Artikelilmiahs
Menampilkan 24.861-24.880 dari 50.309 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 24861 | 27845 | P2A016013 | HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MASYARAKAT PENGGUNA AIR TANAH, KUANTITAS DAN KUALITAS AIR TANAH DI WILAYAH CEKUNGAN AIR TANAH KOTA CILACAP | Kota Cilacap termasuk wilayah Cekungan Air tanah Kota Cilacap merupakan daerah pesisir, perkembangan sebagai daerah industri, perdagangan, dan pariwisata serta pesatnya laju pertumbuhan penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan air bersih untuk berbagai keperluan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perilaku masyarakat pengguna air tanah, mengetahui kuantitas dan kualitas air tanah serta menganalisis hubungan antara perilaku masyarakat pemanfaat air tanah, kuantitas dan kualitas air tanah di Cekungan Air Tanah Kota Cilacap. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan pengambilan Random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku masyarakat pengguna air tanah di Wilayah Cekungan Air Tanah Kota Cilacap memiliki perilaku yang baik dalam konservasi air tanah. Kota Cilacap merupakan satu Cekungan Air Tanah (CAT) Cilacap dengan kuantitas tetap, lokasi Karangtalun dan Tritih Lor di Kecamatan Cilacap Utara termasuk dalam Katerogi akuifer tebal sedangkan RSUD di Kecamatan Tengah termasuk dalam kategori akuifer sedang, dan Hotel Atrium dan Hotel Whiz termasuk dalam kategori akuifer tipis. Kualitas air tanah secara umum baik, kecuali kandungan total coliform dan E.Coli di setiap lokasi melebihi baku mutu Permenkes RI No. 32 Tahun 2017. Hubungan antara perilaku masyarakat, kualitas air tanah, dan kuantitas air tanah tidak terdapat hubungan. | Cilacap City is part of the Cilacap Groundwater Basin coastal areas, developments as industrial, commercial and tourism areas the rapid rate of population growth results in increased water demand clean for various purposes. The research objective is to find out the behavior ground water user community, know the quantity and quality of ground water as well analyze the relationship between the behavior of ground water user community, quantity and ground water quality in the Cilacap City Groundwater Basin. The method used is survey method with random sampling. The results showed that the behavior of ground water user communities in the City Groundwater Basin Area Cilacap has good behavior in groundwater conservation. Cilacap City is a Cilacap Groundwater Basin (CAT) with a fixed quantity, location Karangtalun and Tritih Lor in North Cilacap District are included in the Katerogi aquifers are thick while RSUD in Central District are included in the category aquifers, and the Atrium Hotel and the Whiz Hotel are included in the aquifer category thin. The quality of groundwater is generally good, except for the total content of coliforms and E.Coli in each location exceeds the standard of the Republic of Indonesia Health Minister Regulation No. 32 of 2017. The relationship between community behavior, groundwater quality, and quantity of groundwater is not there is a relationship. | |
| 24862 | 15110 | C1A015057 | Analisis Rantai Nilai Usahatani Jeruk Nipis di Kecmatan Klirong Kabupaten Kebumen | Jeruk nipis merupakan produk pertanian yang banyak dijumpai di Kecamatan Klirong. Selain padi dan jagung, jeruk nipis menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi petani di Kecamatan Klirong. Meskipun begitu, keuntungan yang diperoleh petani masih sedikit, hal tersebut dikarenakan petani masih sangat bergantung pada pedagang perantara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola rantai nilai, besar margin pemasaran dan efisiensi usahatani jeruk nipis di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode analisis rantai nilai, margin pemasaran dan r/c ratio. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat tiga pola rantai nilai jeruk nipis di Kecamatan Klirong yaitu pola satu (petani – pedagang kabupaten- pedagang pengecer – konsumen) dengan margin pemasaran sebesar Rp 6.625, pola dua (petani – pengepul – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen) dengan margin pemasaran sebesar Rp 9.925, pola tiga (petani – pengepul – pedagang kabupaten – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen) dengan margin pemasaran sebesar Rp 12.425. Nilai R/C ratio pada usahatani jeruk nipis rata-rata sebesar 1,88, yang menunjukkan bahwa usahatani tersebut efisien dan menguntungkan, sehingga layak diusahakan. | Jeruk nipis is an agricultural product that is often found in the Subdistrict of Klirong. in addition to rice and corn, lime is one of main sources of income for farmers in Klirong Subdistrict. Even so, the profits obtained by farmers are still small, this is because farmers are still very dependent on intermediary traders in marketing jeruk nipis. The purpose of this study was to analyze the value chain patterns, large marketing margins and efficiency of lime farming in Klirong District, Kebumen District. This study uses value chain analysis methods, marketing margins and R/C ratios. The results of the study stated that there were three patterns of jeruk nipis walue chain in Klirong Subdistrict, namely pattern one (farmers – wholeselers – retailers – consumers) with marketing margins of Rp. 6,625, pattern two (farmers – broker – wholeselers – retailers – consumers) with marketing margin of Rp 9,925, pattern three (farmers – broker – district trader – wholeselers - retailers - consumers) with a marketing margin of Rp 12,425. The value of R / C ratio in lime farming is 1.88, which indicates that the farming is efficient and profitable, so it is worth the effort. | |
| 24863 | 27861 | F1A015090 | PARTISIPASI POLITIK PEREMPUAN DIFABEL DALAM PEMILU 2019 DI PURWOKERTO | Masih buruknya keseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan membuat proses politik seolah memiliki dinding yang besar yang menghalangi keterlibatan perempuan, terutama perempuan difabel dengan triple diskriminasi, perempuan difabel selain mendapat stigma karena mereka “perempuan”, “menyandang cacat” serta sebagian besar diantara mereka kondisinya “miskin” (secara ekonomi, sosial, politik dan sektor kehidupan lainnya) masuk di dalamnya. Oleh karena itu, adanya triple diskriminasi yang didapatkan oleh perempuan difabel dan pemaknaan politik yang keliru yaitu sebagai ranahnya lai-laki sehingga menarik untuk diteliti mengenai bentuk-bentuk partisipasi politik serta hambatan partisipasi politik perempuan difabel pemilu 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian yaitu di Purwokerto. Hasil penelitian ini menemukan bahwa bentuk-bentuk pertisipasi politik perempuan difabel dapat dibagi dua yaitu menjadi spectator yaitu memilih dalam pemilihan umum (voters) dan gladiator yaitu terlibat dalam proses politik (pemilu) seperti menjadi relawan demokrasi dan mengikuti kegiatan sosialisasi pemilu. Hasil penelitian berikutnya adalah hambatan partisipasi politik perempuan difabel yang terbagi menjadi hambatan internal dan hambatan eksternal. Hambatan internal adalah hambatan yang berasal dari dalam diri perempuan difabel