other areas.
2488827912G1A016069Perbedaan Kadar Albumin Creatinine Ratio (ACR) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT 2) Terkontrol dan Tidak TerkontrolLatar belakang : Diabetes melitus tipe 2 (DMT 2) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronik akibat gangguan sekresi maupun resistensi insulin. Pemantauan terhadap kadar glikemik menggunakan HbA1c dilakukan setiap 3 bulan sekali, terkontrol jika kadar HbA1c < 7%. Diabetes terkontrol dapat menurunkan risiko komplikasi salah satunya nefropati diabetika. Nefropati diabetika ditandai adanya mikroalbuminuria yang dapat diukur menggunakan Albumin to Creatinine Ratio (ACR) dengan sampel urin pagi hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar ACR pada pasien diabetes melitus tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sampel penelitian diambil dari pasien diabetes tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol di FKTP Purwokerto Selatan. Besar sampel diambil menggunakan metode consecutive sampling sebesar 50 orang dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu, 25 orang kelompok terkontrol dan 25 orang kelompok tidak terkontrol.
Hasil : Hasil analisis parametrik dengan uji t tidak berpasangan menunjukkan nilai p = 0,533 dengan rata-rata kadar ACR pada pasien diabetes melitus tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol secara berturut-turut adalah 2,43 mg/mmol dan 2,63 mg/mmol.
Kesimpulan : Ditemukan perbedaan tidak signifikan kadar ACR pasien diabetes melitus tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol.
Background : Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by prolonged hyperglycemia as a result from insulin's secretion impairment and/or insulin resistance. Blood glucose level is monitored by HbA1c level every 3 months, controlled HbA1c level is < 7%. Controlled diabetes may decrease the risk of complications such as diabetic nephropathy. Diabetic nephropathy characterized by microalbuminuria which can be measured with Albumin to Creatinine Ratio (ACR) of spot morning urine. This research aimed to see the difference level of ACR in controlled and uncontrolled type 2 diabetes mellitus patients.
Methods : This research was an observational analytical study using cross sectional approach. The samples' population in this research were type 2 diabetes mellitus in Southern Purwokerto Primary Health Care. Consecutive sampling was used, 50 samples were tested and divided into two groups, 25 controlled samples and 25 uncontrolled samples of type 2 diabetes mellitus.
Results : The result of parametric analytical using unpaired t-test shows that p=0.533 and average levels of ACR in controlled and uncontrolled type 2 diabetes mellitus successively are 2,43 mg/mmol 2,63 mg/mmol.
Conclusion : There is insignificant difference of ACR levels in controlled and uncontrolled type 2 diabetes mellitus.
2488927865H1D013011Evaluasi Ketelitian data hujan satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) Provinsi Jawa Tengah dengan metode Korelasi Temporal dan Spasial Data hujan Propinsi Jawa Tengah banyak yang kosong, seringkali perencana kesulitan memproleh data yang lengkap dan valid. Solusi yang di berikan adalah pengukuran satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) akan menghasilkan data hujan yang banyak , TRMM di koreksi menggunakan analisis regresi linier yang dibandingkan dengan stasiun terukur terdekat yang hasilnya nanti akan menghasilkan grafik regresi linier. Diperhitungkan juga persebaran data curah yang ada menggunakan ilmu statistik yaitu diketahui nilai terbesar,terkecil, rata-rata dan standar deviasi. Pengembangan model yang dihasilkan antara perhitungan analisis regresi dengan model regresi hampir sama.There are many Central Java Province rain data which are empty, difficult to complete, obtain complete and valid data. The solution provided is a satellite measurement of Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) will produce greater rainfall data, TRMM uses linear regression analysis compared to the nearest measured station produced later will produce linear regression graphs. Dissemination data are also taken into account using statistical science which takes into account large values, debates, averages and standard deviations. The development of the model produced between the calculation of the regression analysis with the regression model is almost the same.
