Home
Login.
Artikelilmiahs
27944
Update
INTAN YULI SETIANINGSIH
NIM
Judul Artikel
MAKNA KULTURAL BRENONG KEPANG DALAM SENI BEGALAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Makna Kultural Brenong Kepang dalam seni Begalan di Kabupaten Banyumas (Kajian Etnolinguistik)”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk satuan lingual pada perlengkapan brenong kepang dalam seni begalan, serta mendeskripsikan makna leksikal dan makna kultural yang terdapat pada perlengkapan brenong kepang dalam seni begalan di Kabupaten Banyumas. Bentuk penelitian berupa deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak dan metode cakap. Metode simak dilakukan dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak libat cakap. Metode cakap dilakukan dengan teknik dasar pancing dan teknik lanjutan cakap semuka. Data dianalisis dengan metode padan yakni metode padan intralingual dan metode padan ekstralingual. Metode padan intralingual digunakan untuk mengetahui makna secara leksikal, sedangankan metode padan ekstralingual digunakan untuk menganalisis unsur yang bersifat ekstralingual, seperti mendeskripsikan makna kultural berdasarkan leksikon yang terdapat dalam perlengkapan brenong kepang dalam seni begalan. Kedua metode padan tersebut diikuti dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Berdasarkan penelitian, bentuk satuan lingual yang terdapat pada brenong kepang dalam seni begalan terdiri dari kata dan frasa. Makna leksikal dan makna kultural dari setiap benda-benda brenong kepang dalam seni begalan merupakan ajaran dan nasihat-nasihat para leluhur yang ditujukan kepada kedua pengantin. Kata kunci: etnolinguistik
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research titled “Cultural Meaning of Brenong Kepang in Begalan art, Banyumas District (Etnolinguistic Study)”. The aim of the research was to describe the lingual unit form of brenong kepang on begalan, also to describe the lexical and cultural meaning of brenong kepang’s unit on begalan art in Banyumas district. The form of research is qualitative descriptive. The method for collecting data was cakap method and simak method. Simak method was done with basic techniques sadap and continued with simak libat cakap. Cakap method was done with basic techniques pancing and continued with cakap semuka. Data was analysed by using the padan method, that is intralingual method and extralingual method. The intralingual method was used to understand the lexical meaning, while the extralingual method is used to describing cultural meaning of brenong kepang’s unit on begalan art. Both of method is followed by the basic technique Pilah Unsur Penentu (PUP) and the advanced technique the Hubung Banding Menyamakan Hal Pokok (HBSP). Based on the research, the lingual unit form of brenong kepang on begalan art consists of word and frase. Lexical and cultural meaning from brenong kepang’s unit on begalan art is the teachings and advice given by the ancestors to the bride. Keyword : etnolinguistic.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save