Artikel Ilmiah : F1A015060 a.n. HANI TRI AGUSNURTOFIQ

Kembali Update Delete

NIMF1A015060
NamamhsHANI TRI AGUSNURTOFIQ
Judul ArtikelPEREMPUAN-PEREMPUAN PENGUBUR SENJATA (Analisis Wacana Terhadap Upaya dan Peran Perempuan dalam Menciptakan Resolusi Konflik di Film “Where Do We Go Now?”)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perempuan seringkali dianggap sebagai kaum yang lemah dan hanya menjadi korban terpinggirkan dalam sebuah konflik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta mengungkap upaya dan peran perempuan dalam menciptakan resolusi konflik pada film “Where Do We Go Now?” (2011). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis wacana kritis (AWK) model Teun A. van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “Where Do We Go Now?” dalam kerangka analisis wacana kritis van Dijk merupakan produk wacana yang mengangkat tema atau topik tentang perempuan dan upayanya dalam menciptakan perdamaian atau resolusi konflik. Topik ini kemudian diperkuat oleh beberapa sub topik, antara lain perempuan dan upaya mengontrol informasi, perempuan dan upaya menyelesaikan sabotase antarumat beragama, perempuan-perempuan pengubur senjata, serta perempuan dan aksi konversi agama. Pembahasan dalam dimensi teks telah menunjukkan adanya strategi tertentu, yang bertujuan agar wacana yang diusung lebih menonjol dan mudah dipahami. Produksi wacana ini tidak luput dari pengaruh sutradara dan pandangannya terhadap film, perempuan, konflik dan komedi yang dibahas dalam dimensi kognisi sosial. Pengaruh lain juga datang dari dimensi konteks, yang membahas mengenai bagaimana wacana yang berkembang di dalam masyarakat, mengenai perempuan dan perdamaian. Selain menunjukkan semangat feminisme, wacana ini juga membantu para perempuan untuk keluar dari batasan peran domestik, dan membawanya menuju peran publik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Women are often seen as weak and only marginalized victims in conflict. This research aims to describe and uncover the women's efforts and roles while creating conflict resolution in the "Where Do We Go Now?" (2011) Film. This research is qualitative research using critical discourse analysis (CDA) from Teun A. van Dijk's model. Based on the results of the research, it is known that the "Where Do We Go Now?" film within the framework of van Dijk's critical discourse analysis is a product of discourse that raises themes or topics about women and their efforts in creating peace or conflict resolution. This topic is strengthened by several sub-topics, such as women and efforts to control information, women and efforts to resolve interfaith sabotage, women who bury weapons, also women and religious conversion actions. The discussion of the dimensions of this text is also further strengthened by the findings of the selection of the flow, words, sentences, and figures of speech that ultimately lead to one goal, namely as a strategy, so the discourse carried is more prominent and easily understood. The production of this discourse also influenced by the director and her views on film, women, conflict, and comedy, which will be discussed in the second dimension, namely the dimension of social cognition. Other influences also come from the context dimension, which discusses how discourse develops in society about women and peace. In addition to showing the spirit of feminism, this discourse also helped women to escape the constraints of the domestic role and bring it to a broader space and still dominated by men, namely the public sphere.
Kata kunciFeminisme, Resolusi Konflik, Analisis Wacana Kritis (AWK)
Pembimbing 1Hariyadi, Ph. D
Pembimbing 2Drs. Hendri Restuadhi, M.Si, MA (soc)
Pembimbing 3Dr. Rili Windiasih, M.Si
Tahun2019
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2019-11-17 22:13:08.087644
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.