2489027866G1A016024Hubungan Frekuensi Fisioterapi dengan Tingkat Disabilitas pada Pasien Hernia Nukleus Pulposus (HNP) di RSUD Prof. Dr. Margono SoekarjoLatar Belakang : Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan perpindahan material diskus intervertebralis diluar batas normal ruang diskus, yang diawali oleh rupturnya bantalan yang berisi nukleus pulposus, anulus fibrosus, atau keduanya. Tanda dan gejala pada pasien HNP adalah nyeri radikuler, kelainan sensorik, spasme otot, kelemahan otot, keterbatasan gerak dan gangguan aktivitas. Keluhan tersebut dapat menurunkan produktivitas manusia dan meningkatkan disabilitas. Penanganan secara konservatif merupakan pilihan bagi sebagian besar pasien dan salah satunya adalah program fisioterapi. Informasi mengenai frekuensi fisioterapi dan tingkat disabilitas pasien HNP diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengetahui efek fisioterapi pada pasien HNP di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Tujuan : Mengetahui hubungan frekuensi fisioterapi dengan tingkat disabilitas pada pasien Hernia Nukleus Pulposus (HNP) di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
Metode : Rancangan cross sectional dilakukan pada 27 pasien HNP yang sedang menjalani fisioterapi. Sampling responden menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data tingkat disabilitas menggunakan kuesioner Oswestry Disability Index (ODI). Analisis hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman’s.
Hasil : Didapatkan pasien HNP dengan tingkat disabilitas ringan 66,7%, disabilitas sedang 29,6% dan disabilitas berat 3,7% dengan frekuensi fisioterapi 2,3,4,5,6,8,10 kali. Hasil uji Spearman mendapatkan nilai p<0,05.
Kesimpulan : Terdapat hubungan negatif yang bermakna artinya semakin banyak frekuensi fisioterapi yang dilakukan maka semakin rendah tingkat disabilitas pada pasien HNP di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Background: Spinal disc herniation is displacement of intervertebral disk material beyond the normal margins of the disk space, which is preceded by rupture of a bearing containing the nucleus pulposus, the annulus fibrosus, or both. Signs and symptoms in spinal disc herniation are radicular pain, sensory abnormalities, muscle spasms, muscle weakness, limited mobility and impaired activity. This complaints can reduce human productivity and increase disability. Conservative treatment is an option for the most patients and one of them is a physiotherapy program. Information about the frequency of physiotherapy and the level of disability in SDH patients is expected to be used to determine the effect physiotherapy of SDH patients in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Aim: Knowing the correlation of frequency of physiotherapy between the level of disability in patients with spinal disc herniation in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
Methods: A cross-sectional study was applied among 27 patiens with spinal disc herniation who were undergoing physiotherapy. The sampling uses purposive sampling with inclusion and exclusion criteria. Data of the level of disability were collected using Oswestry Disability Index (ODI). Hypothesis was analysed using Spearman’s correlation test.
Results: It was found that SDH patient with mild disabilities 66.7%, moderate disabilities 29.6% and severe disability 3.7% with physiotherapy 2,3,4,5,6,8,10 times. The result of Spearman’s test shows p<0,05.
Conclusion: There is a significant negative correlation which means that more frequency of physiotherapy then lower the level of disability in SDH patient in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
2489128840I1A016097ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018Latar Belakang : Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang kasus DBD berfluktuatif setiap tahunnya. Analisis spasial sangat diperlukan untuk membantu dalam mengidentifikasi risiko tinggi daerah dan periode DBD untuk pengendalian dan eliminasi DBD secara efektif di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian adalah mengetahui penyebaran dan pengelompokan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Banyumas Tahun 2018 berdasarkan analisis spasial.

Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dengan pendekatan ecological study. Sampel penelitian menggunakan total populasi yaitu sebanyak 55 kasus. Analisis spasial dengan pendekatan elementary analysis of disease, Nearest Neighbour Index (NNI) dan Convex hulls.

Hasil Penelitian : Rata-rata umur penderita DBD di Kabupaten Banyumas yaitu 25 tahun. Jenis kelamin lebih banyak perempuan dengan jumlah 33 (58%). Kejadian DBD berpola acak (random) dengan nilai NNI sebesar 1,012 atau menyebar di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas. Hasil analisis spasial menunjukkan sebaran kasus DBD di Kabupaten Banyumas sebagian besar berada pada wilayah permukiman, dengan kategori daerah padat penduduk, curah hujan sedang dan jarak <1km dengan puskesmas.