itu sendiri, seperti minat,kemampuan,dan kesadaran politik perempuan difabel, sedangkan hambatan eksternal adalah hambatan yang berasal dari luar individu, bersifat teknis dan struktural, seperti hambatan pelaksanaan teknis dan struktural dalam pemilu 2019. Upaya dalam peningkatan partisipasi politik perempuan difabel yaitu dengan pendidikan politik, dan mendorong untuk mengikuti organisasi difabel, agar semakin aktif ikut dalam kegiatan-kegiatan publik, dan pemenuhan hak-hak fasilitas pemilu yang inklusi. | The poor balance of roles between men and women makes the political process seem to have a large wall that prevents the involvement of women, especially women with disabilities with triple discrimination, women with disabilities besides being stigmatized because they are "women", "bearing disabilities" and most of them "poor" conditions (economically, socially, politically and other sectors of life) are included. Therefore, there is a triple discrimination obtained by women with disabilities and wrong political meaning, namely as the realm of men so it is interesting to study the forms of political participation and barriers to political participation of women with disabilities in 2019 elections. This research is a descriptive qualitative research using techniques Data collection uses interviews, observation and documentation. The research location is in Purwokerto. The results of this study found that the forms of political participation of women with disabilities can be divided into two, namely becoming spectators, namely voting and voting, namely engaging in political processes (elections) such as volunteering for democracy and participating in election socialization activities. The results of the next research are barriers to political participation of women with disabilities which are divided into internal barriers and external barriers. Internal barriers are barriers that originate within women with disabilities themselves, such as the interests, abilities, and political awareness of women with disabilities, while external barriers are obstacles that come from outside the individual, are technical and structural, such as technical and structural implementation obstacles in the 2019 election Efforts in increasing the political participation of women with disabilities namely by political education, and encouraging to participate in disability organizations, so that they are more actively involved in public activities, and the fulfillment of the rights of inclusive election facilities. | |
| 24864 | 27895 | G1A016111 | PERBANDINGAN RERATA NILAI WRITTEN TEST ANTARA MAHASISWA DENGAN GAYA BELAJAR VISUAL DAN VERBAL MENURUT FELDER-SILVERMAN LEARNING STYLE MODEL (Studi pada Mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2018) | Latar Belakang: Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di FK Unsoed diterapkan dalam sistem Blok yang terdiri dari berbagai metode pembelajaran beserta penilaian hasil belajarnya. Written test merupakan salah satu penilaian hasil belajar di Jurusan Kedokteran Gigi FK Unsoed yang termasuk dalam faktor product dan dapat dipengaruhi oleh gaya belajar sebagai faktor presage dan process dalam teori 3P. Mayoritas mahasiswa kedokteran memiliki gaya belajar visual, sedangkan sebagian besar metode pembelajaran yang digunakan adalah verbal, sehingga terdapat ketidaksinambungan antara keduanya. Tujuan: Untuk menganalisis perbedaan rerata nilai written test semester 2 antara gaya belajar visual dan verbal menurut FSLSM pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi FK Unsoed Angkatan 2018. Metode: Penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional pada 44 mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi FK Unsoed Angkatan 2018 yang terpilih dengan teknik total sampling. Pengambilan data gaya belajar menggunakan Kuesioner ILS dalam Bahasa Indonesia. Data nilai written test didapatkan dari database semester 2 Angkatan 2018. Analisis hipotesis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil: Gaya belajar visual paling banyak dimiliki (90,90%) dan rerata nilai written test paling banyak pada kategori C (34,09%). Rerata nilai gaya belajar visual lebih tinggi 1,41 poin dibandingkan verbal. Hasil uji t tidak berpasangan mendapatkan nilai p = 0,81. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan rerata nilai written test semester 2 antara mahasiswa dengan gaya belajar visual dan verbal menurut FSLSM pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi FK Unsoed Angkatan 2018. | Background: Competency Based Curriculum in Unsoed Faculty of Medicine was applied in a Block system that consisted of various learning methods and assessments. Written test is one of the assessments in Dentistry Program which was part of product factor and can be influenced by learning style as a presage and process factor according to 3P theory. The majority of medical students have a visual learning style, while the learning methods used are mostly verbal, so there is a discontinuity between them. Aim: To investigate differences in second semester written test average score between students with visual and verbal learning styles of FSLSM in Dentistry Program, Unsoed Faculty of Medicine. Methods: An analytic observational study with cross-sectional model was conducted to 44 dental students of Unsoed Faculty of Medicine and being selected using total sampling method. Data of learning styles were collected using Indonesian version of ILS. Written test scores were taken from department admin database. Hypothesis was analyzed using independent t test. Results: The most preferred learning styles was visual learning style (90.90%) and majority of students scored at range C in written test average score (34.09%). The average score of visual group is 1,41 point higher that verbal group. The result of independent t test showed p = 0.81. Conclusions: There is no difference in the second semester written test average score between students with visual and verbal learning styles of FSLSM in the Dentistry Program, Unsoed Faculty of Medicine. | |