Kesimpulan : Sebaran kasus DBD memiliki keterkaitan secara spasial dengan tataguna lahan permukiman, kepadatan penduduk, curah hujan dan jarak fasilitas kesehatan. Saran untuk masyarakat yang tinggal di wilayah permukiman serta padat penduduk diharapkan untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Pada saat musim hujan masyarakat perlu melakukan pengendalian yang baik agar potensi peningkatan kasus DBD berkurang dan memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat sebagai upaya preventif serta kuratif untuk menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit DBD.
Background : Banyumas Regency is one of the districts in Central Java Province where dengue cases fluctuate each year. Spatial analysis is needed to assist in identifying high risk areas and dengue periods for effective control and elimination of DHF in Banyumas Regency. The purpose of this study was to determine the spread and grouping of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Banyumas Regency in 2018 based on spatial analysis.

Methodology : This research uses descriptive study method with ecological study approach. The study sample used a total population of 55 cases. Spatial analysis with the approach of elementary analysis of disease, Nearest Neighbor Index (NNI) and Convex hulls.

Research result : The average age of DHF sufferers in Banyumas Regency is 25 years. More sexes are women by 33 (58%). The incidence of DHF is random (random) with an NNI value of 1.012 or spread throughout the Banyumas Regency. The results of spatial analysis showed the distribution of dengue cases in Banyumas Regency were mostly in residential areas, with the category of densely populated areas, moderate rainfall and a distance of <1km from the puskesmas.

Conclusion : The distribution of dengue cases has a spatial relationship with residential land use, population density, rainfall and distance of health facilities. Suggestions for people who live in residential areas and are densely populated are expected to always maintain environmental cleanliness and eradicate mosquito nests. During the rainy season the community needs to exercise good control so that the potential increase in dengue cases is reduced and use the nearest health facility as a preventive and curative measure to reduce mortality caused by dengue disease.
2489227868F1D013051POLITIK IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN TEMPAT MAKAM DI PERUMAHAN SAPPIRE RESIDENCE PURWOKERTOPenelitian ini dengan judul “Politik Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 2 Tahun 2014 dalam Pengelolaan Tempat Makam Perumahan Sappire Residence Purwokerto” bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan proses implementasi Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2014 dalam pengelolaan tempat makam di Perumahan Sappire Residence Purwokerto serta mengetahui apa saja aspek-aspek politik yang mempengaruhi proses implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 2 Tahun 2014 dalam pengelolaan tempat makam di Perumahan Sappire Residence Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif Institusionalisme dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di wilayah Kabupaten Banyumas dengan situs berada di Perumahan Sappire Residence Purwokerto Desa Tambaksari Kidul. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber.
Hasil dari penelitian ini yaitu Sappire Group dapat mempengaruhi pemerintah Kabupaten Banyumas dapat dilihat dari tidak berjalannya implementasi peraturan daerah Kabupaten Banyumas nomor 2 tahun 2014 dalam pengelolaan tempat makam di Perum Sappire Residence Purwokerto. lalu tidak adanya sanksi Pemerintah Kabupaten Banyumas yang diberikan kepada Sappire Group karena permasalahan fasilitas sosial belum terselesaikan. Ketiga, terdapat tiga aspek politik yaitu otoritas legal formal, legitimasi, dan pengaruh. Penelitian ini mengungkap temuan yaitu adanya kepentingan yang dimiliki oleh beberapa aktor implementasi mulai dari otoritas/legal formal DCKTR dan DPRD Kabupaten Banyumas, Legitimasi Kepala Desa Tambaksari Kidul dan Pengaruh Sappire Group.
This study with the title "Political Implementation of Regional Regulations of Banyumas District Number 2 of 2014 in Management of Sappire Residence Purwokerto Housing Tombs" supports to design and describe the process of implementing Regional Regulation No. 18 of 2014 in the tomb construction sites at Sappire Residence Purwokerto Housing and also whatever else Political aspects that influence the implementation process of Banyumas District Regulation Number 2 of 2014 concerning the management of grave sites in Sappire Residence Purwokerto Housing.
This study uses the constructivist paradigm and Institutionalism perspective with qualitative research methods. Consent used was a case study discussion. This research is located in the region of Banyumas Regency with a site in the Sappire Residence Purwokerto Housing, Tambaksari Kidul Village. The informant selection technique uses purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation along with data analysis techniques using interactive analysis techniques. As for the validity of the data using source triangulation techniques.
The results of this study are that the Safire Group can influence the Banyumas Regency government to facilitate the implementation of Banyumas Regency Regulation number 2 of 2014 in the management of grave sites in the Housing Sappire Residence Purwokerto. then nothing agreed by the Banyumas District Government was given to the Safire Group because social assistance had not yet been completed. Third, related to three aspects of politics, namely formal, legal, legitimacy, and influence. This study uncovered the following findings: There are interests raised by several actors ranging from the official authority of the DCKTR and the Banyumas Regency DPRD, the Head of Tambaksari Kidul Village and the Sappire Securities Group
2489327874A1A015008ALTERNATIF STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPI ARABIKA DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA
Kopi merupakan komoditas ekspor penting bagi Indonesia yang mampu menyumbang devisa cukup besar pada tahun 2016 yaitu mencapai US$ 1,01 Milyar. Desa Serang Kecamatan Karangreja adalah salah satu desa pengahasil kopi arabika di Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah dengan rata-rata produktivitas sebanyak 0,8 ton per hektar per tahun. Namun terdapat beberapa kendala dalam pengembangan usahatani kopi arabika yaitu rendahnya produktivitas, keterbatasan pengetahuan petani, dan saluran pemasaran yang cukup panjang. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, merumuskan alternatif strategi pengembangan yang dapat diterapkan, dan menentukan prioritas strategi pengembangan agribisnis (usahatani) Kopi Arabika di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Metode penentuan sampel dilakukan secara purposive. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Grand Strategy Matrix (GSM), Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa, analisis lingkungan internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi usahatani kopi arabika di Desa Serang adalah hubungan baik petani kopi dengan Perhutani dalam penyewaan lahan (kekuatan), kelompok tani kurang diberdayakan (kelemahan), persyaratan mutu kopi arabika mudah dipenuhi (peluang), banyaknya pesaing kopi arabika dari daerah lain, serangan hama dan penyakit, dan pengaruh perubahan musim (ancaman). Total skor yang dimiliki oleh usahatani kopi arabika di Desa Serang sebesar 2,86 (IFE) dan 2,95 (EFE). Gabungan antara matriks IFE dan EFE menempatkan usahatani kopi arabika di Desa Serang dalam kuadran I pada matriks Grand Strategy. Alternatif strategi matriks SWOT menghasilkan tujuh strategi dan prioritas strategi terbaik dari analisis QSPM adalah peningkatan keterampilan teknis usahatani kopi arabika untuk peningkatan mutu produk.Coffee is an important export commodity for Indonesia which is able to contribute substantial foreign exchange in 2016 reaching US$1,01 bilion. Serang Village, Karangreja Subdistrict is one of the arabica coffee producing villages in Purbalingga Regency, Central Java Province with an average productivity of 0,8 tons per hectare per year. However, there are several obstacles in the development of Arabica coffee farming, such as low productivity, limited farmer's knowledge, and quite long marketing channels. The purpose of this study are to identify internal and external factors that are being strengths, weaknesses, opportunities and threats, formulating alternative development strategy that can be applied, and determine the priority strategy of Arabica Coffee agribusiness development in Serang Village, Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency. The sampling method used purposive sampling. The analytical method used is descriptive analysis, Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Grand Strategy Matrix (GSM), Strength, Weaknesses, Opportunities , and Threats (SWOT) and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results of the research analysis show that, analysis of the internal and external environment that can affect Arabica coffee farming in Serang Village is a good relationship between coffee farmers and Perhutani in leasing land (strengths), the farmer's group is less empowered (weaknesses ), Arabica coffee quality requirements are easily met (opportunities), many Arabica coffee competitors from other regions, pests and diseases, and the influence of changing seasons (threats). Total scores owned by Arabica coffee farming in Serang Village of 2.86 (IFE) and 2.95 (EFE). The combination of the IFE and EFE matrices places the Arabica coffee farm in Serang Village in quadrant I in the Grand Strategy matrix. The alternative SWOT matrix strategy produces seven strategies and the best strategy priority from the QSPM analysis is to improve the technical skills of Arabica coffee farming to improve product quality.