| 24865 | 27847 | G1A016018 | PERBANDINGAN RERATA NILAI UJIAN WRITTEN TEST ANTARA MAHASISWA DENGAN GAYA BELAJAR AKTIF DAN REFLEKTIF MENURUT FELDER-SILVERMAN LEARNING STYLE MODEL (Studi pada Mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi Unsoed Angkatan 2018) | Latar Belakang : Kurikulum Pendidikan Dokter Gigi disusun berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Gigi Indonesia. Pencapaian kompetensi pada Jurusan Kedokteran Gigi FK Unsoed dapat dinilai, salah satunya dari hasil written test. Written test dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah gaya belajar. Pada dimensi pemrosesan dalam gaya belajar model Felder Silverman (FSLSM), gaya belajar dibedakan menjadi gaya belajar aktif dan gaya belajar reflektif. Kedua gaya belajar tersebut banyak dimiliki oleh mahasiswa Kedokteran. Tidak diketahui apakah perbedaan dalam gaya belajar tersebut berpengaruh terhadap hasil written test. Informasi mengenai gaya belajar diharapkan dapat dimanfaatkan untuk evaluasi kegiatan belajar mengajar guna meningkatkan performa akademik. Tujuan : Mengetahui perbandingan rerata nilai written test semester 2 antara gaya belajar aktif dan reflektif menurut FSLSM pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi FK Unsoed Angkatan 2018. Metode : Rancangan cross sectional dilakukan pada 44 mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2018 yang dipilih dengan metode total sampling. Pengambilan data gaya belajar menggunakan kuesioner ILS dengan adaptasi. Analisis hipotesis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil : Gaya belajar yang paling banyak dimiliki adalah gaya belajar aktif (79,55%) dan rerata nilai ujian written test paling banyak pada kategori C (34,09%). Rerata nilai pada gaya belajar reflektif lebih tinggi 3,77 poin dibandingkan gaya belajar aktif. Hasil uji t tidak berpasangan mendapatkan nilai p = 0,36. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata nilai Written Test semester 2 antara gaya belajar aktif dan reflektif menurut FSLSM pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi FK Unsoed Angkatan 2018. | Background : Curriculum of The Dentistry Program, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University was constructed based on relevant National Standard of Competencies. One of assessment methods used to assess the achievement of the competencies was written test. Written test could be influenced by many factors, including students’ learning style. Based on processing dimension of Felder Sylverman Learning Style Model (FSLSM), there were active and reflective learning style.Both of them were widely used among medical students. It is not known whether the differences in these learning styles would affect the result of written test. Information about students’ learning style could be used in teaching and learning activity to improve academic performance. Aim : Knowing the comparison of the 2nd semester written test average score between students with active and reflective learning styles of FSLSM. Methods : A cross-sectional study was applied to 44 freshmen (batch 2018) whom were selected with total sampling. Learning styles data was collected using adapted ILS. Hypothesis was analyzed using independent t test. Results : : The most preferred learning style was active learning style (79.55%) and majority of students (34.09%) scored at the range of. The mean score of reflective learning style was 3.77 point higher than active learning style. The result of independent t test showed p = 0.36. Conclusions : There is no signifycant difference in 2nd semester written test mean score between students with active and reflective learning styles of the Freshmen of Dentistry Program, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University (2018). | |
| 24866 | 27848 | H1D014072 | STUDI EKSPERIMENTAL KAPASITAS LENTUR PELAT BETON BERONGGA DENGAN BAMBU PETUNG PADA SISTEM PELAT SATU ARAH | Penelitian ini didasarkan pada sebuah inovasi dimana pelat beton tersebut menjadi pelat beton berongga bambu. Dalam hal ini bambu yang digunakan yakni bambu petung dengan ukuran pelat 100 x 60 cm, menggunakan sistem pelat satu arah dan mutu beton nya 30 Mpa. Penelitian ini meliputi kapasitas pelat, lendutan dan pola retak yang terjadi. Hasil pengujian didapatkan nilai rata – rata retakan pertama dari ke 3 benda uji sebesar 15,413 kN, keruntuhan pertama yang didapat merupakan gaya yang ditimbulkan dari kuat lentur pelat beton tersebut hingga mencapai keruntuhan, sementara bambu petung nya memiliki daya lentur untuk menahan beton tersebut dan memberikan kuat lentur yang nilainya tidak jauh berbeda dari beton tersebut. Kemudian nilai rata – rata beban ultimate dari ke 3 benda uji sebesar 45,061 kN. Dilihat dari pola retak tersebut, benda uji tersebut memiliki pola yang sama yakni retak geser-lentur, dimana keretakan tersebut terjadi pada bagian pelat yang sebelumnya telah terjadi keretakan lentur. | This research is based on an innovation was made where the concrete slab became a bamboo hollow core slab.. In this case the bamboo used is petung bamboo with a plate size of 100 x 60 cm, using a one-way slab system and the concrete quality is 30 MPa. This research includes plate capacity, deflection and crack patterns that occur. The test results obtained the average value of the first cracks of the three test specimens amounted to 15,413 kN, the first collapse obtained is the force generated from the flexural strength of the concrete slab to reach collapse, while the bamboo petung has the flexural strength to hold the concrete and provide strong bending whose value is not much different from the concrete. Then the average value of the ultimate load of the 3 test specimens is 45.061 kN. Judging from the crack pattern, the specimen has the same pattern, namely flexural shear cracking, where the cracks occur on the part of the plate that had previously occurred. | |
| 24867 | 27849 | K1B015039 | APLIKASI FUZZY INFERENCE SYSTEM METODE SUGENO DALAM PENENTUAN KEBUTUHAN ENERGI DAN KEBUTUHAN ZAT GIZI MAKRO PADA BALITA | Fuzzy Inference System (FIS) metode Sugeno merupakan sistem penalaran yang didasarkan pada teknik implikasi fuzzy ketika konsekuennya berupa konstanta atau persamaan linier. Pada penelitian ini, FIS metode Sugeno diaplikasikan untuk menentukan kebutuhan energi dan kebutuhan zat gizi makro yang diperlukan oleh balita berdasarkan tiga variabel input yang digunakan yaitu tinggi badan, berat badan, dan aktivitas balita. Tahapan FIS metode Sugeno terdiri dari fuzzifikasi, pemberian aturan dasar fuzzy, dan proses defuzzifikasi. Pengaplikasian FIS metode Sugeno telah diwujudkan dalam bentuk program dengan menggunakan software Matlab R2015a. | Fuzzy Inference System (FIS) Sugeno method is the reasoning system based on fuzzy implications technique when its output a constant or equation linear. In this research, FIS Sugeno method was applied to determine the amount of energy and macro nutrients needed by toddlers based on the three input variables used which are the height of the body, the weight of the body, and the toddler activity. The steps of FIS Sugeno method are fuzzification, giving basic rules of fuzzy, and defuzzification process. Application of FIS Sugeno method has been implemented in the form of program using Matlab R2015a software. | |