2489427869L1C015033STUDI PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP KARANG TRANSPLANT ACROPORA, SP. PADA ARTIFICIAL REEF DI PERAIRAN BULELENG, BALIKabupaten Buleleng memiliki potensi terumbu karang yang tinggi dimana terumbu karang mempunyai peran dalam konservasi, produksi dan pariwisata. Tekanan yang besar dari faktor lingkungan maupun antropogenik membuat degradasi pada ekosistem terumbu karang. Untuk mempercepat proses pemulihan terumbu karang, beberapa metode rehabilitasi yang dapat dilakukan diantaranya dengan transplantasi karang. Tujuan penelitian ini mengetahui laju pertumbuhan karang, kelangsungan hidup karang pada model terumbu buatan besi dan semen pada kedalaman yang berbeda dan mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup karang transplant pada musim peralihan 1 dan musim timur. Pengamatan dilakukan di perairan KAB. Buleleng pada 4 stasiun pengamatan dengan kedalaman 5-7m dan 10-12m. Sampel karang yang diukur untuk laju pertumbuhan sebanyak 15 individu dan 30 individu untuk tingkat kelangsungan hidup karang transplan Acropora, sp. pada tiap stasiun. Hasil penelitian menunjukan bahwa laju pertumbuhan karang tertinggi terdapat pada stasiun 2 (1,64 cm) dan nilai terendah terdapat pada stasiun 4(0,97 cm). Kelangsungan hidup karang tertinggi terdapat pada stasiun 2 (86,7%) dan nilai terendah pada stasiun 3 (60,0%). Laju pertumbuhan karang rata-rata menunjukan nilai yang lebih baik pada musim peralihan 1 dibandingkan dengan musim timur. Kelangsungan hidup karang menunjukan nilai yang lebih baik pada musim timur dibandingkan musim peralihan 1. Buleleng Regency has a high potential of coral reefs where coral reefs have a role in conservation, production and tourism. Great pressure from environmental and anthropogenic factors create degradation in coral reef ecosystems. To speed up the process of coral reef recovery, several rehabilitation methods that can be done include coral transplantation. The purpose of this study was to determine the rate of coral growth, the survival of corals on the artificial reef model of iron and cement at different depths and to know the growth and survival of transplanted corals in transition season 1 and the east season. Observations were made in the waters of KAB. Buleleng at 4 observation stations with 5-7m depth and 10-12m. Coral samples measured for growth rates were 15 individuals and 30 individuals for survival rates of Acropora, sp. transplants at each station. The results showed that the highest coral growth rate was at station 2 (1.64 cm) and the lowest value was at station 4 (0.97 cm). The highest coral survival was found at station 2 (86.7%) and the lowest value was at station 3 (60.0%). The average coral growth rate shows a better value in the transition season 1 compared to the east season. Coral survival shows better value in the east season than transition season 1.
2489528729L1C015052HUBUNGAN IKAN HERBIVORA (SCARIDAE, SIGANIDAE, DAN POMACENTRIDAE) DENGAN TUTUPAN TERUMBU KARANG DAN TUTUPAN MAKROALGA DI PERAIRAN PULAU GLEANG, KARIMUNJAWAKarimunjawa merupakan salah satu kawasan konservasi memiliki potensi sumberdaya alam yang baik dan ekosistem lebih utuh di sepanjang perairan Pantai Utara Jawa. Salah satu pulaunya yaitu Pulau Gleang memiliki ekosistem terumbu karang yang membuatnya menjadi destinasi wisata. Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem produktif karena memiliki potensi keragaman spesies yang berasosiasi contohnya ikan herbivora. Ikan herbivora memiliki peranan penting bagi ekosistem terumbu karang, apabila kelimpahan ikan herbivora menurun maka akan terjadi pergantian fase ekosistem terumbu karang menjadi ekosistem makroalga. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelimpahan ikan herbivora (Scaridae, Siganidae, dan Pomacentridae), persentase tutupan karang, persentase tutupan makroalga, dan hubungan kelimpahan ikan herbivora dengan persentase tutupan karang dan persentase tutupan makroalga di perairan Pulau Gleang, Karimunjawa. Metode pengambilan data ikan karang menggunakan visual sensus, sedangkan data tutupan karang dan tutupan makroalga dengan metode PIT (Point Intercept Transect). Penelitian dilakukan di 3 stasiun dengan beragam karakteristik. Hasil penelitian diketahui kelimpahan ikan herbivora (Scaridae, Siganidae, dan Pomacentridae) berkisar antara 0,01-1,33 ind/m2. Persen tutupan karang termasuk kategori sedang (32,33%) sampai baik (52,33%). Persen tutupan makroalga berkisar 5,6-7%. Hubungan kelimpahan ikan karang herbivora dengan persen tutupan karang merupakan hubungan positif atau searah, sedangkan dengan persen tutupan makroalga merupakan hubungan negatif atau saling bertolak belakang.Karimunjawa is one of marine conservation areas that has good natural resource potential along waters of North Coast of Java. One of the islands is Gleang Island, has a coral reef ecosystem that makes it a tourist destination. Coral reef ecosystems are productive ecosystems because they have the potential diversity of associated species for example herbivorous fish. Herbivorous fish have an important role for coral reef ecosystems, if abundance of herbivorous fish decreases, there will be a phase change of coral reef ecosystems into macroalgae ecosystems. This study aims to determine abundance of herbivorous fish (Scaridae, Siganidae, and Pomacentridae), percent coral cover, percent macroalgae cover, and relationship between abundance of herbivorous fish with percent coral cover and percent macroalga cover in Gleang Island waters, Karimunjawa. Visual census method uses to collecting reef fish data, while PIT (Point Intercept Transect) method used to coral cover data and macroalgae cover. Observations was conducted at 3 stations with different characteristics. Study results note that abundance of herbivorous fish (Scaridae, Siganidae, and Pomacentridae), which ranges from 0,01 to 1,33 ind / m2. Percent of coral cover included in the moderate category (32,33%) to good (52,33%). Percentage of macroalgae cover is around 5,6-7%. Relationship of abundance of herbivorous reef fish with percent coral cover is a positive or unidirectional relationship, while the percent of macroalgae cover is a negative or contradictory relationship.
2489627870C1A015051FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI USAHA PETERNAK AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN DAN MANDIRI DI DESA PAYUNGAGUNG KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMISPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi usaha, faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi usaha serta perbandingan pendapatan peternak ayam ras pedaging pola kemitraan dan mandiri di Desa Payungagung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 51 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda, R/C Ratio dan Uji T Paired Simple Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa R/C Ratio peternak ayam ras pedaging pola kemitraan dan mandiri sudah efisien. Variabel bibit, pakan, tenaga kerja dan sekam berpengaruh terhadap efisiensi usaha peternak ayam ras pedaging. Pendapatan peternak ayam ras pedaging pola mandiri lebih tinggi dibandingkan dengan pola kemitraan. Implikasi dari penelitian ini yaitu peternak ayam ras pedaging dianjurkan untuk mempertahankan dan meningkatkan kegiatan usahanya.This study aims to determine business efficiency, factors that influence business efficiency and the comparison of broiler breeders' income in partnership and independent patterns in Payungagung Village. This type of research is quantitative research. The sample in this study amounted to 51 respondents. Data analysis in this study used multiple linear regression analysis, R / C Ratio and T Paired Simple Test. The results of this study indicate that the R / C Ratio of broiler breeders in partnership and independent patterns is efficient. Variable seed, feed, labor and husk influence the efficiency of broiler breeders. The income of independent broiler breeders is higher than the partnership pattern. The implication of this research is that broiler breeders are encouraged to maintain and increase their business activities.