| 24868 | 27746 | B1A015112 | Efek Penambahan IAA dan BA terhadap Pertumbuhan Grammatophyllum scriptum (L.) Blume secara In Vitro | Grammatophyllum scriptum (L.) Blume atau biasa dikenal dengan anggrek macan merupakan spesies anggrek yang hampir punah dan langka. Anggrek macan menghadapi ancaman serius dari perburuan tanaman anggrek yang mengakibatkan kerusakan habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IAA (Indole Acetic Acid) dan BA (Benzyl Adenine), serta mengetahui konsentrasi IAA dan BA terbaik terhadap pertumbuhan G. scriptum (L.) Blume secara in vitro. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok (factorial randomized block design) dengan pola faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah IAA yang terdiri atas 4 taraf yaitu (0; 0,5; 1; dan 1,5 ppm), sedangkan faktor kedua adalah BA yang terdiri atas 4 taraf yaitu (0; 1; 2; dan 3 ppm). Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur meliputi jumlah akar, panjang akar terpanjang, jumlah daun, panjang daun terpanjang, dan jumlah tunas. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Hasil analisis menunjukkan pengaruh yang nyata, sehingga dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi IAA 0,5 ppm + BA 2 ppm merupakan perlakuan paling baik untuk menghasilkan jumlah akar terbanyak. Perlakuan dengan kombinasi IAA 1,5 ppm + BA 0 ppm menghasilkan panjang akar terpanjang yang paling tinggi. Perlakuan IAA 1,5 ppm + BA 2 ppm merupakan kombinasi terbaik dalam memacu jumlah tunas G. scriptum (L.) Blume secara in vitro. | Grammatophyllum scriptum (L.) Blume also called as tiger orchid is one of endangered and rare orchid spesies. Tiger orchid face a serious threat from wild orchid hunting that result in habitat destruction. The aim of this study was to determine the effect of IAA (Indole Acetic Acid) and BA (Benzyl Adenine), and determine the best concentration of IAA and BA on the growth of G. scriptum (L.) Blume planlets in vitro. This research used experimental methods through a completely randomized design (CRD) with two factor. The first is IAA treatment consists of 4 concentrations: (0; 0.5; 1; 1.5 ppm), and the second is BA treatment consists of 4 concentrations: (0; 1; 2; 3 ppm). Each treatment was multiplied three times. Parameters observed in this research were number of root, length of the longest root, number of leaf, length of the longest leaf, and number of bud. Data obtained was analysed with analysis of variance with 99% and 95% confidence level, The analysis showed a significant level, then continued with DMRT (Duncan's Multiple Range Test) with 99% and 95% confidence level. The result of this research showed that IAA 0.5 ppm + BA 2 ppm treatment is the best combination to produce the highest number of roots. The treatment with a combination of 1.5 ppm IAA + BA 0 ppm produced the highest longest root length. The IAA treatment of 1.5 ppm + BA 2 ppm is the best combination in stimulating the number of G. scriptum (L.) Blume buds. | |
| 24869 | 27850 | A1D115044 | KAJIAN UNSUR HARA P DAN SERAPANNYA PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DI KECAMATAN KALIBAGOR, KABUPATEN BANYUMAS | Unsur fosfor (P) merupakan hara esensial bagi tanaman karena menjadi faktor pembatas yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman. Pada tanaman padi, unsur P berperan mendorong pertumbuhan dan perkembangan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) status unsur hara fosfor dan ditribusinya di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, 2) hubungan antara hasil tanaman padi dengan sifat kimia tanah dan serapan P oleh tanaman di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas dan 3) takaran pupuk fosfor yang optimal untuk meningkatkan hasil tanaman padi sawah di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2019 sampai September 2019 di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan skala 1:50.000. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) yang dibuat dengan cara menggabungkan (overlay) peta penggunaan lahan, jenis tanah dan peta kelas kelerengan. Penentuan titik sampel berdasarkan SLH (Satuan Lahan Homogen), dengan memperhatikan penyebarannya secara proposional, mengikuti metode grid yang dimodifikasi. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi pH H2O, pH KCl, DHL, potensial redoks, C-organik dan P-tersedia tanah serta serapan P oleh tanaman padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran unsur hara fosfor di Kecamatan Kalibagor termasuk pada harkat sangat tinggi. Kemasaman, DHL, P-tersedia dan potensial redoks tanah memiliki rerata nilai koefisien korelasi rendah dengan hasil tanaman. Kandungan C-organik tanah dan serapan P oleh tanaman memiliki koefisien korelasi positif terhadap hasil tanaman padi. Kandungan P-tersedia tanah memiliki koefisien determinan sebesar 24,83% terhadap hasil tanaman padi, sedangkan serapan P hanya memiliki 6,05% terhadap hasil tanaman padi. Rekomendasi pemupukan di lahan penelitian adalah 16,76 kg P2O5/ha atau setara dengan 46,57 kg SP-36/ha. | The element phosphorus (P) is an essential nutrient for plants because it is a limiting factor that affects plant growth and yield. On rice plants, the element P plays a role in encouraging root growth and development. This research aims to know: 1) the status of phosphorus nutrient and their distribution in Kalibagor District, Banyumas Regency, 2) the relationship of soil chemical properties, P uptake by plants with the yield of rice in Kalibagor District, Banyumas Regency and 3) dose of phosphorus fertilizer which is optimal for increasing the yield of ricepaddy field in Kalibagor District, Banyumas Regency. This research was conducted in April 2019 to September 2019 in the District of Kalibagor, Banyumas Regency and Soil and Land Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, University of General Soedirirman. The research was conducted with method survey with a scale of 1:50,000. Which the location of observation based on Land Unit (LU) is created by combining the (overlay) land use map, soil type and map of the class of slope. Determination of the sample points based on the LU, with regard to its propotional deployment, follows the modified grid method. The variables observed in this study included the pH (H2O), pH (KCl), EC, redox potential of soil, C-organic, P-available of soil and P-uptake by rice paddy plants. The results showed that the phosphorous nutrient distribution in the District of Kalibagor has a very high status. Soil acidity, EC, P-available and redox potential of soil have an average value coefficient of low correlation. The C-organic content of soil and P-uptake by rice paddy plants results has a coefficient of positive correlation to the yield of rice crops. P-available of soil has determinant coefficient of 24.83% against the yield of rice crops, while P-uptake only has 6.05% to the yield of rice crop. Fertilizer recommendations in the research field is 16.76 kg P2O5 /ha or with 46.57 kg SP-36 /ha. | |
| 24870 | 27851 | F1F015027 | Upaya Nation Branding Indonesia Melalui Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Tahun 2016-2018 | Penelitian dengan judul “Upaya Nation Branding Indonesia Melalui Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Tahun 2016-2018” dianalisis menggunakan konsep industri kreatif (creative industries) dan konsep nation branding. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana upaya nation branding yang dilakukan Indonesia melalui sebuah acara yang diadakan setahun sekali yaitu Muslim Fashion Festival (MUFFEST) tahun 2016-2018. Berdasarkan data-data yang diperoleh, upaya nation branding Indonesia melalui Muslim Fashion Festival (MUFFEST) tahun 2016-2018 terbukti efektif. Nation branding yang dilakukan Indonesia dibagi ke dalam tiga proses, yaitu strategi, substansi dan tindakan simbolis. MUFFEST ada pada proses yang ke dua yaitu subtansi. MUFFEST memiliki peran yang besar dalam mewujudkan nation branding yang hendak dicapai oleh Indonesia. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai latar belakang diadakannya MUFFEST, pihak yang terlibat di dalamnya dan penelitian ini juga akan membahas mengenai tiga proses nation branding yang dilakukan oleh Indonesia dan salah satunya yaitu dengan mengadakan MUFFEST sebagai acara tahunan. | The research entitled "The Efforts of Indonesian Nation Branding Through Muslim Fashion Festival (MUFFEST) in 2016-2018" was analyzed using the concept of creative industries and the concept of nation branding. The focus of this research is to analyze how the efforts of nation branding by Indonesia through an annual event namely Muslim Fashion Festival (MUFFEST) in 2016-2018. Based on the data obtained, Indonesia's nation branding efforts through the Muslim Fashion Festival (MUFFEST) in 2016-2018 proved to be effective. Nation branding by Indonesia is divided into three processes, namely strategy, substance and symbolic actions. MUFFEST is in the second process, which is substance. MUFFEST has a big role in realizing the nation branding that Indonesia wants to achieve. This research will discuss the background of holding MUFFEST, the parties involved in it and this research will also discuss three nation branding processes carried out by Indonesia and one of them is by holding MUFFEST as an annual event. | |
| 24871 | 27854 | C1H015035 | CREDIT DISPOSEMENT AND ITS INTERNAL DETERMINANTS | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dana pihak ketiga, rasio kecukupan modal, rasio pinjaman terhadap simpanan, pengembalian aset, kredit bermasalah, dan rasio biaya operasional terhadap penyaluran kredit PD BPR BKK Purbalingga selama periode 2011-2018. Perlu dieksplorasi lebih dalam tentang pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap penyaluran kredit untuk mendapatkan bukti yang lebih lengkap. Data dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tri wulanan PD BPR BKK Purbalingga selama periode 2011-2018. Metode analisis data yang digunakan adalah metode regresi berganda menggunakan SPSS 24. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) dana pihak ketiga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit, (2) rasio kecukupan modal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit, (3) rasio pinjaman terhadap simpanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit, (4) pengembalian asset memiliki pengaruh negative dan tidak signifikan terhadap penyaluran kredit, (5) kredit bermasalah memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyaluran kredit, dan (6) rasio biaya operasional memiliki pengaruh negative dan signifikan terhadap penyaluran kredit. | The purpose of this research was to find out the effect of third-party funds, capital adequacy ratio, loan to deposit ratio, return on assets, non-performing loan and operating expense ratio on credit disposementof PD BPR BKK Purbalingga during the period of 2011-2018. It needs to be explored more deeply about the effect of these variables on credit disposementto get more complete evidence. The data in this study were quarterly financial reports of PD BPR BKK Purbalingga during the period of 2011-2018. Data anaysis method used was multiple regression method using SPSS 24. Based on the data analysis, it can be concluded that (1)Third-party funds have positive effect on credit disposementof PD BPR BKK Purbalingga, (2)Capital adequacy ratio has positive effect on credit disposement of PD BPR BKK Purbalingga, (3)Loan to deposit ratio has positive effect on credit disposementof PD BPR BKK Purbalingga, (4)Return on assets does not have positive effect on credit disposementof PD BPR BKK Purbalingga, (5)Non-performing loan does not have negative effect on credit disposementof PD BPR BKK Purbalingga, (6)Operational expense ratio has negative effect on credit disposement of PD BPR BKK Purbalingga. | |
| 24872 | 27852 | C1C014018 | Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektifitas Sistem Pengendalian Internal Badan Kredit Desa Di Banyumas | Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh independensi, pengalaman kerja, motivasi, profesionalisme, dan tingkat pendidikan terhadap efektivitas sistem pengendalian intern Badan Kredit Desa di Kabupaten Banyumas. Populasi didalam sampel ini adalah sebanyak 43 pengawas dan pembantu para pengawas Badan Kredit Desa di Kabupaten Banyumas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 39 responden diketahui dengan menggunakan rumus Slovin. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Data didalam penelitian ini dianalisis dengan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa independensi berpengaruh positif terhadap SPI, pengalaman kerjaberpengaruh positif terhadap SPI, motivasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap SPI, profesionalisme berpengaruh positf terhadap SPI dan tingkat pendidikan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap SPI. Kata kunci : Badan Kredit Desa (BKD), Sistem Pengendalian Intern (SPI),Independensi, Pengalaman Kerja, Motivasi, Profesionalisme dan Tingkat Pendidikan | Abstrack This study aims to analyze the effect of independence, work experience, motivation, professionalism, and education level on the effectiveness of the internal control system of the Village Credit Board in Banyumas Regency. The population in this sample was 43 supervisors and assistants for Village Credit Board supervisors in Banyumas Regency. The sample used in this study were 39 respondents known by using the Slovin formula. Samples were taken using a purposive sampling method. The data in this study were analyzed by the multiple regression analysis method. The results showed that independence had a positive effect on SPI, work experience had a positive effect on SPI, motivation had a positive but not significant effect on SPI, professionalism had a positive effect on SPI and the level of education had a positive but not significant effect on SPI. | |
| 24873 | 27853 | G1A016019 | PERBANDINGAN RERATA NILAI UJIAN WRITTEN TEST ANTARA MAHASISWA DENGAN GAYA BELAJAR SEQUENTIAL DAN GLOBAL MENURUT MODEL FELDER-SILVERMAN (Studi pada Mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi Unsoed Angkatan 2018) | Latar Belakang : Sistem Blok merupakan sistem pembelajaran yang diterapkan di Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Jurusan KG FK Unsoed). Pada setiap Blok yang diselenggarakan akan diadakan penilaian hasil belajar atau assessment. Salah satu bentuk assessment adalah written test yang memiliki presentase tertinggi dalam menentukan nilai Blok. Teori 3P Biggs menyatakan bahwa nilai written test sebagai product dapat dipengaruhi oleh gaya belajar sebagai gabungan dari faktor presage dan process. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa lebih banyak mahasiswa memiliki gaya belajar sequential, namun terdapat variasi yang beragam mengenai pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar. Tujuan : Menganalisis perbandingan rerata nilai written test semester 2 mahasiswa Jurusan KG FK Unsoed angkatan 2018 antara mahasiswa dengan gaya belajar sequential dan global menurut FSLSM. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan sampel 44 mahasiswa Jurusan KG FK Unsoed angkatan 2018 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data gaya belajar diperoleh menggunakan kuesioner ILS dengan adaptasi. Analisis hipotesis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil : Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05). Kesimpulan : Terdapat perbedaan bermakna rerata nilai written test antara gaya belajar sequential dan global menurut FSLSM pada mahasiswa semester 2 Jurusan KG FK Unsoed angkatan 2018. | Background : The Block-based curriculum system is a learning system applied in Dentistry Major of Medical Faculty of Jenderal Soedirman University (Unsoed). Some examinations will be held on each block to assess student learning outcomes. One of the examination is a written test which has the highest percentage in determining the final scores of a Block. The Biggs 3P theory denotes that the written test scores as the product, can be affected by learning style as a combination of presage and process factors. Previous studies have shown that more students have sequential learning styles, however there are various variations regarding the effect of learning styles on learning outcomes. Aim : Analyze the comparison of the average written test scores of second semester students in Dentistry Major of Medical Faculty of Unsoed class of 2018 between students with sequential and global learning styles according to FSLSM. Methods : This research used cross-sectional design with 44 samples of second semester students in Dentistry Major of Medical Faculty of Unsoed class of 2018 who were selected by total sampling technique. Learning style data were obtained using an ILS questionnaire with adaptation. Independent t test is used to analyze the hypothesis. Results : The independent t test showed a significant difference (p< 0.05). Conclusions : There is a significant difference in the average written test scores between sequential and global learning styles according to FSLSM in the second semester students in Dentistry Major of Medical Faculty of Jenderal Soedirman University class of 2018. | |
| 24874 | 28726 | E1A114088 | PENYUSUNAN DAN PEMBUKTIAN BENTUK SURAT DAKWAAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENGUASAAN NARKOTIKA GOLONGAN I (TINJAUAN YURIDIS NOMOR 146/PID.SUS/2018/PN.SKG) | Dari hasil penelitian dapat ini disimpulkan, Alasan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyusun surat dakwaan pada Perkara Nomor 146/Pid.Sus/2018/PN.Skg dengan menggunakan bentuk dakwaan subsidair, karena pada prinsipnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) berpandangan bahwa terdakwa hanya didakwa melakukan satu tindak pidana saja, namun mengingat akibat yang ditimbulkan oleh suatu tindak pidana yg dilakukan terdakwa ternyata secara yuridis nenyentuh atau menyinggung beberapa ketentuan pidana, sehingga keadaan yg demikian menimbulkan keraguan bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU), baik mengenai kualifikasi tindak pidananya maupun mengenai pasal yang dilanggarnya. Oleh karena itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) memilih untuk menyusun dakwaan yg berbentuk subsidair, dimana tindak pidana yang diancam dengan pidana pokok terberat ditempatkan pada lapisan atas (primer) dan tindak pidana yang diancam dengan pidana yang lebih ringan ditempatkan di bawahnya (subsidair). Konsekuensi pembuktiannya jika satu dakwaan telah terbukti, maka dakwaan selebihnya tidak perlu dibuktikan lagi. Dan pertimbangan hakim dalam memutus perkara ini mempertimbangkan dakwaan yang diajukan sehingga fokus pembahasan akan diarahkan pada dakwaan primair terlebih dahulu, yaitu Pasal 114 ayat (1) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam Pasal 114 Ayat (1) Majelis hakim memahami bahwa bukti-bukti yang mengarah pada terdakwa Andi Sanianto sangat minim, hanya terbukti dari unsur setiap orang. Hal ini terlihat dari pertimbangan majelis hakim yang menimbang bahwa unsur Unsur menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman tidak terbukti. Maka hakim menjatuhkan dakwaan Subsidair, berdasarkan ketentuan pada Pasal 112 ayat (1) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. | The reason for the Public Prosecutor (Prosecutor) compiling the indictment in Case Number 146 / Pid.Sus / 2018 / PN.Skg by using the form of the subsidy indictment, because in principle the Public Prosecutor (Prosecutor) believes that the defendant is only charged with one court action, however, considering that the actions taken by the defendant as a juridical have touched or simplified some provisions, thus increasing the number that leads to the Public Prosecutor (Prosecutor), both requesting consideration of the criminal also requesting articles which are violated. Therefore, the Public Prosecutor (Prosecutor) chose to prepare an indictment which constitutes subsidiair, in which criminal acts which are threatened with defenders of basic rights are placed in the upper layers (primary) and acts that are threatened with lighter assistance underneath (subsidies). The consequence of the proof is that if one charge has been proven, then the rest of the charges need not be proven anymore. And the judge's consideration in deciding this case considers the indictment requested must focus on the discussion will be directed at the primair indictment first, namely Article 114 paragraph (1) jo. Article 132 paragraph (1) of Law Number 35 Year 2009 concerning Narcotics. In Article 114 Paragraph (1) The panel of judges agreed that the evidence presented by the defendant Andi Sanianto was minimal, only evident from not everyone. This can be seen from the consideration of the panel of judges who considered that the elements did not offer to sell, sell, buy, accept, be competitive in buying and selling, exchanging or sending Group I Narcotics in the form of non-plant not proven. Then the judge dropped the Subsidair charge, based on the provisions in Article 112 paragraph (1) jo. Article 132 paragraph (1) of the Law of the Republic of Indonesia Number 35 of 2009 concerning Narcotics. The research method used in this test is normative juridical, with descriptive research specifications. This study uses secondary data obtained through literature and systematically described. | |