2489727871F1A014086KONSTRUKSI MAKNA BERKHIDMAT UNTUK UMAT
(STUDI FENOMENOLOGI PADA PARTAI KEADILAN SEJAHTERA KABUPATEN BANYUMAS)
Penelitian ini membahas dan menafsirkan tentang makna berkhidmat untuk umat dan mendeskripsikan upaya berkhidmat yang dilakukan oleh DPD PKS Banyumas. Lokasi penelitian ini berada di Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian ini adalah pengurus, kader dan simpatisan DPD PKS Banyumas yang mempunyai pengalaman dalam konteks berpartai. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan melakukan pengurungan atau epoche agar orisinalitas dari pengalaman sasaran penelitian tersaji dengan baik. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan analisis fenomenologi dan gerakan sosial. Penelitian ini menemukan bahwa makna dari berkhidmat untuk umat adalah “upaya perjuangan untuk melayani umat, menjadi wadah aspirasi bagi umat Islam dan upaya untuk memasukkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bernegara”. Hal ini bisa dilakukan karena kesempatan politik yang terbuka pasca Orde Baru, sehingga, DPD PKS Banyumas dengan leluasa melakukan framing dan mobilisasi dalam upaya berkhidmat untuk umat di Kabupaten Banyumas. Temuan lain dari penelitian ini adalah DPD PKS Banyumas dalam mobilisasi menggunakan sayap yang terdiri atas sayap organisasi keluarga, pendidikan, pengajian dan kemanusiaan.This study discusses the construction of the meaning of serving for the people of PKS Banyumas. This study interprets the meaning of serving for the Ummah and describes the effort of serving the DPD PKS Banyumas. The location of this research is in Banyumas Regency. The target of this research is the management, cadres and sympathizers of the DPD PKS Banyumas who have experience in the context of the party. This study uses a phenomenological approach by conducting a confinement or epoche so that the originality of the experience of the research target is well presented. The method of data collection is done by in-depth interviews, observation and documentation collection. The analysis was carried out with the analysis of phenomenology and social movements. This research found that the meaning of serving for the ummah is "an effort to struggle to serve the people, to become a place of aspiration for Muslims and an effort to incorporate Islamic values in the life of the state". This can be done because of the open political opportunities after the New Order. Thus, DPD PKS Banyumas is free to do framing and mobilization in an effort to serve the people in Banyumas Regency. Another finding from this study is the DPD PKS Banyumas in mobilization using a wing consisting of a family, education, recitation and humanitarian organization wing.
2489828728A1D016086Isolasi dan Identifikasi Bakteri Endofit Akar Padi Lahan Marginal serta Potensinya sebagai Pengendali Xanthomonas sp. In VitroPenelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri endofit akar padi lahan marginal, mengetahui potensinya sebagai pengendali patogen Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) dan Xanthomonas campestris pv. campestris (Xcc), mengetahui mekanisme antibiosis bakteri endofit lahan marginal terhadap Xoo dan Xcc, dan mempelajari pertumbuhan isolat bakteri endofit terpilih. Penelitian dilaksanakan pada Bulan November 2019 sampai Februari 2020 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan, yaitu BE1= Bakteri Endofit 1, BE2 = Bakteri endofit 2, BE3 = Bakteri Endofit 3, BE4 = Bakteri Endofit 4, BE9 = Bakteri Endofit 9, dan BE10 = Bakteri Endofit 10. Data hasil pengamatan uji antagonis dianalisis menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri endofit efektif sebagai pengendali Xoo dan Xcc. Perlakuan menggunakaan isolat BE9 memiliki zona hambatan terbesar terhadap Xoo, yaitu sebesar 18 mm, sedangkan pada patogen Xcc, penggunaan isolat BE1 memiliki zona hambatan terbesar, yaitu sebesar 22 mm.This research is aimed to isolation and identification marginal land root rice endophyt bacteria, know its potential as a pathogen controller Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) and Xanthomonas campestris pv. campestris (Xcc), know mechanism of its antibiosis to Xoo and Xcc, and study growth of selected endophytic bacteria isolates. Research was conducted on November 2019 until February 2020 at Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experiment design used a completely randomized design with 6 treatments, named BE1 = Endophytic Bacteria 1, BE2 = Endophytic Bacteria 2, BE3 = Endophytic Bacteria 3, BE4 = Endophytic Bacteria 4, BE9 = Endophytic Bacteria 9, and BE10 = Endophytic Bacteria 2, BE3 = Endophytic Bacteria 3, BE4 = Endophytic Bacteria 4, BE9 = Endophytic Bacteria 9, and BE10 = Endophytic Bacteria 10. Antagonist tests data were analyzed using F test and continued with Least Significant Difference (LSD) at 5% level. The result showed that endhopytic bacteria is effective in controlling Xoo and Xcc. BE9 isolates has the largest inhibitor zone against Xoo, which is 18 mm, while BE1 isolates has the largest inhibitor zone against Xcc, which is 22 mm.