| 24875 | 28727 | J1E015014 | THE IMPLEMENTATION OF ENGLISH TEACHER’S TEACHING STRATEGIES (A Descriptive Study on the Implementation of English Teacher’s Teaching Strategies at Grade 8 of SMP N 5 Purwokerto in the Academic Year of 2019/2020) | Keywords: strategi mengajar, metode mengajar, tujuan pembelajaran. Di Indonesia Bahasa inggris merupakan bahasa asing yang menjadi salah satu mata pelajaran di setiap jenjang pendidikan. Namun, tidak semua siswa belajar dengan aktif. Mereka merasa kesulitan dalam mempelajari bahasa Inggris. Hal tersebut adalah tugas guru untuk mempertimbangkan bagaimana cara mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu, penelitian ini meneliti tentang implementasi strategi guru bahasa inggis dalam mengajar. Tujuannya adalah untuk mengetahui strategi apa saja yang digunakan guru bahasa inggris dalam mengajar di kelas serta bagaimana cara mengimplementasikannya di kelas 8H SMP N 5 Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Objeknya adalah guru bahasa inggris kelas 8H SMP N 5 Purwokerto. Pengumpula data dilakukan dengan cara observasi, interview, dan dokumen. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru bahasa Inggris kelas 8H SMP N 5 purwokerto menggunakan strategi pembelajaran tidak langsung, pembelajaran interaktif, dan kadang-kadang menggunakan pembelajaran langsung. Implementasi pembelajaran langsung sebagai strategi mengajar telah jarang digunakan karena merupakan strategi pegajaran yang berpusat pada guru. Metode pembelajaran tidak langsung yang diterapkan adalah metode problem solving. Sementara metode yang diterapkan dari pembelajaran interaktif adalah metode brainstorming, kerja kelompok, dan bermain peran. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan dari ketiga jenis strategi pengajaran bahasa Inggris di kelas 8H SMP N 5 Purwokerto menciptakan iklim belajar yang menyenangkan dan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran yang menguntungkan. Saran yang diajukan kepada guru bahasa Inggris lainnya adalah guru harus menerapkan strategi pengajaran yang sesuai di kelas untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan agar mencapai tujuan pembelajaran. | Keywords: teaching strategy, teaching methods, learning objectives. English is a foreign language considered as one of subjects at every school level in Indonesia. However, not all students join the class actively. They found it difficult in learning English. This is the teacher’s part to consider how to teach English in the classroom. This research investigates the implementation of English teacher’s teaching strategies. The aims are to find out what teaching strategies that the teacher uses and how they are implemented in grade 8H of SMP N 5 Purwokerto. This research is a qualitative research study. It uses descriptive approach. The object was the English teacher of grade 8H of SMP N 5 Purwokerto. The data were collected through observation, interview, and documents. They were analyzed using a triangulation method. The results showed that the English teacher of grade 8H of SMP N 5 Purwokerto used the strategies of indirect instruction, interactive study, and sometimes direct instruction. The implementation of direct instruction as teaching method was rarely used since belonging to the teacher-centered learning approach. The implemented indirect instruction method was problem solving. Meanwhile, the implemented interactive instruction methods were brainstorming, group work, and role play. The implantation of those teaching strategies created enjoyable and effective learning climate and achieve favourable learning objectives. | |
| 24876 | 27855 | G1A016100 | PENGARUH PROGRAM FISIOTERAPI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar Belakang : Penyakit Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan salah satu penyebab paling sering terjadinya nyeri punggung bawah. Gejala klinis dari HNP berupa nyeri pinggang yang menjalar sampai daerah tungkai bawah atau bahkan sampai ujung jari kaki. Penanganan nyeri pada penyakit HNP selain dengan farmakologi adalah dengan cara non-farmakologis yaitu dengan dilakukan fisioterapi. Modalitas fisioterapi yang digunakan Transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS), terapi Micro Wave Diathermy (MWD) dan terapi latihan Mc Kenzie. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program fisioterapi terhadap intensitas nyeri pada pasien Hernia Nukleus Pulposus (HNP) di RSUD Prof.dr Margono Sokearjo Metode : Penelitian ini merupakan penelitian pra experiment dengan menggunakan desain penelitian pretest - posttest one group design. Sampel penelitian ini adalah 19 pasien Hernia Nukleus Pulposus (HNP) yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengumpulan data untuk variabel intensitas nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil : Hasil penelitian ini p = 0,000, hal ini menunjukan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dalam perubahan intensitas nyeri sebelum dan sesudah melakukan program fisioterapi pada pasien HNP. Kesimpulan : Program fisioterapi dapat mengurangi intensitas nyeri pada pasien Hernia Nukleus Pulposus (HNP) di RSUD Prof.dr Margono Soekarjo. | Background : Herniated Nucleus Pulposus (HNP)/Spinal Disc Herniation disease is one of the most causes of lower back pain. The clinical symptom is lower back pain can broadly spread to lower limb or even the edge of toe. Beside pharmacology method, the treatment approach to HNP also use non-pharmacology method such as by physiotherapy. The physiotherapy modality used for this case is Transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS), Micro Wave Diathermy (MWD) therapy, and Mc Kenzie’s exercise. Objective : The purpose of this study to discover the physiotherapy programme effect of pain intensity on HNP patient at RSUD Prof. dr Margono Soekarjo Methods : This research is pre-experiment research uses research design of pretest-postest one group design. The samples are 19 HNP patients selected by consecutive sampling method. Data collecting for pain intensity variable uses visual analog scale (VAS). Bivariate analysis result by wilcoxon test. Result : The results p = 0.001, shows the significat change, in this case the change of pain intensity before and after doing physiotherapy on HNP patient. Conclution :The physiotherapy can reduce pain intensity on HNP patient at RSUDProf. Dr Margono Soekarjo. | |
| 24877 | 28839 | C1A016007 | Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan warung pecel lele lamongan di kabupaten tangerang | Perkembangan sektor industri di Kabupaten Tangerang menjadi peluang usaha warung pecel lele Lamongan, Masyarakat yang bermukim disekitar kawasan industri lebih memilih membeli makanan dari luar atau makanan cepat saji karena kesibukan yang padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh harga, modal kerja, lokasi dan keberagaman produk terhadap keuntungan warung pecel lele Lamongan di Kabupaten Tangerang. Populasi penelitian terdiri dari 210 pengusaha warung pecel lele Lamongan di Kabupaten Tangerang, 68 pengusaha warung pecel lele menjadi sampel dalam penelitian dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan modal kerja, lokasi dan keberagaman produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan usaha warung pecel lele. Implikasinya adalah bahwa untuk meningkatkan keuntungan pengusaha harus memperhatikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi operasional dengan menetapkan harga yang terjangkau, meningkatkan modal kerja, memilih lokasi yang strategis dan menyediakan berbagai produk. | ABSTRACT The development of industrial sector in Tangerang regency has become a business opportunity including warung pecel lele Lamongan. People who live around industrial areas prefer to buy food from outside because of the busy schedule. The purpose of this research is to analyze the effect of price, working capital, location and product diversity on the profit of warung pecel lele Lamonganin Tangerang regency. The research population consists of 210 entrepreneurs of warung pecel lele Lamonganin Tangerang regency, of which 68 entrepreneurs were sampled in this reseach with accidental sampling method. The results indicate that price has negative and significant effect, while, working capital, location and product diversity have positive and significant effect on the profit of business. The results imply that in order to increase profit, the entrepreneurs should pay attention to various factors that can affect operations by setting affordable prices, increasing working capital, choosing a strategic location and providing a variety of products. | |
| 24878 | 28914 | I1C015053 | Formulasi Mouthwash Berbahan Dasar Virgin Coconut Oil Sebagai Antibakteri Streptococcus mutan Penyebab Plak Gigi | Karies gigi merupakan kerusakan enamel, dentin, dan sementum gigi yang diawali dengan munculnya plak gigi. Mikroorganisme penyebab plak gigi salah satunya yaitu Streptococcus mutan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan mouthwash antibakteri berbahan dasar virgin coconut oil dengan emulgator Na CMC serta uji aktivitas antibakteri terhadap streptococcus mutan. Sediaan mouthwash dibuat 3 formula dengan konsentrasi Na CMC yang berbeda (0,1%, 0,4%, dan 0,7%). Sediaan diuji sifat fisik (organoleptis, pH, dan viskositas), uji stabilitas fisik metode freeze-thaw, dan uji antibakteri dengan metode difusi cakram. Konsentrasi Na CMC 0,7% menghasilkan viskositas yang paling tinggi yaitu (1638-1779) cPs. Ketiga formula moutwash yang dihasilkan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutan dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 6,10 mm; 63 mm; dan 6,73 mm, sehingga termasuk kategori daya hambat sedang. | Dental caries is damage to the enamel, dentin, and cementum of the tooth that begins with the appearance of dental plaqu. One of the microorganisms that cause dental plaque is Streptococcus mutan. This study aims to formulating antibacterial mouthwash containing virgin coconut oil with CMC Na emulgator and testing antibacterial activity against Streptococcus mutan. Mouthwash preparation were made in 3 formulas with different Na CMC concentration of (0,1%; 0,4%; and 0,7%). The preparation were tested for physical properties (organoleptic, pH, and viscosity),physical stability test using freeze-thaw metodh, and disk diffusion antibacterial activity test. Formula with na CMC concentration of 0,7% had the highest viscosity (1638-1779) cPs. The three formulas have antibacterial activity againts Streptococcus mutan with inhibition diameters of 6,10 mm; 6,30 mm; and 6,73 mm, that categorized as moderate inhibition. | |
| 24879 | 27856 | H1B014034 | Model SIRS dengan vertical transmission | A disease outbreaks or epidemic is a condition in which infectious diseases spread quickly in large areas and cause many victims. The SIRS model with vertical transmisson is a mathematical model that describes the dynamics of the spread of infectious diseases. SIRS model with vertical transmission there are two equilibrium points, that is disease-free equilibrium point and endemic equilibrium point. The behavior of model can be determined by determining the stability of the equilibrium point. Analysis of the behavior of the model using the Jacobi matrix and Lyapunov method. Disease-free equilibrium points are asymptotically stable if the basic reproductive rate is less than one, and the endemic equilibrium point is asymptotically stable if the basic reproductive number is more than one. | Wabah penyakit atau epidemi adalah suatu kondisi dimana penyakit menular berjangkit dengan cepat di daerah yang luas dan menimbulkan banyak korban. Model SIRS dengan vertical transmisson adalah model matematika yang menggambarkan dinamika penyebaran penyakit menular. Model SIRS dengan vertical transmission memiliki dua titik ekuilibrium, yaitu titik ekuilibrium bebas penyakit dan titik ekuilibrium endemik. Perilaku model dapat diketahui dengan menentukan kestabilan dari titik ekuilibrium. Analisis perilaku model menggunakan matriks Jacobi dan metode Lyapunov. Titik ekuilibrium bebas penyakit bersifat stabil asimtotis jika angka reproduksi dasar kurang dari satu, sedangkan titik ekuilibrium endemik bersifat stabil asimtotis jika angka reproduksi dasar lebih dari satu. | |
| 24880 | 27857 | A1D015049 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK NITROGEN MELALUI FERTIGASI DI LAHAN PASIR PANTAI | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan fertigasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga, (2) menentukan konsentrasi larutan pupuk N yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga terbaik, dan (3) menentukan dari interaksi antara fertigasi dan konsentrasi larutan pupuk N terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Jetis Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan yaitu pada bulan April sampai dengan Juli 2019 dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian UNSOED, Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2019 sampai Juli 2019. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan perlakuan 2 faktor dan 5 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan sistem fertigasi dan konsentrasi pupuk N. Hasil penelitian menunjukkan pemberian berbagai konsentrasi pupuk N melalui fertigasi tetes dan manual menggunakan gembor tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga, pemberian konsentrasi pupuk N 5 g N/l memberikan pengaruh terhadap jumlah stomata hingga mencapai 25,17 unit, dan tidak terjadi interaksi antara metode fertigasi dan konsentrasi pupuk N untuk semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman kubis. | This study aims to: (1) to determine the effect of fertigation system on the growth and yield of cauliflower, (2) to determine the concentration of N fertilizer solution that can provide the best growth and yield of cauliflower, and (3) to determine the effect of the interaction between fertigation and concentration N fertilizer solution to the growth and yield of cauliflower. This research was conducted at Jetis Beach, Banjarsari Village, Nusawungu District, Cilacap Regency and Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, UNSOED, Purwokerto. This research was conducted in April 2019 until July 2019. The experimental design used was a Complete Randomized Block Design with 2 factors treatment and 5 replications. The first factor is the treatment of the fertigation system and the concentration of N fertilizer. The results that can concluded are distribution of various concentrations of N fertilizer through drip and manual fertilization using watering can does not affect the growth and yield of flower cabbage plants, giving N 5 g N/l fertilizer concentration gives an effect on the number of stomata up to 25.17 units, and there is no interaction between fertigation methods and N fertilizer concentrations for all growth and yield variables of cabbage. |