2489927875L1C015026VALIDASI INDEKS KERAPATAN MANGROVE DENGAN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI PESISIR SEGARA ANAKAN BARAT, CILACAPPenelitian ini berjudul “Validasi Indeks Vegetasi Dalam Etimasi Dengan Menggunakan Citra Landsat 8 di Pesisir Segara Anakan Barat, Cilacap”. Kerapatan jenis mangrove merupakan parameter untuk menduga kepadatan jenis mangrove pada suatu komunitas. Untuk memetakan kerapatan hutan mangrove di lakukan dengan menggunakan tranformasi indeks kerapatan mangrove dengan menggunakan citra landsat 8. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui luasan vegetasi hutan mangrove dan tingkat kerapatan mangrove berdasarkan indeks kerapatan jenis di Segara Anakan Barat. Metode yang digunakan adalah metode survei pengambilan data dengan membagi lokasi penelitian menjadi 20 lokasi berdasarkan tingkat kerapatan mangrove di Segara Anakan Barat, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Luas vegetasi hutan mangrove yang di digitasi diketahui adalah 3152,55 ind/ha. Nilai Indeks Kerapatan rata – rata pada 20 stasiun 1478 ind/ha dan untuk nilai NDVI 0,613. Sedangkan untuk nilai NDVI dan indeks kerapatan jenis tertinggi sebesar 3367 ind/ha dan NDVI 0,679. Nilai terendah 133 ind/ha dan nilai NDVI 0,128. Nilai NDVI memiliki hubungan yang sangat kuat dengan nilai Indeks kerapatan jenis in-situ. Nilai korelasi dengan citra Landsat 8 sebesar 0,8722. Hubungan Kerapatan in-situ dengan citra landsat 8 menunjukan korelasi yang sangat kuat.This research was entitled "Validation of Vegetation Index in Efficiency Using Landsat 8 Imagery on the West Segara Anakan Coast, Cilacap". Mangrove species density was a parameter for mangrove species approval in a community. To map the density of mangrove forests carried out by transforming the vegetation index in the assessment of mangrove density using the NDVI method using Landsat 8. The purpose of this research was to study the extent of mangrove forest vegetation and the level of mangrove density using a species density index in West Segara Anakan. The method used was a survey method to collect data by dividing research sites into 20 locations based on the level of mangrove density in West Segara Anakan, Cilacap Regency, Central Java. The area of mangrove vegetation that digitized was known to be 3152.55 ind / ha. The average density index value at 20 stations was 1478 ind / ha and for NDVI values was 0.613. Whereas the highest NDVI value and species density index were 3367 ind / ha and NDVI 0.679. The lowest value of the density were 133 ind / ha and the NDVI value was 0.128. The NDVI value has a very strong relationship with the in-situ density index value. The value of consideration with Landsat 8 imagery was 0.8722. Relationship of in-situ density with Landsat 8 imagery shows interaction.
2490027846C1C015041PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI, PENGETAHUAN PENGGUNA TERHADAP EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN KOMPLEKSITAS TUGAS SEBAGAI VARIABEL MODERASIEfektivitas sistem informasi akuntansi sangatlah dibutuhkan untuk berbagai jenis usaha salah satunya adalah pada minimarket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terkait efektivitas sistem informasi akuntansi yang dipengaruhi oleh teknologi informasi, pengetahuan pengguna dan dimoderasi oleh komplekistas tugas. Dalam peneltian ini menggunakan sebanyak 70 sampel yang diambil dari karyawan di minimarket. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan teknologi informasi dan pengetahuan pengguna dapat mempengaruhi efektivitas sistem informasi akuntansi. Sedangkan untuk kompleksitas tugas tidak dapat memoderasi hubungan antara teknologi informasi dan pengetahuan pengguna dengan efektivitas sistem informasi akuntansi.The effectiveness of accounting information systems is needed for various types of businesses, which is in a minimarket. This study aims to determine the accounting information system that is influenced by information technology, user knowledge and moderated by task complexity. This research uses 70 samples taken from employees in the minimarket. Based on the results of research, information technology and user knowledge can influence accounting information systems. Meanwhile, task complexity cannot moderate the relationship between information technology and user knowledge with accounting information